Tag Archive: gucialit



img-20170105-wa0039

Salam Wildlife dan Selamat tahun baru 2017! Ini tulisan pertama kami suetoclub di tahun baru ini..Kali ini menceritakan perjalanan turing setet sueto 3 hari sebelum event perjalanan ke Bali akhir tahun 2016. Perjalanan ini dilakukan secara solo turing kali ini Jendro tidak bisa ikut karena ada halangan. Berangkat dari Surabaya hari Sabtu dini hari sekitar jam 3 pagi start dari Masjid Agung Surabaya. Perjalanan di tempuh 4 jam jalan santai dan sampai di Lumajang sekitar jam 7 pagi

Saat di Lumajang setet sueto bertemu rekan sueto lainnya yaitu mbak cienta guide lokal asal Lumajang untuk memandu perjalanan menuju Coban Kabut Pelangi di daerah Pronojiwo karena hujan akhirnya tidak jadi terus berganti haluan ke kebun teh di kertowono tapi kondisi track makadam ternyata gak sesuai dengan kondisi motor yang brebet. Akhirnya perjalanan turing untuk hari itu di batalkan dan diganti hari esoknya.

Untuk Foto Coban Kabut Pelangi Hasil Cari di Google :

 

Kalau Foto Kebun Teh Kertowono bisa masuk ke link ini :http://www.suetoclub.com/2016/10/jalan-jalan-ke-kebun-teh-kertowono.html

Hari Minggu sekitar jam 7 perjalanan dilanjutkan ke Gua Pawon di daerah Gucialit waktu tempuhnya dari kota Lumajang kurang lebih sekitar satu setengah jam. Petanya bisa cek by google Map dibawah ini :

map

Sampai tempat parkiran motor kemudian harus jalan kaki sekitar 3km untuk mencapai ke airterjun. Untuk tracknya sendiri lumayan licin jadi cocok-cocokan alas kaki ajalah biar lebih hati-hati.

Sampai di Coban Pawon yang katanya dapur dengan suasana alam itu ternyata desainNYa indah sekali Lo..Berikut dokumentasinya :

Pertama kali kami tahu info tentang coban pawon ini adalah di tahun 2013 oleh karena itu untuk masalah akses dan sarana penunjang tentunya sekarang sudah baik daripada tahun 2013 sudah ada plakatnya, jelas kalau dari arah kota Lumajang.

Kemudian hari sudah mulai siang dan waktunya prepare kembali ke Surabaya untuk persiapan 3 hari lagi turing akhir tahun Bali 2016. Gas solo turing “simple but strong”

Terima kasih semoga cerita perjalan ini bermanfaat Jal.

Iklan

img-20161009-wa0022

Salamwildlife!Kalau kita melihat pemandangan kebun teh tentunya suasana hati juga terasa menjadi adem ya meskipun cuacanya panas tapi letak kebun yang rata-rata ditaran tinggi membuat terasa sejuk. Berikut ini ada cerita perjalanan menuju destinasi kebun teh yang belum dikenal di daerah Lumajang dari ladies strong yang masuk ke redaksi suetoclub. Berikut ceritanya :

Perjalanan bagpacker seorang diri(Sasha) dari Surabaya naik bis menuju Lumajang kota ke tempat dimana cienta home. Keberangkatan dilakukan malam hari dari Surabaya dari terminal Bungurasih menuju ke Minak Kocar Luamajang kemudian dijemput Cienta untuk istirahat di rumah Cienta, baru besok paginya berangkat turing ke daerah Kertowono. Petanya bisa dilihat di google Map berikut ini :

petakebun-teh

Perjalanan kira-kira memakan waktu 1jam lebih dari kota Lumajang sekitar 35kman..misal kalau dari arah Malang juga bisa lewat Turen, Pasirian, Tempeh, Lumajang, Sukodono arah Gucialit. Jalanannya makadam berbatu menanjak dan licin saat musim hujan.

Setelah melewati jalan menanjak dan berbatu kadang juga motor harus ditunggangi sendirian karena tidak kuat, akhirnya kitapun sampai di kebun Kertowono yang di naungi oleh PTPN XII dengan hasil produksi utama teh dari hasil kebun tehnya yang sangat luas tapi tempat ini sekarang tidak seberjaya dulu yang dulunya memiliki ratusan karyawan tetap, hari ini malah banyak mempekerjakan buruh lepas (free lan), tumbuhan tehnyapun sudah tak sesubur dulu lagi” tutur Man. senada dengannya  Diq, mantan buruh pabrik yang pernah menyaksikan berjayanya kebun teh gucialit, sekarang sudah banyak yang dicampur tanaman kayu mas, seperti jabon, al-basia, serta tanaman pisang” katanya. sejauh yang penulis pantau area tanaman teh memang sudah banyak yang dicampur dengan tanaman lain.(sumber : Lumajangpos)

Jalanan kebun teh Kertowono : https://web.facebook.com/100010851645441/videos/318707545167631/

Berikut foto-fotonya :

Area kebun teh Kertowono ini juga ada wisata air terjunnya lo check this out :

Nah setelah puas menikmati pemandangan di kebunteh Kertowono saya dan Cientapun prepare kembali karena saat itu sudah muncul bau hujan rintik-rintik dan sampai kota Lumajang akhirnya kami berpisah dan berucap terimakasih Cienta oleh-oleh wisatanya luamayan bisa membersihkan pikiran dari hati dan pikiran yang galau dan siap kembali beraktifitas lagi di Surabaya :). Kapan-kapan next trip lagi ya..

%d blogger menyukai ini: