Edo Rusyanto's Traffic

sim keliling

SEGELAS green tea tamarine menemani siang nan berbinar Jakarta. Kami duduk melingkar di atas kursi kayu berwarna kecoklatan. Di tengah-tengah bertengger tenda bulat yang sesekali bergoyang diterpa angin kemarau yang cukup kuat.

Saya berkumpul dengan sejumlah jurnalis kompas.com di kantor mereka di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Perbincangan sesekali diselingi dengan kudapan berupa tempe mendoan yang dipasangkan dengan cabe rawit berwarna hijau.

“Biar segar, ini saya bawakan juga rujak buah,” seloroh kolega saya, Agung, Jumat, 18 September 2015 siang.

Jadilah perbincangan mengalir dengan sesekali menyeruput minuman segar dan kudapan yang bikin goyang lidah. Topik perbincangan yang berpangkal pada bagaimana pengurusan surat izin mengemudi (SIM) dan kaitannya dengan keselamatan pengendara di jalan, menjadi terasa ringan, walau sesungguhnya cukup berat.

“Sebenarnya, aturan pengurusan SIM itu sudah sangat bagus yah pak Edo?” sergah seorang jurnalis muda.

Diantara kita banyak yang tahu bahwa mekanisme mengajukan SIM hingga akhirnya mendapat SIM mekanismenya demikian ketat. Ini saya…

Lihat pos aslinya 404 kata lagi