SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :