Tag Archive: Malaysia



Kedai kincir berada di sebelah rel kereta api Ketintang Baru Selatan I. Tempatnya berdinding terbuat dari bambu dan berada di depan kolam Karah menjadikan suasana nya nyaman dan asri. Kedai kincir memiliki menu andalan ikan wader penyet.

Ikan wader merupakan ikan air tawar yang memiliki ukuran kecil-kecil. Ikan tersebut di goreng ksering dan disuguhkan bersama sambal, lalapan ketimun, kemangi, serta lalapan sayur kenikir yang ditaruh dalam sebuah cobek. Untuk sambal, Anda bisa memilih sesuai selera. Disamping itu untuk melengkapi tersedia 3 pilihan jenis nasi. Ada nasi putih, nasi uduk (gurih), dan nasi jagung. Menu lainnya botok patin, udang, tahu tempe, botok tempe teri, dan telur asin. Untuk minuman tersedia pula, es sinom dan es beras kencur, masing-masing harganya Rp.3.000 saja.

Karena pelanggannya cukup banyak, sekarang mereka sudah membuka cabang di jalan Ketintang barat tepat di samping sungai/rolak Gunungsari. Yang di Ketintang barat ini malah buka sampai malam hari. Jadi tak hanya untuk makan siang, untuk makan malam pun wader goreng tetap cocok untuk disantap.

Nama : Kedai Kincir – Warung Wader
Kategori : Depot
Alamat : Jl. Ketintang Baru Selatan I 200, Jambangan, Surabaya Barat
Telp : 031-70973718, 08123067235
Jam buka : 08.00-16.00 WIB
Harga : Sambal Ikan Wader : Rp.6.000
Botok : Rp.3.000
Botok Ikan Patin : Rp. 5.000
Nasi : Rp.3.000

Sumber : http://www.inijie.com/2010/05/18/blusukan-to-warung-wader-kedai-kincir-ketintang/comment-page-2/#comment-33375


Menikmati sajian pecel memang paling enak disaat pagi hari, namun tidak salahnya Anda juga mencicipi menu yang satu ini saat malam tiba. Salah satu tempat makan terkenal yang menyajikan nasi pecel adalah di kawasan Dinoyo.

Pak Imron yang kini meneruskan usaha Ayahnya Hj Sukarti (alm) sejak tahun 1983 yang dulunya berada di Jalan Keputran dan berpindah di Jalan Dinoyo, nasi pecel yang satu ini berbeda dengan kebanyakan. Pecel Kuah namanya, yakni Nasi Pecel yang dikombinasi dengan kuah rawon, hal ini banyak yang penasaran dengan rasanya. Mulai dari kalangan biasa, pejabat hingga para artis pun berdatangan untuk mencicipi Pecel kuah Rawon.

Sebenarnya Pak Imron tidak hanya menjual Nasi Pecel saja, menu lain seperti Nasi Rawon juga tersedia dengan daging empalnya yang disuwir. Harganya juga terjangkau, untuk Nasi Pecel Rp 7500 Nasi Pecel Kuah Rp 7500 dan Nasi Rawon Rp 7500.

Pecel Kuah Keputran
Jl Dinoyo 1, Surabaya (Depan Eks Gedung Bioskop Purnama)
Telp: 031 60449839
Jam buka: 18.00 – 04.30 Wib
(sore hingga subuh)

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-10-21-054-Pecel Kuah Keputran
*) pic twitoaster.com


Masih dari kecamatan Gedangan Malang perjalanan diteruskan menuju daerak Wonogoro di sungai mbarek…Sungai air payau ini langsung terhubung dengan muara di pantai Pesanggrahan..

Karena melihat aliran sungai yang tenang, bersih, hijau  dan tidak terlalu dalam maka kami putuskan untuk menjadi tempat persinggahan kami untuk foto-foto, mandi, dan cuci motor memang sungai mbarek ini biasanya memang dipakai warga sekitar untuk mencuci, mancing dan mandi dapat dilalui menuruni jembatan mbarek yang dari arah Wonogoro jalurnya menuju ke Balekambang…Kami juga terpancing oleh 2 batu besar yang tampak seperti kepala kadal besar…pokoknya yang penting foto-foto dulu di saat terakhir perjalanan yang memang sudah merasa mulai lelah banget dan semakin malam hujan mulai mengguyur..

Sungai Mbarek ini terletak saat kita dari arah pantai Balekambang menuju Wonogor0 akan melewati jembatan pertama yaitu jembatan mbarek..oh iya dari Balekambang ke arah Bajulmati kita setidaknya melewati kalu g salah 6 jembatan he2..agak lupa baru nyampe deh di Bajulmati jalannya hanya bisa di lalui truk dan motor mungkin kalau mobil cmn bisa sampai Wonogoro saja kalau dari Balekambang..

videonya

Berikut touring Sueto kali ini lain kali akan dilanjutkan dengan cerita perjalanan yang menarik lainnya…


Hoamm setelah nyenyak tertidur………….berpikir sejenak dan menikmati teh hangat yang telah disiapkan….Ternyata hari ini terakhir yah saya di Serang siangnya mungkin sudah menuju Yogya untuk melakukan touring selanjutnya….So sesuai tujuan kemaren saya minta diantarkan ciko ke Anyer sekalian lihat krakatau…Setelah prepare buat siang sekalian habis sarapan kami berangkat perjalanan kurang lebih sejam dari Serang ke Anyer lewat mancak, padarincang mampir Rawa Dano terus Batu Kuwung tembus deh Anyer tapi sebelumnya nyampe Anyer kami melewati Rawa Dano

Rawa Dano daerah ini terletak di Kampung Bojong, Desa Kaduagung Kecamatan Gunungsari dan berjarak 101 km dari Jakarta termasuk dalam tempat-tempat yang suka dikunjungi orang.

Kawasan ini merupakan kawasan yang didominasi rawa-rawa, juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang reptil, seperti ular dan buaya. Tidak kurang dari 250 jenis burung bermukim di kawasan ini. Kita dapat mencapai lokasi ini melalui tiga jalur.

Tempat yang satu ini sebelumnya memang sudah dikenal banyak orang sebagai tempat beristirahat. Bahkan Dinas Pariwisata Kabupaten Serang menjadikan Rawa Dano sebagai salah satu objek wisata pemandangan.

Pesona yang dimiliki Rawa Dano berupa danau yang berada di kaki bukit atau pegunungan. Jika matahari bersinar terang, akan tampak rawa di kejauhan. Hamparan air yang tampak menghijau, di sekitarnya tumbuh beraneka jenis tumbuhan air.

Tetapi pada sore hari atau kala sinar matahari mulai berkurang, yang tampak hanyalah hamparan kabut putih menutupi danau tersebut. Meski tak bisa melihat apa-apa, selain hamparan kabut yang irip gumpalan kapas, namun kesejukan membuat kita betah berlama-lama di sini.

Setelah lewat Rawa Dano kami langsung menuju Pantai Anyer sembari berkeliling pesisir pantai nyari pasir pantai kok ternyata sudah air mungkin waktu itu ombak pantai lagi tinggi sekitar hampir 3meter menurut berita waktu itu yah akhirnya kami hanya bisa menikmakti pantai dan gunung krakatau dari kejauhan sambil makan otak-otak…ha2………..zuing angin dan ombak memang lagi kenceng waktu itu kemudian terdengar adzan JUmat memanggil saat nya sholat jumat dan kembali pulang………….Hmm sebetulnya banyak daerah wisata di pesisir pantai Anyer ini sayang waktu memang terbatas kapan2 kalau punya waktu SUETO akan menjelajah dan mampir lagi kesini….tempat-tempat lainya seperti Krakatau 

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Saat ini Krakatau merupakan daerah tujuan wisata bagi sebagian orang yang menyukai petualangan sembari menikmati keindahan alam di sekitar Krakatau.

Ini sedikit info guide bila ke Krakatau 

A. Transportasi
Transportasi umum dari Jakarta menuju Krakatau:
1. Kalideres – Pelabuhan Merak (ekonomi) Rp.15.000,-, lama perjalanan sekitar 1.5 jam
2. Feri

penyebarangan Merak – Bakahueni (ekonomi) Rp.15.000,- (AC Rp.30.000)
3. Bakahueni – pelabuhan Tanjung Bom sekitar 2  jam, sewa kendaraan umum Rp.150.000/mobil .
4. Kapal kayu Pelabuhan Tanjung Bom – Pulau Sabesi (sebagai tempat singgah dan  menginap) sekitar 2 jam, biaya sewa perahu untuk trip selama di Krakatau sekitar Rp.2.000.000,- (2 Days 1 Night) yang bisa terisi hingga 30 penumpang. (harga sewa kapal sangat tergantung dengan rute, lama perjalanan, kapasitas kapal, dan keahlian tawar menawar).
5.  Kapal kayu Pulau Sabesi – (Pulau) Krakatau sekitar 2 jam. Penginapan di Pulau Sabesi sekitar Rp.400.000,- yang bisa menampung sekitar 20-30 orang.

B.  Akomodasi
Akomodasi penginapan untuk menuju Krakatau sangat terbatas. Pulau terdekat yang memiliki akomodasi penginapan adalah Pulau Sabesi. Penginapan sangat sederhana, terdapat beberapa kamar yang di dalamnya seperti barak. Satu kamar bisa menampung 8 orang. Air bersih tersedia.

C. Makanan
Makanan yang disantap adalah makanan yang disediakan oleh penginapan dengan biaya Rp.12.500,-/makan per orang.

 Objek Wisata

Wisata yang bisa dilakukan di  Krakatau ini :

1. Mendaki gunung Krakatau, menyaksikan sisa lelehan kawah, dengan waktu tempuh normal sekitar 30-45 menit. Didekat puncak ke dua sebelum puncak pertama, pemandangannya luar biasa indah.
2. Snorkeling di daerah sekitar pulau/gunung Krakatau, coralnya cukup indah.
3. Menikmati view, berenang dan snorkeling di Pulau Kumang, pulau yang dekat dengan pulau Sabesi, pulau kecil dengan pasir putih yang indah.

Saran Itinerary:

Sumatra dari Puncak Krakatau

1. Sewa perahu untuk melihat keindahan Krakatau dan sekitar cukup mahal, maka sangat disarankan untuk mencari anggota rombongan untukshare biaya perahu.
2. Itenary yang ideal (bila dari Jakarta dan tidak menginap di Pulau Sabesi) :
a.  Berangkat dari Jakarta sekitar jam 21.00.
b.  Menyeberang dari Tanjung Bom saat sunrise, langsung menuju ke pulau Krakatau (4 jam dari Tanjung Bom)
c.  Jelajah Krakatau hingga puncak keduanya dengan tetap mematuhi perintah Ranger. Terkadang Krakatau saat ’batuk’ menyemburkan lava, sehingga tidak dimungkinkan untuk merapat ke pulau Krakatau.
d. Apabila waktu memungkinkan, cobalah untuk snorkeling or diving di kawasan Krakatau, awak kapal pasti tahu spot yang bagus.
e. Upayakan telah meninggalkan Krakatau dan sekitarnya sebelum jam 15.00, terkadang ombak di sore atau malam hari mencapai hingga 3 meter, sehingga cukup berbahaya.

Cuaca
Secara umum waktu yang terbaik adalah saat musim kemarau April – September, karena dikhawatirkan apabila musim hujan, ombak cukup tinggi dan laut berkabut yang menyebabkan kapal tidak bisa berjalan.

Packing List

Tanjung Bom

– Perlengkapan berenang, sunblocksandal atau sepatu gunung untuk mendaki Krakatau (medan menanjak dan berpasir).

– Membawa makanan sebisa yang dibawa karena di Krakatau tidak ada penjual apapun (terutama untuk yang tidak menginap di Sabesi, harus membawa sendiri semua makanan)

– Dry pack (untuk kamera, lensa, dan barang berharga yang tidak tahan air).

Tips
–  Persiapan mental apabila menghadapi laut yang bergelombang.
–  Apabila mengkhawatirkan, selalu gunakan life vest jacket selama perjalanan.
–  Bila hendak menyewa kapal, tanyakan mengenai perlengkapan penyelamatan (life vest) .(http://turisindie.com)

Kemudian Pantai Carita

Pantai Carita merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Pandeglang dan telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian No.440/kpts/UM/1978 pada tanggal 15 Juli 1978 sebagai Taman Wisata Alam. Dengan Panorama yang indah serta pasir pantainya yang putih membuat kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pantai Carita kaya akan sumber daya alamnya. Hamparan tepian yang amat landai dengan ombak laut yang kecil dan lembut menyapu di sepanjang pantai, dipadu pemandangan Gunung Krakatau yang kokoh berdiri di kejauhan menjadi suguhan ukiran alam yang indah dipandang mata. Saat kami bertamu ke sana, melihat dan menyelami sendiri suasana tempat wisata ini, kenyataan itu meyakinkan kami tentang semuanya.

Pulau Dua/Pulau Burung

Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan alam laut berupa gugus karang, berbagai jenis ikan laut, dan tentu saja berbagai jenis burung. Luas kawasan ini sekitar 30 ha. Setiap tahun antara bulan April dan Agustus, pulau ini dikunjungi oleh beribu-ribu burung dari 60 jenis yang berasal dari berbagai negara. Sekitar empat puluh ribu burung-burung tersebut terbang dari benua Australia, Asia, dan Afrika.

Pulau Dua bisa dicapai dengan perahu tradisional atau perahu motor dalam waktu 15 s.d. 30 menit melalui daerah Sawah Luhur, Kasemen. Di kawasan ini, telah tersedia sarana jaringan listrik, telekomunikasi, dan air bersih.

Pulau Umang

Pulau Umang memiliki luas sekitar 5 Ha, dan terletak di kawasan objek wisata pantai Pandeglang, berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung. Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Kita dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah.

Perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau ini, atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.(http://pulau-umang.com/)info..

Pantai Tanjung Lesung

merupakan lokasi wisata pantai yang terletak di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia. Posisinya berada di sebelah barat Kabupaten Pandeglang dan memiliki luas 150 hektar.

Pantai Tanjung Lesung resmi di buka pada pertengahan Januari 1998 dan dapat di capai dengan dua rute dari Jakarta. Pertama, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui pintu gerbang tol Serang Timur. Setelah melewati Kota Serang, perjalanan dilanjutkan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung.

Kedua, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui gerbang tol Cilegon. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri pesisir Anyer-Carita, lalu ke arah Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Jakarta-Pantai Tanjung Lesung berjarak sekitar 160 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Sejak pertengahan Juni 2003, akses ke kawasan ini semakin mudah karena pemerintah daerah setempat telah mengoperasikan tiga bus DAMRI setiap harinya dari Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten, menuju Pantai Tanjung Lesung.

Pesona alam Tanjung Lesung sangat indah, pasir putihnya terasa lembut disertai hembusan angin sepoi-sepoi, membuat daerah Tanjung Lesung terasa begitu spesial ketika dikunjungi bersama keluarga. Hamparan pasir pantai yang luasnya mencapai 15 kilometer, memberi cukup ruang kepada wisatawan untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti membuat patung dari pasir, berjemur, bermain olahraga (sepak bola pantai dan voli pantai), dan sebagainya.

Posisi pantai yang tidak menghadap langsung ke laut lepas membuat hembusan angin dan deburan gelombang di daerah ini tidak terlalu besar. Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti berenang, bermain jetski, dan Snorkling . Memancing merupakan salah satu kegiatan menarik lainnya, karena daerah ini merupakan rumah bagi banyak ikan.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kekayaan hayati dan atraksi bawah laut, bisa menyewa peralatan menyelam. Dengan menyelam, pengunjung akan terpesona melihat terumbu karang yang indah, ubur-ubur yang beraneka warna, siput kecil dengan cangkang yang unik, dan ikan-ikan yang berkejaran di garis pantai. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin mempelajari metode transplantasi terumbu karang, dapat mengunjungi lokasi konservasi yang berada di tengah laut. Ada tiga lokasi transplantasi karang di daerah ini, yaitu Karang Gundul, Tanjung Lesung, dan Pulau Liungan.

Bila bosan berada di pantai, pengunjung dapat mengunjungi desa wisata yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengrajin patung badak bercula satu (fauna khas Banten) dan minuman dari daun sirih, atau melihat-lihat kehidupan nelayan di Kampung Cipanon. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin menikmati keelokan Pulau Liwungan, dapat menyewa speed boat dengan waktu tempuh sekitar 35 menit dari kampung nelayan Cipanon. Di pulau seluas sekitar 50 hektar dan konon hanya dihuni oleh sepasang suami-istri ini, wisatawan dapat menikmati eksotisme Selat Sunda, pesona Anak Gunung Krakatau, dan bagan nelayan yang berkelip-kelip dari kejauhan.

Di Tanjung Lesung terdapat tempat menginap dengan berbagai variasi dan tipe, seperti hotel, villa, resort sampai home stay dengan berbagai harga. Untuk home stay tarifnya sekitar Rp 100.000 per malam sedangkan menginap di vila, hotel, maupun resor dengan tarif Rp 500.000-Rp 2 juta per malam, tergantung harinya.

Harga Tiket Masuk

  • Masuk pantai, tidak termasuk hotel Rp 15.000
  • Parkir Mobil Rp 8.000
  • Parkir Motor Rp 4.000

Taman Nasional Ujung Kulon

TNUK yang merupakan sebuah obyek wisata alam yang sangat menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungaidengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (ArcaGanesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungidan sulit ditemukan di tempat lain.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas
di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros
sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut,
ekosistem rawa, dan ekosistem daratan.

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botaniBelanda dan Inggris sejak tahun 1820. Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranyalangka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang

(Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata)dan berbagai macam jenis anggrek.
Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta,
Jenis-jenis ikan yang menarik di Taman NasionalUjung Kulon baik yang hidup di perairan lautmaupun sungai antara lain ikan kupu-kupu, badut,bidadari, singa, kakatua, glodok dan sumpit. Ikanglodok dan ikan sumpit adalah dua jenis ikan yangsangat aneh dan unik yaitu ikan glodok memilikikemampuan memanjat akar pohon bakau, sedangkanikan sumpit memiliki kemampuan menyemprot air keatas permukaan setinggi lebih dari satu meter untukmenembak memangsanya (serangga kecil) yangberada di i daun-daun yang rantingnya menjulur diatas permukaan air.
Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar AlamKrakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkansebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO padatahun 1991.
Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan TamanNasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia,UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan danbantuan teknis.
Masyarakat yang bermukim di sekitar taman nasional yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya.Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, namun mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi,dan kebudayaan nenek moyang mereka.
Di dalam taman nasional, ada tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual. Tempatyang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung Barat semenanjungUjung Kulon.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air
panas.
Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal,
pengamatan tumbuhan dan satwa.
Pulau Peucang. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan
berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat
alamnya.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea. Menjelajahi hutan,
menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.
Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak
Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.
Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa. Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah.
Musim Kunjungan terbaik :
Bulan April s/d September.
Cara pencapaian lokasi :

Jakarta – Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang – Pandeglang – Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta – Cilegon (2 jamvia jalan Tol), Cilegon – Labuan (1 jam) atau Bogor – Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan (4 jam).Labuan – Sumur (2 jam), Sumur – Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan – Pulau Peucang(4 jam dengan kapal motor nelayan).

Yang terakhir adalah Pantai Anyer Sendiri

Mercusuar Anyer Diserbu Wisatawan Liburan Sekolah

Pantai Anyer dikenal luas sebagai tempat wisata yang menarik sejak tahun 1980-an. Keberadaannya sebagai salah satu dari Seven Wonders of Banten (Tujuh Keajaiban Banten) dan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, membuat kawasan ini menjelma sebagai salah satu obyek wisata favorit saat ini. Apalagi Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten telah berkomitmen mengembangkannya menjadi obyek wisata bahari terkemuka di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai fasilitas pendukung yang relatif lengkap dan representatif di kawasan tersebut.

B. Keistimewaan

Dari bibir pantai, pengunjung dapat menikmati panorama laut biru berlatar kaki langit yang juga biru. Hamparan pasir pantainya yang luas dan bersih menjadikan kawasan ini nyaman digunakan untuk melakukan kegiatan berjemur dan membuat patung dari pasir, atau melakukan aktivitas olahraga, seperti voli pantai dan sepakbola pantai.

Air lautnya yang jernih dan bersih sangat mendukung aktivitas pengunjung yang ingin berenang atau menyelam. Ombak laut Pantai Anyer yang relatif besar dan menjadi rumah bagi banyak ikan, sehingga tepat sekali digunakan untuk arena berselancar dan  area memancing.

Pesona terbit dan tenggelamnya matahari, serta ditingkahi oleh burung-burung laut yang terbang rendah dan sesekali menyambar ikan di sepanjang pantai, kian mengukuhkan betapa spesialnya kawasan ini. Pengunjung dapat mencerap momen indah tersebut dari shelter-shelter, taman, pondok-pondok wisata, atau dari atas perahu yang berjalan perlahan-lahan di tepi pantai.

Bila bosan berada di tepi pantai, pengunjung dapat menikmati keelokan panorama Pantai Anyer dari atas mercusuar yang terdapat di kawasn tersebut. Pengunjung dapat juga menyewa sepeda untuk mengelilingi kawasan Pantai Anyer sambil mencari-cari obyek menarik untuk dipotret.

C. Lokasi

Pantai Anyer berada dalam wilayah administratif Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia.

D. Akses

Jakarta-Pantai Anyer berjarak sekitar 160 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Sedangkan dari Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten, Pantai Anyer berjarak sekitar 35 kilometer.  Dari Jakarta, pengunjung dapat mengambil jalan tol Jakarta-Merak dan keluar melalui jalan tol Cilegon Barat. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju arah Anyer. Berbagai papan penunjuk jalan memudahkan pengunjung untuk mencapai lokasi, baik yang menggunakan bus maupun yang menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung dapat juga mengakses Pantai Anyer dengan naik kereta api jurusan Jakarta-Merak.

E. Harga Tiket

Dalam proses konfirmasi.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Bagi yang ingin menginap tidak perlu cemas, karena di kawasan Pantai Anyer terdapathome stay, wisma, hotel, resort, cottage, dan villa dengan berbagai tipe.

Kawasan pantai ini juga dilengkapi dengan jaringan filber optik untuk mengakses internet dan jaringan komunikasi baik interlokal maupun internasional, sehingga pengunjung dapat menjalin komunikasi dan mengikuti perkembangan dunia luar.

Jejeran pedagang kaki lima dan warung tenda di sepanjang pantai, serta rumah makan dan restoran yang menawarkan berbagai menu, memberikan banyak pilihan kepada pengunjung untuk menyantap makanan yang sesuai dengan keinginannya.

Berbagai fasilitas lainnya juga tersedia di kawasan ini, seperti pusat informasi pariwisata, pemandu wisata, penjaga pantai, taman parkir yang luas dan aman, arena bermain anak-anak, arena berjemur, tempat berenang, camping ground, pondok-pondok wisata, shelter-shelter, sentra oleh-oleh dan suvenir, persewaan peralatan menyelam, persewaan sepeda, serta persewaan perahu dan speed boat.

Nah sudah selesai urusan di Serang langsung berangkat menuju kawan-kawan SUETO yang ada di Yogya………..Next Extreme Tour!

Way Kambas


TERLETAK di ujung selatan Sumatera, 110 km dari Bandar Lampung, Way Kambar merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia. Lokasi ini menempati lahan seluas 1.300 km persegi berupa dataran rendah di sekitar Sungai Way Kambas.tepatnya di kecamatan labuhan ratu lampung timur, Indonesia. Selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau. Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang hidup di kawasan ini semakin berkurang jumlahnya.

 Kawasan Way Kambas menjadi rumah dan taman bermain bagi gajah, sekaligus pusat pelatihannya. Dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi.Di lebatnya taman nasional ini, ada sekira 200 gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranensis) yang menjadikan hutan ini sebagai rumah mereka.

Gajah liar di Sumatera dahulu dapat ditemukan di delapan provinsi di Pulau Sumatera. Namun karena kepadatan pemukiman dan menyusutnya vegetasi hutan hujan tropis telah menyulitkan untuk memperkirakan jumlah mereka.

Tahun 1978, Taman Nasional Way Kambas diusulkan menjadi taman nasional dengan surat keputusan sementara tahun 1989 dan surat keputusan akhir tahun 1997. Sementara, Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas resmi didirikan tahun 1985. Lokasinya terletak 9 km dari pintu masuk Taman Plang Ijo.

Pusat pelatihan gajah ini didirikan untuk melindungi keberadaan gajah dan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. Gajah di Sumatera dulunya digunakan oleh kerajaan yang memerintah di Sumatera untuk kendaraan berperang dan keperluan upacara.

Anda dapat melihat gajah melakukan berbagai tugas, seperti mengangkut kayu  atau membajak sawah. Mereka juga dapat melakukan aktivitas unik, seperti bermain sepak bola dan pertunjukan menghibur lainnya.

Di dalam taman ini juga terdapat Sumatra Rhino Sanctuary (SRS), dimana badak-badak dikenalkan dengan alam sekitarnya dengan harapan penangkaran yang dilakukan berjalan sukses. Pusat penangkaran didirikan pada 1995, meliputi lahan seluas 100 hektare yang dijadikan tempat pelestarian, penelitian, dan pendidikan.

Di tempat penangkaran ini terdapat lima badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis) yang masing-masing diberi nama Rosa, Ratu, Bina, Torgamba, dan Andalas yang bertindak sebagai duta untuk badak-badak liar lainya. Mereka juga dijadikan sebagai spesimen untuk pendidikan dan pelestarian.

Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.

Flora

Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratiasp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Fauna

Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.

Atraksi budaya di luar taman nasional:Festival Krakatau pada bulan Juli di Bandar Lampung.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi :

Cara pencapaian lokasi: Bandar Lampung-Metro-Way Jepara menggunakan mobil sekitar dua jam (112 km), Branti-Metro-Way Jepara sekitar satu jam 30 menit (100 km), Bakauheni-Panjang-Sribawono-Way Jepara sekitar tiga jam (170 km), Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas sekitar dua jam.

Tanjung Papuma Jember(SUETO)


Hallo salam wildlife from SUETO!Perjalanan kali ini bertujuan ke Jember tepatnya Tangjung Papuma…Berawal dari sebuah liputan televisi saat di kantin kampus…akhirnya saat liburan anak2 SUETO pun membuat rencana touring ke Tanjung Papuma…Go!!!Mulai berangkat kumpul di Home Base Tom Raider..berangkat dengan formasi 3orang 2 motor Tom n Sando(Pulsar200) Suehe(mio) Berangakat sekitar jam 3 dari Home Base Tom Raider Inilah Peta perjalanan yang akan kami tempuh yaitu dari Sidoarjo-Gempol-PasuruanProbolinggo-Lumajang(berhenti di Jendro Home’s)-Jombang-Kencong-Gumukmas-Balung-Wuluhan-Ambulu-Tanjung Papuma(jalur selatan tidak lewat Jember kota)

Peta perjalana Sidoarjo-Tanjung Papuma

Peta Jember

Suehel menghilang dalam kegelapan

Setelah melewati perjalanan sekitar 3jam lebih nyampelah kita di Lumajang dan kita mampir istirahat di Jendro. Sesampainya disana kami pun mengobrol tentang rencana touring besok pagi hariny sempat juga sebelum beranjak istirahat kami pun mamir ke rumah Randy memberitahu rencana touring. Tinggal Istirahatnya dech…

Tom menatap luar

Jendro Tuan Rumah Lumajang

Sando ngeceng

Panorama pagi

Paginya sebenernya masih ngantuk semua tapi Randy udah nyusul kerumah Jendro akhirnya kami pun berangkat sekitar setengah5pagi meskipun agak molor dengan formasi Tom n Sando(Pulsar200) Suehe(mio) Randy n Jendro(megapro) Waktu di perjalanan sambil menikmati bagusnya pemandangan pagi hari yang masih berkabut akhirnya disempatkan tuk foto2 dunk…

Kompak saat berhenti di pom bensin arah Ambulu

Suehel n Sando(Xmode)

Melihat Sawah

Tom jepret

Suehel pose

Sando pose

Randy pose

Wez perjalan langsung dilanjutkan menuju target utama Tanjung Papuma!waktu tahun 2009 kami kesana masih ada dua jalan untuk menuju pantai yang satunya jalan aspal mulus tapi sebelumnya harus melewati pantai watu ulo jadi masuknya harus bayar tiket 2kali nah jalan satunya lagi melewati jalan berbatu yang rusak tpi langsung berada di depan loket Papuma kamipun memilih jalan yang rusak karena bayar cmn satu kali n extreme…tetapi pada tahun 2010 jalan yang rusak ini sudah diaspal dan jadi bagus dan mulus dengan begitu bisa menuju ke Tanjung  Papuma langsung..

Suehel n mio

Jalan Terjal di lalui

Masuk hutan

Pos penarikan tiket

Gerbang pintu masuk Tanjung Papuma

Kamipun membeli tiket masuk…Setelah memasuki kawasan area Tanjung papuma yang masih pagi sekitar jm setengah

7 kami pun cepat2 mengambil kamera berfoto2 kebetulan pemandangan panorama pagipun masih bagus..

Setelah Saya dan Sando turun dari pondok awal menyusul anak2 yang sudak duluan berada di Pantai..Hmm gambaran tentang Tanjung Papuma adalah sebagai berikut :

Tanjung Papuma sendiri terletak di di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, Kabupaten Jember (Jawa Timur Indonesia). Nama Papuma sendiri terbentuk sebagai akronim dari Pasir Putih Malikan. Papuma menawarkan pantai yg indah berupa pasir yg putih dan disisi lainnya menawarkan pantai yg penuh batu dan karang. Bagi fotografer keistimewaan tanjung papuma adalah anda bisa mendapatkan sunrise dan sunset di satu tempat. Mmhh jarang sekali ada tempat yg begitu istimewa. Walaupun tergolong baru di tempat ini anda bisa mendapatkan tempat peristirahatan berupa pondokkan yang katanya berkisar antara 100-300 ribu. Saya belum pernah mencoba menginap disana mungkin suatu saat nanti saat ingin medapatkan sunset di malam hari dan sunrise di pagi dan mengeksploitasi lebih jauh Tanjung papuma.

Ada 7 (tujuh) karang besar di papuma ini, deretan pulau karang ini memiliki nama sendiri-sendiri yang diambil dari tokoh pewayangan seperti, pulau batara guru, pulau kresna , pulau narada, pulau nusa barong, pulau kajang dan pulau kodok karena pulau karang ini bentuknya mirip dengan kodok raksasa yang timbul tenggelam di tengah laut.

Di Papuma terdapat pantai yang penuh dengan karang yg pipih berjajar di sepanjang pantai sejauh kira2 1 kilomenter. Pantai yg baru saja dirambah oleh perhutani ini bernama Malikan. Malikan memberikan panorama yang sejuk. Kita bisa berdiri di atas batu2 karang dan terkena ombak laut. Jika hari sudah menjelang sore maka laut akan pasang dan sudah saatnya kita naik kearas ke atas bukit.

Diatas bukit ini kita bisa melihat keseluruhan pemandangan papuma dari arah timur sampe barat. Sitihinggil merupakan menara di atas bukit di ujung barat Tanjung Papuma. Menara itu sengaja dibuat oleh Perhutani sebagai tempat pelancong menatap seluruh panorama di kawasan Papuma, sekaligus untuk tempat pemantuan keamanan satwa-satwa yang ada di kawasan itu.

Bila pandangan kita palingkan ke arah barat, maka dari Sitihinggil ini kita bisa menikmati sebuah pulau besar yang bertengger di kejauhann tengah tanjung. Oleh warga Jember, pulau ini dikenal sebagai Nusa Barong. Dari Papuma, pulau tanpa penghuni itu berjarak sekitar 50 mil laut dengan waktu tempuh sekitar empat jam menggunakan perahu.

Mungkin Inilah foto2 Tanjung Papuma 2009 yang masih alami karena sepertinya di tahun 2010 pemandangannya menjadi kurang bagus mungkin karena jalannya sudah diperbagus jadi akses ke sana jadi gampang..Tetapi basicly memang baguskok Tanjung Papuma…

Pantai Malikan

Setelah seharian berada di kawasan pantai Tanjung Papuma kami merasa puas dan akhirnya kembali ke rumah Jendro untuk istirahat sebelum besoknya kembali pulang ke Sidoarjo..Semoga posting bermanfaat bagi pengunjung…tuing!

%d blogger menyukai ini: