Category: Travelling News



Perjalanan ke Hidden Paradise Ujung Pulau Jawa Bilik Beach by Suetoclub

Hi Salam Wildlife!Gaess Cerita Perjalan ini Dimulai Sebelum Bulan Puasa. Maklum baru bisa posting sekarang hehe..Rencana awal sih liburannya memang bukan kesini melainkan ke danau taman hidup tapi karena sesuatu hal akhirnya kami putuskan menuju kesini saja.

Berangkat dari Surabaya jam 23.00wib dengan kondisi gas santai sampai di paiton ternyata kesana sampainya kecepetan jam 2 sudah sampai akhirnya tidur dulu aja di pom bensin araya sampai shubuh baru berangkat lagi. Soalnya pos penjaga di Baluran kan baru buka sekitar jam 7 pagi.

Setelah Shubuh kita berangkat melewati dinginnya embun pagi disekitar jalanan persawahan yang kami lewati setelah kota Situbondo.  Dinginnya sampai membuat kami pilek karena lebih dingin dari malam yang kami lewati..xixixi

Untuk Rutenya bisa cek di google map dibawah ini

Tapi setelah sampai pedesaan jangan lupa tanya warga lagi jangan percaya google 100% anda bisa tersesat atau kalau tidak ketemu jalan yang tidak sesuai harapan bisa jdi masalah haha. .Intinya jangan sampai di PHP googlemaps. .karena jalanan yang akan dilewati ini tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

Berkat arahan warga kamipum sampai di pos masuk taman nasional Baluran. Daftar Nama bayar GRatis! Alhamdulillah. .Kemudian kami teruskan perjalanan melewati afrikanya jawatimur..yups suasana bakal persis bila kalian pernah ke afrika ya.. Ingat bila kalian pernah ya! Bila belum kesini aja deh biar gak jauh-jauh.. Hehe.

Sembari menikmati pemandangan kami selalu bertemu banyak warga seliweran dari kampung nelayan pos merak. Jadinya ada temennya gak seperti ke hutan sendirian.

Perjalanan dari Pos PH menuju Pantai Bilik Kurang lebih memakan waktu 1jam dengan lika-liku jalannya yang seru dan menantang. Banyak jalur bayangan hanya insting yang menjadi bimbingan. Ditengah Gunung Baluran terlihat semakin megah.

Sampai di pantai Bilik ternyata woyy pemandangannya masih alami Loo. .Tipikal pantainya macem-macem,  ada pantai bakau,  pantai kerikil,  pantai pasir putih,  dan sebuah laguna sunyi yang indah.

Lanjut lagi ke Barat kita menemukan teluk hati yang masih disekitar kawasan pantai bilik.  Santai sejenak melepas lelah sejenak karena suasana begitu sunyi hanya ada beberapa anak-anak main, klub sepeda,  dan para pemancing dn laut yang tak berombak lengkap sudah syukur kami kepada sang pencipta alamsemesta diberikan kenikmatan seperti ini.

Hari mulai Siang kami pun bersiap kembali. Karena esok hari sudah beraktifitas lagi. Kapan-kapan saja kita sempatkan berkunjung ke pantai Merak ke Sebelah Timur Baluran.

Keluar hutan sempat kesasar malah menuju pantai merak akhirnya setelah bertanya warga setempat kami menemukan jalan keluar ke arah pos PH.

Perjalan ke Surabaya kami nikmati dengan santai jam 12 kita keluar jam 19 kita sampai Sby kita sempatkan tidur sebentar di Araya lagi itu. .

Berikut videonya gaess

Terimakasih telah membaca cerita perjalanan kami.  Jangan lupa subscribe youtoube kami dan follow insta kami di suetoclub.

Karena besok juga sudah lebaran kami ucapkan selamat hari raya idul fitri  1439H bagi yang merayakan dan mohon maaf lahir batin

Oh iya bisa mampir ke link kita lainnya tentang info baluran http://www.suetoclub.com/2015/07/greentour-to-baluran-sebuah-tempat.html

Iklan

P_20180103_171524_HDRdila

Hi Salam Wild Life Gaess!Cerita perjalanan itu terusan dari liburan setelah libur tahun baru 2018. Langsung saja cerita sebelumnya kan dari wisata gunung api purba menuju ke pantai selatan gunung kidul lebih tepatnya menuju pantai nglambor yang masih  satu kawasan dengan pantai siung dan timang.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1.5 jam perjalanan karena mungkin hari itu tidak seberapa padat tapi diikuti hujan di beberapa tempat saja. Sampai pantai pintu masuk pantai siung bayar tiket idr 10k saja kemudian masuk ke kawasan wisata. Selama perjalanan di sebelah kanan jalananda akan disungguhkan plakat-plakat menuju pantai timang dan hardtop yang siap mengantar anda ke pantai Timang. Setelah itu ada disebelah kanan arah pantai Jogan, Kemudian baru Pantai Nglambor, Kalau diteruskan notok jalan anda akan berhenti di Kawasan pantai Siung.

map diygungpurbanglambor

Karena tujuan awal kami pantai nglambor kami masuklah ke area pantai kemudian pilih tempat parkir yang agak kedalam biaya parkir 3k saja. Kemudian jalan-jalan kaki menuju kepantai awalnya kami hanya berniat melihat spot snorkelingnya saja tapi tidak berniat snorkeling karena hari sudah sangat sore keinginan kami saat itu hanya menikmati sunset karena cuacanya sedang bagus-bagusnya untuk menikmati sang surya tenggelam.

Jadi sembari menunggu matahari tenggelam kami foto-foto saja pemandangan di pantai nglambor ini dari jarak jauh. Karena bila masuk-masuk spot tertentu masih bayar-bayar lagi…hehehe…misal setiap spot selfie disana dihargai 2k , jembatan selfie 5k, garden beach 5k, jembatan ke pulau 1 30k, jembatan gondola ke pulau 2 120k, snorkling 45k tapi sudah dapat peralatan dan cetak foto, kalau menurutku sih mending snorkling saja cuman 45k tapi itupun kalau kondisi lautnya lagi pas biasanya yang bagus sih jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Belum lagi harga makanannya dan minumannya yang random atau tak bisa ditebak. Kadang harga makanannya murah minumnya yang mahal atau sebaliknya jadi kalau mau jajan disana mending lihat menunya dulu ada harganya atau tidak atau lebih baik bawa bekal sendiri saja. Terus ada warga yang berkeliling membawa kamera slr terus tiba-tiba foto jika anda bilang bagus hasilnya akan dicetak dan anda harus bayar ya seperti saat digedung pernikahan atau carnaval itu lo. Terus ada ojek dari parkiran 5k sekali pakai. Jika ada 100 orang saja sehari. Wow!makmur benar masyarakat disana.

Sistem pengelolaan Wisata pantai di gunung kidul dan untuk sekitarnya sekarang kurang lebih sama seperti yang saya jelaskan di atas jadi misalnya ada spot pantai di jatim atau wonogiri yang masih alami dan pengelolaan tiket wisatanya murah meriah wisatawan akan berbondong mencari wisata itu sampai jalan pantai selatan kadang kalau saat liburan terasa sangat padat dan macet. Untung saja saat itu kami berlibur pada jam kerja..hehehehe.

Tapi keindahan Yogyakarta mengalahkan komersil wisatanya kok kalian suatu saat akan kangen lagi dan pengin kesini lagi..hehe..hehe

Oh iya kalau mau lihat postingan kami tentang keadaan pantai siung di 2011 boleh mampir kesini ya http://www.suetoclub.com/2015/07/pantai-gigi-taringsiung-gunung-kidul.html

Puas menikmati sunset kami pun bergegas kembali ke jogja untuk beristirahat sempat singgah ngopi di bukit bintang tanpa beli jagung bakar karena kalau sama jagung bakar harganya sudah beda..hahaha.  Sampai di Jogja Menuju Penginapan Besoknya Jalan-jalan kota sebentar. Jam 3 kami pulang dari Jogja setengah 9lebih kita sampai Surabaya.

map diygungpurbanglamborsby

Ini dokumentasinya :

DCIM

 

Terima kasih terima kasih atas semua supportnya dari rekan-rekan pembaca dan suetoclub tim akhirnya setelah sekian lama ada posting lagi untuk awal tahun 2018 ini. See you the next trip Gaess!

Berikut Videonya :


IMG_20180108_175932_071dila

Hi Gaes Salam wildlife!Masih suasanan liburan tahun baru dan memang sebagian sudah ada yang masuk kantor tapi masih ada yang libur jadi kami memanfaatkannya untuk meneruskan liburan ini ke Jogja tahun sendiri Jogja kalau waktunya liburan sudah macet dimana-mana kalau sudah ada yang sebagian kerja wisata Jogja kan jadi gak seberapa ramai.

Perjalanan dari Tulunggagung kami pilih rute via Tulungagung-Trenggalek(yang istri bupatinya arumi bachin itu lo)-Ponorogo-Wonogiri-Klaten-Prambanan-yogyakarta lama perjalanan sih sekitar 5jam berangkat jam 1 siang sampe Jogja sekitar jam 5 sore lebih menjelang magrib.

Karena sudah kecapean kami putuskan malam itu keliling kota Jogja saja baru kemudian paginya explore Gunung Kidul yang tujuan utamanya adalah Puncak Gunung Api Purba Ngelanggeran dan Pantai Nglambor.

Pagi Sekitar jam 9 pagi kami berangkat dari penginapan. Rutenya bisa dilihat di google map. Kalau perjalanan tidak sampai 1jam sekitar 45 menit dari pusat kota.

Masuk Kawasan wisata gunung api purba anda akan dimanjakan dengan pemandangan pedesaan yang asri. Namanya desa wisata ada beberapa wisata yang bisa kunjungi disini misalnya pendakian gunung api purba, embung ngelanggeran, curug, air terun banyunibo dan kedungkandang.

Saat itu yang kami kunjungi adalah puncak gunung api purba, parkir dan bayar tiket masuk sebesar idr 32k sudah separkir motornya. Kami prepare dan bersiap mendaki, jalur pendakiannya di bagi dua alur untuk mendaki dan jalur untuk menurun, keduanya mempunyai medan berbeda, yang jalur pendakian bisa sedikit extreme dan memacu adrenalin yang jalur menurun sedkit memutar dengan track yang datar.

Untuk sampai puncak di ketinggian 700mdpl saja dari loket masuk membutuhkan waktu sekitar 1-1.5jam saja tergantung kemampuan personel masing-masing dan diperjalanan pendakiannya ada spot-spot yang memang dibangun untuk berfoto selfie. Kalau tidak salah ada 3 pos yang bisa dibuat untuk singgah beristirahat menikmati pemandangan disekitarnya.

Sampai di puncak gunung api purba anda akan disungguhkan pemandangan gunung kidul, embung ngelanggeran dari atas gunung, juga gunung api purba yang sebelahnya yang tampak sama tingginya, kota jogja dan yang menakjubkan tentunya pemandangan gunung merapi dan merbabu jika suasana sedang bagus-bagusnya. Menurut kami semua kelelahan itu terbayarlah.

Puas menikmati puncak kami turun melewati jalur menurun kedua, di pos 2 jalan menurun ada hutan rumah kera, kemudian jalur untuk menuju ke parkiran agak sedikit memutar tapi jalannya masih dalam tahap pembangunan dan melewati ladang perumahan warga.

Sampai di parkiran kami mandi sejenak karena memang fasilitas seperti wc, warung sudah lengkap. Setelah segar kembali kamipun bersiap melakukan perjalanan jauh menuju pantai selatan gunung kidul.

Boleh dilihat Dokumentasi berikut ini :

Trims Langsung lanjut ceritanya di part 2 Yah..

Berikut Videonya :

V

Video 2


DCIM

Ranu Gumbolo

Salam wildlife Gaes!Cerita ini lanjutan dari dari part 1 dan masih di Tulungagungkok. Hari ini rencana kami menuju Ranu Gumbolo tapi sarapan dulu. Setelah sarapan sekitar jam 9 pagi kami berangkat. Lokasinya Ranu Gumbolo dekat dengan waduk Wonorejo. Bayar tiketnya cuman Rp 10k saja. Ranu Gumbolo ini tempatnya seperti taman hutan pinus yang telah dikelola pihak perhutani.

Rute Google Map Kalau dari Surabaya :

Perjalanan dari tempat parkir ke tempat view yang katanya mirip ranu kumbolo ini dekat hanya 200meter saja. Pengelolaan tempatnya sudah bagus warung-warungnya juga murah. Via hutan pinusnya juga sudah instagramable abis cuman sayang waktu itu kondisi air sungainya lagi surut jadi view ranu kumbolonya jadi tidak ketemu atau tak terlihat tampak seperti ranu kumbolo..hahaha..padahal malamnya juga sudah hujan deras.

Setelah puas mendokumentasikan keindahan alam sekitar kamipun bertolak kembali pulang ada yang meneruskan perjalanan ke Surabaya ada yang melanjutkan wisata menuju yogyakarta.

Berikut Dokumentasinya :

Tunggu cerita perjalanan saat di Yogyakarta ya Gaes..

Berikut Videonya


HI Gaes Salam Wildlife!Sudah lama tak posting cerita perjalanan..

Touring kali ini adalah menyambut kemeriahan natal dan tahun baru 2018..Menyosong masa depan yang lebih cerah dengan terus mengexplore keindahan tanah air Indonesia.

Target utama adalah menghindari aktifitas kemeriahan di kota dan menikmati camping di pedalaman. Tujuan kali ini adalah “Pantai Coro dan Banyu Muluk Tulungagung”

Start tanggal 31 pagi tim Sueto yang ikut ada  9 orang.

Berangkat dari Surabaya menuju dari jam 11.00WIB Tulungagung. Rutenya Surabaya-Krian-Mojokerto-Mojowarno-Pare-Kediri-Tulungagung-Campur darat-Besuki-Besole-Pantai Coro Sampai di Campur darat prakiraan waktu itu sekitar jam 5 sore sempat makan siang sejenak di pare. Masuk kawasan wisata pantai popoh sekitar jam setengah 6 magrib.

Rute Google Map :

Saat itu pemandangan langit termasuk kategori amazing cuaca cerah. Menikmati sunset adalah menu favorit. Kemudian setelah mathari tenggelam kami masuk melalui jalan baru ke pantai coro. Untuk saat ini cara masuk ke pantai coro ada dua jalur lewat pantai popoh. Jalur pertama lewati kawasan pantai popoh masuk retribusi wisata pantai popoh kemudian baru retribusi pantai coro kemudian parkir boleh jalan kaki boleh pakai ojek. Jalur kedua yang kami lewati dari bukit pandang sebelum masuk kawasan wisata pantai popoh kami lewat jalan makadam yang rencana akan dibangun untuk akses langsung ke pantai coro perjalanan sekitar 3-4km kemudian ketemu pos retribusi pantai coro, boleh parkir sepeda, terus jalan kaki naik ojek boleh imbal barang bila mau camping di pantai coro tapi untuk beberapa sepeda saja.

Tujuan saat itu adalah camping di pantai coro akhirnya kami coba masukkan 2 sepeda motor untuk imbal barang dan penumpang ke pantai jaraknya sih lumayan sekitar 500meter tapi jalannya curam dan makadam untung tidak hujan saat itu.

Setelah itu motor kami parkirkan di warung kemudian jalan kaki sekitar 200meter saja untuk ke pantai coro. Awal keinginan kami ingin ngecamp di banyu muluk tapi kondisi saat itu terasa mistis..hehe akhirnya kami ngecampnya di sekitar pantai coro saja tapi di tempat yang agak tinggian biar dapat view pantai dari atas.

Waktu berlalu tenda didirikan, api unggun di nyalakan, guyonan khas suroboyo di obrolkan, kamera disiapkan, waktu berasa lama menunggu detik-detik pergantian tahun dengan ditemani para nyamuk sambil bakar-bakar apa saja yang bisa dibakar dan hujanpun tak menentu kadang deras kadang cuman gerimis. Banyak cerita mistis disini yang tak bisa diceritakan kemudian beberapa Jam pun berlalu dan akhirnya ini lah yang kami tunggu-tunggu malam pergantian tahun dengan sedikit gemuruh kembang apinya. Harapan-harapan di tahun depan pun kami panjatkan satu-persatu keinginan untuk selalu bersama disetiap rintangan membuat semangat positif para personel sueto tim saat itu.

Tahun barupun terlewati kami bersiap istirahat untuk penjelajahan esok lusa. Satu tenda isi 6 terasa lapang saat kami isi orang 9 hahaha…cuaca hujan yang tak menentu, serangan perangdunia nyamuk ke 3, bintang yang kadang malu menampakkan gemerlipnya, bula purnama yang belum sempurna dan angin yang tak berhembus sama sekali menggambarkan betapa beratnya rintangan kami esok…hahaha.

Di Pagi harinya sebagian tim segera bersiap untuk menjelajah wisata berikutnya yaitu banyumuluk yang pesonanya mengundang misteri dari tadi malam dan sebagian tim lainnya turun ke pantai untuk merasakan nikmatnya air laut pantai coro.

   Banyumuluk dari pantai coro jaraknya tak jauh sekitar 200meteran. Kenapa dijuluki banyu muluk(dalam bahasa indonesia berarti air naik) karena disini banyak air sampai atas batuan karang yang naik karena hempasan ombak yang menabrak karang dan didalam batuan karang ini ada semacam gua yang membuat bunyi hempasan airnya khas. Tidak ada apa-apa di area ini hanya gradasi tumbuhan-tumbuhan dan bentukan karang yang bagus. Kalau anda mengharapkan warung tidak ada. Warung hanya banyak di pantai coro. Berikut Dokumentasinya :

Coro Beach

Pantai Banyu Muluk

Kemudian jika dari banyumuluk anda meneruskan perjalanan ke arah timur sekitar 400m anda akan menemukan pantai dadap tapi pada saat itu hujan dan kami tak sempat untuk explore lebih jauh hanya bisa menikmati dari layar video saja.

Kembalilah kami ke pantai coro saat melihat cuaca sedang tak bersahabat. Bermandi ria dengan ombak di pantai coro yang tak pernah tenang. Membuat dokumentasi sebentar sebelum siangnya kami akan prepare kembali ke salah satu rumah singgah rekan kami di waduk wonorejo.

Ternyata firasat kami benar semakin siang hujan semakin deras jalannya pun sudah jelas sangat menantang jalan kakipun terasa sulit karena memang aksesnya tidak digarap dengan cepat tapi lucunya dengan kondisi jalan seperti itu antusias pengunjung semakin siang semakin rame berdatangan tidak perduli bapak-bapak atau ibuk-ibuk paruh baya.

Masalahnya adalah medan karena 2 motor kami masuk ke medan tempur kalau jalannya tidak hujan medan offroad kami sikat saja tapi kalau hujan ya sudah gotong-royong pun akhirnya di perlukan disini..hehe..jalanan lumpur dan berbatu kami libas dengan tipikal ban no tahu..hasilnya banyak motor terhambat lumpur frontfendernya..haha..untung kami segera menemukan kali yang mengalir dan kami bersihkan semua kuda-kuda besi yang bermandi lumpur untuk bersiap ngegas ke pusat kota tulungagung.

Sekitar habis isya kita makan malam dan sampai di waduk wonorejo yang denger-denger sebelahnya ada ranu kumbolo..eh bukan ranu gumbolo..

Malam itu setelah beristirahat sejenak ada sebagian kru ada yang bertolak pulang karena keesokan hari kembali mencari nafkah ada yang tetap beristirahat agar besok paginya bisa explore tempat-tempat wisata lain seperti Ranu Kumbolonya Tulungagung..

Tunggu Next Part cerita perjalanan kami Gaess…

Berikut Videonya :

Video 2


JWD travel merupakan biro perjalanan untuk rekreasi keluarga dan  anak muda yang ingin berpergian, liburan juga berwisata alam  menjelajah alam Indonesia yang indah. Kami juga bertujuan menghadirkan kenyamanan perjalanan dengan ramah dan tepat  demi kepuasan anda. Jadi bergabunglah untuk mendapatkan pengalaman yang menakjubkan.

VISI : JWD travel berusaha selalu menghadirkan destinasi perjalanan
baru untuk dikunjungi agar semakin mengenal keindahan alam 
indonesia. 

MISI : Berusaha mengahadirkan pelayanan dan kenyamanan sebagai
prioritas utama perjalanan kepada patner perjalanan kami dengan
berusaha memberikan edukasi tentang pentingnya menjadi green
traveler saat melakukan perjalanan alam.

Menghadirkan beberapa paket promo travel, tiket pesawat dan tiket kereta api

 Berminat join travel partner bersama kami langsung kontak via wa 08993977971 & 081334230180, FB : Jawa Dwipa Travel Partner, Insta : jawadwipatourand support by suetoclub.com

Hi Salamwildlife!Kali ini ceritanya saya hanya mau ngeshare aerial video aja gaess..ngumpul-ngumpulin file jadi satu yang mungkin bisa dinikmati seluruh bangsa Indonesia dan dunia. Selalu jaga alam dan kelestarian Indonesia karena jamrud khatulistiwa ini serasa takkan pernah habis pesonanya. Thanks rekan-rekan atas supportnya selama ini.


Screenshot_20170626-101154-01

Hi Salam Wildlife!Sebelumnya kami suetoclub mengucapkan mohon maaf lahir batin dan selamat hari raya idul fitri 1438H mumpung masih dibula syawal.

Perjalanan kali kami akan menceritakan cerita tentang libur lebaran mulai dari jombang-malang-bali

Malam Takbiran Saat itu di Jombang Mojowarno tepatnya di desa Jabaran ternyata ramai dengan acara pawai para jamaah mesjid untuk memeriahkan malam takbiran, ada pasar malam kecil-kecilan, ada pawai mobil hias dll. Setiap masjid atau mushola memamerkan keseniannya masing-masing bisa berupa seni, paduan suara dan kostum hias. Begitulah contoh tradisi unik yang rata-rata dilakukan kampung-kampung atau desa-desa di jawa timur.

Besoknya Kami setelah sholat ied pergi ke Karangploso untuk rekreasi melewati ngoro-ngantang-pujon-Songgoriti-Batu-Karangploso. Kemudian di hari berikutnya saat kami akan kembali ke Mojowarno melewati rute yang sama sempat mendokumentasikan suasana waduk saat pagi hari mencoba lewat pandangan yang berbeda.

Mungkin bisa mampir kesini juga http://www.suetoclub.com/2015/07/cangar-waduk-selorejo-dan-karangkates_9.html

Lusa kami kembali ke sda dan bersiap melakukan perjalanan ke Bali mengunjungi rekan-rekan sueto juga yang ada bali jadi rutenya saat itu Singaraja-Bedugul-Denpasar-Uluwatu-Nyang-Nyang Beach- Melasti-Greenbowl-Pandawa-Gianyar-Sukawati-Air Terjun Tegenungan-Tabanan-Surabaya

Bisa Langsung dilihat dokumentasinya

Nyang-Nyang Beach

Insight :

Pantai nyang-nyang ini kalau arah dari nusa dua/kuta 1km sebelum gerbang tiket masuk pura luhur uluwatu. Ada plakatnya masuknya jalannya masih makadam tapi cukup dilewati mobil tiket masuk masih seikhlasnya karena pantai ini baru dibuka sejak 6 bulan lalu sebelum kami datang ketempat itu.

Pantai nyang-nyang ini sebenarnya tempat untuk olahraga parasailing dan surfing beach karena ombaknya tergolong besar, landscapenya aman buat camping,oh iya tapi warung disini harga bule tarifnya..hehehe jadi kalau mau camping mending bawa konsumsi sendiri.

Kalau Mau ke Pantai anda harus menuruni jalan makadam tapi sudah lebar buat motor bisa sekitar 500m. Tipe pasirnya putih halus, termasuk pantai yang unik geografisnya. sangat recomended untuk dicoba ya paling tidak sebelum wisata ini ramai pengunjung.

Kemudian Beberapa rekan ada yang mampir ke Water Blow, Sekumpul, Danau Buyan

Video :

Untuk Sekumpul mungkin bisa mampir kesini http://www.suetoclub.com/2016/03/amazing-touring-suetoclub-explore.html

Sekian Dulu ya semoga para pembaca semakin penasaran-penasaran dengan kisah-kisah kami mengexplore keindahan Indonesia kedepan. Bila ada salah kata dan penulisan tolong di maafkan ya..kan masih bula syawal.. Salam!Sueto Explore Go for Indonesia


 

Salam wildlife!kali ini ada promo dari jawadwipatour&travel gaess untuk mengajak anda sekalian menikmati keindahan pulau sumba. Kalau belum mengenal pulau sumba kita kasih review dulu ya gaess di bawah ini, nanti kalau sudah kenal mungkin anda berminat menjelajah pulau Sumba di lain waktu.

peta pulau sumba

Pulau Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara TimurIndonesia. Luas wilayahnya 10.710 km², dan titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 m). Sumba berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Selat Sumba terletak di utara pulau ini. Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini sendiri terdiri dari empat kabupaten: Kabupaten Sumba BaratKabupaten Sumba Barat DayaKabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur. Kota tersebut juga terdapat bandar udara dan pelabuhan laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan Pulau Timor.

Sebelum dikunjungi bangsa Eropa pada 1522, Sumba tidak pernah dikuasai oleh bangsa manapun. Sejak 1866, pulau ini dikuasai oleh Hindia Belanda dan selanjutnya menjadi bagian dari Indonesia.

Masyarakat Sumba secara rasial merupakan campuran dari ras Mongoloid dan Melanesoid. Sebagian besar penduduknya menganut kepercayaan animisme Marapu dan agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Kaum muslim dalam jumlah kecil dapat ditemukan di sepanjang kawasan pesisir. (Sumber : wikipedia)

*SEKILAS INFO SUMBA*

• AKOMODASI Karena keterbatasan infrastruktur di Pulau Sumba, sehingga standar penginapan yang ada di Sumba berada dibawah standar pulau-pulau lain yang sudah lebih maju seperti misalnya Bali atau Lombok. Di Pulau Sumba tersedia beberapa hotel standar (sekelas hotel bintang 2 dan 3) yang terletak di tengah kota, maupun resort yang terletak di tepi pantai. Namun penting untuk diketahui bahwa beberapa resort tepi pantai, walaupun harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan hotel standar di tengah kota, namun hanya dialiri listrik pada pukul 18.00 hingga 07.00 pagi saja, karena letak daerahnya yang belum dialiri listrik sehingga mereka harus menggunakan listrik tenaga solar dengan kapasitas terbatas.

• MAKANAN Tidak seperti daerah-daerah di bagian barat Indonesia yang kental dengan budaya makanan tradisional, di Pulau Sumba makanan tradisional yang tersedia sangatlah sederhana, sehingga bagi anda yang seringkali mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan, disarankan untuk membawa cadangan makanan ataupun snack yang aman untuk anda konsumsi. Namun begitu, saat anda berkunjung ke Pulau Sumba, pastikan anda tidak lupa mencicipi hidangan seafood segar serta kacang mente dan nasi jagung khas Sumba.

• TRANSPORTASI Jenis kendaraan yang akan digunakan pada perjalanan ini yakni Toyota Innova, Avanza/Xenia, Isuzu Panther, Suzuki APV, ataupun minibus (untuk rombongan besar), tergantung ketersediaan kendaraan pada saat trip berlangsung. • PERJALANAN Jarak antara obyek wisata yang satu dengan yang lain di Pulau Sumba cukup jauh, sehingga banyak waktu yang akan anda habiskan di kendaraan. Kondisi jalanan di Pulau Sumba secara umum sudah baik, namun cenderung berkelok-kelok, sehingga bagi anda yang memiliki kecenderungan mabuk kendaraan, sangat disarankan untuk membawa obat-obatan anti mabuk.

• KONDISI LINGKUNGAN Cuaca di Pulau Sumba cenderung sangat panas di siang hari dan sejuk di malam hari. Pada puncak musim kemarau (mei-agustus), umumnya udara akan terasa dingin pada malam hari, sehingga dianjurkan untuk membawa pakaian hangat. Penyakit malaria masih ditemukan di pulau ini khususnya di Sumba bagian barat, walaupun kasusnya sudah cukup jarang. Karenanya, anda dianjurkan untuk selalu menggunakan obat anti nyamuk saat bepergian, dan pastikan kondisi tubuh anda sedang baik saat melakukan perjalanan. · KEBUDAYAAN Kepercayaan yang dianut masyarakat Sumba tradisional adalah Marapu. Bangunan rumah tradisional serta kuburan batu kuno akan anda temui dengan mudah, terutama di wilayah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Anda dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang sopan (tidak terlalu terbuka)

• PESONA WISATA SUMBA Ada beberapa tempat wisata yang bisa anda kunjungi dan di pulau Sumba kondisi alamnya masih alami otomatis tempat-tempat wisatanya tegolong “AMAZING BADAI” Berikut sedikit penjelasan tentang tempat-tempat wisata di Sumba :

Air terjun lapopu

*Air Terjun Lapopu*, yang tercurah beringkat-tingkat di sepanjang tebing batu setinggi 70 meter

Bukit Mauliru

“Bukit Mauliru”Bukit yang tepat untuk menghabiskan waktu di sore hari sambil menunggu sunset (sumber juragankoppi.wordpress.com)

Bukit Wairinding

*Bukit Wairinding* untuk menikmati sunset. (sumber IndonesiaKaya.com)

danau weekuri

*Danau Weekuri* yang letaknya di kelilingi tebing karang sehingga airnya tenang dan cocok untuk berenang. (sumber Kesiniaja.com!)

Kampung Adat Prailiu

*Kampung Adat Prailiu* yang terletak di tengah kota Waingapu. Disini anda dapat melihat Kubur batu besar milik raja dan anda dapat membeli tenun ikat yang di jual langsung oleh pengrajin, serta dapat berfoto menggunakan pakaian adat Sumba.

Pantai Anameha

*Pantai Anameha* ini bersebelahan langsung dengan Pantai Weekataku yang unik karena ada batu berbentuk candi di pantainya (sumber Mad Alkatiri – WordPress.com)

Pantai Mandorak

*Pantai Mandorak*, yang anda bisah melihat pantai pasir putih yang terletak di antata celah tebing batu, anda bisah cliff jump dari tebing setinggi 8-10 meter. (sumber Indolah.com)

Pantai Mawana

*Pantai Mawana* dengan batu bolong buatan alam, anda dapat turun menuju Pantai Mawana dengan menuruni tebing yang terjal tanpa jalan setapak.

foto-pantai-pero-sumba

“pantai Pero”melihat matahari terbenam di laut samudra Hindia. (Sumber National Geographic Indonesia)

kampung adat ratenggaro/ratenggaro beach

Kampung Adat Ratenggaro* yang memiliki rumah adat dengan atap paling tinggi dan di Sumba dan kubur satu kubur batu terbesar di sumba (sumber https://id.pinterest.com/pin/566468459355569914/)

pantai tarimbang

*Pantai Tarimbang* yang merupakan pantai terbaik untuk kegiatan surfing (sumber https://id.pinterest.com/yohanawu/sumba/?lp=true)

Pantai Walakiri

*Pantai Walakiri*. Yang terkenal dengan ciri khas pohon bakau yang melengkung dan pasang surut akan terlihat seperti sedang menari.

Kampung Tarung

*Kampung Adat Tarung* yang berada di tengah kota Sumba Barat dan kita dapat melihat rumah adat serta batu-batu kubur megalitikum (Sumber Lifestyle Liputan6)

Paket 4D3N :

2 Pax Rp 4.400.000,- Price/Pax

3 Pax Rp 3.450.000,- Price/Pax

4 Pax Rp 2.950.000,- Price/Pax

5 Pax Rp 2.650.000,- Price/Pax

6 Pax Rp 2.400.000,- Price/Pax

Paket 5D4N :

2 Pax Rp 5.350.000,- Price/Pax

3 Pax Rp 4.400.000,- Price/Pax

4 Pax Rp 3.500.000,- Price/Pax

5 Pax Rp 3.150.000,- Price/Pax

6 Pax Rp 2.950.000,- Price/Pax

Paket 6D4N :

2 Pax Rp 6.750.000,- Price/Pax

3 Pax Rp 5.250.000,- Price/Pax

4 Pax Rp 4.500.000,- Price/Pax

5 Pax Rp 4.000.000,- Price/Pax

6 Pax Rp 3.700.000,- Price/Pax

Harga bisa berubah sewaktu waktu, stok terbatas
reservasi 08993977971/081334230180

Info lebih lanjut bisa check link ini fb fanpages


P_20170430_094912_HDR

Hi salam wildlife!Pagi Gaess!tidur yang nyenyak di gili trawangan. Tujuan kali ini adalah bertemu kru lain sueto yang juga mampir ke gili trawangan kemudian lanjut wisata alam bawah laut pakai paketan yang ekonomis itu lo harga paketannya sekitar Rp 75.0000-Rp150.000,-/orang tergantung fasilitas. Untuk penambahan fin juga dikenakan Rp 15.000,-. Persiapan berangkat sekitar jam 10pagi sampai jam 16.00 WITA. Spotnya ada 3 yaitu spot rendah terumbu karang, spot ikan sedang, dan spot diving atau penyu dalam di gili meno, ada istirahat makan siang juga di gili air.

Setelah selese seharian snorkling, kami bergegas bersiap untuk kembali pulang Surabaya. Perjalanan pulang hari itu dari bangsal melewati sengigi ditemani oleh hujan sampai kota mataram. Sampai kota kami berkeliling sejenak mencari oleh-oleh dan ekspedisi barang. Perjalanan Mataram-Lembar baru dimulai sekitar jam 22.30WITA. Sampai di pelabuhan dan membayar tiket ferry sebesar Rp 112.000,-/motor 2 kepala. Masuk ferry sekitar jam 23.30WITA, kami cari tempat yang enak untuk beristirahat karena perjalanan Lembar-padangBay sekitar 5jam.

peta bangsal-singaraja

Sampai di Padangbay kami sekitar jam 5 pagi. Rutenya dari Bali kami menuju Singaraja sempat istirahat di warung masakan jawa di amlapura. Sempat mengambil dokumentasi di desa karangasem. Sampai Singaraja sekitar jam 10. Mampir istirahat kerumah rekan sueto kemudian start lagi sekitar jam 15.00 WITA. Estimasi Perjalanan sekitar 3jam sampai Ketapang. Keluar Ketapang Sekitar jam 18.30WIB. Setelah Makan Malam dilanjut perjalanan sampai di Paiton sekitar jam 22.00WIB. Dilanjut lagi akhirnya dari Surabaya sekitar jam 2 Pagi. Besoknya sudah kembali lagi ke rutinitas normal setelah melakukan perjalanan  jauh dan extreme. Meskipun banyak cerita saat perjalanan yang penting kami bisa bahagia menikmati saat-saat liburan.

peta singaraja-sby

Semoga cerita perjalanan kami ini bermanfaat bagi semua pembaca yang berkunjung ke web kami. Terimakasih selama masih ada nafas untuk menjelajah Indonesia kami akan terus bercerita tentang keindahan Alas Nusantara ini.

video

%d blogger menyukai ini: