Edo Rusyanto's Traffic

sim keliling_resize
WAJAH pria muda ini tampak gundah gulana. Bukan lantaran target pemasaran yang belum tercapai, tapi guyonan para koleganyalah yang bikin gerah.

Bagaimana tidak, pria lulusan salah satu universitas swasta di Jakarta ini terus ditembak dengan kelakar yang memerahkan telinga.

“Bonho ini tahu aturan, tapi tetap aja tiap hari melanggar,” sergah pria muda koleganya Bonho, di Jakarta, suatu petang.

Kelakar yang menjurus ke bullying itu melebar kemana-mana. Termasuk stempel pria muda bertitel sarjana tapi doyan naik sepeda motor tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) C, yakni SIM untuk pesepeda motor. “Kalau sudah salah tapi tetap melanggar juga namanya apa coba?” tembak koleganya yang lain.

Bonho adalah eksekutif muda di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Secara ekonomi tergolong mapan. Selain sepeda motor, dia juga memiliki rumah dan sebuah mobil multi purpose vehicle (MPV) keluaran merek Jepang.
“Saya naik motor untuk memangkas waktu aja. Tapi, memang tidak punya SIM,” aku pria berkumis ini.

Lihat pos aslinya 197 kata lagi