Tag Archive: menjangan



HI Suetoclub!Sebelumnya kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Lebaran kali ini mau kemana ya?Kalau gak unjung-unjung ya liburan ketempat wisata terdekat saja.

Karena akhir puasa di 2019 ini cuacanya terang benderang dan langit pun membiru mengundang kami tuk mengabadikan pesonaNya.

Awalnya bermula dengan berkunjung kesawah belakang rumah di desa kedung pare setiap pagi ku menikmati embun itu dan setiap sore Kunimakti berkas-berkas cahaya jingga menutup hari hingga malam tiba dan saat itu hujan tak pernah datang.

Esoknya kan lebih elok karena langitpun membiru tanda cuaca bersahabat kepadakami hari itu. Perjalanan dimulai dan kami ternyata kembali ke Bukit Gandrung Tanggulasi yang sebelumnya di 2 tahun lalu kami pernah kesana. Tak akhyal nostalgia itu un terlanjut.  Tapi kali ini kami tidak akan melewatkan momen terbaik pada hari ini.

 

 

Untuk info mengenai Tiket masuk terbaru :

1. Parkir Rp 2000,-

2. Masuk ke taman Rp 6000,-

3. Toilet Seikhlasnya

4. Ngopi dll masih standar murah

Saat itu Ngopi Pagi menjadi sebuah kewajiban untuk menemani suasana pagi kami bercerita dengan suasana dan mendengar hiruk pikuk para pedagang warung yang baru buka dan merasakan udara segar khas pegunungan. dan Alhamdulillah masih banyak jajan lebaran di warung yang ternyata gratis anggap saja yang datang ke warung adalah mertamu.

Sembari menunggu kru kami yang masih tertidur dan tidak bisa bangun pagi..hahah kami dokumentasi saja menikmati setiap sudut detail keindahan dan mengabadikannya dalam sebuah frame.

Setelah fajar mulai meninggi kami pun menuju tempat selanjutnya dan momen indah itu masih megikuti kami melewati jalanan pegunungan. Sumber biru adalah tujuan kami berikutnya.

Eloknya jalan pegunungan yang naik turun seperti sebuah perjalanan cinta mengantarkan kami ke destinasi kedua dari kisah kami di hari itu. Sesampainya di parkiran kami berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah di bangun rapi oleh penduduk sekitar dengan warung dikanan kiri. Memang tempat ini adalah salah satu tempat yang cozy untuk ngopi bareng bersama keluarga agar lebih mendekat dengan alam ditemani gemericik aliran air yang akan membasahi kaki-kakimu dan menyegarkan pikiranmu untuk hidup yang lebih berkualitas gaess.

Harga di warung-warungnya pun masih sangat bersahabat dan bisa diantar di tempat kalian bercengkrama bersama keluarga.

info : Tiket masuk Rp 10.000,- termasuk parkir motor  (ada pembatasan pengunjung jadi kalau terlalu ramai wisatawan mungkin akan menunggu sehingga kualitas liburan benar-benar terjaga)

Saat itulah kami sampai lupa akan sinyal yang sulit terlupakan saat di keramaian kota bahwa seharusnya kami menghubungi kru kami yang malas bangun. Akhirnya kami menyambung sinyal itu lagi keluar dari ketenangan dan bergabung dengan kru kami yang lain mencari ketenangan baru dilain tempat lagi.

Sebenarnya Hati ingin menuju AIr Terjun Tretes tapi mengapa hari tak membolehkan langkah kami sehingga Aliran Sungai Desa Jarak di kaki gunung Anjasmoro menjadi pilihan berikutnya.

Airnya yang bening dan dingin tidak tercemar oleh sentuhan menjadi tujuan utama kami untuk membasuh muka dengan air murni di padu dengan suasana khas pegunungan yang tenang.

Tak Lupa Bersyukur Indahnya alam bumi pertiwi di Jombang ini. Kami abadikan dalam sebuah video cinematic dibawah ini dan terimakasih telah berkunjung dan menikmati keindahan bersama kami.

Bila ada salah kata Kami Mohon Maaf Lahir Bati ya Gaess.

Iklan

sunrise

Hi Salam wildlife!Menyambut Awal 2019 Kali ini Suetoclub mau mengajak kalian keliling-keliling Jateng saja deh..Perjalanan kali ini bermula dari libur panjang setelah tahun baru..Berangkat Pagi Hari dari Surabaya lansgung menuju penginapan di Jogja Estimasi Perjalanan Sekitar 6jam via Caruban-Ngawi-Sragen-Solo-Klaten-Jogja

peta 1

Perjalanan Sempat Terganggu karena hujan deras di sekitar daerah Sragen dan Solo..Tujuan utama hari itu memang bersantai di Jogja dulu baru besok Paginya kita explore lagi.

Sampai Jogja sempat keliling tugu sebentar..ramainya untung gak hujan..terus kembali ke penginaan

Tarif penginapan per malam di ATtaya sekitar 150ribuan.

Paginya kita langsung bersiap menuju Magelang-Ketep Pass-Kopeng-Rawa Pening-Magelang. Pakai Pulsar dari Sby ngisi 115ribu pertalite baru ngisi lagi waktu sampe Magelang.

peta 2

Perjalanan dari Magelang ke ketep pass memakan waktu sekitaran 1jam lebih sih..tergantung lalu lintas..Pagi itu memang mendung adi kami gak yakin waktu sampai ketep pass keadaan jadi cerah. Jalan ke ketep pass mulus tapi terus menanjak kalau dari arah Magelang.

Pas sampe ketep pass cuaca cerah tapi mendung sehingga agak menutupi view utama di ketep pass yaitu gunung merapi dan merapi yang berdampingan mirip sumbing-sindoro kalau dilihat dari Temanggung

Tiket masuk 2 orang separkir Rp 22000,- saja

Oh iya ada home theaternya (tarifnya beda lagi untuk masuk ke home theatre) menceritakan tentang sejarah volcano gunung merapi. Untuk infonya bias dibaca disini ya gaess : https://www.maioloo.com/tempat-wisata/jawa-tengah/ketep-pass-magelang/

Kemudian dari ketep pass kita menuju tempat wisata keluarga dan outbond Kopeng karena waktu kami belum sempat masuk sih tapi mungkin informasi ke link ini bias membantu : https://www.jejakpiknik.com/taman-wisata-kopeng/

Karena saat itu cuacanya rawan hujan maka kami segerakan saja dari kopeng menuju rawa pening via ambarawa. Sekitar perjalanan 1jam kurang kami sampai ke tempat wisata rawa pening tapi ternyata saat itu masih dalam masa pemugaran menjadi wisata baru jadi kami masuk hanya bayar parkir saja sih Rp 2000,-

peta 3

Setelah puas duduk santai disekitar danau rawa pening kami pun kembali ke Magelang karena cuacanya semakin tidak bersahabat. Menuju Hotel Borobudur Magelang dapat dari traveloka sih lumayan ternyat potongan 100ribu lebih..dari harga asli 270 ribu dapat AC lagi..

peta 4

Setelah Hujan reda kami malamnya bersantai di alun-alun Magelang tampak gunung sumbing dari kejauhan dan saat itu enaknya sambil menikmati tempe medoan yang ada diangkringan dan kopi hangat..hmm rindu sekali cuaca sendu saat itu.

peta 5

Paginya Kami berangkat Menuju wisata posong ke Temanggung sekalian sejalan karena tujuan utama kami ke Dieng jadi ya sekali jalan gitu maksudnya..WIsata posong ini pintu masuknya di seberang jalan pintu pendakian sumbing. Mengarah ke lereng gunung Sindoro

Masuknya sih dari depan cuman Rp10.000,-/motor, parkir Rp2000,- Tapi Nanti masuk lagi ke taman wisata posong yang diatas bayar lagi Rp10.000,-/orang.

Dari tiket pembayaran pertama panjang tanjakan sampe ketempat wisata sekitar 3km an ya kalau mau coba jalan kaki sih boleh tap bus mini saja bisa naik kok..hehe. Jalannya kecil sih tapi ngeri kalau kebetulan sisipan 2 mobil pas tanjakan terakhir..hihihi

Berikut Linknya : https://wisatadunia.net/wisata-alam-posong-temanggung/

Link https://camerawisata.com/embung-kledung-temanggung/

Tapi kalau malem kayaknya bagus tapi ya gitu super dingin ketinggiannya di 1700mdpl..sayang kami saat itu hujan melanda hanya ada beberapa momen yang pas untuk berfoto. Karena memangniatnya setelah ke Posong memang ke embung Kledung tapi apalah daya kami terdampar di basecamp pendakian ke sindoro karena saat itu hujan sangat lebat…hehe dari sore sampai malem hujan deres bro..Hujan baru reda sehabis isya’..

Perjalanan kami teruskan ke kota wonosobo sambil kami menunggu di alun-alun kota menunggu rekan kami yang jauh-jauh dari Jepara demi mengejar golden sunrise di Sikunir.

peta 6

Setelah Kumpul ketemu rekan kami Mau langsung Ke Desa Sembungan eh Hujan lagi akhirnya kami ngopi dulu di Pojok Kota..Sekitar jam 12 kami baru berangkat dari Wonosobo..Saat memasuki kawasan dieng eh ternyata hujan dan berkabut tebal mau gak mau kami tembus karena kami yakin dari atas pasti terang ya beneran terang dari atas tapi dingiiiiin banget bro..

Malemnya itu masuk desa Sembungan kenak tarif Rp10.000/orang, Parkir Rp 2000/motor

Yak arena memang benar-benar kedinginan dan masih sekitar  jam 1an lebih kami membakar diri..Eh menghangatkan diri di warung saja sampai menunggu waktu mendaki sekitar jam 4 Pagi.

Waktu yang dibutuhkan mendaki dari parkiran menuju Puncak hanya sekitar 45 menit gak sampe satu jam lah pokoknya..Berharap ada keajaiban karenan pagi itu mendung, kabut dan gerimis menyerta..

Tapi Alhamdulillah waktu sampe atas ternyata benar keajaiban terjadi dan Golden Sunrise Sikunir menunjukkan pesonaNya..

https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-2483349/selamat-datang-di-sembungan-desa-tertinggi-di-pulau-jawa

Setelah puas menikmati indahnya golden sunrise sikunir kita pun kembali ke ranu sembungan..untuk mendirikan tenda dan ngopi sejenak. Subhanallah, memang benar-benar indah pemandangan desa Sembungan ini. Kemudian kita turun ke kota Wosobo rencan kembali ke Jogja saat itu juga jalurnya via Wonosobo-purworejo-Muntilan-Sleman-Jogja. Perjalanan Kita Tempuh sekitar 2.5 jam..Sampai di Jogja malah hujan deras kemudian makan malam sebentar langsung menuju klaten untuk singgah disalah satu rekan kami.

http://travel.tribunnews.com/2016/11/21/desa-sembungan-dieng-inilah-10-fakta-permukiman-tertinggi-di-pulau-jawa-yang-tak-banyak-diketahui

Kebetulan desa teman kami dekat tebing breksi tapi hari itu kami tidak sempat mampir tapi kalau misale pembaca mau mampir coba masuk ke link ini https://tempatwisatakeluarga.com/tempat-wisata-di-klaten/

peta 7

Sorenya perjalanan kami lanjutkan  dari Klaten ke Jombang via tawangmangu saja karena cuaca saat itu mendukung untuk melewati kawasan pegunungan. Kalau anda penasaran coba mampir kesini saja https://mytrip123.com/tempat-wisata-di-tawangmangu/

peta 8

peta

Malamnya kami sampai Jombang Alhamdulillah sampai. Besok sorenya baru pulang ke Surabaya

peta 10

Sekian Cerita kami jangan lupa terus explore keindahan Indonesia ya gaes..

Berikut Videonya :

Touring Keliling Jawa Tengah di Awal Tahun 2019


IMG_3982

Hi Salam wildlife!Cerita perjalanan ini lanjutan dari touring pulau tabuhan dan kawah wurung part 1…Langsung saja sekitar jam 5 pagi kami dari hotel merah putih langsung prepare berangkat menuju destinasi kedua yaitu “kawah wurung” yang jalannya itu lo membuat orang wurung (gak jadi) ke tempat tersebut..haha tapi ya sejarahbukan itu..

Perjalanan kami Lanjutkan dari pantai Kampe menuju keselatan melewati pelabuhan ketapang, masuk arah kota Banyuwangi kemudian ikuti saja plakat arah ke kawah ijen melewati kecamatan glagah yang ada desa penghasil durian merah itu lo yang harga perbuahnya Rp150.000-Rp300.000,-

tabuhan wurung

Bagi anda sekalian berkunjung ke ijen pakai motor matic atau bebek ya sebaiknya sebelum memasuki kekawasan licin-sempol isi bensin dulu di pom bensin terkahir di kecamatan glagah. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan sampai beberapa menit kemudian kami sampai lokasi tiket masuk kawasan ijen dengan membayar tiket retribusi sekitar Rp 3000,-. Kemudian lanjut….Langsung dihadapkan dengan track yang lika-liku dan naik turun curam tapi sekarang sudah bagus mulus beraspal berbeda saat kami dulu 2012 pertama ke ijen via jalur Banyuwangi. Lagi-lagi mengenang masalalu dari 2009, 2012, 2014, dan 2016 kami kembali ke Ijen memang pesonanya seakan tak habis hawanya juga masih lebih dingin dari cangar dan bromo kalau saya rasa. Sampai di pos pendakian kawah ijen kami berhenti sejenak sarapan dan lain-lain.

Misal anda lewat via Banyuwangi kawah wurung ini berada setelah pos pendakian ke kawah ijen tapi masih di wilayah ijen jadi ikuti aja arahnya ke arah kota Bondowoso, air terjun yang berbatu dipinggir jalan itu masih lurus sampai masuk ke kebun dan pertanian nanti ada plakatnya sebelah kiri jalan menuju kawah wurung.

Masuk area kawah wurung ditarik retribusi lagi dan dihimbau agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarang seperti dicek berangkat bawa apa pulang bawa apa kalau bisa pulang bawa sampah lebih banyak lebih bagus dan sebagai greentouringer pengelolaan yang peduli lingkungan seperti ini kami sangat bangga dan kegiatan seperti ini harus dilestarikan kalau tidak mendengarkan atau lalai membawa sampah kembali terkena denda lo sekitar Rp 50.000-100.000,- jadi memang benar-benar pagi pengunjung sekalian harus diperhatikan. Tak lupa harga tiket retribusi sekitar Rp 5000,-/Perorang.

Saat masuk wilayah kawah wurung yang terletak di jampit kecamatan sempol ini sebenarnya ada beberapa spot view untuk bisa dinikmati keindahan kawah wurung ini. Fasilitas juga sudah tersedia parkir untuk mobil dan motor, warung makanan cemilan juga sudah ada. Juga sudah dibangun gazebo-gazebo untuk menikmati suasana sekitar. Tidak hanya bisa menikmati keindahan kawah dari bibir kawah saja tapi anda bisa menuruni bukit jalan kaki atau pakai motor bagi yang bernyali. Suasananya mirip bukit telletubies bagus dan pesona zamrud hijaunya itu lo menyejukkan mata.

Waktu berlalu karena lupa mendokumentasikan keindahan alam ini dan hujan pun mulai datang akhirnya kami tak sempat mengeksplor jauh lebih dalam untuk sekalian datang guest house jampit. Kemudian tujuan terkhir adalah cafe ijen. Cafe yang berada persis disebelah pos masuk pertama yang dari kota Bondowoso untuk sejenak menghangatkan badan dan menikmati berbagai cita rasa kopi khas ijen. Hmm terasa begitu romansa suasananya saat itu. Hujan pun reda dan hari mulai sore, acara langsung balik ke Surabaya pun disiapkan. Begitulah sepenggal cerita perjalanan dari kami Suetoclub mudah-mudahan bergunan bagi para pembaca sekalian ketemu lagi di next trip yap..

Dokumentasi :

 

Videonya :

pulau tabuhan dan kawah wurung by suetoclub

%d blogger menyukai ini: