Tag Archive: Chang’an



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


 

Yup Salam Wildlife udah lama yah blog sueto jarang mengeluarkan artikel…Soalnya hari-hari sebelumnya pada sibuk banget sih..jadi agak galau mau menulis artikel..

Mulai hari kemerdekaan ini Suetoclub akan aktif lagi menulis artikel…

Puasa di bulan agustus sungguh sebuah perjuangan kemudian di hari rayanyapun berdekatan dengan hari jadi RI serasa flashback ke masa perjuangan bangsa Indonesia kala itu mempertahankan bangsa dari para penjajah. Semangat juang para pahlawan nasional yang tak kenal patah arang seharusnya masih tertanam di darah anak cucunya di zaman sekarang seperti puasa yang sungguh menguji mental, iman, nafsu lahir batin seseorang.

Kalau di lihat bangsa Indonesia yang sekarang memang sangat butuh dan rindu akan pahlawan nasional yang bisa membawa Indonesia ke era kejayaan seperti dahulu yang semangatnya dapat menggugah mental masyarakat dan penduduknya untuk lebih mengerti arti sebuah nasionalisme kepada suatu bangsa.

Tapi sekarang semangat nasionalisme itu telah semakin pudar kebanyakan terkalahkan oleh uang, politik, ambisi, gengsi, korupsi dan sebagainya. Kurangnya rasa memiliki dan melindungi sebagai suatu bangsa yang utuh itulah yang akan mengikis sedikit demi sedikit rasa nasionalisme kita.

Semoga bangsa ini tahu dan bangkit tidak semakin terjerumus oleh zaman yang global ini karena semakin banyak bangsa lain yang datang dan sukses di negara ini selama bangsa kita juga tidak bisa mengimbangi akhirnya lama kelamaan rasa nasionalisme kita akan direnggut oleh bangsa lain. Mungkin pernah terbesit dalam pikiran saya mending dijajah bangsa sendiri dari pada di jajah bangsa lain toh ujung-ujungnya duit atau kekayaan alam misalnya akan kembali juga ke kita.

Bagaimana ya kalau semua infrastruktur, kekayaan alam, teknologi, sumber daya di negara ini dikuasai oleh bangsa lain sedangkan bangsa kita hanya sebagai bangsa yang komsumtif saja dan minim inovasi mungkin bisa disebut akan menjadi bangsa yang alay seperti kata anak-anak muda zaman sekarang dengan komunitas yang alayers sehingga tidak terlihat lagi adanya rasa nasionalisme yang membakar semangat juang dari kaum yang tua sampai yang muda. Pasti kalau sudah seperti itu timbulah pertannya negara/bangsa seperti apa sih Indonesia?mungkin jawabannya dapat berbeda-beda tergantung tingkat nasionalisme orang yang menjawab juga lebih ke jawaban optimisme atau pesimisme yang berunjung pada suatu kenyataan yang nampak dalam sejarah bangsa Indonesia ini.

Bagiku hari kemerdekaan ini adalah hari yang mengingatkanku selalu, betapa besar rasa nasionalisme yang terdapat dalam dirimu terhadap bangsa ini. Salam selamat liburan puasa yah kawan-kawan.

 


Apa itu EURO EMISSION STANDARD (EUS)

Standar Emisi Eropa mengatur batas batas yg diperbolehkan dari kandungan gas buang dari kendaraan kendaran baru yg dijual di negara2 Eurpean Union (EU). Standar emisi itu diatur secara bertahap dan secara progressive diapplikasikan semakin ketat.

Pada saat ini kadar emisi yg diatur adalah Nitogen Oxide (Nox, Total hydrocarbon (THC), Non-methane hydrocarbon (NMHC), carbon Monoxide (CO) dan partikel lainnya (PM) pada hampir semua jenis kendaraan, termasuk mobil, truk, kereta api, traktor (atau alat berat lainnya), tongkang, namun tidak termasuk didalamnya Kapal Laut (seagoing ship) dan pesawat udara.
Setiap jenis kendaraan berlaku standard yg berbeda. Apakah kendaraan memenuhi standard ditentukan dengan menjalankan mesin dg urutan test yg telah diatur didalam EUS.  Kendaraan yg tidak memenuhi persyaratan standard tidak boleh dijual di negara EU, tapi standard tersebut tidak berlaku pada kendaraan yg telah ada sebelum peraturan berlaku.
Tidak ada aturan khusus yg mengharuskan dipakainya sebuah tehnology yg specific untuk memenuhi EUS. Model kendaraan yg baru harus memenuhi standard yg sedang berlaku atau standard yg akan di berlakuakan yang akan datang, namun model dg revisi yg berlifecycle pendek juga diakomodasi ole EUS pada engine2 yg sebelumnya sudah comply dg peraturan yg berlaku.

CO2 emission

Dalam Uni Eropa, transportasi kendaraan bertanggung jawab atas sekitar 20% dari semua emisi CO2, dengan mobil penumpang memberikan kontribusi sekitar 12%. Target ditetapkan pada Protokol Kyoto adalah pengurangan 8% emisi di semuasektor ekonomi dibandingkan dengan tingkat 1990 pada 2008-2012.
Emisi CO2 dari transportasi relatif telah meningkat pesat dalam beberapa tahunterakhir, dari 21% dari total tahun 1990 menjadi 28% pada tahun 2004, namun saat ini tidak ada standar untuk batas pada emisi CO2 dari kendaraan. Emisi CO2 transportasi Uni Eropa  saat ini mencapai sekitar 3,5% dari total emisi CO2 global.

Obligatory labelling

Tujuan dari Petunjuk 1999/94/EC dari Parlemen Eropa dan Dewan 13 Desember 1999 yang berkaitan dengan ketersediaan informasi konsumen pada ekonomi bahan bakar dan emisi CO2 sehubungan dengan pemasaran mobil penumpangbaru adalah untuk memastikan bahwa informasi yang berkaitan dengan ekonomi bahan bakar dan emisi CO2 dari mobil penumpang baru yang ditawarkan untuk dijual atausewa di Masyarakat dibuat tersedia bagi konsumen untuk memungkinkan konsumen untuk membuat pilihan informasi.

Mulanya di Inggris, pendekatan awal dianggap tidak efektif. Cara informasi disampaikanterlalu rumit bagi konsumen untuk mengerti. Akibatnya, produsen mobil di Inggrissecara sukarela setuju untuk menempatkan lebih “userfriendly,” warna-kodelabel menampilkan emisi CO2 pada semua mobil baru dimulai pada bulan September 2005, dengan surat dari A (<100 CO2 g / km ) ke F (186 + CO2 g / km).Tujuan dari “label hijau” baru adalah untuk memberikan konsumen informasi yang jelas tentang kinerja lingkungan dari kendaraan yang berbeda.

Uni Eropa lainnya negara-negara anggota juga dalam proses memperkenalkanramah userfriendly label.

TAHAPAN PEMBERLAKUAN ATURAN
Tahapan applikasi dari pengaturan emisi gas buang biasanya dikenal sbb:
Untuk kendaran ringan (Light Duty): EURO 1, EURO 2, EURO 3, EURO 4 dan EURO 5 (pakai angka latin)
Untuk kendaraan berat (Heavy Duty): EURO I, EURO II, EURO III, EURO IV dan EURO V (pakai angka romawi)

DASAR HUKUM dan TAHUN PEMBERLAKUAN
* Euro 1 (1993):
o Kendaraan penumpang – 91/441/EEC.[ 12]
o Kendaraan penumpang and truk ringan – 93/59/EEC.
* Euro 2 (1996) Kendaraan Penumpang – 94/12/EC (& 96/69/EC)
o Sepeda motor – 2002/51/EC (row A)[13] – 2006/120/EC
* Euro 3 (2000) Semua jenis kendaraan – 98/69/EC[14]
o Sepeda Motor – 2002/51/EC (row B)[15] – 2006/120/EC
* Euro 4 (2005) Semua Jenis kendaraan – 98/69/EC (& 2002/80/EC)
* Euro 5 (2008/9) and Euro 6 (2014) Kendaraan penumpang ringan dan kendaraan berat – 2007/715/EC

Di bidang bahan bakar, Directive 2001 Biofuels mensyaratkan bahwa 5,75% dari semua bahan bakar transportasi fosil (bensin dan diesel) harus diganti denganbiofuel pada 31 Desember 2010, dengan target antara dari 2% pada akhir 2005.Namun, Parlemen Eropa telah sejak memutuskan untuk menurunkan target inisetelah bukti ilmiah baru tentang keberlanjutan biofuel dan dampak pada harga pangan. Dalam pemungutan suara di Strasbourg, komite lingkungan parlemen Eropamendukung rencana untuk mengekang target Uni Eropa untuk sumber terbarukan ditransportasi sampai 4% pada 2015. Mereka juga mengatakan bahwa tinjauan menyeluruh akan diperlukan pada 2015 sebelum Uni Eropa dapat berkembang menjadi  8-10% pada tahun 2020.

Emission standards for passenger cars

Standar emisi untuk mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan dirangkumdalam tabel berikut. Sejak tahap Euro 2, Peraturan EU memperkenalkan batas emisiyang berbeda untuk kendaraan diesel dan bensin. Mesin diesel memiliki lebihstandar CO ketat tetapi diperbolehkan lebih tinggi emisi NOx. Bensin kendaraan bertenaga dibebaskan dari partikulat (PM) standar sampai tahap 4 Euro, namunkendaraan dengan mesin injeksi langsung akan dikenakan batas 0,005 g / km untuk Euro 5 dan Euro 6. Sejumlah partikel standar (P) atau (PN) adalah bagian dari Euro 5 dan 6, tetapi belum final. Standar tersebut harus didefinisikan sesegera mungkindan selambat-lambatnya pada saat berlakunya Euro 6.

Cold engines

Selama beberapa  menit saat setelah menghidupkan  mesin mobil yang belum dioperasikan selama beberapa jam, jumlah emisi sangat tinggi. Hal ini terjadi karena dua alasan utama:

1. Jika mesin pertama kali dihidupkan biasanya pada waktu pagi hari maka dinding dan bahan bakar masih dingin sehingga bahan bakar sulit menguap dan akan sulit membuat campuran bahan bakar. akhirnya timbulah campuran yang kelebihan bahan bakar saat pembakaran  dan  menghasilkan jumlah besar Hidrokarbon, Oksida Nitrogen dan Karbon monoksida.

Efeknya jika suhu dalam ruang bakar terlalu rendah maka jumlah PM nya akan meningkat dan jika suhu terlalu tinggi maka NOx nya yang akan meningkat.

Dalam mesin diesel, formasi unsur NOx sangat dipengaruhi oleh peningkatan suhu dalam ruang bakar. Maka daripada itu, penting dilakukan menjaga tingkat temperature ruang bakar pada posisi tertentu. Cara mudah untuk mengurangi kadar NOx adalah memperlambat timing semprotan bahan bakar, akan tetapi hal tersebut malah mengakibatkan borosnya bahan bakar sebesar 10-15%.

2. Konverter katalitik sangat tidak efisien ketika dingin. Ketika mesin dingin dimulai, dibutuhkan beberapa menit untuk konverter untuk mencapai suhu untuk beroperasi. Sebelum itu, gas yang jatuh langsung ke atmosfer. Ada banyak cara untuk mengurangi efek ini Menaruh  konverter lebih dekat ke mesin, Superinsulation,pemanas listrik, baterai termal, pemanasan awal reaksi kimia, pemanasan dan pembakaran

Lalu bagaimana caranya supaya PM nya rendah dan NOx nya juga rendah dengan tidak mengorbankan kemampuan mesin, lebih ekonomis bahan bakar dan lebih ramah kepada lingkungan?.

Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan efisiensi pembakaran banyak macamnya yaitu dengan menggunakan bantuan computer, mengatur kesesuaian semprotan bahan bakar dan udara, menggunakan teknologi common rail dimana menggunakan tekanan yang sangat tinggi dan kesesuaian timing injeksi pada setiap putaran mesin, kepala silinder bermulti-klep dan lain-lain.

File:Euronorms Diesel.png

File:Euronorms Petrol.png

European emission standards for passenger cars (Category M*), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P***
Diesel
Euro 1† July 1992 2.72 (3.16) 0.97 (1.13) 0.14 (0.18)
Euro 2 January 1996 1.0 0.7 0.08
Euro 3 January 2000 0.64 0.50 0.56 0.05
Euro 4 January 2005 0.50 0.25 0.30 0.025
Euro 5 September 2009 0.500 0.180 0.230 0.005
Euro 6 (future) September 2014 0.500 0.080 0.170 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1† July 1992 2.72 (3.16) 0.97 (1.13)
Euro 2 January 1996 2.2 0.5
Euro 3 January 2000 2.3 0.20 0.15
Euro 4 January 2005 1.0 0.10 0.08
Euro 5 September 2009 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005**
Euro 6 (future) September 2014 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005**

European emission standards untuk light commercial vehicles ≤1305 kg (Category N1-I), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 2.72 0.97 0.14
Euro 2 January 1998 1.0 0.7 0.08
Euro 3 January 2000 0.64 0.50 0.56 0.05
Euro 4 January 2005 0.50 0.25 0.30 0.025
Euro 5 September 2009 0.500 0.180 0.230 0.005
Euro 6 (future) September 2014 0.500 0.080 0.170 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 2.72 0.97
Euro 2 January 1998 2.2 0.5
Euro 3 January 2000 2.3 0.20 0.15
Euro 4 January 2005 1.0 0.10 0.08
Euro 5 September 2009 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005*
Euro 6 (future) September 2014 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005*
* hanya untuk direct injection engines


European emission standards untuk light commercial vehicles 1305 kg – 1760 kg (Category N1-II), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 5.17 1.4 0.19
Euro 2 January 1998 1.25 1.0 0.12
Euro 3 January 2001 0.80 0.65 0.72 0.07
Euro 4 January 2006 0.63 0.33 0.39 0.04
Euro 5 (future) September 2010 0.630 0.235 0.295 0.005
Euro 6 (future) September 2015 0.630 0.105 0.195 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 5.17 1.4
Euro 2 January 1998 4.0 0.6
Euro 3 January 2001 4.17 0.25 0.18
Euro 4 January 2006 1.81 0.13 0.10
Euro 5 (future) September 2010 1.810 0.130 0.090 0.075 0.005*
Euro 6 (future) September 2015 1.810 0.130 0.090 0.075 0.005*
* hanya kendaraan dg  direct injection engines


European emission standards untuk light commercial vehicles >1760 kg max 3500 kg. (Category N1-III & N2), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 6.9 1.7 0.25
Euro 2 January 1998 1.5 1.2 0.17
Euro 3 January 2001 0.95 0.78 0.86 0.10
Euro 4 January 2006 0.74 0.39 0.46 0.06
Euro 5 (future) September 2010 0.740 0.280 0.350 0.005
Euro 6 (future) September 2015 0.740 0.125 0.215 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 6.9 1.7
Euro 2 January 1998 5.0 0.7
Euro 3 January 2001 5.22 0.29 0.21
Euro 4 January 2006 2.27 0.16 0.11
Euro 5 (future) September 2010 2.270 0.160 0.108 0.082 0.005*
Euro 6 (future) September 2015 2.270 0.160 0.108 0.082 0.005*
* hanya untuk direct injection engines

EU Emission Standards untuk Heavy Duty Diesel Engines, g/kWh (smoke in m−1)

Tier Date Test cycle CO HC NOx PM Smoke
Euro I 1992, < 85 kW ECE R-49 4.5 1.1 8.0 0.612
1992, > 85 kW 4.5 1.1 8.0 0.36
Euro II October 1996 4.0 1.1 7.0 0.25
October 1998 4.0 1.1 7.0 0.15
Euro III October 1999 EEVs only ESC & ELR 1.0 0.25 2.0 0.02 0.15
October 2000 ESC & ELR 2.1 0.66 5.0 0.10
0.13*
0.8
Euro IV October 2005 1.5 0.46 3.5 0.02 0.5
Euro V October 2008 1.5 0.46 2.0 0.02 0.5
Euro VI January 2013 1.5 0.13 0.5 0.01
* untuk engines dg volume 0.75 dm³ per cylinder and a rated power speed of more than 3,000 per minute. EEV is “Enhanced environmentally friendly vehicle“.

Euro norm emissions for category N2, EDC, (2000 and up)
Standard Date CO (g/kWh) NOx (g/kWh) HC (g/kWh) PM (g/kWh)
Euro 0 1988-1992 12.3 15.8 2.6 none
Euro I 1992-1995 4.9 9.0 1.23 0.40
Euro II 1995-1999 4.0 7.0 1.1 0.15
Euro III 1999-2005 2.1 5.0 0.66 0.1
Euro IV 2005-2008 1.5 3.5 0.46 0.02
Euro V 2008-2012 1.5 2.0 0.46 0.02

ketentuan yang lebih ketat. Indonesia masih memberlakukan ketentuan standar Euro2 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang efektif berlaku sejak 2007. selama ini kita dipaksa memakai Catalytic Converter untuk menekan emisi, tapi Kualitas Bahan Bakar tidak memadai, bagaimana mungkin mobil sudah memenuhi  Euro4, sementara kualitas bahan bakar minyak di Indonesia masih memenuhi spesifikasi Euro2. disamping itu pendukung utamanya selain bahan bakar juga ada  fasilitas uji emisi yang memadai.

 
Efek Emisi Kendaraan yang Berlebihan

NOx

Mono-nitrogen oksida NO dan NO2 bereaksi dengan senyawa amonia, uap air, dan lainnya untuk membentuk asam nitrat uap dan partikel terkait. Partikel kecil dapatmenembus dalam ke jaringan paru-paru sensitif dan merusak, menyebabkankematian dini dalam kasus-kasus ekstrim. Menghirup partikel tersebut dapat menyebabkan atau memperburuk penyakit pernapasan seperti emfisema, bronkitisjuga dapat memperburuk penyakit jantung yang ada .  Dalam 2005 US EPA mempelajari emisi NOx terbesar datang dari pada kendaraan jalan motor,dengan penyumbang terbesar kedua menjadi jalan non peralatan yang sebagian besar bensin dan stasiun diesel.

File:SmogNY.jpg

Volatile Organic Compounds

 Ketika oksida nitrogen (NOx) dan senyawa organik volatil (VOC) bereaksi dengan adanya sinar matahari, tanah tingkat ozon terbentuk, unsur utama dalam asap. US EPA pada 2005 memberikan Sebuah laporan tentang kendaraan jalan sebagai sumber terbesar kedua VOC di Amerika Serikat pada 26% dan 19% berasal dari perangkat non jalan yang sebagian besar bensin dan stasiun solar. 27% dari emisi VOC adalah dari pelarut yang digunakan dalam pabrik cat dan thinner cat dan penggunaan lainnya.
File:2005 sources of vocs.png

Ozone

Ozon  bermanfaat dalam atmosfer atas, tetapi tingkat ozon di tanah dapat mengiritasi sistem pernapasan, menyebabkan batuk, tersedak, dan kapasitas paru-paru berkurang di Amerika Serikat., Ozon bertanggung jawab untuk sekitar $500 juta di dalam produksi tanaman yang berkurang setiap tahunnya.

Carbon monoxide (CO)

Keracunan karbon monoksida adalah jenis yang paling umum dari keracunan udarafatal di banyak negara. Karbon monoksida tidak berwarna, tidak berbau danberasa, tapi sangat beracun. Ini menggabungkan dengan hemoglobin untuk menghasilkan carboxyhemoglobin, yang tidak efektif untuk memberikan oksigen ke jaringan tubuh. Di AS 60% dari karbon monoksida disebabkan oleh kendaraan berjalan.

File:MOPITT www.acd.ucar.edu.Web-201003-mixing ratio at surface.png

Hazardous air pollutants (toxics)

Racun Kronis (jangka panjang) paparan benzena (C6H6) dapat menimbulkan kerusakan  sumsum tulang. Hal ini juga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan dan menekan sistem kekebalan, meningkatkan kesempatan infeksi. Benzene menyebabkan leukemia dan berhubungan dengan kanker darah lainnya dan pra-kanker dari darah.

Particulate Matter (PM10 and PM2.5)

Dampak kesehatan dari partikel udara padat yang dihirup telah dipelajari secara luas pada manusia dan hewan menimbulkan  asma, kanker paru-paru, masalah jantung, dan kematian dini. Karena ukuran partikel, mereka dapat menembus bagian terdalam dari paru-paru. [21] Sebuah penelitian 2011 Inggris memperkirakan 90 kematian pertahun akibat PM penumpang kendaraan. Dalam sebuah publikasi tahun 2006,US Federal Highway Administration (FHWA) menyatakan bahwa pada tahun 2002sekitar 1 per-sen dari semua PM10 dan 2 per sen dari semua emisi PM2.5 berasal dari knalpot di jalan kendaraan bermotor (kebanyakan dari mesin diesel).

Carbon dioxide (CO2)

Karbon dioksida adalah gas rumah kaca. Kendaraan bermotor menegluarkan emisi CO2 adalah bagian dari kontribusi antropogenik terhadap pertumbuhan konsentrasi CO2 di atmosfer yang diyakini oleh mayoritas ilmuwan untuk memainkan bagian pentingdalam perubahan iklim. Kendaraan bermotor dihitung untuk menghasilkan sekitar 20 per sen  Uni Eropa emisi CO2, dengan mobil penumpang memberikan kontribusi sekitar 12 per-sen. Di Eropa rata-rata mobil baru Uniemisi CO2 turun 5,4 per-sen di tahun dengan kuartal pertama 2010, turun ke145,6 g / km.

Jadi mari kita menuju dunia zero emission dengan mengikuti perkembangan teknologi..go wes lah..transport massal zero emission juga penting..apapun itu harus sadar tentang dampak lingkungan dimulai dari manapun…


Menyalakan api unggun adalah sebuah cara yang efektif untuk mencegah hipotermia, dapat mengeringkan pakaian basah  dan gear serta  jika anda terjebak dalam hujan badai.

Ini adalah peralatan yang akan anda butuhkan:

Waterproof Matches

Waterproof Rain Gear

Plastic Freezer Bags

Zippo Lighter Fluid

14-function Pocketknives

Zippo Lighter

Backpacking Stove

Camp-Stove Fuels

Ice Axe

Tinder

1. Pastikan tempat itu legal untuk membangun api di daerah padang gurun di mana Anda berkemah.

2. Masukkan Carry rabuk kering dalam tas, sealable kedap udara ketika backpacking di daerah basah. rabuk ini akan membantu anda untuk membakar  kayu basah. Sebagai  starter pemantik api.

3. Korek api  tahan air dan tahan angin yang ringan, dan menyimpannya  dalam tas, sealable kedap udara sebagai tambahan peralatan.

4. Carilah di bawah langkan berbatu atau di bawah semak-semak untuk kayu kering atau semikering. Kumpulkan kayu yang cukup untuk menjaga api  tetap menyala sebelum anda menyalakan api.

5. Gunakan pasta api-starter/tinder atau kayu untuk menyalakan  api.

6. Pastikan Anda memiliki banyak sumbu atau batang kecil untuk membuat  api kecil anda. Hidupkan api dengan paste starter api/tinder api akan menyala baik tetapi akan terbakar sangat cepat jika Anda tidak menambahkan sesuatu yang seperti kayu kering/semi kering untuk mempertahankan nyala  api.

7. Baringkan peralatan/pakaian yang basah dekat api mengeringkannya sebelum digunakan.

8. Tunggu sampai anda memiliki tempat tidur dari sisa bara api/arang sehingga tempat anda tidur bisa lebih kering sebelum mencoba untuk membakar kayu basah. Anda dapat membuat tempat tidur yang bagus dari arang dengan membakar batang kayu kecil dan menjaga nyala api tetap terpusat.

9. Bersabarlah dalam membuat api, tapi tetap percaya. karena kegiatan ini akan  mengambil banyak waktu untuk menyalakan  api saat keadaan sedang  hujan, tapi dengan pilihan material  yang tepat, segalanya mungkin masih bisa dilakukan.

Petunjuk:

Menguji kelembapan kayu  dengan  mematahkan tongkat atau ranting untuk melihat kekeringan kayu. Jika terasa garing, harus cukup kering di bagian dalamnya supaya bisa digunakan untuk  membakar atau membuat api unggun.

Gunakan pisau untuk meraut kayu atau ranting sampai anda mendapatkan bagian kayu yang kering.

Bawalah kompor backpacking yang baik dan serta gas bakar yang cukup. Jadi fuel stove yang dibawa jadi lebih efektif, karena anda akan jarang memakai fuel stove dan pada saatnya anda akan lebih membutuhkan api unggun di daerah tertentu, karena  pada dasarnya fuel stove memang lebih efisien untuk memasak dan merebus air bukan sebagai penghangat seperti api unggun.

Jangan pernah memutuskan ranting atau cabang dari pohon berdiri, bahkan jika pohon tampaknya sudah mati. Sebaiknya anda hanya menggunakan kayu yang telah jatuh di tanah karena ini termasuk perbuatan vandalisme, dan pastikan bahwa ditempat itu anda diizinkan untuk mengumpulkan kayu/ranting  jatuh di daerah camp yang anda kunjungi.

Jangan biarkan api unggun menyala  jika sudah tidak dipakai apalagi anda berkemah di daerah pegunungan,  Hal ini  akan mengantisipasi kebakaran hutan karena perlu ratusan tahun di daerah pegunungan untuk pulih dari api.

 


Hiking adalah cara yang menyenangkan untuk membakar kalori dan mencari pengalaman yang berhubungan dengan aktivitas alam luar. Meskipun nantinya bisa tergoda dan menjadi hobi untuk melakukan pendakian-pendakian selanjutnya. Disini pemilihan sepatu hiking yang tepat dibutuhkan agar tidak  menyebabkan cidera pada kaki dan nyaman untuk digunakan nantinya. Salah satu item paling penting dalam hiking adalah memiliki sepasang sepatu, yang nyaman berjenis kasar dan bentuknya sepatu bot hiking. Dalam Memilih sepasang sepatu hiking yang berkualitas dapat meningkatkan kenikmatan hiking anda dan melindungi kaki anda, kususnya bagian pergelangan kaki dan telapak kaki. Berikut sedikit tips memilih sepatu hiking :

1. Pilih sepatu hiking yang menampilkan jumlah yang sesuai dari lapisan di bagian atas boot. Karena bagian atas boot ini dirancang untuk memberikan dukungan, jumlah jahitannya saat ini lebih dari sekedar fungsi  fashion. sepatu hiking yang berkualitas memiliki fitur ganda untuk lapisan quadruplenya dijahit. Meskipun sepatu bot ini lebih mahal daripada sepatu dengan jahitan-jahitan tunggal, tapi  pergelangan kaki Anda bisa mendapatkan keuntungan dari bantalan ekstra dan alas sepatu yang  mendukung sehingga nyaman dipakai. sepatu hiking dengan lipatan lebih biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan lipatan lebih sedikit efeknya jadi lebih aman dipakai.

2. Pilih sepatu hiking yang sesuai dengan jenis medan yang  anda ingin jelajahi. Periksa bagian bawah sepatu hiking untuk membuktikan kekuatan dan kemampuan sepatu. Sepatu hiking dengan sol lembut lebih cocok untuk  trek yang  tidak rata, atau berbatu. Salah satu keuntungan sepatu yang  lebih lembut untuk memberikan fleksibilitas, seperti melekat pada rumput tidak merata. Hiking sepatu dengan sol keras yang lebih cocok untuk kondisi hiking berumput atau berlumpur. Semakin keras jenis solnya akan memberikan cengkraman yang kokoh di rumput dan lumpur.

3. Fokus anda saat memilih adalah perhatian pada bagian dalam sepatu hiking. Pilih sepatu hiking yang menampilkan padding dan nyaman cocok untuk membantu mencegah jamur dan lecet. Ketika Anda butuh kenyamanan dalam memilih, sepatu yang memiliki bantalan  terlalu banyak di dalam sepatu hiking juga dapat menyebabkan masalah kaki seperti jamur, pembengkakan dan iritasi. Cobalah sepatu dengan memakai sepasang  kaus kaki  hal ini ditujukan  pada kecocokan sepatu yang anda pakai supaya lebih pas sehingga nantinya  anda dapat  menentukan ukuran yang terbaik sebelum  membeli.

4. Pilih sepatu hiking yang menawarkan perlindungan tahan air/waterproof. Karena cuaca dan medan tidak dapat diprediksi, penting untuk tetap siap untuk yang terburuk selama melakukan hiking. Misalnya, slide kecil atau tersandung bisa membuat  kaki masuk  ke dalam genangan air. Hiking boot yang disusupi oleh air dapat menyebabkan infeksi. Hiking sepatu bot yang terbuat dari bahan seperti menawarkan perlindungan Gore-Tex tahan air, namun tetap nyaman dan bernapas.

5. Timbang  opsi hiking boot anda apakah terlalu berat atau terlalu ringan bagi anda sesuai kenyamanan. Sepatu boot yang ringan menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan di jalan hiking kalau  sepatu boot  berat berguna saat anda  membawa beban besar dan lebih  aman dipakai. Pertimbangkan jenis hiking yang akan anda jelajah sehingga anda mempunyai kesempatan prepare lebih baik untuk  menemukan atau menentukan sepatu hiking yang paling cocok untuk situasi anda.


Apakah Ultralight hiking atau ultralight trekking itu??

Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 – 20 kg ransel? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:

Lambat, membosankan
Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak
Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.
Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.

Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya, sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah..?? Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 – 40lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi basecamp tidak dalam keadaan sangat lelah.

Dengan pemilihan peralatan dan mengaturnya dengan tepat, ransel kapasitas 40lt akan terasa sangat cukup sekali untuk perjalanan diatas. Mengenai contoh-contoh peralatan ultralight akan dibahas pada bagian lain.

Untuk siapa ultralight hiking (backpacking) itu?
Ultralight backpacking adalah untuk semua orang yang serius dengan kegiatan trekking atau naik gunung. Ransel yang berat akan merubah banyak orang baru yang tadinya mungkin akan bisa menikmati perjalanan trekking menjadi kapok dan tidak mau mencoba lagi.

Apakah aman?
Setiap ultralight hiker atau trekker membawa semua peralatan yang sama tingkat safety pointnya seperti halnya yang dibawa oleh hiker atau trekker pada umumnya. Seperti, pakaian, alat tidur, shelter, P3K, wadah air dll. Tetapi, seperti hal lainnya dalam hidup ini, tidak ada ganransi bagi yang tidak berpengalaman, salah keputusanlah yang menyebabkan masalah dalam pendakian, bukanlah peralatan. Ini bisa terjadi pada seseorang yang membawa banyak peralatan tanpa mengerti untuk apa dan kapan digunakannya. Biasakanlah diri dengan tehnik pendakian, serta dengan peralatan, dan juga biasakanlah latihan emergency tehnik dan diatas semua itu adalah berlatih untuk mengambil keputusan yang tepat. Semakin sering anda berlatih maka akan semakin mengerti bagaimana meminimal peralatan tanpa mengurangi kenyamanan anda. Saat ini ada banyak sekali peralatan yang dibuat dan dirancang seringan mungkin. Akan tetapi harganya masih sangat mahal, meskipun begitu begitu anda bisa merancangnya sendiri dan membuatnya, tentu saja biayanya jauh lebih murah.

Lalu, apakah sebenarnya Ultralight hiking atau trekking itu?
Ada banyak sekali individu-individu yang menerjemahkan arti Ultralight ini, tapi dari semua itu pada prinsipnya, ultralight hiking atau trekking itu adalah suatu cara atau tehnik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan dan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta juga kenyamanan kita selama berada di alam bebas. Dan prinsip ultralight ini bukan hanya untuk perseorangan saja akan tetapi bisa juga diterapkan dalam perjalanan berkelompok. Dan kesemuanya itu membutuhkan perhitungan yang matang pada perencanaan perjalanan. Perlu diingat ultralight disini bukanlah mengurangi kwantitas dari peralatan yang dibawa, akan tetapi membuat sebuah peralatan menjadi simpel dan enteng tanpa kehilangan kwalitas penggunaannya.

Peralatan ultralight hiking

Ada banyak sekali bermacam type peralatan ultralight yang beredar dipasaran, dan saat ini beberapa diantaranya bisa didapatkan di Indonesia, akan tetapi harga peralatan tersebut masih tergolong mahal. Meskipun demikian kita bisa merancang sendiri peralatan yang kita butuhkan dan membuatnya. Berikut adalah beberapa contoh peralatan ultralight yang ada dan sangat simple dalam penggunaannya.

RANSEL

Semakin sedikit dan simple peralatan yang dibawa maka akan semakin kecil ransel yang dibutuhkan, hal tersebut juga merupakan kunci dari ultralight. Semakin simple suatu peralatan maka semakin kecil tempat yang dibutuhkan maka akan semakin banyak makanan yang bisa dibawa. Rencanakanlah dengan seksama lama perjalanan dan jumlah makanan yang dibawa. Carilah ransel yang simple dan ringan, ukuran 30Lt atau 40 Lt sangat cocok untuk ultralight.

SLEEPING BAG

Untuk sleeping bag saat ini ada jenis ultralight baik berbahan down maupun sintetis. Seperti contoh disini packing yang sangat kecil dan ringan. Diatas semua itu kemampuan isolasinya tidak berkurang.

Matras

Untuk matras atau alas tidur, saat ini ada bahan alumimium foil berlapis busa yang sangat ringan dan bisa dilipat, mekipun tipis tapi kemampuan aluminium menahan uap lembab dari tanah sangat baik sekali, jenis matrass ini tersedia dalam ukuran yang lebar dan cukup untuk tenda atau bivy untuk satu orang.

Shelter/Tenda

Shelter adalah suatu keharusan, jika akan bermalam di alam bebas. ada berbagai jenis shelter atau bivy ultralight untuk kapasitas satu orang. Trap juga bisa kita jadikan shelter, dengan sedikit improvisasi trap bisa dijadikan sebuah shelter yang nyaman dan tentu saja ringan dan tanpa kehilangan fungsinya sebagai shelter.

Alat masak

  
Ada banyak sekali alat masak ultralight untuk penggunaan satu atau dua orang, sebagai contoh disini kompor spritus dengan satu misting dan penutupnya yang juga bisa berfungsi sebagai penggorengan. Selain kompor jenis spritus saat ini juga tersedia di pasaran kompor gas ultralight buatan primuss sweden.

Cup/gelas

Untuk cup minum model sierra cup adalah pilihan yang baik sekali, karena selain bisa digunakan sebagai tempat minum kita juga bisa menggunakannya sebagai wadah untuk membuat eeg scramble atau jenis masakan simple lainnya, serta juga bisa dipakai untuk menghangatkan jagung manis dan lainya tergantung improvisasi.

Wadah Air

Tempat minum lipat dari plastik atau kulit sangat praktis dan tidak memakan tempat saat kosong, ada banyak sekali botol lipat saat ini beredar dipasaran, baik itu keluaran nalgene ataupun playtipus. Dan meskipun dalam keadaan diisi air tutupnya sangat rapat dan tidak bocor. Selain itu wadah air lipat untuk membawa air dari lokasi mata air ke tempat camping juga dibutuhkan yang praktis dan bisa dilipat. dibandingkan dengan botol aluminium atau plastik.

Pakaian

  
Jaket polar dan goretex adalah pilihan yang baik untuk isolasi dingin dan udara lembab, dan ponco adalah pilihan baik juga untuk perlindungan terhadap hujan, disamping bisa digunakan sebagai alas. Untuk pakaian bawalah pakaian yang sesuai dengan musim saat anda mengadakan perjalanan, t-shirt katun dan celana pendek katun tipis sangat baik untuk musim kemarau. Usahakan untuk merencanakannya seefisien mungkin agar tidak kelebihan atau kekurangan.

Hal lainnya

Hal lainnya adalah sama dengan peralatan trekking lainnya, seperti Senter, navigasi aids, survival kits, P3K praktis, dan lainnya. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dalam perencanaan sebuah perjalanan dengan prinsip ultralight, adalah packing makanan. Buanglah setiap kotak atau bungkus makanan yang tidak penting, jika makanan bisa dipindahkan kedalam kantong plastik akan lebih mudah lagi dibanding jika tetap harus dalam kotaknya yang akan memakan tempat di dalam ransel serta tentu saja tambahan berat. Didalam ultralight hiking atau trekking, berat extra 1ons saja akan sangat mempengaruhi perjalanan kita.

Jika anda memutuskan untuk memakai gaya ultralight hiking atau ultralight trekking, jangan pernah berhenti untuk berimprofisasi dan mencoba hal baru dalam menimalkan peralatan anda tanpa mengurangi kemampuan peralatan tersebut.

Mengenai EcoTourism Indonesia


GARIS BESAR

Ekowisata merupakan bentuk wisata mengunjungi daerah yang alami, murni, dan biasanya dilindungi, dimaksudkan mengurangi dampak negatif serendahnya-rendahnya bagi tempat wisata itu sendiri   dan sebuah memunculkan  alternatif positif  yang skalanya kecil  untuk pariwisata komersial standar. Tujuannya untuk mendidik wisatawan, untuk menyediakan dana untuk konservasi ekologi, untuk secara langsung manfaat pembangunan ekonomi dan politik pemberdayaan masyarakat lokal, atau untuk mendorong penghormatan terhadap budaya yang berbeda dan untuk hak asasi manusia. Sejak 1980-an ekowisata telah dianggap sebagai upaya kritis dengan lingkungan, sehingga generasi mendatang mungkin mengalami tujuan yang relatif tidak tersentuh oleh campur tangan manusia. Beberapa program universitas menggunakan deskripsi ini sebagai definisi kerja ekowisata.

Umumnya, ekowisata berfokus pada relawan, atau “voluntourism“, yang meliputi pertumbuhan pribadi dan kelestarian lingkungan. Ekowisata biasanya melibatkan perjalanan ke tujuan mana flora, fauna, dan warisan budaya adalah atraksi utama. Salah satu tujuan ekowisata adalah untuk menawarkan wawasan wisatawan ke dampak manusiaterhadap lingkungan, dan untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih besar dari habitat alam kita.

Ekowisata bertanggung jawab termasuk program yang meminimalkan aspek-aspek negatif dari pariwisata konvensional pada lingkungan dan meningkatkan integritas budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, selain mengevaluasi faktor lingkungan dan budaya, merupakan bagian integral dari ekowisata adalah promosi daur ulang, efisiensi energi, konservasi air, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk alasan ini, ekowisata sering menarik bagi lingkungan dan mendukung tanggung jawab sosial .

DEFINISI EKOWISATA

Apa yang disebut dengan ekowisata atau sering juga ditulis atau disebut dengan ekoturisme, wisata ekologi, ecotoursism, eco-tourism, eco tourism, eco tour, eco-tour dsb?

Rumusan ‘ecotourism’ sebenarnya sudah ada sejak 1987 yang dikemukakan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sbb:

Nature or ecotourism can be defined as tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objectives of studying, admiring, and enjoying the scenery and its wild plantas and animals, as well as any existing cultural manifestations (both past and present) found in the areas.”

“Wisata alam atau pariwisata ekologis adalah perjalanan ketempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini.”

Rumusan di atas hanyalah penggambaran tentan kegiatan wisata alam biasa. Rumusan ini kemudian disempurnakan oleh The International Ecotourism Society (TIES) pada awal tahun 1990 yaitu sebagai berikut:

“Ecotourism is responsible travel to natural areas which conserved the environment and improves the welfare of local people.”

“Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat”.

Definisi ini sebenarnya hampir sama dengan yang diberikan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sama-sama menggambarkan kegiatan wisata di alam terbuka, hanya saja menurut TIES dalam kegiatan ekowisata terkandung unsur-unsur kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahtraan penduduk setempat. Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan. Dengan kata lain ekowisata adalah kegiatan wisata alam plus plus. Definisi di atas telah telah diterima luas oleh para pelaku ekowisata.

Adanya unsur plus plus di atas yaitu kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat setempat ditimbulkan oleh:

  1. Kekuatiran akan makin rusaknya lingkungan oleh pembangunan yang bersifat eksploatatif terhadap sumber daya alam.
  2. Asumsi bahwa pariwisata membutuhkan lingkungan yang baik dan sehat.
  3. Kelestarian lingkungan tidak mungkin dijaga tanpa partisipasi aktif masyarakat setempat.
  4. Partisipasi masyarakat lokal akan timbul jika mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi (‘economical benefit’) dari lingkungan yang lestari.
  5. Kehadiran wisatawan (khususnya ekowisatawan) ke tempat-tempat yang masih alami itu memberikan peluas bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif dengan menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan mereka atau meningkatkan kualitas hidpu penduduk lokal, baik secara materiil, spirituil, kulturil maupun intelektual.

Sedangkan pengertian Ekowisata Berbasis Komunitas (community-based ecotourism) merupakan usaha ekowisata yang dimiliki, dikelola dan diawasi oleh masyarakat setempat. Masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pengembangan ekowisata dari mulai perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ekowisata sebanyak mungkin dinikmati oleh masyarakat setempat. Jadi dalam hal ini masyarakat memiliki wewenang yang memadai untuk mengendalikan kegiatan ekowisata.

TUJUAN EKOWISATA INDONESIA

Tujuan Ekowisata Indonesia adalah untuk (1) Mewujudkan penyelenggaraan wisata yang bertanggung jawab, yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan alam, peninggalan sejarah dan budaya; (2) Meningkatkan partisipasi masyararakat dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat; (3) Menjadi model bagi pengembangan pariwisata lainnya, melalui penerapan kaidah-kaidah ekowisata.

KARAKTERISTIK  EKOWISATA 

Secara konseptul ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Sementara ditinjau dari segi pengelolaanya, ekowisata dapat didifinisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan kaidah alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatnkan kesejahtraan masyarakat setempat.

PRINSIP EKOWISATA

1. Memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan alam dan budaya, melaksanakan kaidah-kaidah usaha yang bertanggung jawab dan ekonomi berkelanjutan.

2. Pengembangan harus mengikuti kaidah-kaidah ekologis dan atas dasar musyawarah dan pemufakatan masyarakat setempat.

3. Memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

4. Peka dan menghormati nilai-nilai sosial budaya dan tradisi keagamaan masyarakat setempat.

5. Memperhatikan perjanjian, peraturan, perundang-undangan baik ditingkat nasional maupun internasional.

CRITERIA

Ekowisata merupakan bentuk pariwisata yang melibatkan kunjungan ke kawasan alami – di padang gurun terpencil atau lingkungan perkotaan. Menurut definisi danprinsip-prinsip ekowisata yang ditetapkan oleh Masyarakat Internasional Ekowisata(ikatan) pada tahun 1990, ekowisata adalah “wisata Bertanggung jawab untukdaerah-daerah alami yang melestarikan lingkungan dan meningkatkankesejahteraan masyarakat setempat.” (Ties, 1990). Martha Madu, memperluasdefinisi hubungan dengan menggambarkan tujuh karakteristik ekowisata, yaitu:

  • Involves travel to natural destinations
  • Minimizes impact
  • Builds environmental awareness
  • Provides direct financial benefits for conservation
  • Provides financial benefits and empowerment for local people
  • Respects local culture
  • Supports human rights and democratic movements

such as:

  • conservation of biological diversity and cultural diversity through ecosystem protection
  • promotion of sustainable use of biodiversity, by providing jobs to local populations
  • sharing of socio-economic benefits with local communities and indigenous peoples by having their informed consent and participation in the management of ecotourism enterprises
  • tourism to unspoiled natural resources, with minimal impact on the environment being a primary concern.
  • minimization of tourism’s own environmental impact
  • affordability and lack of waste in the form of luxury
  • local culture, flora and fauna being the main attractions
  • local people benefit from this form of tourism economically, often more than mass tourism

Ekowisata sering disalahartikan sebagai segala bentuk pariwisata yang melibatkan wisata alam/Jungle. Pada kenyataannya, banyak kegiatan ekowisata sering terdiri dari menempatkan sebuah hotel di sebuah lanskap indah, sehingga merugikan ekosistem. Menurut mereka, ekowisata harus peka atas semua orang untuk keindahan dan kerapuhan alam. Mereka mengutuk beberapa operator sebagai greenwashing operasi mereka: menggunakan label “hijau” dan “ramah lingkungan”,sementara berperilaku dengan cara yang bertanggung jawab terhadap linkungan.

EKOWISATA INDONESIA SESUAI KONSEP DAN PENGERTIANNYA

Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor dua di dunia, telah dikenal memiliki kekayaan alam, flora dan fauna yang sangat tinggi. Para explorer dari dunia barat maupun timur jauh telah mengunjungi Indonesia pada abad ke lima belas vang lalu.

Perjalanan eksplorasi yang ingin mengetahui keadaan di bagian benua lain telah dilakukan oleh Marcopollo, Washington, Wallacea, Weber, Junghuhn dan Van Steines dan masih banyak yang lain merupakan awal perjalanan antar pulau dan antar benua yang penuh dengan tantangan. Para adventnrer ini melakukan perjalanan ke alam yang merupakan awal dari perjalanan ekowisata. Sebagian perjalanan ini tidak memberikan keuntungan konservasi daerah alami, kebudayaan asli dan atau spesies langka (Lascurain, 1993).

Pada saat ini, ekowisata telah berkembang. Wisata ini tidak hanya sekedar untuk melakukan pengamatan burung, mengendarai kuda, penelusuran jejak di hutan belantara, tetapi telah terkait dengan konsep pelestarian hutan dan penduduk lokal. Ekowisata ini kemudian merupakan suatu perpaduan dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Ekowisata tidak dapat dipisahkan dengan konservasi. Oleh karenanya, ekowisata disebut sebagai bentuk perjalanan wisata bertanggungjawab.

Belantara tropika basah di seluruh kepulauan Indonesia merupakan suatu destinasi. Destinasi untuk wisata ekologis dapat dimungkinkan mendapatkan manfaat sebesarbesarnya aspek ekologis, sosial budaya dan ekonomi bagi masyarakat, pengelola dan pemerintah.

INTI PENGEMBANGAN EKOWISATA INDONESIA

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan peninggalan sejarah, seni dan budaya yang sangat besar sebagai daya tarik pariwisata dunia. Ahli biokonservasi memprediksi bahwa Indonesia yang tergolong negaraMegadiversity dalam hal keaneka ragaman hayati akan mampu menggeser Brasil sebagai negara tertinggi akan keaneka jenis, jika para ahli biokonservasi terus giat melakukan pengkajian ilmiah terhadap kawasan yang belum tersentuh.

Bayangkan saja bahwa Indonesia memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 12% binatang menyusui, 16% reptilia and amfibia, 17% burung, 25% ikan, dan 15% serangga, walaupun luas daratan Indonesia hanya 1,32% seluruh luas daratan yang ada di dunia (BAPPENAS, 1993).

Di dunia hewan, Indonesia juga memiliki kedudukan yang istimewa di dunia. Dari 500-600 jenis mamalia besar (36% endemik), 35 jenis primata (25% endemik), 78 jenis paruh bengkok (40% endemik) dan 121 jenis kupu-kupu (44% endemik) (McNeely et.al. 1990, Supriatna 1996). Sekitar 59% dari luas daratan Indonesia merupakan hutan hujan tropis atau sekitar 10% dari luas hutan yang ada di dunia (Stone, 1994). Sekitar 100 juta hektar diantaranya diklasifikasikan sebagai hutan lindung, yang 18,7 juta hektarnya telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

Namun Demikian sampai saat ini kita harus menanggung beban berat sebagai negara terkaya keaneka ragaman hayati di kawasan yang sangat sensitif, karena biota Indonesia tersebar di lebih dari 17,000 pulau. Oleh karena itu bukan saja jumlah populasi setiap individu tidak besar tetapi juga distribusinya sangat terbatas. Ini harus disadari oleh pemerintah, sehingga Indonesia harus merumuskan suatu kebijakan dan membuat pendekatan yang berbeda di dalam pengembangan sistem pemanfaatan keaneka ragaman hayatinya, terutama kebijakan dalam pengembangan pariwisata yang secara langsung memanfaatkan sumber daya alam sebagai aset. Pengembangan sumber daya alam yang non-ekstraktif, non-konsumtif dan berkelanjutan perlu diprioritaskan dan dalam bidang Pariwisata pengembangan seperti ekowisata harus menjadi pilihan utama.

VISI EKOWISATA INDONESIA

Melihat potensi yang dimiliki Indonesia, maka Visi Ekowisata Indonesia adalah untuk menciptakan pengembangan pariwisata melalui penyelenggaraan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya), melibatkan dan menguntungkan masyarakat setempat, serta menguntungkan secara komersial. Dengan visi ini Ekowisata memberikan peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional, regional maupun lokal.

Penetapan Visi Ekowisata di atas di dasarkan pada beberapa unsur utama:

  1. Ekowisata sangat tergantung pada kualitas sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya.
    Kekayaan keaneka-ragaman hayati merupakan daya tarik utama bagi pangsa pasar ekowisata, sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya menjadi sangat penting untuk ekowisata. Pengembangan ekowisata juga memberikan peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional, regional dan lokal.
  2. Pelibatan Masyarakat.
    Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta kawasan daya tarik wisata, dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat menjadi mutlak, mulai dari tingkat perencanaan hingga pada tingkat pengelolaan.
  3. Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
    Ekowisata memberikan nilai tambah kepada pengunjung dan masyarakat setempat dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman. Nilai tambah ini mempengaruhi perubahan perilaku dari pengunjung, masyarakat dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih menghargai alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
  4. Pertumbuhan pasar ekowisata di tingkat internasional dan nasional.
    Kenyataan memperlihatkan kecendrungan meningkatnya permintaan terhadap produk ekowisata baik ditingkat internasional maupun nasional. Hal ini disebabkan meningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berprilaku positif terhadap alam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan yang masih alami agar dapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan kepeduliannya terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya setempat.
  5. Ekowisata sebagai sarana mewujudkan ekonomi berkelanjutan.
    Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang non-ekstraktif dan non-konsumtif sehingga meningkatkan perekonomian daerah setempat. Penyelenggaraan yang memperhatikan kaidah-kaidah ekowisata, mewujudkan ekonomi berkelanjutan.

ISU-ISU UMUM EKOWISATA 

  • Kepemilikan
  • Kemitraan
  • Skala/Konsesi
  • Gender
  • Partisipasi
  • Transparansi
  • Proses Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

TEMPAT-TEMPAT YANG BISA DIJADIKAN REFERENSI EKOWISATA DI INDONESIA

Oh iya jangan lupa Vote Komodo ! Jangan lupa Sms. Ketik KOMODO Kirim ke 9818 ! Gratis kok !

Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi. Bahkan dalam strategi pengembangan ekowisata juga menggunakan strategi konservasi. Dengan demikian ekowisata sangat tepat dan berdayaguna dalam mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem di areal yang masih alami. Bahkan dengan ekowisata pelestarian alam dapat ditingkatkan kualitasnya karena desakan dan tuntutan dari para eco-traveler.

Komodo adalah salah satu atraksi utama pariwisata di Indonesia. Taman terdiri dari603 km persegi. tanah dan 1.214 km persegi. perairan laut. Itu dinyatakan Manusia dan Biosfer Reserve dan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1986.Keanekaragaman hayati yang unik dan keindahan pemandangan dikombinasikan dengan lokasi terpencil dan pedesaan membuat salah satu tempat favorit para wisatawan. Dengan 900-1,000 spesies ikan, itu adalah salah satu habitat ikanterkaya di dunia. Lumba-lumba, penyu sisik dan penyu hijau sering mengunjungikarang-bangunan dan pipa organ merah muda pantai karang. Jangkar kapalmenyelam ‘yang dirancang agar tidak membahayakan terumbu karang yang rapuh.Taman ini juga mengambil langkah-langkah aktif untuk mengurangi praktekpenangkapan ikan yang merusak di daerah tersebut.

Fasilitas wisata dari taman menyediakan akomodasi bagi para turis. Eko-wisataatraksi taman ini termasuk :

  • Komodo Dragons (giant monitor lizards)
  • Spectacular Diving and Snorkeling
  • Catch and Release Fishing
  • Hiking
  • Whale Watching.

Ada berbagai wisata yang diselenggarakan oleh pemerintah dan operator tur yang eko-pariwisata sebagai tujuan utama. Ini sebuah hasil  kerja lapangan yang terdiri oleh para wisatawan.

Contoh sebuah perjalanan ke Sulawesi untuk melihat  semua spesies burung yang ada, dengan banyak spesies burung di hutan tropis. Di hutan hujan SumateraAnda dapat melakukan kerja lapangan dengan para peneliti selama 13 hari mengamati dan bekerja sama untuk melihat habitat orangutan dan bagaimana perawatannya. berwisata arung jeram di sepanjang Sungai Ayung atau kunjungan ke taman kebun binatang di Bali adalah kegiatan favorit di  para pelancong juga saat bersamaan seperti itu  juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata.

Contoh tempat yang bisa dikunjungi sebagai tujuan Ekowisata Taman Nasional Bali Barat, Bali Butterfly Park, Pegunungan Batukaru, Batur VolcanoAktif, Taman Nasional Tangkoko diantaranya untuk meningkatkan usaha ekowisata utama di Indonesia. Kunjungan ke beberapa tempat ekowisata tersebut akan menunjukkan anda bagaimana rasanya berada di tempat terliar dan termegah di muka Bumi.

DAMPAK NEGATIF EKOWISATA

Ekowisata telah menjadi salah satu yang tercepat-berkembang sektor industri pariwisata, tumbuh setiap tahun oleh 10-15% di seluruh dunia (Miller, 2007). Salah satu definisi ekowisata adalah “praktek berdampak rendah, pendidikan, perjalanan yang sensitif secara ekologis dan budaya yang menguntungkan masyarakat setempat dan negara tuan rumah” (Sayang, 1999). Banyak proyek ekowisata tidak memenuhi standar ini. Bahkan jika beberapa pedoman sedang dieksekusi, masyarakat setempat masih menghadapi dampak negatif lain. Afrika Selatan adalah salah satu negara yang menuai manfaat ekonomi yang signifikan dari ekowisata, tetapi efek negatif – termasuk memaksa orang untuk meninggalkan rumah mereka,pelanggaran berat hak-hak dasar, dan bahaya lingkungan – jauh lebih besar daripada jangka menengah manfaat ekonomi (Miller, 2007 ). Sejumlah besar uang yang dihabiskan dan sumber daya manusia terus digunakan untuk ekowisata meskipun hasil tidak berhasil, dan lebih banyak uang yang dimasukkan ke dalam kampanye public relation untuk mencairkan efek dari kritik. Ekowisata adalah saluran sumber daya dari proyek-proyek lain yang dapat memberikan kontribusi solusi yang lebih berkelanjutan dan realistis untuk menekan masalah sosial dan lingkungan.”Para pariwisata uang dapat menghasilkan sering taman dasi dan manajemenuntuk eko-pariwisata” (Walpole et al. 2001). Tapi ada ketegangan dalam hubungan ini karena eko-turisme sering menyebabkan konflik dan perubahan dalam penggunaan lahan hak, gagal untuk memberikan janji-janji keuntungan di tingkat masyarakat, kerusakan lingkungan, dan memiliki banyak dampak sosial lainnya.Memang banyak yang berpendapat berulang kali bahwa eko-pariwisata ekologis maupun sosial tidak menguntungkan, namun tetap sebagai strategi untuk konservasi dan pembangunan (Barat, 2006). Sementara beberapa penelitian sedang dilakukan bagaimana cara untuk memperbaiki struktur ekowisata, beberapa orang berpendapat bahwa contoh-contoh memberikan alasan untuk menghentikan dampak ekowisata.

Sistem ekowisata memiliki pengaruh keuangan dan politik yang luar biasa. Bukti di atas menunjukkan bahwa kasus yang kuat ada untuk menahan kegiatan semacam itu di lokasi tertentu. Pendanaan dapat digunakan untuk studi lapangan yang bertujuan mencari solusi alternatif untuk pariwisata dan beragam masalah di Afrika menghadapi hasil dari urbanisasi, industrialisasi, dan eksploitasi atas pertanian(Kamuaro, 2007). Di tingkat lokal, ekowisata telah menjadi sumber konflik atas kontrol dari keuntungan tanah, sumber daya, dan pariwisata. Dalam hal ini,ekowisata telah merugikan lingkungan dan masyarakat setempat, dan telah menyebabkan konflik atas pembagian laba. Dalam dunia yang sempurna akan lebih banyak upaya dilakukan untuk mendidik wisatawan dari efek lingkungan dansosial dari perjalanan mereka. Sangat sedikit peraturan atau hukum berdiri ditempat sebagai batas-batas untuk para investor dalam ekowisata. Ini harus dilaksanakan untuk melarang promosi proyek ekowisata berkelanjutan dan bahan-bahan yang memproyeksikan seperti gambar palsu, tujuan yang tidak pasti, merendahkan budaya lokal dan pribumi.

Jadi pada intinya setiap apa yang direncanakan meskipun itu berniat positif pasti ada sisi negatif, dampak atau resikonya dalam hal ini kita sebagai pelaku ekowisata harus meminimalisir dampak-dampak yang merugikan tersebut dengan menyikapi segala sesuatunya dengan lebih teliti dan terencana.

Sekian moga info ini berguna bagi kalayak..

Sumber :

Dikutip dari tulisan yang dibuat oleh Chafid Fandeli yang bersumber pada BukuPengusahaan Ekowisata (2000), Chafid Fandeli., Mukhlison., Fakultas Kehutanan Univ. Gadjah Mada Yogyakarta

Ecotourism Development. A Manual for Conservation Planners and Managers, Volume 2 : The Business of Ecotourism Development and Management, The Nature Conservation, Second Edition, 2005

Guidelines for community-based ecotourism development, WWF International, July 2001.

ECOTOURISM: Principles: Practices & Policies For Sustainability, United Nation Environment Programme, Part 1

ECOTOURISM: Principles: Practices & Policies For Sustainability, United Nation Environment Programme, Part 2

Ecotourism Investment and Development Models for Donors, NGOs and Private Entrepreneurs, Susan Heher, Cornell University, 2003

Ecotourism Development. A Manual for Conservation Planners and Managers, Volume 1 : An Introduction to Ecotourism Planning, The Nature Conservation, Second Edition, 2005

A Business Planning Guide for Ecotourism Operators in the Pacific Islands, Sherry M. Bushnell, The Pacific Business Center Program University of Hawaii

Pacific Islands Ecotourism: A Public Policy and Planning Guide. The Ecotourism Planning Kit: by Dr. Juanita C. Liu, School of Travel Industry Management, 2560 Campus Road, University of Hawai‘i at M_noa, Honolulu, Hawai‘i 96822

Managing Tourism at World Heritage Sites. A Practical Manual for World Heritage Site Managers, By Arthur Pedersen, UNESCO World Heritage Centre, 2002

Responsilbe Tourism Handbook – A guide to good practice for tourism operators.

Making Tourism More Sustainable – A Guide for Policy Makers, United Nation Environment Programme

Making Tourism More Sustainable – A Guide for Policy Makers, United Nation Environment Programme

Sustainable Tourism in Protected Areas. Guidelines for Planning and Management, IUCN – The World Conservation Union, 2002, World Commission on Protected Areas (WCPA)

Linking Communities, Tourism & Conservation. A Tourism Assessment Process. By Eileen Gutierrez, Kristin Lamoureux, Seleni Matius and Kaddu Sebunya, Conservation International and The George Washington University, 2005

New Sueto Tag Line


Sueto(Surabaya Extreme Touring)Community kali mendaulat sebuah tagline baru yaitu KARENA HIDUP SEBUAH PETUALANGAN SEMAKIN EXTREME SEMAKIN PENUH KEJUTAN! yang memberi arti sebuah semangat baru dalam berpetualang dalam kehidupan tidak hanya lewat komunitas tetapi bisa merasuk keseluruh elemen masyarakat. Bagi kami sebuah petualangan tidak hanya untuk bersenang-senang tetapi sebuah perjuangan untuk mengenalkan suatu budaya atau keanekaragaman tentang tempat-tempat yang akan dituju sehingga kemudian akan berguna bagi semua dan generasi penerus bangsa di masa mendatang. Misi paling penting adalah melindungi semua kekayaan alam yang ada karena semuanya secara tidak langsung juga akan kembali kepada kita tergantung  bagaimana kita menjaga dan melestarikannya. Intinya kita bisa mencintai Indonesia sebagai bumi pertiwi yang indah dengan tidak memandang dari satu sisi sehingga dapat dimulai dari hal yang kecil dan sederhana untuk belajar mencintai keanekaragaman budaya nusantara dari segi positifnya. Sekian terima kasih semoga yang kami lakukan dan share  bermanfaat bagi semuanya.

%d blogger menyukai ini: