Archive for Maret 23, 2017



Ready to Lombok Gaess?

DESA SUNTALANGU

Bukit Nanggi ini  berada di kawasan bagian timur lingkungan Geopark Nasional Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Merupakan Bukit tertinggi yang ada di Sembalun dengan ketinggian 2.300 mdpl. Mendaki bukit ini berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 4 jam pendakian. Tidak Jauh berbeda dengan bukit lainnya, Nanggi menyuguhkan pemandangan yang indah. Dari punggung bukit ini dapat disaksikan indahnya Gunung Rinjani dan view Sembalun menjadi objek perhatian yang mampu menyegarkan hati dan pikiran. Bukan itu saja, bahkan dari atas bukit ini pengunjung bisa menyaksikan juga nun di kejauhan sana Gunung Tambora nampak anggun sebagai ikon pulau Sumbawa, juga terlihat desa-desa yang ada dikawasan Kecamatan Sambelia, Pringgabaya, Suela dan sekitarnya.

07 Nanggi (1)Rute perjalanan menuju Bukit Nanggi dan bukit-bukit lainnya yang ada di Desa Sembalun dari Kota Mataram ditempuh melalui jalur Bertais – Masbagik – Aikmel – Suela – Sembalun dengan kendaraaan roda empat sekitar 1,5 sampai 2…

Lihat pos aslinya 419 kata lagi

Iklan

ready to lombok 2017

Pelancong Paruh Waktu

Sebelum pergi saya membuat daftar nama pantai di Lombok Timur dan Selatan yang akan diparanin selama kami keliling—lebay dikit lah!—Lombok. Maklum banyak banget pantai cantik di kedua tempat itu. Kami bahkan rela menghabiskan dua hari meng-explore panta-pantai di Lombok Timur (Jerowaru dan Sekaroh). Pantai Kaliantan, Pantai Cemara, dan Pantai Surga (Jerowaru): check! Selanjutnya tinggal Pantai Pink dan sekitarnya. Dan menurut tim advance—yang terdiri dari Eva dkk, jalan menuju ke sana 11-12 dengan jalan ke pantai Surga, alias jelek juga. Mosok sih?!

Pantai PinkKami beranjak dari hotel Erina di Selong menjelang pukul 8, telat hampir setengah jam dari rencana. Di jalan Habibi kembali bergabung, dan kami langsung ngelencar ke Pantai Pink. Jalanan oke-oke aja, sampai mobil masuk ke jalan setengah jelek yang kata Eva “jalan tak berujung”. Meski begitu, saya terhibur dengan hutan di kiri-kanan jalan. Dan beruntunglah ada Habibi yang dengan semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya…

Lihat pos aslinya 997 kata lagi

%d blogger menyukai ini: