Tag Archive: Chania



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


Hai salam wildlife! Dari pada gak ada yang diposting saya mau posting hasil renderan 3d saja. Kegiatan iseng-iseng untuk mengisi waktu luang. Sebenarnya ini saya bikin untuk preload video tutorial yang mungkin bisa digabungkan dengan after effect karena saya belum begitu mahir after effect ya saya buat 3d nya saja. Lumayan bisa dibuat aspirasi dikemudian hari silahkan diliat di link youtube.

1. Yang Pertama coba bikin particle pakai tambahan plugin rayfire pakai thinking particle juga bisa rata-rata buat animasi particle pasti berat di program 3 dmax apa karena saya rendernya pakai laptop yah..

2. Yang ini bikin tampilan slide buat i pad modeling ya tetap menggunakan 3d meskipun agak kecepatan saat rollingnya

3. Yang ini juga bikin tampilan slide buat i phone

4. Kalau yang ini saya bikin 3d landscape fort knox buat gudang terbuka mobil ada dua tampilan tinggal main kamera viewnya saja sebenarnya sih kalau pingin asik bisa download camera switcher cari di google banyak misal di http://www.scriptspot.com/3ds-max/scripts/camera-switcher-0

5. Yang ini bikin preload film dari 3d misalnya saya memodifikasi dari preloadnya 20th century fox

6. Kalau ini bisa dibuat contoh preload promo salesman misalnya dan delivery order

7. Kalau yang ini saya bikin 3d buat contoh preload trouble shooting windows dan printer

8. Ini juga saya bikin dari 3d contoh preload buat aplikasi linux yah cuman sekedar tampilan animasi yang simple

9. Yang terakhir ini dibuat pakek after effect ya bisanya cuman segini cuman contoh saja edukasi lingkaran api

Yap kalau misalnya dari hasil iseng render saya banyak kekurangan yah memang saya juga belum termasuk ahli dalam program animasi tersebut cuman untuk mengisi waktu luang saja kok ini dan mengisi kekosongan posting.  Belajar animasi itu asik sebenarnya kalau spek komputer atau laptopnya mumpuni tapi yang namanya belajar bisa bermula dari mana sajakan yang penting punya niat untuk mengembangkan diri. Terima kasih atas perhatiannya 😉

 


 

IMG_1125

Hi Salam Wildlife!Waktu memasuki liburan cuti bersama buat puasaan saya memulai perjalanan turing lagi menuju daerah nongkojajar, Pasuruan, Jawa timur sebelum lebaran lumayan  buat melatih stamina saat puasa menuju destinasi baru yaitu coban waru saya penasaran apakah tempatnya bagus.

Berangkat sekitar jam 1 siang terlanjur panas sudah perjalanan kami biasa dari Sidoarjo ke Surabaya dulu menjemput kekasih kepingin ikut dia. Dari Surabaya temponya sangat panas memang sedang panas-panasnya puasa di minggu akhir tapi terbalas panasnya sampai di Nongkojajar masih masuk wilayah kabupaten Pasuruan hawa berubah drastis jadi dingin. Kami pertama sempat kesulitan menuju cuban waru karena memang tidak ada petunjuk yang jelas hanya saja kami berhenti saat sampai nongkojajar dan memasuki desa wonosari kayukebek kemudian jalan terakhir adalah bertanya jalur keberadaan air terjun.

Ternyata Jalur menuju Cuban Waru tak seperti yang kami harapkan untungnya kami bertemu seorang kakek yang baik hati mau mengantar kami dan menjaga motor saya karena sesudahnya kami diantar dengan anak kecil mungkin umurnya sekitar 8-9 tahun dari penduduk desa setempat untuk menuju Cuban waru.

Sebelum menuju Cuban Waru kami diceritakan tentang bahaya-bahaya disekitar area ini katanya banyak curanmor didaerah ini, pantas saat masuk desa ini ada pintu gerbangnya yang ditutup pada jam-jam tertentu untuk mengantisipasi kegiatan curanmor, terus kejadian minggu lalu ada beberapa anak seumuran SMP bermain di sekitar Cuban dan meninggal terperosok aliran air mungkin sejak kejadian itu Cuban waru ini tampak sepi pengunjung.

Saya jadi makin penasaran tempatnya akhirnya si kakek menjaga motor saya dan saya diantarkan oleh anak kecil menuju ke Cuban Waru. Perjalanan menuju Cuban waru ini hanya bisa dilewati setapak dengan berjalanan kaki melewati perkebunan dan lereng-lereng bukit. Tak jauh memang tapi sungguh terasa karena pada saat itu memang masih berpuasa. Sampai ditengah  perjalanan  mampir ke sebuah gubuk kecil ternyata rumah si anak kecil itu tadi memanggil kakaknya kemudian perjalanan dilanjutkan dan kamipun diantar sampai di cuban waru tapi dari bagian atas cuban sebenarnya ada jalan untuk menuju ke bagian bawah cuban tapi kami ingin liat situasinya dulu.

Selayang pandang kami melihat cuban waru ini kelebihannya adalah aliran airnya sangat unik dan sebenarnya kita bisa menikmati cuban dari atas dan dari bawah tapi ada sesuatu yang membuat kami sangat kecewa aliran airnya sudah kotor tercemar berwarna kecoklatan dan mengeluarkan busa tak lagi jernih sungguh disayangkan pesona alam yang sebenarnya bagus tapi dirusak oleh manusia itu sendiri. Kami melihat masih banyak sisa-sisa sampah plastik di area cuban waru ini mungkin pada awalnya tempat ini banyak dikunjungi wisatawan tapi karena aksesnya yang susah dan ada kejadian anak SMP yang meninggal di cuban ini kelihatannya jadi angker tempat ini tapi dilain masalah memang aliran airnya sudah tak layak di nikmati karena sudah kotor kata anak itu tadi aliran ini berasal dari hulu penggunungan tengger di atas. Betul memang saat kami sempat kesasar ke atas banyak anak muda yang membuang sampah sembarangan dikali juga hasil cucian rumah tangga yang terbuat lewat aliran air menuju cuban waru ini. Sebenarnya kami berkeinginan mendokumentasikan gambar dari bawan cuban waru ini tapi karena kami masih melanjutkan perjalanan ke batu untuk buka bersama dan hari mulai petang kami pun kembali ke dimana motor kami, saya titpkan. Sampai bertemu lagi ke cerita perjalanan lainnya ya….

Berikut foto-fotonya :

IMG_1138

IMG_1143

IMG_1145

IMG_1153

IMG_1166

IMG_1170

IMG_1172

 

IMG_1178

IMG_1181

 

IMG_1189

IMG_1198

 

 

 

 

 

 

IMG_1185

 

Catatan :

Bagi saya ini sungguh keadaan yang sangat disayangkan melihat keindahan alam yang bukan sebenarnya tapi inilah efek nyata dari perbuatan manusia. Kalau dipikir keadaan seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Cuban Waru saja tapi banyak juga di tempat-tempat wisata lainnya. Bagi penikmat wisata  dimana kita berada kita harus selalu menjunjung GreenTour Adaptations paling tidak kita juga bisa mengajari bagaimana penduduk setempat memperlakukan alam sekitar dengan bersih misalkan dampak kerusakan lingkungan itu tidak ditimbulkan oleh wisatawan yang berkunjung tapi oleh penduduk setempat di area wisata tersebut.


IMG_9677

 

IMG_9472

Hi Salam Wildlife!Sekarang perjalanannya mencari pantai sepi yang perawan  pada waktu senggang dan akhirnya kami saya memutuskan ke pantai modangan meneruskan perjalanan yang sempat tertunda pada tahun 2011 karena pada waktu cuaca tidak mendukung dan terjadi hujan yang sangat deras akhirnya kami menunda perjalanan ke pantai Modangan. Sampai akhirnya dikasih kesempatan lagi pada tahun 2013 ini untuk mengunjungi pantai yang sangat indah ini dan menjadi destinasi terbaik pada minggu itu.

Perjalanan kami mulai di hari minggu dari Sidoarjo ke Surabaya dilanjutkan menuju Malang terus ke pantai Modangan. Perjalanan ini saya lakukan hanya berdua dengan kekasih saya karena rumahnya di daerah Suramadu jadi saya harus jemput dulu dari Sidoarjo ke Surabaya berangkat habis subuh dari Sidoarjo ke Surabaya. Dari Surabay sekitar jam 7an kita berangkat menuju Malang sekitar jam 10 lebih kita sampai Donomulyo dari desa Donomulyo kalau kesulitan tanya saja kepada warga sekitar arah pantai Modangan.

IMG_9513

IMG_9544

Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok, terjal melewati sungai penuh rintangan sebenarnya ada jalur yang tak menyeberangi sungai buat mobil saja cukup kelihatannya tapi saya memilih jalan yang ekstrim biar sedikit offroad sedikit. sekitar jam 12 kita baru sampai di pantai Modangan. Wuh!WOW!terbayar sudah perjuangan kami dengan disungguhkan pemandangan yang luar biasa dan sangat private layaknya sebuah pantai dreamland yang hanya bisa ditemukan di jawatimur luas, lebar, pantai pasir putih, ombak garang dan terutama yaitu bersih dan sepi!bagaimanapun caranya akan kami sempatkan buat mengambil dokumentasi sebanyak-banyak dengan waktu yang sangat terbatas.Meskipun lain kali saya ingin camping dan bermalam di pantai nan indah ini. Tapi waktu kamipun sekitar 3jam dirasa sangat cepat untuk memandangi pemandangan pantai dreamland yang bagai surga tuk kami berdua ini.

IMG_9580

IMG_9560

IMG_9555

IMG_9543

IMG_9661ngj

IMG_9641hjj

 

landscapex landscape 2xx IMG_9503 IMG_9474 IMG_9477 IMG_9374

 

 

 

 

 

Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Surabaya sekitar jam 3 sore. Saya pilih jalur dari donomulyo lewat wlingi yang langsung tembus pujon pada awalnya niatnya langsung lewat cangar biar cepat sampai surabaya tapi setelah dari pujon kemudian batu akhirnya kami kembali lewat jalur Malang-Surabaya lewat lawang-purwodadi soalnya lewat Cangar jam 7 kurang segitu sudah kelewat dingin hehehe.

Setelah santap malam di daerah karangploso kamipun langsung lanjutkan perjalanan menuju Surabaya dulu mengantarkan kekasih ke rumahnya baru saya kembali ke Sidoarjo buat kembali beraktifitas hari seninnya. Sampai dari Surabaya sekitar jam setengah 11 malam saya istirahat sebentar dan akhirnya saya kembali kerumah sekitar jam1 an langsung bubuk ganteng deh sampe rumah.

Catatan :

Hanya takjub yang bisa saya ucapkan melihat keindahan pantai modangan ini meskipun banyak pantai di Malang yang bagus juga tapi tiap pantainya memang memberi kesan tersendiri dengan keunikan tiap pantai sendiri-sendiri. Jadi jangan sungkan untuk mengunjungi pantai-pantai yang ada di Malang ini tak kalah dengan pantai yang terkenal seperti di Bali atau Lombok dan jangan Malang jawatimur ini juga bagian dari Indonesia lo!Supaya orang diluar Indonesia tahu bahwa Indonesia tak hanya Bali, Jakarta, Yogyakarta.

Tapi kembali lagi dimanapun kita berada kebersihan selalu dijaga jangan membuang benda-benda atau sampah yang tak bisa di recycle tanah misalnya seperti plastik, bungkus rokok dll. Kemudian hal-halnya bersifat vandalisme juga sewajarnya dikurangi untuk memperthankan keindahan tempat wisata itu sendiri.

Terima kasih…

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


_MG_0256

Besok Hari Jumatnya kami teruskan perjalanan di pagi harinya langsung menuju Waduk Sermo setelah sarapan.  Perjalanan dari Purworejo ke Waduk Sermo ini kurang lebih 1jam lebih perjalanan. Waduk SERMo terletak di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Diresmikan Presiden Soeharto, 20 November 1996. Saat kini debit air yang mengisi waduk sudah hampir sampai batas maksimum. Banyak orang datang, selain untuk rekreasi juga memancing ikan.

Waduk Sermo sendiri menurut Pemkab Kulonprogo memiliki luas genangan kurang lebih 157 Ha dengan keadaan air yang jernih membiru serta bentuknya yang berkelok-kelok menyerupai jari tangan dengan latar belakang perbukitan menoreh yang hijau. Wisatawan dapat menikmati panorama waduk dengan berkeliling menggunakan perahu wisata atau melewati jalan lingkar aspal sepanjang 21 km. Selain sebagai obyek wisata yang nyaman, pengunjung bisa memancing di area waduk. Banyak ragam ikan yang ada di Waduk Sermo, tetapi kebanyakan pemancing mendapatkan Ikan Nila. Meski pengunjung bebas memancing di Waduk Sermo ada kawasan-kawasan tertentu yang dilarang karena berbahaya.

Masyarakat sekitar Waduk Sermo juga ada yang memanfaatkan waduk ini untuk membangun keramba. Malah ada yang menggunakankeramba tersebut untuk dijadikan rumah apung untuk beristirahat dan makan bersama. Waduk Sermo yang pada mulanya secara hanya untuk diupayakan agar dipelihara sebaik-baiknya bakal jadi salah satu objek yang bisa diunggulkan di Yogyakarta. Sayang, waduk yang dibuat pada tahun 1993 tersebut hanyalah satu-satunya waduk yang ada di DIY.

 Material

Waduk Sermo yang berada di Desa Hargowilis ini dibuat dengan membendung Kali Ngrancah. Dasar dari waduk sermo itu adalah Formasi Nanggulan (banyak batupasir kuarsa, dan juga batulempung yang Moluska-nya melimpah). Dinding waduknya sebagian besar adalah Formasi Andesit Tua. Bendung tipe urugan tsb diurug dari batuan andesit yang quarry nya juga dari Formasi Andesit Tua di sekitar waduk. Meluncur ke arah hilir dari Waduk ke arah Kokap atau Wates, kita akan menemukan jejak-jejak penambangan bijih Mn yang pernah top di tahun 1970-1980.di Kliiripan itu, yang secara stratigrafi endapan nodul-nodul pirolusit tsb berada pada transisi batas endapan vulkanik ke endapan karbonat miosen bawah.

Bendungan yang menghubungkan dua bukit ini berukuran lebar atas delapan meter, lebar bawah 250 meter, panjang 190 meter dan tinggi bendungan 56 meter. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dengan genangan seluas 157 hektar. Biaya pembangunannya Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996). Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulonprogo memindahkan 107 KK bertransmigrasi — 100 KK ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu dan tujuh kepala keluarga ditransmigrasikan ke PIR kelapa sawit Riau alias “bedol deso”.

Transportasi

Letak  Waduk Sermo dari kota Wates hanya berjarak kurang lebih delapan kilometer. Perjalanan menuju ke waduk Sermo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Karena lokasinya yang berada di bukit jalanan menanjak dan berkelok-kelok namun cukup menyenangkan. Rute termudah adalah dari Kota Wates — RSUD Wates ke arah barat selanjutnya ikuti saja papan petunjuk. Bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri ada angkutan Umum yang melayani rute Wates — Kokap, akan tetapi angkutan ini tidak masuk sampai Lokasi Waduk Sermo, anda harus turun sebelum pintu gerbang Waduk Sermo. Retribusi masuk Waduk Sermo juga cukup murah hanya seribu rupiah per orang dan parkir roda 2 seribu rupiah juga, untuk mobil dua ribu rupiah.

Meski pemandangan dan suasana Waduk Sermo cukup eksotik tetapi sangat disayangkan minim warung makan yang cukup lengkap. Hanya ada beberapa warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya. Jika hanya sekedar untuk melepas dahaga dan mengganjal perut mungkin sudah cukup, tetapi untuk wisata kuliner masih kurang. Apa mungkin karena kami datang terlalu pagi, tetapi memang keadaan wisatanya masih sangat sepi didaerah sini.

Kamipun tak lama di waduk Sermo hanya mengelilingi waduk dan langsung naik gunung ke daerah puncak selayang pandang di Kalibiru. Kami hanya di tarik tarif parkir sepeda motor atau mobil karena diharuskan berjalan kaki jika ingin samapai gardu pandang. Di Kalibiru ini pemandangan sangat bagus anda bisa melihat keseluruhan bentuk waduk sermo juga ada tempat flyingfox dan gerdu pandang pemandangan alam wilayah kulonprogo ini juga bisa diliat dari sini. Jika cuaca cerah anda pun bisa melihat pantai Congot dari atas puncak Kalibiru ini.

Setelah selesai menikmati keindahan alam dari Kalibiru kami pun bersiap prepare kembali ke Yogya untuk jumatan dan ke Malioboro untuk pulang kembali menuju Surabaya. Sebenarnya kami masih ingin menjelajah lagi tempat-tempat lainnya di kabupaten Kulon Progo ini tetapi karena keterbatasan waktu tiap personel tim kami akhirnya putuskan untuk kembali ke Surabaya pada sore harinya setelah dari Malioboro. Alhamdulillah kamipun samapai dengan selamat dari Surabaya sekitar jam 1 sabtu pagi dan akhirnya bisa menulis artikel ini untuk di share bagi pecinta alam dan Traveller semoga berguna.

Berikut foto-fotonya :

_MG_0262

_MG_0260

_MG_0309

_MG_0318

_MG_0332

_MG_0342

_MG_0363

_MG_0366

_MG_0372

Iseng-iseng Foto saat di Malioboro :

_MG_0395

_MG_0407

_MG_0412

_MG_0416

SUETO1

 Sebenarnya waduk ini katanya banyak menyimpan misteri tapi bagiku yang penting kemanapun kita berada kesadaran untuk menikmati dan melindungi alam itu harus ada. Salam wildlife Sueto!

Berikut Videonya :

http://www.youtube.com/watch?v=CiHy6PffH38

 


Salam Wildlife FB Suetoclub mendapatkan tag dari anggota Sueto yang berada di Jogja tentang acara DIENG CULTURE FESTIVAL 2012 alhasil langsung kami posting di blog.

Festival Budaya Dieng III atau lebih dikenali sebagai Dieng Culture Festival (DCF) akan kembali digelar pada 30 Juni hingga 1 Juli 2012. Festival budaya tradisional ini akan dilaksanakan di kompleks Candi ArjunaDataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut Anda akan disuguhi beragam prosesi budaya yang menarik, yaitu:  Karnaval Seni dan Budaya, Pembukaan ”Dieng Culture Festival 2012”, Pergelaran Seni Tari Tradisonal, Pelepasan Prosesi Napak Tilas Ruwat Rambut Gembel (gimbal), Pagelaran Wayang Kulit, Kembang Api, Kirab Cukur Rambut anak Gembel (gimbal), Prosesi Cukur Rambut anak Gembel (gimbal), dan Pagelaran Seni Budaya khas Dieng (festival).

Selain rangkaian prosesi upacara adat dan festival, kegiatan ini juga akan dimeriahkan lomba lari bagi pelajar sejauh 10 km yang bertajuk “Dieng 10 K“. Acara yang baru pertama digelar dalam DFC ini akan diisi kegiatan unik yaitu sebelum lomba lari dimulai, para peserta dan penonton akan diajak untuk minum purwaceng, yaitu minuman khas Dieng berupa kopi yang dipercaya memiliki khasiat penambah stamina.

Prosesi Cukur Rambut Gembel adalah prosesi paling menarik sekaligus acara utama dalam rangkaian acara DCF. Prosesi ruwat akan dimulai dengan acara kirab (arak-arakan) keliling kampung oleh anak-anak berambut gimbal menggunakan kereta kuda (dokar) sebagai kendaraannya. Iring-iringan anak gembel akan dikawal barisan pemangku adat di depan dan para kelompok penari di belakangnya. Rute dimulai dari rumah pemangku adat dan berakhir di kompleks Darmasala.

Anak gembel juga akan dimandikan mengikuti rangkaian prosesi khusus. Setelah itu, barulah rambut gembel (yang menurut mitos adalah kutukan) akan dipotong. Prosesi dilanjutkan dengan membuang atau melarung rambut ke sungai atau ke telaga yang letaknya tidaklah jauh dari Kompleks Candi Arjuna.

Hal menarik dari prosesi ini adalah sebelumnya anak-anak berambut gimbal sudah menentukan permintaan yang harus dipenuhi kedua orang tuanya dan kerabatnya sebagai syarat utama sebelum acara ruwat dilaksanakan. Apabila sang anak gembel belum menentukan keinginannya atau jika seandainya keinginannya tidak dapat dipenuhi maka ruwat rambut gimbal tidak dapat dilaksanakan. Bahkan, saat ini ada keturunan gimbal yang seumur hidupnya berambut gimbal karena dipercaya tidak terpenuhi permintaannya tersebut. Permintaan keturunan gimbal dapat bermacam-macam, mulai dari barang-barang sederhana seperti binatang peliharaan seperti ayam atau kambing, bahkan ada yang menginginkan sepeda atau motor. Ada juga yang meminta benda-benda dengan ciri atau persyaratan khusus. Hal ini memang kadang menyulitkan orang tua dan kerabatnya karena permintaan tersebut tidak bisa ditawar atau ditukar.

DCF terlaksana hasil kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara dan Kelompok Sadar Wisata “Dieng Pandawa” di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batu. Penyelenggaraan DCF III ini sebagai upaya mendongkrak kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng dan menyongsong Tahun Kunjungan Wisata Jawa Tengah Tahun 2013. Selain itu, acara ini juga untuk mengangkat tradisi seni budaya masyarakat Dataran Tinggi Dieng sekaligus mempromosikan hasil kerajinan khas setempat.

Untuk menuju ke dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah maka Anda dapat mengendarai mobil atau kendaraan umum yang berjarak sekira 3 jam perjalanan dari Yogyakarta atau 25 km dari Wonosobo. Apabila Anda memanfaatkan moda transportasi umum maka Anda dapat menggunakan bus dari Yogyakarta ke Magelang lalu ke Wonosobo. Dari Wonosobo gunakanlah minibus menuju Desa Dieng. Kawasan Dieng dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Desa Dieng. Tersedia parkir kendaraan di sana apabila Anda mengendarai mobil.

Informasi lebih lanjut silakan kunjungi laman berikut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara

Jl. Selomanik No. 35

Telp: 0286-592753; 594913

Email: dinbudpar@banjarnegarakab.go.id

Website:http://budparbanjarnegara.com/2012/05/10/dieng-culture-festival-iii-festival-budaya-dieng-iii/

Refence : http://indonesia.travel/id/event/detail/

Berikut video desrikpsi acara Dieng Culture Festival tahun 2010

Semoga informasi ini berguna bagi pencinta traveller


Sebagai salah satu wisata kuliner terkenal di Surabaya bagian selatan, ada namanya Tahu Teck Pak Ali yang bertempat di Jl. Dinoyo No. 147A Tegalsari, tepatnya berada di seberang roti Suzana. Dengan Rp. 9000 Anda bisa menikmati tahu tek dengan irisan kentang, lontong, tahu, plus telur dan taoge serta kerupuk yang dilaburi petis spesial juga aroma daun seledri yang ditabur diatasnya. Bagi Anda yang tidak memakai telur, Anda cukup membayar Rp. 9000 saja. Untuk minuman Anda bisa memesan es teh, es jeruk, atau teh botol.

Dengan bumbu racikannya dan cara penyajiannya yang cepat, membuat orang banyak berdatangan. Meskipun tempatnya di pinggir jalan atau PKL, tapi tidak mempengaruhi para konsumen kalangan menengah hingga para artis dan para pejabat untuk datang mencicipi tahu teck bikinan Pak Ali.

Terbukti adanya beberapa tulisan dan tanda tangan disertai foto para artis yang sudah berkunjung terpampang jelas dibalik dinding, salah satunya tim wisata kuliner terkenal TransTV (Bondan).

Karena Pak Ali yang sudah mulai lanjut usia, jadi untuk pelayanan dilakukan oleh anaknya, sewaktu saya kesana, saya melihat Pak Ali hanya duduk sembari sebagai kasir (melayani pembayaran) dengan ramah menyapa para pengunjungnya. Akan tetapi untuk urusan rasa, tahu tek yang sudah berdiri 40 tahun lalu sampai sekarang masih tetap dengan bumbu khasnya, tidak ada yang berubah sedikitpun, kata mereka yang sudah lama menjadi penikmat tahu teck bikinan Pak Ali. Karena semua racikan bumbu langsung ditangani oleh Pak Ali sendiri.

Nama : Tahu Teck-Teck Pak Ali

Kategori : PKL (pedagang kaki lima)

Alamat : Jl. Dinoyo No. 147A Tegalsari, Surabaya Selatan (seberang roti Suzana)

Jam buka : 16.00-01.00 WIB

Fasilitas : Tempatnya sempit, parkir tidak luas

*terima pesanan


Warung ini mulai berdiri sejak tahun 1983 berlokasi di Jalan Genteng Durasim atau Gang samping Hotel Weta Surabaya. Menu spesial di sini adalah Rujak Cingur dan Sop Buntut yang bikin pengen balik lagi. Seporsi Rujak Cingur seharga Rp 14.000 an dan untuk Rujak Cingur spesial bisa di dapat dengan harga Rp 25.000 an saja, begitu juga dengan Sop Buntut untuk yang biasa dan spesial harga nya sama dengan Rujak Cingur.

Saat ini warung ini dikelolah oleh Pak Hedri yang mewarisi usaha dari ibu nya, tidak hanya Rujak Cingur dan Sop Buntut, di sini juga masih banyak menu makanan khas Jawa Timur lainnya seperti, Sayur Asem, Sayur Lodeh, Gado-gado, Rawon, dan Nasi Campur yang rata-rata dihargai Rp7.000. Ternyata selain dari masyarakat Surabaya sendiri, warung ini juga dijadikan persinggahan kuliner dari para artis. Warung Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim buka setiap hari kecuali hari minggu di minggu terakhir setiap bulan dan hari besar tutup.

Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Jl Genteng Durasim No. 29, Surabaya
Telp:  031 5358213
Jam buka: 10.30 – 17.30 wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-17-028-Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Pic: ayo cak, blog nasyiah berunna

%d blogger menyukai ini: