Tag Archive: Salam



IMG_1909

Salam wildlife!Kali perjalanan tim sueto yaitu menulusuri pantai-pantai yang misterius di kawasan Bajulmati, Malang, Jatim, Indonesia. Destinasi yang sebenarnya kami ingin mengunjungi dua pantai di kecamatan Gajahrejo yaitu pantai jolangkung dan lepek. Tetapi keinginan kami untuk hunting pantai yang misteriuspun terwujud saat itu.

Berawal dari rencana touring sueto tim kami mengumpulkan peserta yang bersedia ikut di bulan Oktober 2013 ini dan akhirnya terkumpul  9 orang. Dari Surabaya berangkat hari Sabtu jam 11 malam kita berangkat menuju batu dengan mengendarai sepeda motor kemudian singgah di rumah salah satu anggota untuk istirahat. Waktu itu sampai sekitar jam 1 Minggu dini hari kemudian kami langsung beristirahat untuk rencana keberangkatan sekitar jam 5 pagi, lumayan biar kita ada istirahat sekitar 4  jam-5jam.

Akhirnya kita molor juga 1 jam sekitar jam 7 pagi kita baru sampai alun-alun kota Malang. Perjalananpun dilakukan dengan santai dengan menikmati perjalanan selama 3 jam dan sempat berhenti sejenak untuk mengisi bensin dan sarapan. Meskipun saya sudah berkali-kali melewati jalan di area turen-gedangan-sendangbiru-bajulmati tetap tidak akan pernah bosan rasanya karena memang sensasi perjalanannya sungguh bisa dinikmati apalagi bila naik sepeda motor. Berikut ini kira-kira rute perjalanan touring kami :

malang-regency-mapt

peta edit-1

Screenshot edit (1)

Memasuki area Bajulmati rasa penasaran saya pun mulai muncul sudah sampai mana jalanan aspal bagus ini yang targetnya menghubungkan daerah pantai sendang biru dan pantai balekambang ini sejak terakhir saya kesini. Terus menelusuri jalan Bajulmati beraspal sampai habis melewati kecamatan Gajahrejo dan beberapa objek pantai misalnya seperti pantai goa cino, pantai bajulmati 1, bajulmati 2, pantai pasir panjang, pantai jolangkung, pantai lepek, pantai mbengkung.

Sesampainya di penghujung jalan aspal jalan sudah mulai makadam tapi ternyata sudah ada pelebaran jalan karena masih tahap pembangunan. Dari sinilah kami mulai mencari pantai-pantai misterius itu melewati jalan hutan makadam dan beberapa jembatan sungai memang di perjalanan sebelumnya menuju pantai ngantep kami sudah pernah melewati jalan ini sebelumnya jadi mungkin kami sedikit paham detailnya.

Kamipun sering-sering bertanya pada warga sekitar tentang beberapa pantai yang bagus di daerah itu dan sempat tersesat di beberapa rute jalan yang setapak hanya bisa dilewati sepeda motor. Terus menjelajah melewati perkebunan, ladang, sawah akhirnya kamipun terhenti untuk berfikir sejenak dengan bertanya lagi kependuduk sekitar sampai jelas rutenya. Kemudian kami di arahkan kembali menuju jalanan aspal lagi yang sebelum jalan makadam ada beberapa pantai bagus di kawasan itu.

Sesampainya jalanan aspal sekitar jam 11 siang kami bertanya kembali masih di daerah sekitar Gajahrejo dan ternyata memang benar ada beberapa pantai bagus di daerah ini. Melewati beberapa ladang perkebunan dengan jalan kecil yang misterius akhirnya kami menemukan pantai yang indah dan masih sangat alami bahkan pemandangannya melebihi prakiraan kami dan ada gardu selayang pandangnya lagi buat melihat kawasan pantai-pantai surga di daerah Bajulmati ini.

Wow!memang sangat bagus kawasan pantai ini dilihat dari atas sungguh kenikmatan yang luarbiasa dari Tuhan Yang Maha Esa. Terlihat juga beberapa di sebelahnya dan kami sebut sendiri pantai ini heavenland beach karena pada saat tanya warga sekitar pantai ini belum punya nama. Pasir di pantai ini termasuk pantai pasir putih meskipun areanya kecil tapi mempunyai kelebihan tersendiri yaitu ada watu bolong dan gerdu selayang pandang yang telah dibangun warga sekitar sungguh bisa di bilang sangat menakjubkan pemandangan disini. Kamipun sangat menikmati sejuk dan panas teriknya udara pantai juga sambil berfoto-foto sampai pada akhirnya kami merasa kelelahan dan tertidur di gerdu untuk beristirahat sejenak menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Bisa dilihat foto-fotonya di bawah ini :

IMG_1891

IMG_1913

IMG_1894

1390479_297561053715952_193503870_n

1376439_297562357049155_723660922_n

IMG_1920

IMG_1922

IMG_1952

IMG_1962

IMG_1966

IMG_1974

IMG_1976

IMG_1979

IMG_1985

IMG_1991

Setelah sejenak usai beristirahat sekitar jam 13.00 WIB kamipun melanjutkan perjalanan di pantai ke dua yang tak kalah misteriusnya kami sebut pantai karang tengkorak karena banyak karang yang menyerupai tengkorak dan memang struktur pantainya terdiri dari karang-karang dari bebatuan kapur. Di pantai ini lah kami berjemur, mandi, bermain dan mengabadikan momen. Jarak pantai ke 2 ini dengan pantai pertama tidak jauhkok mungkin hanya 300-400 meter saja terbelah oleh bukit kapur. Berikut dokumentasinya :

IMG_2053

IMG_2060

IMG_2071

IMG_2089

IMG_2097

IMG_2108

IMG_2112

IMG_2114

IMG_2117

IMG_2139

IMG_2184

IMG_2189

IMG_2205

IMG_2221

IMG_2224

IMG_2227

Mungkin hanya sekitar 1 jam lebih kita berada disini jam setengah 4 lebih kami sudah bersiap kembali untuk ke surabaya karena terlihat cuaca sudah mulai mendung dan perjalananpun masih jauh untuk menuju Surabaya.Oh iya jangan lupa simak videonya juga kalau masih penasaran :

Untuk soal tarif dua pantai tadi masih benar-benar gratiskok kami hanya habis uang bensin dan makan dari Surabaya saja. Mungkin destinasi kali ini boleh dicoba untuk rekan-rekan penjelajah yang mau mencoba kedua tempat pantai misterius ini, memang tak ada plakat terus intinya kalau ke pantai ini adalah pantai jolangkung dan lepek pantai ini berada disebelah pantai lepek tetapi beda jalur beberapa km kemudian harus sering-sering bertanya kepada warga sekitar supaya tidak kesasar juga nomer satu adalah punya niatan menjelajah dengan feeling experience yang bagus terhadap medan yang akan di hadapi. So Good Luck bagi yang ingin mencoba mungkin detailnya bisa saya carikan di google map. Baik terimakasih telah membaca cerita perjalanan yang lagi-lagi mengenai touring Suetoclub community. Mudah-mudahan kami selalu dapat terus memberi cerita-cerita berkualitas tentang indahnya Indonesia di masa mendatang :).

Iklan

 

IMG_9100

Yup Perjalanan lagi salam wildlife…Kali ini weekend perjalanannya yang dekat-dekat saja touring ke Cuban Talun Malang. Perjalan ini masih baru saja kok di bulan Juni 2013 berangkat pagi di hari Minggu dari Surabaya dengan jalur Sidoarjo-Tulangan-Mojosari-Pacet-Cangar-Cuban Talun yah termasuk jalur cepat dan sepi di hari minggu. Berangkat sekitar jam 10 pagi, biasanya peserta kebanyakan jam karet jadi rencana molor jauh tapi selama ada niatan kita berangkat. Perjalanan melewati daerah Cangar ini memang lebih dekat di bandingkan harus memutar lewat lawang/malang tapi untuk melewati daerah ini kondisi motor harus prima karena tracknya memang penuh S corner  Road naik turun yang tajam jadi kalau tak hati-hati dalam membagi gas motor-mobil bisa tak kuat nanjak. Yah syukur-syukur yang pakai motor bebek boncengan bisa naik sambil dorong olahraga dikit tapi perjalanan jadi seru kalau lewat cangar di padu dengan pemandangan yang indah. Tapi bagi yang sudah lama tak lewat sini jangan di kira jalur cangar-batu ini sepi seperti tahun-tahun di bawah 2010 tapi bahkan tanjakan pun bisa macet kalau ada mobil yang pas-pasan di jalan karena kalau hari libur ramai banyak muda-mudi yang cari angin di jalur sekitar Cangar-Batu ini.

Anggap saja perjalanan sudah sampai di puncak cangar tepatnya di pemandian air panas cangar, kita istirahat dulu untuk mendinginkan mesin dan pantat. Sebelum ke puncak kalau sering lewat pasti tahu ada air terjun juga namanya Cuban kembar watu ombo sudah saya posting juga di https://suetoclub.wordpress.com/2013/03/26/tour-tak-terduga-sueto-ke-coban-kembar-watu-ondo-cangar-sby-malang-batu-mojosari-sda/ .Sudah selesai istirahatnya kami pun turun puncak melewati bumi aji terus ke arah selecta tapi sebelum selecta udah ada plakat arah ke Cuban Talun kok bagi yang belum pernah kesana. Akhirnya kami pun masuk tiket hari itu 2 motor 2 orang kita kenak 20ribuan kayaknya dikorting karena waktu itu pengunjung gak ramai seperti biasanya dan hari tampak mendung tak bersahabat. kemudian masuk parkir motor melihat area sekitar dan perjalanan langsung kami lanjutkan sekalian hunting spot-spot yang bagus sekitar perjalanan setapak menuju Cuban Talun.

Berikut ini saya share foto-fotonya biasa narsis sedikit demi mengenalkan destinasi wisata yang masih alami

IMG_9033

IMG_9042

IMG_9052

 

IMG_9142

IMG_9185

IMG_9240

 

IMG_9242

IMG_9279

IMG_9299

IMG_9317

IMG_9340

Eh waktu perjalanan pulang saat di air terjun ketemu personel baru yang mau bareng ikutan kami pulang ke Sidoarjo karena mereka tidak tahu jalan yang lewat cangar akhirnya berangkat 4 orang pulangnya jadi 6 orang tambah rame tapi suasana pulang saat itu sudah diguyur hujan, kamipun menunggu hujan reda supaya bisa aman melewati medan jalan cangar. Sebelum kabut mulai tebal dan kami sangat kedinginan langsung tancap gas dan pulang menuju kota Surabaya meskipun saat pulang ada beberapa kejadian trouble tapi akhirnya kami sampai rumah dan nice tour untuk saat itu dan masih banyak lagi destinasi air terjun di Malang yang bisa para traveller atau bacpackers ini kunjungi di kab. Malang..

See ya for the next tour……..

Lokasi Cuban Talun :

Coban Talun  berada di kawasan wisata Bumi Perkemahan Coban Talun di lereng barat Gunung ArjunaWelirang.  Coban ini memiliki ketinggian sekitar 75 meter dengan diameter +/-15 meter dan pemandangan yang elok di sekitar lokasinya,  karena selain bisa menikmati gemuruh deburan air terjun,  juga bisa menyaksikan banyak pelangi di setiap sudut.

Akses :

Lokasi menuju Coban Talun Jaraknya kurang lebih 15 km dari kota malang. Untuk menuju ke lokasi dari kota Malang bisa ditempuh dengan naik bus mini dari terminal Landungsari,atau naik angkota, kemudian turun di terminal Batu, perjalanan dilanjutkan dengan naik Angkot lagi jurusan sumber Brantas. Dan supaya kalau mau turun bilang pada pak supir turun di coban talun, setelah itu dilanjutkan dengan jalan kaki menuju lokasi, di sana ada penunjuk jalan ke coban Talun sedangkan bagi yang membawa mobil pribadi bisa langsung menuju lokasi.

Untuk dapat mencapai lokasi wisata ini wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 15 km atau 1,5 jam dari pusat kota Malang. Namun, tidak perlu khawatir karena wisatawan dapat mencapai lokasi dengan menggunakan Angkot jurusan sesuai dengan tujuan ke Selecta, yakni menggunakan Angkot berwarna biru dengan code AL (Arjosari-Landungsari) atau ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) dengan biaya sebesar Rp 3.000,- turun di Terminal Landungsari. Dari Landungsari, wisatawan melanjutkan perjalanan dengan Angkot berwarna Pink atau Ungu tujuan ke Terminal Batu dengan biaya sebesar Rp 4.000,- .

Sesampainya di Terminal Batu, wisatawan lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Angkot berwarna Orange tujuan Selecta-Coban Talun dengan biaya sebesar Rp 4.000,-. Nah, dengan menggunakan Angkot ini, wisatawan langsung akan diturunkan di pintu masuk lokasi wisata Coban Talun. Jalan menuju ke lokasi bisa dikatakan sudah cukup rusak meskipun beraspal. Namun, tetap bisa dilalui kendaraan bermotor. Di sepanjang perjalanan wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah, dengan kanan dan kiri pohon apel yang banyak ditanam oleh warga sekitar.

Dari pintu masuk tersebut, wisatawan harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 50 meter hingga sampai ke pintu gerbang atau loket pembayaran karcis masuk air terjun Coban Talun.

Dari lokasi parkir, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri hutan pinus yang sangat eksotik. Namun sebelum itu, harus menyebrangi dua aliran sungai, disini wisatawan perlu jeli dalam menentukan pijakan. Karena apabila tidak jeli bisa-bisa pijakan tersebut sangat dalam selutut orang dewasa. Untuk mempermudah perjalanan wisatawan menuju lokasi wisata, pengelola telah membuat tanda-tanda di beberapa batang pohon. Perjalanan memakan waktu sekitar 30-60 menit perjalanan. Memang sudah dipasang tanda oleh pengelola namun trek yang sedikit berlumpur dan jalan yang cukup menurun akan menyulitkan para wisatawan sekalian. Jadi, tetap diperlukan kehati-hatian dan tenaga ekstra untuk dapat mencapai air terjun Coban Talun tersebut.

Di sepertiga jalan menuju lokasi wisata, ada dua jalan yang bercabang. Jalan sebelah kanan adalah jalan menuju air terjun Coban Talun di bagian atas sedangkan jika wisatawan tetap mengikuti arah jalan tersebut maka akan berada di bagian bawah aliran sungai dari air terjun tersebut. Meskipun demikian kedua jalan tersebut akan memberikan keindahan air terjun setinggu kurang lebih 75 meter. Keindahan lain dari air terjun ini adalah terdapatnya batua-batuan pegunungan yang sangat besar yang tentunya menambah keeksotikan air terjun Coban Taun ini.

Selain itu, apabila kondisi cuaca sedang cerah maka butiran air yang terhempas angin akan menimbulkan warna pelangi yang sangat indah dan mempesona. Warna pelangi tersebut dapat wisatawan saksikan hampir di sekeliling lokasi wisata tersebut. Sungguh perpaduan alam yang sangat eksotik dan menawan. Namun perlu diketahui bahwa, apabila hujan turun deras maka semua pengunjung diwajibkan meninggalkan lokasi wisata ini karena ditakutkan terjadinya banjir.

Tiket masuk :

Tiket masuk adalah Rp 5000 per orang dan tiket parkir Rp 2000 (untuk roda dua) dan Rp 4000 (untuk roda empat).


Hi Salam wild life! Posting kali ini hanya sebagai selingan saja agar kita menambah wawasan tentang legenda-legenda alam yang unik dari seluruh Indonesia mulai dari legenda adanya para gunung dulu deh di Indonesia dari sabang-merauke..nanti setahap demi setahap kita posting meskipun sudah banyak yang tahu tapi kita harap yang belum tahu juga punya keinginan untuk ingin tahu legenda-legenda di Indonesia 🙂

Yup mungkin di mulai dari Jawa Timur dulu gunung yang pernah saya daki. Baru kemudian gunung-gunung lainnya di Indonesia

Pada suatu ketika Arjuna bertapa di puncak sebuah gunung dengan sangat tekunnya, hingga berbulan – bulan. Karena ketekunannya hingga tubuhnya mengeluarkan sinar yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Karena perbawanya yang hebat jika burung berani terbang di atasnya pastilah jatuh tersungkur. Makhluk apapun tak berani mengganggu.

Begitu khusuknya Arjuna bersemedi hingga menimbulkan goro-goro di Kahyangan Suralaya, Kahyangan geger. Kawah condrodimuko mendidih menyemburkan muntahan lahar. Bumi bergoncang, Petir menggelegar di siang bolong, terjadi hujan salah musim hingga menimbulkan banjir, menyebarkan penyakit, orang yang sore sakit pagi mati, pagi sakit sore mati. Bahkan gunung tempatnya bertapa menjadi terangkat menjulang ke langit.

Para Dewa sangat kuatir, mereka berkumpul mengadakan sidang dipimpin oleh Batara Guru. “Ada apa gerangan yang terjadi di Marcapada , kakang Narada. Hingga Kahyangan menjadi geger” sabda Batara Guru, sebagai kata pembuka meskipun sebenarnya dia sudah mengetahui jawabannya.

Akhir dari Sidang Paripurna Para Dewa memutuskan bahwa hanya Batara Narada lah yang bakal sanggup menyelesaikan masalah. Seperti biasanya Bidadari cantikpun tak akan sanggup membangunkan tapa Arjuna. Batara Narada segera turun ke Marcapada, mencari titah yang menjadi sumber goro-goro. Sesaat ia terbang, ngiter-ngiter di angkasa.

Dilihatnya Arjuna sedang bertapa di puncak gunung. Bersabdalah Batara Narada “Cucuku Arjuna bangunlah dari tapamu, semua orang bahkan para Dewa akan menjadi celaka bila kau tak mau menghentikan tapa mu”. Arjuna mendengar panggilan tersebut, karena keangkuhannya jangankan bangun dari tapanya, justru dia malah semakin tekun. Dia berfikir bila dia tidak mau bangun pasti Dewa akan kebingungan dan akan menghadiahkan banyak senjata dan kesaktian.

Betara Narada gagal membangun kan tapa Arjuna, meskipun dia sudah menjanjikan berbagai kesaktian. Dengan bingung dan putus asa, segera terbang kembali ke Kahyangan. Sidang susulanpun segera di gelar untuk mencari cara bagaimana menggulingkan sang Arjuna dari tapanya.

Akhirnya diutuslah Batara Ismaya yang sudah menjelma menjadi Semar untuk membangunkan tapa Arjuna. Bersama dengan Togog berdua mereka segera bersemedi dimasing-masing sisi gunung tempat Arjuna bertapa. Berkat kesaktian mereka tubuh mereka berubah menjadi tinggi besar hingga melampaui puncak gunung. Lalu mereka mengeruk bagian bawahnya dan memotongnya. Mereka melemparkan puncak gunung itu ketempat lain.

Arjuna segera terbangun dari tapanya. Dan memperoleh nasehat dari Semar bahwa tindakannya itu tidak benar. Gunung tempat Arjuna bertapa itu diberi nama Gunung Arjuna. Potongan gunung yang di lempar diberi nama Gunung Wukir.

Punden Mahkutoromo

Gowa Naga Geni Tampuono

Candi Watu Kursi di Sepilar

Patung Eyang Semar

Lembah Kijang

Kesimpulan

Cerita tentang Gunung Arjuna ini disebut legenda, sebab Gunung Arjuna dan Gunung Wukir itu masih bisa kita lihat sampai sekarang. Gunung Arjuna terletak di sebelah utara kota Batu, sedangkan Gunung Wukir letaknya di sebelah tenggara kota Batu.
Perlu kita ingat bahwa kita sering lupa diri seperti Arjuna. Lebih-lebih kalau kita sedang bernasib baik. Kitacenderung menjadi sombong dan tinggi hati.
Dengan membaca legenda ini hendaknya selalu ingatbahwa kesombongan itu tidak baik, karena bisa merugikan diri kita dan orang lain. Hendaknya kita selalu rendah hati meskipun kita mempunyai keistimewaan tertentu.
Sumber :

watu abu 2 copy

Hallo Salam Wildlife!Sudah lama tidak posting perjalanan extreme Sueto kali ini di tahun 2012 bulan agustus menceritakan singkat  perjalanan saja. Kali ini perjalanan dilakukan sendirian karena yang lain pada mudik sendiri-sendiri dan saya ada waktu senggah liburan panjang yah saya coba mencari tempat-tempat baru yang sekiranya bisa di lalui dengan perjalanan sehari. Eh ternyata setelah riset dan searching dapetnya di Malang juga. Mari kta telusuri yuk.

IMG_4200

Perjalanan kali ini sebenarnya niatnya kepingin menjelajahi beberapa tempat sekaligus dalam satu hari tapi karena ada gangguan jadi akhirnya cuman bisa ke satu tempat saja. Niatnya berangkat subuh ini malah jam11 baru berangkat dari rumah menuju Malang memang tujuan kali ini memang tidak jauh-jauh dari pantai sipelot yang pernah di posting di https://suetoclub.wordpress.com/2011/11/17/all-about-tour-to-sipelot-beach/ yup tempat yang saya tuju juga pantai bernama pantai Lenggosono dan pantai Watu Awu sebelumnya yang ada dalam benak saya adalah bagaimana menelusuri akses ke pantai Lenggosono saja tak terpikir malah akan mendarat di pantai Watu Awu.

Berangkat jam 11 menuju Malang beristirahat dikota Malang dulu karena memang kebetulan cuaca panas sekali jadi saya maem sup buah dulu biar seger terus perjalanan langsung saya lanjutkan menuju Turen melewati pertigaan arah pantai Sendang Biru dan sampai ke kota Dampit sedikit mengingat-ingat jejak perjalanan saat ke pantai Sipelot ternyata kali ini sudah ada plakat penunjuk arahnya tidak seperti dulu  jadi bisa agak santai jalannya. Kemudian masuk gerbang kecamatan Tirtoyudo setelah masuk langsung mencari arah desa pujiharjo sampai pertigaan ada masjid sekitar jam 14.00 p.m saya sampai disitu. Pertigaan ini sudah ada arah penunjuk jalannya juga jadi bagi yang masih baru melewati daerah ini gak akan kesasar kalau gak salah kalau arah ketimur itu arah pantai Licin masuk kecamatan Ampel Gading perbatasan Malang-Lumajang. Lanjut perjalana sebelum sampai desa Pujiharjo saya penasaran ada jalan tanjakkan membelah dua tebing seperti baru dibangun disebelah barat jalan menuju desa Pujiharjo akhirnya saya coba jalan ini dan saya tanya kepada orang penjual bakso setempat  ternyata akses jalan ini memang ke arah desa Purwodadi yang menjadi tujuan saya pantai Lenggosono. View daerah memang bagus saya sempat membuat saya terkesima, nih fotonya :

IMG_4149

IMG_4131

 

Nah Setelah saya lihat-lihat ada tempat tersembunyi yang saya ingat sebelah pantai Lenggosono ternyata ada pantai lagi tapi saya belum tahu namanya akhirnya saya turun dan coba telusuri jalannya kemudian ada pertigaan, saya pilih sebelah kiri terus melalui jalan menurun yang cukup terjal dan akhirnya saya sampai ke dusun Balerejo dan bertanya orang setempat apakah nama pantai di desa ini ternyata bernama pantai Watu Awu sampai ke Pantainya….Wao! tenang sekali ombaknya, sepi tenang, dengan penduduk yang ramah dan tempatnya asik dibuat bertenda atau camping. Saya lansung siapkan segala peralatan untung mengambil beberapa moment dan dokumentasi karena memang saya tidak akan bisa lama-lama disini dan hari semakin gelap. Berikut foto-fotonya :

IMG_4170

IMG_4204

IMG_4217

IMG_4213

IMG_4217

IMG_4208

watu abu 1 copy

IMG_4252

Tipikal pantainya sepertinya sama dengan pantai Sipelot karena memang geologi pantainya sama pantai jenis teluk dalam jadi ombaknya tenang karena tidak langsung dari laut lepas hanya pasir pantai sedikit lebih putih atau bersih karena memang tidak banyak aktifitas warga yang dilakukan di pantai ini tidak seperti pantai Sipelot yang sudah agak ramai. Sama seperti Sipelot yang menjadi tujuan wisatawan di daerah sini memang kebanyakan menuju ke Pantai Sipelot atau ke Pantai Lenggosono karena memang secara akses lebih mudah dan penduduk lebih ramai jadi pantai Watu Awu ini sepi pengunjung tapi tak apalah bagiku justru sepi inilah tempat ini menjadi sangat nyaman untuk dibuat bersantai dan menghilangkan pikiran  jenuh akibat aktifitas dikota rasanya seperti surga kecil yang nyamannya masuk kedalam pikiranku dan membuat saya lebih refresh dan mempunyai inspirasi dalam hal-hal baru kedepan.

Hari sudah sore menunjukkan pukul 16.oo p.m waktunya pulang kembali ke Sidoarjo takutnya macet kena arus balik lebaran. Alhamdulillah jam 19.20 saya sudah sampai di rumah jadi bisa evaluasi untuk menuju ke touring-touring selanjutnya. Bagi pembaca selamat menikmati keindahan alam Indonesia….!

Berikut Videonya :

%d blogger menyukai ini: