Archive for Agustus, 2019



Salam wildlife!Kawan Akhir-akhir ini kan wisata puncak bukitkan lagi hits nah tak sengaja waktu kami berkunjung ke rumah rekan kami eh malah setelahnya langsung bertolak ke bukit watu jengger karena letakya memang sangat dekat sih..

Untuk mengisi kekosongan waktu maka kita coba berangkat survey tempat karena memang kami sebelumnya memang belum pernah dan belum ada rekan-rekan yang kesana.

Perjalanan dari Dlanggu kami tempuh tak sampai sejam menuju ke wisata bukit watu jengger..Kalau ingin lihat petanya bisa dibawah ini.

Kondisi Jalannya sih waktu masuk desa nawangan sudah baguskok tapi sedikit terjal saat masuk dari area wonosalam..ada beberapa jalan menuju desa Nawangan yang masih makadam..

Desa Nawangan ini masih masuk Mojokerto, Tapi kita masuk melalui jalur Wonosalam yang sudah area Jombang jadi antar bukit hanya di batasi sebuah sungai saja.

Masuk ke desa Tarif Parkirnya sekitar Rp 5000,- saja karena biasanya para pendaki akan mendaki malam atau sore untuk camping..

Setelah parkir  jangan lupa bawa bekal makanan-minuman ada beberapa warung disekitar desakok bagi yang tidak membawa persiapan..Karena jarak pendakiannya sekitar 3km kan lumayan tuh..

Penjual makanan-dan minuman sih terakhir ada di pos tiket masuk utama saja di pos 1,2 dan 3 apalagi puncak tidak ada sama sekali lo..

Jarak dari tempat parkir k epos tiket utama lumayan sekitar 1 km an kayaknya kurang-lebih sih..Nanti baru dari sana kita akan di Tarik tarif lagi untuk data diri dan administrasi. Tiketnya bisa ditebus sekitar Rp 11.000,-/orang nanti mungkin akan ditanya estimasi perjalanan PP selama pendakian hanya untuk info saja sih..

Kemudian setelah admin selesai langsung deh ngetrack menuju pos 1, Suasananya hanya melewati kebun-kebun, baru setelah itu arah pos 2 kita akan masuk hutan, Masuk pos 3 kita sudah bisa melihat ketinggian samping kanan-kiri udah bukit-bukit saja..

Nah di pos 3 ini tempatnya agak luas kalau mau liat sunrise dan camping disini karena puncak di 1100mdpl gak ada tempat untuk campingkok..

Nyampai di Puncak pemandangannya lumayan bagus tapi memang saat itu kami kurang pagi dan sudah mendung meskipun hujan tak melanda..Santai sejenak adalah tujuan utama berada di puncak dan menikmati udara pegunungan

Setelah semua lelah ini terlepas barulah kami beranjak turun..Medannya sih tidak berat cocok bagi pendaki pemula yang ingin cari keringat tapi tracknya lumayan tidak pendek juga sih..

Sembari kami berjalan menuruni bukit maupun berangkat selalu ada beberapa pemuda yang lalu lalang untuk mengumpulkan sampah supaya jalur pendakian dan sekitarnya tetap bersih..menurut saya ini sih bagus juga dibudayakan..Tapi saya ingatkan juga bagi pengunjung untuk membantu meringankan beban pemuda-pemuda desa ini untuk tidak membuang sampah sembarangan OK.

Jalur turun terasa lebih cepat seperti biasanya..sebenarnya ada spot menarik sebelum masuk k epos tiket utama..Yup ada hutan pinus untuk objek foto sih..Gak kalah bagus kok dengan hutan-hutan pinus yang sudah terkenal seperti di Jogja atau Wonosalam…

Kemudian kami langsung pulang saja ke Surabaya waktu itu setelah bersih-bersih..

Kesimpulannya sih Bolehlah bukit watu Jengger ini dicoba khususnya untuk pendaki pemula soalnya kan lagi hits tuh sekarang yang bukit-bukit, jalan tak terlalu ekstrem landau tapi panjang, pemeliharaan sudah memadai hanya saja kalau untuk dating menggunankan mobil jangan pakai sedan, pakai mobil-mobil niaga saja karena meskipun jalan desa udah bagus jalan masuk desanya yang masih makadam,

Parkir mobil ada disediakan lahan tapi tak muat banyak, misalkan pengunjung membludak, naik motor lebih baik sudah ada tempat parkirnya dirumah-rumah wargakok..

Terimakasih sudah membaca cerita kami..Ready to Next Adventure Guys?Sueto Explore Go!

Untuk videonya bisa lihat di link ini

jangan lupa subscribe ya

Thanks Gaess

Iklan

Hi Salam wildlife!Cerita kali ini berasal dari seorang rekan Sueto yang bergabung dengan SaveStreetSurabaya..Sebuah Komunitas yang merangkul anak-anak jalanan di Surabaya untuk menjadi lebih kreatif lagi dalam menjalani kerasnya hidup di kota khususnya di Surabaya
Sedikit cerita dari Firman D’sueto
Selama ini kutemui banyak anak-anak “merdeka” (julukan untuk anak jalanan, anak-anak pengamen, anak-anak yang tinggal di tempat yang kurang layak) di Kota Surabaya yang memiliki semangat yang tinggi dalam belajar maupun bekerja, berjuang untuk dapat merubah nasib mereka dan keluarga mereka, tidak pernah mengeluh tentang keadaan mereka, tetap tersenyum walaupun mereka terkadang tertekan dengan kehidupannya, selalu bersyukur dengan apa yang terjadi dengan mereka. Pada saat usai pulang sekolah mereka membantu orang tuanya untuk berjualan, ketika tiba waktu belajar dan bermain bersama kami @sschildsurabaya dan @tidar.sscs mereka pun ikut belajar agar mendapatkan ilmu yang lebih yang tidak hanya didapatkan di Sekolah saja. Bahkan ada beberapa anak yang ngotot terhadap orang tuanya untuk bisa belajar bersama kami walaupun orang tua mereka tidak mengijinkan karena harus tetap bejualan. Setelah belajar pun ada beberapa anak tetap melanjutkan berjualan, walaupun mereka merasa lelah, mereka ttp berjualan tanpa mengeluh. Waktu untuk bermain dengan anak-anak yang lain sangatlah sedikit dibandingkan kita yang ekonominya berkecukupan bahkan lebih.
Arti merdeka buat saya dalam memperingati hari kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan tentang terbebasnya kita dari para penjajah, bukan terbebasnya utang negara, bukan pula tentang politik yang bisa berubah menjadi lebih baik
Arti merdeka buatku yaitu ketika melihat anak-anak “merdeka” dimana pun berada khususnya yang sering kutemui dapat meraih cita-cita atau impian yang mereka inginkan, masa depan mereka berubah menjadi lebih baik karena aq tahu mereka insya Allah bisa melakukannya, karena mereka memiliki semangat juang yang sangat tinggi
Dan berharap ketika impian mereka tercapai atau menjadi orang sukses, mereka tidak lupa dengan lingkungan sekitar dan dapat bergantian membantu orang-orang disekelilingnya yang memiliki nasib yang sama seperti mereka saat ini, walaupun membantu dalam hal kecil seperti memberikan ilmu atau jika memiliki harta lebih, mereka mereka dapat menyekolahkan atau memberi beasiswa kepada anak-anak lainnya yang lebih membutuhkan agar dapat memberikan manfaat & menjadi amal jariyah di Akhirat kelak. Amiin
Monggo yang ingin bergabung bisa kunjungi instagramnya di @SaveStreetSurabaya, FB : SaveStreetSurabaya, Twitter : SSChildSurabaya
Post by insta @suetoclub
%d blogger menyukai ini: