Category: SeTips(Sueto Tips)



NOVATEK CAMERA

Photo by Suetoclub

HI!Salam Wildlife..Sueto akan membahas tentang “Terumbu karang” yang mungkin diperkirakan punah dalam abad berikutnya jika tidak dijaga kelestariannya.  Terumbu karang hidup  di bawah air yang eksotis dan indah. Jika Anda belum pernah snorkeling sebelum, sudah saatnya Anda mencoba! Tetapi pastikan untuk menjaga kelestariannya dengan beberapa tips saat kita diharuskan menjadi wisatawan snorkling yang ramah dan terus berfikir dalam  untuk membantu melindungi ekosistem yang rapuh ini. Berikut tipsnya :

  1. Jangan sentuh, berjalan atau berdiri di coral. Even sedikit menyentuh atau menyeret peralatan snorkeling atas karang dapat membunuh seluruh koloni.
  2. Jangan menghapus/menghilangkan apa-apa sesuatu yang hidup atau mati dari terumbu karang, kecuali sampah yang mengganggu.
  3. Jangan memberi makan ikan atau organisme lainnya. Ikan laut lainnya dapat menjadi tergantung pada makanan yang diberikan kepada mereka bukannya secara alami mencari makanan.
  4. Menyadari di mana Anda masuk dan keluar saat snorkling untuk menghindari menginjak karang.
  5. Menyadari di mana Anda masuk dan keluar saat snorkling untuk menghindari menginjak karang.
  6. Jauhkan sirip Anda dari menendang pasir dan merugikan coral. Stirred pasir dapat memblokir sinar matahari untuk kebutuhan fotosintesis ganggang laut yang menyediakan energi bagi karang.
  7. Berenang perlahan-lahan dan lurus secara horizontal.T Cara ini  akan dapat menghindari menyentuh karang menyebabkan kecelakaan dan anti disengat oleh organisme laut ..
  8. Berenang dengan kaki Anda, bukan dengan tangan seperti mempermudah dengan menggunakan fins. Sebaiknnya Anda mengenakan perangkat pengambang/life jacket jika Anda seorang perenang baru atau cenderung bosan berenang.
  9. Ketika perjalanan snorkeling, pastikan yang perahu menggunakan  jangkar dan rantai moorings- dapat membunuh corals kecuali ditempat yang berpasir. Kemudian memastikan semua sampah disimpan terlebih dahulu di kapal jangan dibuang di laut terutama sampah plastik.

Tips :

  • Adalah ide yang baik untuk berinvestasi memakai guide atau pakaian selam jika Anda snorkeling dengan organisme laut yang menyengat.
  • Mendidik diri sendiri sebanyak mungkin tentang terumbu karang memiliki pemahaman yang kuat tentang lingkungan sebelum memasuki area itu.
  • Praktek snorkling sebanyak yang Anda bisa sebelum memasuki air, dengan cara itu Anda akan menghindari sengaja menyentuh karang atau mendapatkan diri Anda terluka nantinya.

Warning

  • Jangan sampai anda tidak sadar menginjak landak laut, karang tajam atau sengaja menyentuh organisme laut yang menyengat.
  • Adalah baik untuk menyadari/memprediksi pasang dan gelombang sehingga Anda tidak memiliki kecelakaan saat melihat ke bawah ketika Anda snorkling.

 

Terima kasih semoga bermanfaat 🙂

Screenshot_2015-08-19-11-38-vx32

NOVATEK CAMERA

Photo by Suetoclub

NOVATEK CAMERA

Photo by Suetoclub


GreenTravel1

Yup kali ini boleh dibilang memperdalam ilmu gimana sih jadi green traveler itu mungkin artikel yang saya kutip dari The-Travelist.com bisa memberi penjelasan secara umum kepada para newbie traveller

Sekarang ini udah banyak yang menggaungkan kata green, banyak hal yang diembel-embeli kata tersebut, hingga suatu hari kata itu akan tereduksi maknanya,” kata Ferzya mengawali diskusi Green Traveler di kawasan Candi Borobudur.

Tanggal 21 Oktober 2012 kemarin, Travelist yang diwakili oleh Editor in Chief kami, berkesempatan untuk menjadi pembicara dalam acara #SolarizingBorobudur yang diadakan oleh Greenpeace Indonesia. Rangkaian acara sejak tanggal 13 hingga hari sumpah pemuda itu dilaksanakan untuk mengkampanyekan penggunaan sumber daya listrik dengan menggunakan tenaga surya dan tenaga angin.

“Tapi apakah green traveler itu? apakah hanya dengan bersepeda lalu pergi kemana-mana disebut sebagai green traveler?,” lanjut wanita yang memakai kerudung abu-abu hari itu. Dia pun memulai diskusi dengan menerangkan tentang makna green traveler. Bahwa sebenarnya green traveler itu adalah respek dengan budaya setempat dan melakukan sesuatu untuk tempat dimana kita berjalan.

***

Menjadi green traveler bukanlah hal yang sulit, beberapa orang bahkan sudah melakukannya dengan tidak sadar. Green traveler sebenarnya bukan hanya menggunakan sepeda atau berjalan kaki, walaupun hal tersebut juga masuk dalam kategori. Tapi, lebih dari itu, penggunaan kendaraan lokal diyakini mampu menaikkan kesejahteraan penduduk, memberinya pendapatan ekonomi dan memberi kita kesempatan untuk mengenal orang lokal. Bukankah lonely planet, penuntun traveling terbaik adalah penduduk lokal?

Beberapa orang biasanya senang memanggul tas yang besar, berjalan kesana kemari dengan backpack-nya. Hal tersebut adalah wajar jika kita berpergian jauh, akan tetapi ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya perhitungan barang yang harus dibawa, semakin selektif barang yang dibawa akan semakin baik. Selektif loh, artinya barang-barang yang dibawa harus bisa mengakomodasi (beberapa) kebutuhan kita dan seberapa penting barang itu harus dibawa. Hal ini ga hanya berguna untuk keringanan tas tapi juga untuk lingkungan. Misalnya, dengan membawa kain sarung/kain bali selembar kita sudah bisa memanfaatkannya sebagai handuk, selimut, syal, kerudung, rok, dan lainnya tergantung kreatifitas dan hebatnya kita hanya membutuhkan sedikit detergen untuk mencuci 🙂

Penggunaan plastik juga mulai dikurangi. Pernah hitung ga, berapa plastik yang kita hasilkan saat membeli logistik jalan-jalan? Pergi kesebuah mini market/warung kelontong, membeli air mineral, beberapa snack dan permen? Lalu ditambah dengan kantung plastik untuk mewadahinya. Berapa tuh?. Mulailah kita membeli sebuah tumblr/botol minuman yang dapat diisi ulang dan untuk perjalanan yang singkat, usahakan untuk membawa bekal dari rumah. Memang susah mengubah pola hidup yang terbiasa menggunakan plastik, tetapi apakah tidak bisa kita melakukan pola ini. Sulit diawal, aman diakhir.

Oke, lalu setelah semua persiapan ini dan tiba di tempat, mulailah melebur dengan lokal. Ikuti ritme mereka dengan baik, hormati kebudayaannya dan jangan menghakimi kegiatan yang kita tidak ketahui. Beberapa orang ada yang mencerca budaya penduduk Lamarera (NTT) yang membunuh paus, mengatakan bahwa itu tidak baik, tapi apakah mereka tahu makna dibaliknya? Cara yang dilakukan? Ini yang harus ditanamkan dalam diri saat berada disuatu tempat. Jangan sampai diri kita yang asing ini menganggap kebudayaan setempat menjadi ‘asing’. Tidak mau kan kita mengubah banyak tempat seperti Bali sekarang ini yang adat aslinya makin tergerus.

Know the impact and reduce it. Sebagai pejalan, informasi suatu tempat ataupun aktifitas yang akan dilakukan sebisa mungkin diketahui dengan baik. Bahwasanya kedatangan kita disuatu tempat ataupun kegiatan yang kita lakukan pasti memberikan dampak. Contohnya saja kegiatan snorkeling, melihat karang dan ikan yang lucu sering membuat diri tak sadar bahwa fin yang kita gunakan telah mematahkan karang lain, ups tapi itu benar terjadi. Apakah sebagai pejalan kita memikirkan hal-hal ini?

Banyak pejalan kini melakukan perjalanan karena pengaruh media. Beragam foto dibagikan secara gratis di Facebook, Twitter, Instagram, ataupun Path. Mulai berlomba-lomba datang kesuatu tempat dengan biaya yang murah. Sampai disana, lalu apa?. Apakah datang, foto-foto dan menyebarkannya pada media online itu saja? memperlihatkan bahwa tempat-tempat wisata di Indonesia itu indah? Lalu kita pergi, meninggalkan sampah, dan karena foto yang kita sebar menyebabkan lebih banyak orang yang meninggalkan sampah? Rasanya sudah tidak masanya lagi kita jalan-jalan untuk sekedar melihat suatu tempat. Lebih dari itu, kita datang untuk berbuat sesuatu. Salah satu caranya, menjadi volunteer sebuah acara yang baik. Buatlah alasan yang pasti mengapa kita harus datang ke suatu tempat, bukan sekedar jalan-jalan. Sulit? Baiklah, bagaimana jika setelah jalan-jalan, kita menulis tentang tempat tersebut dengan imbang dan tidak hanya kecantikannya, tapi ‘apa’ dibalik itu. Menulis yang imbang, juga berkontribusi.

Itulah Green Traveler.

Begitu banyak hal yang dapat dilakukan oleh pejalan dengan menjadi green traveler, jika belum maka inilah saatnya.

– See more at: http://the-travelist.com/index.php/solarizing-borobudur#sthash.DMg7CR9k.dpuf

Bisa di baca juga link ini https://suetoclub.wordpress.com/2011/10/30/mengembangkan-ecotourism-indonesia/


Hai salam wildlife! Dari pada gak ada yang diposting saya mau posting hasil renderan 3d saja. Kegiatan iseng-iseng untuk mengisi waktu luang. Sebenarnya ini saya bikin untuk preload video tutorial yang mungkin bisa digabungkan dengan after effect karena saya belum begitu mahir after effect ya saya buat 3d nya saja. Lumayan bisa dibuat aspirasi dikemudian hari silahkan diliat di link youtube.

1. Yang Pertama coba bikin particle pakai tambahan plugin rayfire pakai thinking particle juga bisa rata-rata buat animasi particle pasti berat di program 3 dmax apa karena saya rendernya pakai laptop yah..

2. Yang ini bikin tampilan slide buat i pad modeling ya tetap menggunakan 3d meskipun agak kecepatan saat rollingnya

3. Yang ini juga bikin tampilan slide buat i phone

4. Kalau yang ini saya bikin 3d landscape fort knox buat gudang terbuka mobil ada dua tampilan tinggal main kamera viewnya saja sebenarnya sih kalau pingin asik bisa download camera switcher cari di google banyak misal di http://www.scriptspot.com/3ds-max/scripts/camera-switcher-0

5. Yang ini bikin preload film dari 3d misalnya saya memodifikasi dari preloadnya 20th century fox

6. Kalau ini bisa dibuat contoh preload promo salesman misalnya dan delivery order

7. Kalau yang ini saya bikin 3d buat contoh preload trouble shooting windows dan printer

8. Ini juga saya bikin dari 3d contoh preload buat aplikasi linux yah cuman sekedar tampilan animasi yang simple

9. Yang terakhir ini dibuat pakek after effect ya bisanya cuman segini cuman contoh saja edukasi lingkaran api

Yap kalau misalnya dari hasil iseng render saya banyak kekurangan yah memang saya juga belum termasuk ahli dalam program animasi tersebut cuman untuk mengisi waktu luang saja kok ini dan mengisi kekosongan posting.  Belajar animasi itu asik sebenarnya kalau spek komputer atau laptopnya mumpuni tapi yang namanya belajar bisa bermula dari mana sajakan yang penting punya niat untuk mengembangkan diri. Terima kasih atas perhatiannya 😉

 


www.belantaraindonesia.org

GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang tujuan mudahnya untuk mengetahui dimana lokasi dan posisi Anda berada. Mungkin sama dengan peta, hanya saja GPS cara kerjanya tergantung pada satelit, yang berjumlah sebanyak 24 satelit. Teknologi yang selayaknya Anda ketahui sebagai seorang penggiat alam terbuka.

Akan tetapi untuk pengeporasian GPS hanya butuh 3 satelit saja maka posisi anda sudah bisa diketahui. Sistim GPS dewasa ini, jika sistim WAAS ( Wide Area Augmentation System ) nya di aktifkan maka akan bisa mengkalkulasikan lokasi anda paling tidak dalam diameter 3 meter.

Dewasa ini GPS bukanlah sebuah sebutan yang baru di telinga kita, teknologi ini bisa ditemukan di telepon genggam dan juga pada mobil. Akan tetapi kedua macam GPS tadi bukanlah didesain untuk dipakai untuk pendakian gunung. Jadi GPS dengan fitur seperti apa dan bagaimana caranya memutuskan untuk memilih GPS yang cocok untuk mendaki gunung?

Karena GPS untuk mendaki gunung sangat bergantung pada satelit di atasnya, maka unit GPS itu sendiri mungkin akan mengalami masalah dalam mengkalkulasi posisi Anda jika secara terus menerus tertutup oleh pohon  atau di bawah jurang atau lembah yang dikelilingi oleh tebing – tebing yang tinggi.

Apa yang bisa dilakukan oleh GPS dalam pendakian gunung?

www.belantaraindonesia.org

Layar Alat Navigasi
Perlu diingat bahwa telepon genggam atau PDA yang sekarang dimiliki, dapat digunakan sebagai alat navigasi. Beberapa telepon genggam sudah memiliki kemampuan navigasi. Disarankan bagi pemula untuk tetap menggunakan telepon genggam atau PDA yang sudah dimiliki sehingga akan jauh mengurangi biaya yang diperlukan.

Mungkin layar telepon genggam atau PDA berukuran kecil, tetapi alat navigasi yang beredar dipasaran juga banyak yang memiliki ukuran layar kecil. Sebagai contoh, seri Etrex produk Garmin, memiliki layar berukuran 3,3 x 4,3 cm.

Apakah memerlukan layar untuk menampilkan peta? Berapa besar layar yang diinginkan? Apakah diperlukan layar berwarna? Memang dengan kehadiran layar berwarna akan menambah kenyamanan dalam menggunakan alat, tetapi juga akan menambah harga.

Periksa juga apakah gambar pada layar dapat dengan mudah dilihat dibawah sinar Matahari. Jangan lupa, makin besar ukuran layar, maka akan makin rentan pecah ketika digunakan dalam kegiatan.

Alat terpisah
Banyak telepon genggam atau PDA yang sudah dilengkapi dengan kemampuan navigasi. Apakah diperlukan alat terpisah atau dapat menggunakan telepon genggam? Bagi orang yang jarang sekali keluar kota, atau jarang sekali melakukan kegiatan outdoor, mungkin menggunakan telepon genggam yang dilengkapi dengan alat navigasi sudah cukup.

Bila ingin menggunakan telepon genggam atau PDA, periksalah sistim operasinya. Menurut pengalaman, program Garmin Mobile XT adalah program yang paling mudah dan nyaman digunakan. Alasan paling utama adalah mudah mendapatkan peta versi gratis, dan tidak selalu diperlukan biaya tambahan dari operator telepon selular.

Periksa juga apakah telepon genggam / PDA memiliki koneksi Bluetooth, yang akan diperlukan ketika menggabungkan dengan Bluetooth GPS. Periksa apakah layar PDA atau telepon genggam yang dipakai sekarang memiliki ukuran yang nyaman untuk melihat peta. Bagaimana bila menggunakan sistim A-GPS?

www.belantaraindonesia.org

Kapasitas Penyimpanan
Masing – masing alat memiliki kapasitas penyimpanan yang berbeda – beda. Kapasitas yang besar tentunya dapat menampung lebih banyak data. Tetapi tidak semua pengguna memerlukan hal ini, biasanya diperlukan ketika melakukan perjalanan jauh atau lama, dimana tidak memungkinkan untuk memindahkan data kedalam komputer.

Tetapi bila alat memiliki slot kartu memori, dapat digunakan kartu memori yang berukuran besar ataupun menyediakan memori cadangan. Periksa kapasitas kartu memori yang dapat digunakan alat tersebut. Periksa juga data apa saja yang dapat disimpan, dan apakah alat dapat menyimpan Track log, tidak semua alat navigasi dapat melakukan ini.

Daya Tahan Batere
Daya tahan batere perlu dipertimbangkan bila akan digunakan pada perjalanan ke daerah yang sulit mendapatkan listrik. Tetapi dapat diatasi dengan membawa batere cadangan ataupun solar charger ( menggunakan Matahari ).

Tahan air
Apakah diperlukan alat yang tahan air? Bila tidak akan digunakan untuk aktivitas outdoor, mungkin fasilitas ini tidak diperlukan. Alat yang dapat mengapung diatas air mungkin diperlukan bila banyak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sungai atau laut. Jangan lupa bahwa kantung plastik juga dapat digunakan untuk melindungi alat dari air.

Akurasi
Alat – alat navigasi berbasis satelit yang sekarang beredar dipasaran memiliki tingkat akurasi yang hampir sama. Tentunya alat – alat yang diperuntukkan bagi kegiatan survey memiliki tingkat akurasi yang mengagumkan, tetapi jenis ini tidak diperlukan bagi pengguna biasa.

Cobalah periksa spesifikasi alat, akurasi yang 10 meter sudah cukup untuk digunakan sehari – hari. Tentu saja, makin tinggi akurasi yang dapat dicapai, makin baik.

Antena
Dua jenis antenna yang paling sering dijumpai adalah jenid double helix dan patch. Dalam penggunaan sehari – hari, sulit sekali dibedakan mana yang lebih baik. Bertanyalah pada yang sering menggunakan masing – masing antenna tersebut.

Tetapi pertanyaan yang lebih berguna adalah, apakah diperlukan antenna tambahan. Bila akan digunakan didalam mobil, antenna tambahan akan sangat bermanfaat, terutama bila mobil dilengkapi dengan kaca film yang mengandung metal.

www.belantaraindonesia.org

MEMILIH GPS Yang Tepat
Bingung pilih GPS device? Kebutuhan masing – masing pengguna tidaklah sama, sehingga hanya pengguna yang dapat menentukan pilihannya.

Mengapa
Tanyakan pada diri sendiri ‘Mengapa ingin membeli alat navigasi berbasis satelit?’ Coba pikirkan kegiatan sehari – hari apa saja yang mungkin dapat dipermudah dengan kehadiran alat ini. Apakah sering bepergian, atau memancing, atau mendaki gunung, dan lain – lain.

Harga
Berapa besar biaya yang rela dikeluarkan untuk memiliki alat navigasi ini? Apakah memang diperlukan untuk membeli alat baru atau dapat memakai alat bekas pakai? Seringkali harga merupakan unsur terpenting ketika menentukan pilihan. Bila menggunakan sistim A-GPS, maka akan ada biaya tambahan untuk transfer data.

Hal – hal yang dapat mengurangi kekuatan sinyal satelit:

  • Kondisi geografis, seperti yang diterangkan diatas. Selama kita masih dapat melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berfungsi.
  • Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat diterima.
  • Air. Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.
  • Kaca film mobil, terutama yang mengandung metal.
  • Alat – alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik.
  • Gedung – gedung. Tidak hanya ketika didalam gedung, berada diantara 2 buah gedung tinggi juga akan menyebabkan efek seperti berada di dalam lembah.
  • Sinyal yang memantul, misal bila berada diantara gedung – gedung tinggi, dapat mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.

Berjalan, mungkin tidak begitu diperhatikan oleh kebanyakan orang, karena setiap hari dilakukan dari mulai kecil mulai berjalan hingga dewasa. Tetapi, musibah saat pendakian gunung justru datang pada kaki, alat manusia untuk berjalan. Mengapa? Cara berjalan yang salah bisa menyebabkan kaki cepat lelah, lecet hingga bengkak karena salah tumpuan.

Usahakan berjalan dengan badan lurus untuk menyeimbangkan badan atas dan bawah. Pusatkan beban di area pinggang, bukan pundak. Selalu bertumpu pada tumit saat kaki mendarat, kaki harus sedikit membengkok dengan santai, tidak boleh lurus, dan jatuh sejajar dengan badan.

Mengambil jarak langkah yang terlalu lebar dari badan sangat tidak disarankan karena akan beresiko cedera lebih besar dan menguras energi.

Saat kaki telah mendarat sepenuhnya, maka berat tubuh akan bertumpu pada seluruh permukaan kaki sebelum memulai untuk melangkah pergi.

www.belantaraindonesia.org

Tumpuan berat kini akan beralih pada kaki sebelah, dimana kaki Anda yang akan melangkah maju menjadi tuas yang kuat untuk mendorong tubuh kedepan, gunakan kelima jari kaki Anda untuk mencengkeram pijakan sehingga keseimbangan melangkah akan didapat. Lakukan hal ini dengan perlahan, tidak terburu – buru yang mengakibatkan kaki bekerja terlalu keras yang dapat berujung pada cedera.

Saat berjalan usahkan tangan tetap berada di samping badan, bukan di depan pundak. Lebih baik lagi bila menggunakan Trekking Pole saat medan yang ditempuh cukup sulit untuk membantu memudahkan tumpuan beban pada tubuh.

Selanjutnya adalah ketika berjalan pada tanjakan naik.
Tetap gunakan langkah sedang yang sejajar dengan badan atas, tidak membungkuk. Posisi badan agak bersandar kedepan, tapi tidak membungkuk. Porsi banyaknya Anda bersandar adalah tergantung dari sudut kemiringan medan.

www.belantaraindonesia.org

Buat gerakan mendorong kedepan dengan kaki belakang yang lurus, sedang kaki depan menapak perlahan. Bila Anda menggunakan trekking pole, tempatkan pada samping badan Anda, tidak didepan, tidak juga terlalu jauh, untuk menstabilkan keseimbangan badan saat melangkah.

Saat menuruni tanjakan, tetap gunakan tumit dahulu saat mendarat dengan kaki yang dibengkokan perlahan, tidak lurus. Hal ini untuk menghindari terjadinya cedera pada sendi lutut.

Bila Anda menggunakan Trekking Pole, panjangkan jangkauannya untuk memudahkan tumpuan badan saat menuruni tanjakan. Hindari juga kebiasaan memutar engkel kaki dengan tujuan menyesuaikan kaki dengan medan. Berjalan sejajar saja sudah cukup.

www.belantaraindonesia.org

Memang setiap saat kita menggunakan kaki untuk berjalan, tapi ketika melakukan pendakian, medan yang ditempuh sangat berbeda, bukan jalan yang halus terus menerus.

Lebih penting lagi untuk memilih sepatu yang benar – benar sesuai untuk trek yang ditempuh. Sepatu dengan bantalan tumit yang empuk dan ringan adalah paling baik.

Kaki juga harus tetap bernapas untuk menghindari jamur dan luka. Gunakan kaus kaki saat melakukan perjalanan, dan segera lepas ketika sudah sampai tempat tujuan, lalu jemur sebentar untuk menghilangkan bau dan jangan lupa bersihkan kaki.


Mendaki gunung dan menyusuri rimbanya memang sebuah kegiatan yang membutuhkan stamina dan juga daya ingat yang tinggi. Sebelum mendaki di sarankan membawa bekal makanan dan minuman yang lebih dari cukup, ini untuk mengantisipasi kemungkinan waktu pendakian yang molor karena cuaca atau tersesat.

Apabila tersesat dalam pendakian gunung, lebih baik tenang dan jangan panik. Agar kondisi fisik dan stamina tetap terjaga. Ketenangan juga dapat berdampak pada kejernihan pikiran sehingga pendaki mampu menyelamatkan diri dari ketersesatan.

Dan berikut ini tips agar tidak tersesat dalam pendakian gunung

1. Kala tersesat, jangan pernah turun ke lembah. Naiklah ke dataran yang lebih tinggi agar mudah melakukan orientasi medan.

2. Tiap pendaki harus memiliki tekad atau kemauan hidup. Tidak cuma ingin terbebas dari ketersesatan. Niat inilah yang akan memberikan mereka semangat mencari jalan keluar dan tidak menyerah.

3. Kala mendaki, jangan jadikan puncak sebagai tujuan. Pendakian harus dilalui dengan proses sepanjang perjalanan sehingga Anda dapat kembali turun dengan selamat.

4. Jangan pernah merasa sebagai orang yang kuat, hebat, dan jago. Meski telah sering menanjak gunung, Anda tetap harus waspada dan mempelajari medan yang ditempuh.

5. Sekitar 80 persen pecinta alam meninggal di gunung dalam posisi tengah tidur atau istirahat. Sebab sewaktu lelah, si pendaki tidur dalam kondisi badan tak terlindungi dengan baik. Sehingga hawa dingin menyergap badan dan menurunkan suhu tubuh. Akibatnya, tingkat kesadaran akan turun drastis. ( Mountain Climbing for Everybody )


Untuk mengingatkan kita bahwa lahan untuk tanaman telah hampir punah oleh bangunan – bangunan pemukiman, pencemaran udara, lahan pertanian yang sekarat karena tiada pohon sebagai pelindung, luas hutan yang semakin menyusut, digantikan oleh lahan yang rawan akanbencana alam dan banyak lagi hal – hal yang seharusnya ada pohon sebagai penata alamyang sepadan, kini tiada lagi. Maka alangkah baiknya bila kita sedikit melangkan waktu dan niat untuk menanam dan merawat pohon.

TIPS MENANAM DAN MERAWAT POHON

1. MENCARI LAHAN
Lahan bisa bertempat di lahan milik ( halaman rumah, kebun masyarakat atau milik perusahaan / lembaga dan lahan negara, dimana kepemilikan dan pengelolaannya dibawah pengawasan pemerintah ). Lahan yang dipilih untuk penanaman harus dijamin tidak akan berubah peruntukannya dalam jangka panjang. Pertumbuhan pohon – pohon apalagi di lahan hutanmemerlukan waktu yang panjang ( diatas 10 tahun ) untuk dapat terciptanya ekosistem hutan yang baik dan berfungsi optimal. Jadi pikirkan dengan matang agar penanaman pohon bukan sekedar seremonial.

2. BIBIT YANG TEPAT
Setelah ditemukan lokasi yang cocok, langkah berikutnya adalah memilih jenis bibit yang akan ditanam. Jenis – jenis yang akan ditanam adalah sesuai dengan kondisi lahan, peruntukan dan fungsi bagi lingkungan. Bila ingin lingkungan kita teduh maka pilihlah jenis pohon yang daunnya rindang dan perawakannya besar seperti Trembesi, Flamboyan, Kersen atau Beringin. Pada lahan yang kurang subur, pohon Sengon dan Akasia bisa bertahan hidup.

Bila menginginkan kita bisa menikmati panen buah, maka tanamlah pohon buah – buahan sepertiMangga, Alpukat, Rambutan, Durian, dll. Namun, jangan menanam Durian di tempat dengan lalu lintas yang ramai karena kalau buahnya jatuh bisa membuat orang celaka. Bila untuk jalur hijau pinggiran jalan, carilah jenis pohon yang buahnya kecil – kecil, tidak banyak daun rontok, cepat tumbuh dan bisa juga yang memiliki bunga seperti Angsana, Kersen, Malabar, Bungur, Flamboyan, Asam Jawa dan lain – lain. Ingat tanaman pinggir jalan jangan yang akarnya menonjol ke permukaan tanah karena akan merusak jalan dan membahayakan pengguna jalan.

3. MEMBUAT LUBANG TANAM
Bibit yang sudah dipilih, kini saatnya siap ditanam. Sediakan lubang tanam yang dibuat sehari sebelum penanaman ( sebaiknya ). Langkah ini dilakukan agar suhu udara didalam dan diatas permukaan tanah tempat penanaman stabil sehingga dapat membantu mengurangi stess pada tanaman. Tanaman yang stress akan sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lubang tanam dibuat minimal 20 cm x 20 cm ( sesuai besar bibit ) dengan kedalam 30 cm – 40 cm ( sesuai media dan bentuk akar ). Pada awal penanaman perlu ditambahkan pupuk kandang atau kompos untuk membantu menambah hara atau nutrisi bagi “penghuni baru” bumi.

 

4. WAKTU MENANAM
Pelaksanaan penanaman hendaknya dilakukan mulai jam 07.00 – 09.00 dan 17.00 – 18.00 ( tergantung Waktu setempat, WIB / WITA / WIT ), karena pada jam – jam tersebut suhu permukaan tanah tidak terlalu tinggi dan stabil sehingga dapat menghindari stres pada bibit tanaman. Apabila tidak memungkinkan menanam pada waktu tersebut dapat dilakukan pada jam yang lain, namun setelah ditanam segeralah membuat naungan untuk menghindari terik matahari yang menerpa bibit yang dapat membakar hijau daun tanaman. Bibit yang terbakar terik matahari menyebabkan klorofil daun tidak dapat melalukan fungsinya dalam prosesfotosintesis dan menyebabkan tanaman bisa mati dalam waktu cepat.

5. MENANAM BIBIT POHON
Bibit yang akan ditanam terlebih dahulu dilepaskan dari kantung – kantung media tumbuhnya (polybag ) kemudian ditanaman bersama media tumbuhnya. Saat melepas polybag perlu tindakan yang hati – hati agar media tumbuhnya tidak rusak, Tanaman ditempatkan pada posisi tegak agar proses pertumbuhan dapat berkembangan dengan baik dan bila perlu disanggah dengan bambu. Lalu tutup lubang tanaman dengan memasukkan tanah galian dan menekan secara perlahan di sekeliling tanaman sampai bibit dapat berdiri dengan baik. Lalu berdoalah agarTuhan menjaga tanaman kita.

Setelah bibit ditanam sebaiknya diberi ajir / patok penanda atau dipagari. Pemberian ajir bukan hanya menandakan bibit itu ditanam seseorang bukan bibit dari anakan alam. Ajir atau patokyang dipasang pada bibit punya efek psikologis bahwa tanaman itu ekslusif / istimewa / berharga dan masih dalam tahap pemeliharaan awal, perlu banyak perhatian.

6. RAWATLAH DENGAN CINTA
Seperti seorang bayi yang baru lahir, tanpa daya dan kemandirian. Bayi itu coba kita rawat sebentar hingga bisa berbicara dan bisa makan makanan lunak. Kemudian bayi tersebut dilepas di lingkungan dimana makanan harus diusahakan sendiri, minuman harus diraih sendiri dan perlindungan pada tubuh perlu dipenuhi. Bisakah bayi itu bertahan hidup lama tanpa ada yang merenggut dan merawatnya di tempat yang cocok baginya?

Merawat sama pentingnya dengan menanam. Maka setelah menanam hendaknya dilakukan pemeliharaan terhadap gulma, semak, alang – alang, hama, kebakaran, tangan manusia dan gangguan lain agar ruang tumbuh tanaman dapat berkembang dengan baik. Selain itu jangan biarkan tanaman kekurangan gizi. Berilah kebutuhan pokoknya dengan menyiramnya dengan rutin, memberi pupuk yang sesuai dan memberi perhatian dan doa pada bibit – bibit itu. Perawatan bibit pohon bisa dilakukan sampai tanaman berumur 2 tahun. Umumnya pohon diatas umur 2 tahun sudah bisa survival dan hidup mandiri dari alam, namun tetap dijaga dari unsur perusak.

Selamat menanam pohon dan merawatnya dengan cinta!karena inti dari menanam itu adalah perawatan!

Selamat Hari Pohon Sedunia!

berikut video menanam pohon :


Bentuk dan karakter CAVE yang berbeda-beda, dan perbedaan itu menyebabkan metode untuk memasuki gua itu berlainan. Ada yang memanjat, memakai tali, dan bahkan ada yang berenang. Tetapi ada juga gua yang mudah di masuki karena jalan masuk gua tersebut telah di bangun dengan rapi dan baik. Selayaknya wisata gua. Beberapa penggemar olah raga ini ada yang datang ke gua untuk mengabadikan keindahan dan keajaiban gua, baik dekorasi guanya maupun beberapa hewan yang ada di dalam gua itu. Untuk tujuan itu, datanglah dengan membawa seperangkat alat foto.

Sebelum mengenal teknik untuk menjelajah gua kita harus mengenal beberapa medan/tipe gua yang berbeda agar dapat mengaplikasikan teknik dan mempersiapkan segalanya sesuatunya sehingga lebih matang.

Berikut beberapa struktur medan dalam gua :

Medan Horizontal

Medan gua horizontal sangat bervariasi, mulai padalorong – lorong yang dapat dengan mudah ditelusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.a. Lumpur
Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Jika setinggi lutut bahkan sampai perut, untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang, agar mudah bergerak dan hemat tenaga.b. Air
Untuk kondisi gua yang berair, terutama untuk gua yang belum pernah dimasuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi bawah air, untuk itu kita harus mengetahui kedalaman dan kondisi bawah air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.

Syarat utama untuk melewati lorong berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di luar gua. Karena di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu boot bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.

Pembagian team juga harus disesuaikan. Leader tidak boleh membawa beban berat, karena membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan. Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung bahkan perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.

Ada juga lorong yang hampir semua dipenuhi air dan hanya ada sedikit ruangan yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan Ducking (menengadah).
Berbagai macam teknik penelusuran gua horizontal (TPGH):
– Duck Walking yaitu jalan jongkok dengan satu tangan dijulurkan ke depan.
– Crawling yaitu bayi yang merangkak
– Belly crawling yaitu merangkak,seluruh badan menempel ke tanah
– Crouching yaitu jalan jongkok
– Squeezing yaitu merayap dengan lorong yang sempit
– Bear Walking yaitu mirip posisi merangkak hanya saja posisi kaki lurus

Medan VertikalDalam penelusuran gua terkadang kita menjumpai lorong yang terletak di atas kita. Atau bahkan entrance / mulut gua berupa sumuran. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita perlu menggunakan teknik-teknik Climbing. Seperti penggunaan pengaman sisip dan bor tebing untuk membuat lintasan. Yang membuat lintasan adalah Leader / Rigging man kemudian anggota yang lain melewatinya dengan menggunakan SRT. Untuk melakukan free climbing dilakukan pada kondisi medan seperti ;
– Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya
– Gua yang berbentuk celah dan menyempit pada bagian dasarnya (crack)
– Sungai yang besar atau danau yang dalam
– Pemasangan lintasan pada air terjun
– Melewati Calcite Floor

Setelah memahami beberapa medan dalam gua kita lanjutkan ke pemahaman teknik penulusuran dalam gua. Sebenarnya, dalam olah raga menyusuri gua ini ada 6 spesialisasi yang dikenal dan berkembang di seluruh dunia, yaitu:

Single Rope Technique ( SRT )

adalah teknik yang dipergunakan untuk untuk menelusuri gua-gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-edan vertikal. Berbagai sistem telah berkembang sesuai dengan kondisi medan di tempat lahirnya masing-masing metode. Namun yang paling banyak dipergunakan adalah Frog Rig System.
Teknik yang lain adalah: Rope walker, Texas Rig, Jumaring, Mitchele System, Floating cam system.

Sistem Frog Rig menggunakan alat:
1Seat harness, dipergunakan untuk mengikat tubuh dan alat-alat lain. Dipasang di pinggang dan pangkal paha. Jenis-jenisnya adalah: Bucklet, Avantee, Croll, Rapid, dan Fractio. Keeratan pemakaian seatharness tergantung kebiasaan.

2.Chest Ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali dipasang di dada. Dihubungkan ke Delta MR oleh Oval MR

002.JPG

3Hand Ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali di tangan. Di bagian bawah dipasang descender, tempat digantungkannya foot loop dan cows tail.

4Descender, dipergunakan untuk menuruni tali. Ada beberapa jenis descender: Capstand (ada dua macam: Simple Stop dan Auto Stop), Whaletale, Raple Rack (ada dua macam: Close Rack dan Open Rack), Figure of Eight, dan beberapa jenis lagi yang prinsip kerjanya sama dengan figure of eight.

5Mailon Rapid,ada dua macam Mailon Rapid (MR), yaitu: Oval MR untuk mengaitkan Chest Ascender kepada Delta MR. Delta MR sendiri adalah untuk mengkaitkan dua loop Seat Harness dan tempat mengkaitkan alat lain seperti Descender berikut Carabiner sebagai friksinya dan Cowstail.

6Foot loop , dicantolkan ke karabiner yang terhubung ke hand ascender. Berfungsi sebagai pijakan kaki. Ukuran dari foot loop harus tepat seperti gambar diatas. Hal ini sangat mengurangi kelelahan pada waktu ascending di pitc-pith yang panjang.

003.JPG

7Cows tail, memiliki dua buah ekor. Satu terkait di Hand Ascender, dan satu lagi bebas, dipergunakan untuk pengaman saat melewati lintasan-lintasan intermediate, deviasi, melewati sambungan, tyrolean, dan traverse.

8. Chest harness, untuk melekatkan Chest Ascender agar lebih merapat ke dada. Sehingga memudahkan gerakan sewaktu ascending normal, atau pada saat melewati sambungan tali. Chest harness lebih baik jika dapat diatur panjang pendeknya (adjustable), sehingga memudahkan pengoperasian, terutama apabila terjadi kasus dimana Chest Ascender terkunci di sambungan atau simpul, atau pada saat rescue.

Teknik-teknik yang harus dipelajari untuk SRT adalah ascending dan descending dengan penguasaan melewati jenis-jenis lintasan dan medan.

~1. Melewati intermediate anchor

~2. Melewati deviation anchor

~3. Melewati sambungan tali

~4. Melewati lintasan tyrolean, menggunakan satu tali dan dua tali.

~5. Meniti tali dengan medan slope (miring).

*Ascending

004.JPG

~Perhatikan gerakan telapak kaki ketika sedang ascending.

005.JPG

Gerakkan telapak kaki untuk menjepit tali dengan telapak kaki. Cara pertama adalah menjepit tali menggunakan bagian dalam pergelangan kaki dengan bagian luar telapak kaki. Cara kedua adalah menjepit tali dengan kedua telapak kaki ketika melakukan gerakan berdiri. Ketika mengangkat kedua kaki, kedua telapak kaki dibuka.

Climbing

Climbing digunakan bila kamu ingin mencari jalan pintas baru untuk turun atau naik gua. Untuk menggunakan teknik ini kamu harus menggunakan tali pengaman agar tidak terjatuh.

Digging

Sama dengan climbing, metode digging juga dipakai untuk mencari jalan baru. Hanya, metode digging dipakai secara teratur dan dalam kurun waktu yang cukup lama, bisa mingguan, bulanan atau bahkan tahunan. Peralatan dan metode yang dipakai dalam penggalian itu pun sangat bervariasi. Kadang – kadang harus disertai dengan kemah di dalam gua.

Cave Diving

Jika kamu mendapatkan bagian gua yang dipenuhi dengan air maka kamu harus menggunakan metode diving. Jika yang terendam air hanya sebagian kecil dari gua, kamu dapat melakukan penyelaman bebas, tanpa peralatan apa pun. Soalnya, metode itulah yang paling praktis. Namun, bila bagian gua yang tergenang air itu cukup banyak dan jauh, misalnya sampai beberapa kilomter maka kamu harus melakukan penyelaman yang disertai dengan peralatan yang lengkap. Namun, penggemar olah raga Caving yang memilih spesialisasi ini sangat sedikit.

Cave Photography

Spesialisasi inilah yang paling populer di kalangan pecinta penelusuran gua. Kamu datang ke gua dengan bekal kamera kemudian mencari lokasi yang paling indah untuk diabadikan. Hasilnya, bisa kamu publikasikan lewat buku – buku atau majalah.

Cave Art

Metode ini merupakan pengembangan dari rasa ketertarikan orang terhadap keindahan gua.

*PERHATIAN:
~Latihan ini harus dilakukan mengunakan peralatan yang mutu dan kekuatannya memenuhi standar.
~Latihan harus dibawah pengawasan oleh ahli.
~Berlatihlah pada ketinggian yang tidak terlalu tinggi.
~Cegahlah latihan yang dapat merusakkan alat: membebani alat melebihi beban normal, beban dengan arah abnormal, menggunakan alat tidak sesuai dengan manual book-nya. Latihan yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat alternatif, harus masih dalam tingkat aman.
~Pernah melakukan latihan teknik tertentu bukanlah jaminan bahwa kita sudah menguasai teknik tersebut.
~Berlatihlah satu teknik sampai lancar tanpa hambatan dan kesalahan sebelum berlatih teknik yang lain.
~berlatihlah dengan selalu ditemani oleh orang lain yang juga memahami SRT.
~Berniatlah berlatih untuk menolong orang lain dan diri sendiri.
~Hindarilah terjadinya kecelakaan di gua untuk orang lain maupun diri sendiri.

Video


Menyalakan api unggun adalah sebuah cara yang efektif untuk mencegah hipotermia, dapat mengeringkan pakaian basah  dan gear serta  jika anda terjebak dalam hujan badai.

Ini adalah peralatan yang akan anda butuhkan:

Waterproof Matches

Waterproof Rain Gear

Plastic Freezer Bags

Zippo Lighter Fluid

14-function Pocketknives

Zippo Lighter

Backpacking Stove

Camp-Stove Fuels

Ice Axe

Tinder

1. Pastikan tempat itu legal untuk membangun api di daerah padang gurun di mana Anda berkemah.

2. Masukkan Carry rabuk kering dalam tas, sealable kedap udara ketika backpacking di daerah basah. rabuk ini akan membantu anda untuk membakar  kayu basah. Sebagai  starter pemantik api.

3. Korek api  tahan air dan tahan angin yang ringan, dan menyimpannya  dalam tas, sealable kedap udara sebagai tambahan peralatan.

4. Carilah di bawah langkan berbatu atau di bawah semak-semak untuk kayu kering atau semikering. Kumpulkan kayu yang cukup untuk menjaga api  tetap menyala sebelum anda menyalakan api.

5. Gunakan pasta api-starter/tinder atau kayu untuk menyalakan  api.

6. Pastikan Anda memiliki banyak sumbu atau batang kecil untuk membuat  api kecil anda. Hidupkan api dengan paste starter api/tinder api akan menyala baik tetapi akan terbakar sangat cepat jika Anda tidak menambahkan sesuatu yang seperti kayu kering/semi kering untuk mempertahankan nyala  api.

7. Baringkan peralatan/pakaian yang basah dekat api mengeringkannya sebelum digunakan.

8. Tunggu sampai anda memiliki tempat tidur dari sisa bara api/arang sehingga tempat anda tidur bisa lebih kering sebelum mencoba untuk membakar kayu basah. Anda dapat membuat tempat tidur yang bagus dari arang dengan membakar batang kayu kecil dan menjaga nyala api tetap terpusat.

9. Bersabarlah dalam membuat api, tapi tetap percaya. karena kegiatan ini akan  mengambil banyak waktu untuk menyalakan  api saat keadaan sedang  hujan, tapi dengan pilihan material  yang tepat, segalanya mungkin masih bisa dilakukan.

Petunjuk:

Menguji kelembapan kayu  dengan  mematahkan tongkat atau ranting untuk melihat kekeringan kayu. Jika terasa garing, harus cukup kering di bagian dalamnya supaya bisa digunakan untuk  membakar atau membuat api unggun.

Gunakan pisau untuk meraut kayu atau ranting sampai anda mendapatkan bagian kayu yang kering.

Bawalah kompor backpacking yang baik dan serta gas bakar yang cukup. Jadi fuel stove yang dibawa jadi lebih efektif, karena anda akan jarang memakai fuel stove dan pada saatnya anda akan lebih membutuhkan api unggun di daerah tertentu, karena  pada dasarnya fuel stove memang lebih efisien untuk memasak dan merebus air bukan sebagai penghangat seperti api unggun.

Jangan pernah memutuskan ranting atau cabang dari pohon berdiri, bahkan jika pohon tampaknya sudah mati. Sebaiknya anda hanya menggunakan kayu yang telah jatuh di tanah karena ini termasuk perbuatan vandalisme, dan pastikan bahwa ditempat itu anda diizinkan untuk mengumpulkan kayu/ranting  jatuh di daerah camp yang anda kunjungi.

Jangan biarkan api unggun menyala  jika sudah tidak dipakai apalagi anda berkemah di daerah pegunungan,  Hal ini  akan mengantisipasi kebakaran hutan karena perlu ratusan tahun di daerah pegunungan untuk pulih dari api.

 


Hiking adalah cara yang menyenangkan untuk membakar kalori dan mencari pengalaman yang berhubungan dengan aktivitas alam luar. Meskipun nantinya bisa tergoda dan menjadi hobi untuk melakukan pendakian-pendakian selanjutnya. Disini pemilihan sepatu hiking yang tepat dibutuhkan agar tidak  menyebabkan cidera pada kaki dan nyaman untuk digunakan nantinya. Salah satu item paling penting dalam hiking adalah memiliki sepasang sepatu, yang nyaman berjenis kasar dan bentuknya sepatu bot hiking. Dalam Memilih sepasang sepatu hiking yang berkualitas dapat meningkatkan kenikmatan hiking anda dan melindungi kaki anda, kususnya bagian pergelangan kaki dan telapak kaki. Berikut sedikit tips memilih sepatu hiking :

1. Pilih sepatu hiking yang menampilkan jumlah yang sesuai dari lapisan di bagian atas boot. Karena bagian atas boot ini dirancang untuk memberikan dukungan, jumlah jahitannya saat ini lebih dari sekedar fungsi  fashion. sepatu hiking yang berkualitas memiliki fitur ganda untuk lapisan quadruplenya dijahit. Meskipun sepatu bot ini lebih mahal daripada sepatu dengan jahitan-jahitan tunggal, tapi  pergelangan kaki Anda bisa mendapatkan keuntungan dari bantalan ekstra dan alas sepatu yang  mendukung sehingga nyaman dipakai. sepatu hiking dengan lipatan lebih biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan lipatan lebih sedikit efeknya jadi lebih aman dipakai.

2. Pilih sepatu hiking yang sesuai dengan jenis medan yang  anda ingin jelajahi. Periksa bagian bawah sepatu hiking untuk membuktikan kekuatan dan kemampuan sepatu. Sepatu hiking dengan sol lembut lebih cocok untuk  trek yang  tidak rata, atau berbatu. Salah satu keuntungan sepatu yang  lebih lembut untuk memberikan fleksibilitas, seperti melekat pada rumput tidak merata. Hiking sepatu dengan sol keras yang lebih cocok untuk kondisi hiking berumput atau berlumpur. Semakin keras jenis solnya akan memberikan cengkraman yang kokoh di rumput dan lumpur.

3. Fokus anda saat memilih adalah perhatian pada bagian dalam sepatu hiking. Pilih sepatu hiking yang menampilkan padding dan nyaman cocok untuk membantu mencegah jamur dan lecet. Ketika Anda butuh kenyamanan dalam memilih, sepatu yang memiliki bantalan  terlalu banyak di dalam sepatu hiking juga dapat menyebabkan masalah kaki seperti jamur, pembengkakan dan iritasi. Cobalah sepatu dengan memakai sepasang  kaus kaki  hal ini ditujukan  pada kecocokan sepatu yang anda pakai supaya lebih pas sehingga nantinya  anda dapat  menentukan ukuran yang terbaik sebelum  membeli.

4. Pilih sepatu hiking yang menawarkan perlindungan tahan air/waterproof. Karena cuaca dan medan tidak dapat diprediksi, penting untuk tetap siap untuk yang terburuk selama melakukan hiking. Misalnya, slide kecil atau tersandung bisa membuat  kaki masuk  ke dalam genangan air. Hiking boot yang disusupi oleh air dapat menyebabkan infeksi. Hiking sepatu bot yang terbuat dari bahan seperti menawarkan perlindungan Gore-Tex tahan air, namun tetap nyaman dan bernapas.

5. Timbang  opsi hiking boot anda apakah terlalu berat atau terlalu ringan bagi anda sesuai kenyamanan. Sepatu boot yang ringan menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan di jalan hiking kalau  sepatu boot  berat berguna saat anda  membawa beban besar dan lebih  aman dipakai. Pertimbangkan jenis hiking yang akan anda jelajah sehingga anda mempunyai kesempatan prepare lebih baik untuk  menemukan atau menentukan sepatu hiking yang paling cocok untuk situasi anda.

%d blogger menyukai ini: