Tag Archive: Special Region of Yogyakarta



IMG_7289

HI Salamwildlife!Menikmati Perjalanan itu penting dan perjalanan itu menjadi pembeda di kehidupan kita akan menjadi kenangan penting untuk menyongsong masa depan yang lebih bersemangat lagi.

Cerita perjalanan kali ini adalah mengenai cara menikmati tahun baru dengan touring ke bali menjelajah wisata-wisata alam di Bali yang belum kami explore. Touring di Bali kami lalui selama 4 hari sampai kembali lagi ke Surabaya.

Hari pertama kami berangkat malam hari dengan estimasi siangnya kami sudah sampai di tempat tujuan wisata pertama yaitu Air terjun Banyumala. Tapi ternyata kita agak sorean baru sampe tempat

Peta Surabaya-Banyumala :

Wisata air terjun banyumala ini terletak di Kabupaten Buleleng terus ikuti arah kebedugul ada pertigaan menuju kecamatan busung biu dan singaraja mengikuti jalur ke danau buyan dan tablingan ada plakat lagi sebelah kanan jalan menuju banyumala, bisa dilalui roda 4 tapi jalan semakin mengecil, sekitar 3km jalan makadam, sampai di tempat parkir jalan sekitar 400 meteran kemudian membayar tiket masuk Rp 10.000,- saja. Hati-hati kalau sedang musim hujan ada tangga-tangga buatan yang licin disana, tapi setelah melihat indahnya air terjun ini semuanya akan terbayar lunas.

Keindahan air terjun Banyumala ini juga masuk kategori amazing badai tidak kalah dengan air terjun sekumpul didesa sebelah aliran airnya gemericik tenang, sepanjang jalan menuju air terjun ditemani bunga hias yang sudah di tata rapi membuat area air terjun banyumala ini semakin romantis dan asri untuk diajak berfoto dan yang paling penting kita bisa berendam dan ngadem santai untuk menyegarkan pikiran dari hiruk pikuk perkotaan.

Dokumentasi :

Kemudian Setelah puas berendam di air terjun banyumala  kami Menuju air terjun gitgit yang tak jauh tetap masih di sekitar area buleleng.HTM masuknya Rp 5000,- Parkir Rp 2000,- saja. Langsung simak dokumentasinya

gigit-banyumala

Setelah itu baru kembali ke kota Singaraja untuk istirahat dirumah saudara Sueto (mesti buat jujukan kalau ke bali utara). Baru besoknya kita explore Bali Timur menuju ke Whitesand beach.

Iklan

Berbagai macam event seni dan budayasangat banyak digelar di Yogyakarta. Salah satunya adalah event budaya yang akan menjadi ikon pariwisata DIY adalah festival Malioboro. Festival Malioboro ini diadakan bersamaan dengan  liburan panjang, Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta meng gelar Festival Malioboro 2011. Kegiatan yang menyajikan berbagai macam kesenian ini digelar di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta.

Secara resmi Festival Malioboro 2011 dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Tazbir, Sabtu (25/6/2011), yang dilanjutkan dengan pentas kesenian tari angguk dan reog. Festival Malioboro akan berlangsung hingga Minggu (26/6/2011). Selain mementaskan berbagai macam kesenian tradisional, juga digelar bazar. Sehingga Malioboro sebagai sentral urat nadi pariwisata dan perekonomian DIYharus selalu dibangun dan menghadirkan suasana baru agar performance Malioboro semakin cantik dan indah di mata wisatawan.

Ketua panitia penyelenggara Heri Lancono mengatakan Festival Malioboro merupakan event rutin, dan kali merupakan yang ketiga kalinya. Festival ini adalah ajang untuk menyatukan kreasi dari berbagai elemen dan komunitas, baik pekerja seni maupun masyarakat.

“Diharapkan terjadi perpaduan lintas seni maupun lintas komunitas, seperti komunitas PKL dan lainnya. Sehingga dapat memberikan hiburan bagi wisatawan dan dapat meningkatkan kunjungan pariwisata di Yogyakarta,” ujarnya.

Tazbir mengatakan, Festival Malioboro adalah kegiatan rutin setiap tahun yang melibatkan semua komponen di malioboro. “Kegiatan ini melibatkan semua pihak yang peduli dan ingin mengangkat Malioboro sebagai rumah bersama. Ruh yang ada pada diri berbagai komunitas akan menyatu dalam satu ruh yang ada pada Malioboro,” tuturnya.

Ia menambahkan, festival ini akan menampilkan potensi dari berbagai daerah dengan tema ‘Gema Istimewa untuk Indonesia‘. Diharapkan, dengan adanya festival ini wisatawan akan semakin senang datang ke Yogyakarta.

Semoga informasi ini berguna bagi yang kebetulan lagi berkunjung dan ingin berlibur ke Yogyakarta….Salam Sueto wildlife!

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2011/06/25/13391628/Festival.Malioboro.Dibuka


_MG_0256

Besok Hari Jumatnya kami teruskan perjalanan di pagi harinya langsung menuju Waduk Sermo setelah sarapan.  Perjalanan dari Purworejo ke Waduk Sermo ini kurang lebih 1jam lebih perjalanan. Waduk SERMo terletak di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Diresmikan Presiden Soeharto, 20 November 1996. Saat kini debit air yang mengisi waduk sudah hampir sampai batas maksimum. Banyak orang datang, selain untuk rekreasi juga memancing ikan.

Waduk Sermo sendiri menurut Pemkab Kulonprogo memiliki luas genangan kurang lebih 157 Ha dengan keadaan air yang jernih membiru serta bentuknya yang berkelok-kelok menyerupai jari tangan dengan latar belakang perbukitan menoreh yang hijau. Wisatawan dapat menikmati panorama waduk dengan berkeliling menggunakan perahu wisata atau melewati jalan lingkar aspal sepanjang 21 km. Selain sebagai obyek wisata yang nyaman, pengunjung bisa memancing di area waduk. Banyak ragam ikan yang ada di Waduk Sermo, tetapi kebanyakan pemancing mendapatkan Ikan Nila. Meski pengunjung bebas memancing di Waduk Sermo ada kawasan-kawasan tertentu yang dilarang karena berbahaya.

Masyarakat sekitar Waduk Sermo juga ada yang memanfaatkan waduk ini untuk membangun keramba. Malah ada yang menggunakankeramba tersebut untuk dijadikan rumah apung untuk beristirahat dan makan bersama. Waduk Sermo yang pada mulanya secara hanya untuk diupayakan agar dipelihara sebaik-baiknya bakal jadi salah satu objek yang bisa diunggulkan di Yogyakarta. Sayang, waduk yang dibuat pada tahun 1993 tersebut hanyalah satu-satunya waduk yang ada di DIY.

 Material

Waduk Sermo yang berada di Desa Hargowilis ini dibuat dengan membendung Kali Ngrancah. Dasar dari waduk sermo itu adalah Formasi Nanggulan (banyak batupasir kuarsa, dan juga batulempung yang Moluska-nya melimpah). Dinding waduknya sebagian besar adalah Formasi Andesit Tua. Bendung tipe urugan tsb diurug dari batuan andesit yang quarry nya juga dari Formasi Andesit Tua di sekitar waduk. Meluncur ke arah hilir dari Waduk ke arah Kokap atau Wates, kita akan menemukan jejak-jejak penambangan bijih Mn yang pernah top di tahun 1970-1980.di Kliiripan itu, yang secara stratigrafi endapan nodul-nodul pirolusit tsb berada pada transisi batas endapan vulkanik ke endapan karbonat miosen bawah.

Bendungan yang menghubungkan dua bukit ini berukuran lebar atas delapan meter, lebar bawah 250 meter, panjang 190 meter dan tinggi bendungan 56 meter. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dengan genangan seluas 157 hektar. Biaya pembangunannya Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996). Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulonprogo memindahkan 107 KK bertransmigrasi — 100 KK ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu dan tujuh kepala keluarga ditransmigrasikan ke PIR kelapa sawit Riau alias “bedol deso”.

Transportasi

Letak  Waduk Sermo dari kota Wates hanya berjarak kurang lebih delapan kilometer. Perjalanan menuju ke waduk Sermo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Karena lokasinya yang berada di bukit jalanan menanjak dan berkelok-kelok namun cukup menyenangkan. Rute termudah adalah dari Kota Wates — RSUD Wates ke arah barat selanjutnya ikuti saja papan petunjuk. Bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri ada angkutan Umum yang melayani rute Wates — Kokap, akan tetapi angkutan ini tidak masuk sampai Lokasi Waduk Sermo, anda harus turun sebelum pintu gerbang Waduk Sermo. Retribusi masuk Waduk Sermo juga cukup murah hanya seribu rupiah per orang dan parkir roda 2 seribu rupiah juga, untuk mobil dua ribu rupiah.

Meski pemandangan dan suasana Waduk Sermo cukup eksotik tetapi sangat disayangkan minim warung makan yang cukup lengkap. Hanya ada beberapa warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya. Jika hanya sekedar untuk melepas dahaga dan mengganjal perut mungkin sudah cukup, tetapi untuk wisata kuliner masih kurang. Apa mungkin karena kami datang terlalu pagi, tetapi memang keadaan wisatanya masih sangat sepi didaerah sini.

Kamipun tak lama di waduk Sermo hanya mengelilingi waduk dan langsung naik gunung ke daerah puncak selayang pandang di Kalibiru. Kami hanya di tarik tarif parkir sepeda motor atau mobil karena diharuskan berjalan kaki jika ingin samapai gardu pandang. Di Kalibiru ini pemandangan sangat bagus anda bisa melihat keseluruhan bentuk waduk sermo juga ada tempat flyingfox dan gerdu pandang pemandangan alam wilayah kulonprogo ini juga bisa diliat dari sini. Jika cuaca cerah anda pun bisa melihat pantai Congot dari atas puncak Kalibiru ini.

Setelah selesai menikmati keindahan alam dari Kalibiru kami pun bersiap prepare kembali ke Yogya untuk jumatan dan ke Malioboro untuk pulang kembali menuju Surabaya. Sebenarnya kami masih ingin menjelajah lagi tempat-tempat lainnya di kabupaten Kulon Progo ini tetapi karena keterbatasan waktu tiap personel tim kami akhirnya putuskan untuk kembali ke Surabaya pada sore harinya setelah dari Malioboro. Alhamdulillah kamipun samapai dengan selamat dari Surabaya sekitar jam 1 sabtu pagi dan akhirnya bisa menulis artikel ini untuk di share bagi pecinta alam dan Traveller semoga berguna.

Berikut foto-fotonya :

_MG_0262

_MG_0260

_MG_0309

_MG_0318

_MG_0332

_MG_0342

_MG_0363

_MG_0366

_MG_0372

Iseng-iseng Foto saat di Malioboro :

_MG_0395

_MG_0407

_MG_0412

_MG_0416

SUETO1

 Sebenarnya waduk ini katanya banyak menyimpan misteri tapi bagiku yang penting kemanapun kita berada kesadaran untuk menikmati dan melindungi alam itu harus ada. Salam wildlife Sueto!

Berikut Videonya :

http://www.youtube.com/watch?v=CiHy6PffH38

 

%d blogger menyukai ini: