Tag Archive: Provinces



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


Siapa yang tidak kenal dengan kuliner sop buntut, pasti Anda semua sudah mengetahuinya. Tapi sop buntut yang kali ini lumayan berbeda dengan biasanya lho. Sop buntut goreng, iya itulah nama kuliner yang satu ini. Bila Anda penasaran langsung datang saja ke TKP yang beralamatkan di Jl. Tegalsari 77 – 85. Dengan harga yang tidak terlalu mahal Anda bisa mencicipi kelezatan kuliner ini.

Menu

Indonesian Foods
Lumpia Bisanta
Sup Buntut Goreng Bisanta

Anggrek Restaurant,
Hotel Bisanta Bidakara
Jl. Tegalsari 77 – 85, Surabaya
Telp: 031 – 5457007,   0811300772
Fax : 031 – 5318928
Web: http://www.bisanta-bidakara.com/facilities.asp

(Surabaya, City Guide)


Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini, sebuah pedagang kaki lima yang laris manis dengan menu andalannya yakni bebek goreng.

Bebek yang berada di sekitar Tugu Pahlawan ini juga dikenal dengan Nasi Bebek Tembaan, yang memang lokasinya ada di jalan Tembaan Surabaya atau di depan BCA KC Tembaan. Tenda warung ini dibuka mulai jam 18.00 wib, lebih dari jam 22.00 wib jangan harap bisa menikmati sajian nasi bebeknya, biasanya sudah laris manis oleh pembeli.

Meskipun di sini hanya menjual bebek saja, namun ada beberapa macam yang bisa dijadikan pilihan seperti,  Bebek Goreng Paha Super, Paha biasa, Dada Super, Dada Biasa, sampai Jeroan juga tersedia. Untuk minuman bisa memesan es teh dan es kelapa muda. Satu porsi bebek plus nasi dihargai mulai Rp 9.000 – Rp 12.000 an, ditambah dengan serundeng diatasnya serta sambal dengan pilihan ada yang sedikit manis dan satunya pedas.

Karena lokasinya tidak begitu luas, area parkir yang disediakan juga terbatas, jadi pengendara baik roda dua dan empat bisa memarkir kendaraannya di pinggir jalan.

Nasi Bebek Tugu Pahlawan
Jl Tembaan, Surabaya

(Surabaya, City Guide)
2011-05-31-169-Nasi Bebek Tugu Pahlawan

Heroic Monument, Surabaya, Indonesia. Bahasa I...

Heroic Monument, Surabaya, Indonesia. Bahasa Indonesia: Tugu Pahlawan (Photo credit: Wikipedia)


Untuk penggemar Lontong Balap, pasti sudah pernah merasakan lontong balap bikinan Cak Miranto dari Gresik atau lebih di kenal dengan Lontong Balap Rajawali. Meski beliau menjadi generasi ke tiga, namun rasa dan sambal dari lontong balap ini tidak berubah, masih sama seperti di tahun 1956 yang merupakan berdirinya warung ini.

Satu porsi Lontong Balap hanya di hargai Rp 6.000 yang terdiri dari taoge, tahu goreng, lento, bawang goreng, sambal, dan siraman kecap serta kuah, sedangkan jika Anda menambahkan sate kerang menjadi Rp 11.000. Dan untuk minuman yang bisa dipesan adalah es degan Rp 4.000, minuman lainnya es sinom, es beras kencur yang masing-masing dibandrol Rp 3.500. Lokasinya yang strategis berada di pinggir jalan Rajawali tepatnya di depan SPBU Rajawali ini sangat ramai apalagi saat jam makan siang. Warung ini juga membuka cabangnya yang berada di jalan Mayjen Sungkono dan di PGS Pasar Turi Lt IV Surabaya. Saatnya untuk Anda yang belum pernah merasakan buruan deh dateng, biar ga penasaran.

Lontong Balap Rajawali
Jl Krembangan Timur No 32 C, Surabaya
Telp: 031 70924297
Jam buka: 06.00 – 17.30 Wib(Surabaya, CIty Guide)
2011-02-18-165-Lontong Balap Rajawalilokasi :


Saat Anda melaju di kawasan jalan Kranggan atau nama lain Garuda (tepat di seberang bioskop Garuda), Anda akan mejumpai deretan pedagang kaki lima yang kebanyakan menjual Lontong Balap, hingga kini jalan tersebut lebih dikenal dengan wisata kuliner Lontong Balap Surabaya.

Ibu Tasniyah (48) merupakan salah satu pedagang yang menjajakan sajian Lontong Balap di kawasan tersebut, beliau meneruskan usaha ayahnya (alm.) Bpk. Santrio yang berjualan sejak tahun 50-an.

Seporsi Lontong Balap Jumbo seharga  Rp 7.000 saja terdiri dari lontong, sayur taoge, irisan tahu plus lento yang diremas-remas serta irisan daun bawang. Lento adalah sejenis bakwan terbuat dari kacang tolo. Di warung milik Bu Tasniyah ini memiliki ciri khas tersediri yakni bentuk lontong yang cukup unik, lontong sengaja dibentuk kerucut mirip tumpeng, padahal kebanyakan lontong berbentuk bulat atau persegi.

Jangan lupa saat menyantap Lontong Balap Anda bisa menambahkan sate kerang.

Lontong Balap Kranggan (Ibu Tasniyah)
Jl. Kranggan (tepat di seberang bioskop Garuda)
Jam buka: 09.00 – 21.00 Wib

(Surabaya, City Guide)
2011-06-21-112-Lontong Balap Kranggan (Ibu Tasniyah)
pic: yukmakan.com


Sajian menu Empal Goreng Bumbu bisa Anda nikmati di rumah makan Kampar Indragiri. Tersedia pula ayam dan babat goreng bumbu. Setelah menikmati hidangan dengan berbagai macam makanan khas Nusantara yang lebih dominan menyajikan masakan jawa, Baca lebih lanjut


Depot Gudeg Bu Har ternyata memiliki cabang selain di Jalan Pasar Besar Wetan, tepatnya berada di Jalan Dharmahusada. Untu menu tidak berbeda dengan Depot sebelumnya, yakni masih seputar Gudeg, ada juga Gudeg Pecel yang merupakan menu spesial di Depot Gudeg Bu Har. Satu porsi Gudeg terdiri dari ayam/daging, tahu, telur, cecek dan gudeg nangka. Untuk minuman disediakan Es Teler Tidar, Es Campur, Es Kacang Ijo, Es Kacang Ijo Degan, Es Buah, dan lain-lain. Kalau mau pesen untuk acara ulang tahun, pernikahan, meeting, dan lain-lain bisa pesan langsung di Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada.

Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada
Jl Dharmahusada No . 48 Surabaya
Telp: 031 5938833
Jam Buka: setiap hari 07.00 – 18.00 Wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-16-025-Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada
*) pic kuliner Surabaya.net

Lokasi :


Bekgor alias bebek goreng adalah salah satu menu andalan di kota pahlawan ini, Bekgor Papin di ambil dari Bebek Goreng Pasar Pecindilan yang sudah dibuka sejak tahun 1990. Bebek tersebut di masak bumbu kuning dengan racikan ala Madura.

Di sajikan bersama lalapan timun, kemangi, kol dan sambal. Satu porsi Bebek dihargai Rp 9000 hingga Rp 14.000 tergantung ukuran bebek nya. Sayangnya area parkir yang kurang begitu memadai dan lagi pula lokasinya tidak jauh dari SMA PETRA 3 Kalianyar Surabaya, sehingga membuat di sepanjang jalan Kalianyar ini sering macet.

Bebek Goreng Papin
Jl. Kalianyar No. 53 Surabaya (deket pertigaan)
Telp: 031 3714015, 08121626217
Jam buka: 16.30-21.00 Wib

Warung Bebek Goreng Papin

(Surabaya, City Guide)

2011-04-25-081-Bebek Goreng Papin

%d blogger menyukai ini: