img-20161009-wa0022

Salamwildlife!Kalau kita melihat pemandangan kebun teh tentunya suasana hati juga terasa menjadi adem ya meskipun cuacanya panas tapi letak kebun yang rata-rata ditaran tinggi membuat terasa sejuk. Berikut ini ada cerita perjalanan menuju destinasi kebun teh yang belum dikenal di daerah Lumajang dari ladies strong yang masuk ke redaksi suetoclub. Berikut ceritanya :

Perjalanan bagpacker seorang diri(Sasha) dari Surabaya naik bis menuju Lumajang kota ke tempat dimana cienta home. Keberangkatan dilakukan malam hari dari Surabaya dari terminal Bungurasih menuju ke Minak Kocar Luamajang kemudian dijemput Cienta untuk istirahat di rumah Cienta, baru besok paginya berangkat turing ke daerah Kertowono. Petanya bisa dilihat di google Map berikut ini :

petakebun-teh

Perjalanan kira-kira memakan waktu 1jam lebih dari kota Lumajang sekitar 35kman..misal kalau dari arah Malang juga bisa lewat Turen, Pasirian, Tempeh, Lumajang, Sukodono arah Gucialit. Jalanannya makadam berbatu menanjak dan licin saat musim hujan.

Setelah melewati jalan menanjak dan berbatu kadang juga motor harus ditunggangi sendirian karena tidak kuat, akhirnya kitapun sampai di kebun Kertowono yang di naungi oleh PTPN XII dengan hasil produksi utama teh dari hasil kebun tehnya yang sangat luas tapi tempat ini sekarang tidak seberjaya dulu yang dulunya memiliki ratusan karyawan tetap, hari ini malah banyak mempekerjakan buruh lepas (free lan), tumbuhan tehnyapun sudah tak sesubur dulu lagi” tutur Man. senada dengannya  Diq, mantan buruh pabrik yang pernah menyaksikan berjayanya kebun teh gucialit, sekarang sudah banyak yang dicampur tanaman kayu mas, seperti jabon, al-basia, serta tanaman pisang” katanya. sejauh yang penulis pantau area tanaman teh memang sudah banyak yang dicampur dengan tanaman lain.(sumber : Lumajangpos)

Jalanan kebun teh Kertowono : https://web.facebook.com/100010851645441/videos/318707545167631/

Berikut foto-fotonya :

Area kebun teh Kertowono ini juga ada wisata air terjunnya lo check this out :

Nah setelah puas menikmati pemandangan di kebunteh Kertowono saya dan Cientapun prepare kembali karena saat itu sudah muncul bau hujan rintik-rintik dan sampai kota Lumajang akhirnya kami berpisah dan berucap terimakasih Cienta oleh-oleh wisatanya luamayan bisa membersihkan pikiran dari hati dan pikiran yang galau dan siap kembali beraktifitas lagi di Surabaya :). Kapan-kapan next trip lagi ya..

Iklan