Edo Rusyanto's Traffic

mobil-vs-angkot-kalibata-2016b

RASANYA tak ada yang tak butuh tidur. Manusia perlu mengistirahatkan tubuhnya dengan tidur.

Lewat tidur yang cukup, berkisar 6-8 jam, saat bangun badan kembali bugar. Karena itu, ketika rasa kantuk sudah tiba, tak perlu dilawan. Tidur adalah jawaban.

Ngantuk menjadi panggilan alam. Jam biologis tak perlu ditawar-tawar. Rasa kantuk sebuah isyarat untuk kita beranjak beristirahat. Tidur yang nyenyak dan berkualitas tentu menyenangkan.

Melawan kantuk dan tetap melaksanakan aktifitas bisa bikin hasilnya tidak karuan. Bukan apa-apa, konsentrasi menjadi terganggu. Apalagi memaksakan diri mengemudi. Bisa runyam. Bisa tidur selamanya.

Konsentrasi yang terganggu bikin tidak fokus. Padahal, bekal utama berkendara adalah konsentrasi. Fokus dan waspada memudahkan pengendara menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat.

Rasa kantuk membuat pengendara sulit menyerap informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Bahkan, kemampuan mengantisipasi situasi pun menjadi amat berkurang. Saat itulah peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan menjadi amat lebar. Sudah banyak fakta yang memperlihatkan kepada kita soal…

Lihat pos aslinya 89 kata lagi

Iklan