Edo Rusyanto's Traffic

koboi jalanan vivacoid 2010

LIMA tahun lalu saya pernah membaca sebuah judul berita menggegerkan di media online. Berita berjudul ‘Pengendara Motor Tembak Sopir Metro Mini’ itu menjadi perbincangan yang cukup ramai tahun itu. Kini, setelah lima tahun ternyata jalan raya kita masih menyimpan cerita yang sama.

Jalan raya kita seperti sumbu pendek. Disulut sedikit saja, meledaklah dia.

Pengguna jalan yang emosional begitu mudah kita jumpai. Entah lantaran sesaknya emosi di dada karena menghadapi kemacetan lalu lintas jalan. Atau, karena situasi kehidupan yang kian karut marut. Emosi para pengguna jalan bisa muncul tiba-tiba. Ada yang main kepruk, ada yang adu sikut, bahkan ada yang main tembak. Ngeri.

Beringasnya jalan raya kita bahkan terpotret oleh bertumbangannya 70-an pengguna jalan akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Ironisnya, pemicu utama hadirnya petaka jalan raya itu lantaran sang pelaku berkendara ugal-ugalan. Berkendara yang melanggar aturan demi kepentingan diri sendiri membuka celah terjadinya kecelakaan. Misal, menerobos lampu merah atau melawan arus.

Lihat pos aslinya 272 kata lagi