Tag Archive: sedudo



IMG-20170323-WA0042

Hi Salamwildlife!Kali ini kami sueato team melakukan perjalanan pemanasan menuju ke sumber pitu pujon kalau tepatnya ke arah Coban Rondo jika naik kendaraan pribadi nanti dari kota Batu Nanti piliharah Jombang-Kediri kemudian terus arah ke pujon pertigaan Ringin Punden lalu berbelok ke kiri. Kemudian lurus saja menuju arah ke barat sampai masuk Desa Pujon Kidul.  Bila mau Bacpackeran bisa naik angkutan umum , dari Terminal Landungsari naik bus Puspa Indah jurusan Jombang-Kediri atau naik angkutan BNK (jurusan Batu-Ngantang-Kasembon) jika dari Terminal Batu. Setelah pertigaan patung sapi, lalu turun di pertigaan ojekan Ringin Punden. Dari sini kemudian bisa naik ojek menuju ke Pujon Kidul

peta sumber 7

Langsung saja perjalanan touring kami mulai dari Surabaya sekitar jam 11 malam berkumpul di korem bunderan waru, rutenya lewat krian-pacet-cangar-batu-pujon. Sampai Cangar sekitar jam 2 pagi dini hari kami berhenti di warung sego jagung Cangar untuk istirahat. Paginya sekitar jam 5 perjalanan dilanjutkan sekitar jam 6 pagi kami mulai start perjalanan jalan kaki, jaraknya 7km ke Air terjur Sumber Pitu. HTM Rp 10.000,- saja. Perjalanan jalan kaki ditempuh saat itu ditempuh selama 2jam di ketinggian sekitar 1100mdpl. Melewati beberapa air terjun sumber 1 kemudian sampe ke sumber 7 atas sumber 7 ada lagi sumber 4. Suasanannya istimewa banget kas pegunungan.

Langsung saja lihat dokumentasinya :

Oh iya saat itu untuk suasanan hanya mcerah berawan jadinya jalan aman kalau hujan jalanannya licin sangat bahaya untuk melakukan perjalanan ke air terjun bila gear yang digunakan tidak mumpuni.

Akhirnya setelah puas mendokumentasikan keindahan alam Indonesia ini kami kembali Surabaya

Saran :

  • Jangan dipaksakan melakukan perjalanan jalan kaki bila hujan ke air terjun.
  • Datang lebih pagi mengantisipasi keadaan karena daerah pegunungan sering hujan.
  • Bawa bekal minumyang cukup
  • Siapkan gear yang sesuai untk jalanan tanah dan becek, berbatu
  • Lindungi peralatan Dokumentasi anda dengan perlengkapan anti air.

Untuk perjalanan Sumberpitu versi Lawang bisa disimak di link berikut : http://www.suetoclub.com/2015/07/sueto-team-jelajah-sumber-pitu-malang.html

video :

See you gaes..

Iklan

IMG_0192

Hisalamwildlife!Cerita perjalanan Maret 2017 ini muncul karena kami juga tak menduga ada tempat indah lagi dicangar yang kami berkali-kali lewati. Memang kelihatannya baru dibuka. Memang pada awalnya tidak ada rencana kami mencari destinasi untuk touring untuk akhir pekan. Kami hanya ingin merayakan hari ulang tahun anak-anak sueto pada saat itu dengan tujuan warung-warung sego jagung cangar.

Saat itu titik point awal kami adalah berkumpul di korem waru Surabaya sabtu malam minggu karena begitu derasnya hujan waktu berangkat pun tertunda dari jam 9 sampai jam 11 dan jam 12 kami melakukan perjalanan dengan rute waru-krian-mojosari-pacet-cangar masih ditemani dengan rintik-rintik hujan. Sempat berhenti makan bakso di indomaret pacet setelah itu melanjutkan perjalanan ke warung sego jagung Cangar.

Setelah sampai di warung kami menikmati sejenak dinginnya udara cangar saat dini hari sambil menunggu hidangan siap disajikan. Suasana pagi hari itu sangat dingin sampai tanganpun terbujur kaku bila kena angin alam. Tapi setelah penyetan sambel sego jagung disajikan kami santab bersama dan akhirnya kamipun punya tenaga penghangat untuk tidur dibalik dinginnya warung saat itu.

Pagi hari kami terbangun dan ditemani gerimis kabut tak punya rencana kemana-mana hanya ingin melihat berjalannya kabut sampai berapa lama menemani kami. Setelah kabut mulai naik kami akhirnya menemukan sebuah loket masuk bernama wisata air terjun watu lumpang.

Kami datang saat itu ternyata petugas belum datang kami tunggu sejenak, ternyata tak lama petugas datang membayar HTM Rp 5000,- kami masuk deh.

Lokasi Air terjun Watu Lumpang ini terletak di Hutan Pacet Masuk Wilayah Mojokerto, kalau dari pacet sebelum wisata coban kembar watu ondo, kalau dai bumi aji batu setelah melewati pemandian dan wisata coban kembar watu ondo. Bisa dilihat di google jaraknya dari Surabaya sekitar 70km an

map

Dari loket ke Air terjun jaraknya gak jauh cuman 100meter tidak susah, tidak capek, tidak jauh juga dan alamnya sudah dikelola dengan baik tapi jangan sangka air terjunnya biasa meskipun tidak susah untuk mencapainya. Ternyata air terjun bagus banget dengan ada beberapa air terjun lainnya dengan aliran yang tidak seberapa deras tapi sangat pas untuk di buat objek fotografi. Langsung cek dokumentasinya saja nih dibawah.

Tak terpikir ternyata ada air terjun sebagus ini didaerah sekitar pacet ini. Justru saya lebih suka dengan air terjun dengan tipikal aliran yang seperti watu lumpang ini karena secara estetika fotografi dapat lebih dinikmati dan untuk sekedar main air pun tidak berbahaya. Manis untuk dinikmati dengan sejuknya udara pegunungan seperti merestat pikiran sejenak dari urusan lika-liku kehidupan. Hehee

Hari mulai siang dan sudah banyak pengunjung berdatangan, kamipun bersiap kembali ke Surabaya. Sempat mampir ke Bakso Jumbo Pacet yang benar-benar masih jumbo dan murah paling enggak jumbonya tidak wanna be seperti bakso jumbo yang ada di kota Surabaya dan harganya masih realistis untuk kantong kering..xixixixi

Oke mudah-mudahan cerita perjalanan penghibur ini bisa mengantarkan kami ke tempat yang lebih istimewa dikemudian hari. See you next trip keep extreme guys..


DCIM100MEDIA

Salam wildlife!Melanjutkan perjalanan dari Bukit Watu Lawang ke Air Terjun Singokromo sangat dekatkok. Kalau bawa mobil juga bisa kok masuk ke area wisata air terjunnya tapi nanti tetep di parkir. Kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki yang misalnya takut capek disana disediakan ojek juga tarif sekitar Rp20ribu PP. Kalau mau jalan kaki juga menurut saya juga medannya tidak berat dari parkiran mobil jalan kaki sekitar 20menit udah sampai loket masuk. Kalau naik motor malah bisa parkir depan loket masuk air terjun malah. Tarif loket masuk kawasan air terjun singokromo Rp5000,-/orang.

Di Kawasan wisata air terjun Singokromo ini ada tiga tempat wisata satu ke sendang putri wilis 200m satunya ke wisata pertapan sadepok jaraknya 1,5km lagi dari tulisan pertigaan pintu masuk wisata air terjun singokromo. Perjalanan ke Air terjun Singokromo dari Loket Masuk cuman 100meter.

Sampai di air terjun pemandangannya bagus banget debit air terjunnya sangat deras jadi hati-hati tapi masih bisa dibuat mandi, foto, semedi dll. Pemandangan disekitar kawasan air terjun juga amazing lo..Silahkan dinikmati dokumentasinya:

Saat kami kembali ke tempat parkiran mobil karena hari mulai sore kami melihat pemandangan yang indah seperti di Kanada/luar negeri kami sangat takjub melihatnya dan di balik itu masih banyak air terjun yang misterius keberadaannya. Sungguh indah alamMu ini ya Tuhan, kapan-kapan kita akan explore lagi area Nganjuk ini..

BTW thanks Gaess sudah menyimak cerita perjalanan kami..Mudah-mudah kita bisa terus share tempat-tempat asik terus di seluruh Indonesia.


IMG_9740

Hi Salamwildlife!”Story about first explore in 2017”…Jadi cerita perjalanan  kali ini adalah perjalanan jelajah pertama kali di tahun 2017…Singkat Cerita Perjalanan ini dilakukan dengan tujuan sambang dulur Sueto chapter Kertosono sekalian bonus jelajah wisata alam kabupaten Ngajuk.

Perjalanan ini dilakukan akhir Febuari 2017 Urutan acaranya seperti ini :

  • ·         Kumpul Korem Waru
  • ·         Berangkat ke Kertosono dari Surabaya
  • ·         Sambang dulur di rumah Djviant Sueto
  • ·         Paginya Explore Nganjuk
  • ·         Tujuan pertama ke Bukit Watu Lawang (lokasi sebelum wisata airterjun sedudo, kec. Sawahan)
  • ·         Tujuan ke dua ke Air terjun Singokromo(masih di lokasi air terjun sedudo)
  • ·         Mengantarkan tuan rumah ke Kertosono
  • ·         Kembali Surabaya

Rutenya via googlemap :

Sabtu malam minggu Kumpul di Korem Waru seperti biasa sampai seluruh peserta acara sambang dulur berkumpul.

Setelah kumpul semua ngopi, sepeda di parkirkan kita naik mobil (Kali ini kita tidak touring tapi vacation saja meskipun intinya tetap menjelajah)kebetulan juga motornya lagi gak ready semua eh tapi ada beberapa mobil nganggur jadi dipakai aja.

Kemudian Berangkat nih pakai dua mobil langsung menuju Kertosono sambang dulur. Perjalanan sedikit ada kemacetan dikarenakan sungai brantas meluber dan memasuki kota efeknya jalan by pass  jadi ikutan macet. Akhirnya kami lewat dalam kota keluar Trowulan arah Jombang

Sampai di Kertosono, akhirnya kami sambang di kediaman Dj viant bersendagurau sejenak ngopi lagi kemudian istirahat untuk persiapan besok. Good Night All..

Paginya setelah Sarapan kami bersiap menuju Bukit Watu Lawang yang termasuk wisata baru di Nganjuk. Bukit Watu Lawang ini terletak di kawasan wisata air Terjun Sedudo kalau sering mampir Nganjuk pasti tahu karena ini wisata terkenal masuk ke kec. Sawahan. Letaknya dari gerbang masuk wisata sedudo masih naik lagi ketemu plakat air terjun singokromo, masih naik lagi nanti ketemu air terjun Gedangan(nah ini termasuk wisata baru juga kami belum coba karena keterbatasan waktu), Setelah air terjun Gedangan naik sedikit ada warung-warung dan tulisan wisata percobaan Bukit Watu Lawang. Kemudian parkir mobil dan membayar tiket masuk Rp 5000,-/orang. Untuk fasilitas parkir memang lahan yang disediakan masih terbatas.

Dari Parkiran ke puncak bukit cuman butuh waktu 15 menit kok jalan kaki tracknya ya gak seberapa berat jadi ya tenang saja gak bakal kecapekan untuk para newbie. Disekitar perjalanan sebelum sampai bukit pemandangannya indah banget kok apalagi kalau sudah sampai puncak bener-bener banyak batu besar yang tersusun rapi diatas bukit. Saat kesana situasinya sudah ramai dan cerah tapi agak medung sedikit memang sebenarnya kurang pagi kayaknya. Tapi kami tetap menikmati sambil dokumentasi menunggu suasanan berawan sedikit cerah.

Foto Dokumentasi :

Setelah berapa lama benar suasana menjadi cerah setelah puas kami sekitar jam 1an siang kembali ke parkiran dan bersiap menuju destinasi selanjutnya. Link

 

 


img-20170105-wa0039

Salam Wildlife dan Selamat tahun baru 2017! Ini tulisan pertama kami suetoclub di tahun baru ini..Kali ini menceritakan perjalanan turing setet sueto 3 hari sebelum event perjalanan ke Bali akhir tahun 2016. Perjalanan ini dilakukan secara solo turing kali ini Jendro tidak bisa ikut karena ada halangan. Berangkat dari Surabaya hari Sabtu dini hari sekitar jam 3 pagi start dari Masjid Agung Surabaya. Perjalanan di tempuh 4 jam jalan santai dan sampai di Lumajang sekitar jam 7 pagi

Saat di Lumajang setet sueto bertemu rekan sueto lainnya yaitu mbak cienta guide lokal asal Lumajang untuk memandu perjalanan menuju Coban Kabut Pelangi di daerah Pronojiwo karena hujan akhirnya tidak jadi terus berganti haluan ke kebun teh di kertowono tapi kondisi track makadam ternyata gak sesuai dengan kondisi motor yang brebet. Akhirnya perjalanan turing untuk hari itu di batalkan dan diganti hari esoknya.

Untuk Foto Coban Kabut Pelangi Hasil Cari di Google :

 

Kalau Foto Kebun Teh Kertowono bisa masuk ke link ini :http://www.suetoclub.com/2016/10/jalan-jalan-ke-kebun-teh-kertowono.html

Hari Minggu sekitar jam 7 perjalanan dilanjutkan ke Gua Pawon di daerah Gucialit waktu tempuhnya dari kota Lumajang kurang lebih sekitar satu setengah jam. Petanya bisa cek by google Map dibawah ini :

map

Sampai tempat parkiran motor kemudian harus jalan kaki sekitar 3km untuk mencapai ke airterjun. Untuk tracknya sendiri lumayan licin jadi cocok-cocokan alas kaki ajalah biar lebih hati-hati.

Sampai di Coban Pawon yang katanya dapur dengan suasana alam itu ternyata desainNYa indah sekali Lo..Berikut dokumentasinya :

Pertama kali kami tahu info tentang coban pawon ini adalah di tahun 2013 oleh karena itu untuk masalah akses dan sarana penunjang tentunya sekarang sudah baik daripada tahun 2013 sudah ada plakatnya, jelas kalau dari arah kota Lumajang.

Kemudian hari sudah mulai siang dan waktunya prepare kembali ke Surabaya untuk persiapan 3 hari lagi turing akhir tahun Bali 2016. Gas solo turing “simple but strong”

Terima kasih semoga cerita perjalan ini bermanfaat Jal.


p_20161002_202418

Salam wildlife!Ngomong-ngomong kalau turing gak mampir ngopi itu gimana gitu…nah kali ini salah satu rekan kita dari sueto memperkenalkan kopi khas Indonesia timur “LA BAJO COFFEE” di surabaya coffee festival 2016 @Spazio. Monggo dirasakan kenikmatan kopinya dengan bermacam-macam olahan dengan aroma jeruk misalnya Fine grind Arabica Coffee,Fine grind dan Whole grind Arabica.

background

Kopi asal Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk jenis arabika dan robusta, dinobatkan sebagai kopi terbaik Indonesia 2015. Kopi Manggarai menggeser peringkat kopi Jambi yang menyabet penghargaan tersebut tahun sebelumnya.

Penetapan kopi Manggarai sebagai kopi terbaik Indonesia 2015 itu merupakan hasil kontes ketujuh kopi spesialti Indonesia yang berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kontes ini diselenggarakan tahunan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember.

Kopi Manggarai jenis arabika memperoleh akumulasi nilai 87.52, sedangkan jenis robusta memperoleh nilai 89.03. Kedua jenis kopi tersebut dikembangkan oleh kelompok petani yang diketuai John Sentis. Di posisi kedua jenis arabika diraih oleh kopi petani asal Bandung dan juara ketiga asal Bondowoso. Sedangkan untuk jenis robusta, posisi kedua ditempati kopi asal Temanggung, Jawa Tengah, dan posisi terakhir diraih kopi Bengkulu.

Ada delapan juri yang terlibat. Juri berasal dari kalangan peneliti dan eksportir. Kemudian, dua juri internasional berasal dari Belanda dan Jerman. Kontes tersebut diikuti 137 jenis kopi dari seluruh daerah, terdiri atas 76 jenis arabika dan 61 jenis robusta.

sumber : https://m.tempo.co/read/news/2015/10/20/201711103/kopi-manggarai-timur-dinobatkan-kopi-terbaik-2015

Bila ingin tahu informasi dan melakukan pembelian bisa hubungi kontak person dibawah ini :
Marketing Excutive : 082233608036 Fhauze

p_20161002_202435

 

 

 

 

 

 


IMG_5754

Hi salamwildlife!Libur Lebaran 2016 Sueto tim memulai melakukan touring lagi, ada beberapa rekan sueto yang melakukan perjalanan ke Gunung Prau/dieng dan Teluk Love Jember. Nah perjalanan Sueto kali ini tujuannya adalah Pantai Patuk Gebang, Pantai jung pakis dan Kedung Aqua/Kalipucung. Rencana awal memang dilakukan untuk sekalian mengunjungi rekan-rekan Sueto yang banyak berdomisili di Jombang, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek. Oleh karena itu kita memilih destinasi itu karena pada waktu lebaran tahun kemarin kita hanya sampai Pantai Sanggar, dan ujung karang.

Kami tertarik pada medannya yang berat menyusuri hutan perbukitan dan salah satu destinasinya yaitu Kedung Aqua.

peta

Keberangkatan tetap dimulai dari Surabaya karena ada anggota tim Sueto yang memang kampoeng halamannya asli Surabaya. Berangkat h+2 jumat malam bertandang ke Jombang dulu kemudian langsung menuju Tulunggungagung kota arah pantai popoh. Setelah sarapan sekitar jam 5 pagi di Tulungagung kamipun langsung menuju arah Pantai Sanggar untuk cerita sebelumnya ke Pantai Sanggar bisa dilihat di link ini

 

http://www.suetoclub.com/2015/07/salam-wildlifetak-henti-hentinya-kami.html

 

Jalanan dari Tulungagung sampai arah tiket masuk sekarang sudah bagus ada papan penunjuk arahnya dan tidak seperti dulu yang harus bertanya-tanya ke warga. Sampai loket pantai Sanggar sudah ada tarif resminya sekarang Rp3000,- kalau dulu hanya sumbangan sukarela tapi jalannya tetap sama extreme untuk rider tertentu.

Sampai pantai Sanggar kita parkir Rp 2000,- kemudian prepare sebentar dan bersiap untuk trackking menuju arah Patuk Gebang. Ini pertama kalinya Sueto tim melewati track ini..karena memang tidak ada penunjuk jalur yang jelas temenan, akhirnya kita ke sasar akhirnya tim dibagi tiga untuk menelusuri jalur…usut punya usut ternyata memang banyak pengunjung lain juga kesasar..Setelah akhirnya kami telusuri kami menemukan beberapa jalan yang bisa dilalui bisa dibilang jalurnya ternyata ada 4 jalur dan semuanya menaiki bukit baru bertemu hutan basah mengetari pinggir pantai.

Jalur wedok 1 dari pertigaan kebun pisang langsung belok kiri yang paling kiri jalurnya agak landai dan besar nanti sampai keatas akan bertemu jalur 2 nah dari situ akan melewati hutan gundul dan tinggal sejalur saja untuk menuju pantai patuk gebang.

Jalur lanang 2 dari pertigaan kebun pisang belok kiri yang kedua jalurnya agak kecil tracknya terjal batu-batu dan tanjakannya lumayan menguras tenaga otomatis turunnya juga susah.

Jalur Liar 3 dari pertigaan kebun pisang lurus saja jalannya besar tapi setelah ditelusuri jalurnya akan menjadi acak dan memasuki kebun pisang yang gersang kemudian dari situ anda akan disuruh memilih lewat jalur babat alas kekiri nanti langsung bertemu juga di hutan gundul setelah menaiki bukit (jangan harap ada trak pemandu disini karena memang jalurnya liar).

Jalur Ojek 4 Nah jalur ojek ini dilalui agak berbeda dari awal jalur ojek ini adalah jalur yang dilewati ojek-ojek trail dari patuk gebang ke sanggar. Jalurnya agak memutar untuk yang pernah menaiki ojek jalurnya bisa cukup extreme.

Akhirnya setelah melalui beberapa jalur hampa diatas maka sekitar 2jam kami Alhamdulillah sampai di pantai Patuk gebang. Karena ada beberapa rekan yang kaget dan cidera maka beberapa ada yang istirahat dahulu.

Setelah istirahat tenaga kami sudah terisi sambil mengambil dokumentasi ada beberapa ojek yang menawarkan jasa ojek dari Patuk gebang-Sanggar atau sebaliknya, Patuk Gebang-Kedung Aqua-Sanggar dengan beberapa tarif kalau dari Patuk-sanggar biaya Rp 25.000,- sekali jalan kalau dari Patuk gebang-Kedung Aqua-Sanggar Rp 35.000,- (kalau dibonceng hati-hati ya)haha

Terus kamipun merencanakan bagi anggota yang perempuan bisa balik pakai ojek saja kalau yang laki-laki kalau bisa waktunya diteruskan saja ke jung pakis tapi ternyat yang cewek-cewek masih mau ikut ke Jung pakis dulu.

Perjalanan dari Pantai Patuk Gebang ke Pantai Jung Pakis cuman 100meterkok jadi deket jalan kaki paling cuman 10-15menit. Karena Jungpakis pantai tidak seberapa buas seperti Patu Gebang ya kami menikmati airlautnya dulu saja sambil memetik buah degan disekitar pantai lumayan kan gratis tapi sudah seijin pemilik kebun setempat.

Setelah selesai dokumentasi sebenarnya kami ingin melanjutkan perjalanan ke kedung Aqua yang ternyata jaraknya masih separuh jarak sanggar-patuk gebang tentunya dengan jalan kaki dan hari sudah mulai petang saat itu sekitar jam 4 belum (mungkin kami sarankan kalau mau ke kedung aqua lain kali bisa naik ojek aja tantangan baru/ datang lebih pagi dari patuk gebang atau bisa camp di patu gebang).

Akhirnya kami kembali menjalani trak patu gebang-sanggar ternyata eh ternyat tenaga pulang lebih cepat daripada tenaga berangkat cuman 35menit saja sudah sampai sanggar kemudian Ishoma dan balik Tulunggagung mampir dulu ke waduk wonorejo dan jam 11malam langsung balik ke Jombang. Besoknya hari Minggu langsung prepare ke Surabaya.

Dokumentasi :

 

Kalau ingin lihat medan tracknya bisa lihat video dibawah ini :

 

 

Terima kasih telah membaca cerita touring kami mudah-mudahan kalau mampir kesini juga dijaga kebersihaanya seperti sampah botol-botol Aqua yang harus dibawa balik dan dibuah sesuai tempatnya. Maklum karena di Pantai Patuk Gebang tidak ada orang berjualan kemudian biasanya wisatawan yang sudah kecapaian dia tidak mau kerepotan membawa sampahnya. Apalagi ada memang beberapa trak licin saat dihutan.

 

 


12992892_1168269306551372_1345172506_n

Salam wildlife!!!Cerita perjalanan kali ini diwakilkan oleh Takim Suetoclub dengan tema menggempur pantai Malang yaitu Sendiki beach…Kenapa menggempur karena memang personelnya banyak sekitar 140 orang ready touring…Otomatis perjalanan yang dimulai dari Surabaya ke malang ini tampak berbobot (maksutnya selow, padet,rimbun karena orangnya banyak..hehe).

Untuk rutenya dari Surabaya bisa dilihat di google nih..

peta

Rute dari Malang ikuti saja arah pantai Tamban yaitu dari Kota Malang – Pakisaji – Kepanjen – Gondang Legi – Turen – Sumbermanjing Wetan – Desa Tambak Rejo – Pantai Tamaban(ada plakat besar disebelah kiri jalan sebelum pertigaan kanan arah pantai bajulmati)dan mungkin lama perjalanan bisa 2-3jam dari kota Malang. Sesampainya di Pantai Tamban, anda harus menuruni jalan. Setelah itu belok kanan, sampai menemui pertigaan. Dari pertigaan berbeloklah ke kiri, sekitar 50 meter akan menemukan pos kamling sederhana yang terbuah dari bambu, setelah itu berbeloklah ke kanan. Nah kebetulan jalanan sempit mungkin hanya bisa dilalui sepeda motor, jadi buat kamu yang membawa mobil sebaiknya diparkirkan di rumah penduduk sekitar dan jalan tracking. Setelah melewati jalanan sempit, kemudian menyusuri persawahan, ladang tebu, padi dan hutan sekitar 3 KM. Selanjutnya kamu akan menemukan pepohonan ketapang, yang artinya sebentar lagi pantainya ketemu. Sekitar 100 meter di pepohonan ketapang, anda sekalian akan mendengar deburan ombak pantai eksotis ini. Tiba-tiba terlihatlah suasana pantai yang mirip beberapa pantai di Bali dan Lombok kalau pernah liburan kesana sih jadi bisa membandingkan. Jadi monggo bisa langsung disimak dokumentasinya by Takim Suetoclub :

12966251_1168269106551392_152706678_n12988077_1168268763218093_1926628798_n12988077_1168268829884753_371660405_n12992098_1168269136551389_1858887799_n12992098_1168269203218049_1079281863_n12992113_1168268856551417_1295010419_n12992128_1168268876551415_122869789_n12992142_1168269189884717_1634910653_n12992377_1168269273218042_586986548_n12992759_1168269193218050_368830859_n12992914_1168269049884731_268547853_n13014841_1168268883218081_1937952557_n13014841_1168269016551401_2012221060_n13014865_1168268819884754_1036736701_n13014934_1168269253218044_1623478925_n13014956_1168268989884737_1673965103_n13015033_1168268823218087_1260374757_n13020535_1168269123218057_813450937_n13020570_1168268766551426_917707332_n13022228_1168268859884750_1482534841_n13023206_1168269216551381_1456972411_n13023267_1168268969884739_2122207588_n13023289_1168269096551393_1603288305_n13023399_1168268946551408_126180281_n13023522_1168268926551410_1590795795_n13023635_1168269056551397_821774580_n13023648_1168269039884732_1539478548_n13023735_1168268839884752_143688374_n13045413_1168268846551418_423000655_n13045534_1168269053218064_2041649014_n (1)13045534_1168269053218064_2041649014_n13045639_1168269159884720_438510803_n13045675_1168269033218066_790060001_n13046092_1168268896551413_402250554_n13046219_1168269083218061_577209883_n13046254_1168268869884749_527296187_nTouring Menggempur Pantai Sendiki yang Indah Agar Tampak Ramai by Takim

Menurut  opini pribadi pantai ini termasuk pantai alami yang sepi(mungkin masih belum terkenal),eksotis, pasir putih, bersih, terawat, sudah dikelola dengan baik tapi untuk kelas ombaknya juga tidak bisa dibilang tenang jadi hati-hati bila ingin berenang guys!. Tapi sejak kedatangan kami pantainya jadi terlihat ramai (yang penting bersih dan tidak membuang kotoran sembarang)

Fasilitas di pantai ini sudah ada parkir Rp 5000,-, Tiket masuk Rp 5000,- sudah ada ayunan, cottage 2 tingkat( hanya untuk pos pantau saja), beberapa bendera Indonesia dengan tiang bambu mungkin bisa dibuat ide bagi penggemar foto couple atau prewedd.

Jadi untuk anda pecinta pantai, butuh ketenangan dan tak ingin jauh-jauh dari Jawa timur maka pantai Sendiki ini adalah salah satu pilihan pantai Malang yang tepat bagi anda sekalian para traveller tapi perlu di Manejemen waktunya agar dapat menikmati keindahannya karena untuk saat ini tahun 2016 jalur pantai-pantai selatan di Malang sering ramai dengan pengunjung karena aksesnya yang sudah mudah kadang bisa sangat membeludak bila waktu liburan tertentu. So Persiapkan liburan anda dengan segala resiko yang ada..

Semoga bermanfaat bagi anda sekalian pembaca setia suetoclub dan penikmat alam Indonesia. Oh iya bisa mampir kesini sekalian pantai tamban

%d blogger menyukai ini: