Tag Archive: Salah



GreenTravel1

Yup kali ini boleh dibilang memperdalam ilmu gimana sih jadi green traveler itu mungkin artikel yang saya kutip dari The-Travelist.com bisa memberi penjelasan secara umum kepada para newbie traveller

Sekarang ini udah banyak yang menggaungkan kata green, banyak hal yang diembel-embeli kata tersebut, hingga suatu hari kata itu akan tereduksi maknanya,” kata Ferzya mengawali diskusi Green Traveler di kawasan Candi Borobudur.

Tanggal 21 Oktober 2012 kemarin, Travelist yang diwakili oleh Editor in Chief kami, berkesempatan untuk menjadi pembicara dalam acara #SolarizingBorobudur yang diadakan oleh Greenpeace Indonesia. Rangkaian acara sejak tanggal 13 hingga hari sumpah pemuda itu dilaksanakan untuk mengkampanyekan penggunaan sumber daya listrik dengan menggunakan tenaga surya dan tenaga angin.

“Tapi apakah green traveler itu? apakah hanya dengan bersepeda lalu pergi kemana-mana disebut sebagai green traveler?,” lanjut wanita yang memakai kerudung abu-abu hari itu. Dia pun memulai diskusi dengan menerangkan tentang makna green traveler. Bahwa sebenarnya green traveler itu adalah respek dengan budaya setempat dan melakukan sesuatu untuk tempat dimana kita berjalan.

***

Menjadi green traveler bukanlah hal yang sulit, beberapa orang bahkan sudah melakukannya dengan tidak sadar. Green traveler sebenarnya bukan hanya menggunakan sepeda atau berjalan kaki, walaupun hal tersebut juga masuk dalam kategori. Tapi, lebih dari itu, penggunaan kendaraan lokal diyakini mampu menaikkan kesejahteraan penduduk, memberinya pendapatan ekonomi dan memberi kita kesempatan untuk mengenal orang lokal. Bukankah lonely planet, penuntun traveling terbaik adalah penduduk lokal?

Beberapa orang biasanya senang memanggul tas yang besar, berjalan kesana kemari dengan backpack-nya. Hal tersebut adalah wajar jika kita berpergian jauh, akan tetapi ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya perhitungan barang yang harus dibawa, semakin selektif barang yang dibawa akan semakin baik. Selektif loh, artinya barang-barang yang dibawa harus bisa mengakomodasi (beberapa) kebutuhan kita dan seberapa penting barang itu harus dibawa. Hal ini ga hanya berguna untuk keringanan tas tapi juga untuk lingkungan. Misalnya, dengan membawa kain sarung/kain bali selembar kita sudah bisa memanfaatkannya sebagai handuk, selimut, syal, kerudung, rok, dan lainnya tergantung kreatifitas dan hebatnya kita hanya membutuhkan sedikit detergen untuk mencuci 🙂

Penggunaan plastik juga mulai dikurangi. Pernah hitung ga, berapa plastik yang kita hasilkan saat membeli logistik jalan-jalan? Pergi kesebuah mini market/warung kelontong, membeli air mineral, beberapa snack dan permen? Lalu ditambah dengan kantung plastik untuk mewadahinya. Berapa tuh?. Mulailah kita membeli sebuah tumblr/botol minuman yang dapat diisi ulang dan untuk perjalanan yang singkat, usahakan untuk membawa bekal dari rumah. Memang susah mengubah pola hidup yang terbiasa menggunakan plastik, tetapi apakah tidak bisa kita melakukan pola ini. Sulit diawal, aman diakhir.

Oke, lalu setelah semua persiapan ini dan tiba di tempat, mulailah melebur dengan lokal. Ikuti ritme mereka dengan baik, hormati kebudayaannya dan jangan menghakimi kegiatan yang kita tidak ketahui. Beberapa orang ada yang mencerca budaya penduduk Lamarera (NTT) yang membunuh paus, mengatakan bahwa itu tidak baik, tapi apakah mereka tahu makna dibaliknya? Cara yang dilakukan? Ini yang harus ditanamkan dalam diri saat berada disuatu tempat. Jangan sampai diri kita yang asing ini menganggap kebudayaan setempat menjadi ‘asing’. Tidak mau kan kita mengubah banyak tempat seperti Bali sekarang ini yang adat aslinya makin tergerus.

Know the impact and reduce it. Sebagai pejalan, informasi suatu tempat ataupun aktifitas yang akan dilakukan sebisa mungkin diketahui dengan baik. Bahwasanya kedatangan kita disuatu tempat ataupun kegiatan yang kita lakukan pasti memberikan dampak. Contohnya saja kegiatan snorkeling, melihat karang dan ikan yang lucu sering membuat diri tak sadar bahwa fin yang kita gunakan telah mematahkan karang lain, ups tapi itu benar terjadi. Apakah sebagai pejalan kita memikirkan hal-hal ini?

Banyak pejalan kini melakukan perjalanan karena pengaruh media. Beragam foto dibagikan secara gratis di Facebook, Twitter, Instagram, ataupun Path. Mulai berlomba-lomba datang kesuatu tempat dengan biaya yang murah. Sampai disana, lalu apa?. Apakah datang, foto-foto dan menyebarkannya pada media online itu saja? memperlihatkan bahwa tempat-tempat wisata di Indonesia itu indah? Lalu kita pergi, meninggalkan sampah, dan karena foto yang kita sebar menyebabkan lebih banyak orang yang meninggalkan sampah? Rasanya sudah tidak masanya lagi kita jalan-jalan untuk sekedar melihat suatu tempat. Lebih dari itu, kita datang untuk berbuat sesuatu. Salah satu caranya, menjadi volunteer sebuah acara yang baik. Buatlah alasan yang pasti mengapa kita harus datang ke suatu tempat, bukan sekedar jalan-jalan. Sulit? Baiklah, bagaimana jika setelah jalan-jalan, kita menulis tentang tempat tersebut dengan imbang dan tidak hanya kecantikannya, tapi ‘apa’ dibalik itu. Menulis yang imbang, juga berkontribusi.

Itulah Green Traveler.

Begitu banyak hal yang dapat dilakukan oleh pejalan dengan menjadi green traveler, jika belum maka inilah saatnya.

– See more at: http://the-travelist.com/index.php/solarizing-borobudur#sthash.DMg7CR9k.dpuf

Bisa di baca juga link ini https://suetoclub.wordpress.com/2011/10/30/mengembangkan-ecotourism-indonesia/

Iklan

Salam wildlife!Kali ini admin diminta untuk posting cerita perjalanan dari Cimen D’sueto. Jadi simak cerita serunya berikut ini :

P1110805

Perjalanan sueto kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Salah satu anggota sueto (firman) melakukan perjalanan backpacker menuju jogja pada bulan Oktober 2013 bersama 9 orang teman-teman kampusnya di salah satu universitas negeri di Surabaya, mereka adalah iin, ochi, orchid, lidia, dita, dila, dandy, oky, dan tutut. Perjalanan dari Surabaya menuju Jogjakarta menggunakan moda transportasi kereta api ekonomi dan pemberhentiannya di stasiun lempuyangan jogjakarta. Kami menempuh perjalanan selama 6 jam dari Surabaya pada pukul 8 pagi sampai pukul 2 siang. Sepanjang perjalanan kami selalu bercanda ria bersama sampai-sampai kita tidak sadar kalau perjalanan sudah sampai tujuan.

Setibanya di jogjakarta kami menyewa mobil untuk mengantarkan kami ke penginapan lucy di daerah sosrowijayan malioboro yang sudah kami pesan dari jauh-jauh hari dengan alasan antisipasi apabila penginapannya penuh sekaligus kami menyewa mobil untuk ke tempat  wisata keesokan harinya. Setelah kami sampai di penginapan, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak karena kami merasa lelah saat perjalanan menuju jogja menggunakan kereta api. Pada malam harinya kami mencari makan sekaligus berjalan-jalan di malioboro. Tempat makan yang kita singgahi harganya cukup mahal, tetapi karena perut kami sudah mulai lapar, kami memutuskan untuk makan ditempat itu.

P1110789

Setelah acara makan-makan usai, kami melanjutkan jalan-jalan di daerah malioboro, awalnya kami ingin menuju alun-alun pohon beringin kembar yang memiliki mitos unik, tetapi karena perjanan ke alun-alun tersebut cukup jauh apabila berjalan kaki, maka kami memutuskan untuk hunting foto di sekitar malioboro karena kami merasa kelelahan setelah perjalanan jauh dari Surabaya. Selain hunting foto ada beberapa dari kita membeli oleh-oleh ditempat perbelanjaaan sepanjang jalan  malioboro untuk keluarga, sanak saudara atau teman-temannya. Beberapa dari kita ada yang membeli pakaian, gantungan kunci, sandal, dll. Malioboro meskipun hari aktif tapi selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Terdapat juga perkumpulan para komunitas ada komunitas fotografi, komunitas lukis, komunitas sepeda, dll.

P1110811

P1110832

P1110842

Setelah puas jalan-jalan, hunting foto, dan beli oleh-oleh, sudah saatnya kami kembali ke penginapan karena hari yang sudah mulai larut malam, pertokoan mulai tutup dan kami belum membicarakan tujuan tempat wisata untuk keesokan harinya karena kami masih bingung dengan tujuan wisata kami yang kita tuju. Pada saat membicarakan rencana keesokan harinya kami semua merasa bingung karena tidak ada tujuan wisata yang kita akan tuju. Hampir selama 1 jam lebih kami berpikir, akhirnya kami telah menemukan tempat tujuan wisata yang kita tuju, terdapat 3 tempat wisata yang kita akan tuju yaitu, goa pindul, pantai kukup, dan pantai baron di daerah gunung kidul dengan menggunakan moda transportasi mobil yang kita sewa dari stasiun lempuyangan sebelumnya, karena akses untuk menuju ketiga wisata tersebut tidak ada angkutan masal jadi harus menggunakan kendaraan sewa atau kendaraan pribadi. Setelah merencanakan tempat wisata, kami memutuskan untuk beristirahat dan akan mulai melakukan perjalanan pada keesokan pagi hari pukul 6.

Pagi hari yang cerah matahari terbit dengan terangnya, kami memulai perjalanan menuju tempat wisata. Sebelum berangkat kami berkenalan dengan sopir yang mengantarkan kami ke tempat tujuan yang bernama mas jambul, beliau ternyata juga memiliki komunitas touring yaitu anggota dari byson indonesia club (Byonic). Perjalanan pertama sebelum menuju goa pindul tempat wisata pertama, kami mencari tempat makan terlebih dahulu karena perjalanan menuju goa pindul sangat jauh dan membutuhkan waktu yang lama. Kami memutuskan sarapan di angkringan depan stasiun lempuyangan dengan harga yang murah. Seusai makan kami melanjutkan perjalanan ke goa pindul di daerah gunung kidul. Kami sangat antusias menuju tempat tersebut karena ini kami pertama kalinya melakukan body rafting di goa pindul. Berikut peta perjalanan gua pindul dari arah kota Yogyakarta :

peta gua pindul

peta goa pindul

Pesona wisata susur gua,rafting,dan cave tubing di Desa Bejiharjo,KarangMojo,Gunung Kidul.

Tiba di goa pindul, kami bertemu dengan tour guide (mas dino dan simbah) yang memandu kami dalam penjelasan mulai cerita sejarah goa pindul hingga apa saja yang boleh dilakukan dan tidak diperbolehkan selama wisata di goa pindul. Goa pindul terdiri dari 3 paket wisata rafting menggunakan ban karet. Paket pertama menjelajahi goa pindul saja selama 1 jam, paket kedua wisata menelusuri sungai saja selama hampir 2 jam, atau paket wisata ketiga yaitu menjelajahi goa pindul dan menelusuri sungai selama 3 jam secara keseluruhan . Setelah tour guide menjelaskan, kami menitipkan barang di tempat penitipan dan kami melakukan persiapan memakai peralatan untuk body rafting di goa pindul karena barang-barang tidak boleh dibawa saat melakukan body rafting dan tidak lupa kami mengabadikan momen persiapan tersebut dengan berfoto bersama.

IMG_1785

IMG_1796

Perajalan pertama kami yaitu menjelajahi goa pindul dengan menggunakan ban karet. Untuk sampai di mulut goa pindul tersebut kita harus berjalan kaki dari tempat pendaftaran menuju start goa pindul. Pemandangan goa pindul yang disuguhkan sangat keren dan indah sekali. Kami saling berpegangan pada tali yang menempel pada ban karet yang kita gunakan dan oarng pertama yang menaiki ban karet akan ditarik oleh para pemandu kami untuk menjelajahi area goa pindul. Kedalaman air di goa pindul bervariasi, mulai ketinggian 3 meter sampai kedalaman 8 meter. Berbagai macam mitos di dalam goa pindul yang diceritakan oleh pemandu kami, ditengah-tengah goa kami berhenti sejenak dan kami berdoa pada saat terdapat batu goa yang memiliki mitos apabila kita memegang batu tersebut permasalahan kita dimudahkan tapi tetap dengan meminta doa kepada Allah SWT dan tempat tersebut hanyalah sebagai mitos masyarakat sekitar saja.

IMG_1794

legend pindul cave story

IMG_1807

IMG_1810

IMG_1812

IMG_1813

IMG_1845

IMG_1869

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1876

IMG_1880

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1888

IMG_1890

IMG_1899

IMG_1905

Setibanya di tempat tujuan kami berjalan kaki menuju tempat mulainya petualangan body rafting kami dengan menelusuri sungai.  Jarak tempuh untuk menelusuri sungai tersebut selama 2 jam. Tapi body rafting yang kedua ini sangat berbeda dengan yang pertama, karena body rafting yang kedua tempatnya outdoor sehingga panas terik sinar matahari langsung mengenai kita, sedangkan body rafting yang pertama terhindar dari teriknya sinar matahri karena tertutup oleh goa pindul. Di tengah-tengah sungai jarak tempuhnya 1 jam terdapat air terjun kecil serta jembatan setinggi 5 meter dan ada pula tempat untuk meloncat dengan ketinggian 10 meter. Di tengah-tengah pula adalah tempat peristirahatan sejenak karena panjangnya rute kami dari goa pindul sampai ke wisata menelusuri sungai terdapat tempat penjualan makanan dan minuman. Untuk sistem pembelian tersebut kita mengambil makanan atau minuman yang kita inginkan dan petugas akan mencatatnya apa yang kita beli lalu pembayarannya dilakukan di loket pendaftaran. 2 orang dari kami mencoba memacu adrenalin untuk melompat mulai dari jembatan setinggi 5 meter dan melakukan lomcatan yang memiliki ketinggian 10 Meter. Lompatan 10 Meter benar-benar membuat tubuh merasa bimbang karena begitu tingginya untuk terjun kedalam air tapi akhirnya dapat loncat dengan keberanian diri. Sedangkan yang lainnya mengabadikan momen di air terjun kecil dengan berfoto bersama bahkan bergiliran berfoto sendiri-sendiri.

IMG_1909

IMG_1921

IMG_1930

Setelah beristirahat, berfoto, dan memacu adrenalin dengan melompat, kita melanjutkan penelususran sungai sampai garis akhir. Dan setibanya di garis akhir kita kembali ke tempat pendaftaran dan tempat penitipan untuk mengambil barang-barang kami dengan menggunakan kendaraan pick up yang sudah disediakan oleh pemandu, serta kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mas dino dan simbah yang telah memandu kami selama berwisata di 2 tempat tanpa mengenal lelah dan membuat kami selalu tertawa akan candanya. Sebelum melanjutkan perjalanan kami selanjutnya, kami beristirahat dahulu sejenak untuk melakukan sholat, dan bahkan ada mandi untuk membersihkan badan. Inilah perjalanan pertama kami menjelajahi wisata goa pindol yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Nantikan cerita perjalanan kami yang kedua berpetualang ke pantai kukup, pantai baron dan taman sari. Salam adventure

IMG_1894

thanks to mas gaet simbah

Cerita perjalanan ini akan dilanjutkan ke part 2. Juga video perjalanannya yang akan saya upload di edisi berikutnya. Mungkin dibawah ini bisa jadi gambaran estimasi biaya meskipun tidak terlalu spesifik plus sejarah gua pindul supaya tahu nih para pembaca.

Tarif:

Goa Pindul:

–          wisata goa pindul: 35.000

–          wisata sungai: 35.000

–          goa pindul + sungai: 70.000

–          pelajar/mahasiswa: potongan 10%

sewa mobil + sopir: 480.000 2 hari

Kebetulan Video yang part 1 sudah bisa di aksek mungkin bisa buat bahan referensi saat mau traveling ke gua pindul :

Sejarah gua pindul :

Mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai Belik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Belik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.

Sebagai salah satu obyek wisata, Gua Pindul memang menawarkan pemandangan yang eksotik. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa Gua Pindul ini menjadi populer di kalangan para pecinta wisata susur gua. Tetapi mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai mBelik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Mbelik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.
Semuanya berawal dari seorang tokoh bernama Kyai Jaluwesi yang berkonflik dengan raksasa bernama Bendhogrowong. Keduanya terlibat adu kesaktian, dengan keunggulan pada Kyai Jaluwesi. Raksasa itu kemudian mengeluarkan aji-ajinya karena merasa terdesak. Sayangnya aji-aji tersebut meleset dan mengenai seekor anjing peliharaan Widodo dan Widadi, anak kembar Kyai Jaluwesi. Anjing yang bernama Sona Langking itu cedera parah dan berlari tak karuan menuju sebuah sumber air yang ada di balik semak-semak. Kyai Jaluwesi yang mengikuti arah lari Sona Langking kaget ketika mendapat anjingnya telah pulih dari cedera parah akibat aji-aji sang raksasa.
Melihat hal itu, Kyai Jaluwesi kemudian menamai sumber air itu sebagai Mbelik Panguripan, karena mampu menyembuhkan luka parah yang diderita anjingnya. Beberapa lama setelah peristiwa itu, muncul sepasang pria dan wanita bernama Kyai dan Nyai Sejati yang ingin menguasai tanah di sekitar Gunung Bang. Mereka meminta kepada Kyai Jaluwesi untuk pindah dari tempat itu, dan Kyai Jaluwesi menyanggupinya. Meski begitu Kyai Jaluwesi menginginkan sebuah syarat, yaitu setelah kepindahannya masyarakat Gunung Bang harus mengadakan acara bersih lepen (sungai), penari ledhek (tayub), pada hari Senin Paing setiap tahun sekali. Kemudian Kyai Jaluwesi pindah ke daerah Gua Pindul, hingga moksa dan diyakini menjadi penunggu di Gua Pindul dan Mbelik Panguripan.
Tentu saja legenda tidak bisa dipercaya keakuratannya seratus persen, tetapi pembaca yang baik seharusnya mampu menangkap apa yang ada di balik tiap legenda, bukan malah menganggapnya mistis, ataupun tidak masuk akal. Gua Pindul yang saat ini sedang menjadi primadona wisata susur gua atau cave adventure memang menarik dan menawarkan sensasi yang berbeda dengan wisata-wisata yang sudah umum di Yogyakarta.

Google Glass Kacamata Pintar?


Beragam aksi pamer telah dilakukan Google untuk membuktikan bahwa kacamata pintar Google Glass besutannya adalah nyata, dan bukan sekadar konsep.

Banyak pihak bertanya-tanya tentang cara mengontrol kacamata pintar itu. Sedikit demi sedikit, Google pun mengungkapkannya kepada media massa.

Salah seorang pendiri Google, Sergey Brin, memberi kesempatan kepada Spencer Ante dari The Wall Street Journal untuk menjajal kacamata pintar Google. Spencer mengikuti arahan Brin untuk mengontrol kacamata pintar dengan suara.

Ketika Ante mengatakan, “Okay, Glass,” yang keluar adalah beberapa pilihan fitur, termasuk fitur untuk melakukan panggilan telepon, merekam video, mengambil foto, atau menggunakan layanan peta digital Google Maps.

Selanjutnya, Ante memberi instruksi “Take a photo”, yang muncul kali ini adalah fitur untuk memotret atas apa yang dilihat Ante.

Pada bulan Mei lalu, Brin sempat memperlihatkan cara lain mengontrol kacamata pintar. Ia meletakkan jarinya ke tombol pada bagian kanan kacamata, lalu melakukan penggeseran, yang kemungkinan besar ia sedang membuka hasil foto di galeri. Tombol itu berupa trackpad yang bisa dinavigasikan dengan cara menggeser ke kanan-kiri dan atas-bawah.

Google telah memamerkan banyak foto hasil jepretan kacamata pintar yang dilakukan tanpa sentuhan tangan. Tak hanya itu, Google juga memublikasi video berdurasi 15 detik yang direkam dengan kacamata pintar.

Pada konferensi pengembang aplikasi Google I/O di San Fransisco, AS, Juni lalu, beberapa penulis blog dan wartawan teknologi diizinkan untuk menikmati video dari kacamata pintar.

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2012/06/29/10375559/Kesan.5.Jurnalis.Menjajal.Kacamata.Pintar.Google


Berbagai macam event seni dan budayasangat banyak digelar di Yogyakarta. Salah satunya adalah event budaya yang akan menjadi ikon pariwisata DIY adalah festival Malioboro. Festival Malioboro ini diadakan bersamaan dengan  liburan panjang, Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta meng gelar Festival Malioboro 2011. Kegiatan yang menyajikan berbagai macam kesenian ini digelar di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta.

Secara resmi Festival Malioboro 2011 dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Tazbir, Sabtu (25/6/2011), yang dilanjutkan dengan pentas kesenian tari angguk dan reog. Festival Malioboro akan berlangsung hingga Minggu (26/6/2011). Selain mementaskan berbagai macam kesenian tradisional, juga digelar bazar. Sehingga Malioboro sebagai sentral urat nadi pariwisata dan perekonomian DIYharus selalu dibangun dan menghadirkan suasana baru agar performance Malioboro semakin cantik dan indah di mata wisatawan.

Ketua panitia penyelenggara Heri Lancono mengatakan Festival Malioboro merupakan event rutin, dan kali merupakan yang ketiga kalinya. Festival ini adalah ajang untuk menyatukan kreasi dari berbagai elemen dan komunitas, baik pekerja seni maupun masyarakat.

“Diharapkan terjadi perpaduan lintas seni maupun lintas komunitas, seperti komunitas PKL dan lainnya. Sehingga dapat memberikan hiburan bagi wisatawan dan dapat meningkatkan kunjungan pariwisata di Yogyakarta,” ujarnya.

Tazbir mengatakan, Festival Malioboro adalah kegiatan rutin setiap tahun yang melibatkan semua komponen di malioboro. “Kegiatan ini melibatkan semua pihak yang peduli dan ingin mengangkat Malioboro sebagai rumah bersama. Ruh yang ada pada diri berbagai komunitas akan menyatu dalam satu ruh yang ada pada Malioboro,” tuturnya.

Ia menambahkan, festival ini akan menampilkan potensi dari berbagai daerah dengan tema ‘Gema Istimewa untuk Indonesia‘. Diharapkan, dengan adanya festival ini wisatawan akan semakin senang datang ke Yogyakarta.

Semoga informasi ini berguna bagi yang kebetulan lagi berkunjung dan ingin berlibur ke Yogyakarta….Salam Sueto wildlife!

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2011/06/25/13391628/Festival.Malioboro.Dibuka


Menikmati sajian pecel memang paling enak disaat pagi hari, namun tidak salahnya Anda juga mencicipi menu yang satu ini saat malam tiba. Salah satu tempat makan terkenal yang menyajikan nasi pecel adalah di kawasan Dinoyo.

Pak Imron yang kini meneruskan usaha Ayahnya Hj Sukarti (alm) sejak tahun 1983 yang dulunya berada di Jalan Keputran dan berpindah di Jalan Dinoyo, nasi pecel yang satu ini berbeda dengan kebanyakan. Pecel Kuah namanya, yakni Nasi Pecel yang dikombinasi dengan kuah rawon, hal ini banyak yang penasaran dengan rasanya. Mulai dari kalangan biasa, pejabat hingga para artis pun berdatangan untuk mencicipi Pecel kuah Rawon.

Sebenarnya Pak Imron tidak hanya menjual Nasi Pecel saja, menu lain seperti Nasi Rawon juga tersedia dengan daging empalnya yang disuwir. Harganya juga terjangkau, untuk Nasi Pecel Rp 7500 Nasi Pecel Kuah Rp 7500 dan Nasi Rawon Rp 7500.

Pecel Kuah Keputran
Jl Dinoyo 1, Surabaya (Depan Eks Gedung Bioskop Purnama)
Telp: 031 60449839
Jam buka: 18.00 – 04.30 Wib
(sore hingga subuh)

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-10-21-054-Pecel Kuah Keputran
*) pic twitoaster.com


Apa itu EURO EMISSION STANDARD (EUS)

Standar Emisi Eropa mengatur batas batas yg diperbolehkan dari kandungan gas buang dari kendaraan kendaran baru yg dijual di negara2 Eurpean Union (EU). Standar emisi itu diatur secara bertahap dan secara progressive diapplikasikan semakin ketat.

Pada saat ini kadar emisi yg diatur adalah Nitogen Oxide (Nox, Total hydrocarbon (THC), Non-methane hydrocarbon (NMHC), carbon Monoxide (CO) dan partikel lainnya (PM) pada hampir semua jenis kendaraan, termasuk mobil, truk, kereta api, traktor (atau alat berat lainnya), tongkang, namun tidak termasuk didalamnya Kapal Laut (seagoing ship) dan pesawat udara.
Setiap jenis kendaraan berlaku standard yg berbeda. Apakah kendaraan memenuhi standard ditentukan dengan menjalankan mesin dg urutan test yg telah diatur didalam EUS.  Kendaraan yg tidak memenuhi persyaratan standard tidak boleh dijual di negara EU, tapi standard tersebut tidak berlaku pada kendaraan yg telah ada sebelum peraturan berlaku.
Tidak ada aturan khusus yg mengharuskan dipakainya sebuah tehnology yg specific untuk memenuhi EUS. Model kendaraan yg baru harus memenuhi standard yg sedang berlaku atau standard yg akan di berlakuakan yang akan datang, namun model dg revisi yg berlifecycle pendek juga diakomodasi ole EUS pada engine2 yg sebelumnya sudah comply dg peraturan yg berlaku.

CO2 emission

Dalam Uni Eropa, transportasi kendaraan bertanggung jawab atas sekitar 20% dari semua emisi CO2, dengan mobil penumpang memberikan kontribusi sekitar 12%. Target ditetapkan pada Protokol Kyoto adalah pengurangan 8% emisi di semuasektor ekonomi dibandingkan dengan tingkat 1990 pada 2008-2012.
Emisi CO2 dari transportasi relatif telah meningkat pesat dalam beberapa tahunterakhir, dari 21% dari total tahun 1990 menjadi 28% pada tahun 2004, namun saat ini tidak ada standar untuk batas pada emisi CO2 dari kendaraan. Emisi CO2 transportasi Uni Eropa  saat ini mencapai sekitar 3,5% dari total emisi CO2 global.

Obligatory labelling

Tujuan dari Petunjuk 1999/94/EC dari Parlemen Eropa dan Dewan 13 Desember 1999 yang berkaitan dengan ketersediaan informasi konsumen pada ekonomi bahan bakar dan emisi CO2 sehubungan dengan pemasaran mobil penumpangbaru adalah untuk memastikan bahwa informasi yang berkaitan dengan ekonomi bahan bakar dan emisi CO2 dari mobil penumpang baru yang ditawarkan untuk dijual atausewa di Masyarakat dibuat tersedia bagi konsumen untuk memungkinkan konsumen untuk membuat pilihan informasi.

Mulanya di Inggris, pendekatan awal dianggap tidak efektif. Cara informasi disampaikanterlalu rumit bagi konsumen untuk mengerti. Akibatnya, produsen mobil di Inggrissecara sukarela setuju untuk menempatkan lebih “userfriendly,” warna-kodelabel menampilkan emisi CO2 pada semua mobil baru dimulai pada bulan September 2005, dengan surat dari A (<100 CO2 g / km ) ke F (186 + CO2 g / km).Tujuan dari “label hijau” baru adalah untuk memberikan konsumen informasi yang jelas tentang kinerja lingkungan dari kendaraan yang berbeda.

Uni Eropa lainnya negara-negara anggota juga dalam proses memperkenalkanramah userfriendly label.

TAHAPAN PEMBERLAKUAN ATURAN
Tahapan applikasi dari pengaturan emisi gas buang biasanya dikenal sbb:
Untuk kendaran ringan (Light Duty): EURO 1, EURO 2, EURO 3, EURO 4 dan EURO 5 (pakai angka latin)
Untuk kendaraan berat (Heavy Duty): EURO I, EURO II, EURO III, EURO IV dan EURO V (pakai angka romawi)

DASAR HUKUM dan TAHUN PEMBERLAKUAN
* Euro 1 (1993):
o Kendaraan penumpang – 91/441/EEC.[ 12]
o Kendaraan penumpang and truk ringan – 93/59/EEC.
* Euro 2 (1996) Kendaraan Penumpang – 94/12/EC (& 96/69/EC)
o Sepeda motor – 2002/51/EC (row A)[13] – 2006/120/EC
* Euro 3 (2000) Semua jenis kendaraan – 98/69/EC[14]
o Sepeda Motor – 2002/51/EC (row B)[15] – 2006/120/EC
* Euro 4 (2005) Semua Jenis kendaraan – 98/69/EC (& 2002/80/EC)
* Euro 5 (2008/9) and Euro 6 (2014) Kendaraan penumpang ringan dan kendaraan berat – 2007/715/EC

Di bidang bahan bakar, Directive 2001 Biofuels mensyaratkan bahwa 5,75% dari semua bahan bakar transportasi fosil (bensin dan diesel) harus diganti denganbiofuel pada 31 Desember 2010, dengan target antara dari 2% pada akhir 2005.Namun, Parlemen Eropa telah sejak memutuskan untuk menurunkan target inisetelah bukti ilmiah baru tentang keberlanjutan biofuel dan dampak pada harga pangan. Dalam pemungutan suara di Strasbourg, komite lingkungan parlemen Eropamendukung rencana untuk mengekang target Uni Eropa untuk sumber terbarukan ditransportasi sampai 4% pada 2015. Mereka juga mengatakan bahwa tinjauan menyeluruh akan diperlukan pada 2015 sebelum Uni Eropa dapat berkembang menjadi  8-10% pada tahun 2020.

Emission standards for passenger cars

Standar emisi untuk mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan dirangkumdalam tabel berikut. Sejak tahap Euro 2, Peraturan EU memperkenalkan batas emisiyang berbeda untuk kendaraan diesel dan bensin. Mesin diesel memiliki lebihstandar CO ketat tetapi diperbolehkan lebih tinggi emisi NOx. Bensin kendaraan bertenaga dibebaskan dari partikulat (PM) standar sampai tahap 4 Euro, namunkendaraan dengan mesin injeksi langsung akan dikenakan batas 0,005 g / km untuk Euro 5 dan Euro 6. Sejumlah partikel standar (P) atau (PN) adalah bagian dari Euro 5 dan 6, tetapi belum final. Standar tersebut harus didefinisikan sesegera mungkindan selambat-lambatnya pada saat berlakunya Euro 6.

Cold engines

Selama beberapa  menit saat setelah menghidupkan  mesin mobil yang belum dioperasikan selama beberapa jam, jumlah emisi sangat tinggi. Hal ini terjadi karena dua alasan utama:

1. Jika mesin pertama kali dihidupkan biasanya pada waktu pagi hari maka dinding dan bahan bakar masih dingin sehingga bahan bakar sulit menguap dan akan sulit membuat campuran bahan bakar. akhirnya timbulah campuran yang kelebihan bahan bakar saat pembakaran  dan  menghasilkan jumlah besar Hidrokarbon, Oksida Nitrogen dan Karbon monoksida.

Efeknya jika suhu dalam ruang bakar terlalu rendah maka jumlah PM nya akan meningkat dan jika suhu terlalu tinggi maka NOx nya yang akan meningkat.

Dalam mesin diesel, formasi unsur NOx sangat dipengaruhi oleh peningkatan suhu dalam ruang bakar. Maka daripada itu, penting dilakukan menjaga tingkat temperature ruang bakar pada posisi tertentu. Cara mudah untuk mengurangi kadar NOx adalah memperlambat timing semprotan bahan bakar, akan tetapi hal tersebut malah mengakibatkan borosnya bahan bakar sebesar 10-15%.

2. Konverter katalitik sangat tidak efisien ketika dingin. Ketika mesin dingin dimulai, dibutuhkan beberapa menit untuk konverter untuk mencapai suhu untuk beroperasi. Sebelum itu, gas yang jatuh langsung ke atmosfer. Ada banyak cara untuk mengurangi efek ini Menaruh  konverter lebih dekat ke mesin, Superinsulation,pemanas listrik, baterai termal, pemanasan awal reaksi kimia, pemanasan dan pembakaran

Lalu bagaimana caranya supaya PM nya rendah dan NOx nya juga rendah dengan tidak mengorbankan kemampuan mesin, lebih ekonomis bahan bakar dan lebih ramah kepada lingkungan?.

Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan efisiensi pembakaran banyak macamnya yaitu dengan menggunakan bantuan computer, mengatur kesesuaian semprotan bahan bakar dan udara, menggunakan teknologi common rail dimana menggunakan tekanan yang sangat tinggi dan kesesuaian timing injeksi pada setiap putaran mesin, kepala silinder bermulti-klep dan lain-lain.

File:Euronorms Diesel.png

File:Euronorms Petrol.png

European emission standards for passenger cars (Category M*), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P***
Diesel
Euro 1† July 1992 2.72 (3.16) 0.97 (1.13) 0.14 (0.18)
Euro 2 January 1996 1.0 0.7 0.08
Euro 3 January 2000 0.64 0.50 0.56 0.05
Euro 4 January 2005 0.50 0.25 0.30 0.025
Euro 5 September 2009 0.500 0.180 0.230 0.005
Euro 6 (future) September 2014 0.500 0.080 0.170 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1† July 1992 2.72 (3.16) 0.97 (1.13)
Euro 2 January 1996 2.2 0.5
Euro 3 January 2000 2.3 0.20 0.15
Euro 4 January 2005 1.0 0.10 0.08
Euro 5 September 2009 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005**
Euro 6 (future) September 2014 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005**

European emission standards untuk light commercial vehicles ≤1305 kg (Category N1-I), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 2.72 0.97 0.14
Euro 2 January 1998 1.0 0.7 0.08
Euro 3 January 2000 0.64 0.50 0.56 0.05
Euro 4 January 2005 0.50 0.25 0.30 0.025
Euro 5 September 2009 0.500 0.180 0.230 0.005
Euro 6 (future) September 2014 0.500 0.080 0.170 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 2.72 0.97
Euro 2 January 1998 2.2 0.5
Euro 3 January 2000 2.3 0.20 0.15
Euro 4 January 2005 1.0 0.10 0.08
Euro 5 September 2009 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005*
Euro 6 (future) September 2014 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005*
* hanya untuk direct injection engines


European emission standards untuk light commercial vehicles 1305 kg – 1760 kg (Category N1-II), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 5.17 1.4 0.19
Euro 2 January 1998 1.25 1.0 0.12
Euro 3 January 2001 0.80 0.65 0.72 0.07
Euro 4 January 2006 0.63 0.33 0.39 0.04
Euro 5 (future) September 2010 0.630 0.235 0.295 0.005
Euro 6 (future) September 2015 0.630 0.105 0.195 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 5.17 1.4
Euro 2 January 1998 4.0 0.6
Euro 3 January 2001 4.17 0.25 0.18
Euro 4 January 2006 1.81 0.13 0.10
Euro 5 (future) September 2010 1.810 0.130 0.090 0.075 0.005*
Euro 6 (future) September 2015 1.810 0.130 0.090 0.075 0.005*
* hanya kendaraan dg  direct injection engines


European emission standards untuk light commercial vehicles >1760 kg max 3500 kg. (Category N1-III & N2), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 6.9 1.7 0.25
Euro 2 January 1998 1.5 1.2 0.17
Euro 3 January 2001 0.95 0.78 0.86 0.10
Euro 4 January 2006 0.74 0.39 0.46 0.06
Euro 5 (future) September 2010 0.740 0.280 0.350 0.005
Euro 6 (future) September 2015 0.740 0.125 0.215 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 6.9 1.7
Euro 2 January 1998 5.0 0.7
Euro 3 January 2001 5.22 0.29 0.21
Euro 4 January 2006 2.27 0.16 0.11
Euro 5 (future) September 2010 2.270 0.160 0.108 0.082 0.005*
Euro 6 (future) September 2015 2.270 0.160 0.108 0.082 0.005*
* hanya untuk direct injection engines

EU Emission Standards untuk Heavy Duty Diesel Engines, g/kWh (smoke in m−1)

Tier Date Test cycle CO HC NOx PM Smoke
Euro I 1992, < 85 kW ECE R-49 4.5 1.1 8.0 0.612
1992, > 85 kW 4.5 1.1 8.0 0.36
Euro II October 1996 4.0 1.1 7.0 0.25
October 1998 4.0 1.1 7.0 0.15
Euro III October 1999 EEVs only ESC & ELR 1.0 0.25 2.0 0.02 0.15
October 2000 ESC & ELR 2.1 0.66 5.0 0.10
0.13*
0.8
Euro IV October 2005 1.5 0.46 3.5 0.02 0.5
Euro V October 2008 1.5 0.46 2.0 0.02 0.5
Euro VI January 2013 1.5 0.13 0.5 0.01
* untuk engines dg volume 0.75 dm³ per cylinder and a rated power speed of more than 3,000 per minute. EEV is “Enhanced environmentally friendly vehicle“.

Euro norm emissions for category N2, EDC, (2000 and up)
Standard Date CO (g/kWh) NOx (g/kWh) HC (g/kWh) PM (g/kWh)
Euro 0 1988-1992 12.3 15.8 2.6 none
Euro I 1992-1995 4.9 9.0 1.23 0.40
Euro II 1995-1999 4.0 7.0 1.1 0.15
Euro III 1999-2005 2.1 5.0 0.66 0.1
Euro IV 2005-2008 1.5 3.5 0.46 0.02
Euro V 2008-2012 1.5 2.0 0.46 0.02

ketentuan yang lebih ketat. Indonesia masih memberlakukan ketentuan standar Euro2 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang efektif berlaku sejak 2007. selama ini kita dipaksa memakai Catalytic Converter untuk menekan emisi, tapi Kualitas Bahan Bakar tidak memadai, bagaimana mungkin mobil sudah memenuhi  Euro4, sementara kualitas bahan bakar minyak di Indonesia masih memenuhi spesifikasi Euro2. disamping itu pendukung utamanya selain bahan bakar juga ada  fasilitas uji emisi yang memadai.

 
Efek Emisi Kendaraan yang Berlebihan

NOx

Mono-nitrogen oksida NO dan NO2 bereaksi dengan senyawa amonia, uap air, dan lainnya untuk membentuk asam nitrat uap dan partikel terkait. Partikel kecil dapatmenembus dalam ke jaringan paru-paru sensitif dan merusak, menyebabkankematian dini dalam kasus-kasus ekstrim. Menghirup partikel tersebut dapat menyebabkan atau memperburuk penyakit pernapasan seperti emfisema, bronkitisjuga dapat memperburuk penyakit jantung yang ada .  Dalam 2005 US EPA mempelajari emisi NOx terbesar datang dari pada kendaraan jalan motor,dengan penyumbang terbesar kedua menjadi jalan non peralatan yang sebagian besar bensin dan stasiun diesel.

File:SmogNY.jpg

Volatile Organic Compounds

 Ketika oksida nitrogen (NOx) dan senyawa organik volatil (VOC) bereaksi dengan adanya sinar matahari, tanah tingkat ozon terbentuk, unsur utama dalam asap. US EPA pada 2005 memberikan Sebuah laporan tentang kendaraan jalan sebagai sumber terbesar kedua VOC di Amerika Serikat pada 26% dan 19% berasal dari perangkat non jalan yang sebagian besar bensin dan stasiun solar. 27% dari emisi VOC adalah dari pelarut yang digunakan dalam pabrik cat dan thinner cat dan penggunaan lainnya.
File:2005 sources of vocs.png

Ozone

Ozon  bermanfaat dalam atmosfer atas, tetapi tingkat ozon di tanah dapat mengiritasi sistem pernapasan, menyebabkan batuk, tersedak, dan kapasitas paru-paru berkurang di Amerika Serikat., Ozon bertanggung jawab untuk sekitar $500 juta di dalam produksi tanaman yang berkurang setiap tahunnya.

Carbon monoxide (CO)

Keracunan karbon monoksida adalah jenis yang paling umum dari keracunan udarafatal di banyak negara. Karbon monoksida tidak berwarna, tidak berbau danberasa, tapi sangat beracun. Ini menggabungkan dengan hemoglobin untuk menghasilkan carboxyhemoglobin, yang tidak efektif untuk memberikan oksigen ke jaringan tubuh. Di AS 60% dari karbon monoksida disebabkan oleh kendaraan berjalan.

File:MOPITT www.acd.ucar.edu.Web-201003-mixing ratio at surface.png

Hazardous air pollutants (toxics)

Racun Kronis (jangka panjang) paparan benzena (C6H6) dapat menimbulkan kerusakan  sumsum tulang. Hal ini juga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan dan menekan sistem kekebalan, meningkatkan kesempatan infeksi. Benzene menyebabkan leukemia dan berhubungan dengan kanker darah lainnya dan pra-kanker dari darah.

Particulate Matter (PM10 and PM2.5)

Dampak kesehatan dari partikel udara padat yang dihirup telah dipelajari secara luas pada manusia dan hewan menimbulkan  asma, kanker paru-paru, masalah jantung, dan kematian dini. Karena ukuran partikel, mereka dapat menembus bagian terdalam dari paru-paru. [21] Sebuah penelitian 2011 Inggris memperkirakan 90 kematian pertahun akibat PM penumpang kendaraan. Dalam sebuah publikasi tahun 2006,US Federal Highway Administration (FHWA) menyatakan bahwa pada tahun 2002sekitar 1 per-sen dari semua PM10 dan 2 per sen dari semua emisi PM2.5 berasal dari knalpot di jalan kendaraan bermotor (kebanyakan dari mesin diesel).

Carbon dioxide (CO2)

Karbon dioksida adalah gas rumah kaca. Kendaraan bermotor menegluarkan emisi CO2 adalah bagian dari kontribusi antropogenik terhadap pertumbuhan konsentrasi CO2 di atmosfer yang diyakini oleh mayoritas ilmuwan untuk memainkan bagian pentingdalam perubahan iklim. Kendaraan bermotor dihitung untuk menghasilkan sekitar 20 per sen  Uni Eropa emisi CO2, dengan mobil penumpang memberikan kontribusi sekitar 12 per-sen. Di Eropa rata-rata mobil baru Uniemisi CO2 turun 5,4 per-sen di tahun dengan kuartal pertama 2010, turun ke145,6 g / km.

Jadi mari kita menuju dunia zero emission dengan mengikuti perkembangan teknologi..go wes lah..transport massal zero emission juga penting..apapun itu harus sadar tentang dampak lingkungan dimulai dari manapun…


Tingkat pencemaran di kota-kota besar di dunia semakin memprihatinkan dari tahun ke tahun khususnya di wilayah benua Asia termasuk Indonesia. ABC ini di asia di juluki Asia Brown Clouds  adalah lapisan polusi udara yang mencakup bagian-bagian Asia Selatan, yaitu bagian utara Samudra Hindia, India, dan Pakistan. Dapat dilihat dari foto satelit, awan muncul sebagai noda coklat raksasa menggantung di udara di atas sebagian besar Asia Selatan dan Samudera Hindia setiap tahun antara Januari dan Maret, mungkin juga selama bulan-bulan sebelum dan begitu seterusnya kemudian. Istilah ini diciptakan pada laporan dari UNEP Samudera HindiaPercobaan (INDOEX).

Penyebab

Awan coklat Asia atau Asia brown clouds diciptakan oleh berbagai partikel udara dan polutan dari pembakaran (woodfires misalnya, mobil, dan pabrik-pabrik), pembakaran biomassa. dan proses industri  dengan pembakaran yang tidak terolah sempurna. Awan coklat selalu dikaitkan dengan angin muson musim dingin (November / Desember sampai April) dan muncul selama tidak ada hujan yang membasahi untuk mencuci polutan dari udara.

Observasi

Lapisan polusi terus diamati selama Percobaan Samudera Hindia (INDOEX) dengan observasi lapangan yang intensif pada tahun 1999 dan dijelaskan dalam studi penilaian bagaimana dampak Brown Clouds yang diterbitkan UNEP 2002. Para ilmuwan di India mengklaim bahwa Asia Brown Clouds tidak selalu  spesifik ke Asia melainkan bisa dibagian bumi mana saja tergantung efek polusi dan rumah kaca di tempat itu. Selanjutnya, ketika Program Lingkungan PBB (UNEP) menyelenggarakan proyek follow-up internasional, subjek penelitian berganti nama menjadi Awan Atmosfer Brown/Atmospheric brown clouds(ABC’s) dengan fokus pada Asia.

Awan itu juga dilaporkan oleh NASA pada tahun 2004  dan 2007.

Meskipun partikel aerosol umumnya terkait dengan efek pendinginan global, studi terbaru menunjukkan bahwa mereka benar-benar dapat memiliki efek pemanasan seperti efek rumah kaca di daerah tertentu seperti Himalaya.  Bahkan, efek ini “Brown Clouds” – yang penuh lapisan awan aerosol – telah meningkat pemanasan atmosfer di India sekitar 50%.

Dampak

Segi Kesehatan : Salah satu dampak utama adalah pada kesehatan. Sebuah studi tahun 2002 menunjukkan hampir dua juta orang meninggal setiap tahun, di India saja, dari kondisi alam yang berhubungan dengan Brown Clouds.

Segi Cuaca di tiap Daerah :  Sebuah studi penilaian yang kedua diterbitkan pada tahun 2008  Ini disorot masalah-masalah regional tentang.:

1. Perubahan pola curah hujan dengan angin muson Asia. Melemahnya angin muson India setelah diamati menimbulkan efek kekeringan dan banjir juga di bagian Cina utara selatan yang dipengaruhi oleh awan coklat.

2. Peningkatan curah hujan selama Top End Australia dan wilayah Kimberley. Sebuah penelitian CSIRO telah menemukan bahwa dengan menggusur selatan ekuatortermal melalui pendinginan udara di atas Asia Timur, musim hujan yang membawa sebagian besar air hujan di wilayah tersebut telah diintensifkan dan berpindah ke selatan.

3. Terjadi pengurangan gletser dan salju Himalaya. Penyebabnya disebabkan oleh meningkatnya suhu udara yang lebih  di daerah tinggi, efek pemanasan gabungan gas rumah kaca dan Awan Brown Asia. Juga pengendapan karbon hitam menurunkan refleksi dan memperburuk keadaan. Mencairnya glasial Asia dapat mengakibatkan kekurangan air dan banjir bagi ratusan juta orang yang tinggaldi hilir.

4. Penurunan panen tanaman. Peningkatan konsentrasi ozon permukaan memungkinan untuk mempengaruhi hasil panen menjadi negatif. Dampaknya pada tanaman tertentu. Seperti di india, penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa gas polutan yang tersebar di udara telah menyebabkan iklim dan temperatur udara berubah sehingga mempengaruhi hasil produksi padi di India. Akibatnya, hasil panen merosot 20-25 persen.

Intensitas Siklon di Laut Arab

Sebuah studi 2011 menemukan bahwa polusi membuat siklon Laut Arab lebih intens sebagai atmosfer brown clouds telah memproduksi pola angin yang mencegah melemahnya pola angin geser yang secara historis telah membuat siklon di Laut Arab menjadi sebuah  badai besar. Fenomena ini ditemukan sebagai pertanggung jawaban  atas pembentukan badai yang  lebih kuat pada tahun 2007 dan 2010 yang dicatat badai pertama yang memasuki Teluk Oman.

Pemanasan global dan peredupan

Laporan 2008 juga membahas keprihatinan pemanasan global dan menyimpulkan bahwa awan cokelat memiliki tingkat kepekatan 20 sampai 80 persen dari gas rumah kaca  di beberapa abad yang lalu. Laporan tersebut menyarankan bahwa udara serta polusi dapat memiliki efek memperkuat dan memperbesar pada pemanasan global.

Dampak lain utama adalah pada es di kutub. Lapisan karbon hitam  di Asia Brown Cloud dapat merefleksikan sinar matahari dan Bumi bisa mengalami peredupan  tetapi pemanasan bisa terjadi ditempat lain dengan menyerap radiasi yang masuk dan terjadilah pemanasan atmosfer. Karbon hitam mempunyai dampak  tiga kali lebih efektif daripada karbon dioksida/gas rumah kaca dan akibat yang paling umum adalah efek mencairnya es di kutub dan salju.

Karbon hitam di daerah bersalju menyebabkan sekitar tiga kali perubahan suhu sebagai karbon dioksida di atmosfer. Pada daerah bersalju bahkan pada konsentrasi di bawah lima bagian permiliar karbon hitam memicu mencairnya es/salju, dan mungkin bertanggung jawab sebanyak 94persen dari pemanasan Kutub Utara.

Akibatnya lapisan es Kutub Utara menyusut ke laut sepanjang tahun, dengan pencairan lebih banyak es di bulan-bulan musim semi dan musim panas dan sedikit gletser terbentuk di musim gugur dan musim dingin. Es laut Kutub Utara mencair selama musim panas tahun 2010 untuk menutupi area terkecil ketiga.

Luasnya es Kutub Utara terus menurun setidaknya sebesar 11% per dekade dan sangat cepat, dengan kata lain. Mark Serreze mengklaim bahwa prediksi sampai September 2030, atau lebih, Kutub Utara mungkin tidak akan ada es sama sekali. Ini akan terlihat seperti samudra biru.

Dampak ABC di Indonesia

Dampaknya di Asia Tenggara sudah mulai terlihat dikota-kota besar seperti Malaysia, Vietnam, Thailand dan Indonesia . Khususnya di Indonesia yang paling ketara adalah di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia yang padat penduduk. Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan. Bahkan salah satu studi melaporkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

Di Indonesia sendiri, sebagaimana data yang dipaparkan oleh Pengkajian Ozon dan Polusi Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jawa Barat menduduki peringkat polusi udara tertinggi di Indonesia.

Dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 85 persen. Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang tinggi. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik (misalnya kadar timbal yang tinggi). Kebakaran hutan dan industri juga turut berperan. Dan dari penelitian terbaru bahwa efek ABC di Indonesia sebagian besar juga dipengaruhi oleh sisa gas buang rumah tangga karena aktifitas rumah tangga yang padat di Indonesia.

Dampak Pencemaran Udara Pada Kesehatan

Dari segi kesehatan, pencemaran udara dapat berakibat pada terganggunya kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. Misalnya anemia. Memang, di masa pertumbuhan sel-sel darah merah terus diproduksi. Namun, karena masuknya timbal akan merusak sel darah merah, maka jumlahnya makin lama makin berkurang dan akhirnya anak menderita anemia.

Timbal yang masuk ke dalam tubuh juga akan merusak sel-sel darah merah yang mestinya dikirim ke otak. Akibatnya, terjadilah gangguan pada otak. Hal yang paling dikhawatirkan, anak bisa mengalami gangguan kemampuan berpikir, daya tangkap lambat, dan tingkat IQ rendah. Dalam hal pertumbuhan fisik, keberadaan timbal ini akan berdampak pada beberapa gangguan, seperti keterlambatan pertumbuhan dan gangguan pendengaran pada frekuensi-frekuensi tertentu.

Pada orang dewasa, timbal dapat mempengaruhi sistem reproduksi atau kesuburan. Zat ini dapat mengurangi jumlah dan fungsi sperma sehingga menyebabkan kemandulan. Timbal juga mengganggu fungsi jantung, ginjal, dan menyebabkan penyakit stroke serta kanker. Ibu hamil akan menghadapi risiko yang tinggi jika kadar timbal dalam darahnya di ambang batas normal. Timbal ini akan menuju janin dan menghambat tumbuh-kembang otaknya. Risiko lain adalah ibu mengalami keguguran. Yang perlu diketahui, timbal layaknya musuh dalam selimut. Awalnya, kadar timbal yang tinggi dalam darah tidak akan menunjukkan gejala penyakit. Dampak baru muncul dalam jangka panjang.

Dampak Pencemaran Udara pada Lingkungan

1. Menghambat fotosistesis tumbuhan. Terhadap tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

2. Menyebabkan hujan asam. pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain: Mempengaruhi kualitas air permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan, serta Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.

3. Meningkatkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Pemanasan global sendiri akan berakibat pada; Pencairan es di kutub, Perubahan iklim regional dan global, Perubahan siklus hidup flora dan fauna.

4. Kerusakan lapisan ozon. Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak terfilter dan dapat mengakibatkankanker kulit serta penyakit pada tanaman.

Mengurangi Pencemaran Udara

Untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan melalui beberapa usaha antara lain:

  • Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida
  • Pengolahan atau daur ulang limbah asap industri
  • Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti
  • Melakukan kegiatan car free day secara berkala yang bertujuan untuk mengurangi laju peningkatan polusi dari kendaraan bermotor di wilayah tertentu

Sedikit info ini semoga berguna…

Videonya

Referensi


Hiking adalah cara yang menyenangkan untuk membakar kalori dan mencari pengalaman yang berhubungan dengan aktivitas alam luar. Meskipun nantinya bisa tergoda dan menjadi hobi untuk melakukan pendakian-pendakian selanjutnya. Disini pemilihan sepatu hiking yang tepat dibutuhkan agar tidak  menyebabkan cidera pada kaki dan nyaman untuk digunakan nantinya. Salah satu item paling penting dalam hiking adalah memiliki sepasang sepatu, yang nyaman berjenis kasar dan bentuknya sepatu bot hiking. Dalam Memilih sepasang sepatu hiking yang berkualitas dapat meningkatkan kenikmatan hiking anda dan melindungi kaki anda, kususnya bagian pergelangan kaki dan telapak kaki. Berikut sedikit tips memilih sepatu hiking :

1. Pilih sepatu hiking yang menampilkan jumlah yang sesuai dari lapisan di bagian atas boot. Karena bagian atas boot ini dirancang untuk memberikan dukungan, jumlah jahitannya saat ini lebih dari sekedar fungsi  fashion. sepatu hiking yang berkualitas memiliki fitur ganda untuk lapisan quadruplenya dijahit. Meskipun sepatu bot ini lebih mahal daripada sepatu dengan jahitan-jahitan tunggal, tapi  pergelangan kaki Anda bisa mendapatkan keuntungan dari bantalan ekstra dan alas sepatu yang  mendukung sehingga nyaman dipakai. sepatu hiking dengan lipatan lebih biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan lipatan lebih sedikit efeknya jadi lebih aman dipakai.

2. Pilih sepatu hiking yang sesuai dengan jenis medan yang  anda ingin jelajahi. Periksa bagian bawah sepatu hiking untuk membuktikan kekuatan dan kemampuan sepatu. Sepatu hiking dengan sol lembut lebih cocok untuk  trek yang  tidak rata, atau berbatu. Salah satu keuntungan sepatu yang  lebih lembut untuk memberikan fleksibilitas, seperti melekat pada rumput tidak merata. Hiking sepatu dengan sol keras yang lebih cocok untuk kondisi hiking berumput atau berlumpur. Semakin keras jenis solnya akan memberikan cengkraman yang kokoh di rumput dan lumpur.

3. Fokus anda saat memilih adalah perhatian pada bagian dalam sepatu hiking. Pilih sepatu hiking yang menampilkan padding dan nyaman cocok untuk membantu mencegah jamur dan lecet. Ketika Anda butuh kenyamanan dalam memilih, sepatu yang memiliki bantalan  terlalu banyak di dalam sepatu hiking juga dapat menyebabkan masalah kaki seperti jamur, pembengkakan dan iritasi. Cobalah sepatu dengan memakai sepasang  kaus kaki  hal ini ditujukan  pada kecocokan sepatu yang anda pakai supaya lebih pas sehingga nantinya  anda dapat  menentukan ukuran yang terbaik sebelum  membeli.

4. Pilih sepatu hiking yang menawarkan perlindungan tahan air/waterproof. Karena cuaca dan medan tidak dapat diprediksi, penting untuk tetap siap untuk yang terburuk selama melakukan hiking. Misalnya, slide kecil atau tersandung bisa membuat  kaki masuk  ke dalam genangan air. Hiking boot yang disusupi oleh air dapat menyebabkan infeksi. Hiking sepatu bot yang terbuat dari bahan seperti menawarkan perlindungan Gore-Tex tahan air, namun tetap nyaman dan bernapas.

5. Timbang  opsi hiking boot anda apakah terlalu berat atau terlalu ringan bagi anda sesuai kenyamanan. Sepatu boot yang ringan menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan di jalan hiking kalau  sepatu boot  berat berguna saat anda  membawa beban besar dan lebih  aman dipakai. Pertimbangkan jenis hiking yang akan anda jelajah sehingga anda mempunyai kesempatan prepare lebih baik untuk  menemukan atau menentukan sepatu hiking yang paling cocok untuk situasi anda.

Mengenai EcoTourism Indonesia


GARIS BESAR

Ekowisata merupakan bentuk wisata mengunjungi daerah yang alami, murni, dan biasanya dilindungi, dimaksudkan mengurangi dampak negatif serendahnya-rendahnya bagi tempat wisata itu sendiri   dan sebuah memunculkan  alternatif positif  yang skalanya kecil  untuk pariwisata komersial standar. Tujuannya untuk mendidik wisatawan, untuk menyediakan dana untuk konservasi ekologi, untuk secara langsung manfaat pembangunan ekonomi dan politik pemberdayaan masyarakat lokal, atau untuk mendorong penghormatan terhadap budaya yang berbeda dan untuk hak asasi manusia. Sejak 1980-an ekowisata telah dianggap sebagai upaya kritis dengan lingkungan, sehingga generasi mendatang mungkin mengalami tujuan yang relatif tidak tersentuh oleh campur tangan manusia. Beberapa program universitas menggunakan deskripsi ini sebagai definisi kerja ekowisata.

Umumnya, ekowisata berfokus pada relawan, atau “voluntourism“, yang meliputi pertumbuhan pribadi dan kelestarian lingkungan. Ekowisata biasanya melibatkan perjalanan ke tujuan mana flora, fauna, dan warisan budaya adalah atraksi utama. Salah satu tujuan ekowisata adalah untuk menawarkan wawasan wisatawan ke dampak manusiaterhadap lingkungan, dan untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih besar dari habitat alam kita.

Ekowisata bertanggung jawab termasuk program yang meminimalkan aspek-aspek negatif dari pariwisata konvensional pada lingkungan dan meningkatkan integritas budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, selain mengevaluasi faktor lingkungan dan budaya, merupakan bagian integral dari ekowisata adalah promosi daur ulang, efisiensi energi, konservasi air, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk alasan ini, ekowisata sering menarik bagi lingkungan dan mendukung tanggung jawab sosial .

DEFINISI EKOWISATA

Apa yang disebut dengan ekowisata atau sering juga ditulis atau disebut dengan ekoturisme, wisata ekologi, ecotoursism, eco-tourism, eco tourism, eco tour, eco-tour dsb?

Rumusan ‘ecotourism’ sebenarnya sudah ada sejak 1987 yang dikemukakan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sbb:

Nature or ecotourism can be defined as tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objectives of studying, admiring, and enjoying the scenery and its wild plantas and animals, as well as any existing cultural manifestations (both past and present) found in the areas.”

“Wisata alam atau pariwisata ekologis adalah perjalanan ketempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini.”

Rumusan di atas hanyalah penggambaran tentan kegiatan wisata alam biasa. Rumusan ini kemudian disempurnakan oleh The International Ecotourism Society (TIES) pada awal tahun 1990 yaitu sebagai berikut:

“Ecotourism is responsible travel to natural areas which conserved the environment and improves the welfare of local people.”

“Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat”.

Definisi ini sebenarnya hampir sama dengan yang diberikan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sama-sama menggambarkan kegiatan wisata di alam terbuka, hanya saja menurut TIES dalam kegiatan ekowisata terkandung unsur-unsur kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahtraan penduduk setempat. Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan. Dengan kata lain ekowisata adalah kegiatan wisata alam plus plus. Definisi di atas telah telah diterima luas oleh para pelaku ekowisata.

Adanya unsur plus plus di atas yaitu kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat setempat ditimbulkan oleh:

  1. Kekuatiran akan makin rusaknya lingkungan oleh pembangunan yang bersifat eksploatatif terhadap sumber daya alam.
  2. Asumsi bahwa pariwisata membutuhkan lingkungan yang baik dan sehat.
  3. Kelestarian lingkungan tidak mungkin dijaga tanpa partisipasi aktif masyarakat setempat.
  4. Partisipasi masyarakat lokal akan timbul jika mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi (‘economical benefit’) dari lingkungan yang lestari.
  5. Kehadiran wisatawan (khususnya ekowisatawan) ke tempat-tempat yang masih alami itu memberikan peluas bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif dengan menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan mereka atau meningkatkan kualitas hidpu penduduk lokal, baik secara materiil, spirituil, kulturil maupun intelektual.

Sedangkan pengertian Ekowisata Berbasis Komunitas (community-based ecotourism) merupakan usaha ekowisata yang dimiliki, dikelola dan diawasi oleh masyarakat setempat. Masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pengembangan ekowisata dari mulai perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ekowisata sebanyak mungkin dinikmati oleh masyarakat setempat. Jadi dalam hal ini masyarakat memiliki wewenang yang memadai untuk mengendalikan kegiatan ekowisata.

TUJUAN EKOWISATA INDONESIA

Tujuan Ekowisata Indonesia adalah untuk (1) Mewujudkan penyelenggaraan wisata yang bertanggung jawab, yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan alam, peninggalan sejarah dan budaya; (2) Meningkatkan partisipasi masyararakat dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat; (3) Menjadi model bagi pengembangan pariwisata lainnya, melalui penerapan kaidah-kaidah ekowisata.

KARAKTERISTIK  EKOWISATA 

Secara konseptul ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Sementara ditinjau dari segi pengelolaanya, ekowisata dapat didifinisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan kaidah alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatnkan kesejahtraan masyarakat setempat.

PRINSIP EKOWISATA

1. Memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan alam dan budaya, melaksanakan kaidah-kaidah usaha yang bertanggung jawab dan ekonomi berkelanjutan.

2. Pengembangan harus mengikuti kaidah-kaidah ekologis dan atas dasar musyawarah dan pemufakatan masyarakat setempat.

3. Memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

4. Peka dan menghormati nilai-nilai sosial budaya dan tradisi keagamaan masyarakat setempat.

5. Memperhatikan perjanjian, peraturan, perundang-undangan baik ditingkat nasional maupun internasional.

CRITERIA

Ekowisata merupakan bentuk pariwisata yang melibatkan kunjungan ke kawasan alami – di padang gurun terpencil atau lingkungan perkotaan. Menurut definisi danprinsip-prinsip ekowisata yang ditetapkan oleh Masyarakat Internasional Ekowisata(ikatan) pada tahun 1990, ekowisata adalah “wisata Bertanggung jawab untukdaerah-daerah alami yang melestarikan lingkungan dan meningkatkankesejahteraan masyarakat setempat.” (Ties, 1990). Martha Madu, memperluasdefinisi hubungan dengan menggambarkan tujuh karakteristik ekowisata, yaitu:

  • Involves travel to natural destinations
  • Minimizes impact
  • Builds environmental awareness
  • Provides direct financial benefits for conservation
  • Provides financial benefits and empowerment for local people
  • Respects local culture
  • Supports human rights and democratic movements

such as:

  • conservation of biological diversity and cultural diversity through ecosystem protection
  • promotion of sustainable use of biodiversity, by providing jobs to local populations
  • sharing of socio-economic benefits with local communities and indigenous peoples by having their informed consent and participation in the management of ecotourism enterprises
  • tourism to unspoiled natural resources, with minimal impact on the environment being a primary concern.
  • minimization of tourism’s own environmental impact
  • affordability and lack of waste in the form of luxury
  • local culture, flora and fauna being the main attractions
  • local people benefit from this form of tourism economically, often more than mass tourism

Ekowisata sering disalahartikan sebagai segala bentuk pariwisata yang melibatkan wisata alam/Jungle. Pada kenyataannya, banyak kegiatan ekowisata sering terdiri dari menempatkan sebuah hotel di sebuah lanskap indah, sehingga merugikan ekosistem. Menurut mereka, ekowisata harus peka atas semua orang untuk keindahan dan kerapuhan alam. Mereka mengutuk beberapa operator sebagai greenwashing operasi mereka: menggunakan label “hijau” dan “ramah lingkungan”,sementara berperilaku dengan cara yang bertanggung jawab terhadap linkungan.

EKOWISATA INDONESIA SESUAI KONSEP DAN PENGERTIANNYA

Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor dua di dunia, telah dikenal memiliki kekayaan alam, flora dan fauna yang sangat tinggi. Para explorer dari dunia barat maupun timur jauh telah mengunjungi Indonesia pada abad ke lima belas vang lalu.

Perjalanan eksplorasi yang ingin mengetahui keadaan di bagian benua lain telah dilakukan oleh Marcopollo, Washington, Wallacea, Weber, Junghuhn dan Van Steines dan masih banyak yang lain merupakan awal perjalanan antar pulau dan antar benua yang penuh dengan tantangan. Para adventnrer ini melakukan perjalanan ke alam yang merupakan awal dari perjalanan ekowisata. Sebagian perjalanan ini tidak memberikan keuntungan konservasi daerah alami, kebudayaan asli dan atau spesies langka (Lascurain, 1993).

Pada saat ini, ekowisata telah berkembang. Wisata ini tidak hanya sekedar untuk melakukan pengamatan burung, mengendarai kuda, penelusuran jejak di hutan belantara, tetapi telah terkait dengan konsep pelestarian hutan dan penduduk lokal. Ekowisata ini kemudian merupakan suatu perpaduan dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Ekowisata tidak dapat dipisahkan dengan konservasi. Oleh karenanya, ekowisata disebut sebagai bentuk perjalanan wisata bertanggungjawab.

Belantara tropika basah di seluruh kepulauan Indonesia merupakan suatu destinasi. Destinasi untuk wisata ekologis dapat dimungkinkan mendapatkan manfaat sebesarbesarnya aspek ekologis, sosial budaya dan ekonomi bagi masyarakat, pengelola dan pemerintah.

INTI PENGEMBANGAN EKOWISATA INDONESIA

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan peninggalan sejarah, seni dan budaya yang sangat besar sebagai daya tarik pariwisata dunia. Ahli biokonservasi memprediksi bahwa Indonesia yang tergolong negaraMegadiversity dalam hal keaneka ragaman hayati akan mampu menggeser Brasil sebagai negara tertinggi akan keaneka jenis, jika para ahli biokonservasi terus giat melakukan pengkajian ilmiah terhadap kawasan yang belum tersentuh.

Bayangkan saja bahwa Indonesia memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 12% binatang menyusui, 16% reptilia and amfibia, 17% burung, 25% ikan, dan 15% serangga, walaupun luas daratan Indonesia hanya 1,32% seluruh luas daratan yang ada di dunia (BAPPENAS, 1993).

Di dunia hewan, Indonesia juga memiliki kedudukan yang istimewa di dunia. Dari 500-600 jenis mamalia besar (36% endemik), 35 jenis primata (25% endemik), 78 jenis paruh bengkok (40% endemik) dan 121 jenis kupu-kupu (44% endemik) (McNeely et.al. 1990, Supriatna 1996). Sekitar 59% dari luas daratan Indonesia merupakan hutan hujan tropis atau sekitar 10% dari luas hutan yang ada di dunia (Stone, 1994). Sekitar 100 juta hektar diantaranya diklasifikasikan sebagai hutan lindung, yang 18,7 juta hektarnya telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

Namun Demikian sampai saat ini kita harus menanggung beban berat sebagai negara terkaya keaneka ragaman hayati di kawasan yang sangat sensitif, karena biota Indonesia tersebar di lebih dari 17,000 pulau. Oleh karena itu bukan saja jumlah populasi setiap individu tidak besar tetapi juga distribusinya sangat terbatas. Ini harus disadari oleh pemerintah, sehingga Indonesia harus merumuskan suatu kebijakan dan membuat pendekatan yang berbeda di dalam pengembangan sistem pemanfaatan keaneka ragaman hayatinya, terutama kebijakan dalam pengembangan pariwisata yang secara langsung memanfaatkan sumber daya alam sebagai aset. Pengembangan sumber daya alam yang non-ekstraktif, non-konsumtif dan berkelanjutan perlu diprioritaskan dan dalam bidang Pariwisata pengembangan seperti ekowisata harus menjadi pilihan utama.

VISI EKOWISATA INDONESIA

Melihat potensi yang dimiliki Indonesia, maka Visi Ekowisata Indonesia adalah untuk menciptakan pengembangan pariwisata melalui penyelenggaraan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya), melibatkan dan menguntungkan masyarakat setempat, serta menguntungkan secara komersial. Dengan visi ini Ekowisata memberikan peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional, regional maupun lokal.

Penetapan Visi Ekowisata di atas di dasarkan pada beberapa unsur utama:

  1. Ekowisata sangat tergantung pada kualitas sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya.
    Kekayaan keaneka-ragaman hayati merupakan daya tarik utama bagi pangsa pasar ekowisata, sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya menjadi sangat penting untuk ekowisata. Pengembangan ekowisata juga memberikan peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional, regional dan lokal.
  2. Pelibatan Masyarakat.
    Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta kawasan daya tarik wisata, dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat menjadi mutlak, mulai dari tingkat perencanaan hingga pada tingkat pengelolaan.
  3. Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
    Ekowisata memberikan nilai tambah kepada pengunjung dan masyarakat setempat dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman. Nilai tambah ini mempengaruhi perubahan perilaku dari pengunjung, masyarakat dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih menghargai alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
  4. Pertumbuhan pasar ekowisata di tingkat internasional dan nasional.
    Kenyataan memperlihatkan kecendrungan meningkatnya permintaan terhadap produk ekowisata baik ditingkat internasional maupun nasional. Hal ini disebabkan meningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berprilaku positif terhadap alam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan yang masih alami agar dapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan kepeduliannya terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya setempat.
  5. Ekowisata sebagai sarana mewujudkan ekonomi berkelanjutan.
    Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang non-ekstraktif dan non-konsumtif sehingga meningkatkan perekonomian daerah setempat. Penyelenggaraan yang memperhatikan kaidah-kaidah ekowisata, mewujudkan ekonomi berkelanjutan.

ISU-ISU UMUM EKOWISATA 

  • Kepemilikan
  • Kemitraan
  • Skala/Konsesi
  • Gender
  • Partisipasi
  • Transparansi
  • Proses Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

TEMPAT-TEMPAT YANG BISA DIJADIKAN REFERENSI EKOWISATA DI INDONESIA

Oh iya jangan lupa Vote Komodo ! Jangan lupa Sms. Ketik KOMODO Kirim ke 9818 ! Gratis kok !

Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi. Bahkan dalam strategi pengembangan ekowisata juga menggunakan strategi konservasi. Dengan demikian ekowisata sangat tepat dan berdayaguna dalam mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem di areal yang masih alami. Bahkan dengan ekowisata pelestarian alam dapat ditingkatkan kualitasnya karena desakan dan tuntutan dari para eco-traveler.

Komodo adalah salah satu atraksi utama pariwisata di Indonesia. Taman terdiri dari603 km persegi. tanah dan 1.214 km persegi. perairan laut. Itu dinyatakan Manusia dan Biosfer Reserve dan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1986.Keanekaragaman hayati yang unik dan keindahan pemandangan dikombinasikan dengan lokasi terpencil dan pedesaan membuat salah satu tempat favorit para wisatawan. Dengan 900-1,000 spesies ikan, itu adalah salah satu habitat ikanterkaya di dunia. Lumba-lumba, penyu sisik dan penyu hijau sering mengunjungikarang-bangunan dan pipa organ merah muda pantai karang. Jangkar kapalmenyelam ‘yang dirancang agar tidak membahayakan terumbu karang yang rapuh.Taman ini juga mengambil langkah-langkah aktif untuk mengurangi praktekpenangkapan ikan yang merusak di daerah tersebut.

Fasilitas wisata dari taman menyediakan akomodasi bagi para turis. Eko-wisataatraksi taman ini termasuk :

  • Komodo Dragons (giant monitor lizards)
  • Spectacular Diving and Snorkeling
  • Catch and Release Fishing
  • Hiking
  • Whale Watching.

Ada berbagai wisata yang diselenggarakan oleh pemerintah dan operator tur yang eko-pariwisata sebagai tujuan utama. Ini sebuah hasil  kerja lapangan yang terdiri oleh para wisatawan.

Contoh sebuah perjalanan ke Sulawesi untuk melihat  semua spesies burung yang ada, dengan banyak spesies burung di hutan tropis. Di hutan hujan SumateraAnda dapat melakukan kerja lapangan dengan para peneliti selama 13 hari mengamati dan bekerja sama untuk melihat habitat orangutan dan bagaimana perawatannya. berwisata arung jeram di sepanjang Sungai Ayung atau kunjungan ke taman kebun binatang di Bali adalah kegiatan favorit di  para pelancong juga saat bersamaan seperti itu  juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata.

Contoh tempat yang bisa dikunjungi sebagai tujuan Ekowisata Taman Nasional Bali Barat, Bali Butterfly Park, Pegunungan Batukaru, Batur VolcanoAktif, Taman Nasional Tangkoko diantaranya untuk meningkatkan usaha ekowisata utama di Indonesia. Kunjungan ke beberapa tempat ekowisata tersebut akan menunjukkan anda bagaimana rasanya berada di tempat terliar dan termegah di muka Bumi.

DAMPAK NEGATIF EKOWISATA

Ekowisata telah menjadi salah satu yang tercepat-berkembang sektor industri pariwisata, tumbuh setiap tahun oleh 10-15% di seluruh dunia (Miller, 2007). Salah satu definisi ekowisata adalah “praktek berdampak rendah, pendidikan, perjalanan yang sensitif secara ekologis dan budaya yang menguntungkan masyarakat setempat dan negara tuan rumah” (Sayang, 1999). Banyak proyek ekowisata tidak memenuhi standar ini. Bahkan jika beberapa pedoman sedang dieksekusi, masyarakat setempat masih menghadapi dampak negatif lain. Afrika Selatan adalah salah satu negara yang menuai manfaat ekonomi yang signifikan dari ekowisata, tetapi efek negatif – termasuk memaksa orang untuk meninggalkan rumah mereka,pelanggaran berat hak-hak dasar, dan bahaya lingkungan – jauh lebih besar daripada jangka menengah manfaat ekonomi (Miller, 2007 ). Sejumlah besar uang yang dihabiskan dan sumber daya manusia terus digunakan untuk ekowisata meskipun hasil tidak berhasil, dan lebih banyak uang yang dimasukkan ke dalam kampanye public relation untuk mencairkan efek dari kritik. Ekowisata adalah saluran sumber daya dari proyek-proyek lain yang dapat memberikan kontribusi solusi yang lebih berkelanjutan dan realistis untuk menekan masalah sosial dan lingkungan.”Para pariwisata uang dapat menghasilkan sering taman dasi dan manajemenuntuk eko-pariwisata” (Walpole et al. 2001). Tapi ada ketegangan dalam hubungan ini karena eko-turisme sering menyebabkan konflik dan perubahan dalam penggunaan lahan hak, gagal untuk memberikan janji-janji keuntungan di tingkat masyarakat, kerusakan lingkungan, dan memiliki banyak dampak sosial lainnya.Memang banyak yang berpendapat berulang kali bahwa eko-pariwisata ekologis maupun sosial tidak menguntungkan, namun tetap sebagai strategi untuk konservasi dan pembangunan (Barat, 2006). Sementara beberapa penelitian sedang dilakukan bagaimana cara untuk memperbaiki struktur ekowisata, beberapa orang berpendapat bahwa contoh-contoh memberikan alasan untuk menghentikan dampak ekowisata.

Sistem ekowisata memiliki pengaruh keuangan dan politik yang luar biasa. Bukti di atas menunjukkan bahwa kasus yang kuat ada untuk menahan kegiatan semacam itu di lokasi tertentu. Pendanaan dapat digunakan untuk studi lapangan yang bertujuan mencari solusi alternatif untuk pariwisata dan beragam masalah di Afrika menghadapi hasil dari urbanisasi, industrialisasi, dan eksploitasi atas pertanian(Kamuaro, 2007). Di tingkat lokal, ekowisata telah menjadi sumber konflik atas kontrol dari keuntungan tanah, sumber daya, dan pariwisata. Dalam hal ini,ekowisata telah merugikan lingkungan dan masyarakat setempat, dan telah menyebabkan konflik atas pembagian laba. Dalam dunia yang sempurna akan lebih banyak upaya dilakukan untuk mendidik wisatawan dari efek lingkungan dansosial dari perjalanan mereka. Sangat sedikit peraturan atau hukum berdiri ditempat sebagai batas-batas untuk para investor dalam ekowisata. Ini harus dilaksanakan untuk melarang promosi proyek ekowisata berkelanjutan dan bahan-bahan yang memproyeksikan seperti gambar palsu, tujuan yang tidak pasti, merendahkan budaya lokal dan pribumi.

Jadi pada intinya setiap apa yang direncanakan meskipun itu berniat positif pasti ada sisi negatif, dampak atau resikonya dalam hal ini kita sebagai pelaku ekowisata harus meminimalisir dampak-dampak yang merugikan tersebut dengan menyikapi segala sesuatunya dengan lebih teliti dan terencana.

Sekian moga info ini berguna bagi kalayak..

Sumber :

Dikutip dari tulisan yang dibuat oleh Chafid Fandeli yang bersumber pada BukuPengusahaan Ekowisata (2000), Chafid Fandeli., Mukhlison., Fakultas Kehutanan Univ. Gadjah Mada Yogyakarta

Ecotourism Development. A Manual for Conservation Planners and Managers, Volume 2 : The Business of Ecotourism Development and Management, The Nature Conservation, Second Edition, 2005

Guidelines for community-based ecotourism development, WWF International, July 2001.

ECOTOURISM: Principles: Practices & Policies For Sustainability, United Nation Environment Programme, Part 1

ECOTOURISM: Principles: Practices & Policies For Sustainability, United Nation Environment Programme, Part 2

Ecotourism Investment and Development Models for Donors, NGOs and Private Entrepreneurs, Susan Heher, Cornell University, 2003

Ecotourism Development. A Manual for Conservation Planners and Managers, Volume 1 : An Introduction to Ecotourism Planning, The Nature Conservation, Second Edition, 2005

A Business Planning Guide for Ecotourism Operators in the Pacific Islands, Sherry M. Bushnell, The Pacific Business Center Program University of Hawaii

Pacific Islands Ecotourism: A Public Policy and Planning Guide. The Ecotourism Planning Kit: by Dr. Juanita C. Liu, School of Travel Industry Management, 2560 Campus Road, University of Hawai‘i at M_noa, Honolulu, Hawai‘i 96822

Managing Tourism at World Heritage Sites. A Practical Manual for World Heritage Site Managers, By Arthur Pedersen, UNESCO World Heritage Centre, 2002

Responsilbe Tourism Handbook – A guide to good practice for tourism operators.

Making Tourism More Sustainable – A Guide for Policy Makers, United Nation Environment Programme

Making Tourism More Sustainable – A Guide for Policy Makers, United Nation Environment Programme

Sustainable Tourism in Protected Areas. Guidelines for Planning and Management, IUCN – The World Conservation Union, 2002, World Commission on Protected Areas (WCPA)

Linking Communities, Tourism & Conservation. A Tourism Assessment Process. By Eileen Gutierrez, Kristin Lamoureux, Seleni Matius and Kaddu Sebunya, Conservation International and The George Washington University, 2005


Mobiado-CPT002-Aston-Martin-Concept-Phone

 

WARWICKSHIRE, KOMPAS.com – Produsen mobil premium, kini  cenderung memproduksi perlengkapan atau gadjet eksklusif buat  penggemarnya. Salah satunya adalah Aston Martin dari Inggris. Perusahaan mobil ini bekerjasama dengan pabrik telepon genggam (hape) mewah asal Kanada, Mobiado untuk membuat “handset” khusus. Kehebatan hape ini: tidak hanya mewah juga canggih. Ciri khasnya, transparan dan direncanakan akan diluncurkan Mei mendatang.

Smartphone dengan desain futuristik ini diberi kode produk CPT002 Aston Martin Concept Phone. Kehebatannya, menggunakan layar sentuh kapasitif dari kristal safir transparan. Untuk mendapatkan penampilan seperti init, Mobiado harus menyertakan langsung baterai, komponen elektronik dan kartu SIM ke dalam hape.

Saat tidak digunakan, hape  dengan sistem operasi Android hanya memperlihatkan logo Aston Martin dan Mobiado, indikator baterai dan kekuatan sinyal provider yang berada di bagian atas. Sedangkan di bagian bawah, berupa titik-titik, mirip pada iPhone, adalah inidkator  untuk memberi tahu bahwa hape ini siap difungsikan (standby).

Keyless
Fitur atau kemampuan menarik dari CPT002 Concept Phone ini, bisa disatukan dengan komputer mobil (Aston Martin tentunya). Karena itu pula, hape pintar ini bisa berfungsi sebagai kunci, sama dengan fitur keyless yang banyak ditawarkan produsen mobil sekarang ini. Tepatnya, untuk membuka pintu, tak perlu repot mencolokkan anak kunci ke lubangnya.

Tanpa perlu mengeluarkannya dari kantung, dan bila pemiliknya dekat dengan mobil, bisa dibuka secara otomatis (hanya menarik pintu). Setelah itu, hape ini juga akan terhubung langsung ke layar informasi mobil.

Lantaran menggunakan sistem operasi Android, hape  ini juga bisa digunakan sebagai GPS yang langsung memperlihatkan lokasi mobil. Fitur jejaring sosial pada hape ini adalah kemampuan mengatur kamera yang disatukan dengan kendaraan, secara periodik membuat foto dan video. Juga bisa memberikan informasi tentang kota yang dilewati dan selanjutnya bisa diunggah ke Twitter dan FaceBook.

Kemampuan menarik lain, setelah diintegrasikan dengan komputer mobil adalah  kinerja akselerometer yang dinilai inovatif. Pasalnya, bila terjadi kecelakaan, akselerometer hape ikut mengoperasikan sistem keamanan pada untuk bekerja lebih efektif. Misalnya, memerintahkan kantung pengaman atau udara bekerja secara berurutan.

Hal yang sama juga diaktifkan untuk sabuk pengaman. Waktu bekerja dan tingkat kekencangan sabuk pengaman menahan tubuh pengemud diatur secara bertahap atau sesuai dengan kecepatahn mobil. Dikabarkan pula, seluruh model Aston Martin, bisa dikawinkan dengan hape mewah dan pintar ini.

%d blogger menyukai ini: