Tag Archive: pantai



IMG_3995

Hi salam wildlife!Bulan Mei ini 2015 banyak liburnya lo ambilah libur yang paling panajng..Maka kami memanfaatkanya menjelajah tempat-tempat baru destinasi untuk touring yang cocok. Kami voting dua pilihan di group FB antara ke pantai clungup Malang atau ke air tejun tumpak sewu Pronojiwo. Akhirnya terpililah tujuan destinasi kami yaitu ke pantai clungup(area pantai tiga warna). Prepare dan terkumpulah peserta dari suetoclub siap berangkat dari Surabaya berkumpul di pom Aloha sekitar jam 11 malam.

Perjalanan langsung menuju target dengan titik pemberhentian berikut rutenya Surabaya-Malang-Kepanjen-Turen-TPI sendang biru-Clungup jarak yang kami tempuh kurang lebih 180km jadi untuk PP360km sehingga yang pakai pertamax atau premium bisa diperhitungkan sendiri . Kami berhenti di kota Malang untuk beli bekal kemudian melewati kepanjen dan stadion kanjuruan makan pagi di turen kemudian langsung lanjut menuju Clungup untuk melakukan checkin, waktu itu sampai sekitar jam 5 pagi. Beberapa tahun lalu sekitar 2010-2012 kami suetoclub pernah menjelajah sekitar area yang sekarang katanya observasi ini karena memang waktu itu data dan waktu kami terbatas jadi belum benar-benar terang agambaran rute di area itu. Nah ternyata sekarang area segitiga emas ini sudah menjadi area observasi wisata jadi bila masuk pantai atau berlibur disini ada peraturannya.

Jadi bagi para traveler kalau ingin liburan ke kawasan pantai area observasi yang telah di kelola Bhakti Alam ini harus melakukan reservasi tiket dulu atau booking nama kelompok dulu karena memang area ini dibatasi hanya untuk 450 orang pengunjung untuk setiap harinya jadi bila tidak melakukan booking ya tidak bisa masuk.

Sebenarnya sueto tim waktu itu sudah booking tapi karena ada miss komunikasi karena pihak bhakti alam tidak memberitahu kami bila pada hari itu sudah penuh dengan salah satu pengelola bhakti alam akhirnya kami tidak bisa masuk lewat jalur utama padahal ya sebenarnya kita sudah tahu treknya sebelum dibentuknya bhakti alam ini, sehingga  kami yang pada awalnya hanya berniat menyusuri atau jelajah pantai di beri arahan informasi oleh warga sekitar yang memang sangat welcome pada kami seperti sebelum-sebelumnya untuk menempuh lewat jalur lainJ.

Kemudian untuk rute kami masuk akan kami benar-benar rahasiakan dan kami hanya memberikan sebuah “clue” saja yang nanti akan kami jelaskan secara detail lewat rute track penjelasan dibawah :

peta sendang biru segitiga emassegitiga emas baru


peta sendang biru 2peta sendang biru 3

Setelah itu kami briefing kepada peserta suetoclub tentang pentingnya kebersihan akan sampah bawaan pribadi yang harus dibawa kembali lagi dan dibuang di tempat sampah bila sudah keluar area observasi dan menentukan rutenya ingin masuk lewat mana dulu, akhirnya kami masuk lewat rute selatan memakirkan sepeda di perkampungan penduduk dan kami langsung melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, ngomong-ngomong tracknya sangat seru melewati mangroove area, perkebunan pisang, rawa-rawa, bukit-bukit kecil hati-hati bila tak paham tracknya bisa tersesat tapi tak masalah selama bisa bertanya warga sekitar dan kami susuri saja sampai bertemu beberapa pantai seperti misalnya pantai gatra. Kami pun beristirahat sejenak di pantai ini dan sudah ada beberapa kelompok orang yang sengaja camping juga pemandangannya pun indah, kami pun beristirahat sejenak sambil mendokumentasikan beberapa moment di pantai ini, detail letaknya pantai gatra bisa dilihat di gambar berikut ini :

IMG_3951 IMG_3980 IMG_4012 IMG_4098 IMG_4108 IMG_4112 IMG_4134 IMG_4152 IMG_4159 IMG_SDD4118 landscape gatraj  2

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

1431835453422

Puas sudah beristirahat selama 2 jam di pantai gatra kami sebenarnya ingin menuju pantai clungup tapi jalannya memutar ya sudah kami langsung menuju pantai “WATU PECAH” saja dan menaiki bukit karena ingin melihat landscape area observasi dari atas dan darisinillah kami benar-benar menyebutkan tempat ini sedikit mirip “MINI RAJA AMPAT” mungkin terlalu berlebihan tapi memang benar-benar bagus pemandangan saat kami ada di atas bukit dan dari atas sini pun terlihat pantai “TIGA WARNA” yang bisa dibuat snorkling itu. Ya kenapa disebut pantai tiga warna mungkin karena gradasinya warna airnya kalau dilihat dari atas itu seperti ada warna hijau, biru muda dan biru tua, Yup pastinya tak lupa didokumentasi jugakok.

Kemudian kami melajutkan perjalanan kembali keperkampungan sehingga ada waktu untuk istirahat dan tidak pulang terlalu larut ke Surabaya, sebenarnya ingin snorkling tapi apa daya tenaga sudah boros habis haha karena memang semalaman langsung tancap gas…akhirnya kami kembali ngopi aja di warkop warga menikmati buih-buih angin pantai dan tertidur pulas sampai sore sekitar jam 3 sore. Saat itu kami juga penasaran apakah jalan tembus Bajulmati-Balekambang sudah bisa dilewati dengan nyaman ataukah masih seperti beberapa tahun silam ternyata oh ternyata jalur ini sudah diperbesar meskipun ada beberapa bagian yang masih offroad tapi paling tidak mobil sedan pun sudah bisa ber offroad ria sampai pantai Balekambang dan setelahnya kami langsung tancap gas lagi untuk checkin home sweet home Surabaya city J.Perjalanan kami memang pure benar-benar bantuan dari warga jadi untuk tarif kami memberi selayaknya karena memang untuk kepentingan dokumentasi.

The best Regard : Terima kasih juga kepada para warga Kampung nelayan Sendang Biru yang baik hati telah memberi kami beberapa informasi yang menarik…

Attention :

Cerita perjalanan ini hanya menyarankan kepada para pembaca sekalian untuk benar-benar memahami area perjalanan yang dituju sebelum melakukan keputusan untuk memilih destinasi perjalanan karena pada realisasinya ada hal-halnya yang tak terduga akan kita hadapi diluar kemampuan kita seperti tersesat, kurangnya bekal makanan, safety perjalanan, obat-obatan karena kurangnya pengetahuan akan medan yang dituju dan nantinya dapat membahayakan diri kita sendiri . Sebaiknya untuk masalah kebersihan harus dikordinasikan dahulu secara kelompok atau pribadi sehingga kita pun sebagai traveller punya cadangan untuk sampah kita sendiri dan tidak sampai mengotori alam sekitar bila perlu sekalian menghimbau warga sekitar agar pentingnya edukasi tentang green traveller.

Info :

Area pantai Tiga warna, Clungup, Gatra ini adalah area konservasi kalau ingin berlibur kesini sebaiknya anda menghubungi Pak Saptoyo 081233339889 (ada beberapa guide lainnya bila sampai boleh dimintai nomer telpon juga) untuk pemesanan tempat camping dll. Saran : sebaiknya anda menelpon langsung(jangan di sms karena saya pikir sistem administrasi mereka belum seberapa bagus masih dalam tahap pengembangan karena memang dikelola sendiri oleh pihak Bhakti Alam) 2 minggu sebelum hari H keberangkatan karena terutama hari libur pesanan akan membludak berbeda dengan hari-hari biasa yang sepi.

Tarif :

HTM : Rp 6000,-/orang

Parkir motor : Rp 5000,-/orang

Sewa Tenda : Rp 25.000,-/5 orang

Sewa alat Snorkling Rp 15.000,-/orang

Biaya sewa lahan untuk kamping Rp 25.000,-/orang

Biaya sewa Guide Rp 75.000,-/1 kelompok isi 10 orang

Untuk menjelajah spot snorkling dan diving anda bisa negosiasi dengan nelayan setempat tentunya dengan adanya pemandu.

Biaya denda bila ada barang atau sampah yang tidak sesuai dengan apa yang di bawa pergi dan pulang : Rp 100.000/orang (bila ada barang hilang tidak ada yang bertanggung jawab jdi harus hati-hati meskipun barang sewa karena kita tidak membayar asuransi)

Sebenarnya bila Bhakti Alam ingin mengedukasi customernya juga melakukan penambahan paket perjalanan seperti edukasi pemeliharan tanaman bakau dan pemeliharaan terumbu karang agar para wisatawan dapat sekaligus berwisata dan belajar.

Alamat FB Bhakti Alam : https://www.facebook.com/profile.php?id=100006090019340

Yups sedikit info traveller dari kami (suetoclub) tentang destinasi Malang jawa timur yang menarik untuk dikunjungi semoga bermanfaat bagi pembaca dan salam lestari untuk keindahan alam Indonesia di masa depan.

Iklan

20140730_163531

Salam wildlife! Kali ini bercerita tentang perjalanan Hilmy sueto menuju ke Pantai di dalam kawasan TNMB(Taman Nasional Meru Beitiri) bisa mampir di http://www.merubetiri.com/Pertama kalau dari Surabaya rute nya begini menurut google map :

Picture1

 

Berikut peta kota Jember dan kawasan area TNMB

jember-map-high

Peta Merubetiri

peta_wisata_jember

Berangkat dr rmh (dukuh dempok wuluhan, jember) jam 10 .. nggak jauh untuk mencapai perkebunan karet milik ptpn , lalu karena jalannya bnyak lubang , jam 11 baru nyampe pos pertama yg aq foto .
dari pos tsb ke tujuan adalah sekitar 14km .

Lalu dari pos tsb sudah mulai tdk ada aspal , jlnnya bebatuan tinggi (saran: jgn pakai mobil selain mobil dg ban besar seperti jeep ato rangers)
Jalan ini yg membuat perjalanan menjadi semakin jauh .
sampe ke pos berikutnya (penjaga portal meminta 4rb untuk buka portal)

oiya , pos pertama aq lupa bayarnya brp , untuk yg di pos pertama , mobil dihitung sendiri dan orang pun dihitung sendiri .

lanjut yg td ,, jalan aja ngikutin jalan .. ntar menemui berbagai tanaman tanaman langka , pohon pohon yg dilindungi perhutani , dan monyet liar yg sesekali muncul ke jalan .

sampai ke pos berikutnya yg ber-portal , adalah kawasan TNI , kita disuruh mengisi buku aja , nama masing masing dan keperluannya ..
kami isi dengan keperluan berlibur ke pantai bande alit .

lalu setelah portal dibuka .. (pos ini ada tulisan tiga , eh dua , anak cukup) .
kami lanjut perjalanan , saya lupa daerah itu namanya apa , tp kami sholat dhuhur dan ashar (diqoshor) disana sembari melepas kepenatan di jalan makadam .

daerah ini dikelilingi oleh pegunungan kecil dan sinyal hp disini bener bener ndak ada .
daerah ini ada jalan kereta api lori (kereta api angkut tebu) .
spot disini bagus .

setelah melewati desa ini , terdapat jembatan yg longsor , sehingga kita melewatinya dengan melewati ka
li kecil .

lalu ada percabangan dua arah , satu ke bandealit , satu lagi ke teluk hijau .

Bandealit ke arah kanan .

Berikut foto-fotonya :

20140730_115537 20140730_115619 20140730_115818 20140730_120651 20140730_121320 20140730_123015 20140730_130533 20140730_132523 20140730_133433 20140730_133442 20140730_134553 20140730_134746 20140730_135002 20140730_135024 20140730_140922

20140730_142037

20140730_142308

20140730_144725

20140730_144815 20140730_144828 20140730_144836 20140730_145242 20140730_145522 20140730_150041

20140730_150437

20140730_151509

20140730_151556

20140730_151705

20140730_162836

20140730_163011

 

Yup begitulah kurang lebih bila ada kurangnya di lebihi atau bila ada lebihnya dikurangi 🙂 oh iya bisa mampir kedestinasi TNMB lainnya misalnya ke sini https://suetoclub.wordpress.com/2014/06/11/touring-kilat-ala-sueto-ke-merubetiri-greenbay-sukamadebanyuwangi/ untuk videonya segera di update..THX para pembaca

Video :


IMG_3647

Hi Para pembaca dalam edisi part 2 ini kami sueto tim akan melanjutkan cerita perjalanan dari pantai sowan nih..Jadi langsung berlanjut saja sewaktu diperjalanan keluar pantai sowan sebenarnya yang kami pikirkan adalah salah satu tujuan wisata air terjun lainnya yaitu air terjun..di daerah…tapi karena jaraknya masih sekitar kurang lebih 25km dari kecamatan bancar maka kami putuskan lanjut sajalah ke “pantai pasir putih remen” dikarenakan memang waktu yang sudah menjelang sore daripada ke maleman dan tidak dapat pemandangan yang bagus..Ayok dilanjutkan saja touring-nya ke pantai pasir putih remen.

Pantai pasir putih remen ini letaknya memang tidak dipinggir jalan pantura agak masuk-masuk desa tapi paling gampang kalau dari arah Rembang ada pertigaan besar dan pos polisi pereng-belok kiri-TPPI-masuk desa remen-perempatan setelah sdn remen 2 belok kiri lurus terus arah utara pantai …Kalau dari arah Tuban paling mudah dari arah terminal wisata kambang putih-pantai kute/cemara-mangroove center-terus ke barat setelah pasar jenu-jalan bercabang ambil kanan-PLTU-desa wadung-desa rawasan-desa mentoso-desa remen-perempatan setelah balai desa lurus-mentok belok kanan arah pantai

peta

Sesampainya masuk dikawasan desa remen arah pantai  yang terlihat adalah sudah mulai pantai yang bernama pasir putih remen ini ramai oleh pengunjung apalagi waktu itu libur tanggal merah. Jadi untuk yang membawa kendaraan roda dua bisa parkir sampai dipantai dan untuk kendaraan roda empat lahan parkirnya terbatas. Masuk kawasan pantai pasir putih remen hanya membayar biaya parkir saja Rp 2000,- untuk roda 4  kami kurang tahu karena memang baru beberapa minggu ini lahan parkir di buka dan katanya mulai bulan maret 2015 ini pantai remen akan diresmikan oleh pemerintahan setempat.

Kami pun mulai mengexplore kawasan pantai pasir putih remen ini yg memang termasuk pantai yang belum banyak dikenal bahkan oleh warga Tuban sendiri. Melihat-lihat secara landscape kawasan pantai ini memang sungguh indah ada seperti beberapa kubangan air yang membentuk danau-danau kecil di sekitar pantai kemudian beberapa tumbuhan cemara di tepi pantai dengan garis pantai pasir putih yang panjang, pasirnya memang benar-benar putih dengan latar belakang sebuah pabrik ini yang menjadikan pantai pasir putih remen ini pantai yang paling unik mempunyai ciri khas dan indah di sekitar pesisir pantai utara di jawatimur.

Hari itu terlihat ramai pengunjung  banyak anak muda-mudi dan beberapa keluarga berkunjung bahkan tidak hanya dari  penduduk lokal saya pikir banyak yang dari luar kota juga,  untuk menikmati keindahan pantai pasir putih remen. Coba simak beberapa dokumentasinya dan angin disini cukup semilir-semilir kencang tak terkendali..hehe

landscape2 landscape1 IMG_3707 IMG_3697 IMG_3684 IMG_3672 IMG_3634 IMG_3631 IMG_3630 IMG_3628 IMG_3626 IMG_3623 IMG_3597 IMG_3582 IMG_3571 IMG_3575 IMG_3523 IMG_3566 IMG_3535

Tapi saat itu mendung apalagi hari sudah mulai sore dan sebenarnya kami masih ingin menikmati  pantai ini lebih lama tapi apa daya kota kami bekerja sudah memanggil tuk singgahi lagi oleh karena itu kamipun bergegas  pulang ke Surabaya. Ya pesen kami pantai ini benar-benar prospek untuk dijadikan tempat wisata yang istimewa tapi tentunya dengan selalu menjaga kebersihan  kawasan wisata itu sendiri sehingga nantinya akan menambah beberapa daftar wisata terpopuler di jawa timur. Fasilitas disini untuk toilet umum belum ada kayaknya mungkin ponten portable bisa menjadi alternatif disini, tapi sudah ada warung-warung kecil model warkop sudah tersedia dan tentunya memang lahan parkir yang belum memadai karena memang akses jalannya masuk desa jadi agak sempit juga untuk dilalui dua mobil sekaligus. Oke guys sekian ceritanya kami berjalan-jalan di daerah kawasan Tuban ini mudah-mudahan kami suetoclub bisa terus menceritakan destinasi-destinasi wisata di Indonesia khususnya di Jawa Timur agar kelak generasi muda akan terus menjaga kelestarian dan keindahan di bumi pertiwi Nusantara ini :)Thanks..

Berikut videonya :

Oh iya ini lanjutan cerita mengenai situasi yang unik saat kami berada dalam perjalanan pulang(lanjutan dari cerita part 1 yang aneh)haha tapi betul atau tidak kamipun tak mengerti waktu itu karena waktu sudah menjelang magrib kami butuh tempat ibadah untuk menenagkan segenap pikiran dan bersyukur tapi dengan tidak sengaja kami kembali ke Pom bensin  yang kami singgahi untuk istirahat juga pada waktu berangkat tapi tidak isi bensin hanya untuk istirahat saat kekamar mandi ternyata kami baru sadar bahwa situasi pom bensin ini aneh(terletak di sekitar jalan pantura) sebelah kiri jalan kalau arah dari Tuban. Aneh bagikami kenapa karena banyak truk dan mobil tanpa awak berhenti disana sama saat kami datang dan kembali posisinya juga sama saja, keadaan kamar mandi tak terawat, ada beberapa sepeda motor dengan tidak beraturan parkiernya, tempat mushola kotor, kantor pertamina kosong, air dari tempat wudhupun kadang keluar kadang tidak pintu kamar mandi pun terlihat bergerak dengan suara sayatan bila terkena angin aku pikir situasinya pun semakin aneh karena disebelah ada sebuah mobil sedan yang penyok tapi tak berpenghuni dengan isi didalam yang masih baru sepertinya para penumpang keluarga tapi tak ada orang sedikitpun disana sama seperti mobil-mobil lainnya seperti, panther, pickup dan truk..akhirnya kami berfikir sejanak dan tertawa haha coba kita datang malam-malam ditempatingin istirahat  seperti ini dan kehabisan bensin. Yap begtulah ceritanya jadi bagi pengendara yang melewati daerah pantura ini sebaiknya berhati-hati dan mempersiapakan kondisi motornya sebagus mungkin karena minimnya lampu penerangan juga di daerah ini..xixixixixi


IMG_2682

Salam wildlife!yup sueto grup memulai lagi touring mencari tempat-tempat baru yang alami dan asik untuk dikunjungi. Perjalanan yang dilakukan di bulan November 2013 ini bermaksut sekalian kita survey disekitar pantai selatan Malang tapi sekalian touring dari Surabaya tujuannya yaitu pantai selatan Malang kemudian  pantai Mbengkung. Pantai Mbengkung ini terletak di desa gajahrejo kecamatan gedangan Malang, Jatim, Indonesia.

Letak  Pantai di wikimap :

peta

Perjalanan dari Surabaya kami berangkat malam hari sehingga target kami sampai kesana di pagi hari tercapai agar dalam sehari kami bisa agak lama berada di kawasan pantai. Sesampai di daerah Turen sekitar jam 2 pagi kami beristirahat dahulu makan pagi karena ada sesuatu warung yang menggoda kami di sebelah pom bensin kota Turen yaitu penyetan Ceker Setan yang memang setelah dirasakan benar-benar membuat malam yang terasa dingin saat itu terasa sangat panas, pedas dan keringetan. Bumbu penyetan ceker setan yang merupakan perpaduan merica dan lombok ini terasa benar-benar membuat kami kepedasan seperti dikejar setan dipadu dengan jeruk hangat di malam hari terasa mantab lah saat itu. Setelah makan kami menuju ke arah Sumbermanjing untuk istirahat lagi dan sholat shubuh tapi perut ini tiba-tiba berkejolat hanya 2 jam setelah jeda makan memang bumbunya berasa mengguggah perut kami hingga sangat panas dan ingin bunag air besar saat itu juga tak hanya satu orang beberapa rekan kami yang mencoba ceker setan itu juga berfeek sama pada perutnya masing-masing haha..

Udara saat itu sangatlah dingin meskipun kami sudah berpakaian lengakap saat itu tapi tetap saja kami tidak bisa membayangkan bahwa keadaan cuaca saat itu bisa sama dinginnya dengan saat kita berada di kawasan pegunungan Bromo ya meskipun daerah Sumbermanjing tidak terlalu tinggi. Sampai pagi pun sekitar jam 05.30 matahari tidak mau menyapa kami hari masih terkesan sangat gelap dan mendung sampai akhirnya kami tiba dikawasan pantai kabutpun sampai menutup area lautan saat itu sekilas sayapun teringat oleh film “PirateCarribian” yang lautnya jika kapal Black Pearl datang diselingi asap kabut hehe..

Akhirnya kami pun tiba disebuah gubuk dekat pantai dan memutuskan untuk beristirahat sampai matahari mau menyapa kami. Sekitar jam 10 pagi kami pun terbangun dan mulai aktifitas di pantai dibawah ini bisa dilihat hasil dokumentasi pantai mbengkung. Pantai in terdiri dari 2 pantai yang ditutupi karang airnya pun sangat jernih tidak membuat kami gatal-gatal saat setelah mandi di pantai , kedua pantai ini memiliki ombak yang besar dan saat kami disana ombaknya memang sedang besar-besarnya jadi hati-hati bagi yang membawa  anak-anak untuk bermain di pantai ini. Pantai ini pun menjadi destinasi favorit kebanyakan pemancing lokal karena sebelah timu pantai ini juga bersebelahan dengan pantai nglepek dan TPI di sendang biru.

Simak foto-foto dokumentasi pantai Mbengkung di b awah ini :

IMG_2721

IMG_2543

IMG_2607

IMG_2637

IMG_2664

IMG_2709

IMG_2712

IMG_2715

IMG_2756

IMG_2757

IMG_2760

IMG_2766

IMG_2773

IMG_2789

IMG_20131202_142537

Setelah puas kami menikmati pantai yang indah ini kami langsung bergegas kembali ke Surabaya sekitar jam 4 sore hari dari kawasan pantai bajulmati. Kesimpulan kami memang banyak pantai indah yang belum terjamah manusia di sekitar kawasan jalur Bajulmati Malang yang mungkin bisa dijadikan destinasi favorit saat libur weekend   bagi yang suka liburan bertema alam dan menghindari kepenatan kota. Saran kami yang pertama memang harus dilestarikan kekayaan alam Indonesia juga kebersihannya juga tempatnya sudah ramai dan terkenal dijadikan tujuan wisata pihak perhutani dan pemerintah daerah juga harus selalu mendukung untuk pelestarian tempat-tempat wisata tersebut sehingga benar-benar manfaatnya bisa dirasakan oleh penduduk sekitar bukan investor. Membudidayakan masyarakat sekitar adalah hal yang sangat penting dalam pemerataan kesenjangan ekonomi seperti mengedukasi tentang menjaga kebersihan tempat wisata setelah masyarakat sekitar mampu mengolah tempat wisata tersebut sebagai ladang potensi bisnis pariwisata. Penting memberi edukasi kepada para Traveler yang berkujung, tentang edukasi  “Green Traveler Project” yang harus dilakukan saat kita berpergian ke tempat-tempat wisata. Menyediakan tempat sampah di daerah wisata juga sangat penting untuk menjaga  kebersihan dan kelestarian tempat wisata tersebut minimal setiap wisatawan mempunyai inisitatif untuk membawa plastik penampungan sampah sendiri agar tidak mengotori tempat tersebut meskipun di beberapa tempat wisata sudah ada pengolah atau penjaga kebersihannya. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak yang masih belum mengerti tentang artinya menjaga kebersihan dan seharusnya edukasi ini dimulai dari yang dewasa untuk mengajari pada yang mudang tentang pentingnya menjaga kelestarian dan lingkungan di negara sendiri. Terima kasih telah membaca tulisan ini semoga kami  tulisan ini berguna bagi seluruh pembaca di manapun mereka berada J.

Berikut link videonya silahkan di klik:

Silahkan berkunjung juga ke link ini jika mau paket travelnya https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ 🙂


DSC_0026

Salam wildlife!yup perjalanan 2013 kali ini kami hanya sekedar melewati pantai jelangkung saja dan mengambil berberapa moment yang memang membuat kami berhanti sejenak di pantai ini. Karena cuaca saat itu mendung kami dan sudah sore kami hanya sebentar berhenti di pantai ini. Tiket masuk pantai ini hanya untuk parkir adalah Rp 6000,- saja. Saat kita datangi memang pantai ini tampak sepi karena memang bukan hari libur tapi kalau hari libur biasanya pantai ini ramai karena aksesnya  yang memang mudah di pinggir jalan aspal baru yang mulus. Pantai ini juga bersebelahan dengan pantai-pantai lainnya misalnya pantai Ungapan yang dahulu kami juga pernah kesini  bisa dilihat link nya disini  https://suetoclub.wordpress.com/2010/08/13/bajulmati-pantai-selatan-malangsueto/ kemudian sebelahnya lagi pantai bajulmati bisa di lihat di link ini https://suetoclub.wordpress.com/2011/08/05/touring-24-jam-mengitari-pantai-selatan-malang-bajulmati-sektor-2part2/

Pantai ini terletak di desa gajahrejo, kecamatan gedangan, Malang, Jatim, Indonesia. Nama pantai ini memang unik dan membuat yang baru pertama mendengarnya penasaran. Nama Pantai Jelangkung kesannya memang cukup sangar, mirip nama cerita legenda makhluk halus. Padahal sebenarnya nama asli pantai ini adalah Jolangkung yang artinya ojo liwat. Sebab, dahulu di pantai ini ombaknya terkenal sangat besar hingga meluber ke jalan raya. Siapapun yang lewat di jalan raya saat ada ombak besar, kemungkinan tergulung ombak. Sehingga ketika ada ombak besar, tidak diperbolehkan lewat, harus menunggu sebentar agar ombak reda. Karena itu disebut dengan Jolangkung (jangan melewatinya) yang kemudian masyarakat sekitar menyebut dengan Jelangkung. Pantai itu memang masih berbahaya jika ada ombak besar.

Berikut foto dokumentasi sekitar pantai :

DSC_0023

DSC_0024

DSC_0025

DSC_0016\ DSC_0021

DSC_0030

DSC_0032

DSC_0035

DSC_0038

Berikut videonya :

 

Boleh sekalian mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

 


Sueto Tim Plengkung

Sueto Lanjut  Plengkung setelah tertidur pulas malam itu….Setelah prepare sejenak sambil menunggu driver pickup datang. makan dulu ahh…Setelah  naek pick up extreme ini hmmm aura touring offroad extreme langsung terasa..Gimana nggak pickup ini  lebih tepat disebut Pickup Extreme  kedua mobil yang disediakan ini terlihat super berantakan dan salah satu mobil tidak ada remnya jadi saat melewati rintangan offroad harus mengandalakan kepiawaian driver..Saat perjalanan pun kami berkali-kali terjebak kubangan2 lumpur…untung bisa diatasi perjalanan Pancur-Plengkung ini kurang lebih dilalui sekitar 1jam..Untung tak kami teruskan pakai Xenia waktu itu kalau jalannya offroad parah kayak gini..saat perjalanan melintasi hutan menuju ke Plengkung ternyata ada  hutan sawo kecik unik yang tumbuh berjajar ditepi pantai. Buah sawo kecik hutan dengan kulitnya yang berwarna merah tidak ada yang memanen dan berjatuhan ditanah, buahnya bisa dimakan langsung dengan rasanya yang manis. Begini awal mula penemuan Plengkung oleh turis2manca.

Pada mulanya tidak ada yang tahu bahwa pantai yang berada di Semenanjung Blambangan ini berpotensi menjadi satu kawasan yang diperhitungkan dalam percaturan pariwisata. Namun sekitar tahun 1970-an, dua orang peselancar dari Kalifornia, AS, Gerry Lopez dan Mike Boyum, merasa tertantang untuk mencoba keganasan ombak di daerah ini.

Begitu terkesannya dengan ombak di Pantai Plengkung, mereka menyebarkan kabar itu ke beberapa temannya di Kalifornia. Berkat informasi keduanya, sejak tahun 1974 peselancar Kalifornia banyak yang berdatangan mencoba ombak Plengkung.

Akhirnya, pantai Plengkung yang sepi, berkembang menjadi daerah yang banyak diperbincangkan para peselancar dunia. Kawasan ini bertambah maju setelah tiga perusahaan swasta mendirikan penginapan (lebih tepat disebut camp), yaitu PT Wana Wisata Alam Hayati yang lebih dikenal dengan Bobby’s Camp, PT Plengkung Indah Wisata, dan PT Kenari Wisata. Jarak camp tersebut ke Pantai Plengkung hanya 100 meter sampai 150 meter.

Meski pengelolanya swasta dan menu makanannya sekelas makanan di hotel bintang lima, jangan bayangkan camp ini semewah hotel bintang empat atau lima seperti di Bali dan Jakarta. Ketiga pengelola camp tersebut menginginkan suasana Plengkung tetap alami.

“Tidak ada listrik di sini, kami pakai diesel. Ada televisi, tetapi jangan harap bisa nonton RCTI, CNN atau siaran stasiun televisi lainnya. TV itu hanya digunakan untuk menyetel video, terutama video tentang selancar. Tapi soal makanan dan minuman, kami tidak kalah dengan hotel-hotel mewah di Bali,” kata Puma, pria Bali yang menjadi pengawas di Bobby’s Camp.

Untuk bermalam di sana, paket termurah Rp 385.000 per malam, termahal Rp 550.000 per malam. Biaya itu sudah termasuk untuk kaos, o ngkos speed boat, makanan, dan minuman. Bedanya, untuk yang termahal dilengkapi dengan kipas angin.

Menurut Puma, tamu Bobby’s Camp -hampir seluruhnya adalah peselancar profesional, sepanjang hari, kegiatannya hanya berselancar. Dari camp yang berbentuk panggung dan terbuat dari kayu, para tamu bisa leluasa memandang ke arah pantai dan deburan ombak yang datang dari Samudera Hindia. Kalau ombak bagus, mereka segera turun berselancar. Kalau ombak jelek, balik lagi ke camp.

Bagi pemerintah Kabupaten Banyuwangi Pantai Plengkung merupakan obyek wisata yang masuk dalam “segi tiga berlian” yang dijadikan sebagai andalan sumber pemasukan dana dari sektor pariwisata.

Pantai Plengkung merupakan obyek wisata yang tidak hanya memiliki panorama indah, tetapi juga dikenal sebagai pantai yang cocok untuk olahraga selancar air (surfing) karena memiliki ombak besar.

Konon, bagi sebagian wisatawan mancanegara, ombak di pantai ini, khususnya pada bulan Mei hingga Oktober, dianggap sebagai terbaik kedua setelah arena selancar air di Hawaii.

Sebagai catatan, di Pantai Plengkung pernah berlangsung lomba selancar air (surfing) tingkat internasional yang dikenal dengan “Banyuwangi G-Land International Team Challenge”.

Lomba itu diikuti 12 tim selancar air dari delapan negara dengan jumlah atlet 86 orang. Mereka antara lain berasal dari Australia, Prancis, Inggris, Amerika, Selandia Baru, dan Indonesia yang diwakili oleh atlet selancar dari Bali.

“G-Land, The Seven Giant Waves Wonder” Julukan tersebut diberikan oleh peselancar asing utk gulungan ombak di pantai Plengkung yg berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Jawa Timur. G punya tiga konotasi yg berbeda: Green, krn lokasinya di tepi hutan, Grajagan, nama point terdekat sebelum ada jalan melintas di hutan atau Great krn salah ombak yg terbaik di dunia. Apapun artinya, itulah julukan buat sebuah nama lokal bernama Plengkung.

Ombak di Plengkung merupakan salah satu yg terbaik di dunia. Ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 km dlm formasi 7 gelombang bersusun “go to left” cocok ditunggangi oleh peselancar kidal. Selain Plengkung utk peselancar prof, ada juga Pantai Batu Lawang utk belajar. Ombak disini disebut “twenty-twenty” yg artinya twenty minute utk mendayung ketengah dan twenty minute menikmati titian ombak.

Pantai plengkung atau G-land dapat dicapai melalui kota Banyuwangi kearah Muncar atau Benculuk terus kearah Pasar Anyar melalui Tegal Dlimo. Dari sini melaju sejauh 10 km melalui jalan makadam menuju pintu utama Taman Nasional di Rowobendo. Dari Rowobendo, 3km dgn jalan makadam menuju ke pos Pancur. Dari Pancur jalan bercabang-cabang menuju Sadengan, pantai Ngagel atau terus ke Plengkung.

Gulungan ombak di G-Land dapat disamakan dengan tiga lokasi lain di mancanegara, antara lain di Oahu (Hawaii), Fiji, dan Tahiti. Namun, ombak di G-Land dianggap memiliki kelebihan tersendiri, yaitu ombak yang besar, keras, dan panjang. Berbeda dengan ombak di Oahu, misalnya, yang memiliki ombak besar tetapi relatif lebih pendek. Dengan kelebihan tersebut, tidak mengherankan jika kejuaraan berselancar internasional Quiksilver Pro pernah diadakan di G-Land tiga kali berturut-turut, yaitu tahun 1995, 1996, dan 1997. Sayangnya, krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998 yang kemudian disusul dengan berbagai kerusuhan sosial menjadikan panitia penyelenggara urung mengadakan kembali kejuaraan tersebut di G-Land.

Dari Pancur ke Plengkung sejauh 9km, walaupun jalan aspal yang masih baru (sebagian kecil saja belum selesai), sementara ini hanya boleh dicapai dgn 3 cara: berjalan kaki selama 2 jam, naik motor trail beserta jagawananya, atau menggunakan angkutan khusus pick up yang dikelola taman nasional alas purwo(tarif pick up yang mengantar dari Pancur-Plengkung Rp120-140ribuPP buat5-8orang).

Kendaraan pribadi hanya boleh diparkir di pos Pancur. Lokasi pantai Ngagel, Sadengan, pantai Trianggulasi dpt dicapai dlm hitungan sebentar dari Pancur karena bisa ditempuh dengan mudah menggunakan kendaraan apa saja.

Dari Grajagan, Plengkung bisa dicapai dengan speed boat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Pokokya nie tempat menarik benget untung dikunjungi. Setelah prepare sorenya kami kembali ke Surabaya usai sudah kami menuntaskan misi ke TNAP yang sebelumnya sempat tertunda…See you the next touring….NIh foto-foto saat di Plengkung

Santai di Plengkung

Sando Photography

Menyusuri Pantai

Randy de Punient

New Place

Membidik

Bertengger

Diluar batas

New Planet

Pose

Jump!

Superman

Spawn Surfer

Soehell The Silver Surfer

Surfing

Surfing 2

Surfing 3

Surfing 4

Surfing 5

Surfing 6

Surfing 7

Surfing 8

Finish Surfing

Back to Camp

Silahkan berkunjung juga ke link ini jika mau paket travelnya https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ 🙂


Hai Gan pada sesi 2 ini kita melanjutkan cerita perjalanan anak2 setelah dari Ranu Pane. Hujan pun mengguyur deras sampai kita berhenti di sebuah pasar di daerah senduro..setelah nyampe home base Jendro istirahat dan malemnya mulai jalan2 dikota Lumajang awal pertama kali ke Lumajang soalnya jadinya g tau apa2 setelah puas keliling kota akhirnya ngopi deh di deket jalan Ky. Muksin nih petanya….

Nah itulah yang namae Rengga menatap kamera

Sambil ngopi di callinglah Rengga yang kebetulan anak dispro yang rumahnya di Lumajang juga deh. Sambil ngobrol rencana touring. Ketemulah kesepakatan perjalanan diteruskan ke Bromo.Tapi  besok niatnya seh mau ngajak rengga tapi niate anaknya masih 50:50 tuan rumah Jendro ma Randy yo kelihatan g bisa ikut masih pingin di Lumajang yaw jadi nunggu kabar deh besok pagi sudah. Pulang cepet lah wes tengah malem g kerasa soalne besok juga mao berangkat pagi ke Bromo.

Paginya setelah kita prepare dari home base Lumajang kita( Tom, Eston, Sando dan Dann)langsung cabut ke bromo…sebenarnya sech radak molor nah wong nunggu kepastiannya Rengga malah g jadi ikutan…Randy dan Jendro juga..yo udah dari pada kesiangan berangkat lah…

Bromo dilihat dari penanjakan

Terus menuju bromo dari Lumajang kita lewat arah Probolinggo setelah melewati kota klakah ada pertigaan yang menunjukkan arah papan belok kiri bromo(dari arah Lumajang)lurus Probolinggo kota. Belok dech kita..menyusuri jalan aspal menuju bromo yang bisa dibilang sudah bagus dan cukup lebar. Sambil menikmati perjalanan di kawasan menuju bromo kita tentunya foto2 lah karena memang lingkungan sekitar alami dan bagus .

Kemudian saat tanjakan terakhir sebelum masuk pos tiket mulailah ada sedikit rintangan dari awal kan emang motor supra fitnya ntu g fit makanya jadi bermasalah klu diajak naek jalan tanjakan apalagi klu tanjakannya tajam….so….nyurung dech motor dech bertiga yang sx125 sech kuat2 aja…Akhirnya dengan sedikit nyurung dan susah payah akhirnya nyampe di pos tiket..tiket masuknya waktu itu sekitar 6000rupiah pkoknya segituanlah…Kami g sabar langsung turun di lautan pasir  kepingin langsung nanjak di bromo..motorpun kami turunkan melewati lautan pasir sungguh medan yang susah tapi motor masih mampu melewatinya meskipun bergoncengan supra fitnya pun sudah mulai baikan..disaat mendung malah asik dibuat foto2 soalny kita nyampe bromo juga radak sianagan emang sekitar jm 11an..

Eston berfoto-foto

Motor tergeletak di lautan pasir

Dann menatap lautan pasir

Eston di depan gunung batok

Foto bersama

Sando summit

Kemudian diteruskan menuju puncak bromo awalnya kami g mengira motor bisa naek eh ternayata memang bisa gara2 sando yang nyeleneh menaikkan supra fitnya keatas puncak sebelum tangga pendakian , akhirnya kami pun ikut menaikkan motor sx125 betapa seru nya mendaki dengan motor meskipun berfikir juga gmn cara turunnya nanti…he2..setelah sampai dipendakian kita istirahat sejenak dan bergantian kepuncak sebelum memikirkan cara untuk turun..

Eston summit

Tom summit

Sando spider summit

Eston di depan bromo

Tangga penanjakan bromo

Dann n Tom summits on top

Saat perjalanan pulang saya memutuskan jalur sedikit berbeda, saat turun kita akan disuguhi plang penunjuk arah SURABAYA atau PROBOLINGGO. Saya memutuskan mengambil jalur ke kiri arah Surabaya dan ternyata saya melewati daerah Tongas dan memotong jalan tanpa masuk ke Probolinggo…keluar jalan besar Pasuruan-Probolinggo langsung belok kiri untuk ambil arah Surabaya….Hoahhh akhirnya nyampe juga dirumah…penuh sejuta rasa dan keinginan tuk touring dan menjelajah mulai merasuk dalam jiwa…see you next tour..with SUETO!(bila ingin lihat foto2nya  lebih banyak bisa mampir n join di facebook Sueto club…THX

Silahkan berkunjung juga ke link ini jika mau paket travel bromo dll https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ 🙂


Napak Tilas sign on Bromo

Salam wildlife sahabat cuman sekedar kilas balik. Sueto berawal dari sebuah perjalanan touring sebuah tim futsal dispro yang bernama Napak Tilas. Pada tahun 2008 awal liburan kuliah semester genap, saya Tom bersama 3 teman saya Sando, Eston, Dann dari Surabaya berkunjung ke rumah temen itulah Jendro di Lumajang juga salah satu pemain tim futsal Napak Tilas. Berbekal pengalaman perjalanan saya  waktu nyasar ke sendang biru kita pun berangkat ke Lumajang lewat jalur Malang selatan. Sebenarnya memang perjalanan akan lebih jauh lewat Malang selatan daripada lewat Probolinggo tetapi yang namanya jalan2 ya g masalah kan g diburu waktu juga. Berangkat pagi sekitar jm 9 atau jm 10(saya lupa tepatnya) sampe malang selitar jm12san…

Nah nih foto2nya anak2 lagi istirahat di deket pertigaan Malang dan Batu. Suddenly Dann ngoceh eh anak2 dispro yg rumahnya Malang capa y?yo anak2 jawab dech yo Zena cpo maning…maksudnya yg seangkatan n jur….Akhirnya di calling dech.. Ngobrol2……….lame Akhirnya kita janjian ma Alzena di alun-alun Batu yah akhirnya langsung cabut soalne perjalanan ke Batu hari itu radak macet ntah teu knapa………….Sampe Alun2 Batu nah orang yg bersangkutan belum nongol ya sambil melepas lelah akhirnya foto2 dulu dech…

Setelah berfoto  sambil menikmati sejuknya kota batu..Eh yg bersangkutan dateng temu salam n tak pikir mao ngajak kemana eh malah diajek maem….Hemm kebetulan emank waktu itu kita semua ber4 belum maem. Sebenernya radak sungkan tapi ap dikata namanya rezeki yo iya saja…sesampainya di rumah makan ternyata punya budenya too..makan sekenyang-kenyangny, ngobrol, yo foto2 lagi dah…..n g kerasa udah jm 4 kurang wes dah siap2 langsung berangkat jo…Dengan Bermodal Transport naek Supra125 n Supra Fit(Fitnya  kabel businya putus2 lagi tpi nyampe puncak bromo low bondo Nekad)ha2…….

Transportasi Supra Fit n SX125

Dari kiri gambar Zena, Tom, Sando, Eston, Dann

Nyampe Lumajang

Rute perjalanan Lewat Malang Selatan diawali dari Malang kota-Bululawang-Turen-Dampit-Pronojiwo-Candipuro-Pasirian-Tempeh-Sumbersuko-Lumajang. He2 perjalanan melewati jalur selatan Malang-Lumajang sangat misterius melewati jalur gunung yang berkelok-kelok naik-turun jalan yang remang2 disertai abu semeru di malam hari..sempat berhenti di Piket Nol(lokasi: Pronojiwo-Candipuro-Pasirian)

piket 0

tempat yang mempunyai pemandangan bagus. Menurut masyarakat sekitar, tempat itu dinamakan Piket Nol

karena pada zaman penjajahan Belanda, ada pos pemeriksaan kendaraan pengangkut hasil bumi dan hutan di tempat itu. Muatan kendaraan diperiksa dan ditarik retribusi. Namun, setiap kali ada pemeriksaan oleh pejabat Pemerintah Belanda, petugas piket jaga di pos itu tidak pernah ada. Maka, muncul sebutan Piket Nol. Di sebuah puncak bukit, terdapat titik tertinggi di jalur jalan ini yang dinamakan Piket Nol. Di sana ada sejumlah pondok bambu untuk beristirahat. Dari hutan wisata di atas bukit ini, tersaji pemandangan bentang alam kawasan Pantai Selatan dan Puncak Mahameru yang gagah di utar

a. Sayang kita lewat malam hari juga waktu itu belum didukung kamera yang memadai sehingga perjalanan kami teruskan cuman berhenti saat ada pemeriksaan polisi. Sesampainya di Lumajang Langsung berhenti di SMA3 Lumajang tuk menunggu Jendro menjemput kami setelah dateng mampirlah ke rumah jendro.

Jendro Tuan Rumah Lumajang

Singgah n Istirahat dirumah Jendro wes kaget liat rmh jendro yang ground levelnya bisa dibuat futsal..paginya ngobrol2,makan pecel lumajang,cari rencana jalan2 dilanjutkan kemana eh akhirnya jendro nawarin ke Ranu Pane dari sinilah perjalanan berlanjut setelah diberi beberapa info…karena anaknya ganjil jendro ngajak temennya yang bernama Randy usut punya usut eh dia sekarang anak dispro 08 sak kelas karo sando…Setelah packing2 langsung lanjut perjalaannya yukkkk..

alas pring

Dann berpelukan..

Perjalanan ke Ranu Pane

Gerbang pintu masuk

Setelah kurang lebih perjalanan 1 jam perjalanan ada kecelakaan yang bisa diatasi kopling randy putus untungae bawa peralatan bengkel lengkap jadi bisa diperbaiki akhirnya perjalanan lanjut memasuki kawasan taman nasional Bromo Tengger Semeru di tempat ini pemandangan sangat bagus untuk dibuat foto2 kebun2 selada…sambil melepas lelash kita bersantai sejenak..wes pokoke manteb….!

Sudah memasuki taman nasional bromo tengger semeru

Foto dunk………

Mendung berkabut

Foto lagi

Dann memfoto

Saat motor lagi mogok foto2

Berpanorama Alam

Setelah kurang lebih 2 jam kita sampai di Ranu Pane…Hmm tempatnya bagus!Jalan melewati hutan pegunungan Perhutani dan seterusnya memasuki kawasan kebun kentang penduduk. Ranu Pane sebuah perkampungan yg damai dan sejuk di ketinggian 2,300 mdpl, dgn latar belakang kerucut puncak Semeru. Di belakang desa ini, ditemui dua danau dgn airnya yg kehijau2an, danau Ranu Pane dan Danau Ranu Regulo. Desa Ranu Pane ini adalah pos awal pendakian ke puncak Semeru. Kendaraan angkutannya adalah Jeep pick up bak terbuka,dgn muatan sayur dan penumpangnya yg berdiri di didalam kerangkeng besi.di Ranu Pane juga tempat perhentian terahir bagi motor atau mobil yang ingin mendaki ke gunung semeru. Tapi kita hanya samapai sini karena memang cuaca semakin siang semakin berkabut jadi yah cuman bersantai sejenak menikmati pemandangan Ranu dan penduduk Tengger di sekitar Ranu Pane….Biasa disinilah sesi penting untuk foto2, ambil dokumentasi dan narsis…….dilihat foto2nya yoooooooo……

Tom Akrobatik

Merasakan kenikmatan

Dann Pose

One Group

Foto Bareng Lah…

Iki Low Yang Namae Randy

Kabut sudah mulai turun saatnya pulang

Photosesion Terakhir

Perjalanan ke Ranu Pane selesai samapai sini karena hari sudah sore dan mulai turun hujan. Saatnya menuju Home Base Jendro untuk prepare for next touring tommorow….Lanjut Part2 yoooo…

Silahkan berkunjung juga ke link ini jika mau paket travelnya https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ 🙂

%d blogger menyukai ini: