Archive for Januari 2, 2017



Edo Rusyanto's Traffic

tahun-baru-2017-dan-motor2

MEMASUKI tahun 2017 banyak harapan yang dibangun. Tapi, sedikit barangkali yang merangkai kalimat resolusi, “tahun baru, perilaku berkendara baru.”

Setelah melewati tahun 2016 yang masih diwarnai puluhan ribu kecelakaan lalu lintas jalan, tentu kita berharap 2017 menjadi lebih baik. Lantas, apa itu perilaku baru?

Bila tahun yang lalu masih mudah mengumbar emosi di jalan raya, alangkah eloknya, memasuki tahun yang baru semua itu berganti lebih santun dan bersahabat. 

Jika tahun yang lalu mudah sekali merampas hak sesama pengguna jalan. Kini, jadikan hal itu sebagai kenangan. Berganti dengan perilaku yang damai dan sudi toleran. 

Saat tahun sebelumnya gegap gempita meminta prioritas, bahkan arogan, lupakan. Tahun yang baru jadilah pengguna jalan yang rendah hati dan memprioritaskan keselamatan di jalan. 

Ketika tahun yang lampau tertib masih sebatas kewajiban, kini berganti sebagai kebutuhan. Tanpa penegakan hukum sekalipun, bila sebagai kebutuhan bakal diperjuangkan, dilakukan dengan ikhlas dan hati riang. 

Saat tahun silam mudah mengumbar sumpah…

Lihat pos aslinya 71 kata lagi

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic

sepatu-motor4

PERTANYAAN di atas pernah terucap dari seorang pesepeda motor di Jakarta. Waktu itu konteksnya, bersepeda motor saat hujan. Lalu, merembet ke soal naik motor untuk jarak dekat.

Untuk soal jarak, masih belum ada kesepakatan berapa jarak yang dimaksud. Satu kilometer kah? 500 meter kah? Atau, 200 meter?

“Misalnya, dari rumah ke depan kompleks perumahan,” kata dia, pada suatu ketika, penghujung November 2016.

Balik lagi soal pemakaian sepatu.

Sepatu dipakai untuk membuat bersepeda motor lebih nyaman dan selamat. Bahkan, kini juga meluas bahwa sepatu bagian dari gaya hidup (life style). Kian trendy sepatu yang dipakai, kian terkatrol kelas sosial sang pemakai. Katanya.

Secara umum, memakai sepatu lebih nyaman ketimbang tanpa alas kaki, bahkan jika dibandingkan memakai sandal jepit. Kaki tidak dihembus oleh angin secara terus menerus dan tidak terkena air secara langsung, jika berkendara saat hujan sedang. Bagi saya juga begitu. Rasanya lebih nyaman. Tambah percaya diri.

Nah, kalau soal keselamatan…

Lihat pos aslinya 164 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

laka-bus-parahyangan_viva

TAHUN 2016 masih diwarnai puluhan ribu kecelakaan lalu lintas jalan. Ribuan anak negeri meregang nyawa di jalan raya. Belum lagi mereka yang menderita luka-luka.

Faktor manusia menjadi mayoritas pemicu terjadinya kecelakaan di Tanah Air. Hal ini patut menjadi perhatian kita semua para pengguna jalan.

Dari banyaknya kecelakaan tersebut setidaknya tercatat 13 kecelakaan mengenaskan atau tabrakan maut. Selain merenggut banyak korban jiwa, kecelakaan-kecelakaan itu juga membuat bulu kuduk. Di bagian lain, sejumlah pengemudi yang memicu kecelakaan ditetapkan sebagai tersangka. Artinya, sang pengemudi tadi memikul lagi beban berat dampak dari kecelakaan.

Berikut ini kecelakaan maut yang terjadi sepanjang 2016.

1). Kecelakaan Maut Fortuner Jakarta, 8 Februari 2016
Pada 2016, Jakarta sempat dikejutkan oleh kecelakaan maut antara mobil sport utility vehicle (SUV) Toyota Fortuner dengan sepeda motor. Kejadian pada Senin, 8 Februari 2016 pagi itu menewaskan empat orang. Dua dari sepeda motor, yakni pasangan suami isteri yang ditabrak dan dua orang dari penumpang…

Lihat pos aslinya 1.240 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

mobil-vs-angkot-kalibata-2016b

RASANYA tak ada yang tak butuh tidur. Manusia perlu mengistirahatkan tubuhnya dengan tidur.

Lewat tidur yang cukup, berkisar 6-8 jam, saat bangun badan kembali bugar. Karena itu, ketika rasa kantuk sudah tiba, tak perlu dilawan. Tidur adalah jawaban.

Ngantuk menjadi panggilan alam. Jam biologis tak perlu ditawar-tawar. Rasa kantuk sebuah isyarat untuk kita beranjak beristirahat. Tidur yang nyenyak dan berkualitas tentu menyenangkan.

Melawan kantuk dan tetap melaksanakan aktifitas bisa bikin hasilnya tidak karuan. Bukan apa-apa, konsentrasi menjadi terganggu. Apalagi memaksakan diri mengemudi. Bisa runyam. Bisa tidur selamanya.

Konsentrasi yang terganggu bikin tidak fokus. Padahal, bekal utama berkendara adalah konsentrasi. Fokus dan waspada memudahkan pengendara menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat.

Rasa kantuk membuat pengendara sulit menyerap informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Bahkan, kemampuan mengantisipasi situasi pun menjadi amat berkurang. Saat itulah peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan menjadi amat lebar. Sudah banyak fakta yang memperlihatkan kepada kita soal…

Lihat pos aslinya 89 kata lagi

%d blogger menyukai ini: