Archive for Februari 18, 2016



Edo Rusyanto's Traffic

lampu-isyarat-belok_didi

DULU ada pepatah mengatakan, mulut mu, harimau mu. Kini, jempol mu, keselamatan mu. Loh?

Iya, nggak percaya? Coba aja di jalan raya. Begitu sepeda motor berbelok atau putar arah seenaknya alias nggak nyalain lampu sein, bakal bikin nggak selamat. Padahal, urusan berbelok tadi itu hanya persoalan sedekat jempol. Maksudnya, untuk menyalakan lampu isyarat atau lampu sein sepeda motor cukup dengan menjentikan jempol untuk menggeser tuas lampu.

Amat mengherankan jika untuk berbelok saja masih ada yang abai untuk menyalakan lampu sein. Padahal, langkah untuk menyalakan lampu berwarna orange itu tidak butuh tenaga besar. Sekali lagi, cukup menjentikan jempol jari tangan.

Kita kerap dibuat jengkel dengan ulah pengendara yang berbelok arah atau berputar arah seenaknya tanpa memberi lampu isyarat. Bukan apa-apa, gara-gara hal yang dianggap kecil itu bisa menimbulkan tabrak samping. Atau, membuat pengendara di belakangnya menjadi terpelanting.

Betul bahwa seluruh pengguna jalan mesti konsentrasi dengan senantiasa fokus dan waspada, terlebih mereka…

Lihat pos aslinya 162 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

jarak-aman-pesanlaka1

PENGALAMAN pahit biasanya mengubah perilaku seseorang. Bila hari ini melabrak aturan, lalu merasakan getirnya sanksi, keesokan hari tak perlu mengulang hal serupa. Kira-kira begitu.

Apa yang dialami pria muda ini barangkali tak akan diulangi dirinya di kemudian hari. Ceritanya begini.

Lalu lintas jalan ramai lancar. Cuaca mendung. Tiba-tiba, para pengguna jalan dikejutkan oleh bunyi derit dan suara benda jatuh di atas aspal. Gubrak!!!

Tampak sebuah sepeda motor skutik tersungkur. Sang pengendara sempat melompat sehingga tak terjadi petaka yang lebih buruk. Tampak hanya cedera ringan di bagian tangan dan kaki sang pemuda itu. Terlihat raut kepanikan dan entah apa yang ada di benak pria muda itu. Lalu, dia pun mengangkat sepeda motornya untuk kemudian melanjutkan perjalanannya. Dia melenggang, di kepalanya tak ada helm pelindung kepala.

Sebelum kejadian, saya melihat dari jarak beberapa meter sang pengendara itu terlalu dekat dengan sepeda motor yang ada di depannya. Entah karena ada apa, peseda motor…

Lihat pos aslinya 148 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

2014-02-17 09.42.19

DALAM urusan konsumsi kita mengenal soal kebutuhan dan keinginan. Kadang, dalam membelanjakan uang ada diantara kita yang kalap dengan menghamburkan uang sebatas untuk keinginan. Ironisnya, kalau ternyata lebih besar pasak daripada tiang.

Untuk urusan di jalan raya, kita pernah mengulas soal mana yang penting dan mana yang genting. Pada gilirannya, permasalahan yang genting alias mendesak mesti menjadi prioritas. Sedangkan urusan yang penting ditindaklanjuti kemudian. Lantas, bagaimana memilih dan memilah mana yang kategori penting dan mana yang kategori genting?

Di benak saya, beberapa situasi yang masuk kategori genting di jalan raya adalah terkait kecelakaan lalu lintas jalan dan penanganan kebakaran. Dalam masalah kecelakaan lalu lintas jalan termasuk turunannya, seperti faktor-faktor pemicunya. Sedangkan urusan pemadaman kebakaran terkait dengan laju pergerakan mobil pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian. Mobil pemadam mutlak mendapat prioritas.

Kecelakaan menjadi masalah genting di jalan raya kita karena fakta data yang ada amat memprihatinkan. Setidaknya, 250-an kasus kecelakaan terjadi setiap…

Lihat pos aslinya 132 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

gps devicea

JUJUR saja, perkembangan teknologi informasi demikian pesat saat ini. Bayangkan, untuk urusan keamanan negara, ekonomi bisnis, pekerjaan kantor, perabotan rumah, hingga urusan asmara, bisa ditentukan sebatas jempol dan genggaman tangan. Fakta penting bahwa teknologi lahir untuk memudahkan hidup manusia.

Begitu juga dengan urusan kuda besi kita. Sepeda motor tunggangan kita ternyata bisa dibalut teknologi informasi sehingga terkoneksi di dalam genggaman tangan. Inilah era konvergensi, otomotif dengan teknologi informasi. Ceritanya begini.

Saat saya diperkenalkan dengan teknologi berbasis global positioning system (GPS) dunia kian terasa sempit. Pergerakan si kuda besi demikian terpantau lewat jejaring internet dan teknologi seluler. Kini, dalam dua bulan terakhir saya diminta mencoba sebuah alat GPS yang digadang-gadang cukup canggih untuk keamanan dan keselamatan berlalu lintas jalan, semua itu menjadi terasa lebih nyata.

Alat GPS seukuran kotak korek api kayu berwarna hitam dipasang di kuda besi saya pada pada penghujung 2015. Di dalam alat tadi tertanam kartu chip seluler…

Lihat pos aslinya 242 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

posisi bersepeda motor1

PERNAH suatu ketika seorang kolega nyaris celaka lantaran saat bersepeda motor perhatiannya kemana-mana. Dia mengaku pandangannya tergoda melihat obyek lain di sekitar jalan.

“Nyaris celaka. Tapi, saya juga pernah kecelakaan gara-gara ada pesepeda motor lain yang muncul tiba-tiba dari sela-sela mobil,” papar dia, suatu ketika di Jakarta.

Berbekal dari pengalaman tersebut kolega saya mencoba dan terus mencoba untuk bersepeda motor yang lebih aman dan selamat. Hal itu dia tempuh demi keselamatan di jalan dan tidak ingin merusak masa depan keluarga. Keren.

Namun, dari perbincangan dengan dia itu mencuat pertanyaan, sebenarnya posisi bersepeda motor yang aman dan selamat itu seperti apa sih?

Sekadar menyegarkan ingatan kita para pesepeda motor, berikut ini beberapa posisi bersepeda motor yang perlu kita terapkan saat menunggang si kuda besi.

Pertama, pandangan senantiasa jauh ke depan, yakni ke arah jalan yang akan dilintasi. Hal ini agar kita leluasa menyerap informasi yang ada, lalu mengambil keputusan yang tepat…

Lihat pos aslinya 128 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

jalan berkabut

PADA suatu ketika kami bersepeda motor melintasi kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Cuaca hujan. Kabut bertebaran dimana-mana. Sudah tentu kondisi permukaan jalan licin.

Kawasan wisata favorit di Jawa Barat itu punya segudang tikungan. Ada yang kategorinya biasa-biasa saja, tapi jarang berupa tikungan tajam. Bahkan, lazimnya kondisi pegunungan, tikungan-tikungan tadi dilengkapi dengan kontur menurun atau menanjak. Lengkaplah.

Saat melintasi tikungan, terlebih tikungan tajam, setiap pengendara bukan saja dituntut hati-hati, tapi juga punya ketrampilan. Untuk mengambil keputusan manuver apa yang harus dilakukan, pengendara butuh informasi yang memadai saat melintasi jalan yang akan dilalui. Bila asal betot gas itu namanya spekulasi. Masa sih keselamatan kita digadaikan oleh ulah spekulatif?

Di jalan raya, amat berisiko mendahului di tikungan, terlebih tikungan tajam. Berbeda dengan di sirkuit balap yang memanfaatkan tikungan sebagai salah satu jurus jitu memenangi adu kebut. Di jalan raya, terutama yang dua arah, risiko kecelakaan adu banteng amat terbuka ketika mendahului di tikungan…

Lihat pos aslinya 241 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

ibc diskusi jan 2016

DUNIA terus berputar. Penemuan demi penemuan terus bermunculan. Teknologi kian berkembang dan makin memudahkan kehidupan manusia.

Manusia terus berubah. Pada masa lampau asap dipakai oleh suku Indian untuk berkomunikasi. Lalu, dunia juga pernah menggunakan burung mengirim kabar via surat. Belakangan kita mengenal telegram, telepon, seluler, hingga internet.

Kini, dunia digenggaman tangan. Urusan negara, keluarga, hingga asmara ditentukan jemari tangan.

Teknologi informasi mengubah peradaban manusia, termasuk di jalan raya. Lihat saja di sejumlah negara maju. Ketika sistem teknologi informasi disinergikan CCTV pengaturan lalu lintas jalan kian humanis. Pengawasan dan penegakan hukum yang dibalut elektronik membuat sistem masyarakatnya kian transparan. Lihat saja misalnya di Singapura.

Electronic law enforcement (ELE) membawa pengguna jalan pada tataran berbeda. Para pengguna jalan dapat lebih menaati sistem hukum yang berlaku. Pada gilirannya fatalitas kecelakaan lalu lintas dapat dipangkas.

Banyak cara untuk mati. Tanpa diminta dia datang sendiri. Sedikit cara untuk hidup dan harus dicari termasuk di jalan…

Lihat pos aslinya 155 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

ele dan konvensional1

PENGGUNAAN elektronik dalam menindak pelanggaran aturan lalu lintas jalan rasanya kian mutlak.

Tiga tahun lalu, saya ingat pernyataan Komisaris Besar (Kombes) Polisi Chrysnanda Dwi Laksana terkait penggunaan elektronik dalam penegakan hukum (electronic law enforcement/ELE) di jalan raya. Dia menegaskan bahwa perdebatan-perdebatan yang muncul di jalan raya terkait penindakan atas pelanggaran aturan bisa dipangkas. Bahkan, penggunaan elektronik juga dapat memupus upaya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Banyak faedah lain dari ELE. Chrysnanda pernah mengatakan, sistem itu bisa memantau situasi lalu lintas jalan 24 jam terus menerus. Lalu, penggunaan personel bisa dikurangi sehingga dapat dimanfaatkan untuk tugas-tugas lain. Selain itu, semua pelanggaran dapat termonitor dalam waktu bersamaan. Dan, meminimalisasi kemacetan karena serta memudahkan dalam pembuktian.

Kini, di tengah tingginya kendaraan bermotor di jalan raya serta kian transparannya kehidupan masyarakat, penerapan ELE tak bisa ditunggu-tunggu. Dalam mengimplementasikan ELE setidaknya dibutuhkan kamera pengawas, laser scanner, speed gun, server data yang cukup besar, dan sinergi…

Lihat pos aslinya 49 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

laka motor_tmcpoldametro

TAHUN 2015, kasus tabrak lari di Jakarta dan sekitarnya melonjak 19% menjadi lima kasus per hari dibandingkan setahun sebelumnya. Sekitar 9% korban kasus tabrak lari di jalan raya berujung pada kematian.

“Data tabrak lari relatif cukup tinggi menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan hukum relatif masih rendah,” ujar Kasubdit bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, dalam pesan tertulisnya, di Jakarta, Senin (1/2) malam.

Wilayah Polda Metro Jaya mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Tahun 2015, setiap hari rata-rata terjadi lima kasus tabrak lari. Sedangkan setahun sebelumnya rerata empat kasus per hari.

“Tabrak lari adalah termasuk dalam tindak pidana kejahatan,” tegas Budiyanto.

Dia menambahkan, tabrak lari melanggar pasal 316 ayat ( 2 ) UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

Di sisi lain, data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan, tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan yang pelakunya melarikan diri tercatat menurun pada 2015…

Lihat pos aslinya 257 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

ponsel mengemudi brussel_youtube

FAKTA data memperlihatkan bahwa setiap hari, rata-rata ada satu kasus kecelakaan lalulintas jalan yang dipicu aktifitas berponsel sambil mengemudi. Itulah salah satu sisi kelam jalan raya Indonesia.

Kondisi nyaris serupa terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan, pada 2014, rerata terjadi dua kasus kecelakaan setiap harinya.

Fakta lain terungkap dari sebuah tempat latihan mengemudi di Brussel, Eropa. Sang pria pendamping memaparkan tentang risiko mengemudi sambil berponsel. Beragam reaksi pengemudi saat menjajal berponsel sambil mengemudi.

“Sangat tidak mungkin (mengemudi sambil berponsel),” ujar perempuan pengemudi.

Bahkan, ada pengemudi pria yang berujar, “Orang-orang bisa terbunuh di jalan raya.”

Selengkapnya bisa lihat di link ini.

Kecelakaan bisa saja terjadi lantaran sang pengemudi menelepon atau membaca dan mengirim SMS. Perhatian sang pengemudi amat mungkin teralihkan dari konsentrasinya dalam mengemudi. Kalau sudah begitu bukan mustahil sang pengemudi menjadi obyek atau subyek kecelakaan lalu lintas jalan.

Oh ya, ide menggulik link di atas…

Lihat pos aslinya 15 kata lagi

%d blogger menyukai ini: