Tag Archive: Pada (foot)



Salam wildlife!Kali ini admin diminta untuk posting cerita perjalanan dari Cimen D’sueto. Jadi simak cerita serunya berikut ini :

P1110805

Perjalanan sueto kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Salah satu anggota sueto (firman) melakukan perjalanan backpacker menuju jogja pada bulan Oktober 2013 bersama 9 orang teman-teman kampusnya di salah satu universitas negeri di Surabaya, mereka adalah iin, ochi, orchid, lidia, dita, dila, dandy, oky, dan tutut. Perjalanan dari Surabaya menuju Jogjakarta menggunakan moda transportasi kereta api ekonomi dan pemberhentiannya di stasiun lempuyangan jogjakarta. Kami menempuh perjalanan selama 6 jam dari Surabaya pada pukul 8 pagi sampai pukul 2 siang. Sepanjang perjalanan kami selalu bercanda ria bersama sampai-sampai kita tidak sadar kalau perjalanan sudah sampai tujuan.

Setibanya di jogjakarta kami menyewa mobil untuk mengantarkan kami ke penginapan lucy di daerah sosrowijayan malioboro yang sudah kami pesan dari jauh-jauh hari dengan alasan antisipasi apabila penginapannya penuh sekaligus kami menyewa mobil untuk ke tempat  wisata keesokan harinya. Setelah kami sampai di penginapan, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak karena kami merasa lelah saat perjalanan menuju jogja menggunakan kereta api. Pada malam harinya kami mencari makan sekaligus berjalan-jalan di malioboro. Tempat makan yang kita singgahi harganya cukup mahal, tetapi karena perut kami sudah mulai lapar, kami memutuskan untuk makan ditempat itu.

P1110789

Setelah acara makan-makan usai, kami melanjutkan jalan-jalan di daerah malioboro, awalnya kami ingin menuju alun-alun pohon beringin kembar yang memiliki mitos unik, tetapi karena perjanan ke alun-alun tersebut cukup jauh apabila berjalan kaki, maka kami memutuskan untuk hunting foto di sekitar malioboro karena kami merasa kelelahan setelah perjalanan jauh dari Surabaya. Selain hunting foto ada beberapa dari kita membeli oleh-oleh ditempat perbelanjaaan sepanjang jalan  malioboro untuk keluarga, sanak saudara atau teman-temannya. Beberapa dari kita ada yang membeli pakaian, gantungan kunci, sandal, dll. Malioboro meskipun hari aktif tapi selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Terdapat juga perkumpulan para komunitas ada komunitas fotografi, komunitas lukis, komunitas sepeda, dll.

P1110811

P1110832

P1110842

Setelah puas jalan-jalan, hunting foto, dan beli oleh-oleh, sudah saatnya kami kembali ke penginapan karena hari yang sudah mulai larut malam, pertokoan mulai tutup dan kami belum membicarakan tujuan tempat wisata untuk keesokan harinya karena kami masih bingung dengan tujuan wisata kami yang kita tuju. Pada saat membicarakan rencana keesokan harinya kami semua merasa bingung karena tidak ada tujuan wisata yang kita akan tuju. Hampir selama 1 jam lebih kami berpikir, akhirnya kami telah menemukan tempat tujuan wisata yang kita tuju, terdapat 3 tempat wisata yang kita akan tuju yaitu, goa pindul, pantai kukup, dan pantai baron di daerah gunung kidul dengan menggunakan moda transportasi mobil yang kita sewa dari stasiun lempuyangan sebelumnya, karena akses untuk menuju ketiga wisata tersebut tidak ada angkutan masal jadi harus menggunakan kendaraan sewa atau kendaraan pribadi. Setelah merencanakan tempat wisata, kami memutuskan untuk beristirahat dan akan mulai melakukan perjalanan pada keesokan pagi hari pukul 6.

Pagi hari yang cerah matahari terbit dengan terangnya, kami memulai perjalanan menuju tempat wisata. Sebelum berangkat kami berkenalan dengan sopir yang mengantarkan kami ke tempat tujuan yang bernama mas jambul, beliau ternyata juga memiliki komunitas touring yaitu anggota dari byson indonesia club (Byonic). Perjalanan pertama sebelum menuju goa pindul tempat wisata pertama, kami mencari tempat makan terlebih dahulu karena perjalanan menuju goa pindul sangat jauh dan membutuhkan waktu yang lama. Kami memutuskan sarapan di angkringan depan stasiun lempuyangan dengan harga yang murah. Seusai makan kami melanjutkan perjalanan ke goa pindul di daerah gunung kidul. Kami sangat antusias menuju tempat tersebut karena ini kami pertama kalinya melakukan body rafting di goa pindul. Berikut peta perjalanan gua pindul dari arah kota Yogyakarta :

peta gua pindul

peta goa pindul

Pesona wisata susur gua,rafting,dan cave tubing di Desa Bejiharjo,KarangMojo,Gunung Kidul.

Tiba di goa pindul, kami bertemu dengan tour guide (mas dino dan simbah) yang memandu kami dalam penjelasan mulai cerita sejarah goa pindul hingga apa saja yang boleh dilakukan dan tidak diperbolehkan selama wisata di goa pindul. Goa pindul terdiri dari 3 paket wisata rafting menggunakan ban karet. Paket pertama menjelajahi goa pindul saja selama 1 jam, paket kedua wisata menelusuri sungai saja selama hampir 2 jam, atau paket wisata ketiga yaitu menjelajahi goa pindul dan menelusuri sungai selama 3 jam secara keseluruhan . Setelah tour guide menjelaskan, kami menitipkan barang di tempat penitipan dan kami melakukan persiapan memakai peralatan untuk body rafting di goa pindul karena barang-barang tidak boleh dibawa saat melakukan body rafting dan tidak lupa kami mengabadikan momen persiapan tersebut dengan berfoto bersama.

IMG_1785

IMG_1796

Perajalan pertama kami yaitu menjelajahi goa pindul dengan menggunakan ban karet. Untuk sampai di mulut goa pindul tersebut kita harus berjalan kaki dari tempat pendaftaran menuju start goa pindul. Pemandangan goa pindul yang disuguhkan sangat keren dan indah sekali. Kami saling berpegangan pada tali yang menempel pada ban karet yang kita gunakan dan oarng pertama yang menaiki ban karet akan ditarik oleh para pemandu kami untuk menjelajahi area goa pindul. Kedalaman air di goa pindul bervariasi, mulai ketinggian 3 meter sampai kedalaman 8 meter. Berbagai macam mitos di dalam goa pindul yang diceritakan oleh pemandu kami, ditengah-tengah goa kami berhenti sejenak dan kami berdoa pada saat terdapat batu goa yang memiliki mitos apabila kita memegang batu tersebut permasalahan kita dimudahkan tapi tetap dengan meminta doa kepada Allah SWT dan tempat tersebut hanyalah sebagai mitos masyarakat sekitar saja.

IMG_1794

legend pindul cave story

IMG_1807

IMG_1810

IMG_1812

IMG_1813

IMG_1845

IMG_1869

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1876

IMG_1880

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1888

IMG_1890

IMG_1899

IMG_1905

Setibanya di tempat tujuan kami berjalan kaki menuju tempat mulainya petualangan body rafting kami dengan menelusuri sungai.  Jarak tempuh untuk menelusuri sungai tersebut selama 2 jam. Tapi body rafting yang kedua ini sangat berbeda dengan yang pertama, karena body rafting yang kedua tempatnya outdoor sehingga panas terik sinar matahari langsung mengenai kita, sedangkan body rafting yang pertama terhindar dari teriknya sinar matahri karena tertutup oleh goa pindul. Di tengah-tengah sungai jarak tempuhnya 1 jam terdapat air terjun kecil serta jembatan setinggi 5 meter dan ada pula tempat untuk meloncat dengan ketinggian 10 meter. Di tengah-tengah pula adalah tempat peristirahatan sejenak karena panjangnya rute kami dari goa pindul sampai ke wisata menelusuri sungai terdapat tempat penjualan makanan dan minuman. Untuk sistem pembelian tersebut kita mengambil makanan atau minuman yang kita inginkan dan petugas akan mencatatnya apa yang kita beli lalu pembayarannya dilakukan di loket pendaftaran. 2 orang dari kami mencoba memacu adrenalin untuk melompat mulai dari jembatan setinggi 5 meter dan melakukan lomcatan yang memiliki ketinggian 10 Meter. Lompatan 10 Meter benar-benar membuat tubuh merasa bimbang karena begitu tingginya untuk terjun kedalam air tapi akhirnya dapat loncat dengan keberanian diri. Sedangkan yang lainnya mengabadikan momen di air terjun kecil dengan berfoto bersama bahkan bergiliran berfoto sendiri-sendiri.

IMG_1909

IMG_1921

IMG_1930

Setelah beristirahat, berfoto, dan memacu adrenalin dengan melompat, kita melanjutkan penelususran sungai sampai garis akhir. Dan setibanya di garis akhir kita kembali ke tempat pendaftaran dan tempat penitipan untuk mengambil barang-barang kami dengan menggunakan kendaraan pick up yang sudah disediakan oleh pemandu, serta kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mas dino dan simbah yang telah memandu kami selama berwisata di 2 tempat tanpa mengenal lelah dan membuat kami selalu tertawa akan candanya. Sebelum melanjutkan perjalanan kami selanjutnya, kami beristirahat dahulu sejenak untuk melakukan sholat, dan bahkan ada mandi untuk membersihkan badan. Inilah perjalanan pertama kami menjelajahi wisata goa pindol yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Nantikan cerita perjalanan kami yang kedua berpetualang ke pantai kukup, pantai baron dan taman sari. Salam adventure

IMG_1894

thanks to mas gaet simbah

Cerita perjalanan ini akan dilanjutkan ke part 2. Juga video perjalanannya yang akan saya upload di edisi berikutnya. Mungkin dibawah ini bisa jadi gambaran estimasi biaya meskipun tidak terlalu spesifik plus sejarah gua pindul supaya tahu nih para pembaca.

Tarif:

Goa Pindul:

–          wisata goa pindul: 35.000

–          wisata sungai: 35.000

–          goa pindul + sungai: 70.000

–          pelajar/mahasiswa: potongan 10%

sewa mobil + sopir: 480.000 2 hari

Kebetulan Video yang part 1 sudah bisa di aksek mungkin bisa buat bahan referensi saat mau traveling ke gua pindul :

Sejarah gua pindul :

Mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai Belik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Belik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.

Sebagai salah satu obyek wisata, Gua Pindul memang menawarkan pemandangan yang eksotik. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa Gua Pindul ini menjadi populer di kalangan para pecinta wisata susur gua. Tetapi mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai mBelik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Mbelik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.
Semuanya berawal dari seorang tokoh bernama Kyai Jaluwesi yang berkonflik dengan raksasa bernama Bendhogrowong. Keduanya terlibat adu kesaktian, dengan keunggulan pada Kyai Jaluwesi. Raksasa itu kemudian mengeluarkan aji-ajinya karena merasa terdesak. Sayangnya aji-aji tersebut meleset dan mengenai seekor anjing peliharaan Widodo dan Widadi, anak kembar Kyai Jaluwesi. Anjing yang bernama Sona Langking itu cedera parah dan berlari tak karuan menuju sebuah sumber air yang ada di balik semak-semak. Kyai Jaluwesi yang mengikuti arah lari Sona Langking kaget ketika mendapat anjingnya telah pulih dari cedera parah akibat aji-aji sang raksasa.
Melihat hal itu, Kyai Jaluwesi kemudian menamai sumber air itu sebagai Mbelik Panguripan, karena mampu menyembuhkan luka parah yang diderita anjingnya. Beberapa lama setelah peristiwa itu, muncul sepasang pria dan wanita bernama Kyai dan Nyai Sejati yang ingin menguasai tanah di sekitar Gunung Bang. Mereka meminta kepada Kyai Jaluwesi untuk pindah dari tempat itu, dan Kyai Jaluwesi menyanggupinya. Meski begitu Kyai Jaluwesi menginginkan sebuah syarat, yaitu setelah kepindahannya masyarakat Gunung Bang harus mengadakan acara bersih lepen (sungai), penari ledhek (tayub), pada hari Senin Paing setiap tahun sekali. Kemudian Kyai Jaluwesi pindah ke daerah Gua Pindul, hingga moksa dan diyakini menjadi penunggu di Gua Pindul dan Mbelik Panguripan.
Tentu saja legenda tidak bisa dipercaya keakuratannya seratus persen, tetapi pembaca yang baik seharusnya mampu menangkap apa yang ada di balik tiap legenda, bukan malah menganggapnya mistis, ataupun tidak masuk akal. Gua Pindul yang saat ini sedang menjadi primadona wisata susur gua atau cave adventure memang menarik dan menawarkan sensasi yang berbeda dengan wisata-wisata yang sudah umum di Yogyakarta.
Iklan

Salam wildlife!Perjalanan kali ini Sueto tour menuju Taman Nasional Baluran di Situbondo Jawatimur, mencoba memanfaatkan libur sabtu minggu kami pun adakan tour pembuka awal bulan bulan Desember 2011 dengan tema Greentour. Perjalanan ini kami tempuh dari Surabaya berangkat sabtu malam sekitar jam 11 mlm dengan istirahat di paiton dan tidur dekat pelabuhan ketapang sekitar 2 jam. Berikut rute perjalanannya

  Perjalanan waktu itu dilakukan pada malam hari untunglah ternyata perjalanannya didukung oleh alam cuacanya terang padahal musim hujan pulangnya juga. Dari Probolinggo malam itu sempat ada acara tahunan 1 muharram diperingati oleh warga dengan mengadakan gerak jalan Banyuwangi-Probolinggo kami pikir-pikir jauh juga ya tapi memang pada waktu itu pesertanya kelihatan bersemangat banget. Pada saat kami lewat sekitar jam 1 pagi kelihatan semua acara sudah selesai akhirnya kamipun bisa melanjutkan perjalanan dengan mulus.

Keluar Kabupaten Probolinggo kami menuju daerah paiton berniat bersantai sejenak dengan menonton pertandingan liga inggris disalah satu warung di paiton. Setelah istirahat di rasa cukup kami langsung bertuju ke Baluran dengan express melewati Situbondo akhirnya subuh kami beristirahat disekitar Ketapang memang waktu itu terasa mengantuk banget rekan-rekan akhirnya kami sempatkan tidur selama 2jam.

Setelah pulas tidur kami mulai menuju pintu masuk Baluran. Kami pikir waktu itu tertera di jam kunjung Baluran sekitar jam 8 pagi waktu itu kami datang jam 7 pagi kami kira kepagian ternyata kata penjaganya boleh kapan aja masuk yang penting bayar tiket dan ada penjaganya..ha2..tiket masuk Rp3000,- per orang. Akhirnya tanpa pikir panjang kami masuk dan lupa beli minuman karena memang jarang ada penjual makanan di Baluran. Saatnya mulai menjelajah tapi sebelumnya lihat peta Baluran dulu yang sudah ada.

Baluran ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu gunung Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55’17.76″S dan 114°23’15.27″E.

Sejarah Baluran

Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit, pernah singgah di Baluran. Beliau telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis mamalia besar.

Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.

Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.

Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai [Suaka Margasatwa]] oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962.

Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.

Flora

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Fauna

Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Aves

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).

Mitos

Pada Hm. 80 Batangan – Bekol , terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan.

Memang sih dalam perjalanan kami memasuki TNB kami melihat daerah yang memang benar-benar berbeda dengan kawasan di Indonesia lainnya seperti tempat lain masuk hutan pertama terdapat batu-batu besar yang bagus disekitar hutan dengan rumput savana khas afrika area ini sangat cocok dibuat foto-foto prewed misalnya. Terus di area hutan kedua jalanan seperti hutan basah yang banyak semak-semak belukar medan jalannyapun semakin berat kemudian diteruskan ke area ketiga banyak pohon bambu disini jalanan sudah mulai rata dan membaik disekitar sini nanti ada papan yang betuliskan sumur tua, terakhir adalah area ke 4 adalah padang savana yang luas kalau beruntung anda bisa liat rusa dan banteng, tempat inipun bagus dibuat sesi foto-foto tetapi jangan lupa membawa topi atau pelindung kepala karena kadang-kadang area ini sangat panas.

Setelah sampai Bekol kami istirahat sejenak untuk mengisi tenaga menaiki menara pengintai yang ada di bekol. Tangga demi tangga kami lewati akhirnya kami sampai juga di menara pengintai dari sini kita bisa melihat seluruh area kawasan TNB pantai dan pulau Balipun bisa terlihat.

Setelah puas beristirahat di menara Baluran kami mulai lapar dan berniat mencari makanan dan minuman karena cuaca sudah keliatan panas banget. Perjalanan kami teruskan ke pantai Bama mungkin memang disitu satu-satunya yang kita harapkan ada penjual minuman dan makanan.

Perjalanan dari Bekol kami teruskan menuju pantai Bama wah kalau lihat jalannya sangat seru karena memang jalannanya alami untung saja tidak hujan malah hari itu sangat panas dan saat perjalanan memang terasa benar-benar terdampar di benua afrika mulai dari panasnya, gunung Baluran yang terlihat seperti Kilimanjaro kecil, padang savanannya,  dan hewannya. Kami megalami sedikit fatamorgana karena memang kepanasan dan kehausan makanya kami langsung cepat-cepat mencari oase dipantai Bama.

Setelah sampai pantai kami langsung mencari penjual makanan dan minuman. Karena cuman ada kantin dan kami belum sarapan akhirnya kami mencari makanan berat seperti nasi lauk tetapi disini ada penjual yang berdagang bergantian jadi kalau ada pedagang makanan lain kantin tidak jual makanan begitu sebaliknya padahal waktu itu ramai pengunjung khususnya dari sekolah. Adanya cuman bakso kalau ini sih hanya sekedar camilan akhirnya kita beli minuman saja.

Melihat tipikal pantai Bama ini adalah pantai bakau terdapat fasilitas outbond bisa digunakan untuk bercamping juga waktu itu kami juga lihat banyak wisatawan yang bercamp di pantai ini. Tapi ada dua sisi bertolak belakang dipantai ini pada sisi yang lain pantai ini terlihat sangat bersih dan alami pada sisi lainnya pantai terlihat pantai yang kotor banyak sampah yang tidak terurus dengan benar padahal kalau dilihat di pantai ini ada tempat pembuangan sampah juga sih. Pada dasarnya rata-rata pantai yang sudah ramai pengunjung biasanya keadaan alamnya sudah tidak alami biasanya sudah tercemar tapi kadang-kadang pengunjung juga dengan santainya menikmati pemandangan dengan sampah berserakan dimana-mana seperti acuh-acuh tak acuh dengan keadaan lingkungan sekitar dan hanya ingin berfoto-foto saja.

Karena perjalanan kali ini bertema Greentour kami Sueto tim menghimbau agar wisatawan yang berkunjung dimanapun tempatnya sedianya memperhatikan lingkungan juga demi keindahan dan kelestariaannya. Kami Sueto tim mencoba membersihakan sedikit tempat di Bama yang memang tempatnya cocok untuk sesi foto-foto pemandangan di fotopun nantinya juga tidak akan bagus. Jadi logikanya semakin kotor tempat semakin sedikit pula area yang bisa di buat berfoto.

Setelah selesai berfoto dan istirahat sejenak kami putuskan untuk kembali ke Surabaya tapi sebelumnya mencari makanan dulu disekitar warung pintu masuk Baluran. Saat itu keluar dari Baluran sekitar jam 11 siang kemudian saat perjalanan sempat singgah di pasir putih tidur 1jam. Alhamdulillah cuaca terang dan kami sampai Surabaya sekitar jam 5sore lebih. Semoga info perjalanan ini bermanfaat. See Ya next tour Suetomania.

Mau Promo Travelnya bisa mampir ke link ini https://www.facebook.com/pages/T-Boss-Tour-n-Travel-Partner/500051026760402?ref=hl dan ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

Lokasi yang menarik dikunjungi di Baluran :

Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km,yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit (12 km) atau Situbondo-Batangan dengan jarak 60 km menggunakan mobil.

Kami juga ada video amatir check this out :

Referensi :

http://balurannationalpark.web.id/

Taman Nasional Baluran di Situs resmi Departemen Kehutanan RI

Galeri foto satwa

Peta Taman Nasional Baluran

%d blogger menyukai ini: