Edo Rusyanto's Traffic

jalan berkabut

PADA suatu ketika kami bersepeda motor melintasi kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Cuaca hujan. Kabut bertebaran dimana-mana. Sudah tentu kondisi permukaan jalan licin.

Kawasan wisata favorit di Jawa Barat itu punya segudang tikungan. Ada yang kategorinya biasa-biasa saja, tapi jarang berupa tikungan tajam. Bahkan, lazimnya kondisi pegunungan, tikungan-tikungan tadi dilengkapi dengan kontur menurun atau menanjak. Lengkaplah.

Saat melintasi tikungan, terlebih tikungan tajam, setiap pengendara bukan saja dituntut hati-hati, tapi juga punya ketrampilan. Untuk mengambil keputusan manuver apa yang harus dilakukan, pengendara butuh informasi yang memadai saat melintasi jalan yang akan dilalui. Bila asal betot gas itu namanya spekulasi. Masa sih keselamatan kita digadaikan oleh ulah spekulatif?

Di jalan raya, amat berisiko mendahului di tikungan, terlebih tikungan tajam. Berbeda dengan di sirkuit balap yang memanfaatkan tikungan sebagai salah satu jurus jitu memenangi adu kebut. Di jalan raya, terutama yang dua arah, risiko kecelakaan adu banteng amat terbuka ketika mendahului di tikungan…

Lihat pos aslinya 241 kata lagi

Iklan