tenang dan sopan berkendara

Edo Rusyanto's Traffic

antrean-kendaraan

KOLEGA saya bertanya. “Bagaimana menyikapi perilaku pengendara ugal-ugalan di jalan? Misal,tiba-tiba kita dipotong oleh pengendara lain.”

Pertanyaan nyaris serupa pernah juga dilontarkan seorang siswa SLTA dalam sebuah diskusi. “Bagaimana cara memberitahu kepada pengendara yang ugal-ugalan dan akibat ulah dia kita nyaris celaka?”

Jalan raya memang punya segudang persoalan yang dramatis. Persoalan yang kerap mencuat di kota-kota besar, khususnya di Jakarta, hadirnya emosi yang menggelegak. Emosi yang tak terkendali melahirkan amarah. Kalau sudah begini, tinggal sepelemparan batu untuk terjadinya gesekan sosial, bahkan kecelakaan lalu lintas jalan. Kok bisa?

Coba bayangkan. Jalur berkendara Anda tiba-tiba dipotong. Lalu, tersulut emosi dan marah. Lantas mengejar sang pelaku pemotong jalur tadi. Untuk mengejar membutuhkan kecepatan tinggi. Akibat emosi yang tertahan, terganggulah konsentrasi Anda. Bukankah konsentrasi yang terganggu bisa memperbesar peluang terjadinya kecelakaan di jalan?

Dalam contoh di atas, apa yang bisa dilakukan untuk meredam emosi agar tak meledak sehingga merusak konsentrasi?

Sejumlah literatur yang pernah…

Lihat pos aslinya 268 kata lagi

Iklan