Bentuk dan karakter CAVE yang berbeda-beda, dan perbedaan itu menyebabkan metode untuk memasuki gua itu berlainan. Ada yang memanjat, memakai tali, dan bahkan ada yang berenang. Tetapi ada juga gua yang mudah di masuki karena jalan masuk gua tersebut telah di bangun dengan rapi dan baik. Selayaknya wisata gua. Beberapa penggemar olah raga ini ada yang datang ke gua untuk mengabadikan keindahan dan keajaiban gua, baik dekorasi guanya maupun beberapa hewan yang ada di dalam gua itu. Untuk tujuan itu, datanglah dengan membawa seperangkat alat foto.

Sebelum mengenal teknik untuk menjelajah gua kita harus mengenal beberapa medan/tipe gua yang berbeda agar dapat mengaplikasikan teknik dan mempersiapkan segalanya sesuatunya sehingga lebih matang.

Berikut beberapa struktur medan dalam gua :

Medan Horizontal

Medan gua horizontal sangat bervariasi, mulai padalorong – lorong yang dapat dengan mudah ditelusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.a. Lumpur
Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Jika setinggi lutut bahkan sampai perut, untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang, agar mudah bergerak dan hemat tenaga.b. Air
Untuk kondisi gua yang berair, terutama untuk gua yang belum pernah dimasuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi bawah air, untuk itu kita harus mengetahui kedalaman dan kondisi bawah air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.

Syarat utama untuk melewati lorong berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di luar gua. Karena di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu boot bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.

Pembagian team juga harus disesuaikan. Leader tidak boleh membawa beban berat, karena membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan. Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung bahkan perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.

Ada juga lorong yang hampir semua dipenuhi air dan hanya ada sedikit ruangan yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan Ducking (menengadah).
Berbagai macam teknik penelusuran gua horizontal (TPGH):
– Duck Walking yaitu jalan jongkok dengan satu tangan dijulurkan ke depan.
– Crawling yaitu bayi yang merangkak
– Belly crawling yaitu merangkak,seluruh badan menempel ke tanah
– Crouching yaitu jalan jongkok
– Squeezing yaitu merayap dengan lorong yang sempit
– Bear Walking yaitu mirip posisi merangkak hanya saja posisi kaki lurus

Medan VertikalDalam penelusuran gua terkadang kita menjumpai lorong yang terletak di atas kita. Atau bahkan entrance / mulut gua berupa sumuran. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita perlu menggunakan teknik-teknik Climbing. Seperti penggunaan pengaman sisip dan bor tebing untuk membuat lintasan. Yang membuat lintasan adalah Leader / Rigging man kemudian anggota yang lain melewatinya dengan menggunakan SRT. Untuk melakukan free climbing dilakukan pada kondisi medan seperti ;
– Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya
– Gua yang berbentuk celah dan menyempit pada bagian dasarnya (crack)
– Sungai yang besar atau danau yang dalam
– Pemasangan lintasan pada air terjun
– Melewati Calcite Floor

Setelah memahami beberapa medan dalam gua kita lanjutkan ke pemahaman teknik penulusuran dalam gua. Sebenarnya, dalam olah raga menyusuri gua ini ada 6 spesialisasi yang dikenal dan berkembang di seluruh dunia, yaitu:

Single Rope Technique ( SRT )

adalah teknik yang dipergunakan untuk untuk menelusuri gua-gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-edan vertikal. Berbagai sistem telah berkembang sesuai dengan kondisi medan di tempat lahirnya masing-masing metode. Namun yang paling banyak dipergunakan adalah Frog Rig System.
Teknik yang lain adalah: Rope walker, Texas Rig, Jumaring, Mitchele System, Floating cam system.

Sistem Frog Rig menggunakan alat:
1Seat harness, dipergunakan untuk mengikat tubuh dan alat-alat lain. Dipasang di pinggang dan pangkal paha. Jenis-jenisnya adalah: Bucklet, Avantee, Croll, Rapid, dan Fractio. Keeratan pemakaian seatharness tergantung kebiasaan.

2.Chest Ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali dipasang di dada. Dihubungkan ke Delta MR oleh Oval MR

002.JPG

3Hand Ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali di tangan. Di bagian bawah dipasang descender, tempat digantungkannya foot loop dan cows tail.

4Descender, dipergunakan untuk menuruni tali. Ada beberapa jenis descender: Capstand (ada dua macam: Simple Stop dan Auto Stop), Whaletale, Raple Rack (ada dua macam: Close Rack dan Open Rack), Figure of Eight, dan beberapa jenis lagi yang prinsip kerjanya sama dengan figure of eight.

5Mailon Rapid,ada dua macam Mailon Rapid (MR), yaitu: Oval MR untuk mengaitkan Chest Ascender kepada Delta MR. Delta MR sendiri adalah untuk mengkaitkan dua loop Seat Harness dan tempat mengkaitkan alat lain seperti Descender berikut Carabiner sebagai friksinya dan Cowstail.

6Foot loop , dicantolkan ke karabiner yang terhubung ke hand ascender. Berfungsi sebagai pijakan kaki. Ukuran dari foot loop harus tepat seperti gambar diatas. Hal ini sangat mengurangi kelelahan pada waktu ascending di pitc-pith yang panjang.

003.JPG

7Cows tail, memiliki dua buah ekor. Satu terkait di Hand Ascender, dan satu lagi bebas, dipergunakan untuk pengaman saat melewati lintasan-lintasan intermediate, deviasi, melewati sambungan, tyrolean, dan traverse.

8. Chest harness, untuk melekatkan Chest Ascender agar lebih merapat ke dada. Sehingga memudahkan gerakan sewaktu ascending normal, atau pada saat melewati sambungan tali. Chest harness lebih baik jika dapat diatur panjang pendeknya (adjustable), sehingga memudahkan pengoperasian, terutama apabila terjadi kasus dimana Chest Ascender terkunci di sambungan atau simpul, atau pada saat rescue.

Teknik-teknik yang harus dipelajari untuk SRT adalah ascending dan descending dengan penguasaan melewati jenis-jenis lintasan dan medan.

~1. Melewati intermediate anchor

~2. Melewati deviation anchor

~3. Melewati sambungan tali

~4. Melewati lintasan tyrolean, menggunakan satu tali dan dua tali.

~5. Meniti tali dengan medan slope (miring).

*Ascending

004.JPG

~Perhatikan gerakan telapak kaki ketika sedang ascending.

005.JPG

Gerakkan telapak kaki untuk menjepit tali dengan telapak kaki. Cara pertama adalah menjepit tali menggunakan bagian dalam pergelangan kaki dengan bagian luar telapak kaki. Cara kedua adalah menjepit tali dengan kedua telapak kaki ketika melakukan gerakan berdiri. Ketika mengangkat kedua kaki, kedua telapak kaki dibuka.

Climbing

Climbing digunakan bila kamu ingin mencari jalan pintas baru untuk turun atau naik gua. Untuk menggunakan teknik ini kamu harus menggunakan tali pengaman agar tidak terjatuh.

Digging

Sama dengan climbing, metode digging juga dipakai untuk mencari jalan baru. Hanya, metode digging dipakai secara teratur dan dalam kurun waktu yang cukup lama, bisa mingguan, bulanan atau bahkan tahunan. Peralatan dan metode yang dipakai dalam penggalian itu pun sangat bervariasi. Kadang – kadang harus disertai dengan kemah di dalam gua.

Cave Diving

Jika kamu mendapatkan bagian gua yang dipenuhi dengan air maka kamu harus menggunakan metode diving. Jika yang terendam air hanya sebagian kecil dari gua, kamu dapat melakukan penyelaman bebas, tanpa peralatan apa pun. Soalnya, metode itulah yang paling praktis. Namun, bila bagian gua yang tergenang air itu cukup banyak dan jauh, misalnya sampai beberapa kilomter maka kamu harus melakukan penyelaman yang disertai dengan peralatan yang lengkap. Namun, penggemar olah raga Caving yang memilih spesialisasi ini sangat sedikit.

Cave Photography

Spesialisasi inilah yang paling populer di kalangan pecinta penelusuran gua. Kamu datang ke gua dengan bekal kamera kemudian mencari lokasi yang paling indah untuk diabadikan. Hasilnya, bisa kamu publikasikan lewat buku – buku atau majalah.

Cave Art

Metode ini merupakan pengembangan dari rasa ketertarikan orang terhadap keindahan gua.

*PERHATIAN:
~Latihan ini harus dilakukan mengunakan peralatan yang mutu dan kekuatannya memenuhi standar.
~Latihan harus dibawah pengawasan oleh ahli.
~Berlatihlah pada ketinggian yang tidak terlalu tinggi.
~Cegahlah latihan yang dapat merusakkan alat: membebani alat melebihi beban normal, beban dengan arah abnormal, menggunakan alat tidak sesuai dengan manual book-nya. Latihan yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat alternatif, harus masih dalam tingkat aman.
~Pernah melakukan latihan teknik tertentu bukanlah jaminan bahwa kita sudah menguasai teknik tersebut.
~Berlatihlah satu teknik sampai lancar tanpa hambatan dan kesalahan sebelum berlatih teknik yang lain.
~berlatihlah dengan selalu ditemani oleh orang lain yang juga memahami SRT.
~Berniatlah berlatih untuk menolong orang lain dan diri sendiri.
~Hindarilah terjadinya kecelakaan di gua untuk orang lain maupun diri sendiri.

Video

Iklan