Tag Archive: donghae



Depot Gudeg Bu Har ternyata memiliki cabang selain di Jalan Pasar Besar Wetan, tepatnya berada di Jalan Dharmahusada. Untu menu tidak berbeda dengan Depot sebelumnya, yakni masih seputar Gudeg, ada juga Gudeg Pecel yang merupakan menu spesial di Depot Gudeg Bu Har. Satu porsi Gudeg terdiri dari ayam/daging, tahu, telur, cecek dan gudeg nangka. Untuk minuman disediakan Es Teler Tidar, Es Campur, Es Kacang Ijo, Es Kacang Ijo Degan, Es Buah, dan lain-lain. Kalau mau pesen untuk acara ulang tahun, pernikahan, meeting, dan lain-lain bisa pesan langsung di Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada.

Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada
Jl Dharmahusada No . 48 Surabaya
Telp: 031 5938833
Jam Buka: setiap hari 07.00 – 18.00 Wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-16-025-Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada
*) pic kuliner Surabaya.net

Lokasi :

Iklan

Nah sekarang setelah melewati jalan2 kecil diteruskan menuju pantai watukarung yang berada di dusun ketro watukarung kurang lebih 15km dari kota pacitan lah…sesampai di daerah pantai ternyata dikenai biya masuk sekitar 3000rupiah persepeda motor sudah plus orangnya murah sih…tapi padahal tahun sebelumnya masih gratis dan pantainya masih sepi sekarang sudah ada resortnya udah dibangun bagus lagi jadi memisahkan jarak kepada alam…mendingan di buat kcamping ground saja …

Masuk ke pantai udah ramai  nih pantai tapi karena datengnya tidak saat liburan ya belum banget ramainya tapi kelihatannya kalau liburan bakalan ramai nih soalnya sudah ada bule2 asing mampir untuk surfing mencoba ombak pantai watukarung ini…karena masih panas sueto tim mencari tempat teduhan untuk berisirahat tidur sejenak agar sorenya bisa fit untuk main air di pantai ha2 kayak anak kecil….setelah main air sorenya sambil menikmati bule2 surfing(teringat waktu berada di plengkung alas purwo)terus laper deh..kemudian mencari warung makan di pantai watukarung sebelah yang tempat pesinggahan perahu nelayan pencari ikan…eh ada mercusuar juga disini kalau sempet main2 deh di mercusuar melihat pantai watukarung dari atas…

Terus malamnya kami mau hunting bintang malam mumung cuacanya cerah nih…Sebenarnya pinginnya camping di sini malam ini tapi pingin juga camping di pantai Klayar juga akhirnya kami kembali ke kota Pacitan untung ngecharger malah ceritanya ini camping di pantai Teleng Ria werrr dingin banget udaranya mending cepet tidur ah…soalnya besok diteruskan  Tour de Pacitan(Part3 Klayar Beach and Gong Cave)…Zzzz…Zzzzz..(indah sekali malam ini liburan ini jadi asyiikk***Dream***)

 

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


Masih meneruskan perjalanan di 2011 liburan kali Sueto team akan menelusuri sebuah kota di ujung selatan agak ke barat jawa timur yaitu Pacitan city…Memang sudah direncanakan akan tour ke Pacitan soalnya waktu itu memang pernah ke Pacitan tapi tak tak sampai jadi ini ceritanya mentuntaskan tour de Pacitan sebelumnya…Hmm perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat sekitar jam 1 pagi ke persinggahan Tombz Raider di Sidoarjo langsung berangkat menuju Pacitan..Menurutku begini rutenya Surabaya-Pacitan..

Berangkat sekitar jam 2 an kurang eh sampe Jombang kota perut sudah keroncongan akhirnya makan dulu deh di stasiun Jombang sambil ngopi terus dilanjutkan perjalanan…Kemudian subuh dulu didaerah Caruban sekitar setengah 5 an lah langsung menuju MadiunPonorogo-Tegalombo-Arjosari..Nah di daerah sebelum masuk ke Pacitan ini Tegalombo-Arjosari pemandangan di daerah ini memang bagus karena memang melewati perbukitan tinggi tapi juga daerah ini sangat rawan longsor terus jalannya hanya satu ini jadi kalau longsor ya harus menunggu longsornya dibersihkan dulu menurut cerita dari salah seorang teman dari Pacitan jalannya juga meliuk2 jadi kalu yang naik bis atau mobil hati2 bisa mabuk saja..ha2..Apalagi kalu sedang hujan mah licin banget ni jalan..sekitar 10-20km terakhir menuju kota Pacitan jalannya juga agak jelek dan kecil hanya bisa dilewati satu bus saja Hmmm…mungkin karena ada perbaikan jalan karena longsor2 sebelumnya..Tapi memang daerah ini bagus dibuat foto2 makanya kami berhenti sejenak untuk foto2..

Setelah puas foto2 perjalanan kami teruskan menuju kota Pacitan tetapi sebelum masuk kota kami sarapan sekitar jam 7an…Berikut rencana perjalanan kami Sueto Tim pertama menuju kota Pacitan istirahat sejenak setelah langsung menuju ke pantai Srau untuk istirahat dan menikmati pantai agar lebih lama…

Sekitar jam 9 Sueto tim sudah nyampe pantai Srau bayar sekitar Rp3000,-per orang sekalian motor..Pantai Srau ini terletak di Desa Candi Kecamatan Pringkuku, berjarak kurang lebih 25 Km arah Barat Pacitan. kalau dari Solo sekitar 245km. Pantai Srau mungkin obyek wisata yang tak boleh terlewatkan apabila kita berwisata ke kota Pacitan. Pantai Srau terkenal dengan pasir putihnya yang sangat indah. Kita bisa mencapai lokasinya dengan kendaraan umum yang biasa disebut colt atau kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4. Jalannya 2011 sekarang sudah lebih baik sudah beraspal dari pada tahun 2009-2010 aku pikir pembangunan pariwisata di Pacitan ini memang sangat pesat.

Secara informal, Pantai Srau dibagi menjadi 3 lokasi. Lokasi pertama yang terletak paling dekat dengan pos penjagaan masuk ke lokasi pantai ini. Pada lokasi pertama ini, yang paling menonjol dan merupakan keunikannya dibandingkan tiga lokasi lain adalah bebatuan karang yang mencuat dan banyak membentuk bukit di sekeliling bibir pantai.

Untuk masalah perairannya, sangat jernih dengan dominasi warna biru artinya tidak banyak alga dan kedalamannya cukup mengerikan. Untuk kondisi wilayah pasang surutnya berpasir bukan berbatu, serta ombaknya cukup ganas walau kadang tidak terlalu tinggi.

Lokasi kedua terletak setelah kita menyusuri jalan aspal kecil dari pos penjagaan di pintu masuk ke arah barat. Lokasi kedua ini merupakan lokasi favorit bagi pengunjung atau wisatawan serta muda-mudi yang sedang dimabuk asmara untuk berpacaran. Pada lokasi kedua ini disediakan tempat duduk yang terbuat dari beton dengan posisi menghadap ke pantai. Di lokasi inilah, bisa kita temui pedagang-pedagang minuman maupun makanan menggelar dagangannya. Untuk kondisi pantainya sendiri, lokasi kedua ini memiliki ombak yang cukup jinak, namun tetap berbahaya. Kondisi pantai berpasir namun juga terdapat karang-karang namun tidak sebanyak lokasi pertama. Bagian Pantai Srau inilah yang sering dijadikan lokasi surfing, bukan hanya oleh penduduk lokal, namun juga oleh wisatawan mancanegara. Yang khas dari tempat kedua ini dan wajib dikunjungi adalah gua laut yang terletak pada di bagian paling timur dari lokasi kedua ini.

Lokasi ketiga,  terletak di sebelah barat lokasi kedua atau terletak pada bagian paling barat dari Pantai Srau tersebut. Pada bagian ini terdapat fasilitas berupa anjungan kecil. Dari anjungan tersebut kita dapat menikmati pemandangan sunset yang menawan. Pantainya sendiri tidak terlalu menarik karena hanya merupakan teluk kecil yang langsung menghadap ke Samudera Hindia, dengan kondisi pantai berpasir dan ombak yang relatif kecil namun perairannya cukup dalam.

Selain itu, di lepas pantai dapat kita saksikan karang yang menyembul dan bentuknya mirip seperti ekor Hiu.
Dasar wilayah pasang surut di bagian pantai ini bukan berupa pasir melainkan batuan karang sehingga kita dapatmenyusuri pantai tanpa kaki kita harus terbenam pada pasir pantai dan di celah-celah batuan karang ini, terutama di tempat yang benar-benar terlindung dari sinar matahari, dapat kita temukan berbagai hewan laut seperti teripang, bintang laut, maupun landak laut.

Saya pun terpancing menaiki tebing2 karang yang tinggi untuk melihat lokasi 3 objek pantai dan luas bentangan samudra Hindia semuanya memang tampak indah diatas sini tapi kalau siang-siang mah memang panas banget harus bawa payung atau topi lah sedikit teringat pantai Tanjung Papuma  di Jember yang memang mempunyai sedikit kemiripan dengan 3 lokasi pantainya…Memang seperti biasa jaringan 3 payah jika didaerah pantai khususnya pantai selatan sinyalnya sos mungkin seluler lainnya layaknya telkomsel pasti ada..ha2..Hmm dari atas melihat anak menikmati es degan jadi saya pingin minum soalnya memang panas dan jalannya terjal meski sudah mulai dibangun tangga untuk ke atas bukit karang setelah selesai foto2nya saya bergegas turun…

Bicara secara fasilitas memang sudah agak lengkap dan masih terus dikembangkan WC umum ada pedagang2 penjual di gubuk2 pantai juga ada tempat parkir free…masjid ada, cottage masih dibangun malah ada yang tempatnya diatas bukit karang. Perkembangannya bakal pesat tinggal kebersihan pantai dan kerapian gubug pedagang saja yang harus diperhatikan supaya pantai masih kelihatan indah, bersih dan asri nantinya..

Oh iya di pantai Srau ini juga kalau pingin tahu caranya memancing di samudra banyak para penduduk sekitar memancing di tebing2 karangkok..disini sih sebutannya Pancing Samoedara

Kemudian mencoba istirahat sejenak sambil tiduran di pantai sampai jam 2 an..ZzzZzzz terbangun dan merencanakan perjalanan menuju pantai berikutnya…Lanjut ke Tour de Pacitan(Part2 Watukarung  Beach)

 

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


Masih dari kecamatan Gedangan Malang perjalanan diteruskan menuju daerak Wonogoro di sungai mbarek…Sungai air payau ini langsung terhubung dengan muara di pantai Pesanggrahan..

Karena melihat aliran sungai yang tenang, bersih, hijau  dan tidak terlalu dalam maka kami putuskan untuk menjadi tempat persinggahan kami untuk foto-foto, mandi, dan cuci motor memang sungai mbarek ini biasanya memang dipakai warga sekitar untuk mencuci, mancing dan mandi dapat dilalui menuruni jembatan mbarek yang dari arah Wonogoro jalurnya menuju ke Balekambang…Kami juga terpancing oleh 2 batu besar yang tampak seperti kepala kadal besar…pokoknya yang penting foto-foto dulu di saat terakhir perjalanan yang memang sudah merasa mulai lelah banget dan semakin malam hujan mulai mengguyur..

Sungai Mbarek ini terletak saat kita dari arah pantai Balekambang menuju Wonogor0 akan melewati jembatan pertama yaitu jembatan mbarek..oh iya dari Balekambang ke arah Bajulmati kita setidaknya melewati kalu g salah 6 jembatan he2..agak lupa baru nyampe deh di Bajulmati jalannya hanya bisa di lalui truk dan motor mungkin kalau mobil cmn bisa sampai Wonogoro saja kalau dari Balekambang..

videonya

Berikut touring Sueto kali ini lain kali akan dilanjutkan dengan cerita perjalanan yang menarik lainnya…


Perjalanan Kami teruskan menuju Cilegon perjalanan sekitar 15-20menit nyampe kota  Cilegon…..Hmm kota yang besar sedikit kaget masak Cilegon ada Cinema 21 Serang sebagai ibu kota tidak ada ha2…Sambil jalan2 dikota menghabiskan malam kami mampir ke foodcourt didaerah komplek KS(Krakatau Steel)

Yahh…sambil melepas lelah di foodcourt di sini juga bisa melihat pemandangan kota Cilegon pada malam hari…malam semakin larut kami pun mulai mengantuk dan bersiap tuk kembali ke Serang sebenarnya masih banyak tempat di Cilegon yang patut dikunjungi  misalnya Bukit Pemancar 

imageDari sini kita bisa melihat pemandangan di kota cilegon dan kawasan industri bahkan rawa danaupun dapat kita lihat dari atas bukit. Udarapagi hari di bukit ini masih segar karena sepanjang perumahanan banyak pohon-pohon besar yang mengitari sepanjang jalan.

Krakatau Junggle Park

imageArena rekreasi di pusat kota ini dikelola olah PT.KIEC yang berada di JL. kalimantan tepat di depan Hotel Permata Krakatu Cilegon. Suasana asri dapat di nikmati bagi keluarga yang ingin berekreasi dekat dengan pusat keramaian kota diwaktu hari libur, di Krakatau Jungle Park terdapat arena Outbond (flying fox, jembatan burma dll),sepeda air, Motor ATV, lokasi memancing ikan air tawar serta camping ground.

Batu Lawang-Merak 
imageBatulawang merupakan sebuah perkampungan yang berada di atas puncak gunung yang berada pada perbatasan kecamatan grogol dan pulomerak berjarak kurang lebih 10 Km dari Merak. Di perkampungan batulawang ini terdapat batu besar jalan yang membe lah antara kedua gunung yaitu gunung batur dan gunung gede yang berbatasan dengan Bojonegara dan Merak.Tepatnya terletak di gunung pengobelan Merak dapat kita lihat celah-celah bebatuan yang sangat besar. sehingga kp. batulawang di ambil dari nama batu yang sangat besar membelah kedua jalan antara gunung batur dan gunung gede yang dijadikan pintu atau lawang.

Selain kita menjumpai batu mirip kodok, ada pula celah-celah gunung dengan kemiringan 80 derajat yang menjulang tinggi yang bisa dilihat dari atas batu lawang. Jika kita berjalan kaki dari arah merak ke batulawang berjarak kurang lebih 3 Km, terdapat sumber mata air yang keluar dari celah batu dengan debit cukup deras pada musim penghujan.

Sumber mata air tersebut mirip dengan air terjun tetpi dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi tetapi dengan air yang cukup jernih. Dengan ketinggian hanya 5 meter dari jalan dari Tempat kita berdiri. Sumber mata air tersebut berasal dari celah bebatuan yang berada di sekitar pegunungan batulawang tersebut. Sepanjang tahun 2009 jalan menuju batulawang dari pasar lama Merak dekat pelabuhan penyebrangan Merak sudah bisa digunakan untuk kendaraan bermotor karena sudah di aspal sampai ke Kampung Batulawang, lain halnya lima tahun yang lalu jalan menuju batulawang masih setapak dan berbatu sehingga sulit dilalui oleh kendaraan bermotor lebih lagi pada musim hujan jalan tersebut sangat licin dan terjal sehingga berbahaya untuk dilewati oleh kendaraan bermotor.

Jika kita hobi dengan hiking ataupun joging, tempat tersebut cocok untuk jalan santai dan sebagai joging trek karena masih berada diatas pegunungan yang berhawa cukup sejuk karena cukup jauh dari kawasan industri di wilayah Cilegon dan sekitarnya, serta bisa melihat pemandangan indah dari atas pegunungan Kampung Batulawang.

WaterBoom 
imageKolam renang yang dahulu di peruntukkan hanya untuk club kolam renang krakatau saja dan sering digunakan sebagai sarana event perlombaan renang baik kota Cilegon maupun provinsi Banten karena sesuai standar Internasional, kini kolam renang permata krakatu yang dahulu bernama Krakatau Country Clubmelengkapi arena bermain air di kolam bagian bawah dan di buka waterboom untuk umum sejak tahun 2009 lalu sebagai sarana rekreasi dan wisata permainan air yang di kelola oleh PT.KIEC.Kolam renang waterboom tersebut terdapat 4 kolam renang, diantaranya 1 kolam dengan kedalaman 1 M untuk arena seluncur air yang dialiri air yang cukup deras pada arena tersebut dengan ketinggian 20 M berbentuk seperti ular terdapat 3 belokan yang terbuat dari bahan fiber berwarna merah dan ketinggian 10 M berbentuk seperti ular terdapat 2 belokan yang terbuat dari bahan fiber berwarna kuning yang ditopang oleh besi baja dengan ketinggian 20 M.

Selain itu terdapat kolam pemandian untuk anak-anak dengan kedalaman 60 Cm di tengah kolam terdapat prosotan air yang diatasnya terdapat ember raksasa yang menampung air yang cukup deras dengan durasi 1,40 Menit secara terus menerus akan menumpahkan diri dan menyebarkan percikan air yang kencang disekeliling arena kolam tersebut.

Kolam pemandian khusus anak-anak terdapat dibawah turunan tangga dari kolam renang Atlit dengan kedalaman 60 cm yang diperuntukkan khusus anak-anak saja dan sebelah utara terdapat kolam pemandian anak-anak dan dewasa yang dibatasi pelampung pembatas untuk memisahkan yang dalam dan dangkal dengan kedalaman 1 M dan 1,5 M. Rata-rata kolam renang waterboom tersebut berbentuk oval tak beraturan berlekuk yang memudahkan pengunjung untuk turun ke kolam karena semakin ke pinggiran kolam maka lantai kolam renang tersebut menjadi landai sehingga anak dibawah 5 tahunpun tidak membahayakan jika akan berenang dan bermain di arena waterboom tersebut karena menyesuaikan dengan kebutuhan pengunjung dari dewasa hingga anak balita.

Rekreasi air ini dapat melihat suatu keindahan dengan penataan lokasi yang cukup apik dan bersih serta dapat menikmati fliying fok yang melintas diatas arena waterboom tersebut serta motor ATV di samping areal kolam renang yang di peruntukan bagi anggota klub renang dan perenang dewasa.

Lokasi waterboom permata krakatau berada di Jl. KH Beji yang berdekatan dengan kantor KIEC Cilegon, jarak dari pintu tol cilegon Timur 7 Km dan dari pintu tol Cilegon Barat 5 KM

Rawa  Arum-Merak

image

Sebuah situs rawa yang belum banyak orang di luar Kota Cilegon tahu bahkan untuk sebagian warga Cilegon yang sudah lama menetap sekalipun, hal ini dikarenakan letaknya yang cukup tersembunyi di antara padatnya rumah penduduk. Rawa Arum merupakan sebuah nama desa di Kecamatan Pulo Merak yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Pemerintahan Kota Cilegon.

Cukup mudah untuk menuju Desa Rawa Arum dimana letak Situs Rawa tersebut berada yaitu dari arah Kota Cilegon berkendaraan menuju ke arah jalan Raya Cilegon Merak kurang lebih 5 Km atau bagi orang yang melalui Tol Jakarta-Merak keluar di pintu Tol Cilegon Barat lalu mengarah ke arah jalan Pelabuhan Merak sekitar 3 Km dari pintu tol.

Sedikit cerita yang ada di balik asal muasal Situs Rawa Arum terbentuk, berawal ketika gunung Krakatau meletus sekitar tahun 1883 bertepatan dengan tragedi pembrontakan rakyat Cilegon kepada pemrintahan kolonial Belanda yaitu Geger Banten 1883 yang di pimpin Oleh KH Wasid. Rawa arum terbentuk sebagai akibat dari proses alam karena letusan gunung Krakatau yang sebagian sejarah dunia mencatat sebagai letusan gunung yang terbesar setelah Gunung Tambora dengan efek ledakan 100.000 kali bom atom yang di jatuhkan di Hirosima Jepang. Bersamaan dengan meletusnya gunung krakatau, tsunami besar terjadi sehingga menyebakan banjir bandang di beberapa wilayah pesisir yang berdekatan dengan laut yang sekarang di sebut selat sunda dan salah satu tempat yang tenggelam itu adalah desa Telaga Arum. Telaga Arum di perintah oleh seorang Ki Ageng yaitu Ki Ageng Ireng yang masih berkerabat dekat dengan Sultan Pelembang.

Singkat cerita, setelah sekian lama banjir yang menenggelamkan wilayah pesisir selat sunda surut tetapi tidak demikian dengan desa Telaga Arum, masih tetap tergenang oleh air yang kemudian di atas air yang menengelamkan desa Telaga Arum menjadi sebuah rawa yang kemudian di tumbuhi oleh tanaman teratai yang berbunga putih dan menyebarkan bau yang sangat harum sehingga oleh Ki Ageng Ireng rawa itu disebut dengan nama Telaga Arum yang akhirnya sekarang lebih di kenal dengan nama Desa Rawa Arum. Dan oleh Ki Ageng Ireng di genangan yang terbentuk di sebarkan bening ikan sepat siam yang di bawanya dari Pelambang kala itu. Saat ini wilayah rawa tersebut sedang di kembangkan oleh pemerintah Kota Cilegon sebagai tempat wisata air yang cukup bagus. Dikarenakan letaknya yang tidak terlalu jauh dengan pusat kota dan pemandangannya yang bisa di bilang eksotis dengan hamparan air yang cukup luas sekitar 10 hektar dengan latar belakang deretan pegungan. Dengan pertimbangan tersebut rasanya Rawa Arum bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang harus di kunjungi.

Gunung Santri
imageGunung santri merupakan salah satu bukit dan nama kampung yang ada di Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang Daerah ini berada di sebelah barat laut daerah pantai utara 7 Kilometer dari Kota Cilegon. Letak gunung santri berada ditengah dikelilingi gugusan gunung-gunung yang memanjang dimulai dari pantai dan berakhir pada gunung induk yaitu gunung gede. di puncak gunung santri terdapat makan seorang wali yaitu Syekh Muhammad Sholeh, jarak tempuh dari kaki bukit menuju puncak bejarak 500 M hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.Kampung di sekitar gunung santri antara lain Kejangkungan, Lumajang, Ciranggon, Beji, Gunung Santri dan Pangsoran. Di kaki bukit sebelah utara di kampung Beji terdapat masjid kuno yang seumur dengan masjid Banten lama yaitu Masjid Beji yang merupakan masjid bersejarah yang masih kokoh tegak berdiri sesuai dengan bentuk aslinya sejak zaman Kesultanan Banten yang kala itu Sultan Hasanudin memimpin Banten. Syekh Muhammad Sholeh adalah Santri dari Sunan Ampel, setelah menimba ilmu beliau menemui Sultan Syarif Hidayatullah atau lebih di kenal dengan gelar Sunan Gunung Jati (ayahanda dari Sultan Hasanudin) pada masa itu penguasa Cirebon. Dan Syeh Muhamad Sholeh diperintahkan oleh Sultan Syarif Hidayatullah untuk mencari putranya yang sudah lama tidak ke Cirebon dan sambil berdakwah yang kala itu Banten masih beragama hindu dan masih dibawah kekuasaan kerajaan pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Umun dengan pusat pemerintahanya berada di Banten Girang.

Sesuai ketelatennya akhirnya Syekh Muhammad Sholeh pun bertemu Sultan Hasanudin di Gunung Lempuyang dekat kampung Merapit Desa UkirSari Kec. Bojonegara yang terletak di sebelah barat pusat kecamatan yang sedang Bermunajat kepada Allah SWT. Setelah memaparkan maksud dan tujuannya, Sultan Hasanudin pun menolak untuk kembali ke Cirebon. Karena kedekatannya dengan ayahnya Sultan Hasanudin yaitu Syarif Hidayatullah, akhirnya Sultan Hasanudin pun mengangkat Syekh Muhammad Sholeh untuk menjadi pengawal sekaligus penasehat dengan julukan “Cili Kored” karena berhasil dengan pertanian dengan mengelola sawah untuk hidup sehari-hari dengan julukan sawah si derup yang berada di blok Beji.

Syiar agam Islam yang dilakukan Sultan Hasanudin mendapat tantangan dari Prabu Pucuk Umun, karena berhasil menyebarkan agama Islam di Banten sampai bagian Selatan Gunung Pulosari (Gunung Karang) dan Pulau Panaitan Ujung Kulon. Keberhasilan ini mengusik Prabu Pucuk Umun karena semakin kehilangan pengaruh, dan menantang Sultan Hasanudin untuk bertarung dengan cara mengadu ayam jago dan sebagai taruhannya akan dipotong lehernya, tantangan Prabu Pucuk umun diterima oleh sultan Hasanudin. Setelah Sultan Hasanudin bermusyawarah dengan pengawalnya Syekh Muhamad Soleh, akhirnya disepakati yang akan bertarung melawan Prabu Pucuk Umun adalah Syekh Muhamad Sholeh yang bisa menyerupai bentuk ayam jago seperti halnya ayam jago biasa. Hal ini terjadi karena kekuasaan Allah SWT.

Pertarungan dua ayam jago tersebut berlangsung seru namun akhirnya ayam jago milik Sultan Maulana Hasanudin yang memenangkan pertarungan dan membawa ayam jago tersebut kerumahnya. Ayam jago tersebut berubah menjadi sosok Syekh Muhammad Sholeh sekembalinya di rumah Sultan Maulana Hasanudin. Akibat kekalahan adu ayam jago tersebut Prabu Pucuk Umun pun tidak terima dan mengajak berperang Sultan Maulana Hasanudin, mungkin sedang naas pasukan Prabu Pucuk Umun pun kalah dalam perperangan dan mundur ke selatan bersembunyi di pedalaman rangkas yang sekarang dikenal dengan suku Baduy.

Setelah selesai mengemban tugas dari Sultan Maulana Hasanudin, Syekh Muhammad Sholeh pun kembali ke kediamannya di Gunung santri dan melanjutkan aktifitasnya sebagai mubaligh dan menyiarkan agama Islam kembali. Keberhasilan Syekh Muhammad Sholeh dalam menyebarkan agama Islam di pantai utara banten ini didasari dengan rasa keihlasan dan kejujuran dalam menanamkan tauhid kepada santrinya, semua itu patut di teladani oleh kita semua oleh generasi penerus untuk menegakkan amal ma’rup nahi mungkar.

Beliau Wafat pada usia 76 Tahun dan beliau berpesan kepada santrinya jika ia wafat untuk dimakamkan di Gunung Santri dan di dekat makan beliau terdapat pengawal sekaligus santri syekh Muhammad Sholeh yaitu makam Malik, Isroil, Ali dan Akbar yang setia menemani syekh dalam meyiarkan agama Islam. Syekh Muhammad Sholeh wafat pada tahun 1550 Hijriah/958 M. jalan menuju makam Waliyullah tersebut mencapai kemiringan 70-75 Derajat sehingga membutuhkan stamina yang prima untuk mencapai tujuan jika akan berziarah. Jarak tempuh dari tol cilegon Timur 6 KM kearah Utara Bojonegara, jika dari Kota Cilegon melalui jalan Eks Matahari lama sekarang menjadi gedung Cilegon Trade Center 7 KM kearah utara Bojonegara disarikan dari buku “Gunung Santri Objek Wisata Religius”

 Yahh begitulah karena waktu saya cuman sebentar di Serang ya mending saya istirahat dulu soalnya besok jumat adapi lah hari terakhir saya di Serang….Tapi besoknya saya akan sempatkan berkunjung ke daerah Anyer so…………next trip again!
Sumber : wisatabanten.com
%d blogger menyukai ini: