Archive for September, 2016



Yeah… Ini dia salah satu cerita sewaktu nggembel di Surabaya kemarin (klik)… Setelah acara utama saya selesai dari siang sampai sore, akhirnya malemnya diajak jalan jalan ke tempat wisata baru… Dan untungnya saja saya memang belum pernah ke tempat ini, jadi ayo ayo saja… Jembatan Kenjeran, memang sih dari dulu denger jembatan ini katanya bagus,…

via Jembatan Kenjeran, Surabaya jadi Tempat Wisata Baru… — Ardiantoyugo


“Love never dies of starvation but often of indigestion.” By Ninon de L’Enclos Hello World! Jakarta, Agustus 2016 Wisata air Indonesia itu emang paling lengkap ya mulai dari wisata air biasa sampai ekstrim yang memacu adrenalin terus tersebar di seluruh Indonesia. Nah bicara tentang wisata air Indonesia, ternyata pengalamanku main air sudah 10 cerita loh mulai […]

via 10 Wisata Air Menarik di Indonesia — Winny Alna Marlina


PEDESTRIAN alias pejalan kaki juga mesti ekstra waspada saat berlalulintas jalan. Maklum, pedestrian adalah salah satu dari beberapa kelompok yang rentan sebagai korban kecelakaan lalu lintas jalan. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memasukan pedestrian ke dalam kelompok yang rentan kecelakaan lalu lintas jalan. Pada 2015, dari sekitar 1,25 juta korban jiwa akibat kecelakaan di […]

via Empat Hal yang Mutlak Diperhatikan Pedestrian — Edo Rusyanto’s Traffic


Lagi sebuah mobil terbakar di Jawa Timur. Kali ini truk tangki pertamina dan sebuah Avanza terbakar di Tol Sidoarjo. Kronologisnya, truk tanki bermuatan bahan bakar […] Posting Sopir Avanza Sempat Minta Tolong Sebelum Mati Terbakar Di Tol Sidoarjo ditampilkan lebih awal di roda2blog.

via Sopir Avanza Sempat Minta Tolong Sebelum Mati Terbakar Di Tol Sidoarjo — roda2blog


IMG-20160817-WA0017

 

Salamwildlife!Sedikit late post, kali ini ada cerita perjalanan air terjun sekuti yang unik dari suetoteam. Air terjun yang berlokasi di tretes memang benar-benar penuh tantangan dan seru sampai perjalanan Suetoteam ke sekuti dilakukan dua kali disaat yang berbeda karena medannya yang lumayan susah dan basah..haha

Cerita perjalanan pertama :

Bila berbicara tentang keindahan, jangankan Indonesia, Jawa Timur saja seakan tidak ada habisnya bisa dibilang yang dekat-dekat Surabaya saja seperti Air Terjun Sekuti ini aja termasuk keindahan alam yang jarang dijamah.

Perjalanan pertama ke sekuti ini di awali dengan cerita rekan-rekan yang dulu masa muda pernah ke Air Terjun Sekuti ini akhirnya sekitar akhir Juli diputuskanlah suetoteam berangkat menuju sekuti. Karena cuaca saat itu tidak menentu kami saat itu berangkat pagi hari sekitar jam 9 dari Surabaya.

Lokasinya menurut google map seperti ini :

Peta sekuti

Jika menggunakan kendaraan umum dari Surabaya bisa naik bus antar kota dalam propinsi jurusan Surabaya ke Malang, turun di terminal Pandaan, dari sini anda bisa melanjutkan dengan naik angkutan pedesaan seperti pickup/L-300 jurusan Tretes, dan minta menurunkan di lokasi awal untuk menuju air terjun Sekuti, biasanya sih mereka memberikan patokan vila Sekuti yang tepat berada di sebuah kelokan jalan menuju arah Tretes. Terus bila pakai motor, anda bisa langsung menuju lokasi awal sebelum menuju air terjun Sekuti dan menitipkan motor kepada warga setempat yang tentunya dengan biaya tertentu, untuk selanjutnya mulai melakukan perjalanan yang extreme.

Nantinya di perjalanan awal akan memasuki area kebun milik warga dan sungai kecil yang mengalir dari Air Terjun Sekuti. Kemudian kita menyusuri sungai kecil hingga tiba ke air terjun. Bicara tentang medan sebenarnya tidak terlalu sulit hanya harus hati-hati saja dengan bebatuan kali yang licin. Tapi susahnya waktu itu ya karena kami melaluinya saat hujan jadi ya seperti benar-benar melawan arus sungai yang deras dengan jalan kaki karena jalanan yang tadinya hanya bebatuan berubah menjadi sungai karena aliran air hujan dan parahnya tentunya kalian akan bertarung dengan lintah-lintah yang akan merasuk ke dalam tubuh dengan tiba-tiba bila anda punya bekas goresan-goresan kecil ditubuh anda oleh karena itu saat kesekuti siapkanlah bakau/putung rokong dan garam tujuannya agar bisa mengantisipasi bila ada lintah yang masuk kedalam tubuh. Cirinya terkena lintah darah adalah area yang terkena lintah darahnya tidak bisa mampet dan lintah waktu dikeluarkan akan terlihat membesar.

Saat itu banyak rekan-rekan yang terkena lintah untung saja cepat diatasi karena memang kondisi saat itu hujan deras. Setelah jalan kaki selama 2jam lebih sampai ke tanjakan batu besar terakhir untuk melihat air terjun tapi saat itu aliran arus semakin deras dan tidak memungkinkan untuk menuju titik pandang air terjun yang terakhir ditambah ada beberapa anggota kru yang telah mengalami cidera. Akhirnya keputusan diambil dan dipilihlah kembali ke villa sekuti karena haripun sudah mulai redup saat itu. Next dihajar lagi ini sekuti..hehe

Sebuah evaluasi saat itu banyak rekan yang baru pertama kali ke sekuti dengan bekal yang tak siap seperti gear dll terutama memang masalah cuaca yang sedang hujan deras yang kita terjang saja saat itu.

Cerita perjalanan kedua :

Kemudian diputuskan kembali ke Air Terjun Sekuti pada saat hari kemerdekaan 17 Agustus sekalian merayakan semangat hari kemerdekaan Indonesia. Jadi saat memasuki hari H kami betul persiapkan seperti berangkat lebih pagi setelah shubuh dan membawa gear lengkap. Justru membawa personel lebih banyak saat itu dari perjalanan pertama cuman 10 orang bertambah 5 orang menjadi 15 orang yang berangkat hari itu.

Perjalanan rutenya dilakukan seperti biasa tiba ke tretes lebih pagi dan Alhamdulillah didukung cuaca yang cerah. Perjalananpun akhirnya terasa lancar bila tidak hujan track yang tadinya sungai dalam jadi hanya seperti aliran-aliran air biasa sehingga bisa memangkas waktu perjalanan kurang lebih menjadi hanya 1 jam saja juga serangan lintah masih tetap ada tapi memang tak semasif waktu hujan diperjalanan pertama. Ditengah perjalanan kita juga sempatkan istirahat makan dan mainan seluncur alami.

Sampai di area Air Terjun Sekuti kita akan disuguhkan sebuah ketenangan hanya suara air terjun dan keindahan alam sekitar saja suasana didukung karena memang sangat sepinya wisatawan yang berkunjung kesini hanya tim sueto saja saat itu. Berikut dokumentasinya :

Setelah puas kami kembali ke Surabaya, bagi kalian yang ingin berkunjung ke Air Terjun Sekuti ini hanya saran dari kami bila saat itu hujan mending jangan diteruskan karena memang benar-benar berbahaya juga memang area Air Terjun juga tak bisa ditempuh otomatis kenikmatannya juga berkurang. Terima kasih telah membaca cerita perjalanan kami!tak lupa mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan 71th Indonesia!

Berikut videonya


IMG-20160831-WA0047

Salam wildlife!Sebelum memasuki awal bulan September Suetoclub mengadakan acara sowan ke Lumajang yaitu padepokan salah satu rekan Sueto dan sekalian touring tipis-tipis sekalian menjelajah area Lumajang dan akhirnya tujuan jatuh deh ke air terjun Kapas Biru.

Jadwal saat itu Sueto team berangkat dari Surabaya Sabtu malam Minggu sekitar jam 22.00WIB menuju pos pertama pertigaan Probolinggo-Lumajang

Pos kedua kita berhenti di Klakah 00.40-01.20WIB

Pos terakhir alun-alun Lumajang 01.55-02.250WIB

Rutenya dari google maps bisa dilihat dibawah ini :

peta 1peta 2

Dari rumah rekan sueto yang di Lumajang kami otomatis istirahat dahulu dan perjalanan akan dilanjutkan lagi sekitar 09.00WIB paginya.

Menuju Kapas biru dari Lumajang ikuti saja arah ke Malang lewat jalur Selatan menuju Pronojiwo (sejalur dengan tumpak sewu ) dan nanti anda akan melewati jembatan piket Nol, Nah disini kalau mau foto-fotonya viewnya bagus. Perjalanan saat itu kurang lebih sekitar 2jam dari Lumajang kota.

Dari Piket Nol ke Kapas biru mungkin baru setengah perjalanan kemudian nanti setelah memasuki kecamatan Pronojiwo ikuti saja jalan kearah Tumpak sewu dan di sebelah kiri jalan (dari arah Lumajang) nanti ada tulisan air terjun kapas biru nah kemudian ikuti saja petunjukknya.

Setelah sampai ternyata sudah ada beberapa fasilitas yaitu tempat parkir, toliet/WC, warung makan dan minuman yang dikelola  warga sekitar meskipun belum semasif wisata sebelahnya tumpak sewu. Karena mungkin rata-rata pengunjung ke Tumpak sewu dari arah Malang/Surabaya(Malang-Turen-Dampit-Ampelgading-Pronojiwo) dan letak Kapas biru ini setelahnya Tumpak sewu jika dari arah Malang dengan track yang sama-sama menguras tenaga sehingga mungkin jika perjalanan anda menuju wisata alam Pronojiwo seharianpun gak akan cukup. Jadi mungkin pengunjung rata-rata hanya ke Tumpak Sewu saja sehingga pengunjung ke Kapas biru ini tidak seberapa ramai. Tapi menurut saya tidak seberapa ramai itu juga keistimewaan ambil objek foto yang bagus juga jadi mudah..hehe

Tarif yang dibayar hanya tarif parkir Rp 2000,-/motor dan tiket masuk Rp 5000,-/orang. Lahan parkirnya juga luas jadi jika anda naik mobil masih cukupkok area parkirnya.

Dari tiket masuk menuju lokasi air terjun membutuhkan perjalanan sekitar 1jam jalan kaki ya susah-susah gampang tergantung stamina tiap personel saja dan tentunya sangat waspada jika cuaca saat itu sedang hujan. Nantinya akan banyak beberapa view bagus disekitar perjalanan menuju ke air terjun yang bisa dijadikan objek foto. Seperti melewati aliran-aliran air, view sungai dan persawahan.

Setelah sampai di area air terjun anda akan disapa tulisan air terjun kapas biru kemudian sebuah pemandangan luar biasa dari air terjun yang memang kalau dilihat dari sudut pandang tertentu jatuhan airnya seperti kapas yang melayang yang terlihat biru jika terkena pantulan cahaya langit mungkin inilah asal-usul warga menamai air terjun ini Kapas biru.

Berikut Dokumentasinya :

Setelah itu hari mulai larut dan kami harus pulang ke Surabaya akhirnya kami putuskan untuk kembali dan saat itu juga hujanpun mengguyur seakan menemani kami agar mencoba lebih giat untuk menikmati track kembali dari air terjun ke area parkir dan disitulah  jiwa extreme suetoteam muncul…hahaha…

Akhirnya sampai juga ke tempat parkir ngopi dan Ishoma sebentar…Di perjalananpun sampai Lumajang kota kami juga ditemani hujan yang sangat deras. Akhirnya setelah mengantarkan sang tuan rumah kami pun akhirnya langsung balik ke kota dimana semua berawal yaitu Surabaya dengan selamat J

Videonya :

Thanks ya guys(terutama untuk tuan rumah Lumajang mbak cienta sekeluarga yang telah menjamu kami dengan sangat sabar) telah mampir ke blog kami dan ikuti terus cerita perjalanan Sueto selanjutnya…


TAMPAKNYA sepanjang lima hari pertama pemberlakuan pembatasan pergerakan kendaraan pelat nomor ganjil genap di Jakarta masih diwarnai pelanggaran. Buktinya, sepanjang rentang 30 Agustus 2016 hingga 5 September 2016 rata-rata ada 300-an kendaraan yang ditilang petugas. “Sepanjang periode itu jumlah yang ditilang 1.522 pelanggaran,” ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, dalam pesan […]

via Tiap Hari, 300-an Mobil Ditilang Karena Ganjil Genap — Edo Rusyanto’s Traffic


Yeah… Bagi motor capek alias sebagai ujung tombak wara wiri sehari hari tentu bakal mengalami keausan pada beberapa part… Seperti motor saya yang dulu sempet ganti kampas kopling dengan kepunyaan Yamaha RXZ… Ternyata mekanik Joker spesialis Pulsar mengetahui kalau rumah kopling/mangkok koplingnya sudah oblak… Coba digoyang goyang sudah oblak kesana kemari… Tentu solusinya adalah ganti…

via Solusi Rumah Kopling Oblak, Ganti Karetnya… — Ardiantoyugo


Progress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything By George Bernard Shaw Hello World Padang Panjang, Agustus 2016 Salah satu tempat menarik di Sumatera Barat ialah Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau di Padang Panjang. Kenapa? Karena di Pusat Dokumentasi dan informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang kami dapat […]

via Mencoba Suntiang di Minang Village Padang Panjang — Winny Alna Marlina


ERA pemasaran modern menempatkan konsumen tak semata raja. Dia adalah nyawa dari para produsen barang maupun jasa. Para produsen yang jeli terus merawat konsumennya dapat bertahan hidup sehingga mampu menjadi pembeli berulang (repeat buyer). Walau, pada saat bersamaan mereka juga menjadi pemasar yang andal. Menularkan semangat kecintaan akan produk yang dikonsumsinya secara alamiah, tak perlu […]

via Pelanggan Adalah Nyawa Bisnis Kita — Edo Rusyanto’s Traffic

%d blogger menyukai ini: