Tag Archive: labajo



Salam Wildlife! Beberapa waktu lalu masih teringat jelas di ingatan kita setelah Lombok terguncang gempa..Dalam waktu dekat kedepan yang tak terduga Kota Palu,  Donggala dan Sigi terkena Gempa juga diikuti dengan peristiwa likuifasi dan Tsunami tak terbayangkan rasanya dalam satu waktu satu kota digempur oleh beberapa macam fenomena alam. .

Catatan Gempa Palu Sebagai berikut :

Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 adalah peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 Mw diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi, Indonesia, bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. Wikipedia
Gempa awal6,0 Mw; Pukul 15:00:00 (WITA)
Gempa susulan6,1 Mw; Pukul 18:45:25 (WITA)
TsunamiYa (tinggi 7 m (23 ft) di Donggala) (atau 15 m (49 ft) di Wani)
Tanggal setempat28 September 2018
Waktu UTC2018-09-28 10:02:43
Waktu setempat18:02:44 (WITA)

Sungguh mengerikannya bencana saat itu. Berikut beberapa cerita yang dikutip dari beberapa link :

http://bali.tribunnews.com/2018/10/20/kisah-rori-yang-melihat-ibunya-ditelan-bumi-saat-gempa-palu-disorot-dunia

https://www.liputan6.com/news/read/3664600/6-cerita-duka-yang-menguras-air-mata-saat-gempa-tsunami-palu

https://www.merdeka.com/peristiwa/4-cerita-keajaiban-korban-selamat-gempa-di-palu-dan-donggala.html

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3669584/senyum-tegar-jihan-anak-cantik-korban-gempa-dan-tsunami-palu

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/3671733/cek-fakta-korban-gempa-palu-selamat-setelah-2-minggu-tertimbun-lumpur

Sampai saat ini Korban Gempa Palu mencapai

Jumlah Korban Meninggal dunia 1.407 orang

519 korban telah dimakamkang di TPU Paboya. Korban luka 2.458 jiwa. 113 orang dilaporkan hilang, 152 orang tertimbun. 65.733 rumah rusak berat. (sumber kompas).

Kami suetoclub sebagai organisasi dan komunitas bergerak dibidang sosial juga terus bergerak untuk mengumpulkan dan sumbangan lewat relawan sueto kami disana berikut foto-fotonya :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Doc by irvanekaprasetya

 

 

 

 

 

Lewat relawan kami akan terus membuka sumbangan untuk desa-desa di palu dan sekitarnya yang belum menerima sumbangan sepenuhnya kita berharap Palu bisa bangkit secepatnya seperti gempa di Lombok sebelumnya karena tugas kita sebagai manusia hanya bisa untuk menolong satu sama lain yang menderita dan kesusahan.

Jika ingin ikut berpartisipasi untuk donasi khusunya area Surabaya seperti bahan makanan, pakaian anak-anak dan uang yang nanti kita belanjakan untuk kebutuhan makanan dan pakaian juga boleh..dan terimakasih bagi para donatur yang terus mensupport kami agar saudara-saudara kita di Palu dapat bangkit dari keterpurukan.

(nomor yang tertera di pamflet adalah nomer asli kontak CP suetoclub tolong selain nomer di pamflet hindari terjadinya kebohongan publik atau penipuan)

Untuk kegiatan di Surabaya kita akan mengadakan Gerak Cepat Donasi untuk Gempa Palu disekitarnya Via CFD(Car Free Day).

  

Iklan



Hello Salam Wildlife!Kali ini suetoclub akan sedikit menceritakan perjalanan untuk menyalurkan bantuan sosial untuk korban gempa Lombok 2018. 


Kami suetoclub tim mengirimkan beberapa personel sebagai relawan untuk menyalurkan bantuan sosial yang telah terkumpul. Sebelumnya memang para personel kami telah survey beberapa tempat dan sempat menyalurkan dana untuk gel 1 ke desa lading-lading yang terkena dampak gempa saat itu. 


Nah untuk penyaluran dana gel 2 dan 3 kami berencana untuk menyalurkannya langsung ke desa-desa yang terdampak gempa karena di prediksi gempa di Lombok akan berangsur terus sampai 4 bulan kedepan tercatat sampai kami posting ini masih ada gempa kemarin hari tanggal 3 September 2018 sekitar 5,3 SR http://bali.tribunnews.com/2018/09/02/gempa-53-sr-kembali-guncang-lombok-utara-pagi-ini dan dalam satu bulan, 1973 gempa susulan terjadi di Lombok (https://regional.kompas.com/read/2018/08/31/06414671/5-fakta-terbaru-gempa-lombok-32129-rumah-rusak-hingga-ratusan-gempa-susulan )


Bayangkan warga di Lombok hidup dalam ketakutan yang sewaktu-waktu bisa membunuh mereka. 


Rencananya pada saat itu kami berangkat setelah lebaran idul adha via KMP Legundi tapi karena KMP Legundi saat itu ada perbaikan maka kami putuskan untuk mengundurkan jadwal keberangkatan. Sabtu di Minggu terakhir  di bulan Agustus kami punberangkat perjalanan dengan KMP Legundi ini dari SBY-MTR atau perak ke pelabuhan lembar memakan waktu sekitar 20-24jam lah total otomatis kami sampai di hari berikutnya.


Di pelabuhan Lembar  kita sudah dijemput para personel kita yang telah base di Mataram. Malamnya kami adakan rapat untuk menentukan lokasi desa yang akan mendapat donasi dari sumbangan rekan-rekan yang telah terkumpul.


Hari itu pun tidur kami tak nyenyak karena beredarnya banyak isu tentang gempa besar di Lombok pada tanggal 26 Agustus. Alhamdulillah tak terjadi gempa sampai pagi harinya. Hari itu juga uang donasi kami belanjakan untuk kebutuhan korban gempa di pasar setempat. Sumbangan nantinya kami berikan berupa sembako non Indomie dan susu karena para pengungsi pasti sudah membludak stoknya jika bantuan rata-rata penyumbang hanya berupa mieinstan dan susu saja bayangkan saja setiap hari asupan para korban gempa hanya susu dan indomie kasihan anak-anak dan orang tua akan rentan penurunan gizi selama di pengungsian..sangat kita sayangkan.


Oleh karena itu sumbangan lebih baik jika berupa sayuran, makanan kaleng, buah-buahan, bumbu-bumbu olah dan snack. Sehingga orang-orang di pengungsian bisa masak dan makan-makanan yang layak dan bergizi. Kemudian sumbangan yang tak kalah penting adalah sumbangan terpal untuk setiap KK..Karena berada dalam satu tenda dengan banyak orang kadang membuat tidak nyaman apalagi untuk waktu yang sangat lama misalnya untuk beberapa bulan..


Harga tenda dan terpal pun di Lombok saat itu lagi mahal-mahalnya kadang ada yang sampai 100%lebih kenaikannya. Yah momen ini banyak dimanfaatkan para pedagang nakal untuk menambah pundi-pundi uangnya. Akhirnya banyak yang beli tenda atau pesan tenda langsung dari luar pulau misalnya dari Surabaya atau Bali.



Setelah semua bahan baku untuk donasi kami hari itu langsung menuju ke desa guntur Macan daerah Lombok Barat termasuk desa yang terdampak parah dan rata-rata rumah disana ambruk. Daerahnya pun sulit dijangkau truk-truk besar karena memang jalan masuk kedesanya sempit. Alhamdulillah saat itu sudah ada beberapa sumbangan dari relawan yang masuk tapi belum merata dan belum tersentuh sumbangan renovasi dari pemerintah.


Berikut sedikit dokumentasi dari kami  :

 




Setelah dari desa guntur macam kami berkeliling ke Lombok Utara yang sekarang sepi wisatawan manca negara hotel-hotel banyak yang ditinggalkan begitu saja..Rumah-rumah di sekitar senggigi banyak yang rubuh dan rusak karena gempa juga sekitar Lombok Utara.


Malamnya sempet mampir untuk makan makanan khas Lombok..Sate rembiga dan sayur plencing biar bisa secepat zohri larinya..

Malam itupun juga terasa aman karena tidak ada gempa susulan lagi

Esok Harinya keadaan mulai kondusif kita persiapan menuju daerah Sambelia Lombok Timur..Berangkat Pagi menjemput sodaranya Heri di kayangan untuk ikut gabung dengan kita menuju desa Kemong.


Desa Kemong ini terletak di sambelia jalan obel-obel desanya agak masuk kedalam dan belum ada bantuan masuk karena jalan ke desanya jembatannya terputus untung sungai bawah jembatan kering jadi masih bisa dilewati mobil jika musim hujan akan kerepotan masuk ke desa ini.



Dan Alhamdulillah kita bisa masuk sampai pelosok. Berikut Dokumentasinya: 



Hari ini adalah pengalokasian dana terakhir dari sumbangan gempa Lombok gel 2 dan 3. Kemudian kita kembali Menuju bandara ke Praya untuk mengantarkan salah seorang personel kembali Surabaya. Sebelumnya kami sempat mampir makan siang di Pohon Purba daerah labuhan Lombok persis didepan pantai Pengayoman






Setelah makan siang kita ke bandara internasional Lombok di Praya 

kemudian sempat menikmati sunset di Pantai Gading. Finishlah tugas kita di Lombok..Dan Alhamdulillah tidak ada gempa lagi malam ketiga kita disana..Besok paginya kita bersiap kembali ke Surabaya via KMP Legundi Lagi 


Paginya kita sampai di Lembar jadwal keberangkatan kapal saat itu jam 2 siang WITA..dan ternyata si kapal legundi ada trouble pintu hidrolisnya rusak satu..Akhirnya kita menunggu seharian. Malam Ke 4 kita di Lombok Alhamdulillah belum terasa gempa lagi.


Sampai pagi dini hari sekitar jam 3 pagi ternyata kapal legundi sudah bisa berlayar tapi karena kita telat masuk akhirnya kita berempat masuk kapal lewat pintu samping pakai kapal sekoci..hehe..Hampir saja ketinggalan..

Prediksi perjalanan sekitar 20-24jam kami pun tiba di Surabaya jam 2 pagi dini hari esoknya..Setelah perjalanan kerumah masing-masing di Surabaya..kami Suetoclub tidak lupa mengucapkan rasa bersyukur dan berterimakasih kepada para donatur atas kerelaan menyumbangkan rejekinya untuk saudara-saudara kita di Lombok yang terkena musibah..

Video :


Beberapa Saat kemudian setelah sekitar tanggal 2-3 September 2018 kami dapat info dari rekan relawan kami yang survey sampai ke sembalun ternyata masih ada beberapa desa yang belum tersentuh bantuan untuk infonya :

CERITA PILU DARI SEMBALUN – LOMBOK

Hari ini saya dan Hery Irawan Yahya sengaja datang ke daerah Sembalun untuk survey, sekedar menilik apakah kawasan ini sudah bisa dikunjungi wisatawan.

Berbekal semangat #LombokBangkit, saya optimis daerah ini bisa dikunjungi dan aman karena selain jadi destinasi favorit turis, kawasan ini juga gampang dijangkau. Nggak harus trekking masuk2 hutan belantara kayak ke air terjun-air terjunnya.

Begitu sampai sana, saya terkejut melihat kondisi rumah tradisional di sana ternyata sudah pada hancur. Padahal rumah-rumah adat lain di Lombok terkenal kuat dan tahan gempa. Tapi hanya di kawasan Sembalun saja yang rumah adatnya hancur lebur dengan tanah.

Rumah2 ini bukan sekedar pajangan untuk wisatawan. Tapi juga rumah bagi puluhan kepala keluarga. Kini mereka terpaksa mengungsi di tenda2 terpal di belakang rumah adat.

Mas Hamidun, pemuda yang biasa jadi guide di situ menyambut saya dan Hery. Biasanya dia sumringah. Siang itu raut wajahnya tampak sedih dan putus asa.

“Ya beginilah mbak keadaan rumah kami. Rumah adat ini hancur saat gempa 7.0 SR tgl 5 Agustus kemarin. Nggak ada yang bersisa. Bahkan mushola yang susah payah kami bangun pun hancur berantakan.”

Saya nggak bisa menanggapi apa-apa.

Sejak gempa tgl 5 Agustus 2018, warga tak berani membuka kawasan wisata Bale Beleq dan Bukit Selong. Mereka takut ketika ada wisatawan terlanjur naik bukit, lalu ada gempa susulan.

Tgl 29 Juli silam, ada wisatawan yang terkena gempa 6.4 SR saat masih di atas bukit. Mereka langsung trauma sampai anaknya si wisatawan ga bisa bicara lagi. Makanya mereka nggak berani buka kawasan itu.

Sayangnya, warga di situ hidupnya bergantung dari wisata Bukit Selong. Ketika Bukit Selong ditutup, maka terputus pulalah nafkah mereka.

Mirisnya, daerah ini tidak lagi mendapat bantuan sejak 5 Agustus 2018. Sebab, relawan dan pemerintah mulai fokus memberi bantuan ke KLU dan Lombok Barat.

Sampai hari ini mereka hidup seadanya. Mereka gunakan apa saja yang ada untuk bertahan hidup.

Bahkan sampe putus asanya, Mas Hamidun sampai bilang “Ya kalau Mbak ada kelebihan, boleh lah dikasih ke kami. Kami di sini juga butuh makan. Belum lagi di sini kami sangat perlu popok bayi. Dan di sini juga banyak orang lanjut usia yang harus dipopokin juga. Sejak gempa kemarin, perekonomian kami lumpuh total”.

Saya jadi agak menyesal kenapa kemarin2 waktu masih galang dana, saya sama sekali tidak melirik kawasan ini. Padahal ternyata mereka juga tak tersentuh bantuan 😢.

Sayangnya saya sudah berhenti jadi relawan karena harus balik kerja lagi.

Bagi teman2 yang mau membantu Mas Hamidun dan warga Bale Beleq, silakan langsung hubungi yang bersangkutan.

Bagi teman2 yang berniat membantu, silakan hub. Mas Hamidun di no : 0823 5930 7552.

Kamu juga bisa transfer donasi langsung ke :

No rek : 07223 19776

An. Hamidun

BNI cabang Mataram

Bantuan Anda akan sangat berarti bagi mereka. Ga kebayang rasanya bagaimana mereka harus makan seadanya selama 1 bulan ini. 😢

#Repost from FB :https://www.facebook.com/lialilasta?fb_dtsg_ag=AdwTKBn56cvKTTxmeAB8rFKdtdC8engpf0YupV7iw1XTkA%3AAdymPPV964_i1P3nvlMft4uWFnXMwkMGqpeHZKHCTke4ew 


Berikut foto-fotonya : 





P80415-111209

HI!salam wildlife Kali ini perjalanan touring akan ditemani rekan Sueto Menuju Pantai Gayasan. Touring di Bulan April ini hanya untuk mengisi liburan. Berangkat dari Surabaya menuju Blitar via Tulungagung. Hanya dua personel satu motor bluesky(sebutan untuk scorpio kami).

Berangkat Jam 11 siang dari Sby perjalanan kami tempuh 4 jam untuk sampai ke Tulungagung. Niat pertamanya sih untuk menyusul beberapa teman lagi untuk menemani kami touring tapi ternyata mereka sudah touring duluan menuju pantai Sine. Akhirnya sekitar jam 5 sore perjalanan kami lanjutkan menuju kota Blitar.

Sampai kota Blitar kita istirahat kemudian Paginya baru explore Pantai Gayasan. Pantai Gayasan ini kalau di lihat dari google rutenya seperti ini

peta sby-gayasan

Medan ke pantai ini sangat berat hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. Pantai nya masih sungguh alami dan jarang ada orang mengexplore kesini karena memang medannya yang berat dan jauh dari pedesaan apalagi perkotaan.

Dari kota Blitar menuju pantai Gayasan kurang lebih menempuh waktu dua jam perjalanan. Secara administratif terletak di Desa Tumpakkepuh, Kec. Bakung, Kab. Blitar. Bila ingin menuju pantai Gayasan dari kota Blitar ikut saja arah Pantai Pangi karena Pantainya memang bersebelahan. Dari pantai Pangi bisa mengikuti jalanan makadam ke Timur.

Beberapa tipikal jalan kami lalui dari jalan aspal, berbatu, makadam, perkebunan dan sungai kami seberangi. Konturnya melewati perbukitan pantai selatan.

Sesampainya dari pantai karena waktu itu masuk pantai dikelilingi genangan air yang dalam sekitar setengah meter maka motor kami parkir dan kami berjalan ke pantai.

Pantai Gayasan ternyata memang benar-benar alami, hamparan pasir putih, coklat dan hitam yang luas serta ombak khas laut selatan membuat kami merasa “back to nature” Sepi Gaess!Pantainya terlihat terbagi dua oleh aliran sungai dan cuaca saat itu sangat panas tapi bisa berteduh ke pojok tebing pinggir pantai.

Setelah puas berfoto kami kembali. Mampir ke pantai Pangi sebentar menikmati sunset kemudian kembali ke Surabaya untuk menyongsong kehidupan yang lebih indah lagi dan beraktifitas seperti biasa.

P80414-170356

Berikut Video perjalanannya :

Pantai Gayasan dan Pangi by suetoclub

Terimakasih telah mengikuti perjalanan kami subscribe youtube channel kami dan add instagram kami di suetoclub.com

 


HI Sobat Suetoclub salam wildlife!Kali ini ada sedikit info untuk rekan-rekan pembaca sekalian. Mungkin butuh les bersama tentang desain atau les home privat mungkin bisa langsung menghubungi Web terkait ini https://flashcomindonesia.com/

Paket Kursus & Pelatihan Komputer

Perusahaan berdiri dan memiliki perijinan resmi di Surabaya sejak 2013 bergerak dibidang kursus dan pelatihan komputer yang dengan keunggulannya melekat pada tubuh FLASHCOM INDONESIA yaitu “Materi menyesuaikan kebutuhan Siswa, Jadwal yang fleksibel, dan Pengajar profesional berangkat dari praktisi juga akademis. Hal tersebutlah menyebabkan banyak orang memilih kursus dan pelatihan komputer pada perusahaan kami, mulai dari perusahaan pemerintah, industri kreatif, perusahaan swasta, universitas, dan sekolah. Hingga saat ini alumni mencapai rata-rata 2394 setiap tahunnya dan terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Ini merupakan hasil nyata dalam memberikan materi kursus, pengalaman, sistem belajar, dan pelayanan terbaik kepada setiap peserta. Anda dapat memilih paket yang kami sediakan seraya terus meningkatkan keahlian, kompetensi, wawasan serta pengetahuan teknologi komputer.

Ada beberapa paket kelas untuk sesi pengajarannya yang nanti bisa disesuaikan untuk kebutuhan customer. Jadi buruan yang pingin bisa cepat belajar kebutuhan desain dll. Bisa langsung mendaftar dan bisa belajar bareng.

Kunjungi Juga Instagramnya di : @flashcomindonesia

Thanks for Regard


IMG20180408122414

Hi!salam wildlife Cerita perjalanan kali ini adalah Persami Ke Gunung Pundak 1585mdpl 2018. Kenapa dinamakan persami ya memang ini tujuan cuman untuk kemah sabtu minggu aja mencari suasana weekend yang berbeda tapi masih dekat dengan perkotaan. Perjalanan kami mulai dari pom bensin jenggolo tepatnya berangkat sabtu malam sekitar jam 9. Setelah semuanya berkumpul kita berangkat lewat rute sda-porong-padaan-trawas-pacet-claket, untuk petanya bisa di cek di google dibawah ini :

rute pundak

Sesampainya di pintu masuk pemandian air panas padusan claket kami ditarik tiket masuk sekitar Rp 12ribu. Kemudian masuk perjalanan naik motor sekitar 2-3km saja langsung parkir di pos perizinan pendakian ke gunung pundak tiap orang dikenai biaya pendakian Rp 10ribu saja ditambah retribusi motor Rp 5ribu saja tapi eit itu belum termasuk tiket parkir Rp 5ribu lagi. Bedanya retribusi motor sama tiket parkir motor apa ya..haha

IMG20180407230606

Start pendakian awalnya mulai jam 22 WIB tapi tertunda karena hujan akhirnya kita ngopi-ngopi dulu baru start di mulai lagi jam 23 WIB. Masuk awal pendakian via claket melewati area camp air terjun coban Canggu, ikuti arah papan yang ke pundak saja. Beberapa jam kita akan masuk hutan hujan dengan struktur medan terus menanjak sampai sekitar 1 jam kita akan melewati beberapa sumber air setelah itu kita akan memasuki hutan beringin yang lumayan seram kalau malam. Setelah melalui perjalanan 2jam lebih jalan kaki tiba-tiba habis gelap timbulah terang. Kami mulai melihat puncak welirang disamar-samar malam, lohkok puncak welirang iyakan memang vie utama gunung pundak menghadap gunung welirang.

Alhamdulillah sampai puncak pundak 1585mdpl tepatnya minggu dini hari jam sebelum hujan datang, bintang menghilang, angin melambai, dingin menusuk kami langsung bersiap mendirikan tenda kemudian santap malam dengan sedikit pemanis kopi buatan.

IMG20180408031719

Terlarut dalam dinginnya pagi hari kami jemput sang mentari sampai terbit di ufuk timur. Sembari menikmati indahnya lukisan sang pencipta kami pun tak lupa mengabdikan momen itu untuk berbagi dengan khalayak tentang indahnya Indonesia.

Kami Hanya beruncap rasa syukur bisa menikmati terbitnya mentari di pagi itu dengan paduan gradasi warna jingga dan biru. Suasanapun melebur dengan sejuk udara dan ketentraman hati.

Setelah itu persiapan sarapan pagi. Meskipun hanya makan indomie yang ditambahi sedikit racikan bumbu gunung itu sudah terasa cukup karena kita nikmati bersama…haha…

Tiba-tiba semuanya terasa mengantuk setelah menyantap sarapan pagi teracuni penyakit jaman now yaitu kolestrol dan diabetes apalagi ditunjang hawa angin yang semilir-semilir merdu..haha..

Beberapa ada sisa-sisa semangat niat menjelejah jalur pendakian via puthuksiwur. Terlihat tampak pemandangan gunung Penanggungan yang cerita perjalanannya juga sempat kami ulas di http://www.suetoclub.com/2015/08/olahraga-kecil-menuju-pawitra-g.html

Setelah jam 12 siang tepat tengah hari kami bersiap turun ke pos pendakian awal lewat jalur yang sama. Lama perjalanan turun kurang lebih tak sampai 2 jam. Beristirahat sejenak kemudian akhirnya kami pun pulang lewat jalur yang berbeda-beda ada yang lewat pacet ada yang kembali lewat pandaan.

Oh iya Berikut foto-foto dokumentasinya :

Videonya jangan lupa subscribe kami di youtube yap :

Terimakasih telah megikuti cerita perjalanan kami J


P_20180103_171524_HDRdila

Hi Salam Wild Life Gaess!Cerita perjalanan itu terusan dari liburan setelah libur tahun baru 2018. Langsung saja cerita sebelumnya kan dari wisata gunung api purba menuju ke pantai selatan gunung kidul lebih tepatnya menuju pantai nglambor yang masih  satu kawasan dengan pantai siung dan timang.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1.5 jam perjalanan karena mungkin hari itu tidak seberapa padat tapi diikuti hujan di beberapa tempat saja. Sampai pantai pintu masuk pantai siung bayar tiket idr 10k saja kemudian masuk ke kawasan wisata. Selama perjalanan di sebelah kanan jalananda akan disungguhkan plakat-plakat menuju pantai timang dan hardtop yang siap mengantar anda ke pantai Timang. Setelah itu ada disebelah kanan arah pantai Jogan, Kemudian baru Pantai Nglambor, Kalau diteruskan notok jalan anda akan berhenti di Kawasan pantai Siung.

map diygungpurbanglambor

Karena tujuan awal kami pantai nglambor kami masuklah ke area pantai kemudian pilih tempat parkir yang agak kedalam biaya parkir 3k saja. Kemudian jalan-jalan kaki menuju kepantai awalnya kami hanya berniat melihat spot snorkelingnya saja tapi tidak berniat snorkeling karena hari sudah sangat sore keinginan kami saat itu hanya menikmati sunset karena cuacanya sedang bagus-bagusnya untuk menikmati sang surya tenggelam.

Jadi sembari menunggu matahari tenggelam kami foto-foto saja pemandangan di pantai nglambor ini dari jarak jauh. Karena bila masuk-masuk spot tertentu masih bayar-bayar lagi…hehehe…misal setiap spot selfie disana dihargai 2k , jembatan selfie 5k, garden beach 5k, jembatan ke pulau 1 30k, jembatan gondola ke pulau 2 120k, snorkling 45k tapi sudah dapat peralatan dan cetak foto, kalau menurutku sih mending snorkling saja cuman 45k tapi itupun kalau kondisi lautnya lagi pas biasanya yang bagus sih jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Belum lagi harga makanannya dan minumannya yang random atau tak bisa ditebak. Kadang harga makanannya murah minumnya yang mahal atau sebaliknya jadi kalau mau jajan disana mending lihat menunya dulu ada harganya atau tidak atau lebih baik bawa bekal sendiri saja. Terus ada warga yang berkeliling membawa kamera slr terus tiba-tiba foto jika anda bilang bagus hasilnya akan dicetak dan anda harus bayar ya seperti saat digedung pernikahan atau carnaval itu lo. Terus ada ojek dari parkiran 5k sekali pakai. Jika ada 100 orang saja sehari. Wow!makmur benar masyarakat disana.

Sistem pengelolaan Wisata pantai di gunung kidul dan untuk sekitarnya sekarang kurang lebih sama seperti yang saya jelaskan di atas jadi misalnya ada spot pantai di jatim atau wonogiri yang masih alami dan pengelolaan tiket wisatanya murah meriah wisatawan akan berbondong mencari wisata itu sampai jalan pantai selatan kadang kalau saat liburan terasa sangat padat dan macet. Untung saja saat itu kami berlibur pada jam kerja..hehehehe.

Tapi keindahan Yogyakarta mengalahkan komersil wisatanya kok kalian suatu saat akan kangen lagi dan pengin kesini lagi..hehe..hehe

Oh iya kalau mau lihat postingan kami tentang keadaan pantai siung di 2011 boleh mampir kesini ya http://www.suetoclub.com/2015/07/pantai-gigi-taringsiung-gunung-kidul.html

Puas menikmati sunset kami pun bergegas kembali ke jogja untuk beristirahat sempat singgah ngopi di bukit bintang tanpa beli jagung bakar karena kalau sama jagung bakar harganya sudah beda..hahaha.  Sampai di Jogja Menuju Penginapan Besoknya Jalan-jalan kota sebentar. Jam 3 kami pulang dari Jogja setengah 9lebih kita sampai Surabaya.

map diygungpurbanglamborsby

Ini dokumentasinya :

DCIM

 

Terima kasih terima kasih atas semua supportnya dari rekan-rekan pembaca dan suetoclub tim akhirnya setelah sekian lama ada posting lagi untuk awal tahun 2018 ini. See you the next trip Gaess!

Berikut Videonya :


IMG_20180108_175932_071dila

Hi Gaes Salam wildlife!Masih suasanan liburan tahun baru dan memang sebagian sudah ada yang masuk kantor tapi masih ada yang libur jadi kami memanfaatkannya untuk meneruskan liburan ini ke Jogja tahun sendiri Jogja kalau waktunya liburan sudah macet dimana-mana kalau sudah ada yang sebagian kerja wisata Jogja kan jadi gak seberapa ramai.

Perjalanan dari Tulunggagung kami pilih rute via Tulungagung-Trenggalek(yang istri bupatinya arumi bachin itu lo)-Ponorogo-Wonogiri-Klaten-Prambanan-yogyakarta lama perjalanan sih sekitar 5jam berangkat jam 1 siang sampe Jogja sekitar jam 5 sore lebih menjelang magrib.

Karena sudah kecapean kami putuskan malam itu keliling kota Jogja saja baru kemudian paginya explore Gunung Kidul yang tujuan utamanya adalah Puncak Gunung Api Purba Ngelanggeran dan Pantai Nglambor.

Pagi Sekitar jam 9 pagi kami berangkat dari penginapan. Rutenya bisa dilihat di google map. Kalau perjalanan tidak sampai 1jam sekitar 45 menit dari pusat kota.

Masuk Kawasan wisata gunung api purba anda akan dimanjakan dengan pemandangan pedesaan yang asri. Namanya desa wisata ada beberapa wisata yang bisa kunjungi disini misalnya pendakian gunung api purba, embung ngelanggeran, curug, air terun banyunibo dan kedungkandang.

Saat itu yang kami kunjungi adalah puncak gunung api purba, parkir dan bayar tiket masuk sebesar idr 32k sudah separkir motornya. Kami prepare dan bersiap mendaki, jalur pendakiannya di bagi dua alur untuk mendaki dan jalur untuk menurun, keduanya mempunyai medan berbeda, yang jalur pendakian bisa sedikit extreme dan memacu adrenalin yang jalur menurun sedkit memutar dengan track yang datar.

Untuk sampai puncak di ketinggian 700mdpl saja dari loket masuk membutuhkan waktu sekitar 1-1.5jam saja tergantung kemampuan personel masing-masing dan diperjalanan pendakiannya ada spot-spot yang memang dibangun untuk berfoto selfie. Kalau tidak salah ada 3 pos yang bisa dibuat untuk singgah beristirahat menikmati pemandangan disekitarnya.

Sampai di puncak gunung api purba anda akan disungguhkan pemandangan gunung kidul, embung ngelanggeran dari atas gunung, juga gunung api purba yang sebelahnya yang tampak sama tingginya, kota jogja dan yang menakjubkan tentunya pemandangan gunung merapi dan merbabu jika suasana sedang bagus-bagusnya. Menurut kami semua kelelahan itu terbayarlah.

Puas menikmati puncak kami turun melewati jalur menurun kedua, di pos 2 jalan menurun ada hutan rumah kera, kemudian jalur untuk menuju ke parkiran agak sedikit memutar tapi jalannya masih dalam tahap pembangunan dan melewati ladang perumahan warga.

Sampai di parkiran kami mandi sejenak karena memang fasilitas seperti wc, warung sudah lengkap. Setelah segar kembali kamipun bersiap melakukan perjalanan jauh menuju pantai selatan gunung kidul.

Boleh dilihat Dokumentasi berikut ini :

Trims Langsung lanjut ceritanya di part 2 Yah..

Berikut Videonya :

V

Video 2


DCIM

Ranu Gumbolo

Salam wildlife Gaes!Cerita ini lanjutan dari dari part 1 dan masih di Tulungagungkok. Hari ini rencana kami menuju Ranu Gumbolo tapi sarapan dulu. Setelah sarapan sekitar jam 9 pagi kami berangkat. Lokasinya Ranu Gumbolo dekat dengan waduk Wonorejo. Bayar tiketnya cuman Rp 10k saja. Ranu Gumbolo ini tempatnya seperti taman hutan pinus yang telah dikelola pihak perhutani.

Rute Google Map Kalau dari Surabaya :

Perjalanan dari tempat parkir ke tempat view yang katanya mirip ranu kumbolo ini dekat hanya 200meter saja. Pengelolaan tempatnya sudah bagus warung-warungnya juga murah. Via hutan pinusnya juga sudah instagramable abis cuman sayang waktu itu kondisi air sungainya lagi surut jadi view ranu kumbolonya jadi tidak ketemu atau tak terlihat tampak seperti ranu kumbolo..hahaha..padahal malamnya juga sudah hujan deras.

Setelah puas mendokumentasikan keindahan alam sekitar kamipun bertolak kembali pulang ada yang meneruskan perjalanan ke Surabaya ada yang melanjutkan wisata menuju yogyakarta.

Berikut Dokumentasinya :

Tunggu cerita perjalanan saat di Yogyakarta ya Gaes..

Berikut Videonya


HI Gaes Salam Wildlife!Sudah lama tak posting cerita perjalanan..

Touring kali ini adalah menyambut kemeriahan natal dan tahun baru 2018..Menyosong masa depan yang lebih cerah dengan terus mengexplore keindahan tanah air Indonesia.

Target utama adalah menghindari aktifitas kemeriahan di kota dan menikmati camping di pedalaman. Tujuan kali ini adalah “Pantai Coro dan Banyu Muluk Tulungagung”

Start tanggal 31 pagi tim Sueto yang ikut ada  9 orang.

Berangkat dari Surabaya menuju dari jam 11.00WIB Tulungagung. Rutenya Surabaya-Krian-Mojokerto-Mojowarno-Pare-Kediri-Tulungagung-Campur darat-Besuki-Besole-Pantai Coro Sampai di Campur darat prakiraan waktu itu sekitar jam 5 sore sempat makan siang sejenak di pare. Masuk kawasan wisata pantai popoh sekitar jam setengah 6 magrib.

Rute Google Map :

Saat itu pemandangan langit termasuk kategori amazing cuaca cerah. Menikmati sunset adalah menu favorit. Kemudian setelah mathari tenggelam kami masuk melalui jalan baru ke pantai coro. Untuk saat ini cara masuk ke pantai coro ada dua jalur lewat pantai popoh. Jalur pertama lewati kawasan pantai popoh masuk retribusi wisata pantai popoh kemudian baru retribusi pantai coro kemudian parkir boleh jalan kaki boleh pakai ojek. Jalur kedua yang kami lewati dari bukit pandang sebelum masuk kawasan wisata pantai popoh kami lewat jalan makadam yang rencana akan dibangun untuk akses langsung ke pantai coro perjalanan sekitar 3-4km kemudian ketemu pos retribusi pantai coro, boleh parkir sepeda, terus jalan kaki naik ojek boleh imbal barang bila mau camping di pantai coro tapi untuk beberapa sepeda saja.

Tujuan saat itu adalah camping di pantai coro akhirnya kami coba masukkan 2 sepeda motor untuk imbal barang dan penumpang ke pantai jaraknya sih lumayan sekitar 500meter tapi jalannya curam dan makadam untung tidak hujan saat itu.

Setelah itu motor kami parkirkan di warung kemudian jalan kaki sekitar 200meter saja untuk ke pantai coro. Awal keinginan kami ingin ngecamp di banyu muluk tapi kondisi saat itu terasa mistis..hehe akhirnya kami ngecampnya di sekitar pantai coro saja tapi di tempat yang agak tinggian biar dapat view pantai dari atas.

Waktu berlalu tenda didirikan, api unggun di nyalakan, guyonan khas suroboyo di obrolkan, kamera disiapkan, waktu berasa lama menunggu detik-detik pergantian tahun dengan ditemani para nyamuk sambil bakar-bakar apa saja yang bisa dibakar dan hujanpun tak menentu kadang deras kadang cuman gerimis. Banyak cerita mistis disini yang tak bisa diceritakan kemudian beberapa Jam pun berlalu dan akhirnya ini lah yang kami tunggu-tunggu malam pergantian tahun dengan sedikit gemuruh kembang apinya. Harapan-harapan di tahun depan pun kami panjatkan satu-persatu keinginan untuk selalu bersama disetiap rintangan membuat semangat positif para personel sueto tim saat itu.

Tahun barupun terlewati kami bersiap istirahat untuk penjelajahan esok lusa. Satu tenda isi 6 terasa lapang saat kami isi orang 9 hahaha…cuaca hujan yang tak menentu, serangan perangdunia nyamuk ke 3, bintang yang kadang malu menampakkan gemerlipnya, bula purnama yang belum sempurna dan angin yang tak berhembus sama sekali menggambarkan betapa beratnya rintangan kami esok…hahaha.

Di Pagi harinya sebagian tim segera bersiap untuk menjelajah wisata berikutnya yaitu banyumuluk yang pesonanya mengundang misteri dari tadi malam dan sebagian tim lainnya turun ke pantai untuk merasakan nikmatnya air laut pantai coro.

   Banyumuluk dari pantai coro jaraknya tak jauh sekitar 200meteran. Kenapa dijuluki banyu muluk(dalam bahasa indonesia berarti air naik) karena disini banyak air sampai atas batuan karang yang naik karena hempasan ombak yang menabrak karang dan didalam batuan karang ini ada semacam gua yang membuat bunyi hempasan airnya khas. Tidak ada apa-apa di area ini hanya gradasi tumbuhan-tumbuhan dan bentukan karang yang bagus. Kalau anda mengharapkan warung tidak ada. Warung hanya banyak di pantai coro. Berikut Dokumentasinya :

Coro Beach

Pantai Banyu Muluk

Kemudian jika dari banyumuluk anda meneruskan perjalanan ke arah timur sekitar 400m anda akan menemukan pantai dadap tapi pada saat itu hujan dan kami tak sempat untuk explore lebih jauh hanya bisa menikmati dari layar video saja.

Kembalilah kami ke pantai coro saat melihat cuaca sedang tak bersahabat. Bermandi ria dengan ombak di pantai coro yang tak pernah tenang. Membuat dokumentasi sebentar sebelum siangnya kami akan prepare kembali ke salah satu rumah singgah rekan kami di waduk wonorejo.

Ternyata firasat kami benar semakin siang hujan semakin deras jalannya pun sudah jelas sangat menantang jalan kakipun terasa sulit karena memang aksesnya tidak digarap dengan cepat tapi lucunya dengan kondisi jalan seperti itu antusias pengunjung semakin siang semakin rame berdatangan tidak perduli bapak-bapak atau ibuk-ibuk paruh baya.

Masalahnya adalah medan karena 2 motor kami masuk ke medan tempur kalau jalannya tidak hujan medan offroad kami sikat saja tapi kalau hujan ya sudah gotong-royong pun akhirnya di perlukan disini..hehe..jalanan lumpur dan berbatu kami libas dengan tipikal ban no tahu..hasilnya banyak motor terhambat lumpur frontfendernya..haha..untung kami segera menemukan kali yang mengalir dan kami bersihkan semua kuda-kuda besi yang bermandi lumpur untuk bersiap ngegas ke pusat kota tulungagung.

Sekitar habis isya kita makan malam dan sampai di waduk wonorejo yang denger-denger sebelahnya ada ranu kumbolo..eh bukan ranu gumbolo..

Malam itu setelah beristirahat sejenak ada sebagian kru ada yang bertolak pulang karena keesokan hari kembali mencari nafkah ada yang tetap beristirahat agar besok paginya bisa explore tempat-tempat wisata lain seperti Ranu Kumbolonya Tulungagung..

Tunggu Next Part cerita perjalanan kami Gaess…

Berikut Videonya :

Video 2


JWD travel merupakan biro perjalanan untuk rekreasi keluarga dan  anak muda yang ingin berpergian, liburan juga berwisata alam  menjelajah alam Indonesia yang indah. Kami juga bertujuan menghadirkan kenyamanan perjalanan dengan ramah dan tepat  demi kepuasan anda. Jadi bergabunglah untuk mendapatkan pengalaman yang menakjubkan.

VISI : JWD travel berusaha selalu menghadirkan destinasi perjalanan
baru untuk dikunjungi agar semakin mengenal keindahan alam 
indonesia. 

MISI : Berusaha mengahadirkan pelayanan dan kenyamanan sebagai
prioritas utama perjalanan kepada patner perjalanan kami dengan
berusaha memberikan edukasi tentang pentingnya menjadi green
traveler saat melakukan perjalanan alam.

Menghadirkan beberapa paket promo travel, tiket pesawat dan tiket kereta api

 Berminat join travel partner bersama kami langsung kontak via wa 08993977971 & 081334230180, FB : Jawa Dwipa Travel Partner, Insta : jawadwipatourand support by suetoclub.com
%d blogger menyukai ini: