Tag Archive: Choi (Korean name)



Salam Wildlife FB Suetoclub mendapatkan tag dari anggota Sueto yang berada di Jogja tentang acara DIENG CULTURE FESTIVAL 2012 alhasil langsung kami posting di blog.

Festival Budaya Dieng III atau lebih dikenali sebagai Dieng Culture Festival (DCF) akan kembali digelar pada 30 Juni hingga 1 Juli 2012. Festival budaya tradisional ini akan dilaksanakan di kompleks Candi ArjunaDataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut Anda akan disuguhi beragam prosesi budaya yang menarik, yaitu:  Karnaval Seni dan Budaya, Pembukaan ”Dieng Culture Festival 2012”, Pergelaran Seni Tari Tradisonal, Pelepasan Prosesi Napak Tilas Ruwat Rambut Gembel (gimbal), Pagelaran Wayang Kulit, Kembang Api, Kirab Cukur Rambut anak Gembel (gimbal), Prosesi Cukur Rambut anak Gembel (gimbal), dan Pagelaran Seni Budaya khas Dieng (festival).

Selain rangkaian prosesi upacara adat dan festival, kegiatan ini juga akan dimeriahkan lomba lari bagi pelajar sejauh 10 km yang bertajuk “Dieng 10 K“. Acara yang baru pertama digelar dalam DFC ini akan diisi kegiatan unik yaitu sebelum lomba lari dimulai, para peserta dan penonton akan diajak untuk minum purwaceng, yaitu minuman khas Dieng berupa kopi yang dipercaya memiliki khasiat penambah stamina.

Prosesi Cukur Rambut Gembel adalah prosesi paling menarik sekaligus acara utama dalam rangkaian acara DCF. Prosesi ruwat akan dimulai dengan acara kirab (arak-arakan) keliling kampung oleh anak-anak berambut gimbal menggunakan kereta kuda (dokar) sebagai kendaraannya. Iring-iringan anak gembel akan dikawal barisan pemangku adat di depan dan para kelompok penari di belakangnya. Rute dimulai dari rumah pemangku adat dan berakhir di kompleks Darmasala.

Anak gembel juga akan dimandikan mengikuti rangkaian prosesi khusus. Setelah itu, barulah rambut gembel (yang menurut mitos adalah kutukan) akan dipotong. Prosesi dilanjutkan dengan membuang atau melarung rambut ke sungai atau ke telaga yang letaknya tidaklah jauh dari Kompleks Candi Arjuna.

Hal menarik dari prosesi ini adalah sebelumnya anak-anak berambut gimbal sudah menentukan permintaan yang harus dipenuhi kedua orang tuanya dan kerabatnya sebagai syarat utama sebelum acara ruwat dilaksanakan. Apabila sang anak gembel belum menentukan keinginannya atau jika seandainya keinginannya tidak dapat dipenuhi maka ruwat rambut gimbal tidak dapat dilaksanakan. Bahkan, saat ini ada keturunan gimbal yang seumur hidupnya berambut gimbal karena dipercaya tidak terpenuhi permintaannya tersebut. Permintaan keturunan gimbal dapat bermacam-macam, mulai dari barang-barang sederhana seperti binatang peliharaan seperti ayam atau kambing, bahkan ada yang menginginkan sepeda atau motor. Ada juga yang meminta benda-benda dengan ciri atau persyaratan khusus. Hal ini memang kadang menyulitkan orang tua dan kerabatnya karena permintaan tersebut tidak bisa ditawar atau ditukar.

DCF terlaksana hasil kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara dan Kelompok Sadar Wisata “Dieng Pandawa” di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batu. Penyelenggaraan DCF III ini sebagai upaya mendongkrak kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng dan menyongsong Tahun Kunjungan Wisata Jawa Tengah Tahun 2013. Selain itu, acara ini juga untuk mengangkat tradisi seni budaya masyarakat Dataran Tinggi Dieng sekaligus mempromosikan hasil kerajinan khas setempat.

Untuk menuju ke dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah maka Anda dapat mengendarai mobil atau kendaraan umum yang berjarak sekira 3 jam perjalanan dari Yogyakarta atau 25 km dari Wonosobo. Apabila Anda memanfaatkan moda transportasi umum maka Anda dapat menggunakan bus dari Yogyakarta ke Magelang lalu ke Wonosobo. Dari Wonosobo gunakanlah minibus menuju Desa Dieng. Kawasan Dieng dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Desa Dieng. Tersedia parkir kendaraan di sana apabila Anda mengendarai mobil.

Informasi lebih lanjut silakan kunjungi laman berikut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara

Jl. Selomanik No. 35

Telp: 0286-592753; 594913

Email: dinbudpar@banjarnegarakab.go.id

Website:http://budparbanjarnegara.com/2012/05/10/dieng-culture-festival-iii-festival-budaya-dieng-iii/

Refence : http://indonesia.travel/id/event/detail/

Berikut video desrikpsi acara Dieng Culture Festival tahun 2010

Semoga informasi ini berguna bagi pencinta traveller

Iklan

Warung ini mulai berdiri sejak tahun 1983 berlokasi di Jalan Genteng Durasim atau Gang samping Hotel Weta Surabaya. Menu spesial di sini adalah Rujak Cingur dan Sop Buntut yang bikin pengen balik lagi. Seporsi Rujak Cingur seharga Rp 14.000 an dan untuk Rujak Cingur spesial bisa di dapat dengan harga Rp 25.000 an saja, begitu juga dengan Sop Buntut untuk yang biasa dan spesial harga nya sama dengan Rujak Cingur.

Saat ini warung ini dikelolah oleh Pak Hedri yang mewarisi usaha dari ibu nya, tidak hanya Rujak Cingur dan Sop Buntut, di sini juga masih banyak menu makanan khas Jawa Timur lainnya seperti, Sayur Asem, Sayur Lodeh, Gado-gado, Rawon, dan Nasi Campur yang rata-rata dihargai Rp7.000. Ternyata selain dari masyarakat Surabaya sendiri, warung ini juga dijadikan persinggahan kuliner dari para artis. Warung Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim buka setiap hari kecuali hari minggu di minggu terakhir setiap bulan dan hari besar tutup.

Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Jl Genteng Durasim No. 29, Surabaya
Telp:  031 5358213
Jam buka: 10.30 – 17.30 wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-17-028-Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Pic: ayo cak, blog nasyiah berunna


Jagung Bakar paling enak dinikmati saat malam hari, rasa manis dan pedas manis yang kini lebih mendominasi. Lain hal nya D’Jagungs, merupakan Jagung Bakar yang kini mulai banyak digemari oleh pencinta Jagung Bakar.

Sebagai pendatang terbaru  di Surabaya, yang baru dilaunching tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2010 lalu, namun Jagung Bakar yang satu ini telah menunjukkan sisi lain yang berbeda dari Jagung Bakar pada umumnya, selain Jagung Bakar Manis dan Pedas Manis, D’Jagungs menawarkan berbagai macam rasa, diantaranya :

Menu Jagung Bakar
Rasa Coklat Rasa BBQ Rasa Jeruk Rasa Melon
Rasa Keju Rasa Ayam Bakar Rasa Mangga Rasa Durian
Rasa Balado Rasa Sapi Panggang Rasa Cappucino Rasa Leci
Rasa Pizza Rasa Stroberry Rasa Anggur

Harganya sangat terjangkau, hanya dengan Rp.2000 Anda bisa menikmati Jagung Bakar, akan tetapi jika Anda menginginkan Jagung Serut akan dipatok dengan harga Rp.2500 saja.

Rasanya patut dicoba, meskipun tempatnya dipinggir jalan dengan duduk lesehan, namun banyak juga yang berdatangan untuk menikmati suasana malam di kota Surabaya sambil makan Jagung Bakar bersama teman-teman.

D’Jagungs
Jl Taman Apsari (Samping Kantor Pos Simpang)
Buka : Jam 18.00-24.00 WIB

(Surabaya, City Guide)


Pernah dengar Sate Tulang ?

Pernah menikmatinya ?

Kawan, kalau ingin mencoba sate dengan rasa dan gaya yang berbeda maka sajian kuliner ini mantap untuk dicoba. Sate Tulang Bamegah. Dilihat dari namanya sepintas agak unik seakan-akan tulang disate. Seperti apa rasanya, kita akan coba.

Sate ini disajikan dengan bumbu saos merah yang sepintas terlihat pedas, ukuran per potongnya cukup besar sehingga satu tusuk sate terdiri dari 3 potongan daging tulang menjadi besar. Ditemani dengan bumbu saos sambal merah, sate ini dapat dicocolkan ke bumbu tersebut untuk menambah kenikmatan rasanya. Aroma sate panggangnya benar-benar menggugah selera.

Jangan pernah berpikir sate ini hanya mengandung tulang saja, ternyata sate ini diolah dari bagian dada ayam yang telah diremukkan dan diolah lebih lanjut. Semua daging ayam utama memang telah dilepaskan, namun masih cukup banyak daging yang ditinggalkan khususnya daging yang memiliki kekenyalan dan tekstur khusus yang masih menempel di tulang dada itu.

Rasanya sangat nikmat, ada rasa manis dan barbekyu atau panggangan khas. Daging juga tidak terasa alot, dan ditambah dengan keasyikan menggerogoti tulang dan dagingnya itu benar-benar nikmat. Bagi kawan yang suka bergelut dengan kuliner yang mengandung tulang dan menggerogotinya, ini patut dicoba. Asyik dan nikmat. Jangan ada menu khas lainnya yaitu sate kulit yang tak kalah enak dengan sate tulang .

Makanan ini disajikan dengan nasi terpisah dengan harga per porsi tanpa nasi 12.500 rupiah. Harga sate kulit per porsinya Rp 17.500,-

Apabila kawan ingin menikmati Sate Tulang ini bisa langsung menuju Rumah Makan Bamegah jalan Mayjend Sungkono No. 28 telepon 031-5673077. Lokasinya cukup mudah dijangkau dan terlihat jelas di samping SPBU Shell.

Lokasi :

Sate Tulang Bamegah

Jl. Mayjend Sungkono No. 28 Surabaya
Telp. 031-5673077
Harga : Rp 10.000 / porsi sate

(Surabaya, City Guide)


Menu bebek, biasanya disajikan sebagai bebek goreng, yang diberi bumbu khas berwarna kuning dengan sambal plus lalapan. Untuk yang satu ini bebek dalam penyajian sate, aroma khas bebek keluar dari kepulan asap saat dibakar, dengan paduan bumbu kacang tanah dan kacang mente membuat beda dari sate-sate lainnya, tak lupa pula kecap kental manis, juga taburan bawang goreng diatasnya, membuat lidah ini merasa tak ingin melewatkan begitu saja untuk segera mencicipi sate bebek ini.

Warung yang berkonsep lesehan ini terletak di Jl. Irian barat Surabaya, buka antara jam 17.00 – 23.00. Pak Sudarno (40) pemilik warung, mulai membuka usahanya di tahun 2006 sampai sekarang, selain di daerah Jl. Irian Barat, bapak dua anak ini membuka cabang di Jl. Ksatria Lima Kodam Brawijaya Surabaya.

Jika Anda membayangkan bebek dengan daging yang alot (keras) dan amis, tapi saat ditangan pak Sudarno membuat olahan bebek ini beda, sehingga patut untuk Anda coba.

Soal harga Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, dengan Rp. 8000 Anda bisa menikmati 10 tusuk sate bebek irba bikinan pak Sudarno.

Sumber : http://surabayamuda.com/?p=443


 

PERLENGKAPAN PERJALANAN
Terdiri dari :
1. Perlengkapan Dasar
2. Perlengkapan Tambahan
3. Perlengkapan Khusus

PERLENGKAPAN DASAR, diantaranya adalah : sepatu, kaos kaki, celana dan pakaian jalan, jas hujan / rain coat, topi lapangan, sarung tangan, ikat pinggang, rucksack / carrier / ransel, kantung tidur / sleeping bag, matras / alas tidur, peralatan navigasi, senter, peluit dan pisau.
Dalam memilih perlengkapan dasar, hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1.Sepatu
-Pilih sepatu yang nyaman, tangguh, dapat melindungi dan cocok dengan aktivitas yang akan dilakukan. Bentuknya harus sesuai dengan ukuran kaki si pemakai. Sepatu yang baik harus menguntungkan bagi si pemakai dan kuat untuk pemakaian medan yang berat
-Untuk medan gunung hutan diperlukan sepatu yang melindungi alas kaki sampai mata kaki (melindungi sendi dan ujung jari kaki), dapat mencengkram pada permukaan licin dan tangguh di medan bebatuan, berkulit tebal, tidak mudah sobek apabila terkena duri dan bagian dalamnya lunak, serta masih memberikan ruang gerak bagi kaki. Bagian depannya harus keras, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terantuk batu (tidak dianjurkan memakai sepatu pekerja tambang yang pada bagian depannya teramat keras karena memakai besi, selain berat, juga akan merusak jari kaki karena adanya perubahan suhu).
-Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, bentuknya biasanya bergerigi dengan dua arah, yang satu arahnya ke depan, berguna untuk memberikan pijakan yang kuat pada medan yang mendaki, yang satunya lagi mengarah ke belakang berguna untuk memberikan pijakan yang kuat pada medan menurun.
-Ada lubang ventilasi yang bersekat halus, untuk memberikan nafas pada kulit telapak kaki.
-Sepatu TNI cukup baik untuk digunakan, tetapi bagian sampingnya harus dimodifikasi dengan membuat semacam ventilasi, diberikan alas tambahan (insoles) berupa nylon tipis yang membuat lapisan udara antara kulit kaki dengan alas sepatu, sehingga sepatu nyaman dipakai tanpa dan tidak menjadi berat saat basah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
-Lecet, walaupun hanya luka kecil, namun sangat mengganggu perjalanan. Penyebab lecet mungkin karena sepatu yang kita gunakan kurang cocok (terlalu longgar atau sempit), kaos kaki kurang tebal ataupun sepatu yang kita kenakan masih baru dimana kulitnya masih tebal dan keras. Untuk itu peliharalah kaki kita dengan baik, sering-seringlah kita buka sepatu dan kontrol kaki, peliharalah kebersihan kaos kaki (usahakan kaos kaki kita tetap dalam keadaan kering). Yang penting kita harus mengenal sepatu yang akan kita pakai. Sepatu yang kita gunakan akan lebih baik lagi apabila telah sering kita pakai (yang masih laik pakai tentunya).
-Bersihkan kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu kita sesering mungkin.
-Jangan mengeringkan sepatu pada panas yang ekstrim (misalnya di dekat tungku api atau pada terik sinar matahari).
-Semirlah sepatu sewaktu-waktu dan olesi dengan semacam grease (minyak semir), agar kulitnya tetap lembut dan benangnya tidak cepat lapuk.

2. Kaos kaki
Yang harus diperhatikan : kaos kaki harus menyerap keringat.
Kaos kaki berguna untuk :
-Melindungi kulit kaki dari pergesekkan langsung dengan kulit sepatu atau bagian sepatu yang memungkinkan akan menimbulkan lecet / luka.
-Menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas
-Menjaga agar kaki tetap hangat pada daerah-daerah dingin

Untuk keperluan di atas, bahan kaos kaki sebaiknya terbuat dari katun asli atau katun campuran wool atau bahan sintesis lainnya yang cukup baik. Kaos kaki yang kita bawa harus disesuaikan dengan kebutuhannya, misalnya : tebalnya, panjangnya dan jumlahnya, karena mungkin kita perlu memakai lebih dari satu pasang kaos kaki. Yang paling penting adalah kita harus selalu memakai kaos kaki kering. Dalam setiap perjalanan, dianjurkan untuk selalu membawa kaos kaki cadangan. Untuk perjalanan lama yang menempuh daerah dingin, sebaiknya menggunakan kaos kaki dua lapis, bagian dalam menggunakan kaos kaki dari bahan katun sedangkan bagian luar menggunakan kaos kaki dari bahan wool.

3. Celana jalan
Kuat dan lembut (tidak keras)
-Ringan
-Tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitan cukup longgar
-Praktis
-Terbuat dari bahan yang menyekat keringat
-Mudah kering, apabila basah tidak menambah berat

Untuk keperluan di atas, bahan celana sebaiknya terbuat dari katun yang cukup baik, tidak terlalu tebal, tahan duri dan mudah kering. Contoh yang tebaik untuk jenis ini adalah celana PDL (pakaian dinas lapangan) militer atau celana loreng tentara. Bahan dari jeans sangat tidak dianjurkan, karena selain berat dan kaku, juga susah kering apabila basah terkena hujan. Pilihlah celana yang memakai ritsluiting untuk mengurangi kemungkinan pacet masuk.

4. Pakaian jalan
-Melindungi tubuh dari kondisi sekitar
-Kuat
-Ringan
-Tidak mengganggu pergerakkan
-Terbuat dari bahan yang menyerap keringat
-Praktis
-Mudah kering

Pada prinsipnya, pakaian jalan hampir sama dengan celana jalan, hanya yang perlu diperhatikan adalah saku-saku yang ada pada pakaian jalan, tidak mengganggu apabila diisi dan tertekan ransel. Bahannya sebaiknya memakai kain yang terbuat dari katun atau wool, bertangan panjang untuk melindungi kemungkinan tertusuk duri, sengatan matahari maupun binatang berbisa. Seringkali orang mempunyai pemikiran yang salah, misalnya untuk penyusuran pantai mereka memakai pakaian lengan pendek atau baju tanpa lengan, padahal itu tidak baik, karena sinar matahari akan langsung menyengat kulit, sehingga kulit menjadi rusak. Yang perlu diperhatikan lagi adalah pakaian yang kita kenakan harus selalu kering, terutama saat kita akan tidur, untuk itu sangat dianjurkan membawa pakaian cadangan.

5.Jas hujan / rain coat
Jas hujan yang paling ideal adalah yang tahan air dan angin, tetapi dapat mengeluarkan panas tubuh atau keringat, sehingga nyaman saat memakainya.

6.Topi lapangan
-Melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri
-Melindungi bagian kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang
-Topi yang akan kita kenakan harus kuat dan tidak mudah sobek

Untuk keperluan di atas, terutama untuk medan gunung hutan sangat dianjurkan memakai topi rimba atau semacam topi jepang (yang menutup telinga dan leher). Topi rimba / topi jepang selain melindungi kepala kita dari kemungkinan cedera akibat duri, juga melindungi bagian belakang kepala kita dari curahan air hujan.
Memakai topi yang terlalu lebar sangat tidak dianjurkan, selain akan menghalangi gerak, juga kurang praktis. Topi jenis koboi cocok jika dipakai di padang rumput atau daerah yang tidak terlalu banyak semak.

7. Sarung tangan
-Sebaiknya terbuat dari kulit
-Bentuknya sesuai dengan tangan kita
-Tidak kaku, artinya tidak menghalangi gerakan tangan kita

Untuk medan gunung hutan, sarung tangan berguna melindungi tangan dari kemungkinan tertusuk duri dan dari cedera akibat terkena daun-daun yang berbahaya (daun pulus, dll) atau binatang-binatang kecil yang akan membuat tangan kita gatal. Sarung tangan wool dipilih untuk perlindungan pada cuaca dingin.

8.Ikat pinggang
Pilihlah yang terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala tidak terlalu besar tetapi teguh, misalnya dari kulit yang tebal tapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya. Kegunaan ikat pinggang selain untuk menjaga celana kita supaya tidak melorot, juga untuk mengaitkan alat-alat yang perlu cepat terjangkau seperti pisau, tempat air minum, tempat P3K, dll.

9. Ransel / Carrier / Rucksacks
-Ringan, sejauh mungkin tidak merupakan tambahan beban yang berlebihan (bayangkan apabila berat ransel kosong kita 8 kg), terbuat dari bahan yang water proof, sehingga kalau hujan tidak bertambah berat, cukup melindungi isi ransel walaupun tetap harus diberikan perlindungan ekstra dengan cara menggunakan kantung-kantung plastik untuk melindungi perlengkapan peka, seperti pakaian tidur, alat tulis, makanan kering, dll.
-Kuat, harus mampu membawa beban kita dengan aman, berdaya tahan tinggi, tidak mudah sobek, jahitannya tidak mudah lepas, zipper-nya kokoh, dll.
-Sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan. Untuk medan gunung hutan, tidak dianjurkan memakai ransel dengan frame di luar, selain merepotkan juga menyulitkan kita apabila melewati semak-semak. Ransel dengan frame luar cocok digunakan pada medan-medan yang datar atau medan yang tidak banyak semak-semaknya (seperti salju, padang rumput atau pantai).
-Nyaman dipakai, diajurkan memakai ransel yang ada frame-nya. Frame ini perlu agar berat beban merata keseluruhan keseimbangan tubuh, frame ini juga membuat nyaman karena adanya ventilasi antara punggung dengan ransel. Bagi ransel yang memakai frame di dalam (internal frame) mungkin perlu ditambahkan bahan yang menyerap keringat di bagian yang bersentuhan dengan punggung. Tali penyandang ransel harus kuat, cukup lebar dan empuk serta mudah di stel, juga ada tali pinggang (hip belt) untuk mengatur supaya ransel menempel dengan baik ke tubuh serta membantu pembagian berat keseimbangan.
-Praktis, kantung-kantung tambahan atau pembagian ruangnya memudahkan kita mengambil barang-barang tertentu dan mudah di lepas. Sekarang ini banyak sekali jenis ransel dalam berbagai model, ukuran, bahan serta harga yang bervariasi di toko-toko. Ketelitian dalam memilih akan sangat menentukan. Harga yang mahal belum tentu menjamin ransel yang baik, untuk itu pilihlah ransel yang sesuai dengan kriteria di atas. Untuk jenis perjalanan tertentu, ada baiknya kita melengkapi ransel kita dengan kantong tambahan atau daypack, ini untuk memudahkan pergerakan terutama dalam perjalanan. Ketika sedang melakukan penelitian atau sering melakukan perpindahan tempat, daypack sangat membantu kita.

10.Kantung Tidur / Sleeping Bag
Pada malam hari, badan kita akan kehilangan panas tubuh lebih cepat dari panas yang dihasilkan, oleh sebab itu kita perlu dilindungi lapisan yang dapat menahan dingin dan mencegah panas tubuh keluar / hilang, salah satunya adalah dengan menggunakan sleeping bag / kantung tidur.

11.Matras / Alas Tidur, sangat diperlukan supaya tubuh kita yang sudah terbungkus kantung tidur / sleeping bag, tidak langsung menyentuh tanah.

12.Peralatan Navigasi
Peralatan navigasi ini merupakan peralatan penting yang harus selalu kita bawa, diantaranya adalah : kompas, peta, penggaris segi tiga, busur derajat, pensil, dll.

13.Senter
Apabila kita kemalaman dalam perjalanan, maka senter sangat diperlukan sebagai alat penerangan, tetapi disarankan tidak melakukan perjalanan di malam hari, karena sangat berbahaya. Jangan lupa untuk membawa lampu dan batere cadangan.

14.Peluit
Diperlukan sebagai tanda apabila kita tersesat atau kehilangan arah.

15.Pisau
Pisau dan golok tebas merupakan alat bantu untuk keperluan menusuk, menyayat, memotong, melempar dan yang terpenting sebagai alat bantu untuk membuat api (memotong ranting, memotong kayu tipis-tipis, dll). Ada banyak pisau yang dibuat khusus untuk keperluan tertentu walaupun tetap dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Pisau adalah sahabat yang sangat baik dan berguna bagi pengembaraan. Karena itu pisau yang dibawa harus benar-benar cocok ukurannya, dapat dipercaya dan sesuai dengan keperluan kita.

PERLENGKAPAN TAMBAHAN
Perlengkapan ini walaupun bukan hal penting, namun ada baiknya juga kita membawanya untuk menambah kenyamanan dalam perjalanan kita.

1. Putis, yaitu pembelat betis yang terbuat dari kain katun / wool. Para pengembara, pejalan kaki, tentara menggunakan putis ini untuk menjaga otot-otot betis agar tetap fit dalam melakukan perjalanan panjang.
2.Gaiters (Sarung anti pacet), semacam sarung yang biasanya dibuat dari kain tipis, setinggi lutut sebelah atas, ujungnya bertali seperti sarung bantal. Banyak di pakai oleh pekerja kayu / perintis yang banyak melewati daerah rawa-rawa atau hutan basah yang banyak pacet / lintahnya.
Sekarang ini sudah banyak gaiters yang di jual di toko-toko, tinggal kita pilih mana yang kita sukai sesuai dengan keuangan kita tentunya.
3.Kelambu, untuk perjalanan yang banyak melewati rawa-rawa, ada baiknya apabila kita membekali diri kita dengan kelambu untuk menambah kenyamanan perjalanan kita.
4.Kupluk (balaclava), untuk menambah nyenyak tidur dan terhindar dari gigitan serangga kecil. Untuk daerah dingin (gunung es) fungsinya menjadi penting guna melindungi muka dan telinga dari pengaruh cuaca dingin.
5.Semir sepatu, terutama bagi pengguna / pemakai sepatu TNI, sebagai pemeliharaan supaya sepatu tetap lemas dan lentur. Tetapi semir sepatu ini bisa diganti dengan campuran minyak kelapa dan bawang merah.
6.Ikat kepala / kacu segitiga / bandana, kegunaannya sangat banyak, diantaranya bisa untuk menghapus keringat, sebagai tutup kepala atau telinga, dan bisa juga untuk membalut.

Perlengkapan pribadi lainnya
-Jarum, benang, kancing dan obat-obatan
-Tali sepatu cadangan, semir sepatu (bagi sepatu TNI), tali tubuh (webbing)
-Handuk, sikat gigi, sabun dan celana dalam
dll

Perlengkapan masak, terdiri dari :
-Alat masak lapangan (nesting, dll)
-Alat bantu makanan lainnya (sendok, garpu, dll)
-Alat pembuat api (lilin, korek api, spirtus, dll)
-Kantung air / tempat air

PERLENGKAPAN KHUSUS


1.CLIMBING (pemanjatan tebing) :
-Tali statis / dinamis
-Harness
-Helm
-Carabineers
-Sling standar dan prusik sling
-Chock
-Piton
-Ascendeur
-dll

2.ORAD (olahraga arus deras) :

-Perahu
-Kano / kayak
-Perahu karet
-Dayung
-Pelampung
-Helm
-Tali pengaman
-Pompa
-dll

3.CAVING (penelusuran gua) :

-Helm

-Headlamp / senter

-Harness
-Tangga baja / ladder
-Sepatu karet
-Carabineer
-Ascendeur
-dll

Cara-Cara Bertenda Ria di Alam


1. Mendirikan Tenda– Tenda merupakan peralatan penting ketika melakukan kegiatan perkemahan. Terdapat berbagai jenis tenda, seperti tenda kubah, tenda piramida, dan tenda prisma. Kita perlu keterampilan untuk mendirikan tenda.
Berikut ini beberapa tips pendirian tenda;
1. Carilah lahan yang datar untuk mendirikan tenda
2. Persiapkan peralatan tenda seperti pasak, tiang, tali dan sebagainya
3. Mendirikan tenda dilakukan bersama-sama
Tenda yang biasa digunakan untuk kegiatan perkemahan adalah tenda jenis prisma. Untuk mendirikan tenda ini perlu kerja sama kelompok. Hal ini akan memudahkan dalam mendirikan tenda.
Berikut ini beberapa petunjuk dalam mendirikan tenda;
1. Siapkan tenda, tiang, tali, patok dan perlengkapan lainnya
2. Letakkan tenda dengan punggungnya berada di atas
3. Pasang satu tiang tenda
4. Pasang pula patok-patok tenda pada setiap sudut
5. Tegakkan tiang tenda dan segera ikatkan tali pada patok
6. Pasang tiang depan kemudian tegakkan, jangan lupa segera ikat dengan tali pada patok
7. Ikat tali-tali sudut tenda pada patok-patok
8. Berhati-hatilah ketika memasukkan tiang pada lubang atap tenda.
Ternyata mendirikan tenda mudah kan!
Demikian tips dan petunjuk mendirikan tenda, moga bermanfaat dan selamat mencoba.

2. Ada beberapa jenis tenda misalnya tenda camping, tenda cafe,Tenda Pleton, dsb.Berikut beberapa tips memilih tenda, khususnya untuk kegiatan outdoor:

1. Tentukan tenda jenis apa yang kamu perlukan dan perkirakan berapa kapasitas yang dibutuhkan.

2. Cari bahan tenda terpal dengan bahan nylon pada bagian luarnya dan berbahan katun pada bagian dalamnya.

3. Usahakan lapisan luar dan dalam tenda mempunyai jarak terpisah yang jauh.

4. Carilah tenda yang mempunyai serambi pada bagian muka.

5. Carilah tenda yang memiliki dua pintu pada bagian sisinya.

6. Gunakan pasak tenda yang ringan dan kuat. Jangan lupa juga pilih tempat sewa tenda atau jual tenda yang menyediakan sesuai kebutuhan Anda.

Tips mencari tempat untuk mendirikan tenda:

0. Dirikan tenda dengan segala persiapan untuk menghadapi cuca buruk.meskipun saat anda mendirikan tenda cuaca sedang bersahabat.
1. Tentukah arah mata angin, dan jangan taruh pintu Tenda Pleton berlawanan arah datang angin.
2. Buat sistem saluran air yang baik di sekeliling tenda.
3. Hindarkan berkemah atau menggunakan terpal di pinggir sungai, karena selain berisik dan banyak binatang juga bisa berbahaya bila tiba-tiba air sungai meluap.
4. Usahakan tenda tetap dalam kondisi bersih, karena kita pasti ingin tempat istirahat yang nyaman.
5. Taruh kantung tempat tenda terpal, pasak sisa dan tempatnya di bagian dalam tenda, jadi bila pagi kita mencarinya akan mudah diketemukan.

6. Agar suhu di dalam tenda dapat terasa hangat,dirikan lah tenda di tempat yang terlindung dari henbusan angin kencang.tapi jika keadaan tenda terasa panas maka kita bisa mendirikan tenda dengan pintu yang searah dengan arah angin agar sirkulasi udar lebih nyaman dan keadaan tenda tidak terlalu pengap dan lembab.

7. Jika kita mendirikan tenda di daerah pantai serta di dataran tinggi yang terbuka dan berbatu, dan biasanya didaerah daerah di atas merupakan tempat yang cuaca sangat tidak mudah di tebak.maka hindari menggunakan tenda yang bentuknya terlalu banyak menangkap angin.jika terlanjur maka persiapkan tali pengencang tenda pada pasak yang di tancapkan dengan kuat.jika perlu menambah nya dengan menindih pasak dengan batu yang cukup berat.

8. Jangan mendirikan tenda di bawah pohon yang lapuk atau mudah patah.khawatir kejatohan saat kita tidur.

9. Antisipasi : buat parit di sekeliling tenda, tebarkan garam, buat api unggun dll.

Saat ini  tenda dome dikenal  untuk berkemah dan lebih familiar , berbahan parachut nylon dan fiber frame sebagai tiang penyangganya, dan memakai alas digunakan untuk tempat berlindung alias berkemah pada saat berlibur diluar rumah & tinggal beberapa hari dialam bebas. Tenda ini tidak tembus air, sehingga tidak khawatir membawanya & terkena hujan.

Harga Tenda dome bervariasi, ada yang baru tapi ada juga yang dijual second, bagi mereka yang punya dana banyak dapat membeli yang baru, tetapi bagi yang keuangannya pas-pasan dapat membeli yang second, kwalitas masih dijamin, tetapi untuk membeli yang second, perhatikan dengan seksama, apakah bahannya parasut, apakah ada tiang penyangganya, apakah ada yang koyak, bagaimana alasnya, maka dari itu sebelum deal untuk beli pasang tenda dome ini, dan teliti sebelum kekurangannya, atau kalau tidak bawalah teman kita yang mengerti dunia pertendaan, terutama tenda dome ini.


Weeerrrrr???dinginnya tidur di pantai teleng ria ini…udah malam2 ada orang yang bingung nyari WC lagi..ha2.

Wisata pantai Teleng Ria adalah pantai terdekat dari Pacitan, adalah sekitar 5 menit dari kota.Pantai ini dihadapkan kepada ‘di Pantai Selatan’ dengan luas pasir putih panjang sekitar 3 km. Jarak dari Ibukota Kabupaten Pacitan ke lokasi hanya 3,5 km, dan mudah dicapai dengan berbagai kendaraan.

Pantai Teleng Ria memang menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan untuk berenang dan juga untuk piknik bersama keluarga.Memiliki pasir putih dan panorama yang indah dijaga oleh gunung limo.

Berbagai fasilitas pendukung yang telah dibangun; Watch Tower untuk menikmati gelombang laut selatan, kolam renang dan taman bermain, sebuah panggung untuk acara budaya untuk Bonggo Budoyo dan area berkemah, daerah penangkapan, hotel, dan makanan tradisional Pacitan. Di pantai ini juga terdapat  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga pengunjung dapat membeli ikan segar.

Kemudian paginya kami  terbangundan langsung bergegas prepare menuju gua gong nih sarapan dulu ah..perjalanan dari kota Pacitan sekitar 30 Km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan transportasi darat. Gua Gong terletak di daerah perbukitan, di desa Bomo, Kecamatan Punung.

Dari gu gong kami kepagian jadi belum buka..sambil menunggu loket buka yang belum mandi mandi deh…setelah loket buka htm nya seharga rp 7000,-saja kalau mau menyewa center rp 3000,- kalau mau menyewa guide untuk memasuki Gua Gong,ya sudah tersedia disamping mereka sudah mengenal daerah didalam gua, kita juga dapat mengetahui sejarah Gua Gong dengan harga seikhlasnya. Tetapi kami waktu itu g menyewa soalnya juga sebelumnya juga sudah pernah kesini kalau masalah peralatan mah sueto tim cukup lengkap..

Didalam Gua Gong, terdapat lampu berwarna-warni, merah, hijau, kuning, biru cukup membuat jelas pandangan. Didalam Gua juga terdapat kipas angin berukuran besar untuk mengantisipasi panas di dalam gua, sehingga udara dalam gua tidak pengap dan terdapat 7 titik pemberhentian untuk kita beristirahat.

Gua Gong memiliki kedalaman sekitar 256 m dan mempunyai 5 buah sendang, yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, sendang Kamulyan, dan sendang Ralung Nisto yang kono memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit.
Sendang adalah kolam yang biasanya terletak di pegunungan, yang airnya berasal dari mata air didalam kolam tersebut.

Keindahan Stalagnit dan stalagmitnya sangat memukau diabadikan dengan nama Selo Cengger Bumi, Selo Gerbang Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin dan Selo Susuh Angin.

Masih di gua gong setelah foto2 perjalanan masih diteruskan memasuki lorong-lorong. Menembus di antara stalagmit dan stalagtit. Membentuk tiang-tiang tinggi penyangga lorong, mengukuhkan keberadaan mereka di sana. Diselang-selingi dengan tirai tipis batuan, menimbulkan kekaguman saat mencoba mengetuknya. Terdengar suara berdengung, yang menggema di seantero lorong. Rupanya inilah sebab mengapa gua ini disebut Gong. Karena tiap kita memukul bagian ornamen di dalamnya, akan terdengar suara berdegung, mirip suara yang dihasilkan gong gamelan kesenian khas Jawa.

Setelah keluar gua kami langsung menuju pantai Klayar memang tempat ini yang ditunggu-tunggu makanya kami pingin lama-lama di Klayar lanjut saja ke Tour de Pacitan(Part4 Klayar Beach).

Nah didekat gua gong ini juga ada wisata gua lain yang patut dikunjungi yaitu gua Tabuhan..Gua Tabuhan ini 40km dari kota Pacitan..Gua yang berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung ini termasuk salah satu situs peninggalan sejarah penting dan disinyalir sebagai salah satu gua hunian kering manusia purba. Hasil penelitian membuktikan bahwa gua ini telah dihuni manusia purba sejak 50 ribu tahun yang lalu. Terdapat jejak bengkel alat batu dari masa 10 ribu tahun yang lalu, temuan moluska, dan bahkan fosil gigi manusia yang masih menempel pada dinding gua. Tapi karena  langsung menuju ke Klayar jadi Sueto tim g sempet mampir ke gua Tabuhan…Next Trip..

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


Nah sekarang setelah melewati jalan2 kecil diteruskan menuju pantai watukarung yang berada di dusun ketro watukarung kurang lebih 15km dari kota pacitan lah…sesampai di daerah pantai ternyata dikenai biya masuk sekitar 3000rupiah persepeda motor sudah plus orangnya murah sih…tapi padahal tahun sebelumnya masih gratis dan pantainya masih sepi sekarang sudah ada resortnya udah dibangun bagus lagi jadi memisahkan jarak kepada alam…mendingan di buat kcamping ground saja …

Masuk ke pantai udah ramai  nih pantai tapi karena datengnya tidak saat liburan ya belum banget ramainya tapi kelihatannya kalau liburan bakalan ramai nih soalnya sudah ada bule2 asing mampir untuk surfing mencoba ombak pantai watukarung ini…karena masih panas sueto tim mencari tempat teduhan untuk berisirahat tidur sejenak agar sorenya bisa fit untuk main air di pantai ha2 kayak anak kecil….setelah main air sorenya sambil menikmati bule2 surfing(teringat waktu berada di plengkung alas purwo)terus laper deh..kemudian mencari warung makan di pantai watukarung sebelah yang tempat pesinggahan perahu nelayan pencari ikan…eh ada mercusuar juga disini kalau sempet main2 deh di mercusuar melihat pantai watukarung dari atas…

Terus malamnya kami mau hunting bintang malam mumung cuacanya cerah nih…Sebenarnya pinginnya camping di sini malam ini tapi pingin juga camping di pantai Klayar juga akhirnya kami kembali ke kota Pacitan untung ngecharger malah ceritanya ini camping di pantai Teleng Ria werrr dingin banget udaranya mending cepet tidur ah…soalnya besok diteruskan  Tour de Pacitan(Part3 Klayar Beach and Gong Cave)…Zzzz…Zzzzz..(indah sekali malam ini liburan ini jadi asyiikk***Dream***)

 

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


 

Nah kali ini cerita terusan dari perjalanan Cilegon…………..Hmm begini ceritanyo perjalanan saya tempuh naek bis dari Serang jam 3 sore terus nyampe terminal Yogya sekitar subuh jam5 pagi saat perjalanan ada sesuatu hal yang bikin saya prihatin waktu istirhat makan dirumah makan daerah indramayu ternyata didaerah situ banyak yang jual mizone 1botol 8ribu-9ribu huh kok tega ya sama pembeli mending minum aqua sajalah……..saat perjalanan tidurrr sampe pagi tiba2 saja udah nyampe yogya eh baterai habis cari charger dulu sambil minta jempud anggota sueto yang lain  deh……..Nungguuuuuuuuuuu terus dateng deh anak2…langsung menuju kawasan malioboro untuk mencari pijeman motor abis anaknya 5 motornya cuman 2….sambil makan dawet durian..akhirnya dapet dengan harga murah sekitar 40-50 ribu langsung menuju pantai gunung kidul lewat wonosari nih petanya

Dari wonosari menuju daerah pantai selatan kira2 kami menempuh perjalanan 2jam melewati pantai-pantai yang indah dan rata2 memang sudah ramai pengunjung akses jalannyapun sudah bagus…Jika anda punya waktu sempatkan berjalan-jalan menghabiskan semua pantai disini karena pantai di memiliki ciri khas yang berbeda-beda…

Pantai Siung  sendiri terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti menunggu berjam-jam.

Stamina yang prima dan performa kendaraan yang baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau pantai ini. Maklum, banyak tantangan yang mesti ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. Semuanya menghadang sejak di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai) hingga pantainya.

Seolah tak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta – Wonosari yang berlanjut ke Jalur Wonosari – Baron dan Baron – Tepus adalah jalur yang paling mudah diakses, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Jalur lain melalui Yogyakarta – Imogiri – Gunung Kidul memiliki tantangan yang lebih berat karena banyak jalan yang berlubang, sementara jalur Wonogiri – Gunung Kidul terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta.

Seperti sebuah ungkapan, “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.

Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.

Batu karang yang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.

Karang gigi kera yang hingga kini masih tahan dari gerusan ombak lautan ini turut menjadi saksi kejayaan wilayah Siung di masa lalu. Menurut cerita Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Di tempat ini pula, berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Garam yang dihasilkan oleh warga Siung inilah yang saat itu menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Meski kaya beragam jenis ikan, tak banyak warga yang berani melaut saat itu. Umumnya, mereka hanya mencari ikan di tepian.

Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo,diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang yang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.

Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi.

Kini, sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya. Banyak pihak telah memanfaatkan jalur pemanjatan di pantai ini, seperti sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta yang tengah bersiap melakukan panjat tebing ketika YogYES mengunjungi pantai ini.

Fasilitas lain juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.

Tak jauh dari ground camp, terdapat sebuah rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan sebagai base camp, sebuah pilihan selain mendirikan tenda. Ukuran base camp cukup besar, cukup untuk 10 – 15 orang. Bentuk rumah panggung membuat mata semakin leluasa menikmati keeksotikan pantai. Cukup dengan berbicara pada warga setempat, mungkin dengan disertai beberapa rupiah, base camp ini sudah bisa digunakan untuk bermalam.

Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya.

Wastoyo mengungkapkan, berdasarkan penuturan para winasih (orang-orang yang mampu membaca masa depan), Pantai Siung akan rejomulyo atau kembali kejayaannya dalam waktu yang tak lama lagi. Semakin banyaknya pengunjung dan popularitasnya sebagai arena panjat tebing menjadi salah satu pertanda bahwa pantai ini sedang menuju kejayaan. Kunjungan wisatawan, termasuk anda, tentu akan semakin mempercepat teraihnya kejayaan itu.

Di Pantai ini ada anggota Sueto yang jauh2 n susah2 berkorban demi cinta loo…sampe triak2 segala diujung tebing momennya dia juga minta di foto2 sebagai surprise bagi pujaan hatinya waktu itu….ha2…

Hmm setelah puas foto2 dan mendaki di pendakian tebing2 pantai Siung kamipun pulang tpi biasa mampir malioboro lagi dan tak lupa oleh2 untuk sanak keluarga…….terus kan tadi orangnya 4 motornya 2 sekarang  orang nya5 motornya 2 wes pokoknya ada caranyalah…he2..Pokoknya bagi penggemar perjalanan inilah yang bisa Sueto oleh-olehkan….See Y!Next Trip

Bisa lihat videonya sebagai referensi

 

%d blogger menyukai ini: