Tag Archive: gunung kidul



P80415-111209

HI!salam wildlife Kali ini perjalanan touring akan ditemani rekan Sueto Menuju Pantai Gayasan. Touring di Bulan April ini hanya untuk mengisi liburan. Berangkat dari Surabaya menuju Blitar via Tulungagung. Hanya dua personel satu motor bluesky(sebutan untuk scorpio kami).

Berangkat Jam 11 siang dari Sby perjalanan kami tempuh 4 jam untuk sampai ke Tulungagung. Niat pertamanya sih untuk menyusul beberapa teman lagi untuk menemani kami touring tapi ternyata mereka sudah touring duluan menuju pantai Sine. Akhirnya sekitar jam 5 sore perjalanan kami lanjutkan menuju kota Blitar.

Sampai kota Blitar kita istirahat kemudian Paginya baru explore Pantai Gayasan. Pantai Gayasan ini kalau di lihat dari google rutenya seperti ini

peta sby-gayasan

Medan ke pantai ini sangat berat hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. Pantai nya masih sungguh alami dan jarang ada orang mengexplore kesini karena memang medannya yang berat dan jauh dari pedesaan apalagi perkotaan.

Dari kota Blitar menuju pantai Gayasan kurang lebih menempuh waktu dua jam perjalanan. Secara administratif terletak di Desa Tumpakkepuh, Kec. Bakung, Kab. Blitar. Bila ingin menuju pantai Gayasan dari kota Blitar ikut saja arah Pantai Pangi karena Pantainya memang bersebelahan. Dari pantai Pangi bisa mengikuti jalanan makadam ke Timur.

Beberapa tipikal jalan kami lalui dari jalan aspal, berbatu, makadam, perkebunan dan sungai kami seberangi. Konturnya melewati perbukitan pantai selatan.

Sesampainya dari pantai karena waktu itu masuk pantai dikelilingi genangan air yang dalam sekitar setengah meter maka motor kami parkir dan kami berjalan ke pantai.

Pantai Gayasan ternyata memang benar-benar alami, hamparan pasir putih, coklat dan hitam yang luas serta ombak khas laut selatan membuat kami merasa “back to nature” Sepi Gaess!Pantainya terlihat terbagi dua oleh aliran sungai dan cuaca saat itu sangat panas tapi bisa berteduh ke pojok tebing pinggir pantai.

Setelah puas berfoto kami kembali. Mampir ke pantai Pangi sebentar menikmati sunset kemudian kembali ke Surabaya untuk menyongsong kehidupan yang lebih indah lagi dan beraktifitas seperti biasa.

P80414-170356

Berikut Video perjalanannya :

Pantai Gayasan dan Pangi by suetoclub

Terimakasih telah mengikuti perjalanan kami subscribe youtube channel kami dan add instagram kami di suetoclub.com

 


HI Sobat Suetoclub salam wildlife!Kali ini ada sedikit info untuk rekan-rekan pembaca sekalian. Mungkin butuh les bersama tentang desain atau les home privat mungkin bisa langsung menghubungi Web terkait ini https://flashcomindonesia.com/

Paket Kursus & Pelatihan Komputer

Perusahaan berdiri dan memiliki perijinan resmi di Surabaya sejak 2013 bergerak dibidang kursus dan pelatihan komputer yang dengan keunggulannya melekat pada tubuh FLASHCOM INDONESIA yaitu “Materi menyesuaikan kebutuhan Siswa, Jadwal yang fleksibel, dan Pengajar profesional berangkat dari praktisi juga akademis. Hal tersebutlah menyebabkan banyak orang memilih kursus dan pelatihan komputer pada perusahaan kami, mulai dari perusahaan pemerintah, industri kreatif, perusahaan swasta, universitas, dan sekolah. Hingga saat ini alumni mencapai rata-rata 2394 setiap tahunnya dan terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Ini merupakan hasil nyata dalam memberikan materi kursus, pengalaman, sistem belajar, dan pelayanan terbaik kepada setiap peserta. Anda dapat memilih paket yang kami sediakan seraya terus meningkatkan keahlian, kompetensi, wawasan serta pengetahuan teknologi komputer.

Ada beberapa paket kelas untuk sesi pengajarannya yang nanti bisa disesuaikan untuk kebutuhan customer. Jadi buruan yang pingin bisa cepat belajar kebutuhan desain dll. Bisa langsung mendaftar dan bisa belajar bareng.

Kunjungi Juga Instagramnya di : @flashcomindonesia

Thanks for Regard


IMG20180408122414

Hi!salam wildlife Cerita perjalanan kali ini adalah Persami Ke Gunung Pundak 1585mdpl 2018. Kenapa dinamakan persami ya memang ini tujuan cuman untuk kemah sabtu minggu aja mencari suasana weekend yang berbeda tapi masih dekat dengan perkotaan. Perjalanan kami mulai dari pom bensin jenggolo tepatnya berangkat sabtu malam sekitar jam 9. Setelah semuanya berkumpul kita berangkat lewat rute sda-porong-padaan-trawas-pacet-claket, untuk petanya bisa di cek di google dibawah ini :

rute pundak

Sesampainya di pintu masuk pemandian air panas padusan claket kami ditarik tiket masuk sekitar Rp 12ribu. Kemudian masuk perjalanan naik motor sekitar 2-3km saja langsung parkir di pos perizinan pendakian ke gunung pundak tiap orang dikenai biaya pendakian Rp 10ribu saja ditambah retribusi motor Rp 5ribu saja tapi eit itu belum termasuk tiket parkir Rp 5ribu lagi. Bedanya retribusi motor sama tiket parkir motor apa ya..haha

IMG20180407230606

Start pendakian awalnya mulai jam 22 WIB tapi tertunda karena hujan akhirnya kita ngopi-ngopi dulu baru start di mulai lagi jam 23 WIB. Masuk awal pendakian via claket melewati area camp air terjun coban Canggu, ikuti arah papan yang ke pundak saja. Beberapa jam kita akan masuk hutan hujan dengan struktur medan terus menanjak sampai sekitar 1 jam kita akan melewati beberapa sumber air setelah itu kita akan memasuki hutan beringin yang lumayan seram kalau malam. Setelah melalui perjalanan 2jam lebih jalan kaki tiba-tiba habis gelap timbulah terang. Kami mulai melihat puncak welirang disamar-samar malam, lohkok puncak welirang iyakan memang vie utama gunung pundak menghadap gunung welirang.

Alhamdulillah sampai puncak pundak 1585mdpl tepatnya minggu dini hari jam sebelum hujan datang, bintang menghilang, angin melambai, dingin menusuk kami langsung bersiap mendirikan tenda kemudian santap malam dengan sedikit pemanis kopi buatan.

IMG20180408031719

Terlarut dalam dinginnya pagi hari kami jemput sang mentari sampai terbit di ufuk timur. Sembari menikmati indahnya lukisan sang pencipta kami pun tak lupa mengabdikan momen itu untuk berbagi dengan khalayak tentang indahnya Indonesia.

Kami Hanya beruncap rasa syukur bisa menikmati terbitnya mentari di pagi itu dengan paduan gradasi warna jingga dan biru. Suasanapun melebur dengan sejuk udara dan ketentraman hati.

Setelah itu persiapan sarapan pagi. Meskipun hanya makan indomie yang ditambahi sedikit racikan bumbu gunung itu sudah terasa cukup karena kita nikmati bersama…haha…

Tiba-tiba semuanya terasa mengantuk setelah menyantap sarapan pagi teracuni penyakit jaman now yaitu kolestrol dan diabetes apalagi ditunjang hawa angin yang semilir-semilir merdu..haha..

Beberapa ada sisa-sisa semangat niat menjelejah jalur pendakian via puthuksiwur. Terlihat tampak pemandangan gunung Penanggungan yang cerita perjalanannya juga sempat kami ulas di http://www.suetoclub.com/2015/08/olahraga-kecil-menuju-pawitra-g.html

Setelah jam 12 siang tepat tengah hari kami bersiap turun ke pos pendakian awal lewat jalur yang sama. Lama perjalanan turun kurang lebih tak sampai 2 jam. Beristirahat sejenak kemudian akhirnya kami pun pulang lewat jalur yang berbeda-beda ada yang lewat pacet ada yang kembali lewat pandaan.

Oh iya Berikut foto-foto dokumentasinya :

Videonya jangan lupa subscribe kami di youtube yap :

Terimakasih telah megikuti cerita perjalanan kami J


P_20180103_171524_HDRdila

Hi Salam Wild Life Gaess!Cerita perjalanan itu terusan dari liburan setelah libur tahun baru 2018. Langsung saja cerita sebelumnya kan dari wisata gunung api purba menuju ke pantai selatan gunung kidul lebih tepatnya menuju pantai nglambor yang masih  satu kawasan dengan pantai siung dan timang.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1.5 jam perjalanan karena mungkin hari itu tidak seberapa padat tapi diikuti hujan di beberapa tempat saja. Sampai pantai pintu masuk pantai siung bayar tiket idr 10k saja kemudian masuk ke kawasan wisata. Selama perjalanan di sebelah kanan jalananda akan disungguhkan plakat-plakat menuju pantai timang dan hardtop yang siap mengantar anda ke pantai Timang. Setelah itu ada disebelah kanan arah pantai Jogan, Kemudian baru Pantai Nglambor, Kalau diteruskan notok jalan anda akan berhenti di Kawasan pantai Siung.

map diygungpurbanglambor

Karena tujuan awal kami pantai nglambor kami masuklah ke area pantai kemudian pilih tempat parkir yang agak kedalam biaya parkir 3k saja. Kemudian jalan-jalan kaki menuju kepantai awalnya kami hanya berniat melihat spot snorkelingnya saja tapi tidak berniat snorkeling karena hari sudah sangat sore keinginan kami saat itu hanya menikmati sunset karena cuacanya sedang bagus-bagusnya untuk menikmati sang surya tenggelam.

Jadi sembari menunggu matahari tenggelam kami foto-foto saja pemandangan di pantai nglambor ini dari jarak jauh. Karena bila masuk-masuk spot tertentu masih bayar-bayar lagi…hehehe…misal setiap spot selfie disana dihargai 2k , jembatan selfie 5k, garden beach 5k, jembatan ke pulau 1 30k, jembatan gondola ke pulau 2 120k, snorkling 45k tapi sudah dapat peralatan dan cetak foto, kalau menurutku sih mending snorkling saja cuman 45k tapi itupun kalau kondisi lautnya lagi pas biasanya yang bagus sih jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Belum lagi harga makanannya dan minumannya yang random atau tak bisa ditebak. Kadang harga makanannya murah minumnya yang mahal atau sebaliknya jadi kalau mau jajan disana mending lihat menunya dulu ada harganya atau tidak atau lebih baik bawa bekal sendiri saja. Terus ada warga yang berkeliling membawa kamera slr terus tiba-tiba foto jika anda bilang bagus hasilnya akan dicetak dan anda harus bayar ya seperti saat digedung pernikahan atau carnaval itu lo. Terus ada ojek dari parkiran 5k sekali pakai. Jika ada 100 orang saja sehari. Wow!makmur benar masyarakat disana.

Sistem pengelolaan Wisata pantai di gunung kidul dan untuk sekitarnya sekarang kurang lebih sama seperti yang saya jelaskan di atas jadi misalnya ada spot pantai di jatim atau wonogiri yang masih alami dan pengelolaan tiket wisatanya murah meriah wisatawan akan berbondong mencari wisata itu sampai jalan pantai selatan kadang kalau saat liburan terasa sangat padat dan macet. Untung saja saat itu kami berlibur pada jam kerja..hehehehe.

Tapi keindahan Yogyakarta mengalahkan komersil wisatanya kok kalian suatu saat akan kangen lagi dan pengin kesini lagi..hehe..hehe

Oh iya kalau mau lihat postingan kami tentang keadaan pantai siung di 2011 boleh mampir kesini ya http://www.suetoclub.com/2015/07/pantai-gigi-taringsiung-gunung-kidul.html

Puas menikmati sunset kami pun bergegas kembali ke jogja untuk beristirahat sempat singgah ngopi di bukit bintang tanpa beli jagung bakar karena kalau sama jagung bakar harganya sudah beda..hahaha.  Sampai di Jogja Menuju Penginapan Besoknya Jalan-jalan kota sebentar. Jam 3 kami pulang dari Jogja setengah 9lebih kita sampai Surabaya.

map diygungpurbanglamborsby

Ini dokumentasinya :

DCIM

 

Terima kasih terima kasih atas semua supportnya dari rekan-rekan pembaca dan suetoclub tim akhirnya setelah sekian lama ada posting lagi untuk awal tahun 2018 ini. See you the next trip Gaess!

Berikut Videonya :


IMG_20180108_175932_071dila

Hi Gaes Salam wildlife!Masih suasanan liburan tahun baru dan memang sebagian sudah ada yang masuk kantor tapi masih ada yang libur jadi kami memanfaatkannya untuk meneruskan liburan ini ke Jogja tahun sendiri Jogja kalau waktunya liburan sudah macet dimana-mana kalau sudah ada yang sebagian kerja wisata Jogja kan jadi gak seberapa ramai.

Perjalanan dari Tulunggagung kami pilih rute via Tulungagung-Trenggalek(yang istri bupatinya arumi bachin itu lo)-Ponorogo-Wonogiri-Klaten-Prambanan-yogyakarta lama perjalanan sih sekitar 5jam berangkat jam 1 siang sampe Jogja sekitar jam 5 sore lebih menjelang magrib.

Karena sudah kecapean kami putuskan malam itu keliling kota Jogja saja baru kemudian paginya explore Gunung Kidul yang tujuan utamanya adalah Puncak Gunung Api Purba Ngelanggeran dan Pantai Nglambor.

Pagi Sekitar jam 9 pagi kami berangkat dari penginapan. Rutenya bisa dilihat di google map. Kalau perjalanan tidak sampai 1jam sekitar 45 menit dari pusat kota.

Masuk Kawasan wisata gunung api purba anda akan dimanjakan dengan pemandangan pedesaan yang asri. Namanya desa wisata ada beberapa wisata yang bisa kunjungi disini misalnya pendakian gunung api purba, embung ngelanggeran, curug, air terun banyunibo dan kedungkandang.

Saat itu yang kami kunjungi adalah puncak gunung api purba, parkir dan bayar tiket masuk sebesar idr 32k sudah separkir motornya. Kami prepare dan bersiap mendaki, jalur pendakiannya di bagi dua alur untuk mendaki dan jalur untuk menurun, keduanya mempunyai medan berbeda, yang jalur pendakian bisa sedikit extreme dan memacu adrenalin yang jalur menurun sedkit memutar dengan track yang datar.

Untuk sampai puncak di ketinggian 700mdpl saja dari loket masuk membutuhkan waktu sekitar 1-1.5jam saja tergantung kemampuan personel masing-masing dan diperjalanan pendakiannya ada spot-spot yang memang dibangun untuk berfoto selfie. Kalau tidak salah ada 3 pos yang bisa dibuat untuk singgah beristirahat menikmati pemandangan disekitarnya.

Sampai di puncak gunung api purba anda akan disungguhkan pemandangan gunung kidul, embung ngelanggeran dari atas gunung, juga gunung api purba yang sebelahnya yang tampak sama tingginya, kota jogja dan yang menakjubkan tentunya pemandangan gunung merapi dan merbabu jika suasana sedang bagus-bagusnya. Menurut kami semua kelelahan itu terbayarlah.

Puas menikmati puncak kami turun melewati jalur menurun kedua, di pos 2 jalan menurun ada hutan rumah kera, kemudian jalur untuk menuju ke parkiran agak sedikit memutar tapi jalannya masih dalam tahap pembangunan dan melewati ladang perumahan warga.

Sampai di parkiran kami mandi sejenak karena memang fasilitas seperti wc, warung sudah lengkap. Setelah segar kembali kamipun bersiap melakukan perjalanan jauh menuju pantai selatan gunung kidul.

Boleh dilihat Dokumentasi berikut ini :

Trims Langsung lanjut ceritanya di part 2 Yah..

Berikut Videonya :

V

Video 2


DCIM

Ranu Gumbolo

Salam wildlife Gaes!Cerita ini lanjutan dari dari part 1 dan masih di Tulungagungkok. Hari ini rencana kami menuju Ranu Gumbolo tapi sarapan dulu. Setelah sarapan sekitar jam 9 pagi kami berangkat. Lokasinya Ranu Gumbolo dekat dengan waduk Wonorejo. Bayar tiketnya cuman Rp 10k saja. Ranu Gumbolo ini tempatnya seperti taman hutan pinus yang telah dikelola pihak perhutani.

Rute Google Map Kalau dari Surabaya :

Perjalanan dari tempat parkir ke tempat view yang katanya mirip ranu kumbolo ini dekat hanya 200meter saja. Pengelolaan tempatnya sudah bagus warung-warungnya juga murah. Via hutan pinusnya juga sudah instagramable abis cuman sayang waktu itu kondisi air sungainya lagi surut jadi view ranu kumbolonya jadi tidak ketemu atau tak terlihat tampak seperti ranu kumbolo..hahaha..padahal malamnya juga sudah hujan deras.

Setelah puas mendokumentasikan keindahan alam sekitar kamipun bertolak kembali pulang ada yang meneruskan perjalanan ke Surabaya ada yang melanjutkan wisata menuju yogyakarta.

Berikut Dokumentasinya :

Tunggu cerita perjalanan saat di Yogyakarta ya Gaes..

Berikut Videonya


HI Gaes Salam Wildlife!Sudah lama tak posting cerita perjalanan..

Touring kali ini adalah menyambut kemeriahan natal dan tahun baru 2018..Menyosong masa depan yang lebih cerah dengan terus mengexplore keindahan tanah air Indonesia.

Target utama adalah menghindari aktifitas kemeriahan di kota dan menikmati camping di pedalaman. Tujuan kali ini adalah “Pantai Coro dan Banyu Muluk Tulungagung”

Start tanggal 31 pagi tim Sueto yang ikut ada  9 orang.

Berangkat dari Surabaya menuju dari jam 11.00WIB Tulungagung. Rutenya Surabaya-Krian-Mojokerto-Mojowarno-Pare-Kediri-Tulungagung-Campur darat-Besuki-Besole-Pantai Coro Sampai di Campur darat prakiraan waktu itu sekitar jam 5 sore sempat makan siang sejenak di pare. Masuk kawasan wisata pantai popoh sekitar jam setengah 6 magrib.

Rute Google Map :

Saat itu pemandangan langit termasuk kategori amazing cuaca cerah. Menikmati sunset adalah menu favorit. Kemudian setelah mathari tenggelam kami masuk melalui jalan baru ke pantai coro. Untuk saat ini cara masuk ke pantai coro ada dua jalur lewat pantai popoh. Jalur pertama lewati kawasan pantai popoh masuk retribusi wisata pantai popoh kemudian baru retribusi pantai coro kemudian parkir boleh jalan kaki boleh pakai ojek. Jalur kedua yang kami lewati dari bukit pandang sebelum masuk kawasan wisata pantai popoh kami lewat jalan makadam yang rencana akan dibangun untuk akses langsung ke pantai coro perjalanan sekitar 3-4km kemudian ketemu pos retribusi pantai coro, boleh parkir sepeda, terus jalan kaki naik ojek boleh imbal barang bila mau camping di pantai coro tapi untuk beberapa sepeda saja.

Tujuan saat itu adalah camping di pantai coro akhirnya kami coba masukkan 2 sepeda motor untuk imbal barang dan penumpang ke pantai jaraknya sih lumayan sekitar 500meter tapi jalannya curam dan makadam untung tidak hujan saat itu.

Setelah itu motor kami parkirkan di warung kemudian jalan kaki sekitar 200meter saja untuk ke pantai coro. Awal keinginan kami ingin ngecamp di banyu muluk tapi kondisi saat itu terasa mistis..hehe akhirnya kami ngecampnya di sekitar pantai coro saja tapi di tempat yang agak tinggian biar dapat view pantai dari atas.

Waktu berlalu tenda didirikan, api unggun di nyalakan, guyonan khas suroboyo di obrolkan, kamera disiapkan, waktu berasa lama menunggu detik-detik pergantian tahun dengan ditemani para nyamuk sambil bakar-bakar apa saja yang bisa dibakar dan hujanpun tak menentu kadang deras kadang cuman gerimis. Banyak cerita mistis disini yang tak bisa diceritakan kemudian beberapa Jam pun berlalu dan akhirnya ini lah yang kami tunggu-tunggu malam pergantian tahun dengan sedikit gemuruh kembang apinya. Harapan-harapan di tahun depan pun kami panjatkan satu-persatu keinginan untuk selalu bersama disetiap rintangan membuat semangat positif para personel sueto tim saat itu.

Tahun barupun terlewati kami bersiap istirahat untuk penjelajahan esok lusa. Satu tenda isi 6 terasa lapang saat kami isi orang 9 hahaha…cuaca hujan yang tak menentu, serangan perangdunia nyamuk ke 3, bintang yang kadang malu menampakkan gemerlipnya, bula purnama yang belum sempurna dan angin yang tak berhembus sama sekali menggambarkan betapa beratnya rintangan kami esok…hahaha.

Di Pagi harinya sebagian tim segera bersiap untuk menjelajah wisata berikutnya yaitu banyumuluk yang pesonanya mengundang misteri dari tadi malam dan sebagian tim lainnya turun ke pantai untuk merasakan nikmatnya air laut pantai coro.

   Banyumuluk dari pantai coro jaraknya tak jauh sekitar 200meteran. Kenapa dijuluki banyu muluk(dalam bahasa indonesia berarti air naik) karena disini banyak air sampai atas batuan karang yang naik karena hempasan ombak yang menabrak karang dan didalam batuan karang ini ada semacam gua yang membuat bunyi hempasan airnya khas. Tidak ada apa-apa di area ini hanya gradasi tumbuhan-tumbuhan dan bentukan karang yang bagus. Kalau anda mengharapkan warung tidak ada. Warung hanya banyak di pantai coro. Berikut Dokumentasinya :

Coro Beach

Pantai Banyu Muluk

Kemudian jika dari banyumuluk anda meneruskan perjalanan ke arah timur sekitar 400m anda akan menemukan pantai dadap tapi pada saat itu hujan dan kami tak sempat untuk explore lebih jauh hanya bisa menikmati dari layar video saja.

Kembalilah kami ke pantai coro saat melihat cuaca sedang tak bersahabat. Bermandi ria dengan ombak di pantai coro yang tak pernah tenang. Membuat dokumentasi sebentar sebelum siangnya kami akan prepare kembali ke salah satu rumah singgah rekan kami di waduk wonorejo.

Ternyata firasat kami benar semakin siang hujan semakin deras jalannya pun sudah jelas sangat menantang jalan kakipun terasa sulit karena memang aksesnya tidak digarap dengan cepat tapi lucunya dengan kondisi jalan seperti itu antusias pengunjung semakin siang semakin rame berdatangan tidak perduli bapak-bapak atau ibuk-ibuk paruh baya.

Masalahnya adalah medan karena 2 motor kami masuk ke medan tempur kalau jalannya tidak hujan medan offroad kami sikat saja tapi kalau hujan ya sudah gotong-royong pun akhirnya di perlukan disini..hehe..jalanan lumpur dan berbatu kami libas dengan tipikal ban no tahu..hasilnya banyak motor terhambat lumpur frontfendernya..haha..untung kami segera menemukan kali yang mengalir dan kami bersihkan semua kuda-kuda besi yang bermandi lumpur untuk bersiap ngegas ke pusat kota tulungagung.

Sekitar habis isya kita makan malam dan sampai di waduk wonorejo yang denger-denger sebelahnya ada ranu kumbolo..eh bukan ranu gumbolo..

Malam itu setelah beristirahat sejenak ada sebagian kru ada yang bertolak pulang karena keesokan hari kembali mencari nafkah ada yang tetap beristirahat agar besok paginya bisa explore tempat-tempat wisata lain seperti Ranu Kumbolonya Tulungagung..

Tunggu Next Part cerita perjalanan kami Gaess…

Berikut Videonya :

Video 2


Salam wildlife!Kali ini admin diminta untuk posting cerita perjalanan dari Cimen D’sueto. Jadi simak cerita serunya berikut ini :

P1110805

Perjalanan sueto kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Salah satu anggota sueto (firman) melakukan perjalanan backpacker menuju jogja pada bulan Oktober 2013 bersama 9 orang teman-teman kampusnya di salah satu universitas negeri di Surabaya, mereka adalah iin, ochi, orchid, lidia, dita, dila, dandy, oky, dan tutut. Perjalanan dari Surabaya menuju Jogjakarta menggunakan moda transportasi kereta api ekonomi dan pemberhentiannya di stasiun lempuyangan jogjakarta. Kami menempuh perjalanan selama 6 jam dari Surabaya pada pukul 8 pagi sampai pukul 2 siang. Sepanjang perjalanan kami selalu bercanda ria bersama sampai-sampai kita tidak sadar kalau perjalanan sudah sampai tujuan.

Setibanya di jogjakarta kami menyewa mobil untuk mengantarkan kami ke penginapan lucy di daerah sosrowijayan malioboro yang sudah kami pesan dari jauh-jauh hari dengan alasan antisipasi apabila penginapannya penuh sekaligus kami menyewa mobil untuk ke tempat  wisata keesokan harinya. Setelah kami sampai di penginapan, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak karena kami merasa lelah saat perjalanan menuju jogja menggunakan kereta api. Pada malam harinya kami mencari makan sekaligus berjalan-jalan di malioboro. Tempat makan yang kita singgahi harganya cukup mahal, tetapi karena perut kami sudah mulai lapar, kami memutuskan untuk makan ditempat itu.

P1110789

Setelah acara makan-makan usai, kami melanjutkan jalan-jalan di daerah malioboro, awalnya kami ingin menuju alun-alun pohon beringin kembar yang memiliki mitos unik, tetapi karena perjanan ke alun-alun tersebut cukup jauh apabila berjalan kaki, maka kami memutuskan untuk hunting foto di sekitar malioboro karena kami merasa kelelahan setelah perjalanan jauh dari Surabaya. Selain hunting foto ada beberapa dari kita membeli oleh-oleh ditempat perbelanjaaan sepanjang jalan  malioboro untuk keluarga, sanak saudara atau teman-temannya. Beberapa dari kita ada yang membeli pakaian, gantungan kunci, sandal, dll. Malioboro meskipun hari aktif tapi selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Terdapat juga perkumpulan para komunitas ada komunitas fotografi, komunitas lukis, komunitas sepeda, dll.

P1110811

P1110832

P1110842

Setelah puas jalan-jalan, hunting foto, dan beli oleh-oleh, sudah saatnya kami kembali ke penginapan karena hari yang sudah mulai larut malam, pertokoan mulai tutup dan kami belum membicarakan tujuan tempat wisata untuk keesokan harinya karena kami masih bingung dengan tujuan wisata kami yang kita tuju. Pada saat membicarakan rencana keesokan harinya kami semua merasa bingung karena tidak ada tujuan wisata yang kita akan tuju. Hampir selama 1 jam lebih kami berpikir, akhirnya kami telah menemukan tempat tujuan wisata yang kita tuju, terdapat 3 tempat wisata yang kita akan tuju yaitu, goa pindul, pantai kukup, dan pantai baron di daerah gunung kidul dengan menggunakan moda transportasi mobil yang kita sewa dari stasiun lempuyangan sebelumnya, karena akses untuk menuju ketiga wisata tersebut tidak ada angkutan masal jadi harus menggunakan kendaraan sewa atau kendaraan pribadi. Setelah merencanakan tempat wisata, kami memutuskan untuk beristirahat dan akan mulai melakukan perjalanan pada keesokan pagi hari pukul 6.

Pagi hari yang cerah matahari terbit dengan terangnya, kami memulai perjalanan menuju tempat wisata. Sebelum berangkat kami berkenalan dengan sopir yang mengantarkan kami ke tempat tujuan yang bernama mas jambul, beliau ternyata juga memiliki komunitas touring yaitu anggota dari byson indonesia club (Byonic). Perjalanan pertama sebelum menuju goa pindul tempat wisata pertama, kami mencari tempat makan terlebih dahulu karena perjalanan menuju goa pindul sangat jauh dan membutuhkan waktu yang lama. Kami memutuskan sarapan di angkringan depan stasiun lempuyangan dengan harga yang murah. Seusai makan kami melanjutkan perjalanan ke goa pindul di daerah gunung kidul. Kami sangat antusias menuju tempat tersebut karena ini kami pertama kalinya melakukan body rafting di goa pindul. Berikut peta perjalanan gua pindul dari arah kota Yogyakarta :

peta gua pindul

peta goa pindul

Pesona wisata susur gua,rafting,dan cave tubing di Desa Bejiharjo,KarangMojo,Gunung Kidul.

Tiba di goa pindul, kami bertemu dengan tour guide (mas dino dan simbah) yang memandu kami dalam penjelasan mulai cerita sejarah goa pindul hingga apa saja yang boleh dilakukan dan tidak diperbolehkan selama wisata di goa pindul. Goa pindul terdiri dari 3 paket wisata rafting menggunakan ban karet. Paket pertama menjelajahi goa pindul saja selama 1 jam, paket kedua wisata menelusuri sungai saja selama hampir 2 jam, atau paket wisata ketiga yaitu menjelajahi goa pindul dan menelusuri sungai selama 3 jam secara keseluruhan . Setelah tour guide menjelaskan, kami menitipkan barang di tempat penitipan dan kami melakukan persiapan memakai peralatan untuk body rafting di goa pindul karena barang-barang tidak boleh dibawa saat melakukan body rafting dan tidak lupa kami mengabadikan momen persiapan tersebut dengan berfoto bersama.

IMG_1785

IMG_1796

Perajalan pertama kami yaitu menjelajahi goa pindul dengan menggunakan ban karet. Untuk sampai di mulut goa pindul tersebut kita harus berjalan kaki dari tempat pendaftaran menuju start goa pindul. Pemandangan goa pindul yang disuguhkan sangat keren dan indah sekali. Kami saling berpegangan pada tali yang menempel pada ban karet yang kita gunakan dan oarng pertama yang menaiki ban karet akan ditarik oleh para pemandu kami untuk menjelajahi area goa pindul. Kedalaman air di goa pindul bervariasi, mulai ketinggian 3 meter sampai kedalaman 8 meter. Berbagai macam mitos di dalam goa pindul yang diceritakan oleh pemandu kami, ditengah-tengah goa kami berhenti sejenak dan kami berdoa pada saat terdapat batu goa yang memiliki mitos apabila kita memegang batu tersebut permasalahan kita dimudahkan tapi tetap dengan meminta doa kepada Allah SWT dan tempat tersebut hanyalah sebagai mitos masyarakat sekitar saja.

IMG_1794

legend pindul cave story

IMG_1807

IMG_1810

IMG_1812

IMG_1813

IMG_1845

IMG_1869

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1876

IMG_1880

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1888

IMG_1890

IMG_1899

IMG_1905

Setibanya di tempat tujuan kami berjalan kaki menuju tempat mulainya petualangan body rafting kami dengan menelusuri sungai.  Jarak tempuh untuk menelusuri sungai tersebut selama 2 jam. Tapi body rafting yang kedua ini sangat berbeda dengan yang pertama, karena body rafting yang kedua tempatnya outdoor sehingga panas terik sinar matahari langsung mengenai kita, sedangkan body rafting yang pertama terhindar dari teriknya sinar matahri karena tertutup oleh goa pindul. Di tengah-tengah sungai jarak tempuhnya 1 jam terdapat air terjun kecil serta jembatan setinggi 5 meter dan ada pula tempat untuk meloncat dengan ketinggian 10 meter. Di tengah-tengah pula adalah tempat peristirahatan sejenak karena panjangnya rute kami dari goa pindul sampai ke wisata menelusuri sungai terdapat tempat penjualan makanan dan minuman. Untuk sistem pembelian tersebut kita mengambil makanan atau minuman yang kita inginkan dan petugas akan mencatatnya apa yang kita beli lalu pembayarannya dilakukan di loket pendaftaran. 2 orang dari kami mencoba memacu adrenalin untuk melompat mulai dari jembatan setinggi 5 meter dan melakukan lomcatan yang memiliki ketinggian 10 Meter. Lompatan 10 Meter benar-benar membuat tubuh merasa bimbang karena begitu tingginya untuk terjun kedalam air tapi akhirnya dapat loncat dengan keberanian diri. Sedangkan yang lainnya mengabadikan momen di air terjun kecil dengan berfoto bersama bahkan bergiliran berfoto sendiri-sendiri.

IMG_1909

IMG_1921

IMG_1930

Setelah beristirahat, berfoto, dan memacu adrenalin dengan melompat, kita melanjutkan penelususran sungai sampai garis akhir. Dan setibanya di garis akhir kita kembali ke tempat pendaftaran dan tempat penitipan untuk mengambil barang-barang kami dengan menggunakan kendaraan pick up yang sudah disediakan oleh pemandu, serta kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mas dino dan simbah yang telah memandu kami selama berwisata di 2 tempat tanpa mengenal lelah dan membuat kami selalu tertawa akan candanya. Sebelum melanjutkan perjalanan kami selanjutnya, kami beristirahat dahulu sejenak untuk melakukan sholat, dan bahkan ada mandi untuk membersihkan badan. Inilah perjalanan pertama kami menjelajahi wisata goa pindol yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Nantikan cerita perjalanan kami yang kedua berpetualang ke pantai kukup, pantai baron dan taman sari. Salam adventure

IMG_1894

thanks to mas gaet simbah

Cerita perjalanan ini akan dilanjutkan ke part 2. Juga video perjalanannya yang akan saya upload di edisi berikutnya. Mungkin dibawah ini bisa jadi gambaran estimasi biaya meskipun tidak terlalu spesifik plus sejarah gua pindul supaya tahu nih para pembaca.

Tarif:

Goa Pindul:

–          wisata goa pindul: 35.000

–          wisata sungai: 35.000

–          goa pindul + sungai: 70.000

–          pelajar/mahasiswa: potongan 10%

sewa mobil + sopir: 480.000 2 hari

Kebetulan Video yang part 1 sudah bisa di aksek mungkin bisa buat bahan referensi saat mau traveling ke gua pindul :

Sejarah gua pindul :

Mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai Belik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Belik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.

Sebagai salah satu obyek wisata, Gua Pindul memang menawarkan pemandangan yang eksotik. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa Gua Pindul ini menjadi populer di kalangan para pecinta wisata susur gua. Tetapi mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai mBelik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Mbelik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.
Semuanya berawal dari seorang tokoh bernama Kyai Jaluwesi yang berkonflik dengan raksasa bernama Bendhogrowong. Keduanya terlibat adu kesaktian, dengan keunggulan pada Kyai Jaluwesi. Raksasa itu kemudian mengeluarkan aji-ajinya karena merasa terdesak. Sayangnya aji-aji tersebut meleset dan mengenai seekor anjing peliharaan Widodo dan Widadi, anak kembar Kyai Jaluwesi. Anjing yang bernama Sona Langking itu cedera parah dan berlari tak karuan menuju sebuah sumber air yang ada di balik semak-semak. Kyai Jaluwesi yang mengikuti arah lari Sona Langking kaget ketika mendapat anjingnya telah pulih dari cedera parah akibat aji-aji sang raksasa.
Melihat hal itu, Kyai Jaluwesi kemudian menamai sumber air itu sebagai Mbelik Panguripan, karena mampu menyembuhkan luka parah yang diderita anjingnya. Beberapa lama setelah peristiwa itu, muncul sepasang pria dan wanita bernama Kyai dan Nyai Sejati yang ingin menguasai tanah di sekitar Gunung Bang. Mereka meminta kepada Kyai Jaluwesi untuk pindah dari tempat itu, dan Kyai Jaluwesi menyanggupinya. Meski begitu Kyai Jaluwesi menginginkan sebuah syarat, yaitu setelah kepindahannya masyarakat Gunung Bang harus mengadakan acara bersih lepen (sungai), penari ledhek (tayub), pada hari Senin Paing setiap tahun sekali. Kemudian Kyai Jaluwesi pindah ke daerah Gua Pindul, hingga moksa dan diyakini menjadi penunggu di Gua Pindul dan Mbelik Panguripan.
Tentu saja legenda tidak bisa dipercaya keakuratannya seratus persen, tetapi pembaca yang baik seharusnya mampu menangkap apa yang ada di balik tiap legenda, bukan malah menganggapnya mistis, ataupun tidak masuk akal. Gua Pindul yang saat ini sedang menjadi primadona wisata susur gua atau cave adventure memang menarik dan menawarkan sensasi yang berbeda dengan wisata-wisata yang sudah umum di Yogyakarta.
%d blogger menyukai ini: