Tag Archive: Oppas



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


Umumnya sajian ikan bebek goreng berwarna kuning, namun lain lagi saat Anda mencicipi bebek goreng buatan Pak Sayeki yang sudah menjualbelikan bebek gorengnya sejak tahun 1981 silam.

Bebek goreng ini sangat berbeda dari yang lainnya, karena bebek yang di olah ini tidak memakai kunyit sehingga warna bebeknya hitam, beliau yang asli dari Madura ini sangat lihai dalam mengolah bebek.

Lokasinya yang berada di Dharmahusada ini terlihat tak pernah sepi dari kerumuhan pengunjung, meskipun tempat duduk yang disediakan tidak terlalu luas mereka pun rela mengantri untuk bisa menikmati sajian bebek hitam. Satu porsi untuk bebek goreng seharga Rp 9.500, dan untuk minuman Anda bisa memesan es teh dan es jeruk.

Warung ini biasanya buka pada sore hari hingga malam hari, dan sekitar jam 20.00 – 20.30 Wib banyak sekali pengunjungnya. Pak Sayeki juga masih tetap buka di hari besar seperti Bulan Ramadhan tapi dari jam 18.00 – 22.00 Wib saja.

Nasi Bebek Hitam Sayeki
Jl Dharmahusada, Surabaya (sebelah Bank Muamalat)
Jam buka : 17.00 – 23.00 Wib

(Surabaya, City Guide)
2011-02-02-014-Nasi Bebek Hitam Sayeki

Lokassi :


Menyalakan api unggun adalah sebuah cara yang efektif untuk mencegah hipotermia, dapat mengeringkan pakaian basah  dan gear serta  jika anda terjebak dalam hujan badai.

Ini adalah peralatan yang akan anda butuhkan:

Waterproof Matches

Waterproof Rain Gear

Plastic Freezer Bags

Zippo Lighter Fluid

14-function Pocketknives

Zippo Lighter

Backpacking Stove

Camp-Stove Fuels

Ice Axe

Tinder

1. Pastikan tempat itu legal untuk membangun api di daerah padang gurun di mana Anda berkemah.

2. Masukkan Carry rabuk kering dalam tas, sealable kedap udara ketika backpacking di daerah basah. rabuk ini akan membantu anda untuk membakar  kayu basah. Sebagai  starter pemantik api.

3. Korek api  tahan air dan tahan angin yang ringan, dan menyimpannya  dalam tas, sealable kedap udara sebagai tambahan peralatan.

4. Carilah di bawah langkan berbatu atau di bawah semak-semak untuk kayu kering atau semikering. Kumpulkan kayu yang cukup untuk menjaga api  tetap menyala sebelum anda menyalakan api.

5. Gunakan pasta api-starter/tinder atau kayu untuk menyalakan  api.

6. Pastikan Anda memiliki banyak sumbu atau batang kecil untuk membuat  api kecil anda. Hidupkan api dengan paste starter api/tinder api akan menyala baik tetapi akan terbakar sangat cepat jika Anda tidak menambahkan sesuatu yang seperti kayu kering/semi kering untuk mempertahankan nyala  api.

7. Baringkan peralatan/pakaian yang basah dekat api mengeringkannya sebelum digunakan.

8. Tunggu sampai anda memiliki tempat tidur dari sisa bara api/arang sehingga tempat anda tidur bisa lebih kering sebelum mencoba untuk membakar kayu basah. Anda dapat membuat tempat tidur yang bagus dari arang dengan membakar batang kayu kecil dan menjaga nyala api tetap terpusat.

9. Bersabarlah dalam membuat api, tapi tetap percaya. karena kegiatan ini akan  mengambil banyak waktu untuk menyalakan  api saat keadaan sedang  hujan, tapi dengan pilihan material  yang tepat, segalanya mungkin masih bisa dilakukan.

Petunjuk:

Menguji kelembapan kayu  dengan  mematahkan tongkat atau ranting untuk melihat kekeringan kayu. Jika terasa garing, harus cukup kering di bagian dalamnya supaya bisa digunakan untuk  membakar atau membuat api unggun.

Gunakan pisau untuk meraut kayu atau ranting sampai anda mendapatkan bagian kayu yang kering.

Bawalah kompor backpacking yang baik dan serta gas bakar yang cukup. Jadi fuel stove yang dibawa jadi lebih efektif, karena anda akan jarang memakai fuel stove dan pada saatnya anda akan lebih membutuhkan api unggun di daerah tertentu, karena  pada dasarnya fuel stove memang lebih efisien untuk memasak dan merebus air bukan sebagai penghangat seperti api unggun.

Jangan pernah memutuskan ranting atau cabang dari pohon berdiri, bahkan jika pohon tampaknya sudah mati. Sebaiknya anda hanya menggunakan kayu yang telah jatuh di tanah karena ini termasuk perbuatan vandalisme, dan pastikan bahwa ditempat itu anda diizinkan untuk mengumpulkan kayu/ranting  jatuh di daerah camp yang anda kunjungi.

Jangan biarkan api unggun menyala  jika sudah tidak dipakai apalagi anda berkemah di daerah pegunungan,  Hal ini  akan mengantisipasi kebakaran hutan karena perlu ratusan tahun di daerah pegunungan untuk pulih dari api.

 


Kalau tiba-tiba anda ingin  berpetualang dan hiking, sekarang anda harus merencanakan apa yang harus diambil. Anda harus punya paket peralatan penting yang akan dibawa  karena anda harus membawa semua saat packing. Berikut adalah panduan cepat untuk packing untuk perjalanan hiking Anda.

1. Paket pakaian ringan, mudah berlapis bahwa Anda dapat menggunakannya  sebagai penghangat. Ini juga termasuk rompi tanpa lengan memakai lebih dari kemeja lengan panjang dan kulit terluarnya akan menolak air.

2. Jaga ekstremitas dengan kehangatan. Lebih bagus lagi jika anda membawa sarung tangan hangat bahkan jika Anda tidak yakin Anda akan membutuhkannya. Sertakan topi yang akan melindungi wajah Anda dari matahari dan memberikan kehangatan untuk kepala Anda.

3. Pack kompas dan peta wilayah hiking Anda. Anda akan jarang menggunakannya, tetapi setengah dari hiking sedang mempersiapkan untuk tak terduga, seperti tersesat atau bila sinyal gps tidak ada waktu dihutan.

4. Membawa senter yang baik dan baterai ekstra. Anda tidak pernah tahu kapan pendakian anda akan membawa Anda dalam petualangan malam hari atau waktu hari siang tapi berkabut tebal. lampu senter bisa membantu untuk mendapatkan Anda ke kamp aman. Bawalah ponsel dan pastikan batterai sudah terisi penuh.

5. Sertakan kit pertolongan pertama untuk keadaan darurat. Bawa bantalan blister, obat nyamuk dan salep atau semprot untuk mengobati gigitan serangga.

6. Bawa sepatu ekstra dan kaus kaki. Ini adalah penting. Jika sepatu Anda menjadi rusak sehingga Anda tidak bisa memakainya, rasanya seperti meniup ban di mobil Anda. Anda akan membutuhkan cadangan. Bawa kaus kaki tambahan dalam kasus Anda basah.

7. Ingat barang pribadi ringan seperti kacamata, lip balm dan tabir surya.

Petunjuk:

Bawa tablet pemurni air atau air filter untuk perjalanan semalam lagi di mana Anda membutuhkan air bersih lebih dari apa yang anda dapat bawa.


Memilih hiking gear yang tepat dapat membuat dunia yang berbeda ketika datang untuk menikmati petualangan outdoor. Pilih item yang salah dan Anda bisa menghadapi  kedinginan tidak cocok pada suhu sekitar, kaki sakit dan bahkan kecelakaan saat berpetualang. Jika ini adalah pertama kalinya Anda belanja untuk peralatan untuk hiking, jika tidak mempunyai pengalaman dapat membingungkan anda juga dalam memilih peralatan yang tepat guna.

1. Buatlah daftar peralatan yang Anda butuhkan. Hal ini tergantung  pada jenis hiking yang anda akan lakukan. Jika sebagian besar perjalanan anda berjalan setengah hari, tanpa menginap, kebutuhan anda akan jauh berbeda dibandingkan jika anda berencana tidur di jalan dan memulai petualangan hiking multiday/beberapa hari. Ketika membuat daftar, pertimbangkan setiap aspek perjalanan, termasuk berjalan, membawa hal-hal penting seperti kotak p3k, peralatan memasak dan peralatan tidur, tidak peduli berapa banyak daftar yang anda bawa. Nantinya akan disadari oleh anda mana  dari item yang tidak perlu dibawa dikemudian hari. Belajar dari pengalaman karena sudah terbiasa itu kuncinya.

2. Cari online. REI adalah salah satu perusahaan tertua yang membuat peralatan outdoor kualitas, sehingga tempat yang baik saat untuk memulai mencari peralatan yang dibutuhkan nantinya untuk company lokal orang biasanya merujuk ke Eiger Indonesia. Bahkan jika Anda memutuskan untuk tidak berbelanja di sana, website masih akan memberikan ide yang baik dari apa yang tersedia.

3. Gunakan panduan gear outdoor yang disediakan di Trail space. Website ini berfungsi sebagai saluran review untuk peralatan hiking, termasuk pakaian, alas kaki, trekking ke kutub, peralatan navigasi dan peralatan masak. Trailspace menawarkan review untuk penggunaan, perbandingan harga dan tutorial mengenai pemilihan peralatan, membuat sebagian besar dari pengalaman hiking Anda, dan bergaransi dari produk yang rusak. Layanan ini gratis dan website adalah netral, sehingga Anda dapat yakin Anda mendapatkan umpan balik atau loyality konsumen care yang jujur ​​pada produk tersebut.

4. Ingat saat memilih item bermacam-macam seperti P3k kit , book guide camp  dan perlengkapan hujan. Kebanyakan orang belanja untuk perlengkapan hiking berkonsentrasi hampir secara eksklusif pada alas kaki dan ransel dan melupakan hal-hal lain yang hampir sama pentingnya seperti peralatan kesehatan dan keselamatan untuk  perjalanan.

5. Kunjungi toko lokal untuk memilih sepatu hiking. Biasanya  terdapat perbedaan halus antara jenis sepatu hiking tergantung pada apakah mau dipakai untuk perjalanan sehari, cuman berjalan-jalan atau untuk pejalan kaki multiday yang aktif, tapi banyak produsen tidak mengikuti ukuran standar kenyamanan ketika anda memilih untuk membeli sepatu hiking. intinya pada Ergonomis dan efesiensi produk yang dibutuhkan antar merek pasti berbeda, jadi sangat  penting bahwa anda mencobanya sebelum Anda membelinya, terutama jika ini adalah sepatu hiking pertama Anda.

Semoga bermanfaat

Recent Link :

http://www.rei.com/adventures

http://www.rei.com/
http://www.rei.com/outlet

http://www.trailspace.com

www.eigeradventure.com/

Tempat Wisata Mojokerto


Kabupaten Mojokerto, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa TimurIndonesia kota Mojokerto. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik di utara, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan di timur, Kabupaten Malang dan Kota Batu di selatan, serta Kabupaten Jombang di barat.

Kabupaten Mojokerto terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Kini banyak gedung dan kantor pemerintahan yang dipindahkan ke Kota Mojosari, sebelah timur Kota Mojokerto.

Bagian selatan Kabupaten Mojokerto berupa pegunungan, dengan puncak Gunung Welirang (3.156 m) dan Gunung Anjasmoro(2.277 m).

Kalau berkunjung ke Mojokerto, kabupaten ini mempunyai sejumlah wisata menarik yang bisa dikunjungi seperti :

AIR PANAS/ BANYU PANAS

Wisata Pemandian Air Panas Pacet berlokasi di lereng gunung Welirang, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.Pacet terkenal sebagai kawasan wisata pegunungan di Kabupaten Mojokerto yang terletak ±600 m dari permukaan laut. yang mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Sepanjang perjalanan menuju lokasi dipenuhi dengan pemandangan alam yang tak kalah elok. Jajaran bukit, aliran sungai bening yang mengalir dan hutan perawan yang masih asri terbentang luas menyambut kedatangan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan di sekitar lokasi pariwisata.

PEMANDIAN UBALAN
Pemandian Ubalan terletak di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat kota Pacet. Daya tarik wisata Sumber Ubalan berupa hutan lindung alami dengan berbagai jenis pohon hutan yang luasnya kurang lebih 10 Ha disamping itu airnya berasal dari sumber air di tengah hutan yang berhawa sejuk. Obyek utamanya berupa kolam renang dari sumber alami pegunungan, dilengkapi pula dengan taman bermain, wisata sepeda air, dan panggung hiburan, yang dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain : musholla, restoran, penginapan, gazebo dan areal parkir yang cukup luas.

CANDI TIKUS

Kolam pemandian Candi Tikus adalah kolam pemandian ritual (petirtaan). Kolam ini mungkin menjadi temuan arkeologi paling menarik di Trowulan. Nama Candi Tikus diberikan karena pada saat ditemukan tahun 1914, situs ini menjadi sarang tikus. Dipugar menjadi kondisi sekarang ini pada tahun 1985 dan 1989, kompleks pemandian yang terbuat dari bata merah ini berbentuk cekungan wadah berbentuk bujur sangkar. Di sisi utara terdapat sebuah tangga menuju dasar kolam. Struktur utama yang menonjol dari dinding selatan diperkirakan mengambil bentuk gunung legendaris Mahameru. Bangunan yang tidak lagi lengkap ini berbentuk teras-teras persegi yang dimahkotai menara-menara yang ditata dalam susunan yang konsentris yang menjadi titik tertinggi bangunan ini.

CANDI BAJANG RATU

Tidak jauh dari Candi Tikus, di kecamatan Keraton berdiri gapura Bajang Ratu, sebuah gapura paduraksa anggun dari bahan bata merah yang diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke-14 M. Bentuk bangunan ini ramping menjulang setinggi 16,5 meter yang bagian atapnya menampilkan ukiran hiasan yang rumit. Bajang Ratu dalam bahasa Jawa berarti Raja (bangsawan) yang kerdil atau cacat. Tradisi masyarakat sekitar mengkaitkan keberadaan gapura ini dengan Raja Jayanegara, raja kedua Majapahit. Berdasarkan legenda ketika kecil Raja Jayanegara terjatuh di gapura ini dan mengakibatkan cacat pada tubuhnya. Nama ini mungkin juga berarti “Raja Cilik” karena Jayanegara naik takhta pada usia yang sangat muda. Sejarahwan mengkaitkan gapura ini dengan Çrenggapura (Çri Ranggapura) atau Kapopongan di Antawulan (Trowulan), sebuah tempat suci yang disebutkan dalam Negarakertagama sebagai pedharmaan (tempat suci) yang dipersembahkan untuk arwah Jayanegara yang wafat pada 1328.

KOLAM SEGARAN

Kolam Segaran adalah kolam besar berbentuk persegi panjang dengan ukuran 800 x 500 meter persegi. Nama Segaran berasal dari bahasa Jawa ‘segara’ yang berarti ‘laut’, mungkin masyarakat setempat mengibaratkan kolam besar ini sebagai miniatur laut. Tembok dan tanggul bata merah mengelilingi kolam yang sekaligus memberi bentuk pada kolam tersebut. Saat ditemukan oleh Maclain Pont pada tahun 1926, struktur tanggul dan tembok bata merah tertimbun tanah dan lumpur. Pemugaran dilakukan beberapa tahun kemudian dan kini kolam Segaran difungsikan oleh masyarakat setempat sebagai tempat rekreasi dan kolam pemancingan. Fungsi asli kolam ini belum diketahui, akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa kolam ini memiliki beberapa fungsi, antar lain sebagai kolam penampungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk kota Majapahit yang padat, terutama pada saat musim kemarau. Dugaan populer lainnya adalah kolam ini digunakan sebagai tempat mandi dan kolam latihan renang prajurit Majapahit, disamping itu kolam ini diduga menjadi bagian taman hiburan tempat para bangsawan Majapahit menjamu para duta dan tamu kerajaan.

MAKAM TROLOYO

Di kecamatan Troloyo ditemukan beberapa batu nisan bercorak Islam. kebanyakan batu nisan berangka tahun 1350 dan 1478. Temuan ini membuktikan bahwa komunitas muslim bukan hanya telah hadir di Jawa pada pertengahan abad ke-14, tapi juga sebagai bukti bahwa agama Islam telah diakui dan dianut oleh sebagian kecil penduduk ibu kota Majapahit. Penduduk setempat percaya bahwa di makam Troloyo terdapat makam Raden Wijaya, dan setiap Jumat Legi diadakan ziarah di makam ini.

MUSIUM TROWULAN

Museum Trowulan adalah museum yang istimewa karena 80% koleksi museum ini adalah peninggalan zaman Majapahit. Menarik sekali mengunjungi tempat ini, karena di museum ini terdapat relief dan patung yang menggambarkan kegiatan perdagangan dengan pedagang Cina. Pengunjung museum juga bisa melihat koleksi uang kepeng dan kelereng tanah liat dari zaman Majapahit. Selain itu di sini juga dijumpai banyak arca dan prasasti yang dikumpulkan dari berbagai penjuru tempat bersejarah, karena memang fungsi utama Museum Trowulan adalah menyelamatkan benda-benda purbakala, terutama artefak dan arca. Di museum ini, terdapat sekitar 80 ribu koleksi benda purbakala, mulai periode prasejarah, periode klasik (zaman Hindu dan Budha), periode Islam, hingga periode kolonial. Salah satu arca yang menarik bagi pengunjungnya adalah arca Wisnu yang sedang mengendarai Garuda. Arca yang dibuat pada masa Kerajaan Kediri ini dipercaya sebagai titisan Raja Airlangga. Arca ini juga menyimpan banyak cerita mulai dari Gunung Penanggungan sampai pada sang Garuda, sosok burung berbadan manusia.

Kuliner

Jika Anda sudah sampai di Pacet coba Anda berkunjung ke kolam pancing dan salah satu kuliner yaitu lesehan Kebon Pakis. Tempatnya terletak di jalan yang menuju arah pemandian air panas. Di tempat tersebut, Anda bisa menyalurkan hobi memancing Anda. Tetapi kelihatannya jarang ada yang memancing karena tempat pancingnya juga tidak banyak (tidak luas).

Lokasi dari kolam pancing dan lesehan kebon pakis terdapat di desa padusan, kecamatan pacet, kabupaten mojokerto. Lokasi kebon pakis berada ±50m dari loket masuk pemandian air panas pacet (banyu panas). Kebon pakis berada di bawah bukit krapyak yang tentunya dengan suasana pegunungan yang sejuk, dan di dukung dengan view yang bagus. Akses jalanya pun cukup mudah dijangkau, karna berada di tepi jalan wana wisata air panas.

lesehan Kebon pakis merupakan rumah makan yang berkonsep lesehan yang nyaman dan santai, dipadu dengan suasana pegunungan yang berlokasikan di ketinggian 600m dari permukaan laut dan dikelilingi bukit hijau yang indah yang sangat nyaman. Kebon pakis menyediakan berbagai menu makanan yang tentunya lezat dan terjangkau.

Tempatnya relatif bersih dan nyaman. Menu yang ditawarkan juga lumayan banyak. Dan yang terpenting makanannya enak dan harganyapun relatif murah. Bukan itu saja satu porsinya terbilang banyak, bisa dimakan untuk dua orang. Jadi puas rasanya. Dari segi pelayanan, ya…mungkin disitu kekurangannya. Pada saat kami memesan memang tergolong cepat, tetapi ketika ada serombongan pengunjung memesan cukup lama, mungkin disebabkan oleh banyaknya menu yang dipesan. Mungkin lebih baik ditingkatkan pelayanan agar pengunjung juga senang dan puas.

No tlp Lesehan kebon pakis yang bisa di hubungi: 0321-691696, 081252222668


 

PERLENGKAPAN PERJALANAN
Terdiri dari :
1. Perlengkapan Dasar
2. Perlengkapan Tambahan
3. Perlengkapan Khusus

PERLENGKAPAN DASAR, diantaranya adalah : sepatu, kaos kaki, celana dan pakaian jalan, jas hujan / rain coat, topi lapangan, sarung tangan, ikat pinggang, rucksack / carrier / ransel, kantung tidur / sleeping bag, matras / alas tidur, peralatan navigasi, senter, peluit dan pisau.
Dalam memilih perlengkapan dasar, hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1.Sepatu
-Pilih sepatu yang nyaman, tangguh, dapat melindungi dan cocok dengan aktivitas yang akan dilakukan. Bentuknya harus sesuai dengan ukuran kaki si pemakai. Sepatu yang baik harus menguntungkan bagi si pemakai dan kuat untuk pemakaian medan yang berat
-Untuk medan gunung hutan diperlukan sepatu yang melindungi alas kaki sampai mata kaki (melindungi sendi dan ujung jari kaki), dapat mencengkram pada permukaan licin dan tangguh di medan bebatuan, berkulit tebal, tidak mudah sobek apabila terkena duri dan bagian dalamnya lunak, serta masih memberikan ruang gerak bagi kaki. Bagian depannya harus keras, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terantuk batu (tidak dianjurkan memakai sepatu pekerja tambang yang pada bagian depannya teramat keras karena memakai besi, selain berat, juga akan merusak jari kaki karena adanya perubahan suhu).
-Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, bentuknya biasanya bergerigi dengan dua arah, yang satu arahnya ke depan, berguna untuk memberikan pijakan yang kuat pada medan yang mendaki, yang satunya lagi mengarah ke belakang berguna untuk memberikan pijakan yang kuat pada medan menurun.
-Ada lubang ventilasi yang bersekat halus, untuk memberikan nafas pada kulit telapak kaki.
-Sepatu TNI cukup baik untuk digunakan, tetapi bagian sampingnya harus dimodifikasi dengan membuat semacam ventilasi, diberikan alas tambahan (insoles) berupa nylon tipis yang membuat lapisan udara antara kulit kaki dengan alas sepatu, sehingga sepatu nyaman dipakai tanpa dan tidak menjadi berat saat basah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
-Lecet, walaupun hanya luka kecil, namun sangat mengganggu perjalanan. Penyebab lecet mungkin karena sepatu yang kita gunakan kurang cocok (terlalu longgar atau sempit), kaos kaki kurang tebal ataupun sepatu yang kita kenakan masih baru dimana kulitnya masih tebal dan keras. Untuk itu peliharalah kaki kita dengan baik, sering-seringlah kita buka sepatu dan kontrol kaki, peliharalah kebersihan kaos kaki (usahakan kaos kaki kita tetap dalam keadaan kering). Yang penting kita harus mengenal sepatu yang akan kita pakai. Sepatu yang kita gunakan akan lebih baik lagi apabila telah sering kita pakai (yang masih laik pakai tentunya).
-Bersihkan kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu kita sesering mungkin.
-Jangan mengeringkan sepatu pada panas yang ekstrim (misalnya di dekat tungku api atau pada terik sinar matahari).
-Semirlah sepatu sewaktu-waktu dan olesi dengan semacam grease (minyak semir), agar kulitnya tetap lembut dan benangnya tidak cepat lapuk.

2. Kaos kaki
Yang harus diperhatikan : kaos kaki harus menyerap keringat.
Kaos kaki berguna untuk :
-Melindungi kulit kaki dari pergesekkan langsung dengan kulit sepatu atau bagian sepatu yang memungkinkan akan menimbulkan lecet / luka.
-Menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas
-Menjaga agar kaki tetap hangat pada daerah-daerah dingin

Untuk keperluan di atas, bahan kaos kaki sebaiknya terbuat dari katun asli atau katun campuran wool atau bahan sintesis lainnya yang cukup baik. Kaos kaki yang kita bawa harus disesuaikan dengan kebutuhannya, misalnya : tebalnya, panjangnya dan jumlahnya, karena mungkin kita perlu memakai lebih dari satu pasang kaos kaki. Yang paling penting adalah kita harus selalu memakai kaos kaki kering. Dalam setiap perjalanan, dianjurkan untuk selalu membawa kaos kaki cadangan. Untuk perjalanan lama yang menempuh daerah dingin, sebaiknya menggunakan kaos kaki dua lapis, bagian dalam menggunakan kaos kaki dari bahan katun sedangkan bagian luar menggunakan kaos kaki dari bahan wool.

3. Celana jalan
Kuat dan lembut (tidak keras)
-Ringan
-Tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitan cukup longgar
-Praktis
-Terbuat dari bahan yang menyekat keringat
-Mudah kering, apabila basah tidak menambah berat

Untuk keperluan di atas, bahan celana sebaiknya terbuat dari katun yang cukup baik, tidak terlalu tebal, tahan duri dan mudah kering. Contoh yang tebaik untuk jenis ini adalah celana PDL (pakaian dinas lapangan) militer atau celana loreng tentara. Bahan dari jeans sangat tidak dianjurkan, karena selain berat dan kaku, juga susah kering apabila basah terkena hujan. Pilihlah celana yang memakai ritsluiting untuk mengurangi kemungkinan pacet masuk.

4. Pakaian jalan
-Melindungi tubuh dari kondisi sekitar
-Kuat
-Ringan
-Tidak mengganggu pergerakkan
-Terbuat dari bahan yang menyerap keringat
-Praktis
-Mudah kering

Pada prinsipnya, pakaian jalan hampir sama dengan celana jalan, hanya yang perlu diperhatikan adalah saku-saku yang ada pada pakaian jalan, tidak mengganggu apabila diisi dan tertekan ransel. Bahannya sebaiknya memakai kain yang terbuat dari katun atau wool, bertangan panjang untuk melindungi kemungkinan tertusuk duri, sengatan matahari maupun binatang berbisa. Seringkali orang mempunyai pemikiran yang salah, misalnya untuk penyusuran pantai mereka memakai pakaian lengan pendek atau baju tanpa lengan, padahal itu tidak baik, karena sinar matahari akan langsung menyengat kulit, sehingga kulit menjadi rusak. Yang perlu diperhatikan lagi adalah pakaian yang kita kenakan harus selalu kering, terutama saat kita akan tidur, untuk itu sangat dianjurkan membawa pakaian cadangan.

5.Jas hujan / rain coat
Jas hujan yang paling ideal adalah yang tahan air dan angin, tetapi dapat mengeluarkan panas tubuh atau keringat, sehingga nyaman saat memakainya.

6.Topi lapangan
-Melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri
-Melindungi bagian kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang
-Topi yang akan kita kenakan harus kuat dan tidak mudah sobek

Untuk keperluan di atas, terutama untuk medan gunung hutan sangat dianjurkan memakai topi rimba atau semacam topi jepang (yang menutup telinga dan leher). Topi rimba / topi jepang selain melindungi kepala kita dari kemungkinan cedera akibat duri, juga melindungi bagian belakang kepala kita dari curahan air hujan.
Memakai topi yang terlalu lebar sangat tidak dianjurkan, selain akan menghalangi gerak, juga kurang praktis. Topi jenis koboi cocok jika dipakai di padang rumput atau daerah yang tidak terlalu banyak semak.

7. Sarung tangan
-Sebaiknya terbuat dari kulit
-Bentuknya sesuai dengan tangan kita
-Tidak kaku, artinya tidak menghalangi gerakan tangan kita

Untuk medan gunung hutan, sarung tangan berguna melindungi tangan dari kemungkinan tertusuk duri dan dari cedera akibat terkena daun-daun yang berbahaya (daun pulus, dll) atau binatang-binatang kecil yang akan membuat tangan kita gatal. Sarung tangan wool dipilih untuk perlindungan pada cuaca dingin.

8.Ikat pinggang
Pilihlah yang terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala tidak terlalu besar tetapi teguh, misalnya dari kulit yang tebal tapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya. Kegunaan ikat pinggang selain untuk menjaga celana kita supaya tidak melorot, juga untuk mengaitkan alat-alat yang perlu cepat terjangkau seperti pisau, tempat air minum, tempat P3K, dll.

9. Ransel / Carrier / Rucksacks
-Ringan, sejauh mungkin tidak merupakan tambahan beban yang berlebihan (bayangkan apabila berat ransel kosong kita 8 kg), terbuat dari bahan yang water proof, sehingga kalau hujan tidak bertambah berat, cukup melindungi isi ransel walaupun tetap harus diberikan perlindungan ekstra dengan cara menggunakan kantung-kantung plastik untuk melindungi perlengkapan peka, seperti pakaian tidur, alat tulis, makanan kering, dll.
-Kuat, harus mampu membawa beban kita dengan aman, berdaya tahan tinggi, tidak mudah sobek, jahitannya tidak mudah lepas, zipper-nya kokoh, dll.
-Sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan. Untuk medan gunung hutan, tidak dianjurkan memakai ransel dengan frame di luar, selain merepotkan juga menyulitkan kita apabila melewati semak-semak. Ransel dengan frame luar cocok digunakan pada medan-medan yang datar atau medan yang tidak banyak semak-semaknya (seperti salju, padang rumput atau pantai).
-Nyaman dipakai, diajurkan memakai ransel yang ada frame-nya. Frame ini perlu agar berat beban merata keseluruhan keseimbangan tubuh, frame ini juga membuat nyaman karena adanya ventilasi antara punggung dengan ransel. Bagi ransel yang memakai frame di dalam (internal frame) mungkin perlu ditambahkan bahan yang menyerap keringat di bagian yang bersentuhan dengan punggung. Tali penyandang ransel harus kuat, cukup lebar dan empuk serta mudah di stel, juga ada tali pinggang (hip belt) untuk mengatur supaya ransel menempel dengan baik ke tubuh serta membantu pembagian berat keseimbangan.
-Praktis, kantung-kantung tambahan atau pembagian ruangnya memudahkan kita mengambil barang-barang tertentu dan mudah di lepas. Sekarang ini banyak sekali jenis ransel dalam berbagai model, ukuran, bahan serta harga yang bervariasi di toko-toko. Ketelitian dalam memilih akan sangat menentukan. Harga yang mahal belum tentu menjamin ransel yang baik, untuk itu pilihlah ransel yang sesuai dengan kriteria di atas. Untuk jenis perjalanan tertentu, ada baiknya kita melengkapi ransel kita dengan kantong tambahan atau daypack, ini untuk memudahkan pergerakan terutama dalam perjalanan. Ketika sedang melakukan penelitian atau sering melakukan perpindahan tempat, daypack sangat membantu kita.

10.Kantung Tidur / Sleeping Bag
Pada malam hari, badan kita akan kehilangan panas tubuh lebih cepat dari panas yang dihasilkan, oleh sebab itu kita perlu dilindungi lapisan yang dapat menahan dingin dan mencegah panas tubuh keluar / hilang, salah satunya adalah dengan menggunakan sleeping bag / kantung tidur.

11.Matras / Alas Tidur, sangat diperlukan supaya tubuh kita yang sudah terbungkus kantung tidur / sleeping bag, tidak langsung menyentuh tanah.

12.Peralatan Navigasi
Peralatan navigasi ini merupakan peralatan penting yang harus selalu kita bawa, diantaranya adalah : kompas, peta, penggaris segi tiga, busur derajat, pensil, dll.

13.Senter
Apabila kita kemalaman dalam perjalanan, maka senter sangat diperlukan sebagai alat penerangan, tetapi disarankan tidak melakukan perjalanan di malam hari, karena sangat berbahaya. Jangan lupa untuk membawa lampu dan batere cadangan.

14.Peluit
Diperlukan sebagai tanda apabila kita tersesat atau kehilangan arah.

15.Pisau
Pisau dan golok tebas merupakan alat bantu untuk keperluan menusuk, menyayat, memotong, melempar dan yang terpenting sebagai alat bantu untuk membuat api (memotong ranting, memotong kayu tipis-tipis, dll). Ada banyak pisau yang dibuat khusus untuk keperluan tertentu walaupun tetap dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Pisau adalah sahabat yang sangat baik dan berguna bagi pengembaraan. Karena itu pisau yang dibawa harus benar-benar cocok ukurannya, dapat dipercaya dan sesuai dengan keperluan kita.

PERLENGKAPAN TAMBAHAN
Perlengkapan ini walaupun bukan hal penting, namun ada baiknya juga kita membawanya untuk menambah kenyamanan dalam perjalanan kita.

1. Putis, yaitu pembelat betis yang terbuat dari kain katun / wool. Para pengembara, pejalan kaki, tentara menggunakan putis ini untuk menjaga otot-otot betis agar tetap fit dalam melakukan perjalanan panjang.
2.Gaiters (Sarung anti pacet), semacam sarung yang biasanya dibuat dari kain tipis, setinggi lutut sebelah atas, ujungnya bertali seperti sarung bantal. Banyak di pakai oleh pekerja kayu / perintis yang banyak melewati daerah rawa-rawa atau hutan basah yang banyak pacet / lintahnya.
Sekarang ini sudah banyak gaiters yang di jual di toko-toko, tinggal kita pilih mana yang kita sukai sesuai dengan keuangan kita tentunya.
3.Kelambu, untuk perjalanan yang banyak melewati rawa-rawa, ada baiknya apabila kita membekali diri kita dengan kelambu untuk menambah kenyamanan perjalanan kita.
4.Kupluk (balaclava), untuk menambah nyenyak tidur dan terhindar dari gigitan serangga kecil. Untuk daerah dingin (gunung es) fungsinya menjadi penting guna melindungi muka dan telinga dari pengaruh cuaca dingin.
5.Semir sepatu, terutama bagi pengguna / pemakai sepatu TNI, sebagai pemeliharaan supaya sepatu tetap lemas dan lentur. Tetapi semir sepatu ini bisa diganti dengan campuran minyak kelapa dan bawang merah.
6.Ikat kepala / kacu segitiga / bandana, kegunaannya sangat banyak, diantaranya bisa untuk menghapus keringat, sebagai tutup kepala atau telinga, dan bisa juga untuk membalut.

Perlengkapan pribadi lainnya
-Jarum, benang, kancing dan obat-obatan
-Tali sepatu cadangan, semir sepatu (bagi sepatu TNI), tali tubuh (webbing)
-Handuk, sikat gigi, sabun dan celana dalam
dll

Perlengkapan masak, terdiri dari :
-Alat masak lapangan (nesting, dll)
-Alat bantu makanan lainnya (sendok, garpu, dll)
-Alat pembuat api (lilin, korek api, spirtus, dll)
-Kantung air / tempat air

PERLENGKAPAN KHUSUS


1.CLIMBING (pemanjatan tebing) :
-Tali statis / dinamis
-Harness
-Helm
-Carabineers
-Sling standar dan prusik sling
-Chock
-Piton
-Ascendeur
-dll

2.ORAD (olahraga arus deras) :

-Perahu
-Kano / kayak
-Perahu karet
-Dayung
-Pelampung
-Helm
-Tali pengaman
-Pompa
-dll

3.CAVING (penelusuran gua) :

-Helm

-Headlamp / senter

-Harness
-Tangga baja / ladder
-Sepatu karet
-Carabineer
-Ascendeur
-dll


Dalam bahasa Makassar disebut Balla yang artinya rumah sedangkan Lompoa artinya besar, jadi Balla Lompoa adalah rumah yang dijadikan tempat tinggal para bangsawan.

Keagungan Istana Balla Lompoa tidak hanya menjadi ikon kebanggaan warga Makassar, namun juga menjadi kebanggaan warga dunia. Dalam waktu yang tak lama lagi targetnya 2012, istana Balla Lompoa akan dinyatakan sebagai rumah kayu terbesar di dunia dan seolah membisikkan kabar kepada semua bangsa-bangsa bahwa Makassar adalah negeri yang pernah merajai lautan di negeri-negeri yang dihembus angin timur.

Pada masa silam, Kerajaan Gowa pernah menjadi salah satu kerajaan besar dengan bandar yang sangat ramai. Berbagai bangsa-bangsa singgah berniaga dan menjalin persahabatan dengan Gowa. Mereka merasa aman sebab penguasa Gowa dicatat sejarah sebagai penguasa yang budiman dan bersikap adil kepada siapapun yang datang berdagang. Tak hanya itu, bala tentara Kerajaan Gowa juga dikenal perkasa di lautan. Pantas saja jika sejarawan Anthony Reid dalam karyanya The Rise of Makassar, menyebut Gowa sebagai salah satu kota paling modern di dunia pada abad ke-17.

Kini, jejak-jejak kejayaan Gowa bisa dilihat di Balla Lompoa. Melalui warisan didalam museum Balla Lompoa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31, I Mangngi-mangngi Daeng  Matutu, pada tahun 1936. Arsitektur bangunan museum ini berbentuk rumah khas orang Bugis, yaitu rumah panggung, dengan sebuah tangga setinggi lebih dari dua meter untuk masuk ke ruang teras. Kayu besi atau kayu sappu’ mendominasi material bangunannya, dari tiang penyangga, dinding, lantai, tangga, hingga atap. Kepala kerbau yang tergantung diujung atapnya adalah pertanda derajat kebangsawanan pemilik rumah.

Bangunan museum ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang utama seluas  60 x 40 meter dan ruang teras (ruang penerima tamu) seluas 40 x 4,5 meter. Di  dalam ruang utama terdapat tiga bilik, yaitu: bilik sebagai kamar pribadi raja,  bilik tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, dan bilik kerajaan. Ketiga  bilik tersebut masing-masing berukuran 6 x 5 meter. Bangunan museum ini juga  dilengkapi dengan banyak jendela (yang merupakan ciri khas rumah Bugis) yang  masing-masing berukuran 0,5 x 0,5 meter.

Museum ini berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi benda-benda Kerajaan Gowa. Benda-benda bersejarah tersebut dipajang berdasarkan fungsi umum setiap ruangan pada bangunan museum. Di bagian depan ruang utama  bangunan, sebuah peta Indonesia  terpajang di sisi kanan dinding. Di ruang utama dipajang silsilah keluarga  Kerajaan Gowa  mulai dari Raja Gowa I, Tomanurunga pada abad ke-13, hingga Raja Gowa terakhir Sultan Moch Abdulkadir Aididdin A. Idjo Karaeng  Lalongan (1947-1957). Di ruangan utama ini, terdapat sebuah singgasana yang di letakkan pada area khusus di tengah-tengah ruangan. Beberapa alat perang, seperti tombak dan meriam kuno, serta sebuah payung lalong sipue (payung yang dipakai raja ketika pelantikan) juga terpajang di ruangan ini.

Pada 1978 hingga 1980, Balla Lompoa direnovasi untuk pertama kali. Pasak tiang dari kayu diganti dengan baut besi. Bagian bawah rumah juga dilapisi lantai beton agar kayu tidak bersentuhan langsung dengan tanah sehingga tidak mudah lapuk.

Pada 2009, Balla Lompoa kembali direnovasi. Hingga kini, renovasi telah selesai untuk bagian luar. Balla Lompoa diangkat sekira 2 meter ke atas; dasarnya dibeton dengan material batu gunung. Bagian depannya juga sudah dihiasi dengan bangunan tangga bergaya eropa, menyerupai bangunan tangga di Pantai Losari. Huruf-huruf dari bahan fiber berdiri membentuk kata Balla Lompoa. Hingga saat ini, pemerintah daerah setempat telah mengalokasikan dana sebesar 25 juta rupiah per  tahun untuk biaya pemeliharaan secara keseluruhan.

Rencananya pada 2012, renovasi akan berlanjut ke bagian dalam Balla Lompoa. Kayu-kayu yang lapuk dan atap-atap yang sudah terkelupas akan diganti. Koleksi-koleksi sejarah yang selama ini tidak terdata juga akan diperbaiki pengelolaannya.

Direncanakan juga , kawasan ini bakal menjadi obyek wisata sejarah terindah dan bakal diintegrasikan dengan makam Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf. Nah, bangunannya akan semakin besar sebab nantinya seluas 3.202 meter persegi. Luas Balla Lompoa 963 meter persegi ditambah Istana Tamalate 1.615 meter persegi dengan tambahan 390 meter persegi dan bangunan pendukung 308 meter persegi. Untuk memberikan makna lebih sakral terhadap Balla Lompoa sebagai bangunan bersejarah, bangunan akan diangkat dengan hidrolik sekitar tiga meter dari permukaan jalan raya.

Tak hanya memperluas kawasan istana, nantinya di depan Balla Lompoa akan berdiri relief atau patung 36 Raja Gowa yang pernah memimpin. Patung para raja itu seakan memberikan tantangan bagi generasi kekinian untuk tetap memelihara spirit masa silam demi membangun masa kini yang perkasa.

B. Keistimewaan

Museum Balla Lompoa menyimpan koleksi benda-benda berharga yang tidak hanya bernilai tinggi karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena bahan pembuatannya dari emas atau batu mulia lainnya. Di museum ini terdapat sekitar 140 koleksi benda-benda kerajaan yang bernilai tinggi, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris dan benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu ruby, dan permata. Di antara koleksi tersebut,  rata-rata memiliki bobot 700 gram, bahkan ada yang sampai atau lebih dari 1  kilogram. Di ruang pribadi raja, terdapat sebuah mahkota raja yang berbentuk  kerucut bunga teratai (lima  helai kelopak daun) memiliki bobot 1.768 gram yang bertabur 250 permata  berlian. Di museum ini juga terdapat sebuah tatarapang, yaitu keris emas  seberat 986,5 gram, dengan pajang 51 cm dan lebar 13 cm, yang merupakan hadiah  dari Kerajaan Demak. Selain perhiasan-perhiasan berharga tersebut, masih ada koleksi benda-benda bersejarah lainnya, seperti: 10 buah tombak, 7 buah naskah  lontara, dan 2 buah kitab Al Quran yang ditulis tangan pada tahun 1848.

D. Akses

Museum Balla Lompoa berada di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Museum ini terletak di Kota Sungguminasa yang berbatasan langsung dengan  Kota Makassar. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi  dan angkutan umum, baik roda empat maupun roda dua. Kalau kita naik dengan angkutan kota, naik dari Lapangan Karebosi jurusan Sungguminasa turun di depan Balla Lompoa. Bisa juga dengan bus patas AC Damri dari Pasar Panampu.

E. Akomodasi dan Fasilitas

Di dalam komplek, tersedia pelayanan jasa guide yang akan  memberikan informasi kepada pengunjung tentang museum itu sendiri dan segala sesuatu  yang berkaitan dengan koleksi benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya.

Jam Buka
Senin-Kamis 08.00-16.00
Jumat 08.00-11.00, Hari besar atau tanggal merah libur termasuk hari Minggu.

Berikut festival adat di Balla Lompoa

%d blogger menyukai ini: