Tag Archive: pariwisata


Tanjung Papuma Jember(SUETO)


Hallo salam wildlife from SUETO!Perjalanan kali ini bertujuan ke Jember tepatnya Tangjung Papuma…Berawal dari sebuah liputan televisi saat di kantin kampus…akhirnya saat liburan anak2 SUETO pun membuat rencana touring ke Tanjung Papuma…Go!!!Mulai berangkat kumpul di Home Base Tom Raider..berangkat dengan formasi 3orang 2 motor Tom n Sando(Pulsar200) Suehe(mio) Berangakat sekitar jam 3 dari Home Base Tom Raider Inilah Peta perjalanan yang akan kami tempuh yaitu dari Sidoarjo-Gempol-PasuruanProbolinggo-Lumajang(berhenti di Jendro Home’s)-Jombang-Kencong-Gumukmas-Balung-Wuluhan-Ambulu-Tanjung Papuma(jalur selatan tidak lewat Jember kota)

Peta perjalana Sidoarjo-Tanjung Papuma

Peta Jember

Suehel menghilang dalam kegelapan

Setelah melewati perjalanan sekitar 3jam lebih nyampelah kita di Lumajang dan kita mampir istirahat di Jendro. Sesampainya disana kami pun mengobrol tentang rencana touring besok pagi hariny sempat juga sebelum beranjak istirahat kami pun mamir ke rumah Randy memberitahu rencana touring. Tinggal Istirahatnya dech…

Tom menatap luar

Jendro Tuan Rumah Lumajang

Sando ngeceng

Panorama pagi

Paginya sebenernya masih ngantuk semua tapi Randy udah nyusul kerumah Jendro akhirnya kami pun berangkat sekitar setengah5pagi meskipun agak molor dengan formasi Tom n Sando(Pulsar200) Suehe(mio) Randy n Jendro(megapro) Waktu di perjalanan sambil menikmati bagusnya pemandangan pagi hari yang masih berkabut akhirnya disempatkan tuk foto2 dunk…

Kompak saat berhenti di pom bensin arah Ambulu

Suehel n Sando(Xmode)

Melihat Sawah

Tom jepret

Suehel pose

Sando pose

Randy pose

Wez perjalan langsung dilanjutkan menuju target utama Tanjung Papuma!waktu tahun 2009 kami kesana masih ada dua jalan untuk menuju pantai yang satunya jalan aspal mulus tapi sebelumnya harus melewati pantai watu ulo jadi masuknya harus bayar tiket 2kali nah jalan satunya lagi melewati jalan berbatu yang rusak tpi langsung berada di depan loket Papuma kamipun memilih jalan yang rusak karena bayar cmn satu kali n extreme…tetapi pada tahun 2010 jalan yang rusak ini sudah diaspal dan jadi bagus dan mulus dengan begitu bisa menuju ke Tanjung  Papuma langsung..

Suehel n mio

Jalan Terjal di lalui

Masuk hutan

Pos penarikan tiket

Gerbang pintu masuk Tanjung Papuma

Kamipun membeli tiket masuk…Setelah memasuki kawasan area Tanjung papuma yang masih pagi sekitar jm setengah

7 kami pun cepat2 mengambil kamera berfoto2 kebetulan pemandangan panorama pagipun masih bagus..

Setelah Saya dan Sando turun dari pondok awal menyusul anak2 yang sudak duluan berada di Pantai..Hmm gambaran tentang Tanjung Papuma adalah sebagai berikut :

Tanjung Papuma sendiri terletak di di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, Kabupaten Jember (Jawa Timur Indonesia). Nama Papuma sendiri terbentuk sebagai akronim dari Pasir Putih Malikan. Papuma menawarkan pantai yg indah berupa pasir yg putih dan disisi lainnya menawarkan pantai yg penuh batu dan karang. Bagi fotografer keistimewaan tanjung papuma adalah anda bisa mendapatkan sunrise dan sunset di satu tempat. Mmhh jarang sekali ada tempat yg begitu istimewa. Walaupun tergolong baru di tempat ini anda bisa mendapatkan tempat peristirahatan berupa pondokkan yang katanya berkisar antara 100-300 ribu. Saya belum pernah mencoba menginap disana mungkin suatu saat nanti saat ingin medapatkan sunset di malam hari dan sunrise di pagi dan mengeksploitasi lebih jauh Tanjung papuma.

Ada 7 (tujuh) karang besar di papuma ini, deretan pulau karang ini memiliki nama sendiri-sendiri yang diambil dari tokoh pewayangan seperti, pulau batara guru, pulau kresna , pulau narada, pulau nusa barong, pulau kajang dan pulau kodok karena pulau karang ini bentuknya mirip dengan kodok raksasa yang timbul tenggelam di tengah laut.

Di Papuma terdapat pantai yang penuh dengan karang yg pipih berjajar di sepanjang pantai sejauh kira2 1 kilomenter. Pantai yg baru saja dirambah oleh perhutani ini bernama Malikan. Malikan memberikan panorama yang sejuk. Kita bisa berdiri di atas batu2 karang dan terkena ombak laut. Jika hari sudah menjelang sore maka laut akan pasang dan sudah saatnya kita naik kearas ke atas bukit.

Diatas bukit ini kita bisa melihat keseluruhan pemandangan papuma dari arah timur sampe barat. Sitihinggil merupakan menara di atas bukit di ujung barat Tanjung Papuma. Menara itu sengaja dibuat oleh Perhutani sebagai tempat pelancong menatap seluruh panorama di kawasan Papuma, sekaligus untuk tempat pemantuan keamanan satwa-satwa yang ada di kawasan itu.

Bila pandangan kita palingkan ke arah barat, maka dari Sitihinggil ini kita bisa menikmati sebuah pulau besar yang bertengger di kejauhann tengah tanjung. Oleh warga Jember, pulau ini dikenal sebagai Nusa Barong. Dari Papuma, pulau tanpa penghuni itu berjarak sekitar 50 mil laut dengan waktu tempuh sekitar empat jam menggunakan perahu.

Mungkin Inilah foto2 Tanjung Papuma 2009 yang masih alami karena sepertinya di tahun 2010 pemandangannya menjadi kurang bagus mungkin karena jalannya sudah diperbagus jadi akses ke sana jadi gampang..Tetapi basicly memang baguskok Tanjung Papuma…

Pantai Malikan

Setelah seharian berada di kawasan pantai Tanjung Papuma kami merasa puas dan akhirnya kembali ke rumah Jendro untuk istirahat sebelum besoknya kembali pulang ke Sidoarjo..Semoga posting bermanfaat bagi pengunjung…tuing!

Iklan

Hai Gan pada sesi 2 ini kita melanjutkan cerita perjalanan anak2 setelah dari Ranu Pane. Hujan pun mengguyur deras sampai kita berhenti di sebuah pasar di daerah senduro..setelah nyampe home base Jendro istirahat dan malemnya mulai jalan2 dikota Lumajang awal pertama kali ke Lumajang soalnya jadinya g tau apa2 setelah puas keliling kota akhirnya ngopi deh di deket jalan Ky. Muksin nih petanya….

Nah itulah yang namae Rengga menatap kamera

Sambil ngopi di callinglah Rengga yang kebetulan anak dispro yang rumahnya di Lumajang juga deh. Sambil ngobrol rencana touring. Ketemulah kesepakatan perjalanan diteruskan ke Bromo.Tapi  besok niatnya seh mau ngajak rengga tapi niate anaknya masih 50:50 tuan rumah Jendro ma Randy yo kelihatan g bisa ikut masih pingin di Lumajang yaw jadi nunggu kabar deh besok pagi sudah. Pulang cepet lah wes tengah malem g kerasa soalne besok juga mao berangkat pagi ke Bromo.

Paginya setelah kita prepare dari home base Lumajang kita( Tom, Eston, Sando dan Dann)langsung cabut ke bromo…sebenarnya sech radak molor nah wong nunggu kepastiannya Rengga malah g jadi ikutan…Randy dan Jendro juga..yo udah dari pada kesiangan berangkat lah…

Bromo dilihat dari penanjakan

Terus menuju bromo dari Lumajang kita lewat arah Probolinggo setelah melewati kota klakah ada pertigaan yang menunjukkan arah papan belok kiri bromo(dari arah Lumajang)lurus Probolinggo kota. Belok dech kita..menyusuri jalan aspal menuju bromo yang bisa dibilang sudah bagus dan cukup lebar. Sambil menikmati perjalanan di kawasan menuju bromo kita tentunya foto2 lah karena memang lingkungan sekitar alami dan bagus .

Kemudian saat tanjakan terakhir sebelum masuk pos tiket mulailah ada sedikit rintangan dari awal kan emang motor supra fitnya ntu g fit makanya jadi bermasalah klu diajak naek jalan tanjakan apalagi klu tanjakannya tajam….so….nyurung dech motor dech bertiga yang sx125 sech kuat2 aja…Akhirnya dengan sedikit nyurung dan susah payah akhirnya nyampe di pos tiket..tiket masuknya waktu itu sekitar 6000rupiah pkoknya segituanlah…Kami g sabar langsung turun di lautan pasir  kepingin langsung nanjak di bromo..motorpun kami turunkan melewati lautan pasir sungguh medan yang susah tapi motor masih mampu melewatinya meskipun bergoncengan supra fitnya pun sudah mulai baikan..disaat mendung malah asik dibuat foto2 soalny kita nyampe bromo juga radak sianagan emang sekitar jm 11an..

Eston berfoto-foto

Motor tergeletak di lautan pasir

Dann menatap lautan pasir

Eston di depan gunung batok

Foto bersama

Sando summit

Kemudian diteruskan menuju puncak bromo awalnya kami g mengira motor bisa naek eh ternayata memang bisa gara2 sando yang nyeleneh menaikkan supra fitnya keatas puncak sebelum tangga pendakian , akhirnya kami pun ikut menaikkan motor sx125 betapa seru nya mendaki dengan motor meskipun berfikir juga gmn cara turunnya nanti…he2..setelah sampai dipendakian kita istirahat sejenak dan bergantian kepuncak sebelum memikirkan cara untuk turun..

Eston summit

Tom summit

Sando spider summit

Eston di depan bromo

Tangga penanjakan bromo

Dann n Tom summits on top

Saat perjalanan pulang saya memutuskan jalur sedikit berbeda, saat turun kita akan disuguhi plang penunjuk arah SURABAYA atau PROBOLINGGO. Saya memutuskan mengambil jalur ke kiri arah Surabaya dan ternyata saya melewati daerah Tongas dan memotong jalan tanpa masuk ke Probolinggo…keluar jalan besar Pasuruan-Probolinggo langsung belok kiri untuk ambil arah Surabaya….Hoahhh akhirnya nyampe juga dirumah…penuh sejuta rasa dan keinginan tuk touring dan menjelajah mulai merasuk dalam jiwa…see you next tour..with SUETO!(bila ingin lihat foto2nya  lebih banyak bisa mampir n join di facebook Sueto club…THX

Silahkan berkunjung juga ke link ini jika mau paket travel bromo dll https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ 🙂


Napak Tilas sign on Bromo

Salam wildlife sahabat cuman sekedar kilas balik. Sueto berawal dari sebuah perjalanan touring sebuah tim futsal dispro yang bernama Napak Tilas. Pada tahun 2008 awal liburan kuliah semester genap, saya Tom bersama 3 teman saya Sando, Eston, Dann dari Surabaya berkunjung ke rumah temen itulah Jendro di Lumajang juga salah satu pemain tim futsal Napak Tilas. Berbekal pengalaman perjalanan saya  waktu nyasar ke sendang biru kita pun berangkat ke Lumajang lewat jalur Malang selatan. Sebenarnya memang perjalanan akan lebih jauh lewat Malang selatan daripada lewat Probolinggo tetapi yang namanya jalan2 ya g masalah kan g diburu waktu juga. Berangkat pagi sekitar jm 9 atau jm 10(saya lupa tepatnya) sampe malang selitar jm12san…

Nah nih foto2nya anak2 lagi istirahat di deket pertigaan Malang dan Batu. Suddenly Dann ngoceh eh anak2 dispro yg rumahnya Malang capa y?yo anak2 jawab dech yo Zena cpo maning…maksudnya yg seangkatan n jur….Akhirnya di calling dech.. Ngobrol2……….lame Akhirnya kita janjian ma Alzena di alun-alun Batu yah akhirnya langsung cabut soalne perjalanan ke Batu hari itu radak macet ntah teu knapa………….Sampe Alun2 Batu nah orang yg bersangkutan belum nongol ya sambil melepas lelah akhirnya foto2 dulu dech…

Setelah berfoto  sambil menikmati sejuknya kota batu..Eh yg bersangkutan dateng temu salam n tak pikir mao ngajak kemana eh malah diajek maem….Hemm kebetulan emank waktu itu kita semua ber4 belum maem. Sebenernya radak sungkan tapi ap dikata namanya rezeki yo iya saja…sesampainya di rumah makan ternyata punya budenya too..makan sekenyang-kenyangny, ngobrol, yo foto2 lagi dah…..n g kerasa udah jm 4 kurang wes dah siap2 langsung berangkat jo…Dengan Bermodal Transport naek Supra125 n Supra Fit(Fitnya  kabel businya putus2 lagi tpi nyampe puncak bromo low bondo Nekad)ha2…….

Transportasi Supra Fit n SX125

Dari kiri gambar Zena, Tom, Sando, Eston, Dann

Nyampe Lumajang

Rute perjalanan Lewat Malang Selatan diawali dari Malang kota-Bululawang-Turen-Dampit-Pronojiwo-Candipuro-Pasirian-Tempeh-Sumbersuko-Lumajang. He2 perjalanan melewati jalur selatan Malang-Lumajang sangat misterius melewati jalur gunung yang berkelok-kelok naik-turun jalan yang remang2 disertai abu semeru di malam hari..sempat berhenti di Piket Nol(lokasi: Pronojiwo-Candipuro-Pasirian)

piket 0

tempat yang mempunyai pemandangan bagus. Menurut masyarakat sekitar, tempat itu dinamakan Piket Nol

karena pada zaman penjajahan Belanda, ada pos pemeriksaan kendaraan pengangkut hasil bumi dan hutan di tempat itu. Muatan kendaraan diperiksa dan ditarik retribusi. Namun, setiap kali ada pemeriksaan oleh pejabat Pemerintah Belanda, petugas piket jaga di pos itu tidak pernah ada. Maka, muncul sebutan Piket Nol. Di sebuah puncak bukit, terdapat titik tertinggi di jalur jalan ini yang dinamakan Piket Nol. Di sana ada sejumlah pondok bambu untuk beristirahat. Dari hutan wisata di atas bukit ini, tersaji pemandangan bentang alam kawasan Pantai Selatan dan Puncak Mahameru yang gagah di utar

a. Sayang kita lewat malam hari juga waktu itu belum didukung kamera yang memadai sehingga perjalanan kami teruskan cuman berhenti saat ada pemeriksaan polisi. Sesampainya di Lumajang Langsung berhenti di SMA3 Lumajang tuk menunggu Jendro menjemput kami setelah dateng mampirlah ke rumah jendro.

Jendro Tuan Rumah Lumajang

Singgah n Istirahat dirumah Jendro wes kaget liat rmh jendro yang ground levelnya bisa dibuat futsal..paginya ngobrol2,makan pecel lumajang,cari rencana jalan2 dilanjutkan kemana eh akhirnya jendro nawarin ke Ranu Pane dari sinilah perjalanan berlanjut setelah diberi beberapa info…karena anaknya ganjil jendro ngajak temennya yang bernama Randy usut punya usut eh dia sekarang anak dispro 08 sak kelas karo sando…Setelah packing2 langsung lanjut perjalaannya yukkkk..

alas pring

Dann berpelukan..

Perjalanan ke Ranu Pane

Gerbang pintu masuk

Setelah kurang lebih perjalanan 1 jam perjalanan ada kecelakaan yang bisa diatasi kopling randy putus untungae bawa peralatan bengkel lengkap jadi bisa diperbaiki akhirnya perjalanan lanjut memasuki kawasan taman nasional Bromo Tengger Semeru di tempat ini pemandangan sangat bagus untuk dibuat foto2 kebun2 selada…sambil melepas lelash kita bersantai sejenak..wes pokoke manteb….!

Sudah memasuki taman nasional bromo tengger semeru

Foto dunk………

Mendung berkabut

Foto lagi

Dann memfoto

Saat motor lagi mogok foto2

Berpanorama Alam

Setelah kurang lebih 2 jam kita sampai di Ranu Pane…Hmm tempatnya bagus!Jalan melewati hutan pegunungan Perhutani dan seterusnya memasuki kawasan kebun kentang penduduk. Ranu Pane sebuah perkampungan yg damai dan sejuk di ketinggian 2,300 mdpl, dgn latar belakang kerucut puncak Semeru. Di belakang desa ini, ditemui dua danau dgn airnya yg kehijau2an, danau Ranu Pane dan Danau Ranu Regulo. Desa Ranu Pane ini adalah pos awal pendakian ke puncak Semeru. Kendaraan angkutannya adalah Jeep pick up bak terbuka,dgn muatan sayur dan penumpangnya yg berdiri di didalam kerangkeng besi.di Ranu Pane juga tempat perhentian terahir bagi motor atau mobil yang ingin mendaki ke gunung semeru. Tapi kita hanya samapai sini karena memang cuaca semakin siang semakin berkabut jadi yah cuman bersantai sejenak menikmati pemandangan Ranu dan penduduk Tengger di sekitar Ranu Pane….Biasa disinilah sesi penting untuk foto2, ambil dokumentasi dan narsis…….dilihat foto2nya yoooooooo……

Tom Akrobatik

Merasakan kenikmatan

Dann Pose

One Group

Foto Bareng Lah…

Iki Low Yang Namae Randy

Kabut sudah mulai turun saatnya pulang

Photosesion Terakhir

Perjalanan ke Ranu Pane selesai samapai sini karena hari sudah sore dan mulai turun hujan. Saatnya menuju Home Base Jendro untuk prepare for next touring tommorow….Lanjut Part2 yoooo…

Silahkan berkunjung juga ke link ini jika mau paket travelnya https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/ 🙂

%d blogger menyukai ini: