Archive for April, 2017



Edo Rusyanto's Traffic

PEMERINTAH terus membenahi aturan mengenai angkutan berbasis jasa aplikasi atau kondang disebut angkutan online (angkol). Termutakhir, pemerintah melalui kementerian perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

PM 26 tahun 2017 itu merevisi PM 32 tahun 2016 tentang hal yang sama. PM hasil revisi itu ditetapkan berlaku 1 April 2017. Namun, ada sejumlah point yang tidak serta merta berlaku pada tanggal itu melainkan ada masa transisi, yakni dua dan tiga bulan. Pastinya, masa transisi habis pada 1 Juni 2017. Artinya, aturan berlaku mulai tanggal tersebut.
Lantas, apa yang dimaksud dengan angkol?

Merujuk PM 26 tahun 2017, angkol masuk dalam kategori angkutan sewa khusus dengan rumpun sebagai angkutan umum tidak dalam trayek. Defenisi angkutan sewa khusus adalah pelayanan angkutan dari pintu ke pintu dengan pengemudi. Lalu, wilayah operasinya di kawasan perkotaan. Sedangkan pemesanannya menggunakan jasa aplikasi berbasis teknologi informasi.

Lihat pos aslinya 362 kata lagi

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic


MASIH kikuk. Kira-kira begitu saat saya mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pompa bensi umum (SPBU).

“Tinggal tekan aja pak, terus arahin ke tanki selangnya. Oh ya, bayarnya di sini,” ujar pegawai SPBU berseragam kemeja putih dan celana panjang hitam kepada saya, di Jakarta Selatan, Selasa, 11 April 2017 siang.

Rasa kikuk bukan milik saya sendiri. Sebelumnya, saya lihat juga dialami seorang pesepeda motor yang hendak mengisi BBM di SPBU yang sama. Bisa jadi karena tidak biasa, sama seperti saya.

Kekikukan tadi lantaran belum biasa, sudah pasti. Bisa jadi kikuk karena takut BBM yang disalurkan ke tanki takut tercecer. Selain itu, khawatir membahayakan diri dan orang lain. Walau, faktanya semua lancar-lancar saja. Hehehehehe….

Ya. Begitulah suasana saat mengisi BBM di SPBU yang memiliki fasilitas self service alias mengisi sendiri BBM yang akan dibeli konsumen. Kali ini, saya menemuinya di kawasan Jl Lenteng Agung dari arah Kampus Universitas Indonesia, Depok…

Lihat pos aslinya 216 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

SEBUAH video pendek kecelakaan lalu lintas jalan masuk dalam pesan grup whats app. Awalnya, saya tidak begitu antusias. Belakangan, setelah melihat berulang-ulang, menggoda saya menulis artikel ini.

Bagaimana tidak, rekaman dalam video itu memperlihatkan peristiwa yang semestinya bisa dihindari. Dalam tayangan video berdurasi tak lebih dari satu menit itu tampak pesepeda motor yang berbenturan dengan sebuah bus. Kejadiannya di tikungan jalan.

Bus hendak berbelok ke kiri jalan dan sudah menyalakan lampu penunjuk arah alias lampu sein. Tiba-tiba sang pesepeda motor memaksakan diri ikut belok ke kiri. Jadilah benturan. Brak!

Sang pesepeda motor terjatuh. Begitu juga tunggangannya. Sepeda motor terlindaa roda belakang, sedangkan sang pesepesa motor tergulung roda depan bus.

Ajaib, sang pesepeda motor dapat bangkit. Bahkan, berlari menjauh dari lokasi dia terjatuh. Sementara itu, si kuda besi teronggok di atas aspal.

Cermat Mendahului

Ya. Kecelakaan di tikungan jalan masih menjadi momok di jalan raya. Di tikungan jalan yang tajam bahkan…

Lihat pos aslinya 211 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

PARA pemasar dan produsen sepeda motor gencar merangsek pasar di Indonesia. Mereka mencoba meraih minat konsumen di pasar yang cukup gurih.
Indonesia adalah pasar ketiga terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India. Tiongkok melego dua puluhan juta motor per tahun, sedangkan India menyentuh belasan juta unit. Di negara kita, setiap tahun, tak kurang dari enam juta sepeda motor yang mengguyur pasar. Gurih kan?

Penjualan sepeda motor menjadi moncer karena kendaraan itu dinilai lebih mangkus dan sangkil dibandingkan angkutan umum. Si roda dua dapat membawa penumpangnya dari titik ke titik (point to point). Sekaligus juga dinilai lebih ekonomis dari sisi biaya.

Belum lagi andil lembaga pembiayaan yang gencar memberi fasilitas kemudahan bagi kebanyakan kocek masyarakat kita. Lewat uang muka berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta, seorang konsumen sudah dapat membawa pulang sepeda motor yang diidamkannya. Selanjutnya, mencicil dengan tenor bisa mencapai 36 bulan. Tentu saja hal itu untuk sepeda…

Lihat pos aslinya 718 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

BUKAN mustahil kecelakaan terjadi saat kita berputar arah atau berbelok. Tabrakan terjadi karena ada pengendara lain yang datang dari samping dengan kecepatan tinggi. Brak!

Contohnya seperti dalam tayangan video ini. Mobil yang hendak berputar arah diseruduk pesepeda motor yang melaju kencang di sisi kanan jalan.

Kalau kita perhatikan seksama, mobil memang sudah memberi lampu penunjuk arah atau sein untuk berbelok. Namun, bisa jadi pesepeda motor tidak menduga pergerakan itu. Jadilah tabrak samping.

Kita para pengguna jalan, khususnya pesepeda motor, tak boleh lengah sedikitpun ketika berkendara. Resep untuk mencegah tabrakan seperti video di atas yang utama adalah menerapkan SEE alias see, evaluate, dan execute secara maksimal.

SEE bermakna menghimpun informasi dengan melihat ke arah depan, belakang, dan sekeliling. Lalu, mengkalkulasi risiko. Misal, apakah ketika mendahului sudah cukup aman. Terakhir, mengambil keputusan apakah perlu untuk mendahului atau tetap melaju di belakang kendaraan yang ada di depan.

Langkah penting dalam SEE adalah…

Lihat pos aslinya 117 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

KITA kenal beragam bentuk operasi kepolisian lalu lintas di jalan raya. Sebut saja misalnya, Operasi Simpatik, Operasi Zebra, dan Operasi Patuh.

Ketiganya, kalau kita perhatikan seksama, bermuara pada persoalan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan berlalu lintas jalan.

Tak bisa diabaikan bahwa persoalan keselamatan berlalu lintas menempati porsi terbesar. Itu dalam pemikiran saya. Maklum, kepolisian berujar bahwa kecelakaan senantiasa diawali oleh pelanggaran aturan di jalan. Kalau pelanggaran dapat ditekan, kasus kecelakaan juga bisa berkurang dong?

Nah, menghadapi razia lalu lintas jalan sesungguhnya hal yang biasa. Selaku pengendara perlu memperhatikan beberapa hal agar suasana tetap nyaman dan aman. Kalau pengalaman saya seperti ini.

Pertama, selalu membawa kelengkapan surat-surat seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM). Tentu, masa berlaku surat-surat itu pastikan tetap hidup.

Kedua, ikuti arahan petugas ketika diminta menepi di tempat yang aman dan selamat. Sebisa mungkin ketika berhenti tidak ikut menambah kemacetan lalu lintas jalan.

Ketiga, jawab…

Lihat pos aslinya 76 kata lagi


Brigadir Polisi MA anggota satuan Sabhara Polres Lubuklinggau, oknum Polisi yang diduga memberondong tembakan terhadap satu keluarga di dalam mobil Hondo City saat ini berada […]

via Polisi Penembak Satu Keluarga Telah Dipenjara Dalam Sel Khusus — roda2blog.com


PERNAH melihat pengendara bertengkar dengan sesame pengendara di jalan raya? Akibat pertengkaran itu antrean kendaraan pun mengular. Suara klakson bersahut-sahutan. Emosi begitu mudah meledak di jalan raya yang karut marut. Orang berlomba-lomba menyalurkan emosi dengan mempertontonkan keangkuhannya. Di sisi lain, perangai emosional saat berkendara bisa merusak konsentrasi. Lantaran konsentrasi yang buyar, kecelakaan lalu lintas jalan […]

via Begini Tes Psikologi Bagi Pengendara di Indonesia — Edo Rusyanto’s Traffic

EURO 4 ERA


Iwanbanaran.com – Pakde…setelah cukup lama terkatung-katung, akhirnya perhari ini secara resmi Menteri lingkungan hidup dan Kehutanan mengesahkan peraturan tentang emisi gas buang menuju Euro IV. Peraturan mengusung No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 akan menjadi acuan untuk pabrikan kendaraan bermotor merilis produk mereka. Wihhh….jadi beneran. Pertanyannya…piye nasib motor baru yang masih kategori Euro III ??… Berdasarkan peraturan terbaru Menteri lingkungan hidup dan…

via Breaking news : Ketuk palu….peraturan Euro 4 ditanah air akhirnya disahkan hari ini !! — Iwanbanaran.com


IMG_0192

Hisalamwildlife!Cerita perjalanan Maret 2017 ini muncul karena kami juga tak menduga ada tempat indah lagi dicangar yang kami berkali-kali lewati. Memang kelihatannya baru dibuka. Memang pada awalnya tidak ada rencana kami mencari destinasi untuk touring untuk akhir pekan. Kami hanya ingin merayakan hari ulang tahun anak-anak sueto pada saat itu dengan tujuan warung-warung sego jagung cangar.

Saat itu titik point awal kami adalah berkumpul di korem waru Surabaya sabtu malam minggu karena begitu derasnya hujan waktu berangkat pun tertunda dari jam 9 sampai jam 11 dan jam 12 kami melakukan perjalanan dengan rute waru-krian-mojosari-pacet-cangar masih ditemani dengan rintik-rintik hujan. Sempat berhenti makan bakso di indomaret pacet setelah itu melanjutkan perjalanan ke warung sego jagung Cangar.

Setelah sampai di warung kami menikmati sejenak dinginnya udara cangar saat dini hari sambil menunggu hidangan siap disajikan. Suasana pagi hari itu sangat dingin sampai tanganpun terbujur kaku bila kena angin alam. Tapi setelah penyetan sambel sego jagung disajikan kami santab bersama dan akhirnya kamipun punya tenaga penghangat untuk tidur dibalik dinginnya warung saat itu.

Pagi hari kami terbangun dan ditemani gerimis kabut tak punya rencana kemana-mana hanya ingin melihat berjalannya kabut sampai berapa lama menemani kami. Setelah kabut mulai naik kami akhirnya menemukan sebuah loket masuk bernama wisata air terjun watu lumpang.

Kami datang saat itu ternyata petugas belum datang kami tunggu sejenak, ternyata tak lama petugas datang membayar HTM Rp 5000,- kami masuk deh.

Lokasi Air terjun Watu Lumpang ini terletak di Hutan Pacet Masuk Wilayah Mojokerto, kalau dari pacet sebelum wisata coban kembar watu ondo, kalau dai bumi aji batu setelah melewati pemandian dan wisata coban kembar watu ondo. Bisa dilihat di google jaraknya dari Surabaya sekitar 70km an

map

Dari loket ke Air terjun jaraknya gak jauh cuman 100meter tidak susah, tidak capek, tidak jauh juga dan alamnya sudah dikelola dengan baik tapi jangan sangka air terjunnya biasa meskipun tidak susah untuk mencapainya. Ternyata air terjun bagus banget dengan ada beberapa air terjun lainnya dengan aliran yang tidak seberapa deras tapi sangat pas untuk di buat objek fotografi. Langsung cek dokumentasinya saja nih dibawah.

Tak terpikir ternyata ada air terjun sebagus ini didaerah sekitar pacet ini. Justru saya lebih suka dengan air terjun dengan tipikal aliran yang seperti watu lumpang ini karena secara estetika fotografi dapat lebih dinikmati dan untuk sekedar main air pun tidak berbahaya. Manis untuk dinikmati dengan sejuknya udara pegunungan seperti merestat pikiran sejenak dari urusan lika-liku kehidupan. Hehee

Hari mulai siang dan sudah banyak pengunjung berdatangan, kamipun bersiap kembali ke Surabaya. Sempat mampir ke Bakso Jumbo Pacet yang benar-benar masih jumbo dan murah paling enggak jumbonya tidak wanna be seperti bakso jumbo yang ada di kota Surabaya dan harganya masih realistis untuk kantong kering..xixixixi

Oke mudah-mudahan cerita perjalanan penghibur ini bisa mengantarkan kami ke tempat yang lebih istimewa dikemudian hari. See you next trip keep extreme guys..

%d blogger menyukai ini: