Tag Archive: jawatimur



Salam wildlife!Kawan Akhir-akhir ini kan wisata puncak bukitkan lagi hits nah tak sengaja waktu kami berkunjung ke rumah rekan kami eh malah setelahnya langsung bertolak ke bukit watu jengger karena letakya memang sangat dekat sih..

Untuk mengisi kekosongan waktu maka kita coba berangkat survey tempat karena memang kami sebelumnya memang belum pernah dan belum ada rekan-rekan yang kesana.

Perjalanan dari Dlanggu kami tempuh tak sampai sejam menuju ke wisata bukit watu jengger..Kalau ingin lihat petanya bisa dibawah ini.

Kondisi Jalannya sih waktu masuk desa nawangan sudah baguskok tapi sedikit terjal saat masuk dari area wonosalam..ada beberapa jalan menuju desa Nawangan yang masih makadam..

Desa Nawangan ini masih masuk Mojokerto, Tapi kita masuk melalui jalur Wonosalam yang sudah area Jombang jadi antar bukit hanya di batasi sebuah sungai saja.

Masuk ke desa Tarif Parkirnya sekitar Rp 5000,- saja karena biasanya para pendaki akan mendaki malam atau sore untuk camping..

Setelah parkir  jangan lupa bawa bekal makanan-minuman ada beberapa warung disekitar desakok bagi yang tidak membawa persiapan..Karena jarak pendakiannya sekitar 3km kan lumayan tuh..

Penjual makanan-dan minuman sih terakhir ada di pos tiket masuk utama saja di pos 1,2 dan 3 apalagi puncak tidak ada sama sekali lo..

Jarak dari tempat parkir k epos tiket utama lumayan sekitar 1 km an kayaknya kurang-lebih sih..Nanti baru dari sana kita akan di Tarik tarif lagi untuk data diri dan administrasi. Tiketnya bisa ditebus sekitar Rp 11.000,-/orang nanti mungkin akan ditanya estimasi perjalanan PP selama pendakian hanya untuk info saja sih..

Kemudian setelah admin selesai langsung deh ngetrack menuju pos 1, Suasananya hanya melewati kebun-kebun, baru setelah itu arah pos 2 kita akan masuk hutan, Masuk pos 3 kita sudah bisa melihat ketinggian samping kanan-kiri udah bukit-bukit saja..

Nah di pos 3 ini tempatnya agak luas kalau mau liat sunrise dan camping disini karena puncak di 1100mdpl gak ada tempat untuk campingkok..

Nyampai di Puncak pemandangannya lumayan bagus tapi memang saat itu kami kurang pagi dan sudah mendung meskipun hujan tak melanda..Santai sejenak adalah tujuan utama berada di puncak dan menikmati udara pegunungan

Setelah semua lelah ini terlepas barulah kami beranjak turun..Medannya sih tidak berat cocok bagi pendaki pemula yang ingin cari keringat tapi tracknya lumayan tidak pendek juga sih..

Sembari kami berjalan menuruni bukit maupun berangkat selalu ada beberapa pemuda yang lalu lalang untuk mengumpulkan sampah supaya jalur pendakian dan sekitarnya tetap bersih..menurut saya ini sih bagus juga dibudayakan..Tapi saya ingatkan juga bagi pengunjung untuk membantu meringankan beban pemuda-pemuda desa ini untuk tidak membuang sampah sembarangan OK.

Jalur turun terasa lebih cepat seperti biasanya..sebenarnya ada spot menarik sebelum masuk k epos tiket utama..Yup ada hutan pinus untuk objek foto sih..Gak kalah bagus kok dengan hutan-hutan pinus yang sudah terkenal seperti di Jogja atau Wonosalam…

Kemudian kami langsung pulang saja ke Surabaya waktu itu setelah bersih-bersih..

Kesimpulannya sih Bolehlah bukit watu Jengger ini dicoba khususnya untuk pendaki pemula soalnya kan lagi hits tuh sekarang yang bukit-bukit, jalan tak terlalu ekstrem landau tapi panjang, pemeliharaan sudah memadai hanya saja kalau untuk dating menggunankan mobil jangan pakai sedan, pakai mobil-mobil niaga saja karena meskipun jalan desa udah bagus jalan masuk desanya yang masih makadam,

Parkir mobil ada disediakan lahan tapi tak muat banyak, misalkan pengunjung membludak, naik motor lebih baik sudah ada tempat parkirnya dirumah-rumah wargakok..

Terimakasih sudah membaca cerita kami..Ready to Next Adventure Guys?Sueto Explore Go!

Untuk videonya bisa lihat di link ini

jangan lupa subscribe ya

Thanks Gaess

Iklan

HI Suetoclub!Sebelumnya kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Lebaran kali ini mau kemana ya?Kalau gak unjung-unjung ya liburan ketempat wisata terdekat saja.

Karena akhir puasa di 2019 ini cuacanya terang benderang dan langit pun membiru mengundang kami tuk mengabadikan pesonaNya.

Awalnya bermula dengan berkunjung kesawah belakang rumah di desa kedung pare setiap pagi ku menikmati embun itu dan setiap sore Kunimakti berkas-berkas cahaya jingga menutup hari hingga malam tiba dan saat itu hujan tak pernah datang.

Esoknya kan lebih elok karena langitpun membiru tanda cuaca bersahabat kepadakami hari itu. Perjalanan dimulai dan kami ternyata kembali ke Bukit Gandrung Tanggulasi yang sebelumnya di 2 tahun lalu kami pernah kesana. Tak akhyal nostalgia itu un terlanjut.  Tapi kali ini kami tidak akan melewatkan momen terbaik pada hari ini.

 

 

Untuk info mengenai Tiket masuk terbaru :

1. Parkir Rp 2000,-

2. Masuk ke taman Rp 6000,-

3. Toilet Seikhlasnya

4. Ngopi dll masih standar murah

Saat itu Ngopi Pagi menjadi sebuah kewajiban untuk menemani suasana pagi kami bercerita dengan suasana dan mendengar hiruk pikuk para pedagang warung yang baru buka dan merasakan udara segar khas pegunungan. dan Alhamdulillah masih banyak jajan lebaran di warung yang ternyata gratis anggap saja yang datang ke warung adalah mertamu.

Sembari menunggu kru kami yang masih tertidur dan tidak bisa bangun pagi..hahah kami dokumentasi saja menikmati setiap sudut detail keindahan dan mengabadikannya dalam sebuah frame.

Setelah fajar mulai meninggi kami pun menuju tempat selanjutnya dan momen indah itu masih megikuti kami melewati jalanan pegunungan. Sumber biru adalah tujuan kami berikutnya.

Eloknya jalan pegunungan yang naik turun seperti sebuah perjalanan cinta mengantarkan kami ke destinasi kedua dari kisah kami di hari itu. Sesampainya di parkiran kami berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah di bangun rapi oleh penduduk sekitar dengan warung dikanan kiri. Memang tempat ini adalah salah satu tempat yang cozy untuk ngopi bareng bersama keluarga agar lebih mendekat dengan alam ditemani gemericik aliran air yang akan membasahi kaki-kakimu dan menyegarkan pikiranmu untuk hidup yang lebih berkualitas gaess.

Harga di warung-warungnya pun masih sangat bersahabat dan bisa diantar di tempat kalian bercengkrama bersama keluarga.

info : Tiket masuk Rp 10.000,- termasuk parkir motor  (ada pembatasan pengunjung jadi kalau terlalu ramai wisatawan mungkin akan menunggu sehingga kualitas liburan benar-benar terjaga)

Saat itulah kami sampai lupa akan sinyal yang sulit terlupakan saat di keramaian kota bahwa seharusnya kami menghubungi kru kami yang malas bangun. Akhirnya kami menyambung sinyal itu lagi keluar dari ketenangan dan bergabung dengan kru kami yang lain mencari ketenangan baru dilain tempat lagi.

Sebenarnya Hati ingin menuju AIr Terjun Tretes tapi mengapa hari tak membolehkan langkah kami sehingga Aliran Sungai Desa Jarak di kaki gunung Anjasmoro menjadi pilihan berikutnya.

Airnya yang bening dan dingin tidak tercemar oleh sentuhan menjadi tujuan utama kami untuk membasuh muka dengan air murni di padu dengan suasana khas pegunungan yang tenang.

Tak Lupa Bersyukur Indahnya alam bumi pertiwi di Jombang ini. Kami abadikan dalam sebuah video cinematic dibawah ini dan terimakasih telah berkunjung dan menikmati keindahan bersama kami.

Bila ada salah kata Kami Mohon Maaf Lahir Bati ya Gaess.


sunrise

Hi Salam wildlife!Menyambut Awal 2019 Kali ini Suetoclub mau mengajak kalian keliling-keliling Jateng saja deh..Perjalanan kali ini bermula dari libur panjang setelah tahun baru..Berangkat Pagi Hari dari Surabaya lansgung menuju penginapan di Jogja Estimasi Perjalanan Sekitar 6jam via Caruban-Ngawi-Sragen-Solo-Klaten-Jogja

peta 1

Perjalanan Sempat Terganggu karena hujan deras di sekitar daerah Sragen dan Solo..Tujuan utama hari itu memang bersantai di Jogja dulu baru besok Paginya kita explore lagi.

Sampai Jogja sempat keliling tugu sebentar..ramainya untung gak hujan..terus kembali ke penginaan

Tarif penginapan per malam di ATtaya sekitar 150ribuan.

Paginya kita langsung bersiap menuju Magelang-Ketep Pass-Kopeng-Rawa Pening-Magelang. Pakai Pulsar dari Sby ngisi 115ribu pertalite baru ngisi lagi waktu sampe Magelang.

peta 2

Perjalanan dari Magelang ke ketep pass memakan waktu sekitaran 1jam lebih sih..tergantung lalu lintas..Pagi itu memang mendung adi kami gak yakin waktu sampai ketep pass keadaan jadi cerah. Jalan ke ketep pass mulus tapi terus menanjak kalau dari arah Magelang.

Pas sampe ketep pass cuaca cerah tapi mendung sehingga agak menutupi view utama di ketep pass yaitu gunung merapi dan merapi yang berdampingan mirip sumbing-sindoro kalau dilihat dari Temanggung

Tiket masuk 2 orang separkir Rp 22000,- saja

Oh iya ada home theaternya (tarifnya beda lagi untuk masuk ke home theatre) menceritakan tentang sejarah volcano gunung merapi. Untuk infonya bias dibaca disini ya gaess : https://www.maioloo.com/tempat-wisata/jawa-tengah/ketep-pass-magelang/

Kemudian dari ketep pass kita menuju tempat wisata keluarga dan outbond Kopeng karena waktu kami belum sempat masuk sih tapi mungkin informasi ke link ini bias membantu : https://www.jejakpiknik.com/taman-wisata-kopeng/

Karena saat itu cuacanya rawan hujan maka kami segerakan saja dari kopeng menuju rawa pening via ambarawa. Sekitar perjalanan 1jam kurang kami sampai ke tempat wisata rawa pening tapi ternyata saat itu masih dalam masa pemugaran menjadi wisata baru jadi kami masuk hanya bayar parkir saja sih Rp 2000,-

peta 3

Setelah puas duduk santai disekitar danau rawa pening kami pun kembali ke Magelang karena cuacanya semakin tidak bersahabat. Menuju Hotel Borobudur Magelang dapat dari traveloka sih lumayan ternyat potongan 100ribu lebih..dari harga asli 270 ribu dapat AC lagi..

peta 4

Setelah Hujan reda kami malamnya bersantai di alun-alun Magelang tampak gunung sumbing dari kejauhan dan saat itu enaknya sambil menikmati tempe medoan yang ada diangkringan dan kopi hangat..hmm rindu sekali cuaca sendu saat itu.

peta 5

Paginya Kami berangkat Menuju wisata posong ke Temanggung sekalian sejalan karena tujuan utama kami ke Dieng jadi ya sekali jalan gitu maksudnya..WIsata posong ini pintu masuknya di seberang jalan pintu pendakian sumbing. Mengarah ke lereng gunung Sindoro

Masuknya sih dari depan cuman Rp10.000,-/motor, parkir Rp2000,- Tapi Nanti masuk lagi ke taman wisata posong yang diatas bayar lagi Rp10.000,-/orang.

Dari tiket pembayaran pertama panjang tanjakan sampe ketempat wisata sekitar 3km an ya kalau mau coba jalan kaki sih boleh tap bus mini saja bisa naik kok..hehe. Jalannya kecil sih tapi ngeri kalau kebetulan sisipan 2 mobil pas tanjakan terakhir..hihihi

Berikut Linknya : https://wisatadunia.net/wisata-alam-posong-temanggung/

Link https://camerawisata.com/embung-kledung-temanggung/

Tapi kalau malem kayaknya bagus tapi ya gitu super dingin ketinggiannya di 1700mdpl..sayang kami saat itu hujan melanda hanya ada beberapa momen yang pas untuk berfoto. Karena memangniatnya setelah ke Posong memang ke embung Kledung tapi apalah daya kami terdampar di basecamp pendakian ke sindoro karena saat itu hujan sangat lebat…hehe dari sore sampai malem hujan deres bro..Hujan baru reda sehabis isya’..

Perjalanan kami teruskan ke kota wonosobo sambil kami menunggu di alun-alun kota menunggu rekan kami yang jauh-jauh dari Jepara demi mengejar golden sunrise di Sikunir.

peta 6

Setelah Kumpul ketemu rekan kami Mau langsung Ke Desa Sembungan eh Hujan lagi akhirnya kami ngopi dulu di Pojok Kota..Sekitar jam 12 kami baru berangkat dari Wonosobo..Saat memasuki kawasan dieng eh ternyata hujan dan berkabut tebal mau gak mau kami tembus karena kami yakin dari atas pasti terang ya beneran terang dari atas tapi dingiiiiin banget bro..

Malemnya itu masuk desa Sembungan kenak tarif Rp10.000/orang, Parkir Rp 2000/motor

Yak arena memang benar-benar kedinginan dan masih sekitar  jam 1an lebih kami membakar diri..Eh menghangatkan diri di warung saja sampai menunggu waktu mendaki sekitar jam 4 Pagi.

Waktu yang dibutuhkan mendaki dari parkiran menuju Puncak hanya sekitar 45 menit gak sampe satu jam lah pokoknya..Berharap ada keajaiban karenan pagi itu mendung, kabut dan gerimis menyerta..

Tapi Alhamdulillah waktu sampe atas ternyata benar keajaiban terjadi dan Golden Sunrise Sikunir menunjukkan pesonaNya..

https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-2483349/selamat-datang-di-sembungan-desa-tertinggi-di-pulau-jawa

Setelah puas menikmati indahnya golden sunrise sikunir kita pun kembali ke ranu sembungan..untuk mendirikan tenda dan ngopi sejenak. Subhanallah, memang benar-benar indah pemandangan desa Sembungan ini. Kemudian kita turun ke kota Wosobo rencan kembali ke Jogja saat itu juga jalurnya via Wonosobo-purworejo-Muntilan-Sleman-Jogja. Perjalanan Kita Tempuh sekitar 2.5 jam..Sampai di Jogja malah hujan deras kemudian makan malam sebentar langsung menuju klaten untuk singgah disalah satu rekan kami.

http://travel.tribunnews.com/2016/11/21/desa-sembungan-dieng-inilah-10-fakta-permukiman-tertinggi-di-pulau-jawa-yang-tak-banyak-diketahui

Kebetulan desa teman kami dekat tebing breksi tapi hari itu kami tidak sempat mampir tapi kalau misale pembaca mau mampir coba masuk ke link ini https://tempatwisatakeluarga.com/tempat-wisata-di-klaten/

peta 7

Sorenya perjalanan kami lanjutkan  dari Klaten ke Jombang via tawangmangu saja karena cuaca saat itu mendukung untuk melewati kawasan pegunungan. Kalau anda penasaran coba mampir kesini saja https://mytrip123.com/tempat-wisata-di-tawangmangu/

peta 8

peta

Malamnya kami sampai Jombang Alhamdulillah sampai. Besok sorenya baru pulang ke Surabaya

peta 10

Sekian Cerita kami jangan lupa terus explore keindahan Indonesia ya gaes..

Berikut Videonya :

Touring Keliling Jawa Tengah di Awal Tahun 2019


Perjalanan ke Hidden Paradise Ujung Pulau Jawa Bilik Beach by Suetoclub

Hi Salam Wildlife!Gaess Cerita Perjalan ini Dimulai Sebelum Bulan Puasa. Maklum baru bisa posting sekarang hehe..Rencana awal sih liburannya memang bukan kesini melainkan ke danau taman hidup tapi karena sesuatu hal akhirnya kami putuskan menuju kesini saja.

Berangkat dari Surabaya jam 23.00wib dengan kondisi gas santai sampai di paiton ternyata kesana sampainya kecepetan jam 2 sudah sampai akhirnya tidur dulu aja di pom bensin araya sampai shubuh baru berangkat lagi. Soalnya pos penjaga di Baluran kan baru buka sekitar jam 7 pagi.

Setelah Shubuh kita berangkat melewati dinginnya embun pagi disekitar jalanan persawahan yang kami lewati setelah kota Situbondo.  Dinginnya sampai membuat kami pilek karena lebih dingin dari malam yang kami lewati..xixixi

Untuk Rutenya bisa cek di google map dibawah ini

Tapi setelah sampai pedesaan jangan lupa tanya warga lagi jangan percaya google 100% anda bisa tersesat atau kalau tidak ketemu jalan yang tidak sesuai harapan bisa jdi masalah haha. .Intinya jangan sampai di PHP googlemaps. .karena jalanan yang akan dilewati ini tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

Berkat arahan warga kamipum sampai di pos masuk taman nasional Baluran. Daftar Nama bayar GRatis! Alhamdulillah. .Kemudian kami teruskan perjalanan melewati afrikanya jawatimur..yups suasana bakal persis bila kalian pernah ke afrika ya.. Ingat bila kalian pernah ya! Bila belum kesini aja deh biar gak jauh-jauh.. Hehe.

Sembari menikmati pemandangan kami selalu bertemu banyak warga seliweran dari kampung nelayan pos merak. Jadinya ada temennya gak seperti ke hutan sendirian.

Perjalanan dari Pos PH menuju Pantai Bilik Kurang lebih memakan waktu 1jam dengan lika-liku jalannya yang seru dan menantang. Banyak jalur bayangan hanya insting yang menjadi bimbingan. Ditengah Gunung Baluran terlihat semakin megah.

Sampai di pantai Bilik ternyata woyy pemandangannya masih alami Loo. .Tipikal pantainya macem-macem,  ada pantai bakau,  pantai kerikil,  pantai pasir putih,  dan sebuah laguna sunyi yang indah.

Lanjut lagi ke Barat kita menemukan teluk hati yang masih disekitar kawasan pantai bilik.  Santai sejenak melepas lelah sejenak karena suasana begitu sunyi hanya ada beberapa anak-anak main, klub sepeda,  dan para pemancing dn laut yang tak berombak lengkap sudah syukur kami kepada sang pencipta alamsemesta diberikan kenikmatan seperti ini.

Hari mulai Siang kami pun bersiap kembali. Karena esok hari sudah beraktifitas lagi. Kapan-kapan saja kita sempatkan berkunjung ke pantai Merak ke Sebelah Timur Baluran.

Keluar hutan sempat kesasar malah menuju pantai merak akhirnya setelah bertanya warga setempat kami menemukan jalan keluar ke arah pos PH.

Perjalan ke Surabaya kami nikmati dengan santai jam 12 kita keluar jam 19 kita sampai Sby kita sempatkan tidur sebentar di Araya lagi itu. .

Berikut videonya gaess

Terimakasih telah membaca cerita perjalanan kami.  Jangan lupa subscribe youtoube kami dan follow insta kami di suetoclub.

Karena besok juga sudah lebaran kami ucapkan selamat hari raya idul fitri  1439H bagi yang merayakan dan mohon maaf lahir batin

Oh iya bisa mampir ke link kita lainnya tentang info baluran http://www.suetoclub.com/2015/07/greentour-to-baluran-sebuah-tempat.html


IMG_2587

Olahraga Kecil Menuju Pawitra G. Penanggungan (1653MDPL) by Suetoclub

Hai Salam Wildlife!Yup Setelah sempat lama tak jalan-jalan kami Suetoclub memilih melakukan Olahraga kecil lagi yaitu hiking ke puncak Penanggungan yang deket-deket saja dari Surabaya. Perjalanan hiking ini dipilih karena memang sudah lama gak hiking terakhir ke Welirang meskipun dalam perjalanan menuju hari H ini beberapa personel mengalami cidera sehingga waktu mendaki tidak dalam kondisi fit tapi kamipun tetap berangkat karena memang bulan September 2014 ini waktunya bener-bener cocok untuk mendaki dan alat-alat sudah kadung disiapkan..hehe.

Perjalanan kami mulai hari Sabtu karena saya sendiri masih ada kerjaan sampai siang  hari itupun berangkatnya baru malam harinya  tapi Gas sajalah. Hiking kali ini diikuti hanya 3 orang saja karena mungkin banyak yang lainnya berhalangan tapi yang ikut ini dedengkot sueto malah yang paling lama sudah tidak pernah turing bareng lagi akhirnya dipersatukan lewat acara hiking ini J

Time 13.00

Perjalanan pulang kantor dari Gresik ke Sidoarjo

Time 14.30-16.00

Sampe  Sidoarjo langsung pijet untuk menstabilkan kondisi fisik

Time 16.30-19.00

Setelah Pijet nunggu personel lainnya datang kerumah tidur dulu

Time 19.30-21.00

Lihat Arsenal vs Manchestercity yang lagi seru-serunya waktu itu da hasilnya berakhir imbang

Time 22.00-23.30

Berangkat dari Sidoarjo menuju Trawas ke pos pendakian Tamiajeng kampus Ubaya

Time 00.00-00.30

Keliling-keliling dulu cari makan malam bekal dll.

Time 01.00

Start mulai pendakian setelah parkir bayar perizinan Rp 5000,-/orang parkir mobil Rp.20.000,- parkir motor sekitar Rp 5000,-

Time 01.00-02.00

Melewati jalanan naik turun yang agak mudah tingkat kesulitannya menanjak tapi gak seberapa masih melewati hutan-hutan ladang perkebunan sampai ke pos 1

Time 02.00-03.00

Jalannya mulai menanjak soro lumayan kalau bawa carier dengan beban berat diatas 15kg-20kg mulai olahraganya disini xixixixi

Time 03.00-03.30

Selangkah lagi sampai puncak bayangan hosh-hosh hahaha..untungnya ramai saat itu katanya sih puncak welirang ditutup jadi banyak yang pindah daki ke penanggungan weekend saat itu

Time 03.30-03.45

Akhirnya sampai juga sempat melihat orang berjubah putih seperti assincreed begitu mungkin semedi atau penjaga gunung ya temen saya sempat kaget hihi..kemudian mendirikan tenda dan kemudian yang lainnya istirahat saya foto-foto sampai pagi sambil menunggu yang lainnya bangun

Time 06.00-06.30

Akhirnya yang lain udah pada bangun dan melakukan persiapan summit  puncak Pawitra

Time 06.30-07.30

Meskipun hiking summitnya kurang lebih cuman 1jam perjalanan tapi jalananya benar-benar menguras tenaga karena penuh pasir dan debu istilahnya banyak jalan menuju roma tapi kalau salah jalan ya percuma haha

Time 07.30-08.15

Santai-santai menikmati puncak pawitra di pagi hari sejuk-sejuk gimana gitu sambil mengabadikan momen-momen eksis

Time 08.15-08.45

Bersiap turun dari puncak tapi justu turun ini lebih ekstra hati-hati meskipun bisa lebih cepat kalau sudah begini hanya pengalaman yang benar-benar bisa kita pelajari tenang saat memilih pijakan adalah kuncinya salah dikit pasti mbrosot..

Time 08.45-10.30

Sesampai tenda di puncak bayangan kami langsung istirahat sebelum bersiap preapare buat kembali ke Surabaya

Time 10.30-12.00

Semua sudah beres bersih-bersih sampah dan lain-lainnya jangan lupa dibawa ya biar tetap menjaga keasrian gunung tetap hijau perjalanan turunpun kamu lakukan dengan 2 kali lipat susah payah meskipun barang-barang di tas sudah kosong dan perjalanan lebih cepat karena turunan ya meskipun tidak lebih cepat dari rata-rata pendaki couple disana waktu itu yang begitu so sweet seperti mendaki dengan cinta dan jalanan gunung serasa milik berdua sejoli..haha tapi plink gak kita berhasil dapat korting lah dari perjalanan mendaki 2 setengah jam jadi 1 setengah jam saja pas turunan…hihi

Time 12.00-13.00

Cari rumah makan kemudian langsung istirahat di sebuah persinggahan teman yang ada di Trawas

Time 13.00-18.00

Setelah isitirahat dan mandi-mandi sehingga terasa bugar dan fit kembali kamin bersiap pulang ke Surabaya setidaknya perjalanan kali dapat dinikmati untuk mengisi liburan dengan oloahraga kecil-kecilan. Kalau 1 bulan tak disempatin traveling rasanya hidup jadi hambar gitu haha..

So tunggu cerita perjalanan dari Suetoclub di perjalanan-perjalanan berikutnya 😉

Di bawah ini sedikit History tentang G. Penanggungan

Gunung Penanggungan, merupakan gunung berapi yang sedang tidur atau sedang dalam keadaan tidak aktif. Gunung yang memiliki ketinggian 1653 M dari atas permukaan laut ini terletak di kabupaten Mojokerto dan berada pada satu kluster dengan gunung Arjuno dan Welirang.

Gunung ini dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di sekujur lerengnya ditemui berbagai peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha di Jawa Timur. Di masa itu gunung ini dikenal sebagai Gunung Pawitra, yang memiliki arti sebagai kabut, karena memiliki puncak yang runcing dan berkabut. Setidaknya terdapat 81 bangunan candi yang pernah berdiri di kawasan lereng Penanggungan. Dari angka tahun yang ditemukan di beberapa bangunan candinya, diketahui bahwa bangunan-bangunan tersebut didirikan antara abad X Masehi (Pemandian Jalatundo, 977 M) sampai dengan abad XVI Masehi.

Semua peninggalan bersejarah yang terdapat di kawasan Penanggungan ditemukan pada tahun 1920 an, saat terjadi kebakaran hutan yang hebat di lereng gunung tersebut. Dari kejadian itu pula, benda-benda dari masa kejayaan Majapahit ikut banyak ditemukan beserta situs arkeologi dan ribuan artefak lainnya yang tersebar di lembah dan lereng sisi barat dan utara Penanggungan bisa terungkap.

Penduduk lokal percaya bahwa gunung Penanggungan merupakan gunung yang banyak digunakan sebagai tempat meditasi atau bertapa, dimana juga banyak dihuni oleh para dewa yang sering marah. Bukti atas kepercayaan ini bisa dilihat dari 81 kepurbakalaan yang ditemukan di gunung Penanggungan dan memperkuat anggapan masyarakat Jawa bahwa gunung Penanggunggan adalah gunung yang suci, dan tempat tinggal dewa. Tidak kurang dari 50 punden berundak dengan tiga altar sesajian di terasnya yang tersebar di lembah dan lereng Penanggungan.

Di dalam kepercayaan Hindu Buddha dikenal adanya konsep Makrokosmos atau susunan dalam alam semesta, bahwa alam semesta ini berbentuk linkarang pipih seperti piringan, dimana gunung Mahameru atau Semeru menjadi pusatnya. Gunung Penanggungan, dalam kepercayaan masyarakat Jawa, adalah salah satu perwujudan konsepsi makrokosmos tersebut karena gunung tersebut diyakini sebagai salah satu puncak Mahameru yang dipindahkan oleh dewa penguasa alam.

Sebagai pusat keagamaan pada masa perkembangan Hindu dan Budha, kaum resi memegang peranan penting dalam upacara ritual. Para resi adalah orang yang sudah mengundurkan diri dari dunia ramai dan memilih untuk hidup menyepi pada tempat-tempat yang jauh dari keramaian, biasanya di gunung yang masih sepi dan asri. Gunung Pawitra dijadikan sebagai pusat aktivitas keagamaan tidak lain adalah karena anggapan bahwa Pawitra merupakan puncak Mahameru, titik pusat alam semesta yang dipindah ke Jawa. Dengan bermukim dan beribadah di bangunan-bangunan suci yang tersebar di lereng-lerengnya, maka para resi akan lebih mudah untuk berhubungan dengan dewanya di dunia Swarloka, tempat bersemayamnya para dewa dan Girinatha (Siwa).(http://www.eastjava.com/books/glorious/ina/penanggungan.html)

Berikut dokumentasinya

10628449_10201840122599538_2379462548484669326_n 10475338_10201840537969922_6955034985091380794_n 10646954_10201841977125900_2004781823148394930_n 10356750_10201843101554010_1790660840717663990_n IMG_2277 IMG_2278 IMG_2282 IMG_2287 IMG_2304 IMG_2307 IMG_2343 IMG_2362 IMG_2373 IMG_2380 IMG_2384 IMG_2387 IMG_2462 IMG_2536 IMG_2548 IMG_2554 IMG_2581

%d blogger menyukai ini: