Tag Archive: 30 Januari 2013 | 01:54 WIB Dibaca: 186 Komentar: 3 0 bermanfaat Tips Trik Menarik Keyword Pengunjung Blogger Bagi pecinta blog atau web pastinya menginginkan blog kita di penuhi pengunjung atau banya



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

1436H

“Seiring suara takbir yang menggema memuji dan mengangungkan nama-MU
Teriring air mata jatuh di pipi yang di liputi segala penyesalan
waktu terbuang , merasa diri berurai slah dan dosa
Ya Allah , ampunilah segala dosaku
Jadikan hari yang fitri untuk menjadi pijakan tobatku
Dan tuntunlah hamba untuk senantiasa di jalan lurus-Mu”

Mewakili segenap keluarga dan teman-teman maka suetoclub mengucapkan mohon maaf lahir batin dan selamat idul fitri 0:) dan moga bisa terus memberikan cerita-cerita perjalanan di Indonesia

oh iya sekalian mampir ke(www.suetoclub.com)


IMG_3375

HI salam wildlife!Kali ini suetoclub jelajah pantura nih…yup tujuan kali ini ke Tuban kota di jatim yang berada di pesisir utara mungkin sudah banyak yang tahu kalau pantai boom tapi kali ini kita punya tujuan berbeda yaitu explore 2 pantai di perbatasan antara kota Rembang dan Tuban yaitu pantai  wisata sowan dan pantai pasir putih remen. Nah untuk part pertama ini kita langsung dari Surabaya menuju pantai Sowan dahulu dengan turing one day trip.

Pantai sowan sendiri terletak di Desa Bogorejo ,  Kecamatan bancar, sekitar 35 km arah barat dari kota Tuban. Berangkat dari Surabaya tepat jam 8 pagi melewati jalan pantura yang saya pikir sudah lebih baik daripada saya 2012 lalu waktu ke karimun jawa. sekitar 2 jam kami sampai Tuban nah setelah ini jalannya sudah mulus dan lebar ke arah jawatengah tapi minim penerangan lampu kalau malam jadi hati-hati saja. tak sampai 1 jam 45 menit kami sudah sampai ke wana wisata Sowan pinggir jalan sebelah kanan persis kalau dari arah Tuban dan ada plakatnya. Masuk ke pantai Sowan dikenai tarif sekitar 8000rupiah permotor dan 2 orang. Kemudian kami masuk ternyata lokasinya asri juga dan juga digunakan sebagai tempat outbond. Cari tempat parkir dan hunting dokumentasi yang bagus dulu. Ternyata sudah banyak anak-anak remaja dan beberapa keluarga disini ada yang pacaran, cangkruk, olahraga dll. Tapi disini angin sangat kencang waktu itu seperti kena blower angin level 3..haha jadi yang difoto jadi agak sipit-sipit gimana gitu..hehe.

Kemudian kami berjalan menyusur ke timur alahkah indahnya justru kami terpanah dengan area  hutan dan tumbuhan banyaknya pohon klampis, mahoni, tapis dan trembesi daripada area pantainya karena kami merasa ada sesuatu yang “be different” disini yaitu hutan mirip Baluran mungkin bisa mampir di link ini https://suetoclub.wordpress.com/2012/01/07/greentour-to-baluran-sebuah-tempat-mirip-afrika-kecil-di-indonesiasuetoclub/padahal waktu di Baluran kami tak sempat foto dihutannya takut disruduk badak wkwkwkwk..Oke kami cari passion yang bagus untuk foto saat itu so?…Beginilah dokumentasinya cekidot..

IMG_3357 IMG_3361 IMG_3362IMG_3373IMG_3404IMG_3408IMG_3460black n whiteIMG_3414IMG_3442IMG_3417IMG_3455IMG_3455SDBIMG_3464IMG_3502

IMG_3401 IMG_3399 IMG_3371 IMG_3395

Pantai sowan ini sebenarnya paduan landscape yang unik dan bagus, untuk pemandangan laut memang tidak sebagus laut selatan yang berbatasan dengan samudra yang mungkin lautnya lebih biru tapi itu hanya masalah alam saja tapi yang kami tekankan lagi yaitu biar wisata ini bisa dinikmati anak-cucu kita tolong setiah ke wisata manapun di jaga kebersihannya terutama ajari anak-anak anda untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan lebih baik bawa dulu atau masukin kesak sampai bertemu tempat sampah. Kemudian kami langsung lanjut ke pantai berikutnya biar tidak kesorean yang tempatnya lebih misterius lagi  yaitu pantai pasir putih remen yang akan kita bahas di posting part2..oh ya bagi yang perjalanannnya jauh misal seperti kami yang membawa sepeda motor bebek atau matic kami tekankan mending beli bensin dulu dikota terdekat karena jarang ada pom bensin yang bagus di area ini sekitar 20km-25 belum tentu ada pom bensin buka 24 jam di area ini bayangkan jika anda malam-malam melewati daerah ini sendirian sudah ban bocor, bensin habis lagi, belum lagi disituasi sekarang yang marak begal, ketemu pom bensin tapi tempatnya horor, habis gitu anda dicurangi lagi saat isi bensin dipom horor bisa-bisa bukannya pleasure yang anda dapat tapi petaka..haha apalagi kami punya cerita yang sedikit horor disalah satu pom bensin di pantura ini  nanti saja simak ceritanya di part 2 arah pantai pasir putih remen..next story!

landscape

pasir  pasir putih remen..Okey next story


10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


Salam wildlife!Kali ini cerita dan sharing destinasi baru yang ditulis, mengenai hasil jalan-jalan rekan hilmy sueto di Jember. Jadi ceritanya seperti ini :

Air Terjun Tancak adalah wisata di Jember yang masih sangat jarang dijamah wisatawan kecuali para pendaki lokal dan para pramuka, tanpa adanya tangan pemerintah daerah yang ikut campur sehingga belum ada fasilitas yang cukup memadai namun Alhamdulillah masih bersih dari sampah non daur ulang. Air Terjun Tancak ini tanpa tiket masuk alias  GRATIS.
Tepat lebaran tahun lalu saya dan adek kembar (dek fizha – dek ipung) menakhlukan trekking menuju Air Terjun Tancak kawasan Gunung Pasang di Jember. Gunung Pasang ini sendiri merupakan anak gunung dari Gunung Argopuro, tepatnya di bagian selatan Gunung Argopuro.
Letak Air Terjun ini berdasarkan lokasinya berada sekitar 16 km arah Barat Daya kota Jember, di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Dengan Koordinat GPS  -8.0726890 113.6228790 (googlemaps,2013).

Meskipun saya orang Jember asli, tapi Air terjun ini baru saya kunjungi tahun lalu (2012).

Jika dari arah Surabaya, atau arah barat kota Jember, tidak perlu memasuki kota Jember. Setelah melalui pasar Rambipuji, akan menemui lampu lalu lintas pertigaan. Ambil arah kiri ke arah Rambi Gundam terus ke Panti, dan lanjutkan perjalanan hingga menemui petunjuk arah ke Air Terjun Tancak. Pertigaan ini tempat bertemu dari arah kota atau timur Jember (boerhunt,2012).

Pada tahun 2007 kawasan Air terjun tancak pernah longsor hebat, perjalanan menuju lokasi juga hancur, jembatan besar menuju desa suci juga terputus. Setelah masuk daerah Serut, nanti terlihat jembatan kayu, jembatan penghubung sementara setelah kejadian longsor. Saya pun mengabadikan jembatan kayu itu, bagus sekali.

Ada pos perhentian untuk istirahat di pos evakuasi bencana gunung pasang, terdapat warung dan masjid disana, dan tepat berhadapan dengan sungai yang jembatannya terputus pula, sehingga desa terisolasi pada waktu itu.
Jembatan baru pada awal saya kesana (2011) masih berupa tanah tak beraspal, namun kokoh.
Pada awal saya kesana bersama ibu dan bapak serta dek fizha, kami gagal karena hujan lebat saat mencapai pos evakuasi bencana gunung pasang. Kunjungan kedua pun menuai kegagalan karena salah jalan.
Pada kunjungan ketiga, yaitu tahun lalu, saya dengan adek kembar berhasil mencapai Air Terjun Tancak.

Destinasi pertama adalah Pos evakuasi bencana Gunung pasang, Destinasi kedua adalah Tempat Parkir pintu awal dimulainya trekking disebelah musholla (tempatnya pak war).

Untuk bisa mencapai lokasi Air terun Tancak pun perlu perjuangan yang tidak mudah. Maklum, untuk mencapainya harus memarkirkan kendaraan cukup jauh dari lokasi, menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dengan mendaki lereng Gunung. Selain itu, terdapat banyak jalur yang mengecoh para pendaki.
Perjalanan ke Air terjun Tancak dikatakan berhasil ketika kami melewati hutan bambu.
Hutan bambu hanya terdapat di jalur asli menuju Air Terjun Tancak. Panorama jalur menuju lokasi Air Terjun Tancak akan melewati argowisata hutan kopi, hutan cokelat, sungai kecil yang mengalir sayu dengan air yang sangat jernih, hutan bambu yang cukup mendebarkan, beberapa jalur pendakian (disarankan ada guide), anak gunung lain dari gunung Argopuro, dan hijaunya Indonesia 🙂
Akan ada tebing yang sangat curam dengan posisi sudut depresi 30 derajat, disini saya sangat beruntung membawa tali, dan saya naik menggunakan bantuan akar pohon dan tali yang diikat di pohon yang kuat. Pendakian (hiking) tebing curam hanya ada dua, sisanya kami lanjutkan trekking seperti biasa. Air Terjun Tancak bisa dibilang memiliki level kesulitan Medium, sehingga ketika hari sabtu, banyak para pramuka dan atau pendaki pemula untuk tes pendakian disini.

Setelah terlihat jelas Air Terjun Tancak dari kejauhan, semangat kami makin membara, untuk mencapai final step, kami menelusuri sungai kecil dengan pohon raksasa tumbang diatasnya, disini saya kehilangan minuman sprite yang sengaja saya beli di terminal Rambipuji Jember.

Air Terjun Tancak sangat indah sekali, disana suara kami menggema karena dikelilingi oleh tebing yang sangat curam. Waktu kami kesana, kami mendapati bekas api unggun yang telah menjadi abu. Areal perkemahan disini lumayan luas. Disini dingin sekali suhunya, sangat dingin. Saya sempatkan sholat diatas batu yang datar sebelum kami melakukan perjalanan balik. Air Terjun Tancak yang memiliki debit air sekitar 150 m3 per detik ini (nusapedia, 2013).
Waktu yang kami tempuh dari lokasi parkir pak war dengan monyet jahilnya menuju Air Terjun Tancak adalah 2,5 Jam pendakian selama kurang lebih 3KM, 1 jam menikmati Air Terjun Tancak dan 2 jam turun (balik pulang). Total waktu yang dihabiskan adalah 5,5 jam.

Maka saya sarankan :
1. Nyampe pos parkir kendaraan (2rb spd motor, 4rb mobil) jam 9 pagi, biar bisa lama di lokasi Air Terjun.
2. Jika mau berkemah, bilang ke bapak penjaga parkir kendaraan (pak War) yg ada monyetnya.
3. Siapkan Kamera dan baterai yang benar-benar full (klo ada batere cadangan silahkan dibawa).
4. Jaket tebel (dingin banget di lokasi Air Terjun Tancak).
5. Tali pramuka.
6. Pisau/Alat tajam pemotong ranting.
7. Alas kaki dengan grip yang bagus (klo ada sepatu gunung silahkan pakai).
8. Tanya Jalur yang jelas menuju Air Terjun Tancak kepada petani lokal (ada banyak jalur di perjalanan).
9. Klo ada temen yang dah pernah sih mending diajak buat jadi guide, klo nggak ada hubungi pak war.
10. Perhatikan cuacanya, jika kabut telah sedikit terlihat (biasanya jam 4 sore) atau awan mendung (you know what I mean, 2 tebing curam yang dilewati sangat rawan banget klo hujan) maka lebih baik turun.

Berhubung laptop saya hilang dan data-data SUETO hilang semua , mohon maaf jika saya tidak dapat melampirkan video dan foto perjalanan kami.

Berikut foto-fotonya :

Pos nya cak war ,, penguasa gunung pasang, hahahaha! (jemberajib,2010)

Jalur yang banyak tuh menantang banget! (jemberajib,2010)

Potrait Air Terjun


Kali ini Cerita dari sahabat Hilmy Suetoclub ..

DSC03242

Maret adalah bulan liburan loh , bayangkan ada liburan yang sangat panjang dari sabtu sampai selasa (4 hari) .. sayangnya untuk 4 hari itu , kami disibukkan untuk tugas dari kampus. akhirnya event SUETO kami adakan hari senin tanggal 11 maret 2013 dengan berangkat selepas shalat isya’ sampai esoknya 12 maret 2013 malam hari. event tersebut adalah perjalanan ke seven source waterfall , dan insya Allah postingan tentang seven source sudah terbit di group facebook sueto.

nah ,, gimana sih rasanya kalo ada liburan sepanjang itu tapi kitanya ga bisa menikmati dengan baik? pasti bete banget kan? hehehe ..

oke , saya hilmy , salah satu dari 4 orang pendiri SUETO ,, berencana mengeksplor wisata yang ada di utara jawa. jujur saja, sampai saat ini SUETO adalah organisasi extreme touring yang sudah dikenal se-Indonesia dengan spesialisasi eksplorasi bagian samudera hindia. tanggal 12 maret 2013 adalah liburan hari terakhir, rencana saya adalah ke pulau bawean di gresik. dan ketika saya planning timeline perjalanannya, waktu yang dibutuhkan tidak bisa sehari.
segera saya kontak hima , calon istri saya , yang kebetulan sedang tidak sibuk untuk hari itu. saya mengajaknya untuk mengunjungi hutan penangkaran mangrove (bakau).
saya tau , dia hanya tau kalo hutan mangrove ada di bosem wonorejo. kali ini saya ingin mengajaknya ke hutan mangrove di pulau madura !!

tujuan kami adalah: NEPA. nepa adalah sebuah desa yang bertempat di wilayah banyuates kabupaten sampang , madura.
disana adalah hutan penangkaran mangrove (bakau) pulau madura.
kami berangkat dari Mulyorejo pukul 11.00 wib, kemudian ke asrama mahasiswa sebentar untuk menyerahkan tugas laporan ke arip. setelah itu kami berangkat dengan kecepatan maksimal 60 km/jam menyisiri utara madura.

kami melewati jembatan terpanjang di Indonesia ..

sampai di bangkalan , kami sempat berputar-putar karena adanya jalur satu arah yang membingungkan ..
fiuhh , akhirnya sampai di daerah ArosBeye pukul 12.45 wib , saya memutuskan untuk beristirahat sebentar untuk sarapan , yupp kami belum sarapan pagi 🙂
di daerah ini kami juga membeli bensin terlebih dahulu .. oke , perlu diketahui perjalanan ini membutuhkan 7,77 liter bensin premium untuk ukuran Supra X 125 , yang artinya butuh setidaknya 35ribu untuk pulang-pergi dan itu nge-press habis waktu sampai surabaya lagi.

setelah sarapan di warung ijo dan sholat dhuhur berjama’ah di mushola tepat dibelakang warung ijo , kami melanjutkan perjalanan , sampai tanjung bumi pukul 14.10 wib kami istirahat sejenak , untuk mengetahui apakah telah sampai di tanjung bumi atau belum , dapat temen-temen extreme SUETO lihat menara mercusuar dan pantai yang tenang , pantai ini merupakan tipikal tanjung , sehingga temen-temen tidak dapat menemukan pasir disini , biasanya setiap menjelang siang hari ada nelayan yang berjalan hampir mendekati menara mercusuar untuk menjaring ikan. perlu diketahui temen-temen extreme SUETO bahwa dari ArosBeye sampai kawasan ini, jalanan cukup rusak, berlubang dan bergelombang.
tanjung bumi merupakan perbatasan kabupaten bangkalan dengan kabupaten sampang.
( INI FOTO PANTAI TANJUNG BUMI )

 

pom bensin ArosBeye

pantai tanjung bumi (4)

pantai tanjung bumi (2)

DSC03267

DSC03248

DSC03244

DSC03241

( INI FOTO MERCUSUARNYA )

pantai tanjung bumi (6)
disini kami melanjutkan perjalanan , sekitar beberapa meter ke arah timur kami menjumpai gapura selamat datang di kabupaten sampang. setelah tugu sampang , kami memasuki kawasan Banyuates .. yupp, kami sampai !!
ada beberapa jalur menuju daerah nepa. tapi, inget ini ..
sebelum naik jembatan panjang , langsung belok kiri .. tepat sesaat awal tanjakan jembatan , belok kiri.
jalurnya lumayan cukup untuk satu mobil saja .. bisa dibayangkan ketika ada dua mobil arah berlawanan ada dijalur ini maka salah satu harus mengalah untuk mundur terlebih dahulu ..
disisi jalan menuju lokasi hutan nepa terdapat sawah ladang , dan disisi kanan dijumpai perahu nelayan. untuk mengitari dan mengamati mangrove (bakau) maka kita harus menyewa perahu kecil milik nelayan.
kali ini kami cukup mengamatinya dari jauh.
ternyata di desa Nepa ini tidak hanya menawarkan wisata bakau , tetapi juga terdapat hutan kera seperti halnya sangai di bali. selain itu juga pantai nepa yg tenang dan bersih ..
three in one nih ceritanya. mengunjungi hutan bakau (rawa-rawa) , dapet bonus hutan kera plus pantai yg bagus banget ..
kawasan ini murni GRATIS , kecuali biaya parkir dan tour guide dadakan 🙂
ceritanya , kami (saya dan calon istri saya) seketika menjumpai orang sekitar (warga desa nepa) di dalam kawasan hutan kera yang meminta uang dengan cara memberi jasa sampai tempat makam. dan kami tidak dapat menolak (memang tidak diizinkan untuk menolak ; sifatnya harus ; memaksa).
hah? makam? yupp!! hutan kera tuh identik dengan makam prabu segoro , konon katanya kera di kawasan ini adalah anak buah dari prabu segoro ini .. hmm , ceritanya koq mirip kera sakti dari gunung hua kow ya? hehehe ..
kami beri 15 ribu untuk jasanya. biaya parkir sebesar 2000 untuk roda dua dan 5000 untuk roda empat.
kesempatan loh , roda tiga dan roda enam tidak membayar , jadi temen-temen bisa bawa becak ato bajaj kesini , GRATIS !!

( INI FOTO2 SAAT BERADA DI PARKIR , MENUJU HUTAN , DI HUTAN )

DSC03240

DSC03243

DSC03250

DSC03261

DSC03258

DSC03255

DSC03262

kami sampai di desa Nepa pukul 14.25 wib. setelah puas di hutan kera , kami menyusuri pantai ini dan berhenti sejenak memandangi ombak dan berbincang mesra (yang jomblo jangan envy loh yaa , hahaha *lirik admin dicky tom*). sebagai catatan , dari desa nepa ada waduk nepa yang berjarak 4KM dari tempat ini , sedangkan ketika saya lihat jam tangan spesial , tepat menunjukkan pukul 15.55 wib. dan sepertinya pada event besar SUETO , saya akan mengajukan tempat waduk Nepa untuk dikunjungi sebelum ke pantai lombang yang terkenal di mata wisatawan asing sebagai surganya pulau madura itu 🙂  *ini mungkin karena mereka tidak mengetahui bersihnya pantai Nepa*

sebagai catatan , pantai Nepa jarang dikunjungi turis ataupun wisatawan karena letaknya yang terpencil dan yang terkenal adalah hutan bakau (mangrove) nya daripada pantai itu sendiri, sehingga hutan kera maupun pantai Nepa benar-benar bersih.

sebelum balik , kami menyempatkan diri untuk mengabadikan momen berdua di pantai Nepa.

( INI FOTO KAMI BERDUA .. SERASI BANGET !! )

BFMRFStCYAAmKGt

kami tepat balik pukul 16.00 wib menuju surabaya. seketika melewati jalan bergelombang dan berlubang tadi , akhirnya ban sepeda motor saya bocor. kemudian kami menuntun sejauh sekitar 1 KM di kawasan tanjung bumi.
kami asharan berjama’ah di klakah , di masjid sekolah SDN Klampis Timur , jalan raya klampis , pada pukul 17.30 wib.

lalu saat kami melanjutkan perjalanan menuju surabaya , kami mendapatkan kabar dari teman kami di surabaya jika surabaya diguyur hujan deras. dan ketika saya memandang awan di daerah barat memang sangat gelap, seketika hujan turun begitu lebat. kami berhenti di masjid jami’ nurus salam daerah Gebang , bangkalan , Madura pukul 18.20 , dengan niat sekalian sholat maghrib. Masjid ini begitu besar dan luas , jika temen-temen ingin istirahat , saya sarankan di masjid ini. halaman parkiran juga begitu luas dan mampu menampung 5 buah bis sekaligus.

Setelah 30 menit kami di masjid tersebut , dan hujan telah dirasa sedikit reda ,kami melanjutkan perjalanan pada pukul 18.50 wib. dan dinner  berdua (bener2 berdua karena kami pengunjung paling terakhir) di rumah makan sebelah bebek sinjay pada pukul 19.15 – 19.45 wib. kami tidak membayar parkir karena pak parkir sudah pulang .. yupp , kami bener2 dateng tepat disaat rumah makan tersebut tutup.

( INI FOTO KARCIS TOL MASUK DARI MADURA DENGAN BIAYA Rp.3000 )

IMG00301-20130319-0051

sampai mulyorejo tepat pukul 21.00 wib disambut minuman energen panas setelah melewati hujan badai bersama ..

hari itu , susah senang kami jalani bersama .. ahh , bersyukur saya memiliki dia 🙂

BFMQce5CYAAfQxI a9e4c4935ffb1bfe0060b7d8085ddb8d

 

 


sumberpitu

Sudah lama tak bersua kawan-kawan penjelajah kalau begitu salam dulu Wild Life! Kali kami akan memulai cerita perjalanan lagi menuju Sumber 7 yap letaknya di Kab Malang, Kec Tumpang, Desa Dawuk jaraknya sekitar 30km dari kota Malangkok.

Petanya kira-kira seperti ini :

denah_peta_malangsd_tumpang

Nama Sumber 7 itu sendiri berasal dari gabungan beberapa air terjun yang bersumber dari 7 tempat yang berbeda. Yah kelihatannya ini sumber 7 yang satu-satunya ada di Malang tempatnya pun masih begitu alami. Jadi begini ceritanya.

Perjalanan dimulai awal pertengahan Maret 2013 ini berangkat malam dari Sby menuju ke home base Malang untuk ngePES 13 sebentar…karena perjalananannya memang direncanakan paginya. Sebenarnya tujuan kita ada 2 satu hari itu pertama ke pantai Mondangan kemudian baru ke sumber 7 karena ada kendala termasuk kendala cuaca akhirnya kami putuskan satu tempat saja yaitu menuju ke Seven Source Tumpang.

Kemudian paginya kamipun setelah bersiap-siap dan berangkat perjalanan dilakukan dengan santai karena memang jaraknya yang dekat tempatnya pun dekat dan arahnya sama dengan arah coban pelangi yaitu arah Tumpang pendakian Bromo kalau gak salah tidak sampai 1 jam waktu itu dari Malang Karangploso ke desa duwet. Setelah masuk area desa Duwet dari sinilah yang lama kami mencari-cari plakat sumber 7 tidak ada dan memang tak ada. Kamipun sampai berputar-putar desa sampai 6kali sambil bertanya-tanya ke warga dan akhirnya kami temukan. Memang secara fasilitas memang kurang memadai meskipun sumber 7 sudah dibuka untuk umum.

Karena tempat parkir juga hanya disediakan di rumah-rumah warga sekitar. Juga untuk jalur menuju ke sumber 7 ada beberapa jalur turunan yang bercabang tapi kami akhirnya memilih jalur turunan yang tercepat sesuai saran masyarakat desa setempat. Setelah parkir motor kami pun bersiap melakukan penjelajahan simak fotonya berikut ini yah ceman-ceman.

Berikut foto-foto ekspedisinya :

IMG_5883 IMG_5869 IMG_5859 IMG_5855 sumberpitu IMG_6054 IMG_5975 IMG_5962 IMG_6048 IMG_6036 IMG_5944 IMG_6019 IMG_5998 IMG_5937 IMG_5951 IMG_5893

Nah demikian foto-fotonya mungkin ini hanya secara dokumentasi saja tapi kalau ceman-ceman suatu saat berkesempatan mampir ke sumber 7 ini aslinya bakal jauh lebih bagus dari pada sekedar foto. Kemudian hari semakin senja akhirnya kami pun bersiap kemabali pulang menuju Surabaya dengan dari air terjun sampai tempat parkir kami ditemani hujan yang indah seindah tempat yang sangat alami dan privasi ini tak menyangka Indonesia ini sungguh begitu indah.

Saran kami kalau suatu saat tempat ini ramai tolong para pengunjung jangan dikotori ya oleh aksi-aksi vandalisme seperti mencorat-coret di batu atau membuang sampah plastik sembarangan karena disayangkan akan menjadikan tempat ini kotor tidak secara alami juga keturunan kita kemudian yang akan semakin sulit mencari tempat indah di Indonesia dan menghargai kekuasaan sang Pencipta yang Maha Indah ini terimakasih.


_MG_0596

Hai Salam Wildlife Sueto!Kali ini kami Sueto tim mengisi kekosongan jadwal touring dengan ekspedisi touring sehari menjelajah pantai Malang. Tujuan ekspedisi kali ini langsung menuju pantai Jonggring Saloko di Malang.Tahun 2012 menjadi tahun yang penuh berkah bagi kami Sueto tim ekspedisi akhirnya sampai ke pantai Jonggring Saloko ini karena sejak 3kali ekspedisi pada tahun 2008 dan 2010 kami tim ekspedisi selalu gagal menuju pantai Jonggring Saloko ini dikarenakan faktor x yang memang membuat kami tidak bisa sampai disana selain memang jalanan menuju pantai yang memang makadam dan terjal.

Tahun 2008 kami berangkat dari Batu menuju ke pantai Joggring Saloko menaiki motor Bajaj Pulsar200 hanya 2 orang. Saat itu baru pertama kali ekspedisi kami tidak sampai karena salah perhitungan  waktu kami tiba terlalu sore akhirnya kami kembali dan belum tahu kondisi medan jalannya.  Tahun 2010 sueto tim  berangkat dari Sidoarjo dengan 6 orang dengan mengendarai 2 motor bebek dan 1 motor matic karena dari pengalaman pertama membawa motor laki yang bukan tipe offroad di jalanan menuju pantai Jonggring Saloko ini akan sangat merepotkan dan menguras tenaga tetapi saat itu ada kendala di salah satu motor dan cuaca hujan deras waktu itu. Akhirnya kami kembali. Pada tahun 2008 dan 2010 kami melewati rute Malang-Kepanjen-Pagak-Donomulyo

Kemudian Tahun 2012 ini berangkat hari Minggu bulan Mei akhir saya meneruskan ekspedisi ini mengendarai motor HSX125 hanya 2 orang. Kali ini kami berangkat dari Surabaya daerah Perak jam setengah 8 pagi . Menuju Sidoarjo mengambil peralatan perjalanan ditempuh 1 jam setengah jam 9 sampai Sidoarjo karena macet ada car freeday, Sidoarjo Menuju Singosari 1jam sampai jam10 untuk mengambil barang lagi, kemudian langsung lanjut menuju pom bensin kepanjen untuk mengisi bensin melewati rute berbeda karena disinyalir rute ini lebih cepat karena jalannya sudah lumayan bagus yaitu melewati bendungan Karangkates-Sumber Pucung -Donomulyo-Matraman-Jonggring Saloko dari pada rute kami sebelumnya lewat kepanjen menuju selatan. Sampai kampung awal Jonggring Saloko kami membeli bekal minuman untuk bekal melewati trek cadas dan terjal.

Masuk Kampung awal Jonggring Saloko jaraknya sampai pantai adalah 11km hanya 3km ada perkampungan penduduk sisannya hutan dan tebing kami lewati sejauh 8km dan selamanya 1jam setengah. Perjalanan kami lewati dengan penuh tantangan dan ihktiar karena memang jalanan sungguh cadas batu-batu besar kecil, makadam, lumpur kering, dengan lebih banyak tanjakan dari pada turunan padahal kita menuju pantai seharusnya lebih banyak turunan akhirnya selama perjalanan pun kami benar-benar penasaran  dengan trek jalanan disini. plang demi plang pun kami lewati dan kamipun terus semakin penasaran.

Akhirnya setelah melewati plang terkhir bertuliskan 1km kami pun sampai terlihat sebuah pos pintu masuk tak berpenjaga. Kamipun semakin penasaran hebat sekali kalau pantai yang jalannya sangat susah seperti ini masih ditarik tarif masuk….ha2…kami pun tertawa kenapa juga ada yang membangun pos masuk kurang kerjaan ini yang membangun dahulu. Sebelumnya kami sampai di pantai ini sekitar jam1an.

Sampai pantai kami pun disambut indahnya pantai Jonggring Saloko sesuai namanya yang berarti khayangan…AMAZing!!(yah kami berfikir kenapa jalannya semakin menanjak semakin dekat kepantai ya mungkin karena itu pantai ini disebut pantai Jonggring Saloko) memang semuanya terbayar kelelahan kami selama 11km bertempur dengan jalan terjal dan cadas. Saat dipantai kami hanya bertemu beberapa orang pengunjung bisa dihitung dengan jari tidak sampai 10 orang dan hanya ada beberapa rumah penduduk yang tak berpenghuni di pantai.

_MG_0493

Kami langsung cari spot yang bagus untuk tempat foto-foto sambil menyisir pantai dan menikmati perawannya pantai Jonggring Saloko ini, Sambil kami berjalan lanscape pantai ini mirip sebuah pantai yang pernah kami kunjungi juga di Malang yaitu pantai Goa Cina bisa dilihat di link berikut https://suetoclub.wordpress.com/2011/08/05/touring-24-jam-mengitari-pantai-selatan-malang-pantai-goa-cinapart1/ nah agak miripkan tipikal pantainya juga hampir sama karang pasirnya. Kami pun foto2 menikmati pemandangan di pantai ini.

_MG_0506

Oh iya di pantai ini juga ada yang dinamakan watu gebros sebuah bilahan-bilahan karang yang terkena ombak dan menimbulkan bunyi semburan ombak. Cuman waktu itu kami tidak sempat mengabadikannya karena tidak kerasa setelah foto-foto haripun menjelang sore dan kami harusnya mempersiapkan tenaga  untuk menghadapi medan perang 11km lagi. Saya tetapi masih penasaran dengan jalan kecil yang saya lewati masih ingin mengexplore apakah ada jalan lain selain melewati jalan yang kita lewati tadi karena jalan yang kami lewati sangat kecil dan ada truk angkut kayu seandainya terjadi saling bentrok maka saya pikir jalan satu-satunya adalah mundur dan mencari tempat menepi dikarenakan kanan kiri jalan sudah jurang. Tapi karena diburu waktu kamipun berfikir sambil pulang. Treknya juga asyikk untuk orang-orang yang hobi trekking dan camp di pantai.

_MG_0508

Setelah keluar dan sampai kecamatan  Donomulyo kami langsung menuju Perak Surabaya untuk bersiap mengahadapi aktifitas hari senin. Sekian terima kasih, harpan kami para Sueto tim ekspedisi mudah-mudahan kebersihan alam pantai ini tetap terjaga dan jalanannya mungkin agak sedekit diperbaiki paling tidak layak dan tidak menguras tenaga supaya seluruh dunia dan Indonesia tahu bahwa kekayaan alam di Indonesia itu melimpah dan masih banyak tempat-tempat tersembunyi yang indah seperti surga kecil di nusantara ini pantai Jonggring Saloko salah satunya.

_MG_0516

_MG_0518

_MG_0528

_MG_0533

_MG_0549

_MG_0552

_MG_0564

_MG_0575

_MG_0590

_MG_0602

_MG_0606

_MG_0704

_MG_0707

_MG_0728

_MG_0736

Eh iya waktu pulang kok ada tempat yang bagus akhirnya kami coba photo-photo sebentar….

_MG_0740

_MG_0741

_MG_0745

_MG_0749

Berikut videonya :


Kali ini Sueto memposting sebuah perjalanan salah satu anggota Sueto yang ada di Yogyakarta. langsung saja kita simak ceritanya.

Hari Minggu, 3 Juni 2012 kemarin, saya dan beberapa teman saya pergi ke salah satu obyek wisata andalan wonosari, yaitu Air Terjun Sri gethuk. Air terjun ini terletak sekitar 40 KM dari kota Yogyakarta, unutk menuju ke air terjun tersebut kita dapat menempuhnya dengan segala kendaraan, mulai bis hingga motor. Akhirnya berangkatlah kami sekitar pukul 08.30 dari kota Yogyakarta.

Rute menuju wisata Sri Gethuk Waterfall

Detail Rute

Tujuan utama kami memang untuk menuju  Air terjun Srigethuk. Untuk rute dari arah Jogja kita lewat jl yogyakarta-wonosari-patuk, setelah sampai pertigaan Gading belok kanan menuju Playen, dari Playen cari jalur menuju Paliyan dengan jarak kira – kira 1,5 km setelah itu para pengunjung akan menjumpai papan penunjuk arah dan pengunjung tinggal mengikuti arah menuju ke Objek wisata Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun Sri Gethuk yang dahulu oleh penduduk disebut dengan Air Terjun Slempret.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 30-45 menit, kami pun akhirnya sampai di pos masuk objek wisata itu. Secara keseluruhan perjalanan terhitung lancar, walaupun perjalanan masih ada jalan yang tidak layak untuk dilewati dengan sepeda motor.

Di pos ini terdapat info mengenai objek wisata yang ada di daerah tersebut. Ternyata dalam satu kawasan wisata tersebut ada 2 objek yang cukup menarik, yaitu Goa Rancang dan Air terjun Srigethuk. Setelah membayar karcis masuk seharga 3000/orang dan 1000/orang (untuk mobil 7000/orang) kami memutuskan untuk menuju ke gua rancang terlebih dahulu sebelum kita berbasah-basah ria di air terjun srigethuk.

Gua rancang ini pintu masuknya sangat besar, berbentuk seperti kubah dengan tinggi sekitar 10-15 meter di mulut pintu masuk terdapat pohon besar yang sudah tua yang saya lupa namanya hahaha, kata pemandu lokal pohon itu dapat berbuah dan buahnya berasa manis gimana gitu.

Gua Rancang

Akhirnya kami masuk lebih dalam ke gua rancanng. Untuk masuk kita harus melewati sebuah lubang yang cukup kecil. Mungkin untuk ukuran Mas Tomb akan lumayan kesulitan untuk melewati lubang ini. Setelah melewati lubang ini, terdapat ruangan sebesar 4×5 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Konon katanya tempat ini digunakan untuk bertapa nya orang sakti jaman dulu. Di dinding gua ini terdapat semacam lambang negara kita yaitu burung garuda yang digambar oleh para pejuang pada masa itu.

Sekilas sejarah tentang gua rancang ini, kata pemandu lokal, dahulu kala ada 3 orang (saya lupa namanya) pergi dari madiun/magetan (saya juga lupa hahah) karena terdesak oleh penjajah. Kemudian 2 dari 3 orang tersebut menemukan gua rancang tersebut. Asal kata dari gua rancang itu ya gua untuk merancanang strategi melawan penjajah. Untuk sejarah yang mistisnya, di dinding gua tersebut terdapat ukiran berupa kunci, yang konon katanya kalau seseorang menemukan makna sejati dari kunci tersbut maka gua rancang tersebut akan langsung menembus hingga pelataran merapi. Yah setelah mendengar cerita ngalor-ngidul dari pemandu lokal tersebut kami berfoto2 terlebih dahulu dan langsung menuju air terjun srigethuk. Oh ya, untuk biaya pemandu lokal tersebut sebenarnya tidak ada patokan harga resmi, kasih saja yang layak sesuai dengan jumlah rombongan kita….

Akhirnya, kami sampai di tempat parkir areal air terjun srigethuk. Air terjun srigethuk ini berupa mata air setinggi sektiar 50 meter terletak di dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Meski tak setinggi grojogan sewu di tawamangu, pemandangan di sekitar air terjun tersebut juga tak kalah indahnya. Dikelilingi tebing tinggi dihiasi pepohonan membuat tempat itu semakin teduh walaupun matahari kian tinggi, air sungai berwarna hijau namun jernih di bawah  air terjun pun sangat menggoda kita untuk segera menceburkan diri ke pelukannya, sawah-sawah yang membentang selama perjalanan menuju air terjun pun turut menambah nilai dari objek wiasata yang satu ini.

Rute1 lewat sawah

rute 2 pakai gethek

Akses dari tempat parkir menuju air terjun bisa dilewati melalui 2 jalur melalui sungai dengan getek atau berjalan melewati hamparan sawah hijua keemasan yang sangat sejuk. Akhirnya kami memutuskan untuk melewati sawah terlebih dahulu. Perjlanan darat tersebut kira kira sekitar 500 meter dengan hamparan sawah disekeliling kita dan sedikit menaiki tangga yang  cukup pendek. Setelah kira2 15 menit kita mencapai tujuan utama hari ini, Air Terjun Srigethuk!!

Wah begitu kita sampai air terjun bau air yang terbawa angin sangat sedap, mata pun terbelalak melihat hamparan sungai dibawahnya yang membuat kita ingin menceburkan diri. Tanpa panjang pikir kami segera berubah kostum dan menceburkan diri di sungai tersebut. Sebenarnya sih cukup aneh juga dari tujuan awal yang kita ingin melihat air terjun malah kita nyebur ke sungai dulu dari pada melihat air terjunnya. Tapi sebenarnya view air terjun dari sungai pun cukup menarik kita dapat melihat air terjun secara keseluruhan!! Kita menghbaiskan waktu sekitar 2 jam di sungai dan air terjun itu. Mulai foto-foto, berenang susuri sungai meski nggak jauh-jauh, dan ada juga spot untuk melompat dengan tinggi sekitar 5 meter dari sungai. Seperti yang telah saya tulis diatas, sungai ini ditutupi oleh tebing yang tinggi sehingga jangan khawatir kepanasan saat berenang siang2. Setelah puas berenang kami menepi dan istirahat sebentar sambil membeli beberapa gorengan unutk menemani istirahat siang itu. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke tempat parkir untuk bersih diri, namun kali ini kami memilih naik gethek, sebuah perhu kecil bermesin, setiap orang ditarik biaya 5000 rupiah untuk naik gethek ini. Jika tadi kita bolak-balik naik gethek ini biaya menjadi 7000/orang.

Yah secara keseluruhan, objek wisata ini memuaskan sekali, mulai dari harga yang cukup murah, akses yang mudah, dan objek wisata pun terjaga keindahan dan kebersihannya. Jadi kalau maen ke Jogja jangan hanya muter2 malioboro, benteng vrederbug, tamansari, dan keraton. Masih bnyak wisatadi DIY ini. Oke sekian dulu CatPer dan sekilas review dari saya tentang objek wisata ini. Tetap jalan2 dan tetap bahagia! Salam Wildlife! (gema)

Berikut videonya sebagai bahan referensi :


_MG_0256

Besok Hari Jumatnya kami teruskan perjalanan di pagi harinya langsung menuju Waduk Sermo setelah sarapan.  Perjalanan dari Purworejo ke Waduk Sermo ini kurang lebih 1jam lebih perjalanan. Waduk SERMo terletak di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Diresmikan Presiden Soeharto, 20 November 1996. Saat kini debit air yang mengisi waduk sudah hampir sampai batas maksimum. Banyak orang datang, selain untuk rekreasi juga memancing ikan.

Waduk Sermo sendiri menurut Pemkab Kulonprogo memiliki luas genangan kurang lebih 157 Ha dengan keadaan air yang jernih membiru serta bentuknya yang berkelok-kelok menyerupai jari tangan dengan latar belakang perbukitan menoreh yang hijau. Wisatawan dapat menikmati panorama waduk dengan berkeliling menggunakan perahu wisata atau melewati jalan lingkar aspal sepanjang 21 km. Selain sebagai obyek wisata yang nyaman, pengunjung bisa memancing di area waduk. Banyak ragam ikan yang ada di Waduk Sermo, tetapi kebanyakan pemancing mendapatkan Ikan Nila. Meski pengunjung bebas memancing di Waduk Sermo ada kawasan-kawasan tertentu yang dilarang karena berbahaya.

Masyarakat sekitar Waduk Sermo juga ada yang memanfaatkan waduk ini untuk membangun keramba. Malah ada yang menggunakankeramba tersebut untuk dijadikan rumah apung untuk beristirahat dan makan bersama. Waduk Sermo yang pada mulanya secara hanya untuk diupayakan agar dipelihara sebaik-baiknya bakal jadi salah satu objek yang bisa diunggulkan di Yogyakarta. Sayang, waduk yang dibuat pada tahun 1993 tersebut hanyalah satu-satunya waduk yang ada di DIY.

 Material

Waduk Sermo yang berada di Desa Hargowilis ini dibuat dengan membendung Kali Ngrancah. Dasar dari waduk sermo itu adalah Formasi Nanggulan (banyak batupasir kuarsa, dan juga batulempung yang Moluska-nya melimpah). Dinding waduknya sebagian besar adalah Formasi Andesit Tua. Bendung tipe urugan tsb diurug dari batuan andesit yang quarry nya juga dari Formasi Andesit Tua di sekitar waduk. Meluncur ke arah hilir dari Waduk ke arah Kokap atau Wates, kita akan menemukan jejak-jejak penambangan bijih Mn yang pernah top di tahun 1970-1980.di Kliiripan itu, yang secara stratigrafi endapan nodul-nodul pirolusit tsb berada pada transisi batas endapan vulkanik ke endapan karbonat miosen bawah.

Bendungan yang menghubungkan dua bukit ini berukuran lebar atas delapan meter, lebar bawah 250 meter, panjang 190 meter dan tinggi bendungan 56 meter. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dengan genangan seluas 157 hektar. Biaya pembangunannya Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996). Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulonprogo memindahkan 107 KK bertransmigrasi — 100 KK ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu dan tujuh kepala keluarga ditransmigrasikan ke PIR kelapa sawit Riau alias “bedol deso”.

Transportasi

Letak  Waduk Sermo dari kota Wates hanya berjarak kurang lebih delapan kilometer. Perjalanan menuju ke waduk Sermo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Karena lokasinya yang berada di bukit jalanan menanjak dan berkelok-kelok namun cukup menyenangkan. Rute termudah adalah dari Kota Wates — RSUD Wates ke arah barat selanjutnya ikuti saja papan petunjuk. Bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri ada angkutan Umum yang melayani rute Wates — Kokap, akan tetapi angkutan ini tidak masuk sampai Lokasi Waduk Sermo, anda harus turun sebelum pintu gerbang Waduk Sermo. Retribusi masuk Waduk Sermo juga cukup murah hanya seribu rupiah per orang dan parkir roda 2 seribu rupiah juga, untuk mobil dua ribu rupiah.

Meski pemandangan dan suasana Waduk Sermo cukup eksotik tetapi sangat disayangkan minim warung makan yang cukup lengkap. Hanya ada beberapa warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya. Jika hanya sekedar untuk melepas dahaga dan mengganjal perut mungkin sudah cukup, tetapi untuk wisata kuliner masih kurang. Apa mungkin karena kami datang terlalu pagi, tetapi memang keadaan wisatanya masih sangat sepi didaerah sini.

Kamipun tak lama di waduk Sermo hanya mengelilingi waduk dan langsung naik gunung ke daerah puncak selayang pandang di Kalibiru. Kami hanya di tarik tarif parkir sepeda motor atau mobil karena diharuskan berjalan kaki jika ingin samapai gardu pandang. Di Kalibiru ini pemandangan sangat bagus anda bisa melihat keseluruhan bentuk waduk sermo juga ada tempat flyingfox dan gerdu pandang pemandangan alam wilayah kulonprogo ini juga bisa diliat dari sini. Jika cuaca cerah anda pun bisa melihat pantai Congot dari atas puncak Kalibiru ini.

Setelah selesai menikmati keindahan alam dari Kalibiru kami pun bersiap prepare kembali ke Yogya untuk jumatan dan ke Malioboro untuk pulang kembali menuju Surabaya. Sebenarnya kami masih ingin menjelajah lagi tempat-tempat lainnya di kabupaten Kulon Progo ini tetapi karena keterbatasan waktu tiap personel tim kami akhirnya putuskan untuk kembali ke Surabaya pada sore harinya setelah dari Malioboro. Alhamdulillah kamipun samapai dengan selamat dari Surabaya sekitar jam 1 sabtu pagi dan akhirnya bisa menulis artikel ini untuk di share bagi pecinta alam dan Traveller semoga berguna.

Berikut foto-fotonya :

_MG_0262

_MG_0260

_MG_0309

_MG_0318

_MG_0332

_MG_0342

_MG_0363

_MG_0366

_MG_0372

Iseng-iseng Foto saat di Malioboro :

_MG_0395

_MG_0407

_MG_0412

_MG_0416

SUETO1

 Sebenarnya waduk ini katanya banyak menyimpan misteri tapi bagiku yang penting kemanapun kita berada kesadaran untuk menikmati dan melindungi alam itu harus ada. Salam wildlife Sueto!

Berikut Videonya :

http://www.youtube.com/watch?v=CiHy6PffH38

 

%d blogger menyukai ini: