Tag Archive: Ada



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

IMG_3995

Hi salam wildlife!Bulan Mei ini 2015 banyak liburnya lo ambilah libur yang paling panajng..Maka kami memanfaatkanya menjelajah tempat-tempat baru destinasi untuk touring yang cocok. Kami voting dua pilihan di group FB antara ke pantai clungup Malang atau ke air tejun tumpak sewu Pronojiwo. Akhirnya terpililah tujuan destinasi kami yaitu ke pantai clungup(area pantai tiga warna). Prepare dan terkumpulah peserta dari suetoclub siap berangkat dari Surabaya berkumpul di pom Aloha sekitar jam 11 malam.

Perjalanan langsung menuju target dengan titik pemberhentian berikut rutenya Surabaya-Malang-Kepanjen-Turen-TPI sendang biru-Clungup jarak yang kami tempuh kurang lebih 180km jadi untuk PP360km sehingga yang pakai pertamax atau premium bisa diperhitungkan sendiri . Kami berhenti di kota Malang untuk beli bekal kemudian melewati kepanjen dan stadion kanjuruan makan pagi di turen kemudian langsung lanjut menuju Clungup untuk melakukan checkin, waktu itu sampai sekitar jam 5 pagi. Beberapa tahun lalu sekitar 2010-2012 kami suetoclub pernah menjelajah sekitar area yang sekarang katanya observasi ini karena memang waktu itu data dan waktu kami terbatas jadi belum benar-benar terang agambaran rute di area itu. Nah ternyata sekarang area segitiga emas ini sudah menjadi area observasi wisata jadi bila masuk pantai atau berlibur disini ada peraturannya.

Jadi bagi para traveler kalau ingin liburan ke kawasan pantai area observasi yang telah di kelola Bhakti Alam ini harus melakukan reservasi tiket dulu atau booking nama kelompok dulu karena memang area ini dibatasi hanya untuk 450 orang pengunjung untuk setiap harinya jadi bila tidak melakukan booking ya tidak bisa masuk.

Sebenarnya sueto tim waktu itu sudah booking tapi karena ada miss komunikasi karena pihak bhakti alam tidak memberitahu kami bila pada hari itu sudah penuh dengan salah satu pengelola bhakti alam akhirnya kami tidak bisa masuk lewat jalur utama padahal ya sebenarnya kita sudah tahu treknya sebelum dibentuknya bhakti alam ini, sehingga  kami yang pada awalnya hanya berniat menyusuri atau jelajah pantai di beri arahan informasi oleh warga sekitar yang memang sangat welcome pada kami seperti sebelum-sebelumnya untuk menempuh lewat jalur lainJ.

Kemudian untuk rute kami masuk akan kami benar-benar rahasiakan dan kami hanya memberikan sebuah “clue” saja yang nanti akan kami jelaskan secara detail lewat rute track penjelasan dibawah :

peta sendang biru segitiga emassegitiga emas baru


peta sendang biru 2peta sendang biru 3

Setelah itu kami briefing kepada peserta suetoclub tentang pentingnya kebersihan akan sampah bawaan pribadi yang harus dibawa kembali lagi dan dibuang di tempat sampah bila sudah keluar area observasi dan menentukan rutenya ingin masuk lewat mana dulu, akhirnya kami masuk lewat rute selatan memakirkan sepeda di perkampungan penduduk dan kami langsung melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, ngomong-ngomong tracknya sangat seru melewati mangroove area, perkebunan pisang, rawa-rawa, bukit-bukit kecil hati-hati bila tak paham tracknya bisa tersesat tapi tak masalah selama bisa bertanya warga sekitar dan kami susuri saja sampai bertemu beberapa pantai seperti misalnya pantai gatra. Kami pun beristirahat sejenak di pantai ini dan sudah ada beberapa kelompok orang yang sengaja camping juga pemandangannya pun indah, kami pun beristirahat sejenak sambil mendokumentasikan beberapa moment di pantai ini, detail letaknya pantai gatra bisa dilihat di gambar berikut ini :

IMG_3951 IMG_3980 IMG_4012 IMG_4098 IMG_4108 IMG_4112 IMG_4134 IMG_4152 IMG_4159 IMG_SDD4118 landscape gatraj  2

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

1431835453422

Puas sudah beristirahat selama 2 jam di pantai gatra kami sebenarnya ingin menuju pantai clungup tapi jalannya memutar ya sudah kami langsung menuju pantai “WATU PECAH” saja dan menaiki bukit karena ingin melihat landscape area observasi dari atas dan darisinillah kami benar-benar menyebutkan tempat ini sedikit mirip “MINI RAJA AMPAT” mungkin terlalu berlebihan tapi memang benar-benar bagus pemandangan saat kami ada di atas bukit dan dari atas sini pun terlihat pantai “TIGA WARNA” yang bisa dibuat snorkling itu. Ya kenapa disebut pantai tiga warna mungkin karena gradasinya warna airnya kalau dilihat dari atas itu seperti ada warna hijau, biru muda dan biru tua, Yup pastinya tak lupa didokumentasi jugakok.

Kemudian kami melajutkan perjalanan kembali keperkampungan sehingga ada waktu untuk istirahat dan tidak pulang terlalu larut ke Surabaya, sebenarnya ingin snorkling tapi apa daya tenaga sudah boros habis haha karena memang semalaman langsung tancap gas…akhirnya kami kembali ngopi aja di warkop warga menikmati buih-buih angin pantai dan tertidur pulas sampai sore sekitar jam 3 sore. Saat itu kami juga penasaran apakah jalan tembus Bajulmati-Balekambang sudah bisa dilewati dengan nyaman ataukah masih seperti beberapa tahun silam ternyata oh ternyata jalur ini sudah diperbesar meskipun ada beberapa bagian yang masih offroad tapi paling tidak mobil sedan pun sudah bisa ber offroad ria sampai pantai Balekambang dan setelahnya kami langsung tancap gas lagi untuk checkin home sweet home Surabaya city J.Perjalanan kami memang pure benar-benar bantuan dari warga jadi untuk tarif kami memberi selayaknya karena memang untuk kepentingan dokumentasi.

The best Regard : Terima kasih juga kepada para warga Kampung nelayan Sendang Biru yang baik hati telah memberi kami beberapa informasi yang menarik…

Attention :

Cerita perjalanan ini hanya menyarankan kepada para pembaca sekalian untuk benar-benar memahami area perjalanan yang dituju sebelum melakukan keputusan untuk memilih destinasi perjalanan karena pada realisasinya ada hal-halnya yang tak terduga akan kita hadapi diluar kemampuan kita seperti tersesat, kurangnya bekal makanan, safety perjalanan, obat-obatan karena kurangnya pengetahuan akan medan yang dituju dan nantinya dapat membahayakan diri kita sendiri . Sebaiknya untuk masalah kebersihan harus dikordinasikan dahulu secara kelompok atau pribadi sehingga kita pun sebagai traveller punya cadangan untuk sampah kita sendiri dan tidak sampai mengotori alam sekitar bila perlu sekalian menghimbau warga sekitar agar pentingnya edukasi tentang green traveller.

Info :

Area pantai Tiga warna, Clungup, Gatra ini adalah area konservasi kalau ingin berlibur kesini sebaiknya anda menghubungi Pak Saptoyo 081233339889 (ada beberapa guide lainnya bila sampai boleh dimintai nomer telpon juga) untuk pemesanan tempat camping dll. Saran : sebaiknya anda menelpon langsung(jangan di sms karena saya pikir sistem administrasi mereka belum seberapa bagus masih dalam tahap pengembangan karena memang dikelola sendiri oleh pihak Bhakti Alam) 2 minggu sebelum hari H keberangkatan karena terutama hari libur pesanan akan membludak berbeda dengan hari-hari biasa yang sepi.

Tarif :

HTM : Rp 6000,-/orang

Parkir motor : Rp 5000,-/orang

Sewa Tenda : Rp 25.000,-/5 orang

Sewa alat Snorkling Rp 15.000,-/orang

Biaya sewa lahan untuk kamping Rp 25.000,-/orang

Biaya sewa Guide Rp 75.000,-/1 kelompok isi 10 orang

Untuk menjelajah spot snorkling dan diving anda bisa negosiasi dengan nelayan setempat tentunya dengan adanya pemandu.

Biaya denda bila ada barang atau sampah yang tidak sesuai dengan apa yang di bawa pergi dan pulang : Rp 100.000/orang (bila ada barang hilang tidak ada yang bertanggung jawab jdi harus hati-hati meskipun barang sewa karena kita tidak membayar asuransi)

Sebenarnya bila Bhakti Alam ingin mengedukasi customernya juga melakukan penambahan paket perjalanan seperti edukasi pemeliharan tanaman bakau dan pemeliharaan terumbu karang agar para wisatawan dapat sekaligus berwisata dan belajar.

Alamat FB Bhakti Alam : https://www.facebook.com/profile.php?id=100006090019340

Yups sedikit info traveller dari kami (suetoclub) tentang destinasi Malang jawa timur yang menarik untuk dikunjungi semoga bermanfaat bagi pembaca dan salam lestari untuk keindahan alam Indonesia di masa depan.


20140730_163531

Salam wildlife! Kali ini bercerita tentang perjalanan Hilmy sueto menuju ke Pantai di dalam kawasan TNMB(Taman Nasional Meru Beitiri) bisa mampir di http://www.merubetiri.com/Pertama kalau dari Surabaya rute nya begini menurut google map :

Picture1

 

Berikut peta kota Jember dan kawasan area TNMB

jember-map-high

Peta Merubetiri

peta_wisata_jember

Berangkat dr rmh (dukuh dempok wuluhan, jember) jam 10 .. nggak jauh untuk mencapai perkebunan karet milik ptpn , lalu karena jalannya bnyak lubang , jam 11 baru nyampe pos pertama yg aq foto .
dari pos tsb ke tujuan adalah sekitar 14km .

Lalu dari pos tsb sudah mulai tdk ada aspal , jlnnya bebatuan tinggi (saran: jgn pakai mobil selain mobil dg ban besar seperti jeep ato rangers)
Jalan ini yg membuat perjalanan menjadi semakin jauh .
sampe ke pos berikutnya (penjaga portal meminta 4rb untuk buka portal)

oiya , pos pertama aq lupa bayarnya brp , untuk yg di pos pertama , mobil dihitung sendiri dan orang pun dihitung sendiri .

lanjut yg td ,, jalan aja ngikutin jalan .. ntar menemui berbagai tanaman tanaman langka , pohon pohon yg dilindungi perhutani , dan monyet liar yg sesekali muncul ke jalan .

sampai ke pos berikutnya yg ber-portal , adalah kawasan TNI , kita disuruh mengisi buku aja , nama masing masing dan keperluannya ..
kami isi dengan keperluan berlibur ke pantai bande alit .

lalu setelah portal dibuka .. (pos ini ada tulisan tiga , eh dua , anak cukup) .
kami lanjut perjalanan , saya lupa daerah itu namanya apa , tp kami sholat dhuhur dan ashar (diqoshor) disana sembari melepas kepenatan di jalan makadam .

daerah ini dikelilingi oleh pegunungan kecil dan sinyal hp disini bener bener ndak ada .
daerah ini ada jalan kereta api lori (kereta api angkut tebu) .
spot disini bagus .

setelah melewati desa ini , terdapat jembatan yg longsor , sehingga kita melewatinya dengan melewati ka
li kecil .

lalu ada percabangan dua arah , satu ke bandealit , satu lagi ke teluk hijau .

Bandealit ke arah kanan .

Berikut foto-fotonya :

20140730_115537 20140730_115619 20140730_115818 20140730_120651 20140730_121320 20140730_123015 20140730_130533 20140730_132523 20140730_133433 20140730_133442 20140730_134553 20140730_134746 20140730_135002 20140730_135024 20140730_140922

20140730_142037

20140730_142308

20140730_144725

20140730_144815 20140730_144828 20140730_144836 20140730_145242 20140730_145522 20140730_150041

20140730_150437

20140730_151509

20140730_151556

20140730_151705

20140730_162836

20140730_163011

 

Yup begitulah kurang lebih bila ada kurangnya di lebihi atau bila ada lebihnya dikurangi 🙂 oh iya bisa mampir kedestinasi TNMB lainnya misalnya ke sini https://suetoclub.wordpress.com/2014/06/11/touring-kilat-ala-sueto-ke-merubetiri-greenbay-sukamadebanyuwangi/ untuk videonya segera di update..THX para pembaca

Video :


IMG_3647

Hi Para pembaca dalam edisi part 2 ini kami sueto tim akan melanjutkan cerita perjalanan dari pantai sowan nih..Jadi langsung berlanjut saja sewaktu diperjalanan keluar pantai sowan sebenarnya yang kami pikirkan adalah salah satu tujuan wisata air terjun lainnya yaitu air terjun..di daerah…tapi karena jaraknya masih sekitar kurang lebih 25km dari kecamatan bancar maka kami putuskan lanjut sajalah ke “pantai pasir putih remen” dikarenakan memang waktu yang sudah menjelang sore daripada ke maleman dan tidak dapat pemandangan yang bagus..Ayok dilanjutkan saja touring-nya ke pantai pasir putih remen.

Pantai pasir putih remen ini letaknya memang tidak dipinggir jalan pantura agak masuk-masuk desa tapi paling gampang kalau dari arah Rembang ada pertigaan besar dan pos polisi pereng-belok kiri-TPPI-masuk desa remen-perempatan setelah sdn remen 2 belok kiri lurus terus arah utara pantai …Kalau dari arah Tuban paling mudah dari arah terminal wisata kambang putih-pantai kute/cemara-mangroove center-terus ke barat setelah pasar jenu-jalan bercabang ambil kanan-PLTU-desa wadung-desa rawasan-desa mentoso-desa remen-perempatan setelah balai desa lurus-mentok belok kanan arah pantai

peta

Sesampainya masuk dikawasan desa remen arah pantai  yang terlihat adalah sudah mulai pantai yang bernama pasir putih remen ini ramai oleh pengunjung apalagi waktu itu libur tanggal merah. Jadi untuk yang membawa kendaraan roda dua bisa parkir sampai dipantai dan untuk kendaraan roda empat lahan parkirnya terbatas. Masuk kawasan pantai pasir putih remen hanya membayar biaya parkir saja Rp 2000,- untuk roda 4  kami kurang tahu karena memang baru beberapa minggu ini lahan parkir di buka dan katanya mulai bulan maret 2015 ini pantai remen akan diresmikan oleh pemerintahan setempat.

Kami pun mulai mengexplore kawasan pantai pasir putih remen ini yg memang termasuk pantai yang belum banyak dikenal bahkan oleh warga Tuban sendiri. Melihat-lihat secara landscape kawasan pantai ini memang sungguh indah ada seperti beberapa kubangan air yang membentuk danau-danau kecil di sekitar pantai kemudian beberapa tumbuhan cemara di tepi pantai dengan garis pantai pasir putih yang panjang, pasirnya memang benar-benar putih dengan latar belakang sebuah pabrik ini yang menjadikan pantai pasir putih remen ini pantai yang paling unik mempunyai ciri khas dan indah di sekitar pesisir pantai utara di jawatimur.

Hari itu terlihat ramai pengunjung  banyak anak muda-mudi dan beberapa keluarga berkunjung bahkan tidak hanya dari  penduduk lokal saya pikir banyak yang dari luar kota juga,  untuk menikmati keindahan pantai pasir putih remen. Coba simak beberapa dokumentasinya dan angin disini cukup semilir-semilir kencang tak terkendali..hehe

landscape2 landscape1 IMG_3707 IMG_3697 IMG_3684 IMG_3672 IMG_3634 IMG_3631 IMG_3630 IMG_3628 IMG_3626 IMG_3623 IMG_3597 IMG_3582 IMG_3571 IMG_3575 IMG_3523 IMG_3566 IMG_3535

Tapi saat itu mendung apalagi hari sudah mulai sore dan sebenarnya kami masih ingin menikmati  pantai ini lebih lama tapi apa daya kota kami bekerja sudah memanggil tuk singgahi lagi oleh karena itu kamipun bergegas  pulang ke Surabaya. Ya pesen kami pantai ini benar-benar prospek untuk dijadikan tempat wisata yang istimewa tapi tentunya dengan selalu menjaga kebersihan  kawasan wisata itu sendiri sehingga nantinya akan menambah beberapa daftar wisata terpopuler di jawa timur. Fasilitas disini untuk toilet umum belum ada kayaknya mungkin ponten portable bisa menjadi alternatif disini, tapi sudah ada warung-warung kecil model warkop sudah tersedia dan tentunya memang lahan parkir yang belum memadai karena memang akses jalannya masuk desa jadi agak sempit juga untuk dilalui dua mobil sekaligus. Oke guys sekian ceritanya kami berjalan-jalan di daerah kawasan Tuban ini mudah-mudahan kami suetoclub bisa terus menceritakan destinasi-destinasi wisata di Indonesia khususnya di Jawa Timur agar kelak generasi muda akan terus menjaga kelestarian dan keindahan di bumi pertiwi Nusantara ini :)Thanks..

Berikut videonya :

Oh iya ini lanjutan cerita mengenai situasi yang unik saat kami berada dalam perjalanan pulang(lanjutan dari cerita part 1 yang aneh)haha tapi betul atau tidak kamipun tak mengerti waktu itu karena waktu sudah menjelang magrib kami butuh tempat ibadah untuk menenagkan segenap pikiran dan bersyukur tapi dengan tidak sengaja kami kembali ke Pom bensin  yang kami singgahi untuk istirahat juga pada waktu berangkat tapi tidak isi bensin hanya untuk istirahat saat kekamar mandi ternyata kami baru sadar bahwa situasi pom bensin ini aneh(terletak di sekitar jalan pantura) sebelah kiri jalan kalau arah dari Tuban. Aneh bagikami kenapa karena banyak truk dan mobil tanpa awak berhenti disana sama saat kami datang dan kembali posisinya juga sama saja, keadaan kamar mandi tak terawat, ada beberapa sepeda motor dengan tidak beraturan parkiernya, tempat mushola kotor, kantor pertamina kosong, air dari tempat wudhupun kadang keluar kadang tidak pintu kamar mandi pun terlihat bergerak dengan suara sayatan bila terkena angin aku pikir situasinya pun semakin aneh karena disebelah ada sebuah mobil sedan yang penyok tapi tak berpenghuni dengan isi didalam yang masih baru sepertinya para penumpang keluarga tapi tak ada orang sedikitpun disana sama seperti mobil-mobil lainnya seperti, panther, pickup dan truk..akhirnya kami berfikir sejanak dan tertawa haha coba kita datang malam-malam ditempatingin istirahat  seperti ini dan kehabisan bensin. Yap begtulah ceritanya jadi bagi pengendara yang melewati daerah pantura ini sebaiknya berhati-hati dan mempersiapakan kondisi motornya sebagus mungkin karena minimnya lampu penerangan juga di daerah ini..xixixixixi


IMG_3375

HI salam wildlife!Kali ini suetoclub jelajah pantura nih…yup tujuan kali ini ke Tuban kota di jatim yang berada di pesisir utara mungkin sudah banyak yang tahu kalau pantai boom tapi kali ini kita punya tujuan berbeda yaitu explore 2 pantai di perbatasan antara kota Rembang dan Tuban yaitu pantai  wisata sowan dan pantai pasir putih remen. Nah untuk part pertama ini kita langsung dari Surabaya menuju pantai Sowan dahulu dengan turing one day trip.

Pantai sowan sendiri terletak di Desa Bogorejo ,  Kecamatan bancar, sekitar 35 km arah barat dari kota Tuban. Berangkat dari Surabaya tepat jam 8 pagi melewati jalan pantura yang saya pikir sudah lebih baik daripada saya 2012 lalu waktu ke karimun jawa. sekitar 2 jam kami sampai Tuban nah setelah ini jalannya sudah mulus dan lebar ke arah jawatengah tapi minim penerangan lampu kalau malam jadi hati-hati saja. tak sampai 1 jam 45 menit kami sudah sampai ke wana wisata Sowan pinggir jalan sebelah kanan persis kalau dari arah Tuban dan ada plakatnya. Masuk ke pantai Sowan dikenai tarif sekitar 8000rupiah permotor dan 2 orang. Kemudian kami masuk ternyata lokasinya asri juga dan juga digunakan sebagai tempat outbond. Cari tempat parkir dan hunting dokumentasi yang bagus dulu. Ternyata sudah banyak anak-anak remaja dan beberapa keluarga disini ada yang pacaran, cangkruk, olahraga dll. Tapi disini angin sangat kencang waktu itu seperti kena blower angin level 3..haha jadi yang difoto jadi agak sipit-sipit gimana gitu..hehe.

Kemudian kami berjalan menyusur ke timur alahkah indahnya justru kami terpanah dengan area  hutan dan tumbuhan banyaknya pohon klampis, mahoni, tapis dan trembesi daripada area pantainya karena kami merasa ada sesuatu yang “be different” disini yaitu hutan mirip Baluran mungkin bisa mampir di link ini https://suetoclub.wordpress.com/2012/01/07/greentour-to-baluran-sebuah-tempat-mirip-afrika-kecil-di-indonesiasuetoclub/padahal waktu di Baluran kami tak sempat foto dihutannya takut disruduk badak wkwkwkwk..Oke kami cari passion yang bagus untuk foto saat itu so?…Beginilah dokumentasinya cekidot..

IMG_3357 IMG_3361 IMG_3362IMG_3373IMG_3404IMG_3408IMG_3460black n whiteIMG_3414IMG_3442IMG_3417IMG_3455IMG_3455SDBIMG_3464IMG_3502

IMG_3401 IMG_3399 IMG_3371 IMG_3395

Pantai sowan ini sebenarnya paduan landscape yang unik dan bagus, untuk pemandangan laut memang tidak sebagus laut selatan yang berbatasan dengan samudra yang mungkin lautnya lebih biru tapi itu hanya masalah alam saja tapi yang kami tekankan lagi yaitu biar wisata ini bisa dinikmati anak-cucu kita tolong setiah ke wisata manapun di jaga kebersihannya terutama ajari anak-anak anda untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan lebih baik bawa dulu atau masukin kesak sampai bertemu tempat sampah. Kemudian kami langsung lanjut ke pantai berikutnya biar tidak kesorean yang tempatnya lebih misterius lagi  yaitu pantai pasir putih remen yang akan kita bahas di posting part2..oh ya bagi yang perjalanannnya jauh misal seperti kami yang membawa sepeda motor bebek atau matic kami tekankan mending beli bensin dulu dikota terdekat karena jarang ada pom bensin yang bagus di area ini sekitar 20km-25 belum tentu ada pom bensin buka 24 jam di area ini bayangkan jika anda malam-malam melewati daerah ini sendirian sudah ban bocor, bensin habis lagi, belum lagi disituasi sekarang yang marak begal, ketemu pom bensin tapi tempatnya horor, habis gitu anda dicurangi lagi saat isi bensin dipom horor bisa-bisa bukannya pleasure yang anda dapat tapi petaka..haha apalagi kami punya cerita yang sedikit horor disalah satu pom bensin di pantura ini  nanti saja simak ceritanya di part 2 arah pantai pasir putih remen..next story!

landscape

pasir  pasir putih remen..Okey next story


10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


IMG_2587

Olahraga Kecil Menuju Pawitra G. Penanggungan (1653MDPL) by Suetoclub

Hai Salam Wildlife!Yup Setelah sempat lama tak jalan-jalan kami Suetoclub memilih melakukan Olahraga kecil lagi yaitu hiking ke puncak Penanggungan yang deket-deket saja dari Surabaya. Perjalanan hiking ini dipilih karena memang sudah lama gak hiking terakhir ke Welirang meskipun dalam perjalanan menuju hari H ini beberapa personel mengalami cidera sehingga waktu mendaki tidak dalam kondisi fit tapi kamipun tetap berangkat karena memang bulan September 2014 ini waktunya bener-bener cocok untuk mendaki dan alat-alat sudah kadung disiapkan..hehe.

Perjalanan kami mulai hari Sabtu karena saya sendiri masih ada kerjaan sampai siang  hari itupun berangkatnya baru malam harinya  tapi Gas sajalah. Hiking kali ini diikuti hanya 3 orang saja karena mungkin banyak yang lainnya berhalangan tapi yang ikut ini dedengkot sueto malah yang paling lama sudah tidak pernah turing bareng lagi akhirnya dipersatukan lewat acara hiking ini J

Time 13.00

Perjalanan pulang kantor dari Gresik ke Sidoarjo

Time 14.30-16.00

Sampe  Sidoarjo langsung pijet untuk menstabilkan kondisi fisik

Time 16.30-19.00

Setelah Pijet nunggu personel lainnya datang kerumah tidur dulu

Time 19.30-21.00

Lihat Arsenal vs Manchestercity yang lagi seru-serunya waktu itu da hasilnya berakhir imbang

Time 22.00-23.30

Berangkat dari Sidoarjo menuju Trawas ke pos pendakian Tamiajeng kampus Ubaya

Time 00.00-00.30

Keliling-keliling dulu cari makan malam bekal dll.

Time 01.00

Start mulai pendakian setelah parkir bayar perizinan Rp 5000,-/orang parkir mobil Rp.20.000,- parkir motor sekitar Rp 5000,-

Time 01.00-02.00

Melewati jalanan naik turun yang agak mudah tingkat kesulitannya menanjak tapi gak seberapa masih melewati hutan-hutan ladang perkebunan sampai ke pos 1

Time 02.00-03.00

Jalannya mulai menanjak soro lumayan kalau bawa carier dengan beban berat diatas 15kg-20kg mulai olahraganya disini xixixixi

Time 03.00-03.30

Selangkah lagi sampai puncak bayangan hosh-hosh hahaha..untungnya ramai saat itu katanya sih puncak welirang ditutup jadi banyak yang pindah daki ke penanggungan weekend saat itu

Time 03.30-03.45

Akhirnya sampai juga sempat melihat orang berjubah putih seperti assincreed begitu mungkin semedi atau penjaga gunung ya temen saya sempat kaget hihi..kemudian mendirikan tenda dan kemudian yang lainnya istirahat saya foto-foto sampai pagi sambil menunggu yang lainnya bangun

Time 06.00-06.30

Akhirnya yang lain udah pada bangun dan melakukan persiapan summit  puncak Pawitra

Time 06.30-07.30

Meskipun hiking summitnya kurang lebih cuman 1jam perjalanan tapi jalananya benar-benar menguras tenaga karena penuh pasir dan debu istilahnya banyak jalan menuju roma tapi kalau salah jalan ya percuma haha

Time 07.30-08.15

Santai-santai menikmati puncak pawitra di pagi hari sejuk-sejuk gimana gitu sambil mengabadikan momen-momen eksis

Time 08.15-08.45

Bersiap turun dari puncak tapi justu turun ini lebih ekstra hati-hati meskipun bisa lebih cepat kalau sudah begini hanya pengalaman yang benar-benar bisa kita pelajari tenang saat memilih pijakan adalah kuncinya salah dikit pasti mbrosot..

Time 08.45-10.30

Sesampai tenda di puncak bayangan kami langsung istirahat sebelum bersiap preapare buat kembali ke Surabaya

Time 10.30-12.00

Semua sudah beres bersih-bersih sampah dan lain-lainnya jangan lupa dibawa ya biar tetap menjaga keasrian gunung tetap hijau perjalanan turunpun kamu lakukan dengan 2 kali lipat susah payah meskipun barang-barang di tas sudah kosong dan perjalanan lebih cepat karena turunan ya meskipun tidak lebih cepat dari rata-rata pendaki couple disana waktu itu yang begitu so sweet seperti mendaki dengan cinta dan jalanan gunung serasa milik berdua sejoli..haha tapi plink gak kita berhasil dapat korting lah dari perjalanan mendaki 2 setengah jam jadi 1 setengah jam saja pas turunan…hihi

Time 12.00-13.00

Cari rumah makan kemudian langsung istirahat di sebuah persinggahan teman yang ada di Trawas

Time 13.00-18.00

Setelah isitirahat dan mandi-mandi sehingga terasa bugar dan fit kembali kamin bersiap pulang ke Surabaya setidaknya perjalanan kali dapat dinikmati untuk mengisi liburan dengan oloahraga kecil-kecilan. Kalau 1 bulan tak disempatin traveling rasanya hidup jadi hambar gitu haha..

So tunggu cerita perjalanan dari Suetoclub di perjalanan-perjalanan berikutnya 😉

Di bawah ini sedikit History tentang G. Penanggungan

Gunung Penanggungan, merupakan gunung berapi yang sedang tidur atau sedang dalam keadaan tidak aktif. Gunung yang memiliki ketinggian 1653 M dari atas permukaan laut ini terletak di kabupaten Mojokerto dan berada pada satu kluster dengan gunung Arjuno dan Welirang.

Gunung ini dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di sekujur lerengnya ditemui berbagai peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha di Jawa Timur. Di masa itu gunung ini dikenal sebagai Gunung Pawitra, yang memiliki arti sebagai kabut, karena memiliki puncak yang runcing dan berkabut. Setidaknya terdapat 81 bangunan candi yang pernah berdiri di kawasan lereng Penanggungan. Dari angka tahun yang ditemukan di beberapa bangunan candinya, diketahui bahwa bangunan-bangunan tersebut didirikan antara abad X Masehi (Pemandian Jalatundo, 977 M) sampai dengan abad XVI Masehi.

Semua peninggalan bersejarah yang terdapat di kawasan Penanggungan ditemukan pada tahun 1920 an, saat terjadi kebakaran hutan yang hebat di lereng gunung tersebut. Dari kejadian itu pula, benda-benda dari masa kejayaan Majapahit ikut banyak ditemukan beserta situs arkeologi dan ribuan artefak lainnya yang tersebar di lembah dan lereng sisi barat dan utara Penanggungan bisa terungkap.

Penduduk lokal percaya bahwa gunung Penanggungan merupakan gunung yang banyak digunakan sebagai tempat meditasi atau bertapa, dimana juga banyak dihuni oleh para dewa yang sering marah. Bukti atas kepercayaan ini bisa dilihat dari 81 kepurbakalaan yang ditemukan di gunung Penanggungan dan memperkuat anggapan masyarakat Jawa bahwa gunung Penanggunggan adalah gunung yang suci, dan tempat tinggal dewa. Tidak kurang dari 50 punden berundak dengan tiga altar sesajian di terasnya yang tersebar di lembah dan lereng Penanggungan.

Di dalam kepercayaan Hindu Buddha dikenal adanya konsep Makrokosmos atau susunan dalam alam semesta, bahwa alam semesta ini berbentuk linkarang pipih seperti piringan, dimana gunung Mahameru atau Semeru menjadi pusatnya. Gunung Penanggungan, dalam kepercayaan masyarakat Jawa, adalah salah satu perwujudan konsepsi makrokosmos tersebut karena gunung tersebut diyakini sebagai salah satu puncak Mahameru yang dipindahkan oleh dewa penguasa alam.

Sebagai pusat keagamaan pada masa perkembangan Hindu dan Budha, kaum resi memegang peranan penting dalam upacara ritual. Para resi adalah orang yang sudah mengundurkan diri dari dunia ramai dan memilih untuk hidup menyepi pada tempat-tempat yang jauh dari keramaian, biasanya di gunung yang masih sepi dan asri. Gunung Pawitra dijadikan sebagai pusat aktivitas keagamaan tidak lain adalah karena anggapan bahwa Pawitra merupakan puncak Mahameru, titik pusat alam semesta yang dipindah ke Jawa. Dengan bermukim dan beribadah di bangunan-bangunan suci yang tersebar di lereng-lerengnya, maka para resi akan lebih mudah untuk berhubungan dengan dewanya di dunia Swarloka, tempat bersemayamnya para dewa dan Girinatha (Siwa).(http://www.eastjava.com/books/glorious/ina/penanggungan.html)

Berikut dokumentasinya

10628449_10201840122599538_2379462548484669326_n 10475338_10201840537969922_6955034985091380794_n 10646954_10201841977125900_2004781823148394930_n 10356750_10201843101554010_1790660840717663990_n IMG_2277 IMG_2278 IMG_2282 IMG_2287 IMG_2304 IMG_2307 IMG_2343 IMG_2362 IMG_2373 IMG_2380 IMG_2384 IMG_2387 IMG_2462 IMG_2536 IMG_2548 IMG_2554 IMG_2581


 

IMG_1967

Hi salam wildlife!Kali ini edisi tamasya karena ya cukup berada di wahana baru di Kota sendiri SNC yaitu Surabaya night Carnival yang mulai di buka tanggal 28 juli 2014 dan sempat di tutup SURABAYA – Kemeriahan Surabaya Carnival Night Market (SCNM) tidak bertahan lama. Baru dibuka pada Senin lalu (28/7), pemkot langsung mengambil sikap untuk menutupnya sementara. Dalihnya, tempat wisata baru tersebut belum melaksanakan rekomendasi yang tercantum dalam analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (amdal lalin).

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan bahwa sebenarnya pemkot tidak langsung bersikap tegas untuk memerintahkan penutupan. Namun, lebih dahulu mengirimkan surat teguran pada Jumat lalu (25/7). ”Kami melakukan itu karena banyak rekomendasi yang belum dilaksanakan,” jelas Irvan, Selasa (29/7).

Rekomendasi tersebut, antara lain, lahan parkir yang luas dan alur lalu lintas sehingga arus kendaraan yang keluar dan masuk tidak menumpuk menjadi satu. ”Selama ini keluar masuknya dari arah kota masih jadi satu dari depan korem,” ungkap Irvan.

Bahkan, lanjut dia, frontage road samping korem, yang seharusnya digunakan untuk kendaraan yang menuju tol, malah dipakai dua arah oleh para pengunjung. Akibatnya, kemacetan hebat tidak terhindarkan. Ketika hari pertama buka, lanjut dia, kemacetan parah terjadi hingga pukul 23.30. Bahkan, dampak kemacetan tersebut terjadi hingga Sidoarjo.

Kondisi yang sama tercipta di bundaran Waru. Sebab, banyak kendaraan yang mencoba masuk ke Surabaya Carnival melalui akses Jalan Brigjen Katamso atau dekat pabrik paku, Waru. ”Melihat dampak kemacetan itu, kami pun bersama pemkot memutuskan untuk menutup akses ke tempat tersebut,” jelas Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono.

Penutupan dilakukan dengan pemasangan palang kuda di beberapa titik. Misalnya, di lintasan kereta api tanpa palang pintu Kertomenanggal dan di FR Siwalankerto. ”Kami melakukan langkah ini setelah berdiskusi dengan pemkot dan Ditlantas Polda Jawa Timur,” kata Raydian.

Karena itu, tindakan tegas tersebut tidak asal diambil. Selain dampak kemacetan, tindakan itu diperkuat dengan belum lengkapnya dokumen amdal lalin SCNM. Dari hasil pemeriksaan pemkot dan kepolisian, ternyata manajemen tempat rekreasi itu belum memenuhi syarat untuk lahan parkir dan akses keluar-masuk kendaraan.

Belum terpenuhinya dokumen persyaratan amdal lalin itu juga dinilai sebagai penyebab kemacetan. Sebab, tingginya antusiasme warga untuk berlibur ke tempat tersebut tidak diimbangi dengan area parkir yang mencukupi.

Tidak mau kemacetan semakin parah, dishub pun menutup sementara tempat hiburan baru itu. Penutupan dilakukan pukul 16.00 kemarin, dinas perhubungan masih menunggu pengunjung berkurang. ”Maunya kami lakukan pagi, tapi bagaimanapun pengunjung sudah telanjur membeludak,” ungkapnya.

Untuk memastikan hal tersebut, dinas perhubungan dan kepolisian all-outbekerja. Kepala Dinas Perhubungan Eddi turun tangan langsung untuk memantau perkembangan penutupan di sana.

Mendatangi tempat-tempat wisata pada hari libur Lebaran seperti saat ini merupakan aktivitas kebanyakan warga Surabaya. Selain mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS), warga mengisi libur Lebaran dengan berwisata ke Kenjeran. Nah, karena kebetulan di Surabaya ada destinasi wisata baru, tak heran SCNM menjadi sasaran serbuan pengunjung.

Head of Marketing dan Humas Surabaya Carnival Thomas Andriyanto mengungkapkan bahwa membeludaknya pengunjung bukan sesuatu yang terduga. ”Saya juga tak memprediksi pengunjung sebanyak kemarin,” kata Thomas. Namun, pihaknya tetap menghargai langkah aparat yang berwajib. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemkot dan kepolisian untuk mengurus amdal lalin tersebut. Thomas mengungkapkan, sebenarnya pihaknya juga tidak asal beroperasi. Manajemen telah menyiapkan lahan parkir yang luas di samping tempat hiburan anyar itu. ”Kami akan terus berkomunikasi dengan mereka (pemkot),” ungkapnya. http://www.jawapos.com/baca/artikel/5233/Surabaya-Carnival-Night-Market-Ditutup

Yup akhirnya surabaya mempunyai wahana tandingan selain THR meskipun THR sendiri masih potensial untuk dikembangkan..SCNM ini layaknya ancol,trans studio mungkin kalau di malang jatimpark1 atau seperti WBL lamongan.Ya waktu itu memang sambil mengisi liburan mencoba mampir saja ke tempat ini meskipun saya inginkan itu sebenarnya pembangunan lahan hijau misalnya hutan kota di central park New York USA atau hyd park seperti di Londo UK lebih menjaga keseimbangan alam sih menurutku lo ya..

one-hyde-park-view-candya

central-park

bentuk-hutan-kota

ball-david-aerial-view-of

180px-hyde-park-from-the

“Hutan kota atau taman kota saat ini banyak dimanfaatkan untuk tujuan memperindah kota,penghijauan,resapan air,menanggulangi pencemaran dari emisi udara dan manfaat lainnya.Manfaat inilah yang memberi inspirasi dan melatarbelangi pembangunan hutan kota disuatu negara dan mendorong pemerintah suatu negara untuk terus mengembangkan atau menciptakan hutan kota atau taman kota yang inovatif dan kreatif dalam perencanaan program tata ruang kota yang refresentatif.Program pembangunan hutan kota atau taman kota telah lama dilakukan ratusan tahun yang lalu dipelbagai negara dengan konsep yang berbeda-beda disetiap negara sesuai kondisi wilayah,dana dan manejemen serta sesuai kemampuan yang dimiliki suatu negara.Pembangunan hutan kota atau taman kota telah dilakukan sejak sekitar tahun 1800an taman st james park di london misalnya kemudian taman central park mahattan new york yang menghabiskan waktu hampir 25 tahun dalam pelaksanaan pembangunannya dan ribuan hutan atau taman kota lainnya dipelosok dunia.Pembangunan hutan atau taman kota yang kian fenomena dipelbagai dunia pada dasarnya untuk kepentingan masyarakat suatu negara itu sendiri dan program pelestarian lingkungan yang proporsional .” http://nantly.mywapblog.com/melihat-dari-dekat-hutan-kota-di-luar-ne.xhtml

Yap memang hutan kota selain bisa dibuat tempat rekreasi yang tenang bisa menjadi tempat ajang seni budaya Indonesia yang bertemakan outdoor atau alam. Meskipun SCNM ini juga punya fasilitas indoor  untuk seni budaya juga tapi menurut saya ya masih lebis bagus dibuat konsep hutan kota saja karena perkotaan mungkin identik dengan kuranya udara segar. Memang sih kota Surabaya ini kurang hiburan bila liburan orang-orang pada ke Malang semua selain udaranya yang dingin  banyak taman hiburan dan museum disana yang bisa dijadikan tempat rekreasi khusunya di kota Batu. Jadi menurut saya maklum kalau ada model taman hiburan sejenis pasti ramai dan pengunjungnya membludak.Tapi untuk awal pembukaan kok rasanya HTMnya terlihat masih agak mahal ya?opini pribadi sih…

Coba liat tarifnya :

Biaya masuk per orang tanpa fasilitas wahana : Rp 20.000,-(Dewasa dan anak-anak)

Biaya full permainan semua paket kecuali lampion : Rp 425.000,-/orang waktu itu diskon jadi Rp 150.000/orang karena masih dalam libur lebaran gak tau lagi kalau sudah gak liburan atau hari biasa

Biaya naik perwahananya juga beragam dari Rp 15.000,- sampai Rp 30.000,-

juga ada tiket terusan Kids Kingdom sebesar Rp. 75.000,-.

Wahana Suroboyo Carnival Night Market :

  • Adult Bumper Car
  • Lampion Garden
  • Rumah Hantu
  • Shooting Gallery
  • Ferris Wheel Plaza
  • Children Rides
  • Rumah Seni
  • Rumah Kerang
  • Laser Tag
  • Rumah Unik
  • Japan Coaster
  • Mine Coaster
  • Mini Bumper Car
  • Dome
  • Family Rides
  • 4D Cinema
  • Go Kart
  • Air Bike
  • Midway Games
  • Kids Kingdom
  • Museum Lilin (serupa Madame Tussauds)

Bazaar kuliner Suroboyo Carnival Night Market :

  • Mlaku Mlaku Nang Tunjungan (spesialis masakan Jawa)
  • Kampoeng Arab Ampel (khusus makanan Arab)
  • Pecinan Kembang Jepun (menyajikan kuliner Cina)

Wahana-permainan-Suroboyo-Carnival-Night-Market

Map-wahana-Suroboyo-Carnival-Night-Market

 

Apalagi biaya akomodasi jajanan di dalam tahu sendiri lah ditempat seperti in harga food and beverage pasti lebih mahal jadi lebih saya sarankan sih bawa makanan minuman sendiri saja dari rumah. Macam wahananya juga beragam ada pasar malam, gedung seni budaya, entertaiment park, area bermain anak kecil dll..Selebihnya ya bisa dilihat sendiri di foto-fotolah tempatnya…

IMG_2120

IMG_2064

IMG_2045

IMG_1996

IMG_1990

IMG_1957

IMG_1952

IMG_1920

 

IMG_1938

Jadi yang mau ke Surabaya monggo bisa mampir ke SCNM (Surabaya Carnival Night Market) yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 333 Waru, dengan luas area sekitar 8 hektar.

Peta-lokasi-Suroboyo-Carnival-Night-Market

Info dan kontak :

  • Telp. : 031-8483 131 | 031-8433 232
  • Twitter : @SuroboyoCNM
  • Facebook : Suroboyo Carnival Night Market

IMG_1639

Salam wildlife!Perjalanan turing kali ini itung-itung mengisi libur lebaran yang kebetulan tahun 2014 panjang cuti bersamanya. Pada awalnya banyak destinasi yang ingin dijelajah semisal pantai-pantai di selatan kab trenggalek, pacitan, tulungagung, air terjun di kab nganjuk, bondowoso bahkan malah ingin menikmati indahnya blue fire di ijen crater. Tapi berhubung nyonya liburnya pendek ya sudah sekalian mampir rumah nyonya di Jombang sajalah..

Berangkat malam hari dari Sidoarjo sampe Jombang istirahat kemudian paginya berangkat..Yup destinasi sebelumnya sudah kami putuskan mampir ke air terjun baru di sekitar kab Nganjuk tapi kok saat itu waktu rasanya masih panjang dan kenapa gk nyoba yang perjalanannya agak seruan dikit..Munculah ide bagaimana kalau saat itu kita ke pantai-pantai di daerah Tulungagung saja?oke wess..

Perjalanan dari Jombang jam 7 pagi-sampai Tulungagung jam 9 pagi mampir istirahat dulu di Indomaret sambil hunting pantai akhirnya pada saat itu juga kami putuskan ke pantai Molang saja karena memang tracknya yang bisa langsung dicapai kendaraan bermotor tanpa harus berjalan kaki beberapa kilo..

Akhirnya dari kota Tulunggagung kami langsung tancap gas menuju pucanglaban tapi kami lewat arah kademangan sekalian hunting track karena memang kami awam daerah sini tapi sebenarnya kalau dari Tulungagung lebih cepat bisa lewat Ngunut belok kanan kalau dari arah Tulungagung arah pucanglaban. Setelah sampai Kademangan Begini rutenya :

  • Berpatokan dari jembatan Kademangan, perjalanan dapat diarahkan melalui rute Blitar-Wonotirto
  • Berbeloklah ke kanan setelah menjumpai perempatan kantorKecamatan Kademangan.
  • Berbeloklah ke kanan lagi setelah menjumpai pertigaan puskesmas pembantu Maron.
  • Berbeloklah ke kanan lagi setelah menjumpai pertigaan yang ditengahnya terdapat miniatur candi di Desa Panggungduwet.
  • Setelah memasuki pertigaan Pasar Puser berbeloklah kekiri dan susuri jalanan hingga ke Desa Pucanglaban.
  • Pantai Molang tinggal 7,5 km lagi dari gapura Desa Pucanglaban.
  • Lokasi dapat dijangkau dengan sepeda motor maupun mobil.
  • Koordinat: 8°18’49″S   112°1’41″E

Picture2

Muter-muter, sempat kesasar, tanya-tanya akhirnya sampai juga sekitar jam 11 dari Tulungagung berarti perjalanan 2 jam dari jam 9 itupun kami memutar lewat Blitar..hihi..Jalannya baguskok kalau ada makadam tapi bagus ya tempat ini. Perjalanan mendekati pantaipun kita akan disuguhi pemandangan indah tambak udang dari atas bukit..niatnya sih pingin masuk foto-foto di tambak tapi karena waktunya terbatas ya sudah kami langsung menuju pantai saja.

Soal jalannya sebenarnya cukup untuk dilewati roda empat tapi ya gitu harus hati-hati ada kombinasi jalan yang berlumpur untuk macam mobil keluarga macam ertiga, avanza, mobilio gitu ya kudu ahli-ahli saja nyetirnya sampai di ujung jalan setelah melewati pintu masuk tambak udang nanti ada pertigaan pilih kiri jalannya yang agak besar arah pantai molang kalau ke kanan itu arah pantai lumbung bagus juga pantainya.

Perjalananpun kami teruskan sampai di pantai wuih semakin menabjubkan saja pemandangannya melewati bukit-bukit yang dari atas kita bisa liat pesisir pantainya memangkok pesisir selatan pulau jawa ini dipenuhi pantai-pantai surga yang tak ada habisnya keindahaanya. Saat sampai dipantaipun hanya ada segelintir pengunjung sehingga pantai ini tampak sedikit private padahal waktu itu hari libur coba kalau hari biasa mungkin malah kita akan benar-benar sendirian di pantai selain mereka yang hanya pekerja tambak udang.

Pertama kali datang ke pantai ini adalah menganalisa tipe pantai molang ini berikut landscapenya kalau dari wikimapia

Picture1

Hmm pantai ini memang terbagi dua sisi dipisahkan oleh kali pembuangan dari tambak udang memiliki pemecah ombak di sekitar garis pantainya jadi ya kalau berenang atau nek jare wong jowo nek kape celup-celup teles ati-ati yo soalnya banyak karangnya. Kalau pingin tahu mungkin bisa mampir kesini http://ihahibban.blogspot.com/2012/09/info-tulungagung-misteri-pantai-molang.html

Setelah itu ya kami mendokumentasikan foto duoang sebelum semakin sore sekitar jam setengah 2 siang  kami balik dari pantai ini menuju Jombang rutenya Pucanglaban-Kademangan-Blitar-Wates-Pare-Jombang sampai di Jombang sekitar jam setengah 4 istirahat dulu baru setelah magrib kembali ke Surabaya. Oh iya untuk tarif masuk ke pantai Molang ini gratis lo, apalagi pantai Lumbung dan Kelinci..Okay see you next story THANks..

Berikut Dokumentasinya :

IMG_1653

IMG_1668

IMG_1676

IMG_1695

IMG_1739

IMG_1777

IMG_1807

IMG_1842

IMG_1846

Pantai Lumbung

Pantai Lumbung

Pantai Pacar

Pantai Pacar

IMG_1875

 

 

IMG_1882

IMG_1886

 

Eh ini ada videonya :

%d blogger menyukai ini: