Tag Archive: Asia



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :


10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


Yup!Selamat Tahun baru 2014 dan kami T-BOSS travel ada promo paket wisata untuk pembukaan awal tahun ini. Check Tarif perjalanan di bawah ini :

brosur rev 1 brosur rev 2 brosur rev 3 brosur rev 4

Terima kasih atas perhatiannya 😉


GreenTravel1

Yup kali ini boleh dibilang memperdalam ilmu gimana sih jadi green traveler itu mungkin artikel yang saya kutip dari The-Travelist.com bisa memberi penjelasan secara umum kepada para newbie traveller

Sekarang ini udah banyak yang menggaungkan kata green, banyak hal yang diembel-embeli kata tersebut, hingga suatu hari kata itu akan tereduksi maknanya,” kata Ferzya mengawali diskusi Green Traveler di kawasan Candi Borobudur.

Tanggal 21 Oktober 2012 kemarin, Travelist yang diwakili oleh Editor in Chief kami, berkesempatan untuk menjadi pembicara dalam acara #SolarizingBorobudur yang diadakan oleh Greenpeace Indonesia. Rangkaian acara sejak tanggal 13 hingga hari sumpah pemuda itu dilaksanakan untuk mengkampanyekan penggunaan sumber daya listrik dengan menggunakan tenaga surya dan tenaga angin.

“Tapi apakah green traveler itu? apakah hanya dengan bersepeda lalu pergi kemana-mana disebut sebagai green traveler?,” lanjut wanita yang memakai kerudung abu-abu hari itu. Dia pun memulai diskusi dengan menerangkan tentang makna green traveler. Bahwa sebenarnya green traveler itu adalah respek dengan budaya setempat dan melakukan sesuatu untuk tempat dimana kita berjalan.

***

Menjadi green traveler bukanlah hal yang sulit, beberapa orang bahkan sudah melakukannya dengan tidak sadar. Green traveler sebenarnya bukan hanya menggunakan sepeda atau berjalan kaki, walaupun hal tersebut juga masuk dalam kategori. Tapi, lebih dari itu, penggunaan kendaraan lokal diyakini mampu menaikkan kesejahteraan penduduk, memberinya pendapatan ekonomi dan memberi kita kesempatan untuk mengenal orang lokal. Bukankah lonely planet, penuntun traveling terbaik adalah penduduk lokal?

Beberapa orang biasanya senang memanggul tas yang besar, berjalan kesana kemari dengan backpack-nya. Hal tersebut adalah wajar jika kita berpergian jauh, akan tetapi ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya perhitungan barang yang harus dibawa, semakin selektif barang yang dibawa akan semakin baik. Selektif loh, artinya barang-barang yang dibawa harus bisa mengakomodasi (beberapa) kebutuhan kita dan seberapa penting barang itu harus dibawa. Hal ini ga hanya berguna untuk keringanan tas tapi juga untuk lingkungan. Misalnya, dengan membawa kain sarung/kain bali selembar kita sudah bisa memanfaatkannya sebagai handuk, selimut, syal, kerudung, rok, dan lainnya tergantung kreatifitas dan hebatnya kita hanya membutuhkan sedikit detergen untuk mencuci 🙂

Penggunaan plastik juga mulai dikurangi. Pernah hitung ga, berapa plastik yang kita hasilkan saat membeli logistik jalan-jalan? Pergi kesebuah mini market/warung kelontong, membeli air mineral, beberapa snack dan permen? Lalu ditambah dengan kantung plastik untuk mewadahinya. Berapa tuh?. Mulailah kita membeli sebuah tumblr/botol minuman yang dapat diisi ulang dan untuk perjalanan yang singkat, usahakan untuk membawa bekal dari rumah. Memang susah mengubah pola hidup yang terbiasa menggunakan plastik, tetapi apakah tidak bisa kita melakukan pola ini. Sulit diawal, aman diakhir.

Oke, lalu setelah semua persiapan ini dan tiba di tempat, mulailah melebur dengan lokal. Ikuti ritme mereka dengan baik, hormati kebudayaannya dan jangan menghakimi kegiatan yang kita tidak ketahui. Beberapa orang ada yang mencerca budaya penduduk Lamarera (NTT) yang membunuh paus, mengatakan bahwa itu tidak baik, tapi apakah mereka tahu makna dibaliknya? Cara yang dilakukan? Ini yang harus ditanamkan dalam diri saat berada disuatu tempat. Jangan sampai diri kita yang asing ini menganggap kebudayaan setempat menjadi ‘asing’. Tidak mau kan kita mengubah banyak tempat seperti Bali sekarang ini yang adat aslinya makin tergerus.

Know the impact and reduce it. Sebagai pejalan, informasi suatu tempat ataupun aktifitas yang akan dilakukan sebisa mungkin diketahui dengan baik. Bahwasanya kedatangan kita disuatu tempat ataupun kegiatan yang kita lakukan pasti memberikan dampak. Contohnya saja kegiatan snorkeling, melihat karang dan ikan yang lucu sering membuat diri tak sadar bahwa fin yang kita gunakan telah mematahkan karang lain, ups tapi itu benar terjadi. Apakah sebagai pejalan kita memikirkan hal-hal ini?

Banyak pejalan kini melakukan perjalanan karena pengaruh media. Beragam foto dibagikan secara gratis di Facebook, Twitter, Instagram, ataupun Path. Mulai berlomba-lomba datang kesuatu tempat dengan biaya yang murah. Sampai disana, lalu apa?. Apakah datang, foto-foto dan menyebarkannya pada media online itu saja? memperlihatkan bahwa tempat-tempat wisata di Indonesia itu indah? Lalu kita pergi, meninggalkan sampah, dan karena foto yang kita sebar menyebabkan lebih banyak orang yang meninggalkan sampah? Rasanya sudah tidak masanya lagi kita jalan-jalan untuk sekedar melihat suatu tempat. Lebih dari itu, kita datang untuk berbuat sesuatu. Salah satu caranya, menjadi volunteer sebuah acara yang baik. Buatlah alasan yang pasti mengapa kita harus datang ke suatu tempat, bukan sekedar jalan-jalan. Sulit? Baiklah, bagaimana jika setelah jalan-jalan, kita menulis tentang tempat tersebut dengan imbang dan tidak hanya kecantikannya, tapi ‘apa’ dibalik itu. Menulis yang imbang, juga berkontribusi.

Itulah Green Traveler.

Begitu banyak hal yang dapat dilakukan oleh pejalan dengan menjadi green traveler, jika belum maka inilah saatnya.

– See more at: http://the-travelist.com/index.php/solarizing-borobudur#sthash.DMg7CR9k.dpuf

Bisa di baca juga link ini https://suetoclub.wordpress.com/2011/10/30/mengembangkan-ecotourism-indonesia/


IMG_2682

Salam wildlife!yup sueto grup memulai lagi touring mencari tempat-tempat baru yang alami dan asik untuk dikunjungi. Perjalanan yang dilakukan di bulan November 2013 ini bermaksut sekalian kita survey disekitar pantai selatan Malang tapi sekalian touring dari Surabaya tujuannya yaitu pantai selatan Malang kemudian  pantai Mbengkung. Pantai Mbengkung ini terletak di desa gajahrejo kecamatan gedangan Malang, Jatim, Indonesia.

Letak  Pantai di wikimap :

peta

Perjalanan dari Surabaya kami berangkat malam hari sehingga target kami sampai kesana di pagi hari tercapai agar dalam sehari kami bisa agak lama berada di kawasan pantai. Sesampai di daerah Turen sekitar jam 2 pagi kami beristirahat dahulu makan pagi karena ada sesuatu warung yang menggoda kami di sebelah pom bensin kota Turen yaitu penyetan Ceker Setan yang memang setelah dirasakan benar-benar membuat malam yang terasa dingin saat itu terasa sangat panas, pedas dan keringetan. Bumbu penyetan ceker setan yang merupakan perpaduan merica dan lombok ini terasa benar-benar membuat kami kepedasan seperti dikejar setan dipadu dengan jeruk hangat di malam hari terasa mantab lah saat itu. Setelah makan kami menuju ke arah Sumbermanjing untuk istirahat lagi dan sholat shubuh tapi perut ini tiba-tiba berkejolat hanya 2 jam setelah jeda makan memang bumbunya berasa mengguggah perut kami hingga sangat panas dan ingin bunag air besar saat itu juga tak hanya satu orang beberapa rekan kami yang mencoba ceker setan itu juga berfeek sama pada perutnya masing-masing haha..

Udara saat itu sangatlah dingin meskipun kami sudah berpakaian lengakap saat itu tapi tetap saja kami tidak bisa membayangkan bahwa keadaan cuaca saat itu bisa sama dinginnya dengan saat kita berada di kawasan pegunungan Bromo ya meskipun daerah Sumbermanjing tidak terlalu tinggi. Sampai pagi pun sekitar jam 05.30 matahari tidak mau menyapa kami hari masih terkesan sangat gelap dan mendung sampai akhirnya kami tiba dikawasan pantai kabutpun sampai menutup area lautan saat itu sekilas sayapun teringat oleh film “PirateCarribian” yang lautnya jika kapal Black Pearl datang diselingi asap kabut hehe..

Akhirnya kami pun tiba disebuah gubuk dekat pantai dan memutuskan untuk beristirahat sampai matahari mau menyapa kami. Sekitar jam 10 pagi kami pun terbangun dan mulai aktifitas di pantai dibawah ini bisa dilihat hasil dokumentasi pantai mbengkung. Pantai in terdiri dari 2 pantai yang ditutupi karang airnya pun sangat jernih tidak membuat kami gatal-gatal saat setelah mandi di pantai , kedua pantai ini memiliki ombak yang besar dan saat kami disana ombaknya memang sedang besar-besarnya jadi hati-hati bagi yang membawa  anak-anak untuk bermain di pantai ini. Pantai ini pun menjadi destinasi favorit kebanyakan pemancing lokal karena sebelah timu pantai ini juga bersebelahan dengan pantai nglepek dan TPI di sendang biru.

Simak foto-foto dokumentasi pantai Mbengkung di b awah ini :

IMG_2721

IMG_2543

IMG_2607

IMG_2637

IMG_2664

IMG_2709

IMG_2712

IMG_2715

IMG_2756

IMG_2757

IMG_2760

IMG_2766

IMG_2773

IMG_2789

IMG_20131202_142537

Setelah puas kami menikmati pantai yang indah ini kami langsung bergegas kembali ke Surabaya sekitar jam 4 sore hari dari kawasan pantai bajulmati. Kesimpulan kami memang banyak pantai indah yang belum terjamah manusia di sekitar kawasan jalur Bajulmati Malang yang mungkin bisa dijadikan destinasi favorit saat libur weekend   bagi yang suka liburan bertema alam dan menghindari kepenatan kota. Saran kami yang pertama memang harus dilestarikan kekayaan alam Indonesia juga kebersihannya juga tempatnya sudah ramai dan terkenal dijadikan tujuan wisata pihak perhutani dan pemerintah daerah juga harus selalu mendukung untuk pelestarian tempat-tempat wisata tersebut sehingga benar-benar manfaatnya bisa dirasakan oleh penduduk sekitar bukan investor. Membudidayakan masyarakat sekitar adalah hal yang sangat penting dalam pemerataan kesenjangan ekonomi seperti mengedukasi tentang menjaga kebersihan tempat wisata setelah masyarakat sekitar mampu mengolah tempat wisata tersebut sebagai ladang potensi bisnis pariwisata. Penting memberi edukasi kepada para Traveler yang berkujung, tentang edukasi  “Green Traveler Project” yang harus dilakukan saat kita berpergian ke tempat-tempat wisata. Menyediakan tempat sampah di daerah wisata juga sangat penting untuk menjaga  kebersihan dan kelestarian tempat wisata tersebut minimal setiap wisatawan mempunyai inisitatif untuk membawa plastik penampungan sampah sendiri agar tidak mengotori tempat tersebut meskipun di beberapa tempat wisata sudah ada pengolah atau penjaga kebersihannya. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak yang masih belum mengerti tentang artinya menjaga kebersihan dan seharusnya edukasi ini dimulai dari yang dewasa untuk mengajari pada yang mudang tentang pentingnya menjaga kelestarian dan lingkungan di negara sendiri. Terima kasih telah membaca tulisan ini semoga kami  tulisan ini berguna bagi seluruh pembaca di manapun mereka berada J.

Berikut link videonya silahkan di klik:

Silahkan berkunjung juga ke link ini jika mau paket travelnya https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ 🙂


IMG_1936

Cerita ini melanjutkan cerita sebelumnya berwisata ke Goa Pindul yang ini link nya https://suetoclub.wordpress.com/2013/10/29/perjalanan-seorang-cimen-d-sueto-menuju-gua-pindul-part1/ . Perjalanan selanjutnya menuju ke pantai kukup. Pantai kukup terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km di sebelah Timur Pantai Baron. Pantainya landai berpasir putih dan terdapat jalan setapak yang membelah bukit sampai Pantai Baron, serta sebuah pulau karang yang dihubungkan dengan jembatan senggol dari atas Pulau karang kita dapat melihat hamparan pantai yang cukup luas dan sangat indah. Mampir juga di link ini tentang pantai kukup https://suetoclub.wordpress.com/2011/01/08/yogya-toursueto-part3/

Di pantai air lautnya sangat jernih berwarna biru dengan pemandangan yang cukup bagus. Beberapa dari kami ada yang berfoto dan ada juga yang beristirahat dan juga membeli es degan yang dapat menyegarkan badan lagi. Kalau ingin melihat pemandangan lebih bagus dan lebih luas di pantai kukup terdapat bukit kecil yang bisa melihat pemandangan tersebut. Ketika kami berjalan menuju bukit tersebut ternyata pemandangan yang disuguhkan benar-benar indah dan tidak lupa kami mengabadikan momen tersebut dengan berfoto.

IMG_1982

IMG_2015

IMG_2025

Setelah puas melihat pemandangan dan berfoto kami melanjutkan perjalanan meniju pantai baron. Pantai baron terletak di di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23km arah selatan kota Wonosari, merupakan pantai pertama yang ditemui dari rangkaian kawasan Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak.

Di pantai ini juga terdapat muara sungai bawah tanah yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain di laut. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati aneka ikan laut segar maupun siap saji, dengan harga terjangkau, termasuk menu khas pantai Baron yaitu Sop Kakap. Pada sisi sebelah timur dapat dicapai melalui jalan setapak yang melingkar terdapat bukit kapur wisatawan bisa beristirahat di gardu pandang, sambil menghirup udara pantai yang menyegarkan. Kurang lebih 10 km kea rah barat dari Pantai Baron terdapat Pantai Parang Racuk dengan bukitnya yang menjulang dan terjal, dengan leluasa dari atas bukit.

Pada setiap bulan Syuro tahun Jawa masyarakat nelayan setempat menyelenggarakan Upacara Sedekah Laut yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panenan ikan yang melimpah dan keselamatan mencari ikan di laut.

IMG_2078

IMG_2103

Pemandangan air laut di pantai baron tidak begitu indah jika dibandingkan dengan pemandangan di pantai kukup, tapi di pantai baron kami berenang lagi, bermain ombak dan tidak lupa berfoto. pantai baron memiliki hulu sungai yang airnya jernih dan memiliki arus yang cukup deras.

pantai baron memiliki hulu sungai yang airnya jernih dan memiliki arus yang cukup deras. Dan kami berenang sekaligus membilaskan diri dari pasir-pasir yang melekat di tubuh.

P1110898

Setelah puas dengan bermain air, berenang, dan berfoto kami segera bergegas untuk mandi karena hari sudah mulai malam dan kami harus segera kembali ke jogja kota. Setelah mandi kami melanjutkan perjalanan menuu jogja dan kami melewati bukit bintang yang memiiki pemandangan yang bagus ketika melihat pada malam hari. Kita bisa meihat kota jogja dan melihat kerlap-kerlip lampu kota jogja yang membuat kita terkesima. Tiba dijogja kami makan terlebih dahulu di tempat yang sama sebelum kami berangkat. Tempat makan  sambelan dengan harga yang cukup murah. Setelah makan kam melanjutkan ke penginapan untuk istirahat. Tetapi tidak semua dari kami yang beristirahat, beberapa dari kami ada yang berbelanja di malioboro lagi. Mencari barang yang kurang dibeli. Dan sebgaian dari kami yang tidak berbelanja beristirahat di penginapan karena kami sudah cukup lelah melakukan perjalanan seharian.

Perjalanan terakhir kami di kota jogja adalah menuju taman sari. Tapi sebelum menuju ke taman sari. Kita menuju pusat oleh-oleh bakpia di pusat Perusahaan Bakpia Pathok “25” terletak di Jl. AIP II KS Tubun NG I/504, desa Pathok Yogyakarta. Setelah beberapa dari kami sudah membeli oleh-oleh kami langsung menuju taman sari yang terletak di Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 55133, Indonesia.

Taman  sari di masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari. Taman sari seperti istana pada jaman kerajaan dahulu. Tempatnya cukup bagus. Kami berkeliling memutari taman sari dan juga kami berfoto-foto.

P1110913

P1110918

P1110922

P1110925

P1110928

P1110940

P1110941

P1110953

P1110913

P1110917

Jam Buka: Senin – Minggu, pukul 09.00 – 15.30 WIB

Tiket Taman Sari :

  • Wisatawan Domestik: Rp 3.000
  • Wisatawan Mancanegara: Rp 7.000
  • Guide: nego (Rp 10.000 – Rp 20.000)

Setelah kami berkeliling mengitari taman sari dan berfoto. Kami harus segera ke stasiun lempuyangan untuk kembali ke kota Surabaya. Sebelum kita masuk kedalam stasiun tidak lupa kami mengucapkan terika kasih kepada mas jambul yang sudah mengantarkan kami selama 2 hari untuk berjelajah dan berwisata. Inilah perjalanan kami yang seru di kota Jogja. Salam para Touringers.

Oh iya jangan lupa mampir juga ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ dan https://suetoclub.wordpress.com/2014/01/03/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2014/


Yup salam wildlife!akhirnya kami SUETO bisa bercompany dengan perusahaan travel yang akan membantu kami mengenalkan setiap seluk beluk keindahan wisata Indonesia khususnya di pulau jawa dan jatim. Untuk perkenalan T-Boss membuka paket perdana berikut brosurnya. Untuk lebih jelasnya bisa hubungi contact person di bawah. Biasa yang namanya promokan ada diskonnya hehe..
brochure

 

brochure pages2

 

brochure page 3

brochure page 4

 

 

 

brochure page 5

brochure page 6

page 7

 

 

brosure page 8

Dari Sueto tim terima kasih atas perhatiannya 🙂

HP Baru Termurah 2013


handphone+termurah+didunia

Yup handphone sekarang sudah seperti barang yang mudah ditemui semua kalangan bisa mempunyai handphone. Penggunaan handphone juga sudah mulai beralih fungsi dengan kemunculan-kemunculan smartphone yang bisa menjalakan multitasking secara bersamaan dan teknologinyapun semakin canggih. Tetapi di tengah kemunculan hp canggih Vendor Carphone Warehouse malah merilis HP paling murah yaitu ALCATEL OT – 209 seharga 99 PENCE, Setara dengan Rp 14.254,-

Bentuknya juga tidak jauh berbeda dengan tampilan HP pada umumnya diciptakan untuk menjalankan komunikasi sewajarnya tidak ada akses internet dan kamera hanya fitur sms, telepon, mobile game, radio. Bagi konsumen yang ingin punya HP sederhana karena sudah bosan memiliki banyak HP berfitur canggih atau untuk yang suka mengoleksi banyak nomer kartu sim. Bisa juga untuk mengantisipasi kerugian material bila dibawa ketempat-tempat tertentu yang rawan pencuri seperti kebanyakan kota di indonesia yang rawan jambret atau copet.

Berikut Spesifikasinya :

GENERAL 2G Network GSM 850 / 1900
GSM 900 / 1800
SIM Mini-SIM
Announced 2011, February
Status Available. Released 2011, July
BODY Dimensions 108 x 46 x 15.3 mm (4.25 x 1.81 x 0.60 in)
Weight 68 g (2.29 oz)
– Flashlight
DISPLAY Type CSTN, 65K colors
Size 128 x 128 pixels, 1.45 inches (~125 ppi pixel density)
SOUND Alert types Vibration; Polyphonic(64) ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack No
MEMORY Card slot No
Phonebook 250 entries
Call records Yes
DATA GPRS No
EDGE No
WLAN No
Bluetooth No
USB Yes, miniUSB (charging only)
CAMERA No
FEATURES CPU 52 MHz
Messaging SMS
Browser No
Radio FM radio with RDS
Games Yes
GPS No
Java No
Colors Dark Grey, Deep Red
– Organizer
– Predictive text input
BATTERY Li-Ion 500 mAh battery
Stand-by Up to 333 h
Talk time Up to 4 h 30 min

Berikut juga nominasi-nominasi HP dengan harga termurah lainnya :

HOP – ON MOBILE 1800 (USD 5)

GEE PEE, DIPRODUKSI DI INDIA (USD 10)

VODAFONE 150 (USD 15)

MOTOROLA MOTOFONE F3 (USD 19,99)

VODAFONE 250 (USD 20)

MWC 2008 (KURANG DARI USD 20)

EVEN BB33 (USD 22,50)

Sumber : Carapedia.com

 


HBD2013

Yup yang mau gabung di acara ini silahkan…

HBD ini akan dilaksanakan pada 14-15 desember 2013.

Banyak disebut sebagai big eventnya komunitas Honda Indonesia.  Tapi tetep bebas juga buat non komunitas

Gaung Honda Bikers Day juga dirasakan oleh brother brother Honda Community yang melakukan perjalanan touring berkelompok menjelajah pulau Sulawesi – NTB – Bali – Jawa – Sumatera dengan misi pertukaran budaya Indonesia, dan juga napak tilas Honda Bikers Day mulai dari tahun:

2009 di Pangandaran
2010 di Kiarapayung
2011 di Bromo
2012 di Prambanan

para riders Honda Community yang tergabung dalam Honda Roadventure 2013 dengan tema One Journey for One Heart ini akan finish di Honda Bikers Day dengan membawa bend bend basil pertukaran budaya Indonesia selama perjalanan dengan visi Satu Hati Cinta Indonesia.

info Honda Roadventure bisa dilihat di FB pagehttps://www.facebook.com/Honda.Roadventure dan websitehttp://hondaroadventure.com/

Silahkan bergabung juga dan daftar online di http://woozin.tgrid.in/honda/landing/home?url=hq&loc=1

 

%d blogger menyukai ini: