Tag Archive: Jombang



Salam wildlife!Kawan Akhir-akhir ini kan wisata puncak bukitkan lagi hits nah tak sengaja waktu kami berkunjung ke rumah rekan kami eh malah setelahnya langsung bertolak ke bukit watu jengger karena letakya memang sangat dekat sih..

Untuk mengisi kekosongan waktu maka kita coba berangkat survey tempat karena memang kami sebelumnya memang belum pernah dan belum ada rekan-rekan yang kesana.

Perjalanan dari Dlanggu kami tempuh tak sampai sejam menuju ke wisata bukit watu jengger..Kalau ingin lihat petanya bisa dibawah ini.

Kondisi Jalannya sih waktu masuk desa nawangan sudah baguskok tapi sedikit terjal saat masuk dari area wonosalam..ada beberapa jalan menuju desa Nawangan yang masih makadam..

Desa Nawangan ini masih masuk Mojokerto, Tapi kita masuk melalui jalur Wonosalam yang sudah area Jombang jadi antar bukit hanya di batasi sebuah sungai saja.

Masuk ke desa Tarif Parkirnya sekitar Rp 5000,- saja karena biasanya para pendaki akan mendaki malam atau sore untuk camping..

Setelah parkir  jangan lupa bawa bekal makanan-minuman ada beberapa warung disekitar desakok bagi yang tidak membawa persiapan..Karena jarak pendakiannya sekitar 3km kan lumayan tuh..

Penjual makanan-dan minuman sih terakhir ada di pos tiket masuk utama saja di pos 1,2 dan 3 apalagi puncak tidak ada sama sekali lo..

Jarak dari tempat parkir k epos tiket utama lumayan sekitar 1 km an kayaknya kurang-lebih sih..Nanti baru dari sana kita akan di Tarik tarif lagi untuk data diri dan administrasi. Tiketnya bisa ditebus sekitar Rp 11.000,-/orang nanti mungkin akan ditanya estimasi perjalanan PP selama pendakian hanya untuk info saja sih..

Kemudian setelah admin selesai langsung deh ngetrack menuju pos 1, Suasananya hanya melewati kebun-kebun, baru setelah itu arah pos 2 kita akan masuk hutan, Masuk pos 3 kita sudah bisa melihat ketinggian samping kanan-kiri udah bukit-bukit saja..

Nah di pos 3 ini tempatnya agak luas kalau mau liat sunrise dan camping disini karena puncak di 1100mdpl gak ada tempat untuk campingkok..

Nyampai di Puncak pemandangannya lumayan bagus tapi memang saat itu kami kurang pagi dan sudah mendung meskipun hujan tak melanda..Santai sejenak adalah tujuan utama berada di puncak dan menikmati udara pegunungan

Setelah semua lelah ini terlepas barulah kami beranjak turun..Medannya sih tidak berat cocok bagi pendaki pemula yang ingin cari keringat tapi tracknya lumayan tidak pendek juga sih..

Sembari kami berjalan menuruni bukit maupun berangkat selalu ada beberapa pemuda yang lalu lalang untuk mengumpulkan sampah supaya jalur pendakian dan sekitarnya tetap bersih..menurut saya ini sih bagus juga dibudayakan..Tapi saya ingatkan juga bagi pengunjung untuk membantu meringankan beban pemuda-pemuda desa ini untuk tidak membuang sampah sembarangan OK.

Jalur turun terasa lebih cepat seperti biasanya..sebenarnya ada spot menarik sebelum masuk k epos tiket utama..Yup ada hutan pinus untuk objek foto sih..Gak kalah bagus kok dengan hutan-hutan pinus yang sudah terkenal seperti di Jogja atau Wonosalam…

Kemudian kami langsung pulang saja ke Surabaya waktu itu setelah bersih-bersih..

Kesimpulannya sih Bolehlah bukit watu Jengger ini dicoba khususnya untuk pendaki pemula soalnya kan lagi hits tuh sekarang yang bukit-bukit, jalan tak terlalu ekstrem landau tapi panjang, pemeliharaan sudah memadai hanya saja kalau untuk dating menggunankan mobil jangan pakai sedan, pakai mobil-mobil niaga saja karena meskipun jalan desa udah bagus jalan masuk desanya yang masih makadam,

Parkir mobil ada disediakan lahan tapi tak muat banyak, misalkan pengunjung membludak, naik motor lebih baik sudah ada tempat parkirnya dirumah-rumah wargakok..

Terimakasih sudah membaca cerita kami..Ready to Next Adventure Guys?Sueto Explore Go!

Untuk videonya bisa lihat di link ini

jangan lupa subscribe ya

Thanks Gaess

Iklan

HI Suetoclub!Sebelumnya kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Lebaran kali ini mau kemana ya?Kalau gak unjung-unjung ya liburan ketempat wisata terdekat saja.

Karena akhir puasa di 2019 ini cuacanya terang benderang dan langit pun membiru mengundang kami tuk mengabadikan pesonaNya.

Awalnya bermula dengan berkunjung kesawah belakang rumah di desa kedung pare setiap pagi ku menikmati embun itu dan setiap sore Kunimakti berkas-berkas cahaya jingga menutup hari hingga malam tiba dan saat itu hujan tak pernah datang.

Esoknya kan lebih elok karena langitpun membiru tanda cuaca bersahabat kepadakami hari itu. Perjalanan dimulai dan kami ternyata kembali ke Bukit Gandrung Tanggulasi yang sebelumnya di 2 tahun lalu kami pernah kesana. Tak akhyal nostalgia itu un terlanjut.  Tapi kali ini kami tidak akan melewatkan momen terbaik pada hari ini.

 

 

Untuk info mengenai Tiket masuk terbaru :

1. Parkir Rp 2000,-

2. Masuk ke taman Rp 6000,-

3. Toilet Seikhlasnya

4. Ngopi dll masih standar murah

Saat itu Ngopi Pagi menjadi sebuah kewajiban untuk menemani suasana pagi kami bercerita dengan suasana dan mendengar hiruk pikuk para pedagang warung yang baru buka dan merasakan udara segar khas pegunungan. dan Alhamdulillah masih banyak jajan lebaran di warung yang ternyata gratis anggap saja yang datang ke warung adalah mertamu.

Sembari menunggu kru kami yang masih tertidur dan tidak bisa bangun pagi..hahah kami dokumentasi saja menikmati setiap sudut detail keindahan dan mengabadikannya dalam sebuah frame.

Setelah fajar mulai meninggi kami pun menuju tempat selanjutnya dan momen indah itu masih megikuti kami melewati jalanan pegunungan. Sumber biru adalah tujuan kami berikutnya.

Eloknya jalan pegunungan yang naik turun seperti sebuah perjalanan cinta mengantarkan kami ke destinasi kedua dari kisah kami di hari itu. Sesampainya di parkiran kami berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah di bangun rapi oleh penduduk sekitar dengan warung dikanan kiri. Memang tempat ini adalah salah satu tempat yang cozy untuk ngopi bareng bersama keluarga agar lebih mendekat dengan alam ditemani gemericik aliran air yang akan membasahi kaki-kakimu dan menyegarkan pikiranmu untuk hidup yang lebih berkualitas gaess.

Harga di warung-warungnya pun masih sangat bersahabat dan bisa diantar di tempat kalian bercengkrama bersama keluarga.

info : Tiket masuk Rp 10.000,- termasuk parkir motor  (ada pembatasan pengunjung jadi kalau terlalu ramai wisatawan mungkin akan menunggu sehingga kualitas liburan benar-benar terjaga)

Saat itulah kami sampai lupa akan sinyal yang sulit terlupakan saat di keramaian kota bahwa seharusnya kami menghubungi kru kami yang malas bangun. Akhirnya kami menyambung sinyal itu lagi keluar dari ketenangan dan bergabung dengan kru kami yang lain mencari ketenangan baru dilain tempat lagi.

Sebenarnya Hati ingin menuju AIr Terjun Tretes tapi mengapa hari tak membolehkan langkah kami sehingga Aliran Sungai Desa Jarak di kaki gunung Anjasmoro menjadi pilihan berikutnya.

Airnya yang bening dan dingin tidak tercemar oleh sentuhan menjadi tujuan utama kami untuk membasuh muka dengan air murni di padu dengan suasana khas pegunungan yang tenang.

Tak Lupa Bersyukur Indahnya alam bumi pertiwi di Jombang ini. Kami abadikan dalam sebuah video cinematic dibawah ini dan terimakasih telah berkunjung dan menikmati keindahan bersama kami.

Bila ada salah kata Kami Mohon Maaf Lahir Bati ya Gaess.


IMG_5754

Hi salamwildlife!Libur Lebaran 2016 Sueto tim memulai melakukan touring lagi, ada beberapa rekan sueto yang melakukan perjalanan ke Gunung Prau/dieng dan Teluk Love Jember. Nah perjalanan Sueto kali ini tujuannya adalah Pantai Patuk Gebang, Pantai jung pakis dan Kedung Aqua/Kalipucung. Rencana awal memang dilakukan untuk sekalian mengunjungi rekan-rekan Sueto yang banyak berdomisili di Jombang, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek. Oleh karena itu kita memilih destinasi itu karena pada waktu lebaran tahun kemarin kita hanya sampai Pantai Sanggar, dan ujung karang.

Kami tertarik pada medannya yang berat menyusuri hutan perbukitan dan salah satu destinasinya yaitu Kedung Aqua.

peta

Keberangkatan tetap dimulai dari Surabaya karena ada anggota tim Sueto yang memang kampoeng halamannya asli Surabaya. Berangkat h+2 jumat malam bertandang ke Jombang dulu kemudian langsung menuju Tulunggungagung kota arah pantai popoh. Setelah sarapan sekitar jam 5 pagi di Tulungagung kamipun langsung menuju arah Pantai Sanggar untuk cerita sebelumnya ke Pantai Sanggar bisa dilihat di link ini

 

http://www.suetoclub.com/2015/07/salam-wildlifetak-henti-hentinya-kami.html

 

Jalanan dari Tulungagung sampai arah tiket masuk sekarang sudah bagus ada papan penunjuk arahnya dan tidak seperti dulu yang harus bertanya-tanya ke warga. Sampai loket pantai Sanggar sudah ada tarif resminya sekarang Rp3000,- kalau dulu hanya sumbangan sukarela tapi jalannya tetap sama extreme untuk rider tertentu.

Sampai pantai Sanggar kita parkir Rp 2000,- kemudian prepare sebentar dan bersiap untuk trackking menuju arah Patuk Gebang. Ini pertama kalinya Sueto tim melewati track ini..karena memang tidak ada penunjuk jalur yang jelas temenan, akhirnya kita ke sasar akhirnya tim dibagi tiga untuk menelusuri jalur…usut punya usut ternyata memang banyak pengunjung lain juga kesasar..Setelah akhirnya kami telusuri kami menemukan beberapa jalan yang bisa dilalui bisa dibilang jalurnya ternyata ada 4 jalur dan semuanya menaiki bukit baru bertemu hutan basah mengetari pinggir pantai.

Jalur wedok 1 dari pertigaan kebun pisang langsung belok kiri yang paling kiri jalurnya agak landai dan besar nanti sampai keatas akan bertemu jalur 2 nah dari situ akan melewati hutan gundul dan tinggal sejalur saja untuk menuju pantai patuk gebang.

Jalur lanang 2 dari pertigaan kebun pisang belok kiri yang kedua jalurnya agak kecil tracknya terjal batu-batu dan tanjakannya lumayan menguras tenaga otomatis turunnya juga susah.

Jalur Liar 3 dari pertigaan kebun pisang lurus saja jalannya besar tapi setelah ditelusuri jalurnya akan menjadi acak dan memasuki kebun pisang yang gersang kemudian dari situ anda akan disuruh memilih lewat jalur babat alas kekiri nanti langsung bertemu juga di hutan gundul setelah menaiki bukit (jangan harap ada trak pemandu disini karena memang jalurnya liar).

Jalur Ojek 4 Nah jalur ojek ini dilalui agak berbeda dari awal jalur ojek ini adalah jalur yang dilewati ojek-ojek trail dari patuk gebang ke sanggar. Jalurnya agak memutar untuk yang pernah menaiki ojek jalurnya bisa cukup extreme.

Akhirnya setelah melalui beberapa jalur hampa diatas maka sekitar 2jam kami Alhamdulillah sampai di pantai Patuk gebang. Karena ada beberapa rekan yang kaget dan cidera maka beberapa ada yang istirahat dahulu.

Setelah istirahat tenaga kami sudah terisi sambil mengambil dokumentasi ada beberapa ojek yang menawarkan jasa ojek dari Patuk gebang-Sanggar atau sebaliknya, Patuk Gebang-Kedung Aqua-Sanggar dengan beberapa tarif kalau dari Patuk-sanggar biaya Rp 25.000,- sekali jalan kalau dari Patuk gebang-Kedung Aqua-Sanggar Rp 35.000,- (kalau dibonceng hati-hati ya)haha

Terus kamipun merencanakan bagi anggota yang perempuan bisa balik pakai ojek saja kalau yang laki-laki kalau bisa waktunya diteruskan saja ke jung pakis tapi ternyat yang cewek-cewek masih mau ikut ke Jung pakis dulu.

Perjalanan dari Pantai Patuk Gebang ke Pantai Jung Pakis cuman 100meterkok jadi deket jalan kaki paling cuman 10-15menit. Karena Jungpakis pantai tidak seberapa buas seperti Patu Gebang ya kami menikmati airlautnya dulu saja sambil memetik buah degan disekitar pantai lumayan kan gratis tapi sudah seijin pemilik kebun setempat.

Setelah selesai dokumentasi sebenarnya kami ingin melanjutkan perjalanan ke kedung Aqua yang ternyata jaraknya masih separuh jarak sanggar-patuk gebang tentunya dengan jalan kaki dan hari sudah mulai petang saat itu sekitar jam 4 belum (mungkin kami sarankan kalau mau ke kedung aqua lain kali bisa naik ojek aja tantangan baru/ datang lebih pagi dari patuk gebang atau bisa camp di patu gebang).

Akhirnya kami kembali menjalani trak patu gebang-sanggar ternyata eh ternyat tenaga pulang lebih cepat daripada tenaga berangkat cuman 35menit saja sudah sampai sanggar kemudian Ishoma dan balik Tulunggagung mampir dulu ke waduk wonorejo dan jam 11malam langsung balik ke Jombang. Besoknya hari Minggu langsung prepare ke Surabaya.

Dokumentasi :

 

Kalau ingin lihat medan tracknya bisa lihat video dibawah ini :

 

 

Terima kasih telah membaca cerita touring kami mudah-mudahan kalau mampir kesini juga dijaga kebersihaanya seperti sampah botol-botol Aqua yang harus dibawa balik dan dibuah sesuai tempatnya. Maklum karena di Pantai Patuk Gebang tidak ada orang berjualan kemudian biasanya wisatawan yang sudah kecapaian dia tidak mau kerepotan membawa sampahnya. Apalagi ada memang beberapa trak licin saat dihutan.

 

 


SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :


 

IMG_1967

Hi salam wildlife!Kali ini edisi tamasya karena ya cukup berada di wahana baru di Kota sendiri SNC yaitu Surabaya night Carnival yang mulai di buka tanggal 28 juli 2014 dan sempat di tutup SURABAYA – Kemeriahan Surabaya Carnival Night Market (SCNM) tidak bertahan lama. Baru dibuka pada Senin lalu (28/7), pemkot langsung mengambil sikap untuk menutupnya sementara. Dalihnya, tempat wisata baru tersebut belum melaksanakan rekomendasi yang tercantum dalam analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (amdal lalin).

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan bahwa sebenarnya pemkot tidak langsung bersikap tegas untuk memerintahkan penutupan. Namun, lebih dahulu mengirimkan surat teguran pada Jumat lalu (25/7). ”Kami melakukan itu karena banyak rekomendasi yang belum dilaksanakan,” jelas Irvan, Selasa (29/7).

Rekomendasi tersebut, antara lain, lahan parkir yang luas dan alur lalu lintas sehingga arus kendaraan yang keluar dan masuk tidak menumpuk menjadi satu. ”Selama ini keluar masuknya dari arah kota masih jadi satu dari depan korem,” ungkap Irvan.

Bahkan, lanjut dia, frontage road samping korem, yang seharusnya digunakan untuk kendaraan yang menuju tol, malah dipakai dua arah oleh para pengunjung. Akibatnya, kemacetan hebat tidak terhindarkan. Ketika hari pertama buka, lanjut dia, kemacetan parah terjadi hingga pukul 23.30. Bahkan, dampak kemacetan tersebut terjadi hingga Sidoarjo.

Kondisi yang sama tercipta di bundaran Waru. Sebab, banyak kendaraan yang mencoba masuk ke Surabaya Carnival melalui akses Jalan Brigjen Katamso atau dekat pabrik paku, Waru. ”Melihat dampak kemacetan itu, kami pun bersama pemkot memutuskan untuk menutup akses ke tempat tersebut,” jelas Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono.

Penutupan dilakukan dengan pemasangan palang kuda di beberapa titik. Misalnya, di lintasan kereta api tanpa palang pintu Kertomenanggal dan di FR Siwalankerto. ”Kami melakukan langkah ini setelah berdiskusi dengan pemkot dan Ditlantas Polda Jawa Timur,” kata Raydian.

Karena itu, tindakan tegas tersebut tidak asal diambil. Selain dampak kemacetan, tindakan itu diperkuat dengan belum lengkapnya dokumen amdal lalin SCNM. Dari hasil pemeriksaan pemkot dan kepolisian, ternyata manajemen tempat rekreasi itu belum memenuhi syarat untuk lahan parkir dan akses keluar-masuk kendaraan.

Belum terpenuhinya dokumen persyaratan amdal lalin itu juga dinilai sebagai penyebab kemacetan. Sebab, tingginya antusiasme warga untuk berlibur ke tempat tersebut tidak diimbangi dengan area parkir yang mencukupi.

Tidak mau kemacetan semakin parah, dishub pun menutup sementara tempat hiburan baru itu. Penutupan dilakukan pukul 16.00 kemarin, dinas perhubungan masih menunggu pengunjung berkurang. ”Maunya kami lakukan pagi, tapi bagaimanapun pengunjung sudah telanjur membeludak,” ungkapnya.

Untuk memastikan hal tersebut, dinas perhubungan dan kepolisian all-outbekerja. Kepala Dinas Perhubungan Eddi turun tangan langsung untuk memantau perkembangan penutupan di sana.

Mendatangi tempat-tempat wisata pada hari libur Lebaran seperti saat ini merupakan aktivitas kebanyakan warga Surabaya. Selain mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS), warga mengisi libur Lebaran dengan berwisata ke Kenjeran. Nah, karena kebetulan di Surabaya ada destinasi wisata baru, tak heran SCNM menjadi sasaran serbuan pengunjung.

Head of Marketing dan Humas Surabaya Carnival Thomas Andriyanto mengungkapkan bahwa membeludaknya pengunjung bukan sesuatu yang terduga. ”Saya juga tak memprediksi pengunjung sebanyak kemarin,” kata Thomas. Namun, pihaknya tetap menghargai langkah aparat yang berwajib. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemkot dan kepolisian untuk mengurus amdal lalin tersebut. Thomas mengungkapkan, sebenarnya pihaknya juga tidak asal beroperasi. Manajemen telah menyiapkan lahan parkir yang luas di samping tempat hiburan anyar itu. ”Kami akan terus berkomunikasi dengan mereka (pemkot),” ungkapnya. http://www.jawapos.com/baca/artikel/5233/Surabaya-Carnival-Night-Market-Ditutup

Yup akhirnya surabaya mempunyai wahana tandingan selain THR meskipun THR sendiri masih potensial untuk dikembangkan..SCNM ini layaknya ancol,trans studio mungkin kalau di malang jatimpark1 atau seperti WBL lamongan.Ya waktu itu memang sambil mengisi liburan mencoba mampir saja ke tempat ini meskipun saya inginkan itu sebenarnya pembangunan lahan hijau misalnya hutan kota di central park New York USA atau hyd park seperti di Londo UK lebih menjaga keseimbangan alam sih menurutku lo ya..

one-hyde-park-view-candya

central-park

bentuk-hutan-kota

ball-david-aerial-view-of

180px-hyde-park-from-the

“Hutan kota atau taman kota saat ini banyak dimanfaatkan untuk tujuan memperindah kota,penghijauan,resapan air,menanggulangi pencemaran dari emisi udara dan manfaat lainnya.Manfaat inilah yang memberi inspirasi dan melatarbelangi pembangunan hutan kota disuatu negara dan mendorong pemerintah suatu negara untuk terus mengembangkan atau menciptakan hutan kota atau taman kota yang inovatif dan kreatif dalam perencanaan program tata ruang kota yang refresentatif.Program pembangunan hutan kota atau taman kota telah lama dilakukan ratusan tahun yang lalu dipelbagai negara dengan konsep yang berbeda-beda disetiap negara sesuai kondisi wilayah,dana dan manejemen serta sesuai kemampuan yang dimiliki suatu negara.Pembangunan hutan kota atau taman kota telah dilakukan sejak sekitar tahun 1800an taman st james park di london misalnya kemudian taman central park mahattan new york yang menghabiskan waktu hampir 25 tahun dalam pelaksanaan pembangunannya dan ribuan hutan atau taman kota lainnya dipelosok dunia.Pembangunan hutan atau taman kota yang kian fenomena dipelbagai dunia pada dasarnya untuk kepentingan masyarakat suatu negara itu sendiri dan program pelestarian lingkungan yang proporsional .” http://nantly.mywapblog.com/melihat-dari-dekat-hutan-kota-di-luar-ne.xhtml

Yap memang hutan kota selain bisa dibuat tempat rekreasi yang tenang bisa menjadi tempat ajang seni budaya Indonesia yang bertemakan outdoor atau alam. Meskipun SCNM ini juga punya fasilitas indoor  untuk seni budaya juga tapi menurut saya ya masih lebis bagus dibuat konsep hutan kota saja karena perkotaan mungkin identik dengan kuranya udara segar. Memang sih kota Surabaya ini kurang hiburan bila liburan orang-orang pada ke Malang semua selain udaranya yang dingin  banyak taman hiburan dan museum disana yang bisa dijadikan tempat rekreasi khusunya di kota Batu. Jadi menurut saya maklum kalau ada model taman hiburan sejenis pasti ramai dan pengunjungnya membludak.Tapi untuk awal pembukaan kok rasanya HTMnya terlihat masih agak mahal ya?opini pribadi sih…

Coba liat tarifnya :

Biaya masuk per orang tanpa fasilitas wahana : Rp 20.000,-(Dewasa dan anak-anak)

Biaya full permainan semua paket kecuali lampion : Rp 425.000,-/orang waktu itu diskon jadi Rp 150.000/orang karena masih dalam libur lebaran gak tau lagi kalau sudah gak liburan atau hari biasa

Biaya naik perwahananya juga beragam dari Rp 15.000,- sampai Rp 30.000,-

juga ada tiket terusan Kids Kingdom sebesar Rp. 75.000,-.

Wahana Suroboyo Carnival Night Market :

  • Adult Bumper Car
  • Lampion Garden
  • Rumah Hantu
  • Shooting Gallery
  • Ferris Wheel Plaza
  • Children Rides
  • Rumah Seni
  • Rumah Kerang
  • Laser Tag
  • Rumah Unik
  • Japan Coaster
  • Mine Coaster
  • Mini Bumper Car
  • Dome
  • Family Rides
  • 4D Cinema
  • Go Kart
  • Air Bike
  • Midway Games
  • Kids Kingdom
  • Museum Lilin (serupa Madame Tussauds)

Bazaar kuliner Suroboyo Carnival Night Market :

  • Mlaku Mlaku Nang Tunjungan (spesialis masakan Jawa)
  • Kampoeng Arab Ampel (khusus makanan Arab)
  • Pecinan Kembang Jepun (menyajikan kuliner Cina)

Wahana-permainan-Suroboyo-Carnival-Night-Market

Map-wahana-Suroboyo-Carnival-Night-Market

 

Apalagi biaya akomodasi jajanan di dalam tahu sendiri lah ditempat seperti in harga food and beverage pasti lebih mahal jadi lebih saya sarankan sih bawa makanan minuman sendiri saja dari rumah. Macam wahananya juga beragam ada pasar malam, gedung seni budaya, entertaiment park, area bermain anak kecil dll..Selebihnya ya bisa dilihat sendiri di foto-fotolah tempatnya…

IMG_2120

IMG_2064

IMG_2045

IMG_1996

IMG_1990

IMG_1957

IMG_1952

IMG_1920

 

IMG_1938

Jadi yang mau ke Surabaya monggo bisa mampir ke SCNM (Surabaya Carnival Night Market) yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 333 Waru, dengan luas area sekitar 8 hektar.

Peta-lokasi-Suroboyo-Carnival-Night-Market

Info dan kontak :

  • Telp. : 031-8483 131 | 031-8433 232
  • Twitter : @SuroboyoCNM
  • Facebook : Suroboyo Carnival Night Market
%d blogger menyukai ini: