IMG-20160831-WA0047

Salam wildlife!Sebelum memasuki awal bulan September Suetoclub mengadakan acara sowan ke Lumajang yaitu padepokan salah satu rekan Sueto dan sekalian touring tipis-tipis sekalian menjelajah area Lumajang dan akhirnya tujuan jatuh deh ke air terjun Kapas Biru.

Jadwal saat itu Sueto team berangkat dari Surabaya Sabtu malam Minggu sekitar jam 22.00WIB menuju pos pertama pertigaan Probolinggo-Lumajang

Pos kedua kita berhenti di Klakah 00.40-01.20WIB

Pos terakhir alun-alun Lumajang 01.55-02.250WIB

Rutenya dari google maps bisa dilihat dibawah ini :

peta 1peta 2

Dari rumah rekan sueto yang di Lumajang kami otomatis istirahat dahulu dan perjalanan akan dilanjutkan lagi sekitar 09.00WIB paginya.

Menuju Kapas biru dari Lumajang ikuti saja arah ke Malang lewat jalur Selatan menuju Pronojiwo (sejalur dengan tumpak sewu ) dan nanti anda akan melewati jembatan piket Nol, Nah disini kalau mau foto-fotonya viewnya bagus. Perjalanan saat itu kurang lebih sekitar 2jam dari Lumajang kota.

Dari Piket Nol ke Kapas biru mungkin baru setengah perjalanan kemudian nanti setelah memasuki kecamatan Pronojiwo ikuti saja jalan kearah Tumpak sewu dan di sebelah kiri jalan (dari arah Lumajang) nanti ada tulisan air terjun kapas biru nah kemudian ikuti saja petunjukknya.

Setelah sampai ternyata sudah ada beberapa fasilitas yaitu tempat parkir, toliet/WC, warung makan dan minuman yang dikelola  warga sekitar meskipun belum semasif wisata sebelahnya tumpak sewu. Karena mungkin rata-rata pengunjung ke Tumpak sewu dari arah Malang/Surabaya(Malang-Turen-Dampit-Ampelgading-Pronojiwo) dan letak Kapas biru ini setelahnya Tumpak sewu jika dari arah Malang dengan track yang sama-sama menguras tenaga sehingga mungkin jika perjalanan anda menuju wisata alam Pronojiwo seharianpun gak akan cukup. Jadi mungkin pengunjung rata-rata hanya ke Tumpak Sewu saja sehingga pengunjung ke Kapas biru ini tidak seberapa ramai. Tapi menurut saya tidak seberapa ramai itu juga keistimewaan ambil objek foto yang bagus juga jadi mudah..hehe

Tarif yang dibayar hanya tarif parkir Rp 2000,-/motor dan tiket masuk Rp 5000,-/orang. Lahan parkirnya juga luas jadi jika anda naik mobil masih cukupkok area parkirnya.

Dari tiket masuk menuju lokasi air terjun membutuhkan perjalanan sekitar 1jam jalan kaki ya susah-susah gampang tergantung stamina tiap personel saja dan tentunya sangat waspada jika cuaca saat itu sedang hujan. Nantinya akan banyak beberapa view bagus disekitar perjalanan menuju ke air terjun yang bisa dijadikan objek foto. Seperti melewati aliran-aliran air, view sungai dan persawahan.

Setelah sampai di area air terjun anda akan disapa tulisan air terjun kapas biru kemudian sebuah pemandangan luar biasa dari air terjun yang memang kalau dilihat dari sudut pandang tertentu jatuhan airnya seperti kapas yang melayang yang terlihat biru jika terkena pantulan cahaya langit mungkin inilah asal-usul warga menamai air terjun ini Kapas biru.

Berikut Dokumentasinya :

Setelah itu hari mulai larut dan kami harus pulang ke Surabaya akhirnya kami putuskan untuk kembali dan saat itu juga hujanpun mengguyur seakan menemani kami agar mencoba lebih giat untuk menikmati track kembali dari air terjun ke area parkir dan disitulah  jiwa extreme suetoteam muncul…hahaha…

Akhirnya sampai juga ke tempat parkir ngopi dan Ishoma sebentar…Di perjalananpun sampai Lumajang kota kami juga ditemani hujan yang sangat deras. Akhirnya setelah mengantarkan sang tuan rumah kami pun akhirnya langsung balik ke kota dimana semua berawal yaitu Surabaya dengan selamat J

Videonya :

Thanks ya guys(terutama untuk tuan rumah Lumajang mbak cienta sekeluarga yang telah menjamu kami dengan sangat sabar) telah mampir ke blog kami dan ikuti terus cerita perjalanan Sueto selanjutnya…