Tag Archive: Masih



Inilah salah satu obyek wisata alam dikota purwokerto Banyumas, yang sangat terkenal, dan sangat ramai pengunjungnya terutama para kaula muda, TELAGA SUNYI. Telaga sunyi adalah sebuah obyek wisata alam perpaduan antara sungai dan air terjun.yang berada di kawasan hutan Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Untuk mencapai telaga sunyi kurang kebih 3 km arah timur dari wana wisata Baturaden dengan waktu tempuh 15 menit, keindahan yang di tawarkan telaga sunyi sungguh menawan. karena aliran sungai ini membentuk kolam kolam alami sehingga sangat cocok buat berenang atau sekedar bermain air dan juga terdapat sebuah curug yang di bawahnyamembentuk kolam besar dan sangat cocok untuk berenang karena kedalaman curug ini hanya 3 meter. Harga tiket masuknya Rp 5000,-

Udara yang sejuk, air yang jernih bersih serta batu batuan alam yang menawan, di tambah lagi dusekitar telaga penuh dengan pohonan rindang yang merupakan perpaduan alam yang sangat sempurna. Wana wisata Telaga sunyi sangat pas untuk rekreasi bersama keluarga anda, terlebih lagi bersama pasangan. Pada musim-musim tertentu juga dapat dijumpai kupu-kupu yang berwarna-warni. Jadi bila anda sedang berliburan ke baturaden rasanya kurang pas kalau belum mampir ke telaga sunyi.

Di daerah Wisata alam baturaden telaga sunyi sangat populer dikalangan remaja yaitu yang dinamakan Telaga Sunyi . Sesuai dengan namanya telaga ini memang sangat sunyi karena letaknya di tengah-tengah hutan belantara.

biasanya para muda-mudi yang asyik masyuk pacaran dengan suasana yang sepi dan sunyi di pinggir telaga memadu kasih. Keindahan alam Baturaden Purwokerto ini memang sangat menyenangkan hati baik tua maupun muda. untuk sekedar refresing ataupun melepas kepenatan karena tugas sehari-hari, maka baturaden Purwokerto inilah yang sanggup untuk mengobati segala kepenatan.

Berikut foto-fotonya :

Image Besar

Ini Videonya :


                   

Masih ingat tentang Honda EV-NEO Scooter yang sempat diperkenalkan pada ajang Sydney Motorcycle Show pada 25-27 November 2011 lalu? Ya, Honda Jepang ternyata kembali menelurkan prinsip motor yang sama lewat Honda Benly 110. Dirancang khusus untuk menjadi kendaraan pengantar barang, Honda Benly 110 kini hadir dengan desain unik tapi memiliki mesin yang cukup bertenaga.

Dikutip dari laman Motorplus beberapa waktu lalu, Honda Jepang baru-baru ini meluncurkan sebuah motor khusus bagi pelanggannya yang bergerak di bisnis pengiriman barang. Dengan desain motor mirip Honda Scoopy di di Indonesia, Honda Benly 110 dilengkapi oleh keranjang barang di depan, serta sebuah jok khusus untuk menaruh boks atau semacamnya.

Tapi jangan salah, meski terkesan memiliki desain yang imut, motor ini cukup bertenaga loh. Sesuai dengan nama yang diusung, Honda Benly menggendong mesin 110cc yang sama diterapkan pada Honda Spacy di Indonesia. Motor yang memiliki mesin 4-tak satu silinder SOHC, ini juga sudah dilengkapi oleh teknologi injeksi yang dijamin irit bahan bakar.

Meski sama-sama dibangun dengan tujuan ramah lingkungan, Honda Benly 110 berbeda dengan Honda EV-NEO yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Honda Benly 110 masih menggunakan bahan bakar bensin berkapasitas tangki hingga 10 liter dan dipercaya mampu menempuh 530 km.

Skuter pengiriman barang bergaya retro ini dikabarkan dibanderol dengan harga sekitar Rp 28 jutaan di Jepang. Dengan tiga pilihan warna (biru, putih, dan putih-cokelat), Honda Benly 110 sepertinya hanya akan mengisi pasar lokal di Jepang.


Weeerrrrr???dinginnya tidur di pantai teleng ria ini…udah malam2 ada orang yang bingung nyari WC lagi..ha2.

Wisata pantai Teleng Ria adalah pantai terdekat dari Pacitan, adalah sekitar 5 menit dari kota.Pantai ini dihadapkan kepada ‘di Pantai Selatan’ dengan luas pasir putih panjang sekitar 3 km. Jarak dari Ibukota Kabupaten Pacitan ke lokasi hanya 3,5 km, dan mudah dicapai dengan berbagai kendaraan.

Pantai Teleng Ria memang menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan untuk berenang dan juga untuk piknik bersama keluarga.Memiliki pasir putih dan panorama yang indah dijaga oleh gunung limo.

Berbagai fasilitas pendukung yang telah dibangun; Watch Tower untuk menikmati gelombang laut selatan, kolam renang dan taman bermain, sebuah panggung untuk acara budaya untuk Bonggo Budoyo dan area berkemah, daerah penangkapan, hotel, dan makanan tradisional Pacitan. Di pantai ini juga terdapat  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga pengunjung dapat membeli ikan segar.

Kemudian paginya kami  terbangundan langsung bergegas prepare menuju gua gong nih sarapan dulu ah..perjalanan dari kota Pacitan sekitar 30 Km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan transportasi darat. Gua Gong terletak di daerah perbukitan, di desa Bomo, Kecamatan Punung.

Dari gu gong kami kepagian jadi belum buka..sambil menunggu loket buka yang belum mandi mandi deh…setelah loket buka htm nya seharga rp 7000,-saja kalau mau menyewa center rp 3000,- kalau mau menyewa guide untuk memasuki Gua Gong,ya sudah tersedia disamping mereka sudah mengenal daerah didalam gua, kita juga dapat mengetahui sejarah Gua Gong dengan harga seikhlasnya. Tetapi kami waktu itu g menyewa soalnya juga sebelumnya juga sudah pernah kesini kalau masalah peralatan mah sueto tim cukup lengkap..

Didalam Gua Gong, terdapat lampu berwarna-warni, merah, hijau, kuning, biru cukup membuat jelas pandangan. Didalam Gua juga terdapat kipas angin berukuran besar untuk mengantisipasi panas di dalam gua, sehingga udara dalam gua tidak pengap dan terdapat 7 titik pemberhentian untuk kita beristirahat.

Gua Gong memiliki kedalaman sekitar 256 m dan mempunyai 5 buah sendang, yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, sendang Kamulyan, dan sendang Ralung Nisto yang kono memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit.
Sendang adalah kolam yang biasanya terletak di pegunungan, yang airnya berasal dari mata air didalam kolam tersebut.

Keindahan Stalagnit dan stalagmitnya sangat memukau diabadikan dengan nama Selo Cengger Bumi, Selo Gerbang Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin dan Selo Susuh Angin.

Masih di gua gong setelah foto2 perjalanan masih diteruskan memasuki lorong-lorong. Menembus di antara stalagmit dan stalagtit. Membentuk tiang-tiang tinggi penyangga lorong, mengukuhkan keberadaan mereka di sana. Diselang-selingi dengan tirai tipis batuan, menimbulkan kekaguman saat mencoba mengetuknya. Terdengar suara berdengung, yang menggema di seantero lorong. Rupanya inilah sebab mengapa gua ini disebut Gong. Karena tiap kita memukul bagian ornamen di dalamnya, akan terdengar suara berdegung, mirip suara yang dihasilkan gong gamelan kesenian khas Jawa.

Setelah keluar gua kami langsung menuju pantai Klayar memang tempat ini yang ditunggu-tunggu makanya kami pingin lama-lama di Klayar lanjut saja ke Tour de Pacitan(Part4 Klayar Beach).

Nah didekat gua gong ini juga ada wisata gua lain yang patut dikunjungi yaitu gua Tabuhan..Gua Tabuhan ini 40km dari kota Pacitan..Gua yang berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung ini termasuk salah satu situs peninggalan sejarah penting dan disinyalir sebagai salah satu gua hunian kering manusia purba. Hasil penelitian membuktikan bahwa gua ini telah dihuni manusia purba sejak 50 ribu tahun yang lalu. Terdapat jejak bengkel alat batu dari masa 10 ribu tahun yang lalu, temuan moluska, dan bahkan fosil gigi manusia yang masih menempel pada dinding gua. Tapi karena  langsung menuju ke Klayar jadi Sueto tim g sempet mampir ke gua Tabuhan…Next Trip..

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/


Masih meneruskan perjalanan di 2011 liburan kali Sueto team akan menelusuri sebuah kota di ujung selatan agak ke barat jawa timur yaitu Pacitan city…Memang sudah direncanakan akan tour ke Pacitan soalnya waktu itu memang pernah ke Pacitan tapi tak tak sampai jadi ini ceritanya mentuntaskan tour de Pacitan sebelumnya…Hmm perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat sekitar jam 1 pagi ke persinggahan Tombz Raider di Sidoarjo langsung berangkat menuju Pacitan..Menurutku begini rutenya Surabaya-Pacitan..

Berangkat sekitar jam 2 an kurang eh sampe Jombang kota perut sudah keroncongan akhirnya makan dulu deh di stasiun Jombang sambil ngopi terus dilanjutkan perjalanan…Kemudian subuh dulu didaerah Caruban sekitar setengah 5 an lah langsung menuju MadiunPonorogo-Tegalombo-Arjosari..Nah di daerah sebelum masuk ke Pacitan ini Tegalombo-Arjosari pemandangan di daerah ini memang bagus karena memang melewati perbukitan tinggi tapi juga daerah ini sangat rawan longsor terus jalannya hanya satu ini jadi kalau longsor ya harus menunggu longsornya dibersihkan dulu menurut cerita dari salah seorang teman dari Pacitan jalannya juga meliuk2 jadi kalu yang naik bis atau mobil hati2 bisa mabuk saja..ha2..Apalagi kalu sedang hujan mah licin banget ni jalan..sekitar 10-20km terakhir menuju kota Pacitan jalannya juga agak jelek dan kecil hanya bisa dilewati satu bus saja Hmmm…mungkin karena ada perbaikan jalan karena longsor2 sebelumnya..Tapi memang daerah ini bagus dibuat foto2 makanya kami berhenti sejenak untuk foto2..

Setelah puas foto2 perjalanan kami teruskan menuju kota Pacitan tetapi sebelum masuk kota kami sarapan sekitar jam 7an…Berikut rencana perjalanan kami Sueto Tim pertama menuju kota Pacitan istirahat sejenak setelah langsung menuju ke pantai Srau untuk istirahat dan menikmati pantai agar lebih lama…

Sekitar jam 9 Sueto tim sudah nyampe pantai Srau bayar sekitar Rp3000,-per orang sekalian motor..Pantai Srau ini terletak di Desa Candi Kecamatan Pringkuku, berjarak kurang lebih 25 Km arah Barat Pacitan. kalau dari Solo sekitar 245km. Pantai Srau mungkin obyek wisata yang tak boleh terlewatkan apabila kita berwisata ke kota Pacitan. Pantai Srau terkenal dengan pasir putihnya yang sangat indah. Kita bisa mencapai lokasinya dengan kendaraan umum yang biasa disebut colt atau kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4. Jalannya 2011 sekarang sudah lebih baik sudah beraspal dari pada tahun 2009-2010 aku pikir pembangunan pariwisata di Pacitan ini memang sangat pesat.

Secara informal, Pantai Srau dibagi menjadi 3 lokasi. Lokasi pertama yang terletak paling dekat dengan pos penjagaan masuk ke lokasi pantai ini. Pada lokasi pertama ini, yang paling menonjol dan merupakan keunikannya dibandingkan tiga lokasi lain adalah bebatuan karang yang mencuat dan banyak membentuk bukit di sekeliling bibir pantai.

Untuk masalah perairannya, sangat jernih dengan dominasi warna biru artinya tidak banyak alga dan kedalamannya cukup mengerikan. Untuk kondisi wilayah pasang surutnya berpasir bukan berbatu, serta ombaknya cukup ganas walau kadang tidak terlalu tinggi.

Lokasi kedua terletak setelah kita menyusuri jalan aspal kecil dari pos penjagaan di pintu masuk ke arah barat. Lokasi kedua ini merupakan lokasi favorit bagi pengunjung atau wisatawan serta muda-mudi yang sedang dimabuk asmara untuk berpacaran. Pada lokasi kedua ini disediakan tempat duduk yang terbuat dari beton dengan posisi menghadap ke pantai. Di lokasi inilah, bisa kita temui pedagang-pedagang minuman maupun makanan menggelar dagangannya. Untuk kondisi pantainya sendiri, lokasi kedua ini memiliki ombak yang cukup jinak, namun tetap berbahaya. Kondisi pantai berpasir namun juga terdapat karang-karang namun tidak sebanyak lokasi pertama. Bagian Pantai Srau inilah yang sering dijadikan lokasi surfing, bukan hanya oleh penduduk lokal, namun juga oleh wisatawan mancanegara. Yang khas dari tempat kedua ini dan wajib dikunjungi adalah gua laut yang terletak pada di bagian paling timur dari lokasi kedua ini.

Lokasi ketiga,  terletak di sebelah barat lokasi kedua atau terletak pada bagian paling barat dari Pantai Srau tersebut. Pada bagian ini terdapat fasilitas berupa anjungan kecil. Dari anjungan tersebut kita dapat menikmati pemandangan sunset yang menawan. Pantainya sendiri tidak terlalu menarik karena hanya merupakan teluk kecil yang langsung menghadap ke Samudera Hindia, dengan kondisi pantai berpasir dan ombak yang relatif kecil namun perairannya cukup dalam.

Selain itu, di lepas pantai dapat kita saksikan karang yang menyembul dan bentuknya mirip seperti ekor Hiu.
Dasar wilayah pasang surut di bagian pantai ini bukan berupa pasir melainkan batuan karang sehingga kita dapatmenyusuri pantai tanpa kaki kita harus terbenam pada pasir pantai dan di celah-celah batuan karang ini, terutama di tempat yang benar-benar terlindung dari sinar matahari, dapat kita temukan berbagai hewan laut seperti teripang, bintang laut, maupun landak laut.

Saya pun terpancing menaiki tebing2 karang yang tinggi untuk melihat lokasi 3 objek pantai dan luas bentangan samudra Hindia semuanya memang tampak indah diatas sini tapi kalau siang-siang mah memang panas banget harus bawa payung atau topi lah sedikit teringat pantai Tanjung Papuma  di Jember yang memang mempunyai sedikit kemiripan dengan 3 lokasi pantainya…Memang seperti biasa jaringan 3 payah jika didaerah pantai khususnya pantai selatan sinyalnya sos mungkin seluler lainnya layaknya telkomsel pasti ada..ha2..Hmm dari atas melihat anak menikmati es degan jadi saya pingin minum soalnya memang panas dan jalannya terjal meski sudah mulai dibangun tangga untuk ke atas bukit karang setelah selesai foto2nya saya bergegas turun…

Bicara secara fasilitas memang sudah agak lengkap dan masih terus dikembangkan WC umum ada pedagang2 penjual di gubuk2 pantai juga ada tempat parkir free…masjid ada, cottage masih dibangun malah ada yang tempatnya diatas bukit karang. Perkembangannya bakal pesat tinggal kebersihan pantai dan kerapian gubug pedagang saja yang harus diperhatikan supaya pantai masih kelihatan indah, bersih dan asri nantinya..

Oh iya di pantai Srau ini juga kalau pingin tahu caranya memancing di samudra banyak para penduduk sekitar memancing di tebing2 karangkok..disini sih sebutannya Pancing Samoedara

Kemudian mencoba istirahat sejenak sambil tiduran di pantai sampai jam 2 an..ZzzZzzz terbangun dan merencanakan perjalanan menuju pantai berikutnya…Lanjut ke Tour de Pacitan(Part2 Watukarung  Beach)

 

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

%d blogger menyukai ini: