Tag Archive: Fianna Fáil



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


DSC_0026

Salam wildlife!yup perjalanan 2013 kali ini kami hanya sekedar melewati pantai jelangkung saja dan mengambil berberapa moment yang memang membuat kami berhanti sejenak di pantai ini. Karena cuaca saat itu mendung kami dan sudah sore kami hanya sebentar berhenti di pantai ini. Tiket masuk pantai ini hanya untuk parkir adalah Rp 6000,- saja. Saat kita datangi memang pantai ini tampak sepi karena memang bukan hari libur tapi kalau hari libur biasanya pantai ini ramai karena aksesnya  yang memang mudah di pinggir jalan aspal baru yang mulus. Pantai ini juga bersebelahan dengan pantai-pantai lainnya misalnya pantai Ungapan yang dahulu kami juga pernah kesini  bisa dilihat link nya disini  https://suetoclub.wordpress.com/2010/08/13/bajulmati-pantai-selatan-malangsueto/ kemudian sebelahnya lagi pantai bajulmati bisa di lihat di link ini https://suetoclub.wordpress.com/2011/08/05/touring-24-jam-mengitari-pantai-selatan-malang-bajulmati-sektor-2part2/

Pantai ini terletak di desa gajahrejo, kecamatan gedangan, Malang, Jatim, Indonesia. Nama pantai ini memang unik dan membuat yang baru pertama mendengarnya penasaran. Nama Pantai Jelangkung kesannya memang cukup sangar, mirip nama cerita legenda makhluk halus. Padahal sebenarnya nama asli pantai ini adalah Jolangkung yang artinya ojo liwat. Sebab, dahulu di pantai ini ombaknya terkenal sangat besar hingga meluber ke jalan raya. Siapapun yang lewat di jalan raya saat ada ombak besar, kemungkinan tergulung ombak. Sehingga ketika ada ombak besar, tidak diperbolehkan lewat, harus menunggu sebentar agar ombak reda. Karena itu disebut dengan Jolangkung (jangan melewatinya) yang kemudian masyarakat sekitar menyebut dengan Jelangkung. Pantai itu memang masih berbahaya jika ada ombak besar.

Berikut foto dokumentasi sekitar pantai :

DSC_0023

DSC_0024

DSC_0025

DSC_0016\ DSC_0021

DSC_0030

DSC_0032

DSC_0035

DSC_0038

Berikut videonya :

 

Boleh sekalian mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

 


IMG_1936

Cerita ini melanjutkan cerita sebelumnya berwisata ke Goa Pindul yang ini link nya https://suetoclub.wordpress.com/2013/10/29/perjalanan-seorang-cimen-d-sueto-menuju-gua-pindul-part1/ . Perjalanan selanjutnya menuju ke pantai kukup. Pantai kukup terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km di sebelah Timur Pantai Baron. Pantainya landai berpasir putih dan terdapat jalan setapak yang membelah bukit sampai Pantai Baron, serta sebuah pulau karang yang dihubungkan dengan jembatan senggol dari atas Pulau karang kita dapat melihat hamparan pantai yang cukup luas dan sangat indah. Mampir juga di link ini tentang pantai kukup https://suetoclub.wordpress.com/2011/01/08/yogya-toursueto-part3/

Di pantai air lautnya sangat jernih berwarna biru dengan pemandangan yang cukup bagus. Beberapa dari kami ada yang berfoto dan ada juga yang beristirahat dan juga membeli es degan yang dapat menyegarkan badan lagi. Kalau ingin melihat pemandangan lebih bagus dan lebih luas di pantai kukup terdapat bukit kecil yang bisa melihat pemandangan tersebut. Ketika kami berjalan menuju bukit tersebut ternyata pemandangan yang disuguhkan benar-benar indah dan tidak lupa kami mengabadikan momen tersebut dengan berfoto.

IMG_1982

IMG_2015

IMG_2025

Setelah puas melihat pemandangan dan berfoto kami melanjutkan perjalanan meniju pantai baron. Pantai baron terletak di di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23km arah selatan kota Wonosari, merupakan pantai pertama yang ditemui dari rangkaian kawasan Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak.

Di pantai ini juga terdapat muara sungai bawah tanah yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain di laut. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati aneka ikan laut segar maupun siap saji, dengan harga terjangkau, termasuk menu khas pantai Baron yaitu Sop Kakap. Pada sisi sebelah timur dapat dicapai melalui jalan setapak yang melingkar terdapat bukit kapur wisatawan bisa beristirahat di gardu pandang, sambil menghirup udara pantai yang menyegarkan. Kurang lebih 10 km kea rah barat dari Pantai Baron terdapat Pantai Parang Racuk dengan bukitnya yang menjulang dan terjal, dengan leluasa dari atas bukit.

Pada setiap bulan Syuro tahun Jawa masyarakat nelayan setempat menyelenggarakan Upacara Sedekah Laut yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panenan ikan yang melimpah dan keselamatan mencari ikan di laut.

IMG_2078

IMG_2103

Pemandangan air laut di pantai baron tidak begitu indah jika dibandingkan dengan pemandangan di pantai kukup, tapi di pantai baron kami berenang lagi, bermain ombak dan tidak lupa berfoto. pantai baron memiliki hulu sungai yang airnya jernih dan memiliki arus yang cukup deras.

pantai baron memiliki hulu sungai yang airnya jernih dan memiliki arus yang cukup deras. Dan kami berenang sekaligus membilaskan diri dari pasir-pasir yang melekat di tubuh.

P1110898

Setelah puas dengan bermain air, berenang, dan berfoto kami segera bergegas untuk mandi karena hari sudah mulai malam dan kami harus segera kembali ke jogja kota. Setelah mandi kami melanjutkan perjalanan menuu jogja dan kami melewati bukit bintang yang memiiki pemandangan yang bagus ketika melihat pada malam hari. Kita bisa meihat kota jogja dan melihat kerlap-kerlip lampu kota jogja yang membuat kita terkesima. Tiba dijogja kami makan terlebih dahulu di tempat yang sama sebelum kami berangkat. Tempat makan  sambelan dengan harga yang cukup murah. Setelah makan kam melanjutkan ke penginapan untuk istirahat. Tetapi tidak semua dari kami yang beristirahat, beberapa dari kami ada yang berbelanja di malioboro lagi. Mencari barang yang kurang dibeli. Dan sebgaian dari kami yang tidak berbelanja beristirahat di penginapan karena kami sudah cukup lelah melakukan perjalanan seharian.

Perjalanan terakhir kami di kota jogja adalah menuju taman sari. Tapi sebelum menuju ke taman sari. Kita menuju pusat oleh-oleh bakpia di pusat Perusahaan Bakpia Pathok “25” terletak di Jl. AIP II KS Tubun NG I/504, desa Pathok Yogyakarta. Setelah beberapa dari kami sudah membeli oleh-oleh kami langsung menuju taman sari yang terletak di Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 55133, Indonesia.

Taman  sari di masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari. Taman sari seperti istana pada jaman kerajaan dahulu. Tempatnya cukup bagus. Kami berkeliling memutari taman sari dan juga kami berfoto-foto.

P1110913

P1110918

P1110922

P1110925

P1110928

P1110940

P1110941

P1110953

P1110913

P1110917

Jam Buka: Senin – Minggu, pukul 09.00 – 15.30 WIB

Tiket Taman Sari :

  • Wisatawan Domestik: Rp 3.000
  • Wisatawan Mancanegara: Rp 7.000
  • Guide: nego (Rp 10.000 – Rp 20.000)

Setelah kami berkeliling mengitari taman sari dan berfoto. Kami harus segera ke stasiun lempuyangan untuk kembali ke kota Surabaya. Sebelum kita masuk kedalam stasiun tidak lupa kami mengucapkan terika kasih kepada mas jambul yang sudah mengantarkan kami selama 2 hari untuk berjelajah dan berwisata. Inilah perjalanan kami yang seru di kota Jogja. Salam para Touringers.

Oh iya jangan lupa mampir juga ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ dan https://suetoclub.wordpress.com/2014/01/03/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2014/


Berjalan, mungkin tidak begitu diperhatikan oleh kebanyakan orang, karena setiap hari dilakukan dari mulai kecil mulai berjalan hingga dewasa. Tetapi, musibah saat pendakian gunung justru datang pada kaki, alat manusia untuk berjalan. Mengapa? Cara berjalan yang salah bisa menyebabkan kaki cepat lelah, lecet hingga bengkak karena salah tumpuan.

Usahakan berjalan dengan badan lurus untuk menyeimbangkan badan atas dan bawah. Pusatkan beban di area pinggang, bukan pundak. Selalu bertumpu pada tumit saat kaki mendarat, kaki harus sedikit membengkok dengan santai, tidak boleh lurus, dan jatuh sejajar dengan badan.

Mengambil jarak langkah yang terlalu lebar dari badan sangat tidak disarankan karena akan beresiko cedera lebih besar dan menguras energi.

Saat kaki telah mendarat sepenuhnya, maka berat tubuh akan bertumpu pada seluruh permukaan kaki sebelum memulai untuk melangkah pergi.

www.belantaraindonesia.org

Tumpuan berat kini akan beralih pada kaki sebelah, dimana kaki Anda yang akan melangkah maju menjadi tuas yang kuat untuk mendorong tubuh kedepan, gunakan kelima jari kaki Anda untuk mencengkeram pijakan sehingga keseimbangan melangkah akan didapat. Lakukan hal ini dengan perlahan, tidak terburu – buru yang mengakibatkan kaki bekerja terlalu keras yang dapat berujung pada cedera.

Saat berjalan usahkan tangan tetap berada di samping badan, bukan di depan pundak. Lebih baik lagi bila menggunakan Trekking Pole saat medan yang ditempuh cukup sulit untuk membantu memudahkan tumpuan beban pada tubuh.

Selanjutnya adalah ketika berjalan pada tanjakan naik.
Tetap gunakan langkah sedang yang sejajar dengan badan atas, tidak membungkuk. Posisi badan agak bersandar kedepan, tapi tidak membungkuk. Porsi banyaknya Anda bersandar adalah tergantung dari sudut kemiringan medan.

www.belantaraindonesia.org

Buat gerakan mendorong kedepan dengan kaki belakang yang lurus, sedang kaki depan menapak perlahan. Bila Anda menggunakan trekking pole, tempatkan pada samping badan Anda, tidak didepan, tidak juga terlalu jauh, untuk menstabilkan keseimbangan badan saat melangkah.

Saat menuruni tanjakan, tetap gunakan tumit dahulu saat mendarat dengan kaki yang dibengkokan perlahan, tidak lurus. Hal ini untuk menghindari terjadinya cedera pada sendi lutut.

Bila Anda menggunakan Trekking Pole, panjangkan jangkauannya untuk memudahkan tumpuan badan saat menuruni tanjakan. Hindari juga kebiasaan memutar engkel kaki dengan tujuan menyesuaikan kaki dengan medan. Berjalan sejajar saja sudah cukup.

www.belantaraindonesia.org

Memang setiap saat kita menggunakan kaki untuk berjalan, tapi ketika melakukan pendakian, medan yang ditempuh sangat berbeda, bukan jalan yang halus terus menerus.

Lebih penting lagi untuk memilih sepatu yang benar – benar sesuai untuk trek yang ditempuh. Sepatu dengan bantalan tumit yang empuk dan ringan adalah paling baik.

Kaki juga harus tetap bernapas untuk menghindari jamur dan luka. Gunakan kaus kaki saat melakukan perjalanan, dan segera lepas ketika sudah sampai tempat tujuan, lalu jemur sebentar untuk menghilangkan bau dan jangan lupa bersihkan kaki.


Pernahkah terpikirkan oleh kita tentang bagaimana cara pohon kurma tumbuh di tengah gurun pasir??? Atau bagaimanakah cara menanam pohon kurma di tengah gurun pasir??

Pohon kurma yang tumbuh di tengah gurun pasir di mana hawa panas begitu menyengat dan selebihnya adalah hamparan pasir yang seolah tak berujung akan menjadi satu di antara beberapa harapan bagi orang-orang yang tersesat di tengah gurun yang artinya masih ada harapan hidup untuk melanjutkan perjalanan hingga ke tempat tujuan. Harapan hidup yang berarti ada makanan yaitu buah kurma dan air.

Pohon Kurma di tengah gurun menandakan kehidupan. Dan merupakan satu-satunya tanaman yang mampu bertahan untuk tidak tumbang meskipun ditengah badai sekalipun. Apa sebabnya? Akar pohon kurma bisa tertanam dan tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter ke dalam tanah hingga menemukan sumber air. Ada pohon kurma yang tumbuh di tengah gurun pasir memberikan sebuah pertanda bahwa di bawahnya ada air.

Bagaimanakah cara pohon kurma tumbuh di tengah gurun pasir? Pohon Kurma tumbuh di tengah gurun pasir bukan dengan menumbuhkan tunas terlebih dahulu seperti pohon buah pada umumnya, melainkan akan menumbuhkan akar terlebih dahulu ke dalam tanah sampai menemukan air, tak peduli berapa dalam sumber air itu ada maka sedalam itulah akar kurma akan tumbuh. Baru Kemudian ia akan menumbuhkan tunasnya ke atas. Cara menanam biji kurma di tengah gurun dengan cara ditanam di dalam tanah sedalam 2-3 meter, kemudian ditimbun dengan bebatuan. Setelah akar yang tumbuh ke dalam tanah menemukan sumber air, maka biji kurma itu akan menumbuhkan tunas dan memecahkan bebatuan yang menimbunnya hingga tunasnya tumbuh dan hidup berjuang tak kenal rasa takut akan hawa panas karena sudah mempunyai modal yang kuat yaitu akar yang begitu panjang dan dalam hingga ke sumber mata air di bawah gurun pasir.

Pohon kurma tahu akan sumber kebenaran yaitu Tuhan yang menciptakan air kehidupan. Maka ia tumbuh dengan begitu kuat dan kokoh di atas kebenaran. Sebuah Pondasi kehidupan yang begitu kokoh hingga menghasilkan buah-buah kehidupan yang begitu manis saat usianya dewasa hingga masa tuanya. Begitu diberkati oleh Tuhan.

Hendaknya hidup kita sebagai manusia pun demikian halnya seperti pohon kurma yang tumbuh di tengah gurun pasir. Di dalam bidang kehidupan apapun, kuatkanlah terlebih dahulu pondasi kehidupan kita sampai menemukan sumber kehidupan kita yaitu Tuhan. Dengan pondasi hidup yang kuat dan kokoh, guncangan dan terpaan yang bagaimanapun tidak akan menggoyahkan kita dalam menjalani kehidupan ini. Mengapa tak akan goyah? Karena hidup kita telah diberkati saat kita menemukan sumber dari segala sumber kehidupan yaitu Tuhan.

Sumber : http://filsafat.kompasiana.com

 


 

_MG_1083

Hai Salam Wildlife Sueto!

Perjalanan kali disebut perjalanan tak terduga…Perjalanan yang tak terduga ini di mulai pada tanggal 29 juni 2012 yang berawal dari penculikan saya oleh hilmy sueto pada jumat malam dengan tiba-tiba berdalih mengunjungi neneknya yang sakit di Malang padahal saya sedang asik-asiknya ngewarkop sama teman. Penculikan dilakukan dengan sedikit terburu-buru karena si nenek hilmy akan kembali langsung ke Jember setelah keluar dari rumah sakit. Awal perjalanan saja sudah dimulai dengan kekonyolan yaitu saat setelah dari rumah saya masuk pintu tol sda salah jurusan bukan ambil yang arah ke porong tapi malah ambil arah ke waru akhirnya kami memutar dulu deh 10km untuk kembali lagi memutar ke tol arah porong…..capek deh…

Kemudian perjalanan dilakukan dengan sangat cepat akhirnya kami pagi-pagi sekali tiba di kota Malang dan langsung menuju rumah saudaranya. Setelah itu langsung istirahat sampai siang hari kemudian dihindangkan sarapan penyetan yang super pedas dan maknyus oleh ibunya Hilmy kelihatannya kami dikerjai sengaja emang bikin sambel lombok yang extra pedas nih…hahaha..

Kemudian setelah prepare sorenya kami bertiga merencanakan jalan-jalan tapi kami belum melakukan planning ingin kemana. Akhirnya saya memberi ide bagaimana kalau kita ke air terjun Coban Pelangi di daerah Tumpang saja karena saya sendiri juga belum pernah kesana. Kamipun langsung cus..pergi kesana menuju Tumpang prakiraan perjalanan dari kota Malang menuju Tumpang sekitar 1jam. Sampai di Tumpang kami mengikuti arah ke Bromo nah di sekitar perjalanan kami menemukan lagi tujuan wisata menarik sebelum arah ke Coban Pelangi didaerah Duwet, mungkin lain kali akan kami posting tempat wisata di daerah Duwet itu. Sebelum sampai di Coban Pelangi kami melewati areal rafting bernama Ndayung bisa dikunjungi di link http://ndayung.blogspot.com/2012/05/pingin-tahurafting-pingin-merasakan.html

Sesampainya di pintu tiket Coban Pelangi sebelum masuk kami dikenai tarif per orang Rp5000,- plus parkir mobil Rp3000,- mungkin hari libur kali yah…biasanya per orangnya Rp3000,- Perjalanan masuk areal air terjun terasa sejuk dan asri saat itu kami memang agak sedikit kesorean jadi tidak bisa melihat pelangi di air terjun tapi tak apalah namanya juga mencari pengalaman.

Coban Pelangi sendiri merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).  Air terjun ini berada di ketinggian 1299,5 m di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas.dan memiliki terjunan air setinggi kurang lebih 110 m.   Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 19 – 23 derajat Celcius. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi.

Bagi para pendaki Gunung Semeru, air terjun ini tidak asing bagi mereka, karena mobil jeep angkutan umum satu-satunya yang membawa mereka dari pasar Tumpang menuju ke Gunung Bromo akan melewati lokasi ini. Perjalanan naik turun tangga benar-benar kami nikmati. Tiba di air terjun memang wao karena memang baru kali ini saya lihat air terjun sederas ini sampai basah semua…semprotannya kuat banget kelihatannya merek pompa air apapun bakal kalah nih…hahahaha.

Semakin senja semakin mistis nih tempat tapi semakin seru soalnya mau ke arah air terjun harus bertarung dengan lumpur dan air yang dingin dengan semprotan keras si air terjun. Setelah cuci-mencuci di mall eh…di aliran air akhirnya kami bersiap pulang dengan baju basah dan kedinginan….werrrr!

Haripun makin senja kami pun ingin lekas balik ke Surabaya tapi diperjalanan pulang terjadi kejadian prasangka tak terduga lagi jadi waktu turun didaerah perkampungan ada 2 anak mahasiswa kelihatannya habis mendaki semeru mereka mencoba menyalip kami di jalan yang memang kecil kami persilahkan mereka menyalip dengan motor vixionnya tapi tiba-tiba 2orang anak itu hilang keseimbangan dan keluar dari jalan akhirnya menabrak warung penjual bensin dan Duarrrrrrrrrrr!meledak…(lebay yah sebenanya jatuh aja tapi bensin jualan si pedagang pada tumpah)hahaha…akhirnya kami kaget dan sempat berhenti karena tidak merasa menabrak kami jalan ae karena mereka jatuh sendiri. Tiba beberapa saat kemudian kami dikejar warga dikira kami menemper dua pengendara itu terus mereka terjatuh padahal ya tidak dengan sedikit emosi kami kembali ke dua pengendara itu masak kami gak salah terus disalahkan akhirnya sampai langsung terjadi adu mulut keras(padahal ya biasaae)hahahah…Akhirnya dua pengendara tadi ngaku bahwa mereka jatuh sendiri karena kecapeaan tapi kami kasian akhirnya kami mengantar mereka sampai kota Malang ke tempat kosan mereka kelihatan luka-luka memar mereka parah soalne. Tiba-tiba saya teringat film Tuck n Dale vs Evil kejadiannya ya sama padahal tidak melakukan apa-apa tapi dituduh berbuat yang macam tapi filmnya lucukok…hahaha..jadi ngelantur.

Sampai di kos dua mahasiswa tadi kami kami langsung balik ke Surabaya dengan sedikit santai dan berfikir ingin mengunjungi tempat wisata misterius di daerah Duwet tadi..hihihi…sekian tunggu cerita perjalanan lainnya dan terus mengexplore alam Indonesia!

Berikut Foto-fotonya :

_MG_0988

_MG_1022

_MG_1026

_MG_1055

_MG_1063

_MG_1067

_MG_1068

_MG_1101

_MG_1007


_MG_1130

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut Videonya :

Lokasi

Terletak  di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS8° 1′ 32.27″ S  112° 49′ 1.06″ E

Aksesbilitas

Berjarak seklitar 2 km dari desa Gubuk Klakah atau sekitar ± 32 km sebelah timur kota Malang
Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, arahkan perjalanan menuju Tumpang, dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah. Hati-hati karena setelah melewati desa, jalan mulai menanjak dan berkelok.  Air terjun ini berada sebelum masuk pertigaan Jemplang (yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo)  usai melewati Desa Gubuk Klakah disebelah kanan jalan ini akan terlihat jelas gapura bertuliskan air terjun Coban Pelangi

Dari area pintu masuk Coban Pelangi yang berada di atas tebing setinggi sekitar 100 meter, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun dan melintasi jembatan. Jarak tempuh jalan ini sekitar 1, 5 km hingga lokasi air terjun berada.

Waktu kunjungan paling pas ke  tempat ini adalah di pagi hari karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Juga pada musim penghujan pihak pengelola sering membatasi kunjungan hingga pukul 16.00.  Hal ini untuk menghindari munculnya air bah yang datang dari pegunungan di bagian hulu uang acap kali datang.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk adalah Rp.3.100,-/orang hari libur Rp.5000,- dan biaya parkir adalah Rp. 1000,- (roda 2) dan Rp 3000 (roda 4),


_MG_0256

Besok Hari Jumatnya kami teruskan perjalanan di pagi harinya langsung menuju Waduk Sermo setelah sarapan.  Perjalanan dari Purworejo ke Waduk Sermo ini kurang lebih 1jam lebih perjalanan. Waduk SERMo terletak di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Diresmikan Presiden Soeharto, 20 November 1996. Saat kini debit air yang mengisi waduk sudah hampir sampai batas maksimum. Banyak orang datang, selain untuk rekreasi juga memancing ikan.

Waduk Sermo sendiri menurut Pemkab Kulonprogo memiliki luas genangan kurang lebih 157 Ha dengan keadaan air yang jernih membiru serta bentuknya yang berkelok-kelok menyerupai jari tangan dengan latar belakang perbukitan menoreh yang hijau. Wisatawan dapat menikmati panorama waduk dengan berkeliling menggunakan perahu wisata atau melewati jalan lingkar aspal sepanjang 21 km. Selain sebagai obyek wisata yang nyaman, pengunjung bisa memancing di area waduk. Banyak ragam ikan yang ada di Waduk Sermo, tetapi kebanyakan pemancing mendapatkan Ikan Nila. Meski pengunjung bebas memancing di Waduk Sermo ada kawasan-kawasan tertentu yang dilarang karena berbahaya.

Masyarakat sekitar Waduk Sermo juga ada yang memanfaatkan waduk ini untuk membangun keramba. Malah ada yang menggunakankeramba tersebut untuk dijadikan rumah apung untuk beristirahat dan makan bersama. Waduk Sermo yang pada mulanya secara hanya untuk diupayakan agar dipelihara sebaik-baiknya bakal jadi salah satu objek yang bisa diunggulkan di Yogyakarta. Sayang, waduk yang dibuat pada tahun 1993 tersebut hanyalah satu-satunya waduk yang ada di DIY.

 Material

Waduk Sermo yang berada di Desa Hargowilis ini dibuat dengan membendung Kali Ngrancah. Dasar dari waduk sermo itu adalah Formasi Nanggulan (banyak batupasir kuarsa, dan juga batulempung yang Moluska-nya melimpah). Dinding waduknya sebagian besar adalah Formasi Andesit Tua. Bendung tipe urugan tsb diurug dari batuan andesit yang quarry nya juga dari Formasi Andesit Tua di sekitar waduk. Meluncur ke arah hilir dari Waduk ke arah Kokap atau Wates, kita akan menemukan jejak-jejak penambangan bijih Mn yang pernah top di tahun 1970-1980.di Kliiripan itu, yang secara stratigrafi endapan nodul-nodul pirolusit tsb berada pada transisi batas endapan vulkanik ke endapan karbonat miosen bawah.

Bendungan yang menghubungkan dua bukit ini berukuran lebar atas delapan meter, lebar bawah 250 meter, panjang 190 meter dan tinggi bendungan 56 meter. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dengan genangan seluas 157 hektar. Biaya pembangunannya Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996). Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulonprogo memindahkan 107 KK bertransmigrasi — 100 KK ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu dan tujuh kepala keluarga ditransmigrasikan ke PIR kelapa sawit Riau alias “bedol deso”.

Transportasi

Letak  Waduk Sermo dari kota Wates hanya berjarak kurang lebih delapan kilometer. Perjalanan menuju ke waduk Sermo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Karena lokasinya yang berada di bukit jalanan menanjak dan berkelok-kelok namun cukup menyenangkan. Rute termudah adalah dari Kota Wates — RSUD Wates ke arah barat selanjutnya ikuti saja papan petunjuk. Bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri ada angkutan Umum yang melayani rute Wates — Kokap, akan tetapi angkutan ini tidak masuk sampai Lokasi Waduk Sermo, anda harus turun sebelum pintu gerbang Waduk Sermo. Retribusi masuk Waduk Sermo juga cukup murah hanya seribu rupiah per orang dan parkir roda 2 seribu rupiah juga, untuk mobil dua ribu rupiah.

Meski pemandangan dan suasana Waduk Sermo cukup eksotik tetapi sangat disayangkan minim warung makan yang cukup lengkap. Hanya ada beberapa warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya. Jika hanya sekedar untuk melepas dahaga dan mengganjal perut mungkin sudah cukup, tetapi untuk wisata kuliner masih kurang. Apa mungkin karena kami datang terlalu pagi, tetapi memang keadaan wisatanya masih sangat sepi didaerah sini.

Kamipun tak lama di waduk Sermo hanya mengelilingi waduk dan langsung naik gunung ke daerah puncak selayang pandang di Kalibiru. Kami hanya di tarik tarif parkir sepeda motor atau mobil karena diharuskan berjalan kaki jika ingin samapai gardu pandang. Di Kalibiru ini pemandangan sangat bagus anda bisa melihat keseluruhan bentuk waduk sermo juga ada tempat flyingfox dan gerdu pandang pemandangan alam wilayah kulonprogo ini juga bisa diliat dari sini. Jika cuaca cerah anda pun bisa melihat pantai Congot dari atas puncak Kalibiru ini.

Setelah selesai menikmati keindahan alam dari Kalibiru kami pun bersiap prepare kembali ke Yogya untuk jumatan dan ke Malioboro untuk pulang kembali menuju Surabaya. Sebenarnya kami masih ingin menjelajah lagi tempat-tempat lainnya di kabupaten Kulon Progo ini tetapi karena keterbatasan waktu tiap personel tim kami akhirnya putuskan untuk kembali ke Surabaya pada sore harinya setelah dari Malioboro. Alhamdulillah kamipun samapai dengan selamat dari Surabaya sekitar jam 1 sabtu pagi dan akhirnya bisa menulis artikel ini untuk di share bagi pecinta alam dan Traveller semoga berguna.

Berikut foto-fotonya :

_MG_0262

_MG_0260

_MG_0309

_MG_0318

_MG_0332

_MG_0342

_MG_0363

_MG_0366

_MG_0372

Iseng-iseng Foto saat di Malioboro :

_MG_0395

_MG_0407

_MG_0412

_MG_0416

SUETO1

 Sebenarnya waduk ini katanya banyak menyimpan misteri tapi bagiku yang penting kemanapun kita berada kesadaran untuk menikmati dan melindungi alam itu harus ada. Salam wildlife Sueto!

Berikut Videonya :

http://www.youtube.com/watch?v=CiHy6PffH38

 


Warung ini mulai berdiri sejak tahun 1983 berlokasi di Jalan Genteng Durasim atau Gang samping Hotel Weta Surabaya. Menu spesial di sini adalah Rujak Cingur dan Sop Buntut yang bikin pengen balik lagi. Seporsi Rujak Cingur seharga Rp 14.000 an dan untuk Rujak Cingur spesial bisa di dapat dengan harga Rp 25.000 an saja, begitu juga dengan Sop Buntut untuk yang biasa dan spesial harga nya sama dengan Rujak Cingur.

Saat ini warung ini dikelolah oleh Pak Hedri yang mewarisi usaha dari ibu nya, tidak hanya Rujak Cingur dan Sop Buntut, di sini juga masih banyak menu makanan khas Jawa Timur lainnya seperti, Sayur Asem, Sayur Lodeh, Gado-gado, Rawon, dan Nasi Campur yang rata-rata dihargai Rp7.000. Ternyata selain dari masyarakat Surabaya sendiri, warung ini juga dijadikan persinggahan kuliner dari para artis. Warung Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim buka setiap hari kecuali hari minggu di minggu terakhir setiap bulan dan hari besar tutup.

Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Jl Genteng Durasim No. 29, Surabaya
Telp:  031 5358213
Jam buka: 10.30 – 17.30 wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-17-028-Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Pic: ayo cak, blog nasyiah berunna

%d blogger menyukai ini: