Archive for Mei 24, 2016



Yeah… Saya baru beberapa bulan belakangan ini menggunakan Smartfren lagi sebagai ujung tombak untuk berselancar di dunia maya… Sempet menikmati paket internet true unlimited seharga 75 rebu rupiah perbulannya yang saya pakai untuk streaming nonton tv karena saya ga punya tv (klik di sini)… Tapi kabar mengejutkan datang dari pihak Smartfren, karena mereka tidak memperpanjang […]

via Review Paket Internet Smartfren Smartplan Limitless… — Ardiantoyugo


IMG_5168

Salam wildlife!Cerita perjalanan dilanjutkan setelah menyebrangi laut sekitar 1jam lebih dari pelabuhan padang bai menuju pelabuhan nusa penida. Dari ferry saja pulau ini sudah terlihat keren hamparan pasir putih menghiasi sekeliling pulau. Sampai di pelabuhan nusa penida kami berhenti sejenak untuk menambal ban motor vario terus isi bensin di pom bensin. Kemudian perjalanan dilanjutkan ternyata ada atm bersama BRI juga jadi besok-besok kalau ke penida lagi amanlah pas ambil rekening. Tujuan saat itu sebenarnya pantai uug/brobeach/broken beach/pantai rusak tapi karena yang terdekat Crystal Beach ya akhirnya kami berhenti sejenak disana.

Menikmati keindahan pantai yang termasuk unik di nusa penida…Crystal beach sendiri mengapa dinamai crystal karena memang air lautnya jernih, pasir putih dan batuan yang berwarna-warni kombinasi merah, hijau dan biru bila dilihat diatas tebing akan terlihat keindahaan pantai tersebut. Saat itu kami benar-benar menikmati suasana pantai sampai sunsetpun tak terasa dan kebetulan ombak saat itu juga sedang besar jadi ingin snorklingpun sedikit khawatir..hihi

Kalau mau ke Crystal beach ambil arah ped, lewati toyapakeh nanti ada pertigaan ikuti arah papan jalan belok kanan sekitar 16km dari pelabuhan nusa penida. Berikut dokumentasi dan petanya nusa penida supaya anda hapal jalan juga kecamatannya :

new_Map_of_Nusa_Penida

Kemudian malamnya kami menginap di pelabuhan toyapakeh beralaskan pasir pantai dan yang paling utama adalah ngechargerz amunisi seperti baterai kamera dll. Malam di Toyapakeh saya sempat tidak tidur semalaman karena ketagihan game toh kebetulan ada sinyal sambil jaga HP anak-anak dan menikmati kesunyian pantai. Di Toyapakeh ada masjid jadi bagi yang muslim bisa meneruskan ibadah. Oh Bahasa di perkampungan-perkampungan dekat pelabuhan nusa penida ini lebih familiar maksutnya masih bisa berbahasa Indonesia, berbeda dengan perkampungan dalam(kecuali tempat wisata) yang memang hanya bisa bahasa Bali tulen.

Esoknya pagi-pagi jam 5WITA kami langsung persiapan menuju pantai Tembeling

Ke pantai Tembeling ini dari toyapakeh ambil arah ke desa batumadeg nah setelah itu ikuti plakat arah aja nanti pasti sampai tapi ya begitu perlu tanya-tanya karena tempat wisata di nusa penida ini satu tempat tapi nama berbeda-beda tinggal bagaimana penduduk sekitar memahami saja.

Sampai di pintu masuk Tembeling ternyata jalannya sangat curam hanya bisa dilalui sepedamotor saja setelah itu jalan kaki melewati hutan tembeling ada mungkin 1km. Tipikal pantai Tembeling ini ombaknya super besar jadi tidak bisa untuk berenang santai pasir pantai hanya sedikit banyak karang besar dan ada kolam pemandian yang konon kedalaman tak berdasar karena memang hanya bagian pinggir saja yang kelihatan dasarnya tapi ada juga kok kolam untuk perempuan yang dangkal.

Setelah mendokumentasikan beberapa spot kami langsung kembali ke pelabuhan inginnya sih setelah Tembeling diteruskan ke pantai Banah, dan Broken Beach tapi apa daya saat itu tak cukup waktu dan kami harus kembali ke pelabuhan nusa penida biar tak ditinggal ferry. Berikut dokumentasinya :

Dari pelabuhan ternyata jam 9 pagi kapal ferry sudah berada di pelabuhan dan akan diberangkatkan jam 10  WIT. Oke akhirnya kami tahu jadwalnya, sampai pelabuhan padang bai jam 11 siang. Kami putuskan untuk cari tempat mandi dan perjalanan akan dilanjutkan ke pantai sebelah pelabuhan padang bai?langsung next ke part 3.

Dokumentasi Pantai Tembeling :

 

Terimakasih..

Video :

 

 

 


IMG_5133

Hi salam wildlife!Tahun 2016 ini hal yang tidak disangka-sangka terjadi…Merencanakan beberapa tujuan untuk touring dari Lombok, Bali, Jogja, Bawean..Estimasi terencananya sih ke Lombok tapi ternyata kalau diambil waktu real-nya 4hari 3malam cukup tapi pasti capek luar binasa dan sejalan dengan budget yang membengkak karena persiapan waktunya yang hanya memang cuman satu bulan lebih sedikit saja. Akhirnya setelah beberapa destinasi kamu ubek-ubek maka tujuan tetap diarahkan ke Bali tapi tujuan utamanya nusa penida karena ternyata usut punya usut bisa dijangkau dengan pengeluaran yang relatif murah dan tidak seperti yang kami pikirkan selama ini yang jika dilihat dari macam-macam tarif travel ke nusapenida. Apalagi kali ini motor-motor kami bisa ikut jadi ya perjalanan ini bisa dinamakan touring bukan traveling..haha (nanti dibawah kita itung-itungan budgetnya)

Foto saat di Lovina Beach :

P_20160505_144742_HDR_p

Langsung aja perjalanan touring sebelum memasuki bulan lebaran di 2016 kami mulai berangkatkan hari rabu malam dari Surabaya 11orang, Check Point Probolinggo jemput 1orang sebelumnya macet parah di Bangil-Pasuruan, CP 2 di Paiton istirahat sampai pagi, CP3 pelabuhan Ketapang terhambat macet sampai 2jam untuk antri tiket penyebrangan ferry, CP4 Pemuteran makan siang, CP5 singaraja ishoma, CP6 Karangasem makan malam dan CP7 Bukit asah/bugbug(berdekatan dengan pantai paus) untuk bermalam dan camping untungnya hari itu sangat cerah jadi kami bisa beristirahat dengan taburan bintang.

Selayar pandang :

Sebuah Pesona keindahan alam desa Bugbug, bisa anda nikmati di bukit Asah, sebuah objek wisata baru di Bali yang menyajikan pemandangan tebing dan hamparan laut biru, menyuguhkan keindahan tepi laut dan suasana ketenang yang luar biasa jika anda beruntung maka suasana ketenangan itu akan ditemani dengan taburan bintang malam. Bukit asah ini berada pada dataran tinggi sehingga bisa melihat pemandangan tepi laut yang mempesona juga disepanjang jalan menuju bukit asah anda akan dijamu oleh keindahan sang penjaga bali yaitu gunung agung, tempatnya jauh dari pemukiman penduduk apalagi dari keramaian dan hiruk pikuk kota, sehingga menjadi tempat tenang dan damai, cocok bagi anda bagi anda yang rindu akan suasana alam  untuk mendapatkan pemikiran inspiratif dan membuang galau.Bagi anda yang memang mempunyai jiwa petualang sejati dan pecinta alam maka sebaiknya bila berada di Bali maka sempatkanlah melihat tempat yang spektakuler ini.

Dasar namanya bukit Asah berarti perbukitan datar, yang mana di atas perbukitan ada tempat datar, menyuguhkan pemandangan yang membuat anda berdecak kagum, yang sebelumnya tempat ini terkenal dinamai Silent Hill, dari namanya saja tempatnya saja sudah sunyi untuk menyepi selain itu dataran bisa menjadi tempat ideal untuk kegiatan berkemah…tapi nantinya tergantung kepopuleran tempat ini sendiri ya mudah-mudahan tidak 5e4l4y dan seramai perkemahan digunung-gunung yang lagi marak itu.

Bukit Asah ini bisa dijangkau dengan sepeda motor dan bahkan mobil, karena warga secara swadaya untuk membangun jalan untuk menuju bukit Asah Bugbug, tapi untuk kegiatan trekking juga bisa dan menjadikan pengalaman wisata Bali anda bisa lebih atraktif. Usahakanlah sampai di bukit Asah Bugbug sebelum jam 6 pagi, sehingga bisa anda bisa menyaksikan sunrise.

Oh iya karena suasana alam sekitarnya memang masih perawan sebaiknya anda bawa peralatan dokumentasi tapi dengan aksi-aksi yang sederhana saja karena tebing-tebingnya memang curam dan bahaya bila terpeleset nanti foto yang diupload ke sosmed jadi berbeda dan auranya mencekam. Xixixi.

Bila ingin ke bukit Asah datanglah pada saat-saat musim semi, setelah musim penghujan selesai, maka keadaan tanaman sekitarnya akan terlihat hijau bersemi, keindahannya jadi naik. Pada saat sore hari,bila beruntung biasan cahaya matahari tenggelam, akan mewarnai langit sore anda dengan warna merah jingga dan biru. Berada pada dataran tinggi, pokoknya kalau sama temen-temen camping ngobrol-ngobrol jadi asik atau bersama pasangan hidup ya notok romantis tempatnya deh..

Jangan datang saat hujan berbahaya tapi tergantung bagi yang ingin ekstrem tapi ya resiko memang suasana biasanya tidak sebagus saat musim semi. Yang selalu harus anda ingat berkunjung ke bukit Asah ini jagalah kebersihan, jangan membuah sampah sembarangan, apalagi bekas api unggun yang anda buat agar dibersihkan, siapa lagi yang kita suruh menjaga keindahan alam ini, apalagi anda seorang pecinta alam, menjaga keindahan tersebut agar selalu terlihat asri dan lestari adalah tugas kita.

Akses

Lokasi dari bukit Asah adalah desa Bugbug, Karangasem. Terletak di balik pantai Prasi (pantai Bias Putih Prasi The Virgin Beach). Dari Denpasar butuh sekitar 1.5 jam perjalanan dengan mobil ataupun sepeda motor. Sampai di desa Bugbug anda belok kanan, menuju bukit Asah, masyarakat sekitarnya ramah, jika anda kehilangan jalan tanya saja penduduk lokal disana, mereka akan senang hati memberikan informasi untuk anda.

Cp pengelola nya : 081 236 394 697. Untuk harga sewa tenda 1 Tenda Rp. 150.000,- atau informasi tarif dan disana disediakan kayubakar ikat bagi yang tidak membawa kompor.

Berikut dokumentasinya :

Next Pagi hari esoknya kami sempatkan menikmati indahnya pagi hari dari sunrise sampai sekitar jam 7 setelah itu kami persiapan menuju pelabuhan padang bai untuk menyeberang ke nusa penida. Sesampainya di pelabuhan padang bai ternyata yang kami perkirakan kapal berangkat jam 10 ternyata sekitar jam 12 kapal baru berangkat otomatis kami menunggu sambil mandi, makan dan jangan lupa pesan tiket dulu. Karena kapal ferry yang ke nusa penida jam kerjanya terbatas hanya ada 2 kali keberangkatan PP dari Nusa Penida yaitu jam 7 pagi hari dan jam 12. Untuk tarif bisa dilihat di tabel berikut ini :

No JENIS TIKET PEL. NUSA PENIDA PEL PADANGBAI
I. PENUMPANG :
– Ek. Dewasa Rp 27.300 Rp 31.000
– Ek. Anak Rp 22.300 Rp 26.000
II. KENDARAAN :
– Golongan I Rp 13.650 Rp 17.500
– Golongan II Rp 39.000 Rp 48.000
– Golongan III Rp 46.500 Rp 50.000
– Golongan IV Pnp Rp 277.800 Rp 290.000
– Golongan IV Brg Rp 200.200 Rp 210.000
– Golongan V Pnp Rp 468.200 Rp 485.000
– Golongan V Brg Rp 355.300 Rp 370.000
– Golongan VI Pnp Rp 805.200 Rp 831.500
– Golongan VI Brg Rp 580.000 Rp 596.000
– Golongan VII Brg Rp 927.750 Rp 960.000
– Golongan VIII Brg Rp 1.688.900 Rp 1.712.000

Sumber : http://www.klungkungkab.go.id/index.php/informasi/22/Tarif-Penyeberangan-Lintas-Nusa-Penida-min-Padangbai

Jadi total jika dihitung dari padang bai ke nusa penida adalah Rp62.000(2orang/motor) + Rp 48.000 = Rp 110.000,- lebih murah jika kita naik fastboat yang tarifnya sekitar Rp100.000-Rp175.000/orang belum sewa motornya yang berkisar Rp 40.000-50.000,-/day saat di nusa ceningan, lembongan atau penida . Tetapi bagi pengunjung hal ini pasti relatif karena pasti harus disesuaikan model perjalanannya dulu, traveler, touring atau bagpackers. Karena model perjalanan kita “Touring Leles Mbois” maka kami pilih alternatif naik ferry tapi tetap ada kekurangannya karena ferry hanya melayani angkutan kenusa penida saja otomatis bila ingin ke nusa lembongan atau ceningan motor di nusa penida harus ditinggal dan kita melakukan penyebrangan naik boat dari pelabuhan toyapakeh di nusa penida.

Langsung dilajutkan ke part 2 yah..

Videonya :

 


PROFESI jurnalis masih punya tempat di hati kaum kartini. Mereka merenda fakta dan data secara apik sehingga tiba di meja pembaca. Sedikit sentuhan naluri kewanitaan menempatkan karya jurnalistik yang hadir memiliki nuansa. Melewati tantangan dan risiko, para jurnalis memenuhi kebutuhan informasi para pembaca. Secara prinsip sesungguhnya tak ada pembeda antara perempuan dan laki-laki. Hanya kadang […]

via Ungkapan Hati Wartawati Ibukota — Edo Rusyanto’s Traffic


Banyak yang mengatakan, orang jujur hanya ada di cerita saja. Begitu pula dengan polisi jujur. Cerita itu ternyata salah, polisi jujur ada di Kota Malang, Jawa Timur. Namanya Bripka Seladi, anggota Polres Malang kota di bagian pembuatan SIM. Seladi saat ini tengah menjadi perbincangan akibat sikap fenomenalnya. Dia menegaskan tidak pernah menerima suap sepeser pun […]

via Bripka Seladi, Polisi Jujur Dari Malang — Proud2ride Independent Blogger


Highlights from the weekly AP photo report, a gallery featuring a mix of front-page photography, the odd image you might have missed and lasting moments our editors think you should see.

via Pictures of the Week — AP Images Blog

%d blogger menyukai ini: