Tag Archive: batu



13533278_1220296918015277_6127817085591631784_n

Salam wildlife!Perjalanan Turing ramadhan ini diadakan sebagai ajang kumpul-kumpul rekan-rekan sueto agar lebih akrab maka kami adakan sekalian acara sahur on the road dan buka bareng.

Pemilihan tepat yang dekat-dekat saja dari Surabaya yaitu kota Batu Malang. Berangkat malam hari dari Surabaya setelah teraweh sampai Malang langsung menuju alun-alun Batu kemudian sahuran sampai shubuh. Setelah itu kami kembali ke basecamp karangploso untuk istirahat.

13524329_10205285239885317_7127465489228766586_n

Bangun-bangun sudah siang saja memang udaranya waktu itu lagi dingin sehingga puasa pun tak terasa panas di sini. Kemudian kami bersiap menuju bukit Paralayang untuk petanya bisa dilihat dibawah ini :

peta p

Jalur yang dipilih kalau dari Batu bisa lewat Songgoriti, kalau dari arah Kediri bisa lewat Pujon menuju arah G. Banyak. Jalannya agak menanjak tajam kalau lewat Songgoriti jadi hati-hati saja tapi jalanannya muluskok.

Jalan demi jalanan kami tempuh melewati perkebunan strawberi (diplakatnya boleh metik sendiri). Kemudian tak lama kami sudah masuk area bukit paralayang, tiket awal masuk sekitar Rp 5000,-/orang, Setelah itu naik lagi parkir kami membayar Rp 3000,-/motor. Sampai deh…

Bukit Paralayang ini untuk medannya digolongkan medium road hampir semua kendaraan bisa hadir termasuk bus wisata kawasannya juga mudah dijangkau untuk anak-anak juga aman asalkan harus tetap dalam penjagaan orang tua saja.

Suasananya meskipun hari itu puasa ternyata ramai juga malah kelihatannya banyak orang menunggu sunset dan buka puasa disini.

Nah kalau dari parkiran kalau ke arah kanan kita ke tempat start peluncuran paralayang yang paketnya sekitar Rp350.000-600.000/orang bisa langsung reservasi di http://outboundmalang.com/layanan-kami/paralayang/

Kemudian kalau dari arah parkiran kita ke kiri bisa langsung menuju arah rumah kayu (wooden house). Masuk membayar lagi Rp5000,-/orang disini kita bisa lihat jalan-jalan berliku dipinggir tebing dengan rumah kayu dan lesehan kayu untuk menikmati selayar pandang kota Batu/songgoriti dari atas gunung banyak. Kebetulan waktu itu hawanya sangat dingin berkabut seru!!seperti di film-film macam lord off the ring atau twilight…hehe..

Nah rumah kayu disni kalau mau disewa juga bisa tarifnya yaitu weekday Rp 350.000,-/malam atau weekend Rp 450.000,-/malam..Ya bisa bayangi gimana dinginnya wong rumah kayu di hutan yang masih asri lagi kemudian saya pikir untuk hari libur benar-benar akan sangat ramai sekali karena mungkin ada beberapa orang yang mungkin masa romantisnya tak mau terlewatkan..hehehe

Suasana saat itu sangat berkabut karena feel hujan di bawah  dan akhirnya beneran saat kami menuruni bukit sembari setelah takjil dulu di warung-warung paralayang hujanpun mengguyur kami padahal waktu itu gak bawa hujan. Sempat menunggu hujan berhenti sejenak akhirnya penantian terakhir kami sebelum pulang ke Surabaya mampirlah ke Pak Sholeh karangploso sebelah kiri jalan kalau dari Batu.

13507155_10205289233145146_4941842121380091777_n

Setelah perut sudah terisi kami bersiap pulang menuju Surabaya karena esoknya aktifitas harian sudah menunggu rekan-rekan Sueto.

Oh ya sekalian karena tulisan ini diposting saat lebaran maka kami suetotim mengucapkan “SELAMAT IDUL FITRI 1437H MOHON MAAF LAHIR BATIN YA” dan terima kasih telah menjadi pembaca setia perjalanan kami selama ini.

13567110_1221137954597840_6663562720719637302_n

Berikut VIdeonya :


IMG_2587

Olahraga Kecil Menuju Pawitra G. Penanggungan (1653MDPL) by Suetoclub

Hai Salam Wildlife!Yup Setelah sempat lama tak jalan-jalan kami Suetoclub memilih melakukan Olahraga kecil lagi yaitu hiking ke puncak Penanggungan yang deket-deket saja dari Surabaya. Perjalanan hiking ini dipilih karena memang sudah lama gak hiking terakhir ke Welirang meskipun dalam perjalanan menuju hari H ini beberapa personel mengalami cidera sehingga waktu mendaki tidak dalam kondisi fit tapi kamipun tetap berangkat karena memang bulan September 2014 ini waktunya bener-bener cocok untuk mendaki dan alat-alat sudah kadung disiapkan..hehe.

Perjalanan kami mulai hari Sabtu karena saya sendiri masih ada kerjaan sampai siang  hari itupun berangkatnya baru malam harinya  tapi Gas sajalah. Hiking kali ini diikuti hanya 3 orang saja karena mungkin banyak yang lainnya berhalangan tapi yang ikut ini dedengkot sueto malah yang paling lama sudah tidak pernah turing bareng lagi akhirnya dipersatukan lewat acara hiking ini J

Time 13.00

Perjalanan pulang kantor dari Gresik ke Sidoarjo

Time 14.30-16.00

Sampe  Sidoarjo langsung pijet untuk menstabilkan kondisi fisik

Time 16.30-19.00

Setelah Pijet nunggu personel lainnya datang kerumah tidur dulu

Time 19.30-21.00

Lihat Arsenal vs Manchestercity yang lagi seru-serunya waktu itu da hasilnya berakhir imbang

Time 22.00-23.30

Berangkat dari Sidoarjo menuju Trawas ke pos pendakian Tamiajeng kampus Ubaya

Time 00.00-00.30

Keliling-keliling dulu cari makan malam bekal dll.

Time 01.00

Start mulai pendakian setelah parkir bayar perizinan Rp 5000,-/orang parkir mobil Rp.20.000,- parkir motor sekitar Rp 5000,-

Time 01.00-02.00

Melewati jalanan naik turun yang agak mudah tingkat kesulitannya menanjak tapi gak seberapa masih melewati hutan-hutan ladang perkebunan sampai ke pos 1

Time 02.00-03.00

Jalannya mulai menanjak soro lumayan kalau bawa carier dengan beban berat diatas 15kg-20kg mulai olahraganya disini xixixixi

Time 03.00-03.30

Selangkah lagi sampai puncak bayangan hosh-hosh hahaha..untungnya ramai saat itu katanya sih puncak welirang ditutup jadi banyak yang pindah daki ke penanggungan weekend saat itu

Time 03.30-03.45

Akhirnya sampai juga sempat melihat orang berjubah putih seperti assincreed begitu mungkin semedi atau penjaga gunung ya temen saya sempat kaget hihi..kemudian mendirikan tenda dan kemudian yang lainnya istirahat saya foto-foto sampai pagi sambil menunggu yang lainnya bangun

Time 06.00-06.30

Akhirnya yang lain udah pada bangun dan melakukan persiapan summit  puncak Pawitra

Time 06.30-07.30

Meskipun hiking summitnya kurang lebih cuman 1jam perjalanan tapi jalananya benar-benar menguras tenaga karena penuh pasir dan debu istilahnya banyak jalan menuju roma tapi kalau salah jalan ya percuma haha

Time 07.30-08.15

Santai-santai menikmati puncak pawitra di pagi hari sejuk-sejuk gimana gitu sambil mengabadikan momen-momen eksis

Time 08.15-08.45

Bersiap turun dari puncak tapi justu turun ini lebih ekstra hati-hati meskipun bisa lebih cepat kalau sudah begini hanya pengalaman yang benar-benar bisa kita pelajari tenang saat memilih pijakan adalah kuncinya salah dikit pasti mbrosot..

Time 08.45-10.30

Sesampai tenda di puncak bayangan kami langsung istirahat sebelum bersiap preapare buat kembali ke Surabaya

Time 10.30-12.00

Semua sudah beres bersih-bersih sampah dan lain-lainnya jangan lupa dibawa ya biar tetap menjaga keasrian gunung tetap hijau perjalanan turunpun kamu lakukan dengan 2 kali lipat susah payah meskipun barang-barang di tas sudah kosong dan perjalanan lebih cepat karena turunan ya meskipun tidak lebih cepat dari rata-rata pendaki couple disana waktu itu yang begitu so sweet seperti mendaki dengan cinta dan jalanan gunung serasa milik berdua sejoli..haha tapi plink gak kita berhasil dapat korting lah dari perjalanan mendaki 2 setengah jam jadi 1 setengah jam saja pas turunan…hihi

Time 12.00-13.00

Cari rumah makan kemudian langsung istirahat di sebuah persinggahan teman yang ada di Trawas

Time 13.00-18.00

Setelah isitirahat dan mandi-mandi sehingga terasa bugar dan fit kembali kamin bersiap pulang ke Surabaya setidaknya perjalanan kali dapat dinikmati untuk mengisi liburan dengan oloahraga kecil-kecilan. Kalau 1 bulan tak disempatin traveling rasanya hidup jadi hambar gitu haha..

So tunggu cerita perjalanan dari Suetoclub di perjalanan-perjalanan berikutnya 😉

Di bawah ini sedikit History tentang G. Penanggungan

Gunung Penanggungan, merupakan gunung berapi yang sedang tidur atau sedang dalam keadaan tidak aktif. Gunung yang memiliki ketinggian 1653 M dari atas permukaan laut ini terletak di kabupaten Mojokerto dan berada pada satu kluster dengan gunung Arjuno dan Welirang.

Gunung ini dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di sekujur lerengnya ditemui berbagai peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha di Jawa Timur. Di masa itu gunung ini dikenal sebagai Gunung Pawitra, yang memiliki arti sebagai kabut, karena memiliki puncak yang runcing dan berkabut. Setidaknya terdapat 81 bangunan candi yang pernah berdiri di kawasan lereng Penanggungan. Dari angka tahun yang ditemukan di beberapa bangunan candinya, diketahui bahwa bangunan-bangunan tersebut didirikan antara abad X Masehi (Pemandian Jalatundo, 977 M) sampai dengan abad XVI Masehi.

Semua peninggalan bersejarah yang terdapat di kawasan Penanggungan ditemukan pada tahun 1920 an, saat terjadi kebakaran hutan yang hebat di lereng gunung tersebut. Dari kejadian itu pula, benda-benda dari masa kejayaan Majapahit ikut banyak ditemukan beserta situs arkeologi dan ribuan artefak lainnya yang tersebar di lembah dan lereng sisi barat dan utara Penanggungan bisa terungkap.

Penduduk lokal percaya bahwa gunung Penanggungan merupakan gunung yang banyak digunakan sebagai tempat meditasi atau bertapa, dimana juga banyak dihuni oleh para dewa yang sering marah. Bukti atas kepercayaan ini bisa dilihat dari 81 kepurbakalaan yang ditemukan di gunung Penanggungan dan memperkuat anggapan masyarakat Jawa bahwa gunung Penanggunggan adalah gunung yang suci, dan tempat tinggal dewa. Tidak kurang dari 50 punden berundak dengan tiga altar sesajian di terasnya yang tersebar di lembah dan lereng Penanggungan.

Di dalam kepercayaan Hindu Buddha dikenal adanya konsep Makrokosmos atau susunan dalam alam semesta, bahwa alam semesta ini berbentuk linkarang pipih seperti piringan, dimana gunung Mahameru atau Semeru menjadi pusatnya. Gunung Penanggungan, dalam kepercayaan masyarakat Jawa, adalah salah satu perwujudan konsepsi makrokosmos tersebut karena gunung tersebut diyakini sebagai salah satu puncak Mahameru yang dipindahkan oleh dewa penguasa alam.

Sebagai pusat keagamaan pada masa perkembangan Hindu dan Budha, kaum resi memegang peranan penting dalam upacara ritual. Para resi adalah orang yang sudah mengundurkan diri dari dunia ramai dan memilih untuk hidup menyepi pada tempat-tempat yang jauh dari keramaian, biasanya di gunung yang masih sepi dan asri. Gunung Pawitra dijadikan sebagai pusat aktivitas keagamaan tidak lain adalah karena anggapan bahwa Pawitra merupakan puncak Mahameru, titik pusat alam semesta yang dipindah ke Jawa. Dengan bermukim dan beribadah di bangunan-bangunan suci yang tersebar di lereng-lerengnya, maka para resi akan lebih mudah untuk berhubungan dengan dewanya di dunia Swarloka, tempat bersemayamnya para dewa dan Girinatha (Siwa).(http://www.eastjava.com/books/glorious/ina/penanggungan.html)

Berikut dokumentasinya

10628449_10201840122599538_2379462548484669326_n 10475338_10201840537969922_6955034985091380794_n 10646954_10201841977125900_2004781823148394930_n 10356750_10201843101554010_1790660840717663990_n IMG_2277 IMG_2278 IMG_2282 IMG_2287 IMG_2304 IMG_2307 IMG_2343 IMG_2362 IMG_2373 IMG_2380 IMG_2384 IMG_2387 IMG_2462 IMG_2536 IMG_2548 IMG_2554 IMG_2581


DSC_0026

Salam wildlife!yup perjalanan 2013 kali ini kami hanya sekedar melewati pantai jelangkung saja dan mengambil berberapa moment yang memang membuat kami berhanti sejenak di pantai ini. Karena cuaca saat itu mendung kami dan sudah sore kami hanya sebentar berhenti di pantai ini. Tiket masuk pantai ini hanya untuk parkir adalah Rp 6000,- saja. Saat kita datangi memang pantai ini tampak sepi karena memang bukan hari libur tapi kalau hari libur biasanya pantai ini ramai karena aksesnya  yang memang mudah di pinggir jalan aspal baru yang mulus. Pantai ini juga bersebelahan dengan pantai-pantai lainnya misalnya pantai Ungapan yang dahulu kami juga pernah kesini  bisa dilihat link nya disini  https://suetoclub.wordpress.com/2010/08/13/bajulmati-pantai-selatan-malangsueto/ kemudian sebelahnya lagi pantai bajulmati bisa di lihat di link ini https://suetoclub.wordpress.com/2011/08/05/touring-24-jam-mengitari-pantai-selatan-malang-bajulmati-sektor-2part2/

Pantai ini terletak di desa gajahrejo, kecamatan gedangan, Malang, Jatim, Indonesia. Nama pantai ini memang unik dan membuat yang baru pertama mendengarnya penasaran. Nama Pantai Jelangkung kesannya memang cukup sangar, mirip nama cerita legenda makhluk halus. Padahal sebenarnya nama asli pantai ini adalah Jolangkung yang artinya ojo liwat. Sebab, dahulu di pantai ini ombaknya terkenal sangat besar hingga meluber ke jalan raya. Siapapun yang lewat di jalan raya saat ada ombak besar, kemungkinan tergulung ombak. Sehingga ketika ada ombak besar, tidak diperbolehkan lewat, harus menunggu sebentar agar ombak reda. Karena itu disebut dengan Jolangkung (jangan melewatinya) yang kemudian masyarakat sekitar menyebut dengan Jelangkung. Pantai itu memang masih berbahaya jika ada ombak besar.

Berikut foto dokumentasi sekitar pantai :

DSC_0023

DSC_0024

DSC_0025

DSC_0016\ DSC_0021

DSC_0030

DSC_0032

DSC_0035

DSC_0038

Berikut videonya :

 

Boleh sekalian mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

 


www.belantaraindonesia.org

GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang tujuan mudahnya untuk mengetahui dimana lokasi dan posisi Anda berada. Mungkin sama dengan peta, hanya saja GPS cara kerjanya tergantung pada satelit, yang berjumlah sebanyak 24 satelit. Teknologi yang selayaknya Anda ketahui sebagai seorang penggiat alam terbuka.

Akan tetapi untuk pengeporasian GPS hanya butuh 3 satelit saja maka posisi anda sudah bisa diketahui. Sistim GPS dewasa ini, jika sistim WAAS ( Wide Area Augmentation System ) nya di aktifkan maka akan bisa mengkalkulasikan lokasi anda paling tidak dalam diameter 3 meter.

Dewasa ini GPS bukanlah sebuah sebutan yang baru di telinga kita, teknologi ini bisa ditemukan di telepon genggam dan juga pada mobil. Akan tetapi kedua macam GPS tadi bukanlah didesain untuk dipakai untuk pendakian gunung. Jadi GPS dengan fitur seperti apa dan bagaimana caranya memutuskan untuk memilih GPS yang cocok untuk mendaki gunung?

Karena GPS untuk mendaki gunung sangat bergantung pada satelit di atasnya, maka unit GPS itu sendiri mungkin akan mengalami masalah dalam mengkalkulasi posisi Anda jika secara terus menerus tertutup oleh pohon  atau di bawah jurang atau lembah yang dikelilingi oleh tebing – tebing yang tinggi.

Apa yang bisa dilakukan oleh GPS dalam pendakian gunung?

www.belantaraindonesia.org

Layar Alat Navigasi
Perlu diingat bahwa telepon genggam atau PDA yang sekarang dimiliki, dapat digunakan sebagai alat navigasi. Beberapa telepon genggam sudah memiliki kemampuan navigasi. Disarankan bagi pemula untuk tetap menggunakan telepon genggam atau PDA yang sudah dimiliki sehingga akan jauh mengurangi biaya yang diperlukan.

Mungkin layar telepon genggam atau PDA berukuran kecil, tetapi alat navigasi yang beredar dipasaran juga banyak yang memiliki ukuran layar kecil. Sebagai contoh, seri Etrex produk Garmin, memiliki layar berukuran 3,3 x 4,3 cm.

Apakah memerlukan layar untuk menampilkan peta? Berapa besar layar yang diinginkan? Apakah diperlukan layar berwarna? Memang dengan kehadiran layar berwarna akan menambah kenyamanan dalam menggunakan alat, tetapi juga akan menambah harga.

Periksa juga apakah gambar pada layar dapat dengan mudah dilihat dibawah sinar Matahari. Jangan lupa, makin besar ukuran layar, maka akan makin rentan pecah ketika digunakan dalam kegiatan.

Alat terpisah
Banyak telepon genggam atau PDA yang sudah dilengkapi dengan kemampuan navigasi. Apakah diperlukan alat terpisah atau dapat menggunakan telepon genggam? Bagi orang yang jarang sekali keluar kota, atau jarang sekali melakukan kegiatan outdoor, mungkin menggunakan telepon genggam yang dilengkapi dengan alat navigasi sudah cukup.

Bila ingin menggunakan telepon genggam atau PDA, periksalah sistim operasinya. Menurut pengalaman, program Garmin Mobile XT adalah program yang paling mudah dan nyaman digunakan. Alasan paling utama adalah mudah mendapatkan peta versi gratis, dan tidak selalu diperlukan biaya tambahan dari operator telepon selular.

Periksa juga apakah telepon genggam / PDA memiliki koneksi Bluetooth, yang akan diperlukan ketika menggabungkan dengan Bluetooth GPS. Periksa apakah layar PDA atau telepon genggam yang dipakai sekarang memiliki ukuran yang nyaman untuk melihat peta. Bagaimana bila menggunakan sistim A-GPS?

www.belantaraindonesia.org

Kapasitas Penyimpanan
Masing – masing alat memiliki kapasitas penyimpanan yang berbeda – beda. Kapasitas yang besar tentunya dapat menampung lebih banyak data. Tetapi tidak semua pengguna memerlukan hal ini, biasanya diperlukan ketika melakukan perjalanan jauh atau lama, dimana tidak memungkinkan untuk memindahkan data kedalam komputer.

Tetapi bila alat memiliki slot kartu memori, dapat digunakan kartu memori yang berukuran besar ataupun menyediakan memori cadangan. Periksa kapasitas kartu memori yang dapat digunakan alat tersebut. Periksa juga data apa saja yang dapat disimpan, dan apakah alat dapat menyimpan Track log, tidak semua alat navigasi dapat melakukan ini.

Daya Tahan Batere
Daya tahan batere perlu dipertimbangkan bila akan digunakan pada perjalanan ke daerah yang sulit mendapatkan listrik. Tetapi dapat diatasi dengan membawa batere cadangan ataupun solar charger ( menggunakan Matahari ).

Tahan air
Apakah diperlukan alat yang tahan air? Bila tidak akan digunakan untuk aktivitas outdoor, mungkin fasilitas ini tidak diperlukan. Alat yang dapat mengapung diatas air mungkin diperlukan bila banyak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sungai atau laut. Jangan lupa bahwa kantung plastik juga dapat digunakan untuk melindungi alat dari air.

Akurasi
Alat – alat navigasi berbasis satelit yang sekarang beredar dipasaran memiliki tingkat akurasi yang hampir sama. Tentunya alat – alat yang diperuntukkan bagi kegiatan survey memiliki tingkat akurasi yang mengagumkan, tetapi jenis ini tidak diperlukan bagi pengguna biasa.

Cobalah periksa spesifikasi alat, akurasi yang 10 meter sudah cukup untuk digunakan sehari – hari. Tentu saja, makin tinggi akurasi yang dapat dicapai, makin baik.

Antena
Dua jenis antenna yang paling sering dijumpai adalah jenid double helix dan patch. Dalam penggunaan sehari – hari, sulit sekali dibedakan mana yang lebih baik. Bertanyalah pada yang sering menggunakan masing – masing antenna tersebut.

Tetapi pertanyaan yang lebih berguna adalah, apakah diperlukan antenna tambahan. Bila akan digunakan didalam mobil, antenna tambahan akan sangat bermanfaat, terutama bila mobil dilengkapi dengan kaca film yang mengandung metal.

www.belantaraindonesia.org

MEMILIH GPS Yang Tepat
Bingung pilih GPS device? Kebutuhan masing – masing pengguna tidaklah sama, sehingga hanya pengguna yang dapat menentukan pilihannya.

Mengapa
Tanyakan pada diri sendiri ‘Mengapa ingin membeli alat navigasi berbasis satelit?’ Coba pikirkan kegiatan sehari – hari apa saja yang mungkin dapat dipermudah dengan kehadiran alat ini. Apakah sering bepergian, atau memancing, atau mendaki gunung, dan lain – lain.

Harga
Berapa besar biaya yang rela dikeluarkan untuk memiliki alat navigasi ini? Apakah memang diperlukan untuk membeli alat baru atau dapat memakai alat bekas pakai? Seringkali harga merupakan unsur terpenting ketika menentukan pilihan. Bila menggunakan sistim A-GPS, maka akan ada biaya tambahan untuk transfer data.

Hal – hal yang dapat mengurangi kekuatan sinyal satelit:

  • Kondisi geografis, seperti yang diterangkan diatas. Selama kita masih dapat melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berfungsi.
  • Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat diterima.
  • Air. Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.
  • Kaca film mobil, terutama yang mengandung metal.
  • Alat – alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik.
  • Gedung – gedung. Tidak hanya ketika didalam gedung, berada diantara 2 buah gedung tinggi juga akan menyebabkan efek seperti berada di dalam lembah.
  • Sinyal yang memantul, misal bila berada diantara gedung – gedung tinggi, dapat mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.

Berjalan, mungkin tidak begitu diperhatikan oleh kebanyakan orang, karena setiap hari dilakukan dari mulai kecil mulai berjalan hingga dewasa. Tetapi, musibah saat pendakian gunung justru datang pada kaki, alat manusia untuk berjalan. Mengapa? Cara berjalan yang salah bisa menyebabkan kaki cepat lelah, lecet hingga bengkak karena salah tumpuan.

Usahakan berjalan dengan badan lurus untuk menyeimbangkan badan atas dan bawah. Pusatkan beban di area pinggang, bukan pundak. Selalu bertumpu pada tumit saat kaki mendarat, kaki harus sedikit membengkok dengan santai, tidak boleh lurus, dan jatuh sejajar dengan badan.

Mengambil jarak langkah yang terlalu lebar dari badan sangat tidak disarankan karena akan beresiko cedera lebih besar dan menguras energi.

Saat kaki telah mendarat sepenuhnya, maka berat tubuh akan bertumpu pada seluruh permukaan kaki sebelum memulai untuk melangkah pergi.

www.belantaraindonesia.org

Tumpuan berat kini akan beralih pada kaki sebelah, dimana kaki Anda yang akan melangkah maju menjadi tuas yang kuat untuk mendorong tubuh kedepan, gunakan kelima jari kaki Anda untuk mencengkeram pijakan sehingga keseimbangan melangkah akan didapat. Lakukan hal ini dengan perlahan, tidak terburu – buru yang mengakibatkan kaki bekerja terlalu keras yang dapat berujung pada cedera.

Saat berjalan usahkan tangan tetap berada di samping badan, bukan di depan pundak. Lebih baik lagi bila menggunakan Trekking Pole saat medan yang ditempuh cukup sulit untuk membantu memudahkan tumpuan beban pada tubuh.

Selanjutnya adalah ketika berjalan pada tanjakan naik.
Tetap gunakan langkah sedang yang sejajar dengan badan atas, tidak membungkuk. Posisi badan agak bersandar kedepan, tapi tidak membungkuk. Porsi banyaknya Anda bersandar adalah tergantung dari sudut kemiringan medan.

www.belantaraindonesia.org

Buat gerakan mendorong kedepan dengan kaki belakang yang lurus, sedang kaki depan menapak perlahan. Bila Anda menggunakan trekking pole, tempatkan pada samping badan Anda, tidak didepan, tidak juga terlalu jauh, untuk menstabilkan keseimbangan badan saat melangkah.

Saat menuruni tanjakan, tetap gunakan tumit dahulu saat mendarat dengan kaki yang dibengkokan perlahan, tidak lurus. Hal ini untuk menghindari terjadinya cedera pada sendi lutut.

Bila Anda menggunakan Trekking Pole, panjangkan jangkauannya untuk memudahkan tumpuan badan saat menuruni tanjakan. Hindari juga kebiasaan memutar engkel kaki dengan tujuan menyesuaikan kaki dengan medan. Berjalan sejajar saja sudah cukup.

www.belantaraindonesia.org

Memang setiap saat kita menggunakan kaki untuk berjalan, tapi ketika melakukan pendakian, medan yang ditempuh sangat berbeda, bukan jalan yang halus terus menerus.

Lebih penting lagi untuk memilih sepatu yang benar – benar sesuai untuk trek yang ditempuh. Sepatu dengan bantalan tumit yang empuk dan ringan adalah paling baik.

Kaki juga harus tetap bernapas untuk menghindari jamur dan luka. Gunakan kaus kaki saat melakukan perjalanan, dan segera lepas ketika sudah sampai tempat tujuan, lalu jemur sebentar untuk menghilangkan bau dan jangan lupa bersihkan kaki.


Mendaki gunung dan menyusuri rimbanya memang sebuah kegiatan yang membutuhkan stamina dan juga daya ingat yang tinggi. Sebelum mendaki di sarankan membawa bekal makanan dan minuman yang lebih dari cukup, ini untuk mengantisipasi kemungkinan waktu pendakian yang molor karena cuaca atau tersesat.

Apabila tersesat dalam pendakian gunung, lebih baik tenang dan jangan panik. Agar kondisi fisik dan stamina tetap terjaga. Ketenangan juga dapat berdampak pada kejernihan pikiran sehingga pendaki mampu menyelamatkan diri dari ketersesatan.

Dan berikut ini tips agar tidak tersesat dalam pendakian gunung

1. Kala tersesat, jangan pernah turun ke lembah. Naiklah ke dataran yang lebih tinggi agar mudah melakukan orientasi medan.

2. Tiap pendaki harus memiliki tekad atau kemauan hidup. Tidak cuma ingin terbebas dari ketersesatan. Niat inilah yang akan memberikan mereka semangat mencari jalan keluar dan tidak menyerah.

3. Kala mendaki, jangan jadikan puncak sebagai tujuan. Pendakian harus dilalui dengan proses sepanjang perjalanan sehingga Anda dapat kembali turun dengan selamat.

4. Jangan pernah merasa sebagai orang yang kuat, hebat, dan jago. Meski telah sering menanjak gunung, Anda tetap harus waspada dan mempelajari medan yang ditempuh.

5. Sekitar 80 persen pecinta alam meninggal di gunung dalam posisi tengah tidur atau istirahat. Sebab sewaktu lelah, si pendaki tidur dalam kondisi badan tak terlindungi dengan baik. Sehingga hawa dingin menyergap badan dan menurunkan suhu tubuh. Akibatnya, tingkat kesadaran akan turun drastis. ( Mountain Climbing for Everybody )


IMG_6738

Nah ini yang dimaksud Coban Kembar Watu Ondo berdekatan kan air terjunnnya 🙂

Hai rekan-rekan sueto salam wild life kali ini posting disebut perjalanan tak terduga yah karena saat itu memang tak ada rencana untuk touring. Tiba-tiba saat saya pergi ke surabaya eh anak-anak pada ngumpul dirumah salah teman dan tiba-tiba nyeletuk gimana kalau hari ini kita touring saja ke Malang. Usut di usut eh ternyata meraka menghubungi saya dan mengajak saya touring ke tempat yang belum pernah mereka kunjungi.

Akhirnya setelah saya pikir ya bolehlah kali ini saya antar teman-teman mengunjungi tempat-tempat yang keren di Malang. Supaya tahu kalau Indonesia itu lo indah sekalian saya ajak mampir ke basecamp Malang.

Yup perjalanan kami dimulai bulan Maret minggu ke 3 di tahun 2013 ini berangkat sore hari dari Surabaya menuju Sidoarjo dulu buat prepare sambil di iringi hujan yang mengguyur saat perjalanan. Setelah selesai prepare kamipun berangkat menuju basecamp Malang saat itu cuaca sudah terang dan perjalanan pun dilakukan dengan santai.

Sesampainya di base camp rencana awal agak sedikit mulai berantakan akhirnya main PES13 aja dulu sampai pada pulas tertidur kemudian paginya saya berfikir karena ada yang mempunyai kepentingan lain di Surabaya hari itu juga sehingga tempat tujuan awal ke pantai saya alihkan ketempat yang belum pernah saya kunjungi juga di daerah Cangar, Batu yaitu ke COBAN KEMBAR WATU OMBO karena saya juga belum pernah ke tempat itu meskipun sudah sering lewat daerah itu. Link lainya yang berkaitan dengan Cangar juga bisa dilihat disini :

https://suetoclub.wordpress.com/2010/09/10/cangar-waduk-selorejo-dan-karangkates-part1/

https://suetoclub.wordpress.com/2010/09/11/cangar-waduk-selorejo-dan-karangkates-part2/

https://suetoclub.wordpress.com/2010/09/17/cangar-waduk-selorejo-dan-karangkates-part3habis/

Tepatnya destinasinya kalau dari cangar, meneruskan kearah mojokerto, lebih masuk kedalam sejauh 1 km, bisa ditemukan wana wisata Coban Watu Kembar -Ondo, masuk dalam taman hutan R. Suryo.

Coban ini mempunyai 2 air terjun bersebelahan.Berada dilereng gunung Arjuna, dgn hawa pegunungan yg lumayan dinginkok. Waktu itu kami dikenakan Biaya masuk sebesar 7ribu rupiah  termasuk ongkos parkir sepeda motor. Perjalanannya dari tempat parkir moto ke airterjun sekitar 400-500meter tetapi jalannya berliku lo dan naik turun jadi lumayan buat olahraga. Sambil kami nikmati perjalanannya pengunjung blog bisa menikmati foto-fotonya yang telah kami share berikut dibawah ini :

IMG_6469

IMG_6488

IMG_6495

IMG_6509

IMG_6518

IMG_6522

IMG_6528

IMG_6585

IMG_6593

IMG_6613

IMG_6708

IMG_6711

IMG_6764

IMG_6765

IMG_6767

Kemudian setelah cuaca sudah mulai mendung akhirnya kami pun memtuskan untuk kembali tak lupa setelah sampai di Mojosari kami sarapan sejenak baru kemudian pulang ke Surabaya dan langsung ke Hitech..hehe..

Oh iya tempat ini benar-benar alami jadi tolong dikurangi sifat vandalisme untuk mencorat-coret batu dengan tulisan-tulisan aneh yang juga akan mengurangi estetika tempat ini. Kemudian ada baiknya jika anda membawa sampah plastik sperti botol minuman atau lain-lain janganlah di buang di area air terjun karena pihak pengelola hutan dan air terjun sudah menyediakan tempat pembuangan sampah di area parkir.  Terima kasih telah membaca posting kami yang satu ini.

%d blogger menyukai ini: