Tag Archive: East Java



IMG_5754

Hi salamwildlife!Libur Lebaran 2016 Sueto tim memulai melakukan touring lagi, ada beberapa rekan sueto yang melakukan perjalanan ke Gunung Prau/dieng dan Teluk Love Jember. Nah perjalanan Sueto kali ini tujuannya adalah Pantai Patuk Gebang, Pantai jung pakis dan Kedung Aqua/Kalipucung. Rencana awal memang dilakukan untuk sekalian mengunjungi rekan-rekan Sueto yang banyak berdomisili di Jombang, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek. Oleh karena itu kita memilih destinasi itu karena pada waktu lebaran tahun kemarin kita hanya sampai Pantai Sanggar, dan ujung karang.

Kami tertarik pada medannya yang berat menyusuri hutan perbukitan dan salah satu destinasinya yaitu Kedung Aqua.

peta

Keberangkatan tetap dimulai dari Surabaya karena ada anggota tim Sueto yang memang kampoeng halamannya asli Surabaya. Berangkat h+2 jumat malam bertandang ke Jombang dulu kemudian langsung menuju Tulunggungagung kota arah pantai popoh. Setelah sarapan sekitar jam 5 pagi di Tulungagung kamipun langsung menuju arah Pantai Sanggar untuk cerita sebelumnya ke Pantai Sanggar bisa dilihat di link ini

 

http://www.suetoclub.com/2015/07/salam-wildlifetak-henti-hentinya-kami.html

 

Jalanan dari Tulungagung sampai arah tiket masuk sekarang sudah bagus ada papan penunjuk arahnya dan tidak seperti dulu yang harus bertanya-tanya ke warga. Sampai loket pantai Sanggar sudah ada tarif resminya sekarang Rp3000,- kalau dulu hanya sumbangan sukarela tapi jalannya tetap sama extreme untuk rider tertentu.

Sampai pantai Sanggar kita parkir Rp 2000,- kemudian prepare sebentar dan bersiap untuk trackking menuju arah Patuk Gebang. Ini pertama kalinya Sueto tim melewati track ini..karena memang tidak ada penunjuk jalur yang jelas temenan, akhirnya kita ke sasar akhirnya tim dibagi tiga untuk menelusuri jalur…usut punya usut ternyata memang banyak pengunjung lain juga kesasar..Setelah akhirnya kami telusuri kami menemukan beberapa jalan yang bisa dilalui bisa dibilang jalurnya ternyata ada 4 jalur dan semuanya menaiki bukit baru bertemu hutan basah mengetari pinggir pantai.

Jalur wedok 1 dari pertigaan kebun pisang langsung belok kiri yang paling kiri jalurnya agak landai dan besar nanti sampai keatas akan bertemu jalur 2 nah dari situ akan melewati hutan gundul dan tinggal sejalur saja untuk menuju pantai patuk gebang.

Jalur lanang 2 dari pertigaan kebun pisang belok kiri yang kedua jalurnya agak kecil tracknya terjal batu-batu dan tanjakannya lumayan menguras tenaga otomatis turunnya juga susah.

Jalur Liar 3 dari pertigaan kebun pisang lurus saja jalannya besar tapi setelah ditelusuri jalurnya akan menjadi acak dan memasuki kebun pisang yang gersang kemudian dari situ anda akan disuruh memilih lewat jalur babat alas kekiri nanti langsung bertemu juga di hutan gundul setelah menaiki bukit (jangan harap ada trak pemandu disini karena memang jalurnya liar).

Jalur Ojek 4 Nah jalur ojek ini dilalui agak berbeda dari awal jalur ojek ini adalah jalur yang dilewati ojek-ojek trail dari patuk gebang ke sanggar. Jalurnya agak memutar untuk yang pernah menaiki ojek jalurnya bisa cukup extreme.

Akhirnya setelah melalui beberapa jalur hampa diatas maka sekitar 2jam kami Alhamdulillah sampai di pantai Patuk gebang. Karena ada beberapa rekan yang kaget dan cidera maka beberapa ada yang istirahat dahulu.

Setelah istirahat tenaga kami sudah terisi sambil mengambil dokumentasi ada beberapa ojek yang menawarkan jasa ojek dari Patuk gebang-Sanggar atau sebaliknya, Patuk Gebang-Kedung Aqua-Sanggar dengan beberapa tarif kalau dari Patuk-sanggar biaya Rp 25.000,- sekali jalan kalau dari Patuk gebang-Kedung Aqua-Sanggar Rp 35.000,- (kalau dibonceng hati-hati ya)haha

Terus kamipun merencanakan bagi anggota yang perempuan bisa balik pakai ojek saja kalau yang laki-laki kalau bisa waktunya diteruskan saja ke jung pakis tapi ternyat yang cewek-cewek masih mau ikut ke Jung pakis dulu.

Perjalanan dari Pantai Patuk Gebang ke Pantai Jung Pakis cuman 100meterkok jadi deket jalan kaki paling cuman 10-15menit. Karena Jungpakis pantai tidak seberapa buas seperti Patu Gebang ya kami menikmati airlautnya dulu saja sambil memetik buah degan disekitar pantai lumayan kan gratis tapi sudah seijin pemilik kebun setempat.

Setelah selesai dokumentasi sebenarnya kami ingin melanjutkan perjalanan ke kedung Aqua yang ternyata jaraknya masih separuh jarak sanggar-patuk gebang tentunya dengan jalan kaki dan hari sudah mulai petang saat itu sekitar jam 4 belum (mungkin kami sarankan kalau mau ke kedung aqua lain kali bisa naik ojek aja tantangan baru/ datang lebih pagi dari patuk gebang atau bisa camp di patu gebang).

Akhirnya kami kembali menjalani trak patu gebang-sanggar ternyata eh ternyat tenaga pulang lebih cepat daripada tenaga berangkat cuman 35menit saja sudah sampai sanggar kemudian Ishoma dan balik Tulunggagung mampir dulu ke waduk wonorejo dan jam 11malam langsung balik ke Jombang. Besoknya hari Minggu langsung prepare ke Surabaya.

Dokumentasi :

 

Kalau ingin lihat medan tracknya bisa lihat video dibawah ini :

 

 

Terima kasih telah membaca cerita touring kami mudah-mudahan kalau mampir kesini juga dijaga kebersihaanya seperti sampah botol-botol Aqua yang harus dibawa balik dan dibuah sesuai tempatnya. Maklum karena di Pantai Patuk Gebang tidak ada orang berjualan kemudian biasanya wisatawan yang sudah kecapaian dia tidak mau kerepotan membawa sampahnya. Apalagi ada memang beberapa trak licin saat dihutan.

 

 

Iklan

SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :


10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


 

IMG_9100

Yup Perjalanan lagi salam wildlife…Kali ini weekend perjalanannya yang dekat-dekat saja touring ke Cuban Talun Malang. Perjalan ini masih baru saja kok di bulan Juni 2013 berangkat pagi di hari Minggu dari Surabaya dengan jalur Sidoarjo-Tulangan-Mojosari-Pacet-Cangar-Cuban Talun yah termasuk jalur cepat dan sepi di hari minggu. Berangkat sekitar jam 10 pagi, biasanya peserta kebanyakan jam karet jadi rencana molor jauh tapi selama ada niatan kita berangkat. Perjalanan melewati daerah Cangar ini memang lebih dekat di bandingkan harus memutar lewat lawang/malang tapi untuk melewati daerah ini kondisi motor harus prima karena tracknya memang penuh S corner  Road naik turun yang tajam jadi kalau tak hati-hati dalam membagi gas motor-mobil bisa tak kuat nanjak. Yah syukur-syukur yang pakai motor bebek boncengan bisa naik sambil dorong olahraga dikit tapi perjalanan jadi seru kalau lewat cangar di padu dengan pemandangan yang indah. Tapi bagi yang sudah lama tak lewat sini jangan di kira jalur cangar-batu ini sepi seperti tahun-tahun di bawah 2010 tapi bahkan tanjakan pun bisa macet kalau ada mobil yang pas-pasan di jalan karena kalau hari libur ramai banyak muda-mudi yang cari angin di jalur sekitar Cangar-Batu ini.

Anggap saja perjalanan sudah sampai di puncak cangar tepatnya di pemandian air panas cangar, kita istirahat dulu untuk mendinginkan mesin dan pantat. Sebelum ke puncak kalau sering lewat pasti tahu ada air terjun juga namanya Cuban kembar watu ombo sudah saya posting juga di https://suetoclub.wordpress.com/2013/03/26/tour-tak-terduga-sueto-ke-coban-kembar-watu-ondo-cangar-sby-malang-batu-mojosari-sda/ .Sudah selesai istirahatnya kami pun turun puncak melewati bumi aji terus ke arah selecta tapi sebelum selecta udah ada plakat arah ke Cuban Talun kok bagi yang belum pernah kesana. Akhirnya kami pun masuk tiket hari itu 2 motor 2 orang kita kenak 20ribuan kayaknya dikorting karena waktu itu pengunjung gak ramai seperti biasanya dan hari tampak mendung tak bersahabat. kemudian masuk parkir motor melihat area sekitar dan perjalanan langsung kami lanjutkan sekalian hunting spot-spot yang bagus sekitar perjalanan setapak menuju Cuban Talun.

Berikut ini saya share foto-fotonya biasa narsis sedikit demi mengenalkan destinasi wisata yang masih alami

IMG_9033

IMG_9042

IMG_9052

 

IMG_9142

IMG_9185

IMG_9240

 

IMG_9242

IMG_9279

IMG_9299

IMG_9317

IMG_9340

Eh waktu perjalanan pulang saat di air terjun ketemu personel baru yang mau bareng ikutan kami pulang ke Sidoarjo karena mereka tidak tahu jalan yang lewat cangar akhirnya berangkat 4 orang pulangnya jadi 6 orang tambah rame tapi suasana pulang saat itu sudah diguyur hujan, kamipun menunggu hujan reda supaya bisa aman melewati medan jalan cangar. Sebelum kabut mulai tebal dan kami sangat kedinginan langsung tancap gas dan pulang menuju kota Surabaya meskipun saat pulang ada beberapa kejadian trouble tapi akhirnya kami sampai rumah dan nice tour untuk saat itu dan masih banyak lagi destinasi air terjun di Malang yang bisa para traveller atau bacpackers ini kunjungi di kab. Malang..

See ya for the next tour……..

Lokasi Cuban Talun :

Coban Talun  berada di kawasan wisata Bumi Perkemahan Coban Talun di lereng barat Gunung ArjunaWelirang.  Coban ini memiliki ketinggian sekitar 75 meter dengan diameter +/-15 meter dan pemandangan yang elok di sekitar lokasinya,  karena selain bisa menikmati gemuruh deburan air terjun,  juga bisa menyaksikan banyak pelangi di setiap sudut.

Akses :

Lokasi menuju Coban Talun Jaraknya kurang lebih 15 km dari kota malang. Untuk menuju ke lokasi dari kota Malang bisa ditempuh dengan naik bus mini dari terminal Landungsari,atau naik angkota, kemudian turun di terminal Batu, perjalanan dilanjutkan dengan naik Angkot lagi jurusan sumber Brantas. Dan supaya kalau mau turun bilang pada pak supir turun di coban talun, setelah itu dilanjutkan dengan jalan kaki menuju lokasi, di sana ada penunjuk jalan ke coban Talun sedangkan bagi yang membawa mobil pribadi bisa langsung menuju lokasi.

Untuk dapat mencapai lokasi wisata ini wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 15 km atau 1,5 jam dari pusat kota Malang. Namun, tidak perlu khawatir karena wisatawan dapat mencapai lokasi dengan menggunakan Angkot jurusan sesuai dengan tujuan ke Selecta, yakni menggunakan Angkot berwarna biru dengan code AL (Arjosari-Landungsari) atau ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) dengan biaya sebesar Rp 3.000,- turun di Terminal Landungsari. Dari Landungsari, wisatawan melanjutkan perjalanan dengan Angkot berwarna Pink atau Ungu tujuan ke Terminal Batu dengan biaya sebesar Rp 4.000,- .

Sesampainya di Terminal Batu, wisatawan lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Angkot berwarna Orange tujuan Selecta-Coban Talun dengan biaya sebesar Rp 4.000,-. Nah, dengan menggunakan Angkot ini, wisatawan langsung akan diturunkan di pintu masuk lokasi wisata Coban Talun. Jalan menuju ke lokasi bisa dikatakan sudah cukup rusak meskipun beraspal. Namun, tetap bisa dilalui kendaraan bermotor. Di sepanjang perjalanan wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah, dengan kanan dan kiri pohon apel yang banyak ditanam oleh warga sekitar.

Dari pintu masuk tersebut, wisatawan harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 50 meter hingga sampai ke pintu gerbang atau loket pembayaran karcis masuk air terjun Coban Talun.

Dari lokasi parkir, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri hutan pinus yang sangat eksotik. Namun sebelum itu, harus menyebrangi dua aliran sungai, disini wisatawan perlu jeli dalam menentukan pijakan. Karena apabila tidak jeli bisa-bisa pijakan tersebut sangat dalam selutut orang dewasa. Untuk mempermudah perjalanan wisatawan menuju lokasi wisata, pengelola telah membuat tanda-tanda di beberapa batang pohon. Perjalanan memakan waktu sekitar 30-60 menit perjalanan. Memang sudah dipasang tanda oleh pengelola namun trek yang sedikit berlumpur dan jalan yang cukup menurun akan menyulitkan para wisatawan sekalian. Jadi, tetap diperlukan kehati-hatian dan tenaga ekstra untuk dapat mencapai air terjun Coban Talun tersebut.

Di sepertiga jalan menuju lokasi wisata, ada dua jalan yang bercabang. Jalan sebelah kanan adalah jalan menuju air terjun Coban Talun di bagian atas sedangkan jika wisatawan tetap mengikuti arah jalan tersebut maka akan berada di bagian bawah aliran sungai dari air terjun tersebut. Meskipun demikian kedua jalan tersebut akan memberikan keindahan air terjun setinggu kurang lebih 75 meter. Keindahan lain dari air terjun ini adalah terdapatnya batua-batuan pegunungan yang sangat besar yang tentunya menambah keeksotikan air terjun Coban Taun ini.

Selain itu, apabila kondisi cuaca sedang cerah maka butiran air yang terhempas angin akan menimbulkan warna pelangi yang sangat indah dan mempesona. Warna pelangi tersebut dapat wisatawan saksikan hampir di sekeliling lokasi wisata tersebut. Sungguh perpaduan alam yang sangat eksotik dan menawan. Namun perlu diketahui bahwa, apabila hujan turun deras maka semua pengunjung diwajibkan meninggalkan lokasi wisata ini karena ditakutkan terjadinya banjir.

Tiket masuk :

Tiket masuk adalah Rp 5000 per orang dan tiket parkir Rp 2000 (untuk roda dua) dan Rp 4000 (untuk roda empat).


Hi Salam wild life! Posting kali ini hanya sebagai selingan saja agar kita menambah wawasan tentang legenda-legenda alam yang unik dari seluruh Indonesia mulai dari legenda adanya para gunung dulu deh di Indonesia dari sabang-merauke..nanti setahap demi setahap kita posting meskipun sudah banyak yang tahu tapi kita harap yang belum tahu juga punya keinginan untuk ingin tahu legenda-legenda di Indonesia 🙂

Yup mungkin di mulai dari Jawa Timur dulu gunung yang pernah saya daki. Baru kemudian gunung-gunung lainnya di Indonesia

Pada suatu ketika Arjuna bertapa di puncak sebuah gunung dengan sangat tekunnya, hingga berbulan – bulan. Karena ketekunannya hingga tubuhnya mengeluarkan sinar yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Karena perbawanya yang hebat jika burung berani terbang di atasnya pastilah jatuh tersungkur. Makhluk apapun tak berani mengganggu.

Begitu khusuknya Arjuna bersemedi hingga menimbulkan goro-goro di Kahyangan Suralaya, Kahyangan geger. Kawah condrodimuko mendidih menyemburkan muntahan lahar. Bumi bergoncang, Petir menggelegar di siang bolong, terjadi hujan salah musim hingga menimbulkan banjir, menyebarkan penyakit, orang yang sore sakit pagi mati, pagi sakit sore mati. Bahkan gunung tempatnya bertapa menjadi terangkat menjulang ke langit.

Para Dewa sangat kuatir, mereka berkumpul mengadakan sidang dipimpin oleh Batara Guru. “Ada apa gerangan yang terjadi di Marcapada , kakang Narada. Hingga Kahyangan menjadi geger” sabda Batara Guru, sebagai kata pembuka meskipun sebenarnya dia sudah mengetahui jawabannya.

Akhir dari Sidang Paripurna Para Dewa memutuskan bahwa hanya Batara Narada lah yang bakal sanggup menyelesaikan masalah. Seperti biasanya Bidadari cantikpun tak akan sanggup membangunkan tapa Arjuna. Batara Narada segera turun ke Marcapada, mencari titah yang menjadi sumber goro-goro. Sesaat ia terbang, ngiter-ngiter di angkasa.

Dilihatnya Arjuna sedang bertapa di puncak gunung. Bersabdalah Batara Narada “Cucuku Arjuna bangunlah dari tapamu, semua orang bahkan para Dewa akan menjadi celaka bila kau tak mau menghentikan tapa mu”. Arjuna mendengar panggilan tersebut, karena keangkuhannya jangankan bangun dari tapanya, justru dia malah semakin tekun. Dia berfikir bila dia tidak mau bangun pasti Dewa akan kebingungan dan akan menghadiahkan banyak senjata dan kesaktian.

Betara Narada gagal membangun kan tapa Arjuna, meskipun dia sudah menjanjikan berbagai kesaktian. Dengan bingung dan putus asa, segera terbang kembali ke Kahyangan. Sidang susulanpun segera di gelar untuk mencari cara bagaimana menggulingkan sang Arjuna dari tapanya.

Akhirnya diutuslah Batara Ismaya yang sudah menjelma menjadi Semar untuk membangunkan tapa Arjuna. Bersama dengan Togog berdua mereka segera bersemedi dimasing-masing sisi gunung tempat Arjuna bertapa. Berkat kesaktian mereka tubuh mereka berubah menjadi tinggi besar hingga melampaui puncak gunung. Lalu mereka mengeruk bagian bawahnya dan memotongnya. Mereka melemparkan puncak gunung itu ketempat lain.

Arjuna segera terbangun dari tapanya. Dan memperoleh nasehat dari Semar bahwa tindakannya itu tidak benar. Gunung tempat Arjuna bertapa itu diberi nama Gunung Arjuna. Potongan gunung yang di lempar diberi nama Gunung Wukir.

Punden Mahkutoromo

Gowa Naga Geni Tampuono

Candi Watu Kursi di Sepilar

Patung Eyang Semar

Lembah Kijang

Kesimpulan

Cerita tentang Gunung Arjuna ini disebut legenda, sebab Gunung Arjuna dan Gunung Wukir itu masih bisa kita lihat sampai sekarang. Gunung Arjuna terletak di sebelah utara kota Batu, sedangkan Gunung Wukir letaknya di sebelah tenggara kota Batu.
Perlu kita ingat bahwa kita sering lupa diri seperti Arjuna. Lebih-lebih kalau kita sedang bernasib baik. Kitacenderung menjadi sombong dan tinggi hati.
Dengan membaca legenda ini hendaknya selalu ingatbahwa kesombongan itu tidak baik, karena bisa merugikan diri kita dan orang lain. Hendaknya kita selalu rendah hati meskipun kita mempunyai keistimewaan tertentu.
Sumber :

Jika bosan menonton pertunjukan musik yang biasa-biasa saja, Jazz Gunung menawarkan cara baru menikmati jazz, yakni pada ketinggian di atas 2000 meter.

Luangkan waktu pada weekend pertama di bulan Juli nanti, dan datanglah ke Bromo. Acara musik tahunan, Jazz Gunung, akan diselenggarakan untuk yang ke empat kalinya. Jika pada perhelatan-perhelatan sebelumnya acara ini hanya diadakan satu hari, tahun ini terasa lebih spesial karena akan berlangsung lebih lama, yakni pada tanggal 6-7 Juli.

Sigit Pramono, salah seorang penggagas Jazz Gunung, pada jumpa pers yang berlangsung kemarin menjelaskan bahwa penambahan hari dimaksudkan untuk menampung animo pengunjung yang besar. Sebagai contoh, Jazz Gunung 2011 berhasil mendatangkan 1300 orang penonton, atau naik 300 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu agar para pengunjung dapat menikmati Bromo lebih lama, yang otomatis akan turut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Jazz Gunung akan diselenggarakan di panggung terbuka Hotel Java Banana Bromo, Jl. Raya Bromo, Wonotoro, Sukapura, Probolonggu, Jawa Timur. Deretan musisi jazz tanah air siap menghibur dan menghangatkan suasana pegunungan yang menyejukkan, antara lain Tompi, Glenn Fredly, Ring Fire Project feat Djaduk Ferianto, Dewa Budjana dan Slamet Gundono, Iga Mawarni, Benny & Barry Likumahuwa, Kelompok Seni Damarwangi, Gondho Jazz trio, Muchi Choir Yogyakarta. Sementara Butet Kertaredjasa didapuk sebagai pemandu acara.

Jazz Gunung sendiri mengusung misi utama untuk menumbuhkan sektor pariwisata di daerah Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru, dan sekaligus untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik jazz.

Beberapa musisi akan membawakan musik jazz dengan aransemen etnik. Tompi, yang direncanakan akan berkolaborasi dengan Glenn Fredly, meyakinkan bahwa “etnik” di sini bukan berarti ia akan membawakan lagu Aceh dan Glenn membawakan lagu Ambon, namun lebih pada kolaborasi yang cair dan dinamis. Agar tetap menjadi kejutan, ia dan Glenn tidak membocorkan lagu-lagu apa saja yang akan mereka berdua bawakan nantinya.

Salah seorang musisi jazz senior yang juga hadir dalam jumpa pers adalah Benny Likumahuwa. Ia akan berkolaborasi dengan putranya yang juga meniti karir sebagai musisi jazz, Barry Likumahuwa, dan membawakan materi album baru miliknya yang berjudul Like Father Like Son. Ketika ditanya soal jazz etnik yang akan mereka bawakan nanti, ia mengaku belum mempersiapkan apa-apa. “Biasanya baru muncul on the spot. That’s why we called it jazz,” pungkas Benny.

Selain pertunjukan musik, Jazz Gunung 2012 juga akan menampilkan pameran keramik karya Ahadiat Joedawinata di Java Banana Art Gallery. Pameran yang dikuratori Rizki A. Zaelani dan bertajuk Signature ini menampilkan karya keramik yang menggunakan bahan-bahan dan proses pengerjaannya dekat dengan fenomena alamSelaras dengan lokasi pameran, yang mengambil tempat di salah satu destinasi wisata alam terbaik di Indonesia.

Masih ada sekitar tiga minggu menuju perhelatan Jazz Gunung 2012. Luangkan waktu dan mulai rencanakan trip untuk dapat menikmati suguhan lengkap ini. Kapan lagi bisa menonton pertunjukan musik, pameran seni, sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.

Sampai jumpa di Bromo!

Panduan singkat Jazz Gunung 2012:

Tiket

Tiket dijual dalam dua kategori:

  1. 1-day pass (pertunjukan tanggal 6/7 Juli) Rp 150,000
  2. 2-day pass (pertunjukan tanggal 6 & 7 Juli) Rp 200,000

Untuk membeli tiket dapat melalui www.ticket.jazzgunung.com, atau  kirim email ke tiket@jazzgunung.com. Khusus yang berdomisili di Malang, tiket dapat dibeli di Uklam-Uklam Tour and Guide di Jalan Mahakam No. 2., telepon 0856-555-03323.

Transportasi

Kota terdekat dari lokasi Jazz Gunung adalah Probolinggo, sehingga lebih mudah diakses dari Surabaya dan Malang. Bagi yang berasal dari luar Surabaya dan Malang, dapat menggunakan pesawat terbang untuk menuju kedua kota tersebut. (Cek harga tiket pesawat menujuSurabaya atau Malang di WEGO Indonesia).

Perjalanan menuju Probolinggo dapat dilanjutkan dengan kereta api. Dari Surabaya menggunakan KA Mutiara Timur melalui stasiun Gubeng, Surabaya. Sedangkan dari Malang, menggunakan KA Tawang Alun melalui stasiun Kota Baru, Malang. Pemberhentian terakhir di Stasiun Probolinggo (cek jadwal keberangkatan di situs PT Kereta Api Indonesia), lalu dilanjutkan dengan naik angkutan umum menuju Java Banana Bromo, lokasi Jazz Gunung 2012.

Akomodasi

Para pengunjung dapat menginap di hotel-hotel yang terdapat di sekitar lokasi Jazz Gunung 2012 (cek daftar hotel di Probolinggo menggunakan WEGO Indonesia). Jika kebetulan hotel-hotel tersebut penuh, penduduk sekitar menyediakan kamar yang biasa disewakan kepada pendatang, dengan tarif beragam.

Paket Tur

Pihak panitia menyediakan paket tur yang bertajuk “Jazz Gunung 2012 Tour, Discover Jazz Within the Mountain”. Paket tur ini terdiri dari serangkaian aktivitas dan fasilitas dari tanggal 6-8 Juli 2012 di mana 1 (satu) paket tur berlaku untuk 2 (dua) orang.

 

Aktivitas dan fasilitas dari Jazz Gunung 2012 Tour adalah sebagai berikut:

  • Penginapan 3 hari 2 malam untuk 2 (dua) orang (termasuk sarapan) pada tanggal 6-8 Juli 2012 di hotel pilihan (Hotel Sukapura Permai atau Hotel Bromo Permai);
  • Fasilitas transportasi antar dan jemput Bandara Internasional Juanda Surabaya – Venue Jazz Gunung 2012, pada tanggal 6 Juli 2012 dan tanggal 8 Juli 2012. Penjemputan dilakukan tanggal 6 Juli jam 09.00 WIB di Bandara Juanda Surabaya dan pengantaran dari hotel menuju Bandara dilakukan pada tanggal 8 Juli jam 10.00 WIB;
  • 2 tiket 2-days pass Jazz Gunung 2012;
  • 2 paket merchandise eksklusif Jazz Gunung 2012 Tour;
  • Undangan untuk menyaksikan pameran seni keramik Ahadiat Joedawinata di Java Banana Gallery; dan
  • Bromo sunrise tour pada tanggal 7 Juli 2012 untuk 2 orang.

Info lengkap dan pemesanan paket tur dapat diakses melalui situs Jazz Gunung, atau email ke tur@jazzgunung.com.

.

Sumber foto: Jazz Gununghttp://www.wego.co.id/berita/jazz-gunung-2012-siap-digelar-di-bromo/


Warung ini mulai berdiri sejak tahun 1983 berlokasi di Jalan Genteng Durasim atau Gang samping Hotel Weta Surabaya. Menu spesial di sini adalah Rujak Cingur dan Sop Buntut yang bikin pengen balik lagi. Seporsi Rujak Cingur seharga Rp 14.000 an dan untuk Rujak Cingur spesial bisa di dapat dengan harga Rp 25.000 an saja, begitu juga dengan Sop Buntut untuk yang biasa dan spesial harga nya sama dengan Rujak Cingur.

Saat ini warung ini dikelolah oleh Pak Hedri yang mewarisi usaha dari ibu nya, tidak hanya Rujak Cingur dan Sop Buntut, di sini juga masih banyak menu makanan khas Jawa Timur lainnya seperti, Sayur Asem, Sayur Lodeh, Gado-gado, Rawon, dan Nasi Campur yang rata-rata dihargai Rp7.000. Ternyata selain dari masyarakat Surabaya sendiri, warung ini juga dijadikan persinggahan kuliner dari para artis. Warung Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim buka setiap hari kecuali hari minggu di minggu terakhir setiap bulan dan hari besar tutup.

Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Jl Genteng Durasim No. 29, Surabaya
Telp:  031 5358213
Jam buka: 10.30 – 17.30 wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-17-028-Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Pic: ayo cak, blog nasyiah berunna


Siapa yang tidak kenal dengan kuliner sop buntut, pasti Anda semua sudah mengetahuinya. Tapi sop buntut yang kali ini lumayan berbeda dengan biasanya lho. Sop buntut goreng, iya itulah nama kuliner yang satu ini. Bila Anda penasaran langsung datang saja ke TKP yang beralamatkan di Jl. Tegalsari 77 – 85. Dengan harga yang tidak terlalu mahal Anda bisa mencicipi kelezatan kuliner ini.

Menu

Indonesian Foods
Lumpia Bisanta
Sup Buntut Goreng Bisanta

Anggrek Restaurant,
Hotel Bisanta Bidakara
Jl. Tegalsari 77 – 85, Surabaya
Telp: 031 – 5457007,   0811300772
Fax : 031 – 5318928
Web: http://www.bisanta-bidakara.com/facilities.asp

(Surabaya, City Guide)


Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini, sebuah pedagang kaki lima yang laris manis dengan menu andalannya yakni bebek goreng.

Bebek yang berada di sekitar Tugu Pahlawan ini juga dikenal dengan Nasi Bebek Tembaan, yang memang lokasinya ada di jalan Tembaan Surabaya atau di depan BCA KC Tembaan. Tenda warung ini dibuka mulai jam 18.00 wib, lebih dari jam 22.00 wib jangan harap bisa menikmati sajian nasi bebeknya, biasanya sudah laris manis oleh pembeli.

Meskipun di sini hanya menjual bebek saja, namun ada beberapa macam yang bisa dijadikan pilihan seperti,  Bebek Goreng Paha Super, Paha biasa, Dada Super, Dada Biasa, sampai Jeroan juga tersedia. Untuk minuman bisa memesan es teh dan es kelapa muda. Satu porsi bebek plus nasi dihargai mulai Rp 9.000 – Rp 12.000 an, ditambah dengan serundeng diatasnya serta sambal dengan pilihan ada yang sedikit manis dan satunya pedas.

Karena lokasinya tidak begitu luas, area parkir yang disediakan juga terbatas, jadi pengendara baik roda dua dan empat bisa memarkir kendaraannya di pinggir jalan.

Nasi Bebek Tugu Pahlawan
Jl Tembaan, Surabaya

(Surabaya, City Guide)
2011-05-31-169-Nasi Bebek Tugu Pahlawan

Heroic Monument, Surabaya, Indonesia. Bahasa I...

Heroic Monument, Surabaya, Indonesia. Bahasa Indonesia: Tugu Pahlawan (Photo credit: Wikipedia)

%d blogger menyukai ini: