Tag Archive: Seoul



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape


IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


IMG_1909

Salam wildlife!Kali perjalanan tim sueto yaitu menulusuri pantai-pantai yang misterius di kawasan Bajulmati, Malang, Jatim, Indonesia. Destinasi yang sebenarnya kami ingin mengunjungi dua pantai di kecamatan Gajahrejo yaitu pantai jolangkung dan lepek. Tetapi keinginan kami untuk hunting pantai yang misteriuspun terwujud saat itu.

Berawal dari rencana touring sueto tim kami mengumpulkan peserta yang bersedia ikut di bulan Oktober 2013 ini dan akhirnya terkumpul  9 orang. Dari Surabaya berangkat hari Sabtu jam 11 malam kita berangkat menuju batu dengan mengendarai sepeda motor kemudian singgah di rumah salah satu anggota untuk istirahat. Waktu itu sampai sekitar jam 1 Minggu dini hari kemudian kami langsung beristirahat untuk rencana keberangkatan sekitar jam 5 pagi, lumayan biar kita ada istirahat sekitar 4  jam-5jam.

Akhirnya kita molor juga 1 jam sekitar jam 7 pagi kita baru sampai alun-alun kota Malang. Perjalananpun dilakukan dengan santai dengan menikmati perjalanan selama 3 jam dan sempat berhenti sejenak untuk mengisi bensin dan sarapan. Meskipun saya sudah berkali-kali melewati jalan di area turen-gedangan-sendangbiru-bajulmati tetap tidak akan pernah bosan rasanya karena memang sensasi perjalanannya sungguh bisa dinikmati apalagi bila naik sepeda motor. Berikut ini kira-kira rute perjalanan touring kami :

malang-regency-mapt

peta edit-1

Screenshot edit (1)

Memasuki area Bajulmati rasa penasaran saya pun mulai muncul sudah sampai mana jalanan aspal bagus ini yang targetnya menghubungkan daerah pantai sendang biru dan pantai balekambang ini sejak terakhir saya kesini. Terus menelusuri jalan Bajulmati beraspal sampai habis melewati kecamatan Gajahrejo dan beberapa objek pantai misalnya seperti pantai goa cino, pantai bajulmati 1, bajulmati 2, pantai pasir panjang, pantai jolangkung, pantai lepek, pantai mbengkung.

Sesampainya di penghujung jalan aspal jalan sudah mulai makadam tapi ternyata sudah ada pelebaran jalan karena masih tahap pembangunan. Dari sinilah kami mulai mencari pantai-pantai misterius itu melewati jalan hutan makadam dan beberapa jembatan sungai memang di perjalanan sebelumnya menuju pantai ngantep kami sudah pernah melewati jalan ini sebelumnya jadi mungkin kami sedikit paham detailnya.

Kamipun sering-sering bertanya pada warga sekitar tentang beberapa pantai yang bagus di daerah itu dan sempat tersesat di beberapa rute jalan yang setapak hanya bisa dilewati sepeda motor. Terus menjelajah melewati perkebunan, ladang, sawah akhirnya kamipun terhenti untuk berfikir sejenak dengan bertanya lagi kependuduk sekitar sampai jelas rutenya. Kemudian kami di arahkan kembali menuju jalanan aspal lagi yang sebelum jalan makadam ada beberapa pantai bagus di kawasan itu.

Sesampainya jalanan aspal sekitar jam 11 siang kami bertanya kembali masih di daerah sekitar Gajahrejo dan ternyata memang benar ada beberapa pantai bagus di daerah ini. Melewati beberapa ladang perkebunan dengan jalan kecil yang misterius akhirnya kami menemukan pantai yang indah dan masih sangat alami bahkan pemandangannya melebihi prakiraan kami dan ada gardu selayang pandangnya lagi buat melihat kawasan pantai-pantai surga di daerah Bajulmati ini.

Wow!memang sangat bagus kawasan pantai ini dilihat dari atas sungguh kenikmatan yang luarbiasa dari Tuhan Yang Maha Esa. Terlihat juga beberapa di sebelahnya dan kami sebut sendiri pantai ini heavenland beach karena pada saat tanya warga sekitar pantai ini belum punya nama. Pasir di pantai ini termasuk pantai pasir putih meskipun areanya kecil tapi mempunyai kelebihan tersendiri yaitu ada watu bolong dan gerdu selayang pandang yang telah dibangun warga sekitar sungguh bisa di bilang sangat menakjubkan pemandangan disini. Kamipun sangat menikmati sejuk dan panas teriknya udara pantai juga sambil berfoto-foto sampai pada akhirnya kami merasa kelelahan dan tertidur di gerdu untuk beristirahat sejenak menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Bisa dilihat foto-fotonya di bawah ini :

IMG_1891

IMG_1913

IMG_1894

1390479_297561053715952_193503870_n

1376439_297562357049155_723660922_n

IMG_1920

IMG_1922

IMG_1952

IMG_1962

IMG_1966

IMG_1974

IMG_1976

IMG_1979

IMG_1985

IMG_1991

Setelah sejenak usai beristirahat sekitar jam 13.00 WIB kamipun melanjutkan perjalanan di pantai ke dua yang tak kalah misteriusnya kami sebut pantai karang tengkorak karena banyak karang yang menyerupai tengkorak dan memang struktur pantainya terdiri dari karang-karang dari bebatuan kapur. Di pantai ini lah kami berjemur, mandi, bermain dan mengabadikan momen. Jarak pantai ke 2 ini dengan pantai pertama tidak jauhkok mungkin hanya 300-400 meter saja terbelah oleh bukit kapur. Berikut dokumentasinya :

IMG_2053

IMG_2060

IMG_2071

IMG_2089

IMG_2097

IMG_2108

IMG_2112

IMG_2114

IMG_2117

IMG_2139

IMG_2184

IMG_2189

IMG_2205

IMG_2221

IMG_2224

IMG_2227

Mungkin hanya sekitar 1 jam lebih kita berada disini jam setengah 4 lebih kami sudah bersiap kembali untuk ke surabaya karena terlihat cuaca sudah mulai mendung dan perjalananpun masih jauh untuk menuju Surabaya.Oh iya jangan lupa simak videonya juga kalau masih penasaran :

Untuk soal tarif dua pantai tadi masih benar-benar gratiskok kami hanya habis uang bensin dan makan dari Surabaya saja. Mungkin destinasi kali ini boleh dicoba untuk rekan-rekan penjelajah yang mau mencoba kedua tempat pantai misterius ini, memang tak ada plakat terus intinya kalau ke pantai ini adalah pantai jolangkung dan lepek pantai ini berada disebelah pantai lepek tetapi beda jalur beberapa km kemudian harus sering-sering bertanya kepada warga sekitar supaya tidak kesasar juga nomer satu adalah punya niatan menjelajah dengan feeling experience yang bagus terhadap medan yang akan di hadapi. So Good Luck bagi yang ingin mencoba mungkin detailnya bisa saya carikan di google map. Baik terimakasih telah membaca cerita perjalanan yang lagi-lagi mengenai touring Suetoclub community. Mudah-mudahan kami selalu dapat terus memberi cerita-cerita berkualitas tentang indahnya Indonesia di masa mendatang :).


IMG_1273

Hi Salam Wildlife!Kali ini perjalanan mengisi libur lebaran 2013 sekalian merasakan serunya mudik, maklum gak pernah mudik dulu-dulu gak punya kampoeng halaman.

Setelah Lebaran saya putuskan untuk touring ke air terjun dolo dan irrengolo yang ada di Kediri soalnya sekalian mampir Jombang jadi ada tempat istirahatlah. Meskipun tempat ini sudah terkenal tapi saya belum pernah kesana jadi bolehlah dicoba tracknya itung-itung buat menambah wacana buat blog.

Berangkat pagi hari dari Sidoarjo menuju ke Mojowarno Jombang lewat jalur Mojosari karena lebih dekat boleh pilih arah Sidoarjo-Mojosari yang lewat Wonoayu atau yang lewat Tulangan kalau berangkat sih kayaknya lebih dekat yang lewat Tulangan pulang baru lewat yang Wonoayu.

Waktu sampai di daerah Mojoagung jalanan di sini biasa memang agak macet karena masih banyak pembangunan jalan, pasar dan penyempitan jalan waktu melewati jembatan biasa penyempitan jalan tapi meskipun macet tetap lancar ambil arah Pare sebelum kota Jombang dan akhirnya tiba deh Mojowarno buat istirahat sebentar buat menjemput kekasih yang lagi dirumah neneknya berangkat jam 06.40 sampai Mojowarno sekitar  jam 08.00.

Kemudian jam 09.40 berangkat dari Mojowarno lewat jalur arah Kelud(Ngoro) terus ke arah Pare lanjut ke arah kota Kediri terus istirahat makan sampai jam sekitar jm 11.15 kemudian perjalanan diteruskan menuju kecamatan Moro melewati jalan Besuki lalu lintas waktu itu lumayan padat tapi lancar. Dari Besuki menuju desa yugo jalanan langsung menanjak terus sampai pos tiket masuk kawasan wisata air terjun dolo. Bayar tarif masuk sekitar Rp 12.000, 2 orang  sekalian sepedamotornya.

Lanjut melewati track menanjak yang seru sekali bagi saya pemandangan sampai air pemberhentian air terjun juga bagus. Saya sedikit teringat tracknya ini sedikit mirip seperti track tanjakan di Tawangmangu, Magetan berliuk-liuk tapi santai mungkin beberapan kali ada tikungan tajam tapi bolelah dicoba.

Saat di perjalanan kami memilih menuju air terjun dolo dulu meskipun air terjun irrenggolo lebih dekat dari pos masuk wisata. Sampai diparkiran bayar tarif parkir Rp 2000,- terus siap-siap melalui tracking turun tangga disinilah banyak orang sambat(mengeluh) menuju air terjun dolo turun aja sudah mengeluh apalagi track naiknya, bagi saya tak seberapa tak seberat waktu mendaki untuk menuju puncak gunung  yang jalannya pun acak dan harus buka jalan baru tapi ini kekasih saya sudah  mau nangis-nangis minta gendong padahal kalau difoto sudah kayak capeknya hilang saja biasa narsis mengalahkan segalanya hahaha.

Setelah menuruni banyaknya anak tangga sampailah kami di depan air terjun dolo. Situasinya saat itu sangat ramai terus pemandangannya bagus tapi kami tak seberapa terkesan karena sampat kotor plastiknya dan kebersihannya kurang dijaga oleh pengelola lingkungan setempat meskipun air aliran air terjunnya masih tergolong jernih disinilah kami berpikir sesuatu. Sambil melihat-lihat spot yang bagus buat didokumentasikan kita jalan-jalan mengelilingi area air terjun dapet spot yang bagus langsung narsis.

 

 

 

Setelah puas mengabadikan momen kamipun langsung prepare menuju air terjun selanjutnya. Sudah tak terbayang bagaimana kesan saat naik tangganya sangat seru!lihat pemandangan orang-orang sekitar atau wisatawan lain dengan berbagai gaya mengolah kecapekan mereka sampai berhasil kembali ketempat parkiran.

 

 

 

Acara selanjutnya menuju air terjun irrenggolo yang kami ceritakan tadi lebih sebelum air terjun dolo. Mungkin kekasih saya ini tenaganya sudah terkuras habis saat di kawasan air terjun sebelumnya mukanya sudah menunjukkan capek yang tak karu-karuan tapi seru masih bisa bercanda karena dia memang belum pernah secapek ini ditempat wisata alam yang seperti ini.

Sampai di parkiran air terjun irrenggolo kami sempat salah arah saat tracking menuju air terjun maklum wisatawan di air terjun ini jauh lebih sepi dari pada air terjun sebelumnya. Akhirnya kami menemukan track sebenarnya dan perjalanannya untuk mencapai air terjunpun tak sejauh dari air terjun dolo.

Sesampainya di Air terjun baru disini kami bisa bilang Wow!masih alami alirannya pun masih bening struktur air terjunnya juga bagus sangat berseni dengan keunikan batu-batu yang mengantarkan aliran air yang mengalir meskipun tetap ada sisa-sisa sampah berserakan tapi sedikit tak sebanyak di air terjun sebelumnya mungkin dikarenakan tempat ini tak seramai air terjun sebelumnya.

 

 

Karena hari sudah mulai gelap dan perjalanan pulang kami masih jauh akhirnya kami tak sempat berlama-lama di kawasan air terjun irrenggolo ini. Kamipun langsung bersiap-siap menuju parkiran dan pulang ke Mojowarno meskipun sempat mampir makan malam di kota Kediri sebelum pulang.

Sampai Mojowarno istirahat baru paginya pulang menuju Sidoarjo buat kembali berutinitas untuk hari seninnya.

IMG_1215

IMG_1253

IMG_1319

 

IMG_1349

 

 

IMG_1365

 

IMG_1392

IMG_1399

IMG_1404

IMG_1405

IMG_1407

IMG_1462

IMG_1495

 

IMG_1517

IMG_1553

IMG_1577

 

Berikut Videonya :

 

Catatan :

Sebenarnya kedua air terjun ini masih bisa dibilang alami karena aliran airnya masih jernih tapi sampah-sampah di sekitar itu jangan sampai mengotori tempat wisata yang indah seperti ini di tempat wisata manapun di Indonesia ada baiknya kita sabagai wisatawan membawa plastik tersendiri untuk menampung sampah yang kita hasilkan sendiri misalnya seperti botol air minum atau tempat makanan kemudian yang membawa anak kecil dibawah umur itu sering-sering diingatkan untuk tak membuang sampah sembarangan. Dikarenakan menurut pendapat saya yang telah banyak mengunjungi kawasan wisata Indonesia adalah seperti ini sebagus atau sealami apapun tempat itu jika tidak dijaga kebersihannya ya tidak akan menjadi tempat yang indah lagi untuk dikunjungi dan semakin banyak tempat yang tadi bagus buat dikunjungi kemudian kotor oleh tangan kita sendiri semakin sedikit juga kita kan menemukan tempat-tempat yang bagus untuk masa depan dan keturunan kita kelak. Generasi yang akan datang takkan pernah bisa merasakan keindahan alamnya sendiri khusunya di negaranya sendiri di Indonesia akhirnya lebih memilih berpergian keluar negeri yang lingkungan wisatanya lebih bagus dan bersih. Padahal Indonesia ini adalah secuil tanah surga masak kita hanya bisa menikmati wisata-wisata buatan yang dikelola oleh pihak-pihak asing saja tanpa tahu keindahan alami Indonesia yang sebenarnya. Saya tak ingin air terjun ini menjadi rusak padahal sebenarnya indah seperti air terjun yang saya temukan di Nongkojajar Pasuruan yaitu Coban Waru bisa mampir ke link ini

Sekian terima kasih terus jelajah, temukan, jaga dan lestarikan  kekayaan alam Indonesia sebagai orang Indonesia.


 

IMG_1125

Hi Salam Wildlife!Waktu memasuki liburan cuti bersama buat puasaan saya memulai perjalanan turing lagi menuju daerah nongkojajar, Pasuruan, Jawa timur sebelum lebaran lumayan  buat melatih stamina saat puasa menuju destinasi baru yaitu coban waru saya penasaran apakah tempatnya bagus.

Berangkat sekitar jam 1 siang terlanjur panas sudah perjalanan kami biasa dari Sidoarjo ke Surabaya dulu menjemput kekasih kepingin ikut dia. Dari Surabaya temponya sangat panas memang sedang panas-panasnya puasa di minggu akhir tapi terbalas panasnya sampai di Nongkojajar masih masuk wilayah kabupaten Pasuruan hawa berubah drastis jadi dingin. Kami pertama sempat kesulitan menuju cuban waru karena memang tidak ada petunjuk yang jelas hanya saja kami berhenti saat sampai nongkojajar dan memasuki desa wonosari kayukebek kemudian jalan terakhir adalah bertanya jalur keberadaan air terjun.

Ternyata Jalur menuju Cuban Waru tak seperti yang kami harapkan untungnya kami bertemu seorang kakek yang baik hati mau mengantar kami dan menjaga motor saya karena sesudahnya kami diantar dengan anak kecil mungkin umurnya sekitar 8-9 tahun dari penduduk desa setempat untuk menuju Cuban waru.

Sebelum menuju Cuban Waru kami diceritakan tentang bahaya-bahaya disekitar area ini katanya banyak curanmor didaerah ini, pantas saat masuk desa ini ada pintu gerbangnya yang ditutup pada jam-jam tertentu untuk mengantisipasi kegiatan curanmor, terus kejadian minggu lalu ada beberapa anak seumuran SMP bermain di sekitar Cuban dan meninggal terperosok aliran air mungkin sejak kejadian itu Cuban waru ini tampak sepi pengunjung.

Saya jadi makin penasaran tempatnya akhirnya si kakek menjaga motor saya dan saya diantarkan oleh anak kecil menuju ke Cuban Waru. Perjalanan menuju Cuban waru ini hanya bisa dilewati setapak dengan berjalanan kaki melewati perkebunan dan lereng-lereng bukit. Tak jauh memang tapi sungguh terasa karena pada saat itu memang masih berpuasa. Sampai ditengah  perjalanan  mampir ke sebuah gubuk kecil ternyata rumah si anak kecil itu tadi memanggil kakaknya kemudian perjalanan dilanjutkan dan kamipun diantar sampai di cuban waru tapi dari bagian atas cuban sebenarnya ada jalan untuk menuju ke bagian bawah cuban tapi kami ingin liat situasinya dulu.

Selayang pandang kami melihat cuban waru ini kelebihannya adalah aliran airnya sangat unik dan sebenarnya kita bisa menikmati cuban dari atas dan dari bawah tapi ada sesuatu yang membuat kami sangat kecewa aliran airnya sudah kotor tercemar berwarna kecoklatan dan mengeluarkan busa tak lagi jernih sungguh disayangkan pesona alam yang sebenarnya bagus tapi dirusak oleh manusia itu sendiri. Kami melihat masih banyak sisa-sisa sampah plastik di area cuban waru ini mungkin pada awalnya tempat ini banyak dikunjungi wisatawan tapi karena aksesnya yang susah dan ada kejadian anak SMP yang meninggal di cuban ini kelihatannya jadi angker tempat ini tapi dilain masalah memang aliran airnya sudah tak layak di nikmati karena sudah kotor kata anak itu tadi aliran ini berasal dari hulu penggunungan tengger di atas. Betul memang saat kami sempat kesasar ke atas banyak anak muda yang membuang sampah sembarangan dikali juga hasil cucian rumah tangga yang terbuat lewat aliran air menuju cuban waru ini. Sebenarnya kami berkeinginan mendokumentasikan gambar dari bawan cuban waru ini tapi karena kami masih melanjutkan perjalanan ke batu untuk buka bersama dan hari mulai petang kami pun kembali ke dimana motor kami, saya titpkan. Sampai bertemu lagi ke cerita perjalanan lainnya ya….

Berikut foto-fotonya :

IMG_1138

IMG_1143

IMG_1145

IMG_1153

IMG_1166

IMG_1170

IMG_1172

 

IMG_1178

IMG_1181

 

IMG_1189

IMG_1198

 

 

 

 

 

 

IMG_1185

 

Catatan :

Bagi saya ini sungguh keadaan yang sangat disayangkan melihat keindahan alam yang bukan sebenarnya tapi inilah efek nyata dari perbuatan manusia. Kalau dipikir keadaan seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Cuban Waru saja tapi banyak juga di tempat-tempat wisata lainnya. Bagi penikmat wisata  dimana kita berada kita harus selalu menjunjung GreenTour Adaptations paling tidak kita juga bisa mengajari bagaimana penduduk setempat memperlakukan alam sekitar dengan bersih misalkan dampak kerusakan lingkungan itu tidak ditimbulkan oleh wisatawan yang berkunjung tapi oleh penduduk setempat di area wisata tersebut.


watu abu 2 copy

Hallo Salam Wildlife!Sudah lama tidak posting perjalanan extreme Sueto kali ini di tahun 2012 bulan agustus menceritakan singkat  perjalanan saja. Kali ini perjalanan dilakukan sendirian karena yang lain pada mudik sendiri-sendiri dan saya ada waktu senggah liburan panjang yah saya coba mencari tempat-tempat baru yang sekiranya bisa di lalui dengan perjalanan sehari. Eh ternyata setelah riset dan searching dapetnya di Malang juga. Mari kta telusuri yuk.

IMG_4200

Perjalanan kali ini sebenarnya niatnya kepingin menjelajahi beberapa tempat sekaligus dalam satu hari tapi karena ada gangguan jadi akhirnya cuman bisa ke satu tempat saja. Niatnya berangkat subuh ini malah jam11 baru berangkat dari rumah menuju Malang memang tujuan kali ini memang tidak jauh-jauh dari pantai sipelot yang pernah di posting di https://suetoclub.wordpress.com/2011/11/17/all-about-tour-to-sipelot-beach/ yup tempat yang saya tuju juga pantai bernama pantai Lenggosono dan pantai Watu Awu sebelumnya yang ada dalam benak saya adalah bagaimana menelusuri akses ke pantai Lenggosono saja tak terpikir malah akan mendarat di pantai Watu Awu.

Berangkat jam 11 menuju Malang beristirahat dikota Malang dulu karena memang kebetulan cuaca panas sekali jadi saya maem sup buah dulu biar seger terus perjalanan langsung saya lanjutkan menuju Turen melewati pertigaan arah pantai Sendang Biru dan sampai ke kota Dampit sedikit mengingat-ingat jejak perjalanan saat ke pantai Sipelot ternyata kali ini sudah ada plakat penunjuk arahnya tidak seperti dulu  jadi bisa agak santai jalannya. Kemudian masuk gerbang kecamatan Tirtoyudo setelah masuk langsung mencari arah desa pujiharjo sampai pertigaan ada masjid sekitar jam 14.00 p.m saya sampai disitu. Pertigaan ini sudah ada arah penunjuk jalannya juga jadi bagi yang masih baru melewati daerah ini gak akan kesasar kalau gak salah kalau arah ketimur itu arah pantai Licin masuk kecamatan Ampel Gading perbatasan Malang-Lumajang. Lanjut perjalana sebelum sampai desa Pujiharjo saya penasaran ada jalan tanjakkan membelah dua tebing seperti baru dibangun disebelah barat jalan menuju desa Pujiharjo akhirnya saya coba jalan ini dan saya tanya kepada orang penjual bakso setempat  ternyata akses jalan ini memang ke arah desa Purwodadi yang menjadi tujuan saya pantai Lenggosono. View daerah memang bagus saya sempat membuat saya terkesima, nih fotonya :

IMG_4149

IMG_4131

 

Nah Setelah saya lihat-lihat ada tempat tersembunyi yang saya ingat sebelah pantai Lenggosono ternyata ada pantai lagi tapi saya belum tahu namanya akhirnya saya turun dan coba telusuri jalannya kemudian ada pertigaan, saya pilih sebelah kiri terus melalui jalan menurun yang cukup terjal dan akhirnya saya sampai ke dusun Balerejo dan bertanya orang setempat apakah nama pantai di desa ini ternyata bernama pantai Watu Awu sampai ke Pantainya….Wao! tenang sekali ombaknya, sepi tenang, dengan penduduk yang ramah dan tempatnya asik dibuat bertenda atau camping. Saya lansung siapkan segala peralatan untung mengambil beberapa moment dan dokumentasi karena memang saya tidak akan bisa lama-lama disini dan hari semakin gelap. Berikut foto-fotonya :

IMG_4170

IMG_4204

IMG_4217

IMG_4213

IMG_4217

IMG_4208

watu abu 1 copy

IMG_4252

Tipikal pantainya sepertinya sama dengan pantai Sipelot karena memang geologi pantainya sama pantai jenis teluk dalam jadi ombaknya tenang karena tidak langsung dari laut lepas hanya pasir pantai sedikit lebih putih atau bersih karena memang tidak banyak aktifitas warga yang dilakukan di pantai ini tidak seperti pantai Sipelot yang sudah agak ramai. Sama seperti Sipelot yang menjadi tujuan wisatawan di daerah sini memang kebanyakan menuju ke Pantai Sipelot atau ke Pantai Lenggosono karena memang secara akses lebih mudah dan penduduk lebih ramai jadi pantai Watu Awu ini sepi pengunjung tapi tak apalah bagiku justru sepi inilah tempat ini menjadi sangat nyaman untuk dibuat bersantai dan menghilangkan pikiran  jenuh akibat aktifitas dikota rasanya seperti surga kecil yang nyamannya masuk kedalam pikiranku dan membuat saya lebih refresh dan mempunyai inspirasi dalam hal-hal baru kedepan.

Hari sudah sore menunjukkan pukul 16.oo p.m waktunya pulang kembali ke Sidoarjo takutnya macet kena arus balik lebaran. Alhamdulillah jam 19.20 saya sudah sampai di rumah jadi bisa evaluasi untuk menuju ke touring-touring selanjutnya. Bagi pembaca selamat menikmati keindahan alam Indonesia….!

Berikut Videonya :


 

_MG_1083

Hai Salam Wildlife Sueto!

Perjalanan kali disebut perjalanan tak terduga…Perjalanan yang tak terduga ini di mulai pada tanggal 29 juni 2012 yang berawal dari penculikan saya oleh hilmy sueto pada jumat malam dengan tiba-tiba berdalih mengunjungi neneknya yang sakit di Malang padahal saya sedang asik-asiknya ngewarkop sama teman. Penculikan dilakukan dengan sedikit terburu-buru karena si nenek hilmy akan kembali langsung ke Jember setelah keluar dari rumah sakit. Awal perjalanan saja sudah dimulai dengan kekonyolan yaitu saat setelah dari rumah saya masuk pintu tol sda salah jurusan bukan ambil yang arah ke porong tapi malah ambil arah ke waru akhirnya kami memutar dulu deh 10km untuk kembali lagi memutar ke tol arah porong…..capek deh…

Kemudian perjalanan dilakukan dengan sangat cepat akhirnya kami pagi-pagi sekali tiba di kota Malang dan langsung menuju rumah saudaranya. Setelah itu langsung istirahat sampai siang hari kemudian dihindangkan sarapan penyetan yang super pedas dan maknyus oleh ibunya Hilmy kelihatannya kami dikerjai sengaja emang bikin sambel lombok yang extra pedas nih…hahaha..

Kemudian setelah prepare sorenya kami bertiga merencanakan jalan-jalan tapi kami belum melakukan planning ingin kemana. Akhirnya saya memberi ide bagaimana kalau kita ke air terjun Coban Pelangi di daerah Tumpang saja karena saya sendiri juga belum pernah kesana. Kamipun langsung cus..pergi kesana menuju Tumpang prakiraan perjalanan dari kota Malang menuju Tumpang sekitar 1jam. Sampai di Tumpang kami mengikuti arah ke Bromo nah di sekitar perjalanan kami menemukan lagi tujuan wisata menarik sebelum arah ke Coban Pelangi didaerah Duwet, mungkin lain kali akan kami posting tempat wisata di daerah Duwet itu. Sebelum sampai di Coban Pelangi kami melewati areal rafting bernama Ndayung bisa dikunjungi di link http://ndayung.blogspot.com/2012/05/pingin-tahurafting-pingin-merasakan.html

Sesampainya di pintu tiket Coban Pelangi sebelum masuk kami dikenai tarif per orang Rp5000,- plus parkir mobil Rp3000,- mungkin hari libur kali yah…biasanya per orangnya Rp3000,- Perjalanan masuk areal air terjun terasa sejuk dan asri saat itu kami memang agak sedikit kesorean jadi tidak bisa melihat pelangi di air terjun tapi tak apalah namanya juga mencari pengalaman.

Coban Pelangi sendiri merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).  Air terjun ini berada di ketinggian 1299,5 m di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas.dan memiliki terjunan air setinggi kurang lebih 110 m.   Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 19 – 23 derajat Celcius. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi.

Bagi para pendaki Gunung Semeru, air terjun ini tidak asing bagi mereka, karena mobil jeep angkutan umum satu-satunya yang membawa mereka dari pasar Tumpang menuju ke Gunung Bromo akan melewati lokasi ini. Perjalanan naik turun tangga benar-benar kami nikmati. Tiba di air terjun memang wao karena memang baru kali ini saya lihat air terjun sederas ini sampai basah semua…semprotannya kuat banget kelihatannya merek pompa air apapun bakal kalah nih…hahahaha.

Semakin senja semakin mistis nih tempat tapi semakin seru soalnya mau ke arah air terjun harus bertarung dengan lumpur dan air yang dingin dengan semprotan keras si air terjun. Setelah cuci-mencuci di mall eh…di aliran air akhirnya kami bersiap pulang dengan baju basah dan kedinginan….werrrr!

Haripun makin senja kami pun ingin lekas balik ke Surabaya tapi diperjalanan pulang terjadi kejadian prasangka tak terduga lagi jadi waktu turun didaerah perkampungan ada 2 anak mahasiswa kelihatannya habis mendaki semeru mereka mencoba menyalip kami di jalan yang memang kecil kami persilahkan mereka menyalip dengan motor vixionnya tapi tiba-tiba 2orang anak itu hilang keseimbangan dan keluar dari jalan akhirnya menabrak warung penjual bensin dan Duarrrrrrrrrrr!meledak…(lebay yah sebenanya jatuh aja tapi bensin jualan si pedagang pada tumpah)hahaha…akhirnya kami kaget dan sempat berhenti karena tidak merasa menabrak kami jalan ae karena mereka jatuh sendiri. Tiba beberapa saat kemudian kami dikejar warga dikira kami menemper dua pengendara itu terus mereka terjatuh padahal ya tidak dengan sedikit emosi kami kembali ke dua pengendara itu masak kami gak salah terus disalahkan akhirnya sampai langsung terjadi adu mulut keras(padahal ya biasaae)hahahah…Akhirnya dua pengendara tadi ngaku bahwa mereka jatuh sendiri karena kecapeaan tapi kami kasian akhirnya kami mengantar mereka sampai kota Malang ke tempat kosan mereka kelihatan luka-luka memar mereka parah soalne. Tiba-tiba saya teringat film Tuck n Dale vs Evil kejadiannya ya sama padahal tidak melakukan apa-apa tapi dituduh berbuat yang macam tapi filmnya lucukok…hahaha..jadi ngelantur.

Sampai di kos dua mahasiswa tadi kami kami langsung balik ke Surabaya dengan sedikit santai dan berfikir ingin mengunjungi tempat wisata misterius di daerah Duwet tadi..hihihi…sekian tunggu cerita perjalanan lainnya dan terus mengexplore alam Indonesia!

Berikut Foto-fotonya :

_MG_0988

_MG_1022

_MG_1026

_MG_1055

_MG_1063

_MG_1067

_MG_1068

_MG_1101

_MG_1007


_MG_1130

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut Videonya :

Lokasi

Terletak  di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS8° 1′ 32.27″ S  112° 49′ 1.06″ E

Aksesbilitas

Berjarak seklitar 2 km dari desa Gubuk Klakah atau sekitar ± 32 km sebelah timur kota Malang
Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, arahkan perjalanan menuju Tumpang, dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah. Hati-hati karena setelah melewati desa, jalan mulai menanjak dan berkelok.  Air terjun ini berada sebelum masuk pertigaan Jemplang (yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo)  usai melewati Desa Gubuk Klakah disebelah kanan jalan ini akan terlihat jelas gapura bertuliskan air terjun Coban Pelangi

Dari area pintu masuk Coban Pelangi yang berada di atas tebing setinggi sekitar 100 meter, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun dan melintasi jembatan. Jarak tempuh jalan ini sekitar 1, 5 km hingga lokasi air terjun berada.

Waktu kunjungan paling pas ke  tempat ini adalah di pagi hari karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Juga pada musim penghujan pihak pengelola sering membatasi kunjungan hingga pukul 16.00.  Hal ini untuk menghindari munculnya air bah yang datang dari pegunungan di bagian hulu uang acap kali datang.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk adalah Rp.3.100,-/orang hari libur Rp.5000,- dan biaya parkir adalah Rp. 1000,- (roda 2) dan Rp 3000 (roda 4),


Salam wildlife!Tour kali ini memang hanya sebuah acara penutupan di tahun 2011 dan membuka lembar perjalanan baru di tahun 2012 tapi kali ini memang hanya tour penyambutan tahun baru saja karena memang cuaca sedang tidak memungkinkan untuk mengadakan tour jauh. Waktu malam tahun baru Sueto mengadakan event tahunan(tergantung cuaca)biasanya untuk menikmati keindahan kembang api tahun baru kota Batu Malang dari atas perbukitan bumiaji memang kebetulan teman sueto mempunyai persinggahan di Batu yang bisa digunakan untuk istirahat jadi perjalanan tengah malam paginya kita bisa istirahat jadi tidak terlalu capek karena memang tahun baru pasti ramai sekali jalanan.

Berangkat beranggotakan 5 orang 3 sepeda motor kami berangkat sekitar jam 9 malam dari Sidoarjo menuju Wonoayu itemani hujan deras  sampai melewati kota Mojosari terus arah Pacet…Di Pacet ini kami agak sedikit terhambat dengan arak-arakan anak muda alay seperti geng motor gitu..Karena kami memang lewat jalan pacet agak sedikit kemalaman jadi agak ramai tapi denagan keahlian tertentu kami dapat melewati gerombolan itu..Kemudian lewat pegunungan Cangar disini ditulis 30km arah Batu deketkan cuman jalannya lewat hutan jadi mengendarai motor atau mobil disini harus penuh skill dan mental yang mapan soalnya banyak pohon tumbang kadang-kadang terus tanjakan-tanjakan extreme yang licin karena Suetoclub didukung oleh pengalaman maka mudah saja jalanan dilewati…Hujan deras mulai jadi rintik-rintik kecil yang bakal sangat indah untuk menemani di malam pergantian tahun…Karena memang suhu cuaca memang benar-benar dingin akhirnya kamipun berhenti di post Bumiaji untuk menghangatkan badan, meminum segelas kopi dengan pemandangan indahnya mlalam hari kota Batu dari Bumiaji.

Selagi anak-anak makan, minum, update status bbm, twitter, facebook, whatsapps dan foursquare. Saya sempatkan untuk mengambil sebuah pemandangan dari bukit berikut fotonya.

Setelah pesta kembang api selesasi kami bersiap untuk turun bukit menuju persinggahan melewati BNS dan Jatim Park2 ternyata sudah sepi jalannya jadi bisa mulus ke persinggahan untuk beristirahat menyiapkan tenaga buat perjalanan besok paginya..Paginya terlihat cuaca masih sangat cerah bagus untuk jalan-jalan. Setelah sarapan dan persiapan kami ingin berangkat ke pantai selatan Malang melanjutkan misi menjelajah pantai selatan Malang sebenarnya pantai yang dituju adalah pantai Modangan tapi cuaca ternyata agak siangan sudah tidak mendukung kayaknya. Berangkat dari Batu melewati kota Malang keadaan waktu itu macet banget arah jalan utama akhirnya kami putuskan lewat belakang UIN tembus di pemberhentian pertama Kepanjen setelah dari Kepanjen hujan lagi-lagi jadi teman kita menemani perjalanan menuju ke selatan akhirnya sampai di daerah Donomulyo kelihatannya langit masih tidak bersahabat untuk mengijinkan kami melihat pantai akhirnya kita putuskan untuk memutar kembali lewat lewat waduk Karangkates/ir Sutami..Waktu perjalanan menuju waduk Karangkates ada spot yang bagus saat track menuruni bukit tempat ini bisa menjadi spot bagus untuk berfoto. Karena kondisi waktu itu hujan dan tidak memungkinkan untuk mengambil foto akhirnya kita lewati…

Terus turun kebawah sampai ke bendungan hujan pun semakin deras mau berhenti diwadukkok sudah kadung basah semua akhirnya kami teruskan balik melewati Kepanjen istirahat makan bakso sejenak kemudian sampai kota Malang langsung berwisata kuliner ke Burger Buto!

Kalau pernah makan burger yang besar yang satu ini memang layak dicoba. Nah, di Malang ada sebuah restoran di Jalan Sarangan No. 27 Malang yang menyajikan burger dari keluarga Buto alias Raksasa. Hmm, burger yang bisa dicicipi disini pastinya fresh from the oven, karena roti dan dagingnya diproduksi sendiri oleh rumah makan ini. Yang Istimewa adalah ukurannya yang Luar Biasa Besar, ada tiga pilihan ukuran yang bisa anda pilih, Burger Buto dengan diameter 17cm, ada Buto Long dengan panjang 40cm dan satu lagi yang tidak kalah ekstrim adalah Buto Keceng, dengan lebar yang tidak terlalu besar,cocok dengan lebar mulut kita, dengan panjang 60cm..Wah sekali kelihatannya.

Disana juga ada burger jumbo ukuran kepala orang yang dikenal dengan nama Burger Buto Ijo di Kedai 27, Jalan Sarangan, Malang.Kota Malang sebagai tujuan wisata terbaik 2011 memang banyak menjual wisata kuliner yang unik.

Melihat bentuknya seperti ukuran loyang kue cake pandan wangi diameter sekitar 30 centimeter. Karena namanya Burger Buto Ijo, maka bahan roti dalamnya juga berwarna hijau disesuaikan dengan nama burgernya. Di bagian tengah roti berbentuk lobang seperti kue cake disesuaikan dengan cetakan rotinya. Isi lapisan dalamnya sama dengan burger kebanyakan yaitu berisi daun selada, tomat, timun, mayoinase, daging  burger, dan keju.

Ukurannya cukup untuk dimakan  empat atau lima orang, dan pemesan yang makan di kedai tersebut otomatis disediakan piring kecil dan garpu untuk empat orang. Harga tidak mahal cukup Rp 27.500 bisa dimakan empat orang sehingga jatuhnya harga per orang hanya sekitar Rp 7.000. Ditambah telur harga burger buto ijo menjadi Rp 35.000.

Rasanya seperti burger biasa terasa gurih keju, manis saos tomat dan pedas cabe, isinya seperti kebanyakan campuran rasa saos tomat, keju dan daging sapi burger. Meski roti burgernya ukuran besar isinya perlengkapan burgernya cukup mengelilingi isi roti.

Jenis burger yang dijual  ukuran  lainnya adalah burger long bentuknya lebar dan panjang harga Rp 11.500; burger keceng ukuran rotinya kecil panjang kayak ular harga Rp 11.500; dan burger buto ukuran bundar sedang sebesar piring kecil harga Rp 10.000.

Semua jenis burger isinya sama jenisnya hanya burger keceng isinya daging cincang karena terlalu besar kalau diisi lapisan daging burger yang berbentuk bulat. Semua roti diproduksi sendiri karena ukuran rotinya spesial tidak memungkinkan diproduksi pabrik roti lain.

Kedai yang terletak di pojokan jalan ini sengaja diberi nama Kedai 27 karena lokasi kedainya bernomor rumah 27 di  Jalan Sarangan, Malang. Kedai 27 telah beroperasi di Malang selama sembilan tahun tetapi menu burger buto ijo ukuran jumbo baru terinovasi empat tahun terakhir.

Jam operasional buka kedainya mulai pukul 11.00 WIB sampai 21.00 WIB. Tetapi khusus menu burger jumbo buto ijo selalu cepat habis. Pada hari libur menu tersebut pada pukul 16.00 WIB sering sudah habis. Penulis juga mengalami kehabisan burger buto ijo ketika pesan untuk dibawa pulang.

Menu lain di kedai ini  ada bermacam-macam nasi bakar dengan lauk unik seperti kikil sapi seharga Rp 10.000, ceker ayam hanya Rp 6.000, dan nasi bakar tempe tahu penyet hanya Rp 5.000 sangat cocok buat kantong mahasiwa di kota pelajar ini. Menu lain yang sempat kami coba adalah bebek goreng resep ibu sama ayam gorengnya juga harganya di kisaran Rp12.000-an.

Kebanyakan pengunjungnya anak muda yang suka nongkrong. Banyak remaja yang sengaja merayakan ulang tahun di tempat ini. Kapasitas kursi sekitar  80 orang. Kursi kayu dan meja persegi disusun berdempetan sehingga terlihat suasana ruangan sesak kalau ramai pengunjung. Waktu kami kesana kebetulan lagi hujan jadi suasana di kedai burger agak renggang tidak seramai biasanya karena banyak orang yang memesan dibawa pulang yang paling sering dibawa pulang biasanya burger keceng karena pembungkusnya mirip pembungkus lampu neon jadi terlihat unik dan burger buto spesial.

Kalau lagi ramai pemesanan di kedai burger 27 ini bisa sampai setengah jam tapi waktu itu kita lagi sibuk foto-foto jadi gak kerasa..Untuk rasa tidak terlalu eneg dan membosankan karena memang isinya bakal sedikit berbeda dengan burger pada umunya. Tapi yang pastinya kita rasakan adalah murah dan kalau mau makan kenyang ya di burger buto. So tunggu perjalanan-perjalanan kuliner Sueto berikutnya.

Info mengenai Burger Buto :

Location
Hours
Tue – Thu: 11:30 21:00
Fri: 00:30 21:30
Sat – Sun: 11:30 21:00
About
Burger Buto kedai 27
Description
Burger Buto : burger dengan diameter 17cm:Rp.10.000,-
Burger Long : burger dengan panjang 40cm:Rp.11.500,-
Burger Keceng : burger dengan diameter 60cm:Rp.13.000,-
Parking
Car park
Email
burgerbuto@yahoo.com
Phone
Website
Facebook : Burger Buto
Twitter : Burgerbuto

Kalau tiba-tiba anda ingin  berpetualang dan hiking, sekarang anda harus merencanakan apa yang harus diambil. Anda harus punya paket peralatan penting yang akan dibawa  karena anda harus membawa semua saat packing. Berikut adalah panduan cepat untuk packing untuk perjalanan hiking Anda.

1. Paket pakaian ringan, mudah berlapis bahwa Anda dapat menggunakannya  sebagai penghangat. Ini juga termasuk rompi tanpa lengan memakai lebih dari kemeja lengan panjang dan kulit terluarnya akan menolak air.

2. Jaga ekstremitas dengan kehangatan. Lebih bagus lagi jika anda membawa sarung tangan hangat bahkan jika Anda tidak yakin Anda akan membutuhkannya. Sertakan topi yang akan melindungi wajah Anda dari matahari dan memberikan kehangatan untuk kepala Anda.

3. Pack kompas dan peta wilayah hiking Anda. Anda akan jarang menggunakannya, tetapi setengah dari hiking sedang mempersiapkan untuk tak terduga, seperti tersesat atau bila sinyal gps tidak ada waktu dihutan.

4. Membawa senter yang baik dan baterai ekstra. Anda tidak pernah tahu kapan pendakian anda akan membawa Anda dalam petualangan malam hari atau waktu hari siang tapi berkabut tebal. lampu senter bisa membantu untuk mendapatkan Anda ke kamp aman. Bawalah ponsel dan pastikan batterai sudah terisi penuh.

5. Sertakan kit pertolongan pertama untuk keadaan darurat. Bawa bantalan blister, obat nyamuk dan salep atau semprot untuk mengobati gigitan serangga.

6. Bawa sepatu ekstra dan kaus kaki. Ini adalah penting. Jika sepatu Anda menjadi rusak sehingga Anda tidak bisa memakainya, rasanya seperti meniup ban di mobil Anda. Anda akan membutuhkan cadangan. Bawa kaus kaki tambahan dalam kasus Anda basah.

7. Ingat barang pribadi ringan seperti kacamata, lip balm dan tabir surya.

Petunjuk:

Bawa tablet pemurni air atau air filter untuk perjalanan semalam lagi di mana Anda membutuhkan air bersih lebih dari apa yang anda dapat bawa.

%d blogger menyukai ini: