Tag Archive: Dari (Persian)



IMG_5099

Yup cerita perjalanan Sueto dilanjutkan lagi kali ini kami sueto tim pergi ke pulau sempu. Dari judulnya gelombang 2 berarti ada cerita perjalanan gelombang 1 tapi karena pingin posting gelombang 2 dulu ya sudahlah..Touring sueto gelombang 2 ini dilaksanakan bulan November 2012 sebetulnya keinginan ke Pulau Sempu termasuk Cagar Alam yang terletak di kabupaten Malang di wilayah pantai Sendang Biru ini sudah lama niatnya cuman baru dapat terlaksana di bulan November 2012 padahal rencananya sudah dari 2009 tapi akhirnya kesampaian juga alhamdulillah…

Kali peran utamanya adalah Bocel Sueto yup salah satu anggota sueto beranggotakan 6 orang kami pun berangkat dari surabaya minggu  pagi pukul jam 01.00 WIB langsung di trek sampe Malang yah karena jalannya sepi jadi santa-santai saja jalannya sampe di turen sudah sekitar jam 03.00 saja. Akhirnya kami berhenti sejenak untuk ngepom dan   beli nasi jagung kelihatannya nih anak-anak belum pada makan semua. Sesampainya di pantai Sendang Biru sekitar jam 04.15 langsung dilanjutkan shubuh dan istirahat untuk mengambil ancang-ancang ke sempu tapi waktu itu kepagian dan kapal masih karam jadi tunggu sebentar sampai ombak agak pasang.

Untuk kesempu kita harus bayar perizinan seharga 20ribu rupiah terus ditunjukkin ke nelayan pengantar nah untuk tarif menyeberang ini Rp100.000,- pokoknya PP terserah dengan tujuan manapun danau lele atau segara anakan. Kamipun memilih untuk  ke segara anakan saja. Yap mulai dari sini kamipun lupa membawa persedian air yang cukup buat 6 orang kalau treknya dari pantai kami diturunkan ke segara anakan masih jauh yah sekitar 1 jam perjalanan lah…Jadi ya dihemat-hemat saja airnya kebetulan memang cuaca waktu itu sangat terik.

Menyusuri wilayah hutan sebenarnya banyak jalan bercabang saat menuju ke segara anakan tapi karena sudah faham trek arah segara anakan akhirnya ya gak kesasar dan aman-aman saja meskipun jalannya sedikit berlumpur. Saat perjalanan kamipun banyak bertemu rombongan lain yah memang kawasan sempu ini sudah sangat terkenal di Indonesia karena cepatnya perkembangan informasi zaman sekarang jadi saat kami berada di segara anakan suasananya ya seperti taman bermain waterpark cuman kali ini nuansanya alam asli jadi lebih alami…Yup sesi foto-foto gak akan pernah terlewatkan disini..Oh iya kalau pagi matahari belum menyinari permukaan air tamapak segara anakan ini biasa saja seperti danau pada umumnya tetapi setelah agak siangan suasana memang menjadi indah dan menjadi khas segara anakan pulau sempu.

IMG_5092

IMG_5104

 

IMG_5111

IMG-20121118-00033

 

IMG_5146

 

IMG_5245

 

IMG_5267

IMG_5417

IMG_5431

 

IMG_5464

IMG_5468

IMG_5480

IMG_5482

IMG_5488

IMG_5492

IMG_5493

IMG_5506

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nah setelah merasa puas dan terasa panas terus kehabisan air kamipun akhirnya memustuskan kembali ke dermaga tempat kami dijemput oleh nelayan sebelumnya. Wah perjalanan kian terasa tanpa air tapi dengan semangat yang menggebu-gebu menginginkan air minum di pantai sempu kami pun berusaha sekuat tenaga hahaha…akhirnya sampai juga terus dijemput deh sekembalinya dari pulau sempu dan saat sampai di pantai sendang biru kami pun langsung bergegas menyegarkan dahaga yang haus akan air…Setelah itu kami langsung check out untuk kembali ke surabaya karena nantinya bakal di hadang macet berkepanjangan dari Malang kota sampai Lawang meski suasana mendung untung hujannya juga tidak deras..Akhirnya sampai Sidoarjo sekitar jam 5 sore menjelang magrib…

Yap kesan-kesannya Pulau Sempu itu bagi kami sangat indah dan masih indah sayang saat perjalanan menuju segara anakan masih banyak sampah plastik berkeliaran…Yah beginilah kalau tempat bagus tapi sudah ramai pengunjung beda halnya saat masih sepi dan alami…saya tak tahu kenapa orang-orang ini tidak peduli terhadap lingkungan katanya banyak yang mengaku pecinta alam tapi membuang sampah plastik sembarangan di tempat cagar alam seperti pulau sempu..Ya pesan kami kalu mau membuang sampah plastik yang tidak bisa di urai tanah sebaiknya disimpan sampahnya sampai ke pantai sendang biru baru di buang sabarlah sedikit hei kawan-kawan untuk lebih mencintai lingkungan dan alam Indonesia yang seperti surga kecil ini….Kemudian tarif surat izin penyeberangan pada saat kami pertama kali ke pantai sendang  tahun 2009 itu masih sekitar Rp 2000,- sekarang sudah Rp 20.000,-??wow naiknya 10x..belum ditambah biaya parkir kendaraan Rp 2000,- ditambah biasa masuk sendang biru Rp 6000,-/kendaraan ditambah biaya menyebrang ke Sempu Rp 100.000,- termasuk hitungan traveller yang tidak murah.

Ada baiknya fasilitas terus diperbaiki termasuk tempat pembuangan sampah yang jelas agar lingkungan juga tampak lebih bersih dan tidak mengecewakan kalau ingin dapat pemasukan lebih…karena wisatawanlah termasuk salah satu faktoryang  akan menunjang sektor perekonomian di pantai sedang biru kalau tempatnya sudah jelek terus sepi toh juga merugikan bagi kedua belah pihak..wisatawan yang pernah datang tak akan tertarik untuk datang lagi..Begitu juga dengan wisatawan kemanapun kalian berada selalu junjung yang namanya GREEN TOUR untuk kelestarian alam bersama.

Terima kasih semoga Sueto terus bisa menjelajah alam Indonesia!salam wildlife!

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

Iklan

 

_MG_1083

Hai Salam Wildlife Sueto!

Perjalanan kali disebut perjalanan tak terduga…Perjalanan yang tak terduga ini di mulai pada tanggal 29 juni 2012 yang berawal dari penculikan saya oleh hilmy sueto pada jumat malam dengan tiba-tiba berdalih mengunjungi neneknya yang sakit di Malang padahal saya sedang asik-asiknya ngewarkop sama teman. Penculikan dilakukan dengan sedikit terburu-buru karena si nenek hilmy akan kembali langsung ke Jember setelah keluar dari rumah sakit. Awal perjalanan saja sudah dimulai dengan kekonyolan yaitu saat setelah dari rumah saya masuk pintu tol sda salah jurusan bukan ambil yang arah ke porong tapi malah ambil arah ke waru akhirnya kami memutar dulu deh 10km untuk kembali lagi memutar ke tol arah porong…..capek deh…

Kemudian perjalanan dilakukan dengan sangat cepat akhirnya kami pagi-pagi sekali tiba di kota Malang dan langsung menuju rumah saudaranya. Setelah itu langsung istirahat sampai siang hari kemudian dihindangkan sarapan penyetan yang super pedas dan maknyus oleh ibunya Hilmy kelihatannya kami dikerjai sengaja emang bikin sambel lombok yang extra pedas nih…hahaha..

Kemudian setelah prepare sorenya kami bertiga merencanakan jalan-jalan tapi kami belum melakukan planning ingin kemana. Akhirnya saya memberi ide bagaimana kalau kita ke air terjun Coban Pelangi di daerah Tumpang saja karena saya sendiri juga belum pernah kesana. Kamipun langsung cus..pergi kesana menuju Tumpang prakiraan perjalanan dari kota Malang menuju Tumpang sekitar 1jam. Sampai di Tumpang kami mengikuti arah ke Bromo nah di sekitar perjalanan kami menemukan lagi tujuan wisata menarik sebelum arah ke Coban Pelangi didaerah Duwet, mungkin lain kali akan kami posting tempat wisata di daerah Duwet itu. Sebelum sampai di Coban Pelangi kami melewati areal rafting bernama Ndayung bisa dikunjungi di link http://ndayung.blogspot.com/2012/05/pingin-tahurafting-pingin-merasakan.html

Sesampainya di pintu tiket Coban Pelangi sebelum masuk kami dikenai tarif per orang Rp5000,- plus parkir mobil Rp3000,- mungkin hari libur kali yah…biasanya per orangnya Rp3000,- Perjalanan masuk areal air terjun terasa sejuk dan asri saat itu kami memang agak sedikit kesorean jadi tidak bisa melihat pelangi di air terjun tapi tak apalah namanya juga mencari pengalaman.

Coban Pelangi sendiri merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).  Air terjun ini berada di ketinggian 1299,5 m di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas.dan memiliki terjunan air setinggi kurang lebih 110 m.   Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 19 – 23 derajat Celcius. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi.

Bagi para pendaki Gunung Semeru, air terjun ini tidak asing bagi mereka, karena mobil jeep angkutan umum satu-satunya yang membawa mereka dari pasar Tumpang menuju ke Gunung Bromo akan melewati lokasi ini. Perjalanan naik turun tangga benar-benar kami nikmati. Tiba di air terjun memang wao karena memang baru kali ini saya lihat air terjun sederas ini sampai basah semua…semprotannya kuat banget kelihatannya merek pompa air apapun bakal kalah nih…hahahaha.

Semakin senja semakin mistis nih tempat tapi semakin seru soalnya mau ke arah air terjun harus bertarung dengan lumpur dan air yang dingin dengan semprotan keras si air terjun. Setelah cuci-mencuci di mall eh…di aliran air akhirnya kami bersiap pulang dengan baju basah dan kedinginan….werrrr!

Haripun makin senja kami pun ingin lekas balik ke Surabaya tapi diperjalanan pulang terjadi kejadian prasangka tak terduga lagi jadi waktu turun didaerah perkampungan ada 2 anak mahasiswa kelihatannya habis mendaki semeru mereka mencoba menyalip kami di jalan yang memang kecil kami persilahkan mereka menyalip dengan motor vixionnya tapi tiba-tiba 2orang anak itu hilang keseimbangan dan keluar dari jalan akhirnya menabrak warung penjual bensin dan Duarrrrrrrrrrr!meledak…(lebay yah sebenanya jatuh aja tapi bensin jualan si pedagang pada tumpah)hahaha…akhirnya kami kaget dan sempat berhenti karena tidak merasa menabrak kami jalan ae karena mereka jatuh sendiri. Tiba beberapa saat kemudian kami dikejar warga dikira kami menemper dua pengendara itu terus mereka terjatuh padahal ya tidak dengan sedikit emosi kami kembali ke dua pengendara itu masak kami gak salah terus disalahkan akhirnya sampai langsung terjadi adu mulut keras(padahal ya biasaae)hahahah…Akhirnya dua pengendara tadi ngaku bahwa mereka jatuh sendiri karena kecapeaan tapi kami kasian akhirnya kami mengantar mereka sampai kota Malang ke tempat kosan mereka kelihatan luka-luka memar mereka parah soalne. Tiba-tiba saya teringat film Tuck n Dale vs Evil kejadiannya ya sama padahal tidak melakukan apa-apa tapi dituduh berbuat yang macam tapi filmnya lucukok…hahaha..jadi ngelantur.

Sampai di kos dua mahasiswa tadi kami kami langsung balik ke Surabaya dengan sedikit santai dan berfikir ingin mengunjungi tempat wisata misterius di daerah Duwet tadi..hihihi…sekian tunggu cerita perjalanan lainnya dan terus mengexplore alam Indonesia!

Berikut Foto-fotonya :

_MG_0988

_MG_1022

_MG_1026

_MG_1055

_MG_1063

_MG_1067

_MG_1068

_MG_1101

_MG_1007


_MG_1130

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut Videonya :

Lokasi

Terletak  di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS8° 1′ 32.27″ S  112° 49′ 1.06″ E

Aksesbilitas

Berjarak seklitar 2 km dari desa Gubuk Klakah atau sekitar ± 32 km sebelah timur kota Malang
Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, arahkan perjalanan menuju Tumpang, dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah. Hati-hati karena setelah melewati desa, jalan mulai menanjak dan berkelok.  Air terjun ini berada sebelum masuk pertigaan Jemplang (yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo)  usai melewati Desa Gubuk Klakah disebelah kanan jalan ini akan terlihat jelas gapura bertuliskan air terjun Coban Pelangi

Dari area pintu masuk Coban Pelangi yang berada di atas tebing setinggi sekitar 100 meter, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun dan melintasi jembatan. Jarak tempuh jalan ini sekitar 1, 5 km hingga lokasi air terjun berada.

Waktu kunjungan paling pas ke  tempat ini adalah di pagi hari karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Juga pada musim penghujan pihak pengelola sering membatasi kunjungan hingga pukul 16.00.  Hal ini untuk menghindari munculnya air bah yang datang dari pegunungan di bagian hulu uang acap kali datang.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk adalah Rp.3.100,-/orang hari libur Rp.5000,- dan biaya parkir adalah Rp. 1000,- (roda 2) dan Rp 3000 (roda 4),


Umumnya sajian ikan bebek goreng berwarna kuning, namun lain lagi saat Anda mencicipi bebek goreng buatan Pak Sayeki yang sudah menjualbelikan bebek gorengnya sejak tahun 1981 silam.

Bebek goreng ini sangat berbeda dari yang lainnya, karena bebek yang di olah ini tidak memakai kunyit sehingga warna bebeknya hitam, beliau yang asli dari Madura ini sangat lihai dalam mengolah bebek.

Lokasinya yang berada di Dharmahusada ini terlihat tak pernah sepi dari kerumuhan pengunjung, meskipun tempat duduk yang disediakan tidak terlalu luas mereka pun rela mengantri untuk bisa menikmati sajian bebek hitam. Satu porsi untuk bebek goreng seharga Rp 9.500, dan untuk minuman Anda bisa memesan es teh dan es jeruk.

Warung ini biasanya buka pada sore hari hingga malam hari, dan sekitar jam 20.00 – 20.30 Wib banyak sekali pengunjungnya. Pak Sayeki juga masih tetap buka di hari besar seperti Bulan Ramadhan tapi dari jam 18.00 – 22.00 Wib saja.

Nasi Bebek Hitam Sayeki
Jl Dharmahusada, Surabaya (sebelah Bank Muamalat)
Jam buka : 17.00 – 23.00 Wib

(Surabaya, City Guide)
2011-02-02-014-Nasi Bebek Hitam Sayeki

Lokassi :


Dari jalan raya Cilongok menuju lokasi berjarak 8 km dengan kondisi jalan naik dan berkelok, tapi aspalnya sudah halus. Di sekitar lokasi Curug Cipendok, ada juga wisata telaga yang sungguh menakjubkan yakni Telaga Pucung. Telaga setempat dikelilingi oleh hutan pinus dan damar, sehingga sangat cocok untuk camping ground.

Telaga pucung ini  pertama kali di temukan pada tahun 1997, ketika kami pertama kali melihatnya, telaga ini masih dipenuhi dengan semak-semak dan belum Nampak indah, akan tetapi setelah ditangani dengan serius telaga ini berubah menjadi sangat indah dengan dipenuhi sarana bermain bagi anak-anak.

Telaga ini akan menjadi salah satu andalan Kabupaten Banyumas untuk menyedot wisatawan. Kompleks Telaga Pucung menempati areal seluas tiga hektare (ha), dengan luas telaga sekitar satu ha. Objek wisata di Banyumas mungkin belum banyak yang kenal, sebab baru akan dibuka secara resmi menjadi tujuan wisata pada 8 Agustus 2005.

Daya tarik objek wisata ini adalah telaga dengan air yang cukup jernih dan di sekitarnya dikelilingi hutan yang masih alami. Selain itu, wisatawan juga dapat mendengar suara-suara burung langka seperti elang Jawa yang terbang berputar-putar di atas telaga. Apalagi, bagi pengunjung yang beruntung dapat melihat spesies endemik sejenis monyet berwarna abu-abu yakni rek-rek.

Tempat wisata yang masuk dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuma Timur tersebut mulai dibenahi dengan berbagai fasilitas, karena dijadikan tujuan wisata secara resmi.
KPH Banyumas Timur telah melengkapi dengan tempat parkir, tempat istirahat, dan kamar mandi. Bahkan, Perhutani telah memberi nama-nama pohon langka yang hidup di situ. Tujuannya tidak lain diperuntukkan bagi para pelajar, di samping menikmati alam, mereka juga dapat mengenal tumbuh-tumbuhan langka yang hidup di tempat itu.

Di sekitar Telaga Pucung juga terdapat tempat lapang yang dapat digunakan untuk camping ground. Tempat tersebut sengaja dibuat, dikhususkan bagi anak-anak muda yang suka berpetualang dengan di alam bebas. Telaga Pucung ini semakin memantapkan wisata khas Banyumas yakni alam pegunungan. Dengan bertambahnya objek wisata tersebut, wisatawan yang datang ke Banyumas semakin mendambah daftar alternatif tujuan wisata. Jadi, kalau selama ini Anda ke Banyumas hanya pergi ke Baturaden, akan rugi. Pasalnya, masih ada tempat alternatif lainnya yang tidak kalah asrinya. Yang pasti, wisatawan yang datang ke tempat ini akan merasa damai, karena jauh dari hiruk pikuk perkotaan.


Tingkat pencemaran di kota-kota besar di dunia semakin memprihatinkan dari tahun ke tahun khususnya di wilayah benua Asia termasuk Indonesia. ABC ini di asia di juluki Asia Brown Clouds  adalah lapisan polusi udara yang mencakup bagian-bagian Asia Selatan, yaitu bagian utara Samudra Hindia, India, dan Pakistan. Dapat dilihat dari foto satelit, awan muncul sebagai noda coklat raksasa menggantung di udara di atas sebagian besar Asia Selatan dan Samudera Hindia setiap tahun antara Januari dan Maret, mungkin juga selama bulan-bulan sebelum dan begitu seterusnya kemudian. Istilah ini diciptakan pada laporan dari UNEP Samudera HindiaPercobaan (INDOEX).

Penyebab

Awan coklat Asia atau Asia brown clouds diciptakan oleh berbagai partikel udara dan polutan dari pembakaran (woodfires misalnya, mobil, dan pabrik-pabrik), pembakaran biomassa. dan proses industri  dengan pembakaran yang tidak terolah sempurna. Awan coklat selalu dikaitkan dengan angin muson musim dingin (November / Desember sampai April) dan muncul selama tidak ada hujan yang membasahi untuk mencuci polutan dari udara.

Observasi

Lapisan polusi terus diamati selama Percobaan Samudera Hindia (INDOEX) dengan observasi lapangan yang intensif pada tahun 1999 dan dijelaskan dalam studi penilaian bagaimana dampak Brown Clouds yang diterbitkan UNEP 2002. Para ilmuwan di India mengklaim bahwa Asia Brown Clouds tidak selalu  spesifik ke Asia melainkan bisa dibagian bumi mana saja tergantung efek polusi dan rumah kaca di tempat itu. Selanjutnya, ketika Program Lingkungan PBB (UNEP) menyelenggarakan proyek follow-up internasional, subjek penelitian berganti nama menjadi Awan Atmosfer Brown/Atmospheric brown clouds(ABC’s) dengan fokus pada Asia.

Awan itu juga dilaporkan oleh NASA pada tahun 2004  dan 2007.

Meskipun partikel aerosol umumnya terkait dengan efek pendinginan global, studi terbaru menunjukkan bahwa mereka benar-benar dapat memiliki efek pemanasan seperti efek rumah kaca di daerah tertentu seperti Himalaya.  Bahkan, efek ini “Brown Clouds” – yang penuh lapisan awan aerosol – telah meningkat pemanasan atmosfer di India sekitar 50%.

Dampak

Segi Kesehatan : Salah satu dampak utama adalah pada kesehatan. Sebuah studi tahun 2002 menunjukkan hampir dua juta orang meninggal setiap tahun, di India saja, dari kondisi alam yang berhubungan dengan Brown Clouds.

Segi Cuaca di tiap Daerah :  Sebuah studi penilaian yang kedua diterbitkan pada tahun 2008  Ini disorot masalah-masalah regional tentang.:

1. Perubahan pola curah hujan dengan angin muson Asia. Melemahnya angin muson India setelah diamati menimbulkan efek kekeringan dan banjir juga di bagian Cina utara selatan yang dipengaruhi oleh awan coklat.

2. Peningkatan curah hujan selama Top End Australia dan wilayah Kimberley. Sebuah penelitian CSIRO telah menemukan bahwa dengan menggusur selatan ekuatortermal melalui pendinginan udara di atas Asia Timur, musim hujan yang membawa sebagian besar air hujan di wilayah tersebut telah diintensifkan dan berpindah ke selatan.

3. Terjadi pengurangan gletser dan salju Himalaya. Penyebabnya disebabkan oleh meningkatnya suhu udara yang lebih  di daerah tinggi, efek pemanasan gabungan gas rumah kaca dan Awan Brown Asia. Juga pengendapan karbon hitam menurunkan refleksi dan memperburuk keadaan. Mencairnya glasial Asia dapat mengakibatkan kekurangan air dan banjir bagi ratusan juta orang yang tinggaldi hilir.

4. Penurunan panen tanaman. Peningkatan konsentrasi ozon permukaan memungkinan untuk mempengaruhi hasil panen menjadi negatif. Dampaknya pada tanaman tertentu. Seperti di india, penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa gas polutan yang tersebar di udara telah menyebabkan iklim dan temperatur udara berubah sehingga mempengaruhi hasil produksi padi di India. Akibatnya, hasil panen merosot 20-25 persen.

Intensitas Siklon di Laut Arab

Sebuah studi 2011 menemukan bahwa polusi membuat siklon Laut Arab lebih intens sebagai atmosfer brown clouds telah memproduksi pola angin yang mencegah melemahnya pola angin geser yang secara historis telah membuat siklon di Laut Arab menjadi sebuah  badai besar. Fenomena ini ditemukan sebagai pertanggung jawaban  atas pembentukan badai yang  lebih kuat pada tahun 2007 dan 2010 yang dicatat badai pertama yang memasuki Teluk Oman.

Pemanasan global dan peredupan

Laporan 2008 juga membahas keprihatinan pemanasan global dan menyimpulkan bahwa awan cokelat memiliki tingkat kepekatan 20 sampai 80 persen dari gas rumah kaca  di beberapa abad yang lalu. Laporan tersebut menyarankan bahwa udara serta polusi dapat memiliki efek memperkuat dan memperbesar pada pemanasan global.

Dampak lain utama adalah pada es di kutub. Lapisan karbon hitam  di Asia Brown Cloud dapat merefleksikan sinar matahari dan Bumi bisa mengalami peredupan  tetapi pemanasan bisa terjadi ditempat lain dengan menyerap radiasi yang masuk dan terjadilah pemanasan atmosfer. Karbon hitam mempunyai dampak  tiga kali lebih efektif daripada karbon dioksida/gas rumah kaca dan akibat yang paling umum adalah efek mencairnya es di kutub dan salju.

Karbon hitam di daerah bersalju menyebabkan sekitar tiga kali perubahan suhu sebagai karbon dioksida di atmosfer. Pada daerah bersalju bahkan pada konsentrasi di bawah lima bagian permiliar karbon hitam memicu mencairnya es/salju, dan mungkin bertanggung jawab sebanyak 94persen dari pemanasan Kutub Utara.

Akibatnya lapisan es Kutub Utara menyusut ke laut sepanjang tahun, dengan pencairan lebih banyak es di bulan-bulan musim semi dan musim panas dan sedikit gletser terbentuk di musim gugur dan musim dingin. Es laut Kutub Utara mencair selama musim panas tahun 2010 untuk menutupi area terkecil ketiga.

Luasnya es Kutub Utara terus menurun setidaknya sebesar 11% per dekade dan sangat cepat, dengan kata lain. Mark Serreze mengklaim bahwa prediksi sampai September 2030, atau lebih, Kutub Utara mungkin tidak akan ada es sama sekali. Ini akan terlihat seperti samudra biru.

Dampak ABC di Indonesia

Dampaknya di Asia Tenggara sudah mulai terlihat dikota-kota besar seperti Malaysia, Vietnam, Thailand dan Indonesia . Khususnya di Indonesia yang paling ketara adalah di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia yang padat penduduk. Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan. Bahkan salah satu studi melaporkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

Di Indonesia sendiri, sebagaimana data yang dipaparkan oleh Pengkajian Ozon dan Polusi Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jawa Barat menduduki peringkat polusi udara tertinggi di Indonesia.

Dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 85 persen. Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang tinggi. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik (misalnya kadar timbal yang tinggi). Kebakaran hutan dan industri juga turut berperan. Dan dari penelitian terbaru bahwa efek ABC di Indonesia sebagian besar juga dipengaruhi oleh sisa gas buang rumah tangga karena aktifitas rumah tangga yang padat di Indonesia.

Dampak Pencemaran Udara Pada Kesehatan

Dari segi kesehatan, pencemaran udara dapat berakibat pada terganggunya kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. Misalnya anemia. Memang, di masa pertumbuhan sel-sel darah merah terus diproduksi. Namun, karena masuknya timbal akan merusak sel darah merah, maka jumlahnya makin lama makin berkurang dan akhirnya anak menderita anemia.

Timbal yang masuk ke dalam tubuh juga akan merusak sel-sel darah merah yang mestinya dikirim ke otak. Akibatnya, terjadilah gangguan pada otak. Hal yang paling dikhawatirkan, anak bisa mengalami gangguan kemampuan berpikir, daya tangkap lambat, dan tingkat IQ rendah. Dalam hal pertumbuhan fisik, keberadaan timbal ini akan berdampak pada beberapa gangguan, seperti keterlambatan pertumbuhan dan gangguan pendengaran pada frekuensi-frekuensi tertentu.

Pada orang dewasa, timbal dapat mempengaruhi sistem reproduksi atau kesuburan. Zat ini dapat mengurangi jumlah dan fungsi sperma sehingga menyebabkan kemandulan. Timbal juga mengganggu fungsi jantung, ginjal, dan menyebabkan penyakit stroke serta kanker. Ibu hamil akan menghadapi risiko yang tinggi jika kadar timbal dalam darahnya di ambang batas normal. Timbal ini akan menuju janin dan menghambat tumbuh-kembang otaknya. Risiko lain adalah ibu mengalami keguguran. Yang perlu diketahui, timbal layaknya musuh dalam selimut. Awalnya, kadar timbal yang tinggi dalam darah tidak akan menunjukkan gejala penyakit. Dampak baru muncul dalam jangka panjang.

Dampak Pencemaran Udara pada Lingkungan

1. Menghambat fotosistesis tumbuhan. Terhadap tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

2. Menyebabkan hujan asam. pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain: Mempengaruhi kualitas air permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan, serta Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.

3. Meningkatkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Pemanasan global sendiri akan berakibat pada; Pencairan es di kutub, Perubahan iklim regional dan global, Perubahan siklus hidup flora dan fauna.

4. Kerusakan lapisan ozon. Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak terfilter dan dapat mengakibatkankanker kulit serta penyakit pada tanaman.

Mengurangi Pencemaran Udara

Untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan melalui beberapa usaha antara lain:

  • Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida
  • Pengolahan atau daur ulang limbah asap industri
  • Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti
  • Melakukan kegiatan car free day secara berkala yang bertujuan untuk mengurangi laju peningkatan polusi dari kendaraan bermotor di wilayah tertentu

Sedikit info ini semoga berguna…

Videonya

Referensi


Salam wildlife!Perjalanan kali ini Sueto tour menuju Taman Nasional Baluran di Situbondo Jawatimur, mencoba memanfaatkan libur sabtu minggu kami pun adakan tour pembuka awal bulan bulan Desember 2011 dengan tema Greentour. Perjalanan ini kami tempuh dari Surabaya berangkat sabtu malam sekitar jam 11 mlm dengan istirahat di paiton dan tidur dekat pelabuhan ketapang sekitar 2 jam. Berikut rute perjalanannya

  Perjalanan waktu itu dilakukan pada malam hari untunglah ternyata perjalanannya didukung oleh alam cuacanya terang padahal musim hujan pulangnya juga. Dari Probolinggo malam itu sempat ada acara tahunan 1 muharram diperingati oleh warga dengan mengadakan gerak jalan Banyuwangi-Probolinggo kami pikir-pikir jauh juga ya tapi memang pada waktu itu pesertanya kelihatan bersemangat banget. Pada saat kami lewat sekitar jam 1 pagi kelihatan semua acara sudah selesai akhirnya kamipun bisa melanjutkan perjalanan dengan mulus.

Keluar Kabupaten Probolinggo kami menuju daerah paiton berniat bersantai sejenak dengan menonton pertandingan liga inggris disalah satu warung di paiton. Setelah istirahat di rasa cukup kami langsung bertuju ke Baluran dengan express melewati Situbondo akhirnya subuh kami beristirahat disekitar Ketapang memang waktu itu terasa mengantuk banget rekan-rekan akhirnya kami sempatkan tidur selama 2jam.

Setelah pulas tidur kami mulai menuju pintu masuk Baluran. Kami pikir waktu itu tertera di jam kunjung Baluran sekitar jam 8 pagi waktu itu kami datang jam 7 pagi kami kira kepagian ternyata kata penjaganya boleh kapan aja masuk yang penting bayar tiket dan ada penjaganya..ha2..tiket masuk Rp3000,- per orang. Akhirnya tanpa pikir panjang kami masuk dan lupa beli minuman karena memang jarang ada penjual makanan di Baluran. Saatnya mulai menjelajah tapi sebelumnya lihat peta Baluran dulu yang sudah ada.

Baluran ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu gunung Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55’17.76″S dan 114°23’15.27″E.

Sejarah Baluran

Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit, pernah singgah di Baluran. Beliau telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis mamalia besar.

Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.

Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.

Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai [Suaka Margasatwa]] oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962.

Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.

Flora

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Fauna

Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Aves

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).

Mitos

Pada Hm. 80 Batangan – Bekol , terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan.

Memang sih dalam perjalanan kami memasuki TNB kami melihat daerah yang memang benar-benar berbeda dengan kawasan di Indonesia lainnya seperti tempat lain masuk hutan pertama terdapat batu-batu besar yang bagus disekitar hutan dengan rumput savana khas afrika area ini sangat cocok dibuat foto-foto prewed misalnya. Terus di area hutan kedua jalanan seperti hutan basah yang banyak semak-semak belukar medan jalannyapun semakin berat kemudian diteruskan ke area ketiga banyak pohon bambu disini jalanan sudah mulai rata dan membaik disekitar sini nanti ada papan yang betuliskan sumur tua, terakhir adalah area ke 4 adalah padang savana yang luas kalau beruntung anda bisa liat rusa dan banteng, tempat inipun bagus dibuat sesi foto-foto tetapi jangan lupa membawa topi atau pelindung kepala karena kadang-kadang area ini sangat panas.

Setelah sampai Bekol kami istirahat sejenak untuk mengisi tenaga menaiki menara pengintai yang ada di bekol. Tangga demi tangga kami lewati akhirnya kami sampai juga di menara pengintai dari sini kita bisa melihat seluruh area kawasan TNB pantai dan pulau Balipun bisa terlihat.

Setelah puas beristirahat di menara Baluran kami mulai lapar dan berniat mencari makanan dan minuman karena cuaca sudah keliatan panas banget. Perjalanan kami teruskan ke pantai Bama mungkin memang disitu satu-satunya yang kita harapkan ada penjual minuman dan makanan.

Perjalanan dari Bekol kami teruskan menuju pantai Bama wah kalau lihat jalannya sangat seru karena memang jalannanya alami untung saja tidak hujan malah hari itu sangat panas dan saat perjalanan memang terasa benar-benar terdampar di benua afrika mulai dari panasnya, gunung Baluran yang terlihat seperti Kilimanjaro kecil, padang savanannya,  dan hewannya. Kami megalami sedikit fatamorgana karena memang kepanasan dan kehausan makanya kami langsung cepat-cepat mencari oase dipantai Bama.

Setelah sampai pantai kami langsung mencari penjual makanan dan minuman. Karena cuman ada kantin dan kami belum sarapan akhirnya kami mencari makanan berat seperti nasi lauk tetapi disini ada penjual yang berdagang bergantian jadi kalau ada pedagang makanan lain kantin tidak jual makanan begitu sebaliknya padahal waktu itu ramai pengunjung khususnya dari sekolah. Adanya cuman bakso kalau ini sih hanya sekedar camilan akhirnya kita beli minuman saja.

Melihat tipikal pantai Bama ini adalah pantai bakau terdapat fasilitas outbond bisa digunakan untuk bercamping juga waktu itu kami juga lihat banyak wisatawan yang bercamp di pantai ini. Tapi ada dua sisi bertolak belakang dipantai ini pada sisi yang lain pantai ini terlihat sangat bersih dan alami pada sisi lainnya pantai terlihat pantai yang kotor banyak sampah yang tidak terurus dengan benar padahal kalau dilihat di pantai ini ada tempat pembuangan sampah juga sih. Pada dasarnya rata-rata pantai yang sudah ramai pengunjung biasanya keadaan alamnya sudah tidak alami biasanya sudah tercemar tapi kadang-kadang pengunjung juga dengan santainya menikmati pemandangan dengan sampah berserakan dimana-mana seperti acuh-acuh tak acuh dengan keadaan lingkungan sekitar dan hanya ingin berfoto-foto saja.

Karena perjalanan kali ini bertema Greentour kami Sueto tim menghimbau agar wisatawan yang berkunjung dimanapun tempatnya sedianya memperhatikan lingkungan juga demi keindahan dan kelestariaannya. Kami Sueto tim mencoba membersihakan sedikit tempat di Bama yang memang tempatnya cocok untuk sesi foto-foto pemandangan di fotopun nantinya juga tidak akan bagus. Jadi logikanya semakin kotor tempat semakin sedikit pula area yang bisa di buat berfoto.

Setelah selesai berfoto dan istirahat sejenak kami putuskan untuk kembali ke Surabaya tapi sebelumnya mencari makanan dulu disekitar warung pintu masuk Baluran. Saat itu keluar dari Baluran sekitar jam 11 siang kemudian saat perjalanan sempat singgah di pasir putih tidur 1jam. Alhamdulillah cuaca terang dan kami sampai Surabaya sekitar jam 5sore lebih. Semoga info perjalanan ini bermanfaat. See Ya next tour Suetomania.

Mau Promo Travelnya bisa mampir ke link ini https://www.facebook.com/pages/T-Boss-Tour-n-Travel-Partner/500051026760402?ref=hl dan ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

Lokasi yang menarik dikunjungi di Baluran :

Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km,yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit (12 km) atau Situbondo-Batangan dengan jarak 60 km menggunakan mobil.

Kami juga ada video amatir check this out :

Referensi :

http://balurannationalpark.web.id/

Taman Nasional Baluran di Situs resmi Departemen Kehutanan RI

Galeri foto satwa

Peta Taman Nasional Baluran


Weeerrrrr???dinginnya tidur di pantai teleng ria ini…udah malam2 ada orang yang bingung nyari WC lagi..ha2.

Wisata pantai Teleng Ria adalah pantai terdekat dari Pacitan, adalah sekitar 5 menit dari kota.Pantai ini dihadapkan kepada ‘di Pantai Selatan’ dengan luas pasir putih panjang sekitar 3 km. Jarak dari Ibukota Kabupaten Pacitan ke lokasi hanya 3,5 km, dan mudah dicapai dengan berbagai kendaraan.

Pantai Teleng Ria memang menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan untuk berenang dan juga untuk piknik bersama keluarga.Memiliki pasir putih dan panorama yang indah dijaga oleh gunung limo.

Berbagai fasilitas pendukung yang telah dibangun; Watch Tower untuk menikmati gelombang laut selatan, kolam renang dan taman bermain, sebuah panggung untuk acara budaya untuk Bonggo Budoyo dan area berkemah, daerah penangkapan, hotel, dan makanan tradisional Pacitan. Di pantai ini juga terdapat  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga pengunjung dapat membeli ikan segar.

Kemudian paginya kami  terbangundan langsung bergegas prepare menuju gua gong nih sarapan dulu ah..perjalanan dari kota Pacitan sekitar 30 Km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan transportasi darat. Gua Gong terletak di daerah perbukitan, di desa Bomo, Kecamatan Punung.

Dari gu gong kami kepagian jadi belum buka..sambil menunggu loket buka yang belum mandi mandi deh…setelah loket buka htm nya seharga rp 7000,-saja kalau mau menyewa center rp 3000,- kalau mau menyewa guide untuk memasuki Gua Gong,ya sudah tersedia disamping mereka sudah mengenal daerah didalam gua, kita juga dapat mengetahui sejarah Gua Gong dengan harga seikhlasnya. Tetapi kami waktu itu g menyewa soalnya juga sebelumnya juga sudah pernah kesini kalau masalah peralatan mah sueto tim cukup lengkap..

Didalam Gua Gong, terdapat lampu berwarna-warni, merah, hijau, kuning, biru cukup membuat jelas pandangan. Didalam Gua juga terdapat kipas angin berukuran besar untuk mengantisipasi panas di dalam gua, sehingga udara dalam gua tidak pengap dan terdapat 7 titik pemberhentian untuk kita beristirahat.

Gua Gong memiliki kedalaman sekitar 256 m dan mempunyai 5 buah sendang, yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, sendang Kamulyan, dan sendang Ralung Nisto yang kono memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit.
Sendang adalah kolam yang biasanya terletak di pegunungan, yang airnya berasal dari mata air didalam kolam tersebut.

Keindahan Stalagnit dan stalagmitnya sangat memukau diabadikan dengan nama Selo Cengger Bumi, Selo Gerbang Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin dan Selo Susuh Angin.

Masih di gua gong setelah foto2 perjalanan masih diteruskan memasuki lorong-lorong. Menembus di antara stalagmit dan stalagtit. Membentuk tiang-tiang tinggi penyangga lorong, mengukuhkan keberadaan mereka di sana. Diselang-selingi dengan tirai tipis batuan, menimbulkan kekaguman saat mencoba mengetuknya. Terdengar suara berdengung, yang menggema di seantero lorong. Rupanya inilah sebab mengapa gua ini disebut Gong. Karena tiap kita memukul bagian ornamen di dalamnya, akan terdengar suara berdegung, mirip suara yang dihasilkan gong gamelan kesenian khas Jawa.

Setelah keluar gua kami langsung menuju pantai Klayar memang tempat ini yang ditunggu-tunggu makanya kami pingin lama-lama di Klayar lanjut saja ke Tour de Pacitan(Part4 Klayar Beach).

Nah didekat gua gong ini juga ada wisata gua lain yang patut dikunjungi yaitu gua Tabuhan..Gua Tabuhan ini 40km dari kota Pacitan..Gua yang berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung ini termasuk salah satu situs peninggalan sejarah penting dan disinyalir sebagai salah satu gua hunian kering manusia purba. Hasil penelitian membuktikan bahwa gua ini telah dihuni manusia purba sejak 50 ribu tahun yang lalu. Terdapat jejak bengkel alat batu dari masa 10 ribu tahun yang lalu, temuan moluska, dan bahkan fosil gigi manusia yang masih menempel pada dinding gua. Tapi karena  langsung menuju ke Klayar jadi Sueto tim g sempet mampir ke gua Tabuhan…Next Trip..

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


Masih meneruskan perjalanan di 2011 liburan kali Sueto team akan menelusuri sebuah kota di ujung selatan agak ke barat jawa timur yaitu Pacitan city…Memang sudah direncanakan akan tour ke Pacitan soalnya waktu itu memang pernah ke Pacitan tapi tak tak sampai jadi ini ceritanya mentuntaskan tour de Pacitan sebelumnya…Hmm perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat sekitar jam 1 pagi ke persinggahan Tombz Raider di Sidoarjo langsung berangkat menuju Pacitan..Menurutku begini rutenya Surabaya-Pacitan..

Berangkat sekitar jam 2 an kurang eh sampe Jombang kota perut sudah keroncongan akhirnya makan dulu deh di stasiun Jombang sambil ngopi terus dilanjutkan perjalanan…Kemudian subuh dulu didaerah Caruban sekitar setengah 5 an lah langsung menuju MadiunPonorogo-Tegalombo-Arjosari..Nah di daerah sebelum masuk ke Pacitan ini Tegalombo-Arjosari pemandangan di daerah ini memang bagus karena memang melewati perbukitan tinggi tapi juga daerah ini sangat rawan longsor terus jalannya hanya satu ini jadi kalau longsor ya harus menunggu longsornya dibersihkan dulu menurut cerita dari salah seorang teman dari Pacitan jalannya juga meliuk2 jadi kalu yang naik bis atau mobil hati2 bisa mabuk saja..ha2..Apalagi kalu sedang hujan mah licin banget ni jalan..sekitar 10-20km terakhir menuju kota Pacitan jalannya juga agak jelek dan kecil hanya bisa dilewati satu bus saja Hmmm…mungkin karena ada perbaikan jalan karena longsor2 sebelumnya..Tapi memang daerah ini bagus dibuat foto2 makanya kami berhenti sejenak untuk foto2..

Setelah puas foto2 perjalanan kami teruskan menuju kota Pacitan tetapi sebelum masuk kota kami sarapan sekitar jam 7an…Berikut rencana perjalanan kami Sueto Tim pertama menuju kota Pacitan istirahat sejenak setelah langsung menuju ke pantai Srau untuk istirahat dan menikmati pantai agar lebih lama…

Sekitar jam 9 Sueto tim sudah nyampe pantai Srau bayar sekitar Rp3000,-per orang sekalian motor..Pantai Srau ini terletak di Desa Candi Kecamatan Pringkuku, berjarak kurang lebih 25 Km arah Barat Pacitan. kalau dari Solo sekitar 245km. Pantai Srau mungkin obyek wisata yang tak boleh terlewatkan apabila kita berwisata ke kota Pacitan. Pantai Srau terkenal dengan pasir putihnya yang sangat indah. Kita bisa mencapai lokasinya dengan kendaraan umum yang biasa disebut colt atau kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4. Jalannya 2011 sekarang sudah lebih baik sudah beraspal dari pada tahun 2009-2010 aku pikir pembangunan pariwisata di Pacitan ini memang sangat pesat.

Secara informal, Pantai Srau dibagi menjadi 3 lokasi. Lokasi pertama yang terletak paling dekat dengan pos penjagaan masuk ke lokasi pantai ini. Pada lokasi pertama ini, yang paling menonjol dan merupakan keunikannya dibandingkan tiga lokasi lain adalah bebatuan karang yang mencuat dan banyak membentuk bukit di sekeliling bibir pantai.

Untuk masalah perairannya, sangat jernih dengan dominasi warna biru artinya tidak banyak alga dan kedalamannya cukup mengerikan. Untuk kondisi wilayah pasang surutnya berpasir bukan berbatu, serta ombaknya cukup ganas walau kadang tidak terlalu tinggi.

Lokasi kedua terletak setelah kita menyusuri jalan aspal kecil dari pos penjagaan di pintu masuk ke arah barat. Lokasi kedua ini merupakan lokasi favorit bagi pengunjung atau wisatawan serta muda-mudi yang sedang dimabuk asmara untuk berpacaran. Pada lokasi kedua ini disediakan tempat duduk yang terbuat dari beton dengan posisi menghadap ke pantai. Di lokasi inilah, bisa kita temui pedagang-pedagang minuman maupun makanan menggelar dagangannya. Untuk kondisi pantainya sendiri, lokasi kedua ini memiliki ombak yang cukup jinak, namun tetap berbahaya. Kondisi pantai berpasir namun juga terdapat karang-karang namun tidak sebanyak lokasi pertama. Bagian Pantai Srau inilah yang sering dijadikan lokasi surfing, bukan hanya oleh penduduk lokal, namun juga oleh wisatawan mancanegara. Yang khas dari tempat kedua ini dan wajib dikunjungi adalah gua laut yang terletak pada di bagian paling timur dari lokasi kedua ini.

Lokasi ketiga,  terletak di sebelah barat lokasi kedua atau terletak pada bagian paling barat dari Pantai Srau tersebut. Pada bagian ini terdapat fasilitas berupa anjungan kecil. Dari anjungan tersebut kita dapat menikmati pemandangan sunset yang menawan. Pantainya sendiri tidak terlalu menarik karena hanya merupakan teluk kecil yang langsung menghadap ke Samudera Hindia, dengan kondisi pantai berpasir dan ombak yang relatif kecil namun perairannya cukup dalam.

Selain itu, di lepas pantai dapat kita saksikan karang yang menyembul dan bentuknya mirip seperti ekor Hiu.
Dasar wilayah pasang surut di bagian pantai ini bukan berupa pasir melainkan batuan karang sehingga kita dapatmenyusuri pantai tanpa kaki kita harus terbenam pada pasir pantai dan di celah-celah batuan karang ini, terutama di tempat yang benar-benar terlindung dari sinar matahari, dapat kita temukan berbagai hewan laut seperti teripang, bintang laut, maupun landak laut.

Saya pun terpancing menaiki tebing2 karang yang tinggi untuk melihat lokasi 3 objek pantai dan luas bentangan samudra Hindia semuanya memang tampak indah diatas sini tapi kalau siang-siang mah memang panas banget harus bawa payung atau topi lah sedikit teringat pantai Tanjung Papuma  di Jember yang memang mempunyai sedikit kemiripan dengan 3 lokasi pantainya…Memang seperti biasa jaringan 3 payah jika didaerah pantai khususnya pantai selatan sinyalnya sos mungkin seluler lainnya layaknya telkomsel pasti ada..ha2..Hmm dari atas melihat anak menikmati es degan jadi saya pingin minum soalnya memang panas dan jalannya terjal meski sudah mulai dibangun tangga untuk ke atas bukit karang setelah selesai foto2nya saya bergegas turun…

Bicara secara fasilitas memang sudah agak lengkap dan masih terus dikembangkan WC umum ada pedagang2 penjual di gubuk2 pantai juga ada tempat parkir free…masjid ada, cottage masih dibangun malah ada yang tempatnya diatas bukit karang. Perkembangannya bakal pesat tinggal kebersihan pantai dan kerapian gubug pedagang saja yang harus diperhatikan supaya pantai masih kelihatan indah, bersih dan asri nantinya..

Oh iya di pantai Srau ini juga kalau pingin tahu caranya memancing di samudra banyak para penduduk sekitar memancing di tebing2 karangkok..disini sih sebutannya Pancing Samoedara

Kemudian mencoba istirahat sejenak sambil tiduran di pantai sampai jam 2 an..ZzzZzzz terbangun dan merencanakan perjalanan menuju pantai berikutnya…Lanjut ke Tour de Pacitan(Part2 Watukarung  Beach)

 

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


 

Nah kali ini cerita terusan dari perjalanan Cilegon…………..Hmm begini ceritanyo perjalanan saya tempuh naek bis dari Serang jam 3 sore terus nyampe terminal Yogya sekitar subuh jam5 pagi saat perjalanan ada sesuatu hal yang bikin saya prihatin waktu istirhat makan dirumah makan daerah indramayu ternyata didaerah situ banyak yang jual mizone 1botol 8ribu-9ribu huh kok tega ya sama pembeli mending minum aqua sajalah……..saat perjalanan tidurrr sampe pagi tiba2 saja udah nyampe yogya eh baterai habis cari charger dulu sambil minta jempud anggota sueto yang lain  deh……..Nungguuuuuuuuuuu terus dateng deh anak2…langsung menuju kawasan malioboro untuk mencari pijeman motor abis anaknya 5 motornya cuman 2….sambil makan dawet durian..akhirnya dapet dengan harga murah sekitar 40-50 ribu langsung menuju pantai gunung kidul lewat wonosari nih petanya

Dari wonosari menuju daerah pantai selatan kira2 kami menempuh perjalanan 2jam melewati pantai-pantai yang indah dan rata2 memang sudah ramai pengunjung akses jalannyapun sudah bagus…Jika anda punya waktu sempatkan berjalan-jalan menghabiskan semua pantai disini karena pantai di memiliki ciri khas yang berbeda-beda…

Pantai Siung  sendiri terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti menunggu berjam-jam.

Stamina yang prima dan performa kendaraan yang baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau pantai ini. Maklum, banyak tantangan yang mesti ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. Semuanya menghadang sejak di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai) hingga pantainya.

Seolah tak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta – Wonosari yang berlanjut ke Jalur Wonosari – Baron dan Baron – Tepus adalah jalur yang paling mudah diakses, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Jalur lain melalui Yogyakarta – Imogiri – Gunung Kidul memiliki tantangan yang lebih berat karena banyak jalan yang berlubang, sementara jalur Wonogiri – Gunung Kidul terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta.

Seperti sebuah ungkapan, “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.

Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.

Batu karang yang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.

Karang gigi kera yang hingga kini masih tahan dari gerusan ombak lautan ini turut menjadi saksi kejayaan wilayah Siung di masa lalu. Menurut cerita Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Di tempat ini pula, berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Garam yang dihasilkan oleh warga Siung inilah yang saat itu menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Meski kaya beragam jenis ikan, tak banyak warga yang berani melaut saat itu. Umumnya, mereka hanya mencari ikan di tepian.

Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo,diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang yang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.

Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi.

Kini, sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya. Banyak pihak telah memanfaatkan jalur pemanjatan di pantai ini, seperti sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta yang tengah bersiap melakukan panjat tebing ketika YogYES mengunjungi pantai ini.

Fasilitas lain juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.

Tak jauh dari ground camp, terdapat sebuah rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan sebagai base camp, sebuah pilihan selain mendirikan tenda. Ukuran base camp cukup besar, cukup untuk 10 – 15 orang. Bentuk rumah panggung membuat mata semakin leluasa menikmati keeksotikan pantai. Cukup dengan berbicara pada warga setempat, mungkin dengan disertai beberapa rupiah, base camp ini sudah bisa digunakan untuk bermalam.

Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya.

Wastoyo mengungkapkan, berdasarkan penuturan para winasih (orang-orang yang mampu membaca masa depan), Pantai Siung akan rejomulyo atau kembali kejayaannya dalam waktu yang tak lama lagi. Semakin banyaknya pengunjung dan popularitasnya sebagai arena panjat tebing menjadi salah satu pertanda bahwa pantai ini sedang menuju kejayaan. Kunjungan wisatawan, termasuk anda, tentu akan semakin mempercepat teraihnya kejayaan itu.

Di Pantai ini ada anggota Sueto yang jauh2 n susah2 berkorban demi cinta loo…sampe triak2 segala diujung tebing momennya dia juga minta di foto2 sebagai surprise bagi pujaan hatinya waktu itu….ha2…

Hmm setelah puas foto2 dan mendaki di pendakian tebing2 pantai Siung kamipun pulang tpi biasa mampir malioboro lagi dan tak lupa oleh2 untuk sanak keluarga…….terus kan tadi orangnya 4 motornya 2 sekarang  orang nya5 motornya 2 wes pokoknya ada caranyalah…he2..Pokoknya bagi penggemar perjalanan inilah yang bisa Sueto oleh-olehkan….See Y!Next Trip

Bisa lihat videonya sebagai referensi

 


Perjalanan Kami teruskan menuju Cilegon perjalanan sekitar 15-20menit nyampe kota  Cilegon…..Hmm kota yang besar sedikit kaget masak Cilegon ada Cinema 21 Serang sebagai ibu kota tidak ada ha2…Sambil jalan2 dikota menghabiskan malam kami mampir ke foodcourt didaerah komplek KS(Krakatau Steel)

Yahh…sambil melepas lelah di foodcourt di sini juga bisa melihat pemandangan kota Cilegon pada malam hari…malam semakin larut kami pun mulai mengantuk dan bersiap tuk kembali ke Serang sebenarnya masih banyak tempat di Cilegon yang patut dikunjungi  misalnya Bukit Pemancar 

imageDari sini kita bisa melihat pemandangan di kota cilegon dan kawasan industri bahkan rawa danaupun dapat kita lihat dari atas bukit. Udarapagi hari di bukit ini masih segar karena sepanjang perumahanan banyak pohon-pohon besar yang mengitari sepanjang jalan.

Krakatau Junggle Park

imageArena rekreasi di pusat kota ini dikelola olah PT.KIEC yang berada di JL. kalimantan tepat di depan Hotel Permata Krakatu Cilegon. Suasana asri dapat di nikmati bagi keluarga yang ingin berekreasi dekat dengan pusat keramaian kota diwaktu hari libur, di Krakatau Jungle Park terdapat arena Outbond (flying fox, jembatan burma dll),sepeda air, Motor ATV, lokasi memancing ikan air tawar serta camping ground.

Batu Lawang-Merak 
imageBatulawang merupakan sebuah perkampungan yang berada di atas puncak gunung yang berada pada perbatasan kecamatan grogol dan pulomerak berjarak kurang lebih 10 Km dari Merak. Di perkampungan batulawang ini terdapat batu besar jalan yang membe lah antara kedua gunung yaitu gunung batur dan gunung gede yang berbatasan dengan Bojonegara dan Merak.Tepatnya terletak di gunung pengobelan Merak dapat kita lihat celah-celah bebatuan yang sangat besar. sehingga kp. batulawang di ambil dari nama batu yang sangat besar membelah kedua jalan antara gunung batur dan gunung gede yang dijadikan pintu atau lawang.

Selain kita menjumpai batu mirip kodok, ada pula celah-celah gunung dengan kemiringan 80 derajat yang menjulang tinggi yang bisa dilihat dari atas batu lawang. Jika kita berjalan kaki dari arah merak ke batulawang berjarak kurang lebih 3 Km, terdapat sumber mata air yang keluar dari celah batu dengan debit cukup deras pada musim penghujan.

Sumber mata air tersebut mirip dengan air terjun tetpi dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi tetapi dengan air yang cukup jernih. Dengan ketinggian hanya 5 meter dari jalan dari Tempat kita berdiri. Sumber mata air tersebut berasal dari celah bebatuan yang berada di sekitar pegunungan batulawang tersebut. Sepanjang tahun 2009 jalan menuju batulawang dari pasar lama Merak dekat pelabuhan penyebrangan Merak sudah bisa digunakan untuk kendaraan bermotor karena sudah di aspal sampai ke Kampung Batulawang, lain halnya lima tahun yang lalu jalan menuju batulawang masih setapak dan berbatu sehingga sulit dilalui oleh kendaraan bermotor lebih lagi pada musim hujan jalan tersebut sangat licin dan terjal sehingga berbahaya untuk dilewati oleh kendaraan bermotor.

Jika kita hobi dengan hiking ataupun joging, tempat tersebut cocok untuk jalan santai dan sebagai joging trek karena masih berada diatas pegunungan yang berhawa cukup sejuk karena cukup jauh dari kawasan industri di wilayah Cilegon dan sekitarnya, serta bisa melihat pemandangan indah dari atas pegunungan Kampung Batulawang.

WaterBoom 
imageKolam renang yang dahulu di peruntukkan hanya untuk club kolam renang krakatau saja dan sering digunakan sebagai sarana event perlombaan renang baik kota Cilegon maupun provinsi Banten karena sesuai standar Internasional, kini kolam renang permata krakatu yang dahulu bernama Krakatau Country Clubmelengkapi arena bermain air di kolam bagian bawah dan di buka waterboom untuk umum sejak tahun 2009 lalu sebagai sarana rekreasi dan wisata permainan air yang di kelola oleh PT.KIEC.Kolam renang waterboom tersebut terdapat 4 kolam renang, diantaranya 1 kolam dengan kedalaman 1 M untuk arena seluncur air yang dialiri air yang cukup deras pada arena tersebut dengan ketinggian 20 M berbentuk seperti ular terdapat 3 belokan yang terbuat dari bahan fiber berwarna merah dan ketinggian 10 M berbentuk seperti ular terdapat 2 belokan yang terbuat dari bahan fiber berwarna kuning yang ditopang oleh besi baja dengan ketinggian 20 M.

Selain itu terdapat kolam pemandian untuk anak-anak dengan kedalaman 60 Cm di tengah kolam terdapat prosotan air yang diatasnya terdapat ember raksasa yang menampung air yang cukup deras dengan durasi 1,40 Menit secara terus menerus akan menumpahkan diri dan menyebarkan percikan air yang kencang disekeliling arena kolam tersebut.

Kolam pemandian khusus anak-anak terdapat dibawah turunan tangga dari kolam renang Atlit dengan kedalaman 60 cm yang diperuntukkan khusus anak-anak saja dan sebelah utara terdapat kolam pemandian anak-anak dan dewasa yang dibatasi pelampung pembatas untuk memisahkan yang dalam dan dangkal dengan kedalaman 1 M dan 1,5 M. Rata-rata kolam renang waterboom tersebut berbentuk oval tak beraturan berlekuk yang memudahkan pengunjung untuk turun ke kolam karena semakin ke pinggiran kolam maka lantai kolam renang tersebut menjadi landai sehingga anak dibawah 5 tahunpun tidak membahayakan jika akan berenang dan bermain di arena waterboom tersebut karena menyesuaikan dengan kebutuhan pengunjung dari dewasa hingga anak balita.

Rekreasi air ini dapat melihat suatu keindahan dengan penataan lokasi yang cukup apik dan bersih serta dapat menikmati fliying fok yang melintas diatas arena waterboom tersebut serta motor ATV di samping areal kolam renang yang di peruntukan bagi anggota klub renang dan perenang dewasa.

Lokasi waterboom permata krakatau berada di Jl. KH Beji yang berdekatan dengan kantor KIEC Cilegon, jarak dari pintu tol cilegon Timur 7 Km dan dari pintu tol Cilegon Barat 5 KM

Rawa  Arum-Merak

image

Sebuah situs rawa yang belum banyak orang di luar Kota Cilegon tahu bahkan untuk sebagian warga Cilegon yang sudah lama menetap sekalipun, hal ini dikarenakan letaknya yang cukup tersembunyi di antara padatnya rumah penduduk. Rawa Arum merupakan sebuah nama desa di Kecamatan Pulo Merak yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Pemerintahan Kota Cilegon.

Cukup mudah untuk menuju Desa Rawa Arum dimana letak Situs Rawa tersebut berada yaitu dari arah Kota Cilegon berkendaraan menuju ke arah jalan Raya Cilegon Merak kurang lebih 5 Km atau bagi orang yang melalui Tol Jakarta-Merak keluar di pintu Tol Cilegon Barat lalu mengarah ke arah jalan Pelabuhan Merak sekitar 3 Km dari pintu tol.

Sedikit cerita yang ada di balik asal muasal Situs Rawa Arum terbentuk, berawal ketika gunung Krakatau meletus sekitar tahun 1883 bertepatan dengan tragedi pembrontakan rakyat Cilegon kepada pemrintahan kolonial Belanda yaitu Geger Banten 1883 yang di pimpin Oleh KH Wasid. Rawa arum terbentuk sebagai akibat dari proses alam karena letusan gunung Krakatau yang sebagian sejarah dunia mencatat sebagai letusan gunung yang terbesar setelah Gunung Tambora dengan efek ledakan 100.000 kali bom atom yang di jatuhkan di Hirosima Jepang. Bersamaan dengan meletusnya gunung krakatau, tsunami besar terjadi sehingga menyebakan banjir bandang di beberapa wilayah pesisir yang berdekatan dengan laut yang sekarang di sebut selat sunda dan salah satu tempat yang tenggelam itu adalah desa Telaga Arum. Telaga Arum di perintah oleh seorang Ki Ageng yaitu Ki Ageng Ireng yang masih berkerabat dekat dengan Sultan Pelembang.

Singkat cerita, setelah sekian lama banjir yang menenggelamkan wilayah pesisir selat sunda surut tetapi tidak demikian dengan desa Telaga Arum, masih tetap tergenang oleh air yang kemudian di atas air yang menengelamkan desa Telaga Arum menjadi sebuah rawa yang kemudian di tumbuhi oleh tanaman teratai yang berbunga putih dan menyebarkan bau yang sangat harum sehingga oleh Ki Ageng Ireng rawa itu disebut dengan nama Telaga Arum yang akhirnya sekarang lebih di kenal dengan nama Desa Rawa Arum. Dan oleh Ki Ageng Ireng di genangan yang terbentuk di sebarkan bening ikan sepat siam yang di bawanya dari Pelambang kala itu. Saat ini wilayah rawa tersebut sedang di kembangkan oleh pemerintah Kota Cilegon sebagai tempat wisata air yang cukup bagus. Dikarenakan letaknya yang tidak terlalu jauh dengan pusat kota dan pemandangannya yang bisa di bilang eksotis dengan hamparan air yang cukup luas sekitar 10 hektar dengan latar belakang deretan pegungan. Dengan pertimbangan tersebut rasanya Rawa Arum bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang harus di kunjungi.

Gunung Santri
imageGunung santri merupakan salah satu bukit dan nama kampung yang ada di Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang Daerah ini berada di sebelah barat laut daerah pantai utara 7 Kilometer dari Kota Cilegon. Letak gunung santri berada ditengah dikelilingi gugusan gunung-gunung yang memanjang dimulai dari pantai dan berakhir pada gunung induk yaitu gunung gede. di puncak gunung santri terdapat makan seorang wali yaitu Syekh Muhammad Sholeh, jarak tempuh dari kaki bukit menuju puncak bejarak 500 M hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.Kampung di sekitar gunung santri antara lain Kejangkungan, Lumajang, Ciranggon, Beji, Gunung Santri dan Pangsoran. Di kaki bukit sebelah utara di kampung Beji terdapat masjid kuno yang seumur dengan masjid Banten lama yaitu Masjid Beji yang merupakan masjid bersejarah yang masih kokoh tegak berdiri sesuai dengan bentuk aslinya sejak zaman Kesultanan Banten yang kala itu Sultan Hasanudin memimpin Banten. Syekh Muhammad Sholeh adalah Santri dari Sunan Ampel, setelah menimba ilmu beliau menemui Sultan Syarif Hidayatullah atau lebih di kenal dengan gelar Sunan Gunung Jati (ayahanda dari Sultan Hasanudin) pada masa itu penguasa Cirebon. Dan Syeh Muhamad Sholeh diperintahkan oleh Sultan Syarif Hidayatullah untuk mencari putranya yang sudah lama tidak ke Cirebon dan sambil berdakwah yang kala itu Banten masih beragama hindu dan masih dibawah kekuasaan kerajaan pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Umun dengan pusat pemerintahanya berada di Banten Girang.

Sesuai ketelatennya akhirnya Syekh Muhammad Sholeh pun bertemu Sultan Hasanudin di Gunung Lempuyang dekat kampung Merapit Desa UkirSari Kec. Bojonegara yang terletak di sebelah barat pusat kecamatan yang sedang Bermunajat kepada Allah SWT. Setelah memaparkan maksud dan tujuannya, Sultan Hasanudin pun menolak untuk kembali ke Cirebon. Karena kedekatannya dengan ayahnya Sultan Hasanudin yaitu Syarif Hidayatullah, akhirnya Sultan Hasanudin pun mengangkat Syekh Muhammad Sholeh untuk menjadi pengawal sekaligus penasehat dengan julukan “Cili Kored” karena berhasil dengan pertanian dengan mengelola sawah untuk hidup sehari-hari dengan julukan sawah si derup yang berada di blok Beji.

Syiar agam Islam yang dilakukan Sultan Hasanudin mendapat tantangan dari Prabu Pucuk Umun, karena berhasil menyebarkan agama Islam di Banten sampai bagian Selatan Gunung Pulosari (Gunung Karang) dan Pulau Panaitan Ujung Kulon. Keberhasilan ini mengusik Prabu Pucuk Umun karena semakin kehilangan pengaruh, dan menantang Sultan Hasanudin untuk bertarung dengan cara mengadu ayam jago dan sebagai taruhannya akan dipotong lehernya, tantangan Prabu Pucuk umun diterima oleh sultan Hasanudin. Setelah Sultan Hasanudin bermusyawarah dengan pengawalnya Syekh Muhamad Soleh, akhirnya disepakati yang akan bertarung melawan Prabu Pucuk Umun adalah Syekh Muhamad Sholeh yang bisa menyerupai bentuk ayam jago seperti halnya ayam jago biasa. Hal ini terjadi karena kekuasaan Allah SWT.

Pertarungan dua ayam jago tersebut berlangsung seru namun akhirnya ayam jago milik Sultan Maulana Hasanudin yang memenangkan pertarungan dan membawa ayam jago tersebut kerumahnya. Ayam jago tersebut berubah menjadi sosok Syekh Muhammad Sholeh sekembalinya di rumah Sultan Maulana Hasanudin. Akibat kekalahan adu ayam jago tersebut Prabu Pucuk Umun pun tidak terima dan mengajak berperang Sultan Maulana Hasanudin, mungkin sedang naas pasukan Prabu Pucuk Umun pun kalah dalam perperangan dan mundur ke selatan bersembunyi di pedalaman rangkas yang sekarang dikenal dengan suku Baduy.

Setelah selesai mengemban tugas dari Sultan Maulana Hasanudin, Syekh Muhammad Sholeh pun kembali ke kediamannya di Gunung santri dan melanjutkan aktifitasnya sebagai mubaligh dan menyiarkan agama Islam kembali. Keberhasilan Syekh Muhammad Sholeh dalam menyebarkan agama Islam di pantai utara banten ini didasari dengan rasa keihlasan dan kejujuran dalam menanamkan tauhid kepada santrinya, semua itu patut di teladani oleh kita semua oleh generasi penerus untuk menegakkan amal ma’rup nahi mungkar.

Beliau Wafat pada usia 76 Tahun dan beliau berpesan kepada santrinya jika ia wafat untuk dimakamkan di Gunung Santri dan di dekat makan beliau terdapat pengawal sekaligus santri syekh Muhammad Sholeh yaitu makam Malik, Isroil, Ali dan Akbar yang setia menemani syekh dalam meyiarkan agama Islam. Syekh Muhammad Sholeh wafat pada tahun 1550 Hijriah/958 M. jalan menuju makam Waliyullah tersebut mencapai kemiringan 70-75 Derajat sehingga membutuhkan stamina yang prima untuk mencapai tujuan jika akan berziarah. Jarak tempuh dari tol cilegon Timur 6 KM kearah Utara Bojonegara, jika dari Kota Cilegon melalui jalan Eks Matahari lama sekarang menjadi gedung Cilegon Trade Center 7 KM kearah utara Bojonegara disarikan dari buku “Gunung Santri Objek Wisata Religius”

 Yahh begitulah karena waktu saya cuman sebentar di Serang ya mending saya istirahat dulu soalnya besok jumat adapi lah hari terakhir saya di Serang….Tapi besoknya saya akan sempatkan berkunjung ke daerah Anyer so…………next trip again!
Sumber : wisatabanten.com
%d blogger menyukai ini: