Edo Rusyanto's Traffic

ele dan konvensional1

PENGGUNAAN elektronik dalam menindak pelanggaran aturan lalu lintas jalan rasanya kian mutlak.

Tiga tahun lalu, saya ingat pernyataan Komisaris Besar (Kombes) Polisi Chrysnanda Dwi Laksana terkait penggunaan elektronik dalam penegakan hukum (electronic law enforcement/ELE) di jalan raya. Dia menegaskan bahwa perdebatan-perdebatan yang muncul di jalan raya terkait penindakan atas pelanggaran aturan bisa dipangkas. Bahkan, penggunaan elektronik juga dapat memupus upaya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Banyak faedah lain dari ELE. Chrysnanda pernah mengatakan, sistem itu bisa memantau situasi lalu lintas jalan 24 jam terus menerus. Lalu, penggunaan personel bisa dikurangi sehingga dapat dimanfaatkan untuk tugas-tugas lain. Selain itu, semua pelanggaran dapat termonitor dalam waktu bersamaan. Dan, meminimalisasi kemacetan karena serta memudahkan dalam pembuktian.

Kini, di tengah tingginya kendaraan bermotor di jalan raya serta kian transparannya kehidupan masyarakat, penerapan ELE tak bisa ditunggu-tunggu. Dalam mengimplementasikan ELE setidaknya dibutuhkan kamera pengawas, laser scanner, speed gun, server data yang cukup besar, dan sinergi…

Lihat pos aslinya 49 kata lagi