Archive for April 14, 2016



IMG_20160327_112701

Salam wildlife!Pagi! disaat kapanpun anda membaca suasana waktu itu memang masih pagi setelah sebelumnya menjalani malam yang medebarkan menjelajah pulau nusa barong maka kali ini akan sedikit berpanas-panasan menuju pantai payangan dan teluk love. Rutenya kali ini kami lewat puger melewati pedesaan dan ternyata tembus saja ke ambulu jalur tanjung papuma. Nah kalau nanti ada plakat tanjung papuma disebelah kanan jalan maka lurus saja ada pertigaan lagi sebelah kanan jalan menuju watu ulo maka lurus saja lagi maka anda akan masuk perkampungan nelayan dan kawasan pantai payangan. Ternyata sudah banyak yang menyambut anda nantinya disana, siapa lagi kalau bukan para personel penyedia parkir yang gayanya seperti berebut sembako bila ada wisatawan datang (sedikit mengganggu konsetrasi). Bagi anda yang hanya ingin ke bukit domba saja atau teluk love kami sarankan masuk parkir agak dalam biar jalan kaki tidak terasa terlalu jauh tetapi bila anda sekalian ingin menikmati pantai payangan juga mengambil parkir didepan adalah pilihan bijak.Oh iya Parkir Rp 2000,-

peta 3

Sudah sampai kamipun memarkir kendaraan dan berjalan kaki menikmati pantai payangan dengan landscape pasir pantai hitam ditemani dua bukit yang salah satunya bernama bukit seroya juga anda hoby hunting landscape bukit seroya ini termasuk spot yang bagus. Naik bukit sayora ini bayar lo Rp 5000,-/orang. Jika anda lapar disekitar pantai buanyak warung penyedia makanan seperti ikan bakar, bakso, rujak, gado-gado, mie goreng/rebus dll..

Saat itu kami tidak tahu kenapa cuaca benar-benar sangat panas dan terik apalagi ditambah faktor menurunnya stamina karena sudah keliling-keliling jadi sebaiknya anda siapkan air yang banyak. Masuk bukit domba/teluk love dikenai retribusi Rp 5000,- dan anda akan menaiki bukit dahulu untuk menuju spotnya. Sebenarnya saat anda pertama kali naik tangga akan ada jalur kanan dan kiri, bila ingin langsung lebih dekat ke spot teluk love maka seharusnya track kiri tapi anda akan diarahkan kejalur kanan oleh para guide untuk memutari bukit tapi tak apalah jika anda punya stamina bagus maka pemandangannya juga baguskok saat disisi kanan bukit tapi jika anda ingin lebih cepat maka lewatilah jalan senggol nanti ada papannya cukup menghemat tenaga untuk sampai diatas. Langsung saja simak dokumentasinya :

P_20160327_101652_HDR

DSC_0162

IMG_20160327_082055

IMG_20160327_105656

P_20160327_101743_HDR

P_20160327_080651

P_20160327_101936_PN

thearg (1 of 1)

thearg (1 of 1)-2

thearg-3

thearg-4

thearg-6

thearg-9

thearg-10

thearg-11

thearg-13

thearg-15

thearg-16

thearg-17

thearg-18

thearg-19

thearg-20

thearg-21

thearg-22

thearg-23

thearg-24

 

thearg-27

thearg-28

thearg-30

thearg-32

thearg-33

 

Sejatinya ada beberapa spot di bukit domba ini selain teluk love misalnya puncak sunrise, bukit ujung dan goa jepang. Waktu itu karena memang hari libur jadi keadaannya sangat ramai. Lihat waktu ternyata sudah sangat siang untuk kembali, setelah istirahat sebentar di area pantai kami langsung kembali menuju Surabaya melewati Puger-Lumajang(Ishoma)-Klakah-Probolinggo-Pasuruan-Bangil-Sidoarjo-Surabaya ditemani hujan yang sangat deras sejak dari Lumajang. Tapi terbayar sudah capek kami karena di jawa timur masih ada tempat-tempat yang indah untuk dikunjungi. Terima kasih kepada pembaca sekalian yang terus setia mengikuti cerita perjalanan kami. Tunggu liburan-liburan selanjutnya bersama Suetoclub.

Video share & subscribe :

Iklan

P_20160326_170627_HDR

Hello Salam wildlife!Setelah sebelumnya kita menjelajahi kawasan Banyuwangi sekarang saatnya menuju Puger Jember untuk mencari nelayan yang mau mengantarkan kami ke Pulau Nusa Barong pagi hari jam 9, kami bersiap dari Ambulu menuju TPI(tempat pelelangan ikan) puger kemudian parkir setelah berdiskusi dengan beberapa nelayan tentang tujuan kami untuk berkeliling pulau Nusa Barong akhirnya ada nelayan yang bersedia mengantar. Sebelumnya kalau anda sekalian ingin ke pulau nusa barong bisa lewat 2 tempat di Jember yaitu lewat pantai tanjung papuma (lebih safety tapi lebih jauh) dan lewat puger (lebih dekat tapi penuh adrenalin). Ternyata hari itu juga ada beberapa 5 orang yang berangkat ke nusa barong untuk camping. Setelah itu kami prepare sebentar karena memang pulau nusa barong termasuk cagar alam jadi mungkin hanya warung astral saja.

peta 2

Start berlayar kami mulai sekitar jam 11 WIB siang, lama tempuhnya puger-nusa barong sekitar 1 jam 30menit (mesin kapalnya baru biasanya bisa 2 jam lebih). Kami berangkat ditemani tiga kru nelayan salah satunya pak sapii sebagai kepala kru, berarti dengan kami 9 orang jadi ada 12 orang dikapal.  Perjalanan awalnya saja sudah cukup mendebarkan kami harus melewati pemecah ombak yang tinggi dan akhirnya berhasil juga setelah itu anda akan menikamti pemandangan puger dari laut yang indah. Oh iya kami disini tanpa life jacket karena memang tidak disediakan dan perahu yang tanpa keranda penutup jadinya kalau panas ya panas hujan ya kehujanan jadi jangan lupa bawa jas hujan dan perlengkapan anti air bagi yang membawa teknologi dokumentasi dan kamera dan jangan lupa di pulau ini tidak tersedia air tawar.

Tak terasa kami sudah memasuki area pulau nusa barong dan memang terlihat sangat indah dengan gradasi warna air yang sangat memukau . Kami lihat disini juga menyimpan keindahan laut tak kalah  bagus di spot-spot pantai tertentu tapi saat itu kami tidak ada yang membawa perlengkapan snorkle sehingga hanya bisa melihat dengan perlengkapan seadanya saja. Langsung saja lihat dokumentasinya :

IMG_4693

IMG_4716

nb1

nb2

nb4

nb5

P_20160326_145252_PN

P_20160326_170424_HDR

P_20160326_173328_HDR

P_20160326_173423_HDR

P_20160326_173610_HDR

P_20160326_174824_NT

P_20160326_175115

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

 

 

DCIM100MEDIA

 

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

P_20160326_123344

P_20160326_124257_HDR

P_20160326_125418_HDR

Setelah hari mulai petang kami bersiap kembali dan memang kami tidak ada rencana untuk camping di pulau nusa barong akhirnya kami teruskan keliling pulau stelah itu balik ke TPI puger. Perjalanan balik yang sangat tenang tiba-tiba menjadi sangat mencekam karena harus menunggu ombak untuk barengan masuk kedalam pelabuhan bila kita tidak mengikuti ombak maka kita akan menabrak dinding pembatas pemecah ombak akhirnya setelah berputar 5kali dilautan kami bisa masuk kedalam pelabuhan katanya sih korbannya sudah ribuan perahu yang terkena ombak arus balik ini (julukannya plawangan destruction wave)  dan memang kebetulan kami pulang di jam rentang ombak tinggi sekita jam 20.00-21.00. Sampai di pelabuhan kami prepare dan istirahat untuk bersiap dengan esok hari menuju LOVE BAY dan Pantai Payangan lo…

 

Ternyata eh ternyata Pulau Nusa Barong juga punya sejarah  :  Ditahun 1700-an pulau nusa barong ini dihuni oleh para penduduk multi etnis Negara, dan pulau ini juga menjadi tempat perlawanan rayat bagi yang tidak ingin ditindas oleh verenigdeoostindische compagnie ( voc ), pulau nusa barong ini terletak 3mil dari pantai puger. Pantai nuasa barong ini juga dikenal dengan julukan nusa barong on fire, alkisah pada tahun  1768. Pulau Nusa Barong secara ekonomi sangat penting bagi Blambangan. Nusa Barong merupakan penghasil sarang burung yang signifikan bagi penguasa Blambangan. Hasil produksi sarang burung itu dikirimkan ke para pedagang Cina.

Saat terjadi perang antara kerajaan Blambangan melawan VOC pada kisaraan 1767-1768, banyak rakyat Blambangan dan Lumajang banyak mengungsi ke Pulau Nusa Barong. Sehinga pada tahun 1772 terdapat 250 keluarga atau 1000-an jiwa yang mengelompok dalam 7 perkampungan di Pulau itu. Semua ini didapatkan oleh Sri Margana melalui penelitian panjang dari sastra lisan dan catatan sejarah yang ditinggalkan VOC.
Lalu pada 1773 perkembangan politik di Nusa Barong menjadi perhatian utama Belanda yang ada di Surabaya. Ekspedisi militer mulai disusun untuk menumpas perlawanan masyarakat Nusa Barong. Namun perlawanan sengit masyarakat pulau itu membuat VOC kewalahan. Hal ini memaksa Gubernur Semarang menyiapkan serangan serentak setelah empat tahun berikutnya, tepatnya tahun 1977.

Akhirnya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1977, pasukan gabungan orang-orang Belanda memulai serangan serentak dibawah komandan Adriaan van Rijk di pulau Nusa Barong. Dalam peperangan yang berjalan tak seimbang tersebut, sebanyak 27 pejuang Nusa Barong terbunuh. Sementara yang lainnya melarikan diri. Benteng-benteng pertahanan dan rumah para penduduk dirobohkan.

Kalau ingin tahu Tentang Pulau Nusa Barong langsung aja masuk ke link ini : http://bbksdajatim.org/cagar-alam-pulau-nusa-barung-2

Perhatian :

Tarif perahu puger-nusa barung Rp 150.000,-/orang(nego), perahu maksimal muat 15 orang belum kru yang akan dibawa nahkoda.

Parkir 24 jam sebaiknya di luar kawasan TPI karena parkir dikawasan TPI jam 16.00 sudah ditutup.

Bawa akomodasi secukupnya apalagi kalau camping.

Keamanan bisa bawa life jacket sendiri atau tanya info orang setempat persewaan life jacket.

Peralatan selam/snorkle bawa sendiri.

Sebaiknya jika ingin camping di pulau anda berangkat jam 9 pagi dari puger dan pulang keesokan paginya karena arus ombak akan lebih tenang.

Hanya dua nelayan untuk sampai saat ini yang bersedia melayani tujuan ke pulau nusa barong jadi mungkin sehari hanya untuk dua keberangkatan saja.

OH iya jangan lupa perhatikan kebersihannya jangan buang sampah sembarangan di pulau bawa kembali sampah kalian dan buanglah sampah pada tempatnya saat kembali ke TPI puger.

Untuk kontak pak sapii 08513979220 dan siswandi 082338300528 atau mampir ke : FB suetoclub https://www.facebook.com/Sueto-162244297206214/?ref=bookmarks atau JDT https://www.facebook.com/Jawa-Dwipa-Travel-Partner-500051026760402/?ref=bookmarks

video share & subscribe ;


DCIM100MEDIA

HI Salam wildlife!Penjelajahan kami teruskan!!menuju air terjun Lider masih di kec Songgon bila dari arah genteng ada papan penujuknya sebelah kiri jalan. Rutenya Genteng-Sempu-Songgon-Lider(Dusun Sragi, Desa Sumber Arum) bisa lihat di google map dibawah ini :

peta 6

Sebelum menjajaki kerasnya medan makadam Air Terjun Lider kami coba-coba untuk cari durian merah yang terkenal itu eh ternyata habis durian orange yang harganya Rp150.000,- juga habis akhirnya kami tidak jadi beli durian deh..

Kemudian langsung lanjut masuk desa lider yang jalannya masih beraspal mulus kemudian setelah itu medan berat makadam telah menanti sejauh 3km dengan kontur naik turun dan tikungan-tikungan tajam tapi tenang saja bagi anda yang pertamkali kesan tidak akan mungkin tersesat karena sudah ada papan penujuk arah untuk yang membawa mobil juga bisa asal sanggup saja dengan medannya. Rekan suetotim yang berboncengan dan membawa motor matic dan satriapun dibuat kerepotan dengan jalan makadam ini untung saja setelah melewati jalan ini pulang pergi  ban tidak ada yang bocor dan gejala pelek peang. Sesampainya di tempat perkiran hanya membayar parkir saja Rp 2000,- setelah itu anda bisa langsung tracking melewati jalanan turun bukit yang licin tapi sudah disediakan talikok setelah itu akan dilanjutkan dengan menyusuri sungai lumayan deras dengan arah zigzag selama satu jam mungkin saran kami siapkan saja bekal minuman, snack biar anda tidak haus dan kelaparan saat perjalanan menyusuri sungai karena memang kita akan benar-benar diajak masuk kedalam hutan belantara yang pastinya akan seru habis ditambah merdunya suara-suara binatang yang akan membuat anda parno…haha.

Langsung saja ya lihat dokumentasinya dibawah ini :

lDR41

lDR42

lDR43

lDR44

lDR45

lDR46

lDR47

lDR48

lDR49

LDR51

LDR52

efrgse (1 of 1)

IMG_20160325_154921

vsxvsx (1 of 1)

thearg (1 of 1)

 

Note : Tumpahan Air Terjun Lider memiliki terjunan air setinggi 60 meter dengan ketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut. dan berasal dari mata air pegunungan.  Di didi air terjun utama juga terdapat 4 air terjun kecil yang merupakan bagian dari air terjun utama.  Ada satu lagi yang membuat suasana air terjun Lider tampak indah. Yaitu, dinding tebing dua jurang yang menghimpitnya.  Dinding tebing dua jurang itu berupa batu-batu besar yang berdimensi rata. (https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-timur/air-terjun-lider—banyuwangi)

Sampai diparkiran kami rehat sejenak. Kami lihat sama seperti desa-desa wisata lainnya di Banyuwangi kawasan wisata air terjun lider ini juga benar-benar hasil kreasi wisata oleh desa lider sendiri. Sehingga keuntungannya bisa dirasakan langsung dirasakan warga setempat. Secara fasilitas sudah ada WC, Warung makanan, Parkir motor mobil yang mumpuni dan Musik juga tersedia guide yang misalnya ingin ditemani perjalanannya.

Setelah itu perjalanan kembali sudah malam saja ditemani hujan lagi akhirnya kami putuskan untuk cabut dari Banyuwangi dan Menuju Puger Jember untuk ekpedisi Pulau Nusa Barung/Barong!Get the spirit Bro…

video share & subscribe :


DCIM100MEDIA

HI salam wildlife!Maret 2016 ada liburan di akhir bulan dan kami sempatkan membuat beberapa destinasi perjalanan. Setelah beberapa kali rapat ditaman bungkul akhirnya kami menentukan beberapa destinasi, pilihannya jatuh ke Banyuwangi yaitu wisata Air Terjun Telunjuk Raung dan Air Terjun Lider yang menggantikan turing ke pantaiwedi ireng biar searah saja dan hemat tenaga kemudian hari berikutnya masuk area kabupaten jember ada Pulau Nusa Barung, Pantai Payangan dan Teluk Love.

Turing sudah seperti biasanya kami lakukan start saat malam hari. Berangkat Jumat dini hari sekitar jam 00.30 dari Surabaya rutenya bisa dilihat di google map berikut ini :

peta 1

Kemudian sempat checkpoint di Probolinggo-Klakah-Jember-Glenmore-Genteng(sarapan) untuk istirahat dan makan skitar jam 8 pagi dari genteng kami menuju destinasi pertama dalam perjalanan turing kami yaitu menuju kec songgon dari genteng sekitar 20km tapi anda sekalian harus sering bertanya supaya tidak kesasar meskipun juga mengandalkan GPS karena banyak jalan pedesaan yang bercabang dan ada beberapa yang makadam. Seperti tracknya yang bisa dilihat dibawah ini :

 

Tapi bila anda jalurnya benar menuju desa songgon, jalur aslinya adalah aspal mulus yang bisa dilalui mobil sedan sekalipun. Kemudian masuk desa mangaran menuju kawasan air terjun barulah mendapati beberapa km jalan makadam mungkin sekitar 2-3km. Ada 2 jalur terpisah yang disediakan melewati ladang jagung yang bisa dilalui oleh mobil dan melewati hutan yang hanya bisa dilewati oleh sepeda motor.

Sampai di area ternyata sudah disediakan tempat parkir dan ada jajanan penjual kaki lima tapi masih belum ada toilet. Masuk hanya membayar tiket parkir saja Rp 2000,- kemudian kami langsung prepare menapaki langkah-demi langkah menuju air Terjun Dewa Raung. Jalan kakinya sebenarnya sekitar 1km lebih tapi perjalanan tidak kerasa karena lelah anda akan dibayar sebuah suguhan alam dan udara yang tidak akan dapatkan di kota penuh politik. Melewati perbukitan, aliran sungai, pemandian air kecil, sawah dan akhirnya sampai dengan menyusuri aliran sungai dan diakhir perjalanan anda akan melihat airterjun berbebntuk seperti telunjuk orang setinggi 20meter dengan aliran tidak terlalu deras sehingga aman untuk mandi. Langsung aja cek fotonya dibawah ini:

DSC_0060

DSC_0073

DSC_0083

FGGH (1 of 1)

IMG_4541

sdgfss (1 of 1)-2

 

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

TR3

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

TR25

TR26

TR28

TR31

TR32

TR33

Setelah puas menikmati keindahan Air terjun Telunjuk Raung ini kita ada sedikit obrolan sejenak dengan pihak pengelola Air Telunjuk Dewa Raung Mangaran termasuk juga sharing dan perkenalan. Sebenarnya Air Terjun Telunjuk Dewa Raung ini saat kedatangan kami Sueto tim barusaja dibuka 1bulan lalu kata Pak Mulyono selaku ketua pembimbing pihak pengelola. Pengelolaan wisata dilakukan secara mandiri dengan anggota sukarelawan anak muda mudi desa mangaran yang masih belia seumuran kelas smp-sma. Pembinaannya mengusung konsep green traveling untuk para wisatawan membuat para wisatawan peduli akann lingkungan, memperindah kawasan disekitar tujuan wisata utama seperti penanaman hasil asli desa mangaran seperti strobery, durian dll. Hasil dari retribusipun nantinya akan diberikan lagi ke wisatawan berupa bibit tanaman hias agar dapat sekalian belajar bercocok tanam.

Menurut kami konsepnya bagus dan alamnya mendukung tetapi saran kami yang perlu diperhatikan adalah masalah sampah, biasanya tempat wisata kalau sudah ramai itu kotor bisa karena sampah atau kegiatan wisatwan itu sendiri oleh karena itu selain sebaiknya para wisatawan diberi peringatan tentang kebersihan supaya aware akan limbah sampah tidak boleh membuang sampah sembarangan saat memasuki kawasan air terjun sampah yang dibawa itulah yang harus diperhatikan dan harus dibawa kembali saat keluar area air terjun tentunya dengan adanya pengecekan dari pihak panitia. Juga pengembangan pengelolaan tempat sampah dilimbah sampah yang mungkin akan berguna suatusaat bila panitia kreatif. Kegiatan inipun juga dapat menimbulkan rasa peduli lingkungan kepada para panitia yang masih belia dan nantinya juga bisa diterapkan dimanapun mereka berada. Kami harap kelestarian alamnya wisata Air terjun Mangaran ini selalu terjaga.

Menurutkami suetotim ada minimal ada 3 air terjun yang dirahasiakan oleh penduduk sekitar desa mangaran karena masih dirahasiakan untuk pengembangan wisata selanjutnya supaya tidak kotor bila wisatawan sudah tahu duluan. Seperti di dekat air terjun Telunjuk Raung bila terus masuk ke gua ada sebuah air jatuh membentuk tirai dinamakan air terjun  tirai putri. Yang lainnya dikecamatan songgon seperti Air terjun Giri Asih, Air terjun Sumber Bolong, Air Terjun Bayu Lor, Air Terjun Watu Gampit, Air terjun Temcor, Air terjun Bidadari, Air Terjun Selendang Arum termasuk air terjun Lider yang akan kunjungi setelah ini see ya to the next trip story.

DCIM100MEDIA

Video share & subscribe :

%d blogger menyukai ini: